Selasa, 17 Februari 2026

Pangkoarmada II Pimpin Serial Latihan Unsur Kogasgabfib Latopshantai 2025

(Penkoarmada II)

Dalam rangka Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) Tahun 2025, unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331, serta KRI Pulau Fani-731 melaksanakan serial latihan saat menuju daerah latihan (Rahlat) di Perairan Bangka Belitung, Sabtu (14/2).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KRI John Lie-358 merupakan unsur yang turut tergabung dalam Latopshantai 2025.

Rangkaian serial latihan tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., selaku Panglima Kogasgabfib, yang on board di KRI Brawijaya-320.

Seluruh serial latihan merupakan bagian penting dalam skenario Latopshantai 2025 guna meningkatkan interoperabilitas serta kesiapan tempur unsur-unsur yang terlibat, dalam mendukung pelaksanaan operasi pertahanan pantai secara optimal dan profesional.

  ⚓️  TNI AL  

Senin, 16 Februari 2026

Vulcanair A-VIATOR Aircraft for the Indonesian Navy

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUAOSktgOzACKn_loC9TgUyuL3UkCY_xMNvXR0f2DSBzmu8OflBttnZshlgt856rtMFNE-rPH0LLYgO3m9t_jMMGkiGd0LYZxWFMkmT6DVOrP4WkcS-LGDIkP1JiFKvKmcnDUQyyiSGRBEFYDYmMhw9OjVEy-CakpN-frpkTP9OXeWObrT7L2med-zLNUs/s631/Viator.pngA-VIATOR turboprop aircraft (Vulcanair)
A
fter a market survey, in 2022 the Indonesian Ministry of Defence reached out to Vulcanair for the purchase of a number of A-VIATOR turboprop aircraft for the purpose of modernizing the fleet of the Indonesian Navy composed of old and costly large twin-engine turboprop and obsolete single engine piston aircraft.

More particularly the Navy need was a certified and available modern yet cost effective aircraft to cover a wide range of missions from twin engine turboprop training, transport, surveillance and maritime patrol.

In December 2023 a contract was signed for the supply of four initial aircraft with a series of ancillary services such as pilot and maintenance training, and a dedicated customized simulator. After the setting up of the proper financing the contract was activated on January 29th 2026 and the construction of the aircraft has commenced in Vulcanair’s facilities in Casoria (Naples) Italy.

The A-VIATOR (AP.68TP-600) is certified under normal category by EASA [Ref. TCDS EASA.A.385], high-wing twin turboprop, non-pressurized aircraft. The structures of fuselage, wing, empennages are all metal construction with stressed skin, and the tricycle landing gear is retractable. The latest version of the A-VIATOR will be powered by the RR 250 B17/F powerplants and the latest avionic suite.

The sleek yet simple fuselage allow the aircraft to be fast, efficient and cost effective. The aircraft can be configured for a vast number of missions and sensor installations making it the perfect candidate for a scalable maritime patrol and surveillance platform.

In addition, the aircraft has very benign flight characteristic and can be easily operated in and out of remote areas using un-prepared short runways. The twin engine configuration ensures the necessary level of safety for over-the-water operations to reach the vast Indonesian archipelagic state.

The A-VIATOR is a variant of the Vulcanair P.68 Series with a fleet of over 500 aircraft manufactured and flying globally.

Vulcanair is a privately held company founded by the late Ing. Carlo De Feo in 1996 who through Vulcanair acquired the assets of Partenavia and of the Siai Marchetti SF600A programs. Since 1999 Vulcanair has been delivering special mission aircraft globally, which is the main focus of the company thanks to its aircraft attributes and portfolio.

  Vulcanair  

Minggu, 15 Februari 2026

Iran Tawarkan Teknologi Drone Mutakhir

🛩  Siap bangun pabrik di Indonesia Drone kamikaze Iran (Ist)

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan Teheran tengah mengupayakan kerja sama dengan Indonesia di bidang teknologi baru. "Saat ini kami sedang mengupayakan kerja sama antara kedua pihak, perusahaan Iran dan Indonesia," kata Dubes Boroujerdi dalam wawancara khusus d, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Boroujerdi menyatakan, Iran merupakan salah satu negara yang sangat maju di dunia dalam bidang teknologi baru. Iran pun dinilai sangat unggul di bidang nanoteknologi, bioteknologi, nuklir, teknologi damai, teknologi kesehatan, produksi peralatan kesehatan, teknologi pertanian, dan teknologi baru lainnya di bidang tersebut.

Indonesia dinilai tertarik untuk melakukan kerja sama di bidang tersebut. Boroujerdi menyatakan, saat ini Iran telah memiliki hubungan yang erat dengan beberapa lembaga dan badan pemerintah RI di bidang transfer teknologi, dan di bidang lain seperti drone.

"Ketika kita berbicara tentang drone, biasanya kita berpikir bahwa penggunaannya hanya untuk satu hal, tetapi sebenarnya tidak. Anda tahu bahwa ada banyak sekali cara damai untuk menggunakan drone di bidang pertanian dan sektor ekonomi lainnya," kata dia.

Dia mengatakan, Iran tengah mengupayakan kerja sama di antara perusahaan kedua negara, dan negosiasi akan dilakukan melalui webinar. Perwakilan Iran bahkan akan datang ke Indonesia atau pergi ke Iran untuk membicarakan hal tersebut. Jika perusahaan-perusahaan Indonesia berminat untuk bekerja sama di bidang tersebut, Kedutaan Besar Iran di Jakarta siap menjembatani hubungan antara kedua belah pihak agar hal tersebut dapat terwujud.

Dorongan kerja sama tersebut merupakan bagian dari peran Iran sebagai mitra strategis Indonesia dalam bidang terkait. Boroujerdi lebih lanjut menjelaskan, Iran merupakan salah satu dari sedikit negara di dunia yang teknologinya dikembangkan secara mandiri di dalam negeri.

"Kami tidak mengimpor teknologi apa pun karena, seperti yang Anda ketahui, sudah hampir 47 tahun Iran berada di bawah sanksi yang sangat berat dari Amerika Serikat, dan kami tidak dapat mengimpor teknologi apa pun," kata dia.

"Jadi, rakyat Iran mampu mengembangkan dan memproduksi teknologi baru dan teknologi canggih mereka sendiri, dan mereka memiliki pengetahuan itu sendiri," imbuhnya. Oleh karena itu, dia menyatakan kesiapan Iran untuk melakukan kerja sama di bidang sumber daya manusia, termasuk di bidang transfer teknologi dengan Indonesia.

"Kami siap membawa perusahaan-perusahaan kami untuk mendirikan pabrik di Indonesia, dan itu berarti kami siap untuk mentransfer teknologi ke Indonesia," kata dia.

Iran juga siap membawa orang-orang Indonesia untuk pergi ke Iran dan belajar di universitas Iran atau bahkan perusahaan atau pabrik Iran, dan mempelajari teknologi baru untuk diterapkan kembali di Indonesia.

Selain itu, Iran menawarkan beasiswa penuh kepada mahasiswa Indonesia yang berminat untuk belajar di Iran. Dubes Boroujerdi telah mengirimkan informasi tersebut kepada pemerintah Indonesia. "Di bidang teknologi dan sains apa pun yang diminati mahasiswa Indonesia untuk belajar di Iran, kami siap menawarkan beasiswa penuh di bidang tersebut. Jadi, itulah yang sedang kami coba lakukan dengan Indonesia," kata Boroujerdi.

"Situasinya agak sulit karena ancaman yang kami terima dari beberapa negara asing di kawasan ini, tetapi kami tetap melakukan negosiasi dengan Indonesia dan para mitra, dan kami siap bekerja sama di bidang tersebut," kata dia.

Boroujerdi menegaskan, hubungan bilateral dengan Iran tetap menguntungkan. Dia pun meminta Indonesia untuk tidak khawatir atas ancaman tarif dari Amerika Serikat. "Kami sampaikan kepada Indonesia untuk tidak takut. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Perusahaan mana pun dan negara mana pun yang memiliki hubungan reguler dengan Iran, mereka akan mendapatkan banyak keuntungan," kata Boroujerdi.

Presiden Donald Trump sebelumnya pada Januari mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran. Boroujerdi pun menjelaskan bahwa saat ini ada lebih dari 100 negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Iran.

Menurut dubes, negara-negara tersebut tidak memiliki masalah dengan apa yang dikatakan AS. "Semua negara merdeka percaya bahwa Amerika Serikat bukanlah raja dunia. Mereka tidak dapat mendikte aturan mereka kepada negara-negara merdeka seperti Indonesia," kata dia.

Boroujerdi mengaku pemberlakuan sanksi tarif tersebut memang menimbulkan beberapa masalah bagi Iran, tetapi itu bukanlah hal baru. Sudah lebih dari 47 tahun Iran dijatuhi sanksi yang sangat berat dari AS. Meski demikian, negara itu tetap memiliki ekonomi yang lebih baik, dan terus mengembangkan diri.

"Anda dapat membandingkan Iran saat ini dengan Iran 75 atau 76 tahun yang lalu. Anda dapat melihat bahwa segala hal di bidang pendidikan, teknologi, ekonomi, semuanya telah berkembang pesat," kata dia. "Jadi, seluruh dunia percaya bahwa apa pun yang didiktekan oleh kekuatan-kekuatan besar tidak wajib untuk dipatuhi begitu saja. Dan saat ini pun mereka mengancam negara-negara lain,"ujar dia.

Untuk itu, Boroujerdi mendorong negara-negara mana pun di dunia untuk terus meningkatkan kerja samanya dengan Iran. Dia mengakui bahwa selama satu atau dua tahun terakhir, perdagangan semacam itu telah memengaruhi perekonomian global. Menurut dia, banyak negara menderita akibat ancaman yang mereka terima akibat pemberlakuan tarif dan tantangan lainnya di dunia.

Dia pun percaya, negara-negara merdeka seperti Indonesia dan Iran harus melanjutkan kerja sama ekonomi mereka secara teratur agar situasinya tidak menjadi jauh lebih buruk.

"Jadi, jika mereka ingin melewati era sulit ini, mereka harus memperluas kerja sama antara kedua negara, baik secara bilateral dan multilateral, dan menunjukkan kepada AS bahwa mereka tidak dapat mendikte aturan mereka kepada seluruh dunia,"kata dia.

"Mereka adalah satu negara, mereka dapat bekerja sama dengan negara lain, dan tidak ada masalah dengan itu, tetapi mereka tidak dapat membuat peraturan untuk dunia modern saat ini,"ujar dubes.

  🛩
Republika  

Kemhan Pastikan TNI Telah Siapkan Personel Untuk Jadi Awak Kapal Induk

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2wGhZOIpEJeHnXx3-q99nqBh9gqWSp8S9bEmdUUuHYMMBGceA_gXE-GPlT_HJ-aV7GalvHAul36NQOHO0YyzB4k9VCZAZ3VAEIsf6ER8OCSDcoQ8gpk1SWCnn0Z6GFHsVmknKV6eNBAOJDMVqCXFb8u54OkyhKriojPtfN3-oSBkiHDe05T0pe64FhbPI/s1894/ITS%20C551-Garibaldi-07.jpgIndonesia minati kapal ITS Giuseppe Garibaldi, dapat hibah dan diharapkan tiba sebelum HUT TNI. (Marina militare)

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan sejauh ini TNI sudah mempersiapkan prajurit yang akan menjadi awak kapal induk Giuseppe Garibaldi.

"Kemhan bersama TNI juga sudah menyiapkan calon awak kapal untuk membawa dan mengawaki kapal tersebut, termasuk pembinaan dan pelatihan yang diperlukan," kata Rico saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Namun demikian, Rico tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah awak kapal yang telah di siapkan dan di mana program pelatihan tersebut berlangsung.

Dia hanya memastikan awak kapal induk yang telah dipersiapkan merupakan prajurit terlatih dan berpengalaman di bidang perkapalan.

Hingga saat ini, lanjut Rico, Kementerian Pertahanan masih membahas proses hibah kapal induk tersebut oleh pemerintah Italia.

Rico melanjutkan, penerimaan kapal secara hibah tidak berarti membuat Kementerian Pertahanan tidak mengeluarkan uang sepeserpun.

Pemerintah tetap harus merogoh kocek untuk memodifikasi mesin dan teknologi kapal bekas angkatan laut Italia itu.

"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL," kata Rico saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Namun demikian, Rico kembali tidak menjelaskan secara rinci berapa anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk penyesuaian teknologi kapal induk.

  KSAL harapkan kapal tiba sebelum HUT TNI  
https://asset.kompas.com/crops/pB5-AifO7eeaT3CPH77F_m8ndA4=/0x0:1024x683/1200x800/data/photo/2025/09/13/68c565b889e09.jpegKepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali diundang oleh Angkatan Laut Italia guna melaksanakan kunjungan di atas Kapal Induk Italia ITS Giuseppe Garibaldi yang sedang melaksanakan latihan pada Mei 2024. (tnial.mil.id)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk pertama milik Indonesia buatan Italia, Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI yakni 5 Oktober 2026.

"Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," kata Ali saat jumpa pers di Markas Puspom AL, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).

Ali menjelaskan hingga saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertahanan masih melakukan negoisasi dengan galang kapal Italia Fincantieri selaku pihak yang memproduksi Garibaldi.

Dia melanjutkan, negoisasi antara Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Italia selaku pihak yang sebelumnya menggunakan kapal tersebut hingga saat ini juga masih berlangsung.

Untuk diketahui, kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yakni sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.

Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow / Selenia Aspide , Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga dan Otomat Mk 2 SSM.


   antara