Sabtu, 03 Maret 2012

KRI Dewaruci

Syahdani ketika Bima sang putera Pandawa mendapat perintah Mahaguru Pandita Dorna mencari air kehidupan Tirta Amerta, sampailah ia ke dasar samudera selatan. Disana ia bertemu sesosok kerdil yang menyerupai dirinya dan memperkenalkan diri sebagai Dewaruci.

KRI Dewaruci
Demikian Sepintas kisah dalam pewayangan yang menjadi dasar falsafah penamaan  kapal latih TNI AL.

KRI Dewaruci adalah kapal latih bagi taruna / kadet Akademi Angkatan Laut, TNI Angkatan Laut. Kapal ini berbasis di Surabaya dan merupakan kapal layar terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Laut.

Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini dibangun di H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman dan merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi. Pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II galangan kapal pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada tahun 1952 dan diresmikan pada tahun 1953.

Dewaruci dibuat pada tahun 1952 oleh H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman Barat, pertama diluncurkan pada tanggal 24 Januari 1953, dan pada bulan Juli nya dilayarkan ke Indonesia oleh taruna AL dan kadet ALRI. Setelah itu KRI Dewaruci yang berpangkalan di Surabaya, ditugaskan sebagai kapal latih yang melayari kepulauan Indonesia dan juga ke luar negeri. Bahkan tahun 1964 kapal ini pernah mengelilingi dunia.

Pelayaran keliling dunia yang kedua kali KRI Dewaruci dipimpin Letnan Kolonel Pelaut Harris Bima. Kapal akan menyinggahi 21 negara di Asia, Afrika, Amerika Serikat, dan Eropa. Pertama kali KRI Dewaruci berlayar keliling dunia pada 1964 di bawah komando Overstee (Letnan Kolonel) Pelaut Sumantri atas perintah Presiden Soekarno.

Setiap tahunnya, kadet AAL berlayar dengan Dewaruci ke berbagai belahan dunia dengan tujuan utama adalah latihan pelayaran bintang atau disebut Kartika Jala Krida. Di setiap tempat atau negara, KRI Dewaruci slalu menjadi perhatian. Mungkin karena bentuknya yang unik dan juga selalu membawa misi kesenian. Yang tak kalah menarik, Para taruna AAL selalu melakukan Parade Roll. Pada atraksi ini para Taruna menaiki tiang-tiang kapal sampai ke ujung-ujungnya sambil memberikan hormat waktu memasuki pelabuhan yang di kunjunginya. Mereka pun di tugaskan sebagai Duta bangsa yang memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat di setiap negara yang di kunjunginya.

KRI Dewaruci dengan nama dewa pewayangan jawa, Dewa Ruci, ini masuk kedalam satuan kapal bantu TNI AL di Armatim, Surabaya.

Selain itu banyak kisah menarik dan tradisi mengenai KRI Dewaruci ini, salah satunya adalah Upacara Mandi Khatulistiwa. Upacara ini merupakan tradisi Angkatan Laut seluruh dunia. Tujuannya untuk mendapat izin Dewa Neptunus untuk melintasi samudera dengan memandikan pelaut baru atau tamu kapal supaya tidak mencemari lautan.

figurehead KRI Dewaruci yang berada tepat di haluan depan
Atraksi Parade Roll Taruna AAL di KRI Dewaruci
KRI Dewaruci dengan bendera Bajak Laut saat berlayar

Dimensi kapal :
Panjang total 58,30m, Lebar lambung 9,50m , Draft 4,50m . Bobot mati 847 ton.

Kapal ini memiliki 3 tiang utama yaitu tiang Bima, Yudhistira dan Arjuna serta memiliki 16 layar. Terdiri dari;

Tiang Depan (35,25 m)
  • Flying Jib,
  • Outer Jib,
  • Middle Jib,
  • Inner Jib,
  • Royal Sail,
  • Top Gallant sail,
  • Upper top sail,
  • Lower top sail,
  • Fore sail,
Tiang Utama (35,87 m)
  • Main top gallant sail,
  • Main top mast stay sail,
  • Main stay sail,
  • Main top sail,
  • Main sail,
Tiang Akhir (32,50 m)
  • Mizzen top sail,
  • Mizzen sail.

Selain menggunakan layar, KRI Dewaruci juga menggunakan mesin 986 PK Diesel sebagai alat gerak dengan satu propeler berdaun 4. Kecepatan penuh 10,5 knot dengan mesin, 9 knot dengan layar.

KRI Dewaruci juga sering mengikuti lomba kapal layar di berbagai tempat di dunia. Kapal ini juga memiliki marching band sendiri, yaitu marching band taruna Akademi Angkatan Laut yang biasa dikenal dengan nama Gita Jala Taruna.

Seperti diberitakan kedepan, Mabes TNI Angkatan Laut akan melakukan penjajakan ke tiga negara di Eropa untuk mencari pengganti kapal latih taruna matra laut KRI Dewaruci yang telah digunakan sejak 1953.

"Tiga negara yang menjadi alternatif bagi pengadaan kapal pengganti KRI Dewaruci adalah Polandia, Spanyol dan Belanda," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati beberapa waktu lalu.

"Di dunia sudah tidak ada yang membuat kapal seperti itu. Kita belum pesan, baru proses. Anggaran sudah ditetapkan US$70-80 juta," ungkap Sekjen Kemenhan, Marsdya TNI Eris Herryanto di Gedung Kemhan, Jakarta, Rabu, 8 Februari 2012.


Sumber:
  • Wikipedia
  • Majalah Angkasa
  • Vivanews