Sabtu, 12 Mei 2012

Menembus Gunung Salak demi korban Sukhoi

PENCARIAN korban pesawat Sukhoi Superjet 100 di kawasan Gunung Salak, Bogor, terus dilanjutkan di hari ke dua pencarian. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, polisi dan masyarakat terus bergerak menuju titik lokasi jatuhnya pesawat nahas itu.

Namun, beratnya medan dan kondisi cuaca yang tak menentu terus menjadi kendala. pencarian yang dimulai Rabu kemarin dihentikan pukul 17.00 WIB. Sebab, kabut tebal yang menyelimuti gunung yang identik dengan cerita mistis itu turun dan menghalangi derap langkah tim.

Tak mau berputus asa, pagi ini sekitar pukul 07.00 WIB, tim darat kembali melangkahkan kakinya menuju lokasi jatuhnya Sukhoi.

Meski cuaca di kaki Gunung Salak pagi ini cukup bersahabat, tapi cuaca di sekitar puncak tampak gelap diselimuti kabut. Posisi tim saat ini kurang lebih berada 200 meter dari lokasi. Namun, kondisi medan yang merupakan tebing curam membuat tingkat kesulitan semakin tinggi. Tim harus melakukan rappelling (turun tebing dengan menggunakan tali) ke lokasi.

Tim udara pun kembali dikerahkan. Sejak pukul 07.30 WIB, helikopter milik Basarnas dan helikopter Super Puma milik TNI sudah beberapa kali mengudara mengelilingi lokasi sekitar jatuhnya pesawat.

"Secara visual lokasi jatuhnya pesawat itu jurang," kata Komandan Lanud Atang Senjaya, Marsekal Pertama TNI Tabri Santoso, di lokasi helipad, Cijeruk, Bogor, Jumat (11/5).

Medan yang terjal membuat rappeling juga sulit. Meski sulit, tim harus tetap melakukan rappeling sebagai satu-satunya cara menjangkau titik evakuasi.

Kabar terakhir, tim darat sudah bisa melihat puing-puing pesawat Sukhoi Superjet 100. Namun, tim belum bisa mencapai lokasi, karena harus melalui jurang terjal dan kabut tebal yang sudah mulai turun.

Tapi tim tidak akan berhenti. Tim akan terus menapakkan kakinya ke lokasi untuk mengevakuasi para korban pesawat nahas itu.(Merdeka)
 Foto Tim Evakuasi Korban

.
- foto dari berbagai media -

Jet Tempur Sukhoi Bisa Didatangkan Desember Ini

Pengiriman dua dari enam unit Su-30 Mk2 itu bisa dilakukan bila kontrak pembelian tersebut bisa segera disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia.

SU-30 TNI AU
PERWAKILAN JSC Rosoboronexport atau pengekspor alat militer dari Rusia yang ada di Indonesia mengutarakan mereka siap melakukan pengiriman jet tempur Sukhoi Su-30 Mk2 ke Indonesia, Desember nanti.

Pengiriman dua dari enam unit Su-30 Mk2 itu bisa dilakukan bila kontrak pembelian tersebut bisa segera disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia.


“Bila kontrak itu disetujui dan bisa langsung berlaku bulan Mei ini, maka kami bisa mengirim dua pesawat pertama pada bulan Desember sesuai jadwal yang ada di kontrak,” kata Kepala Perwakilan Rosoboronexport di Indonesia, Vadim Varaksin.


Hal tersebut diutarakan Varaksin usai penandatangan kontrak pembelian 37 tank amfibi buatan Rusia, BMP-3F Seri 2, di Kementerian Pertahanan, hari ini.


Varaksin mengatakan, pihak Rusia telah melakukan semua prosedur internal yang tertuang dalam kontrak pengadaan pesawat jet tempur Sukhoi Su-30 Mk2 pesanan Indonesia. Kontrak tersebut ditandatangani oleh perwakilan kedua negara pada Desember 2011.


Kontrak senilai 470 juta dollar Amerika tersebut tinggal menunggu persetujuan DPR sehingga bisa segera mulai berlaku bulan ini.


Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI Ediwan Prabowo, yang mewakili pemerintah Indonesia dalam penandatanganan kontrak pembelian tank amfibi, mengatakan bahwa pembelian pesawat tempur jet Sukhoi tetap menggunakan fasilitas kredit komersial.


Ediwan menambahkan bahwa penggunaan fasilitas kredit komersial untuk pembelian Sukhoi tetap digunakan karena perjanjian antara pemerintah kedua negara tidak menyatakan bahwa pembelian jet tempur Sukhoi didukung oleh kredit negara atau state credit pemerintah Rusia.


“Kita sudah coba ajukan permohonan, bisa atau tidak pakai state credit, dan sudah dijawab kira-kira dua minggu lalu, memang tidak bisa,” ujar Ediwan.


Mengenai proses pembayarannya, Ediwan mengatakan bahwa masih harus melalui beberapa mekanisme yang cukup panjang.


“Masih ada beberapa mekanisme di Kementerian Keuangan, kita inginnya cepat, tapi juga perlu persetujuan DPR. Kalau saya ingin secepatnya agar barang-barang bisa produksi dan dikirim ke Indonesia pada waktunya,” papar Ediwan
.(Beritasatu)
.

Tim Jelajah Sub Korwil 03/Putussibau

Oleh : Gara Hendrik

Selasa (8/5), Setelah 8 hari perjalanan terhitung dari pemberian bekal awal, Tim Penjelajah Sub Korwil 03/Psb yang bejumlah 10 orang dipimpin Letda Mar Asril Efendi mendapatkan pengiriman bekal tambahan logistik.

Pengiriman ini didasarkan atas perhitungan bekal yang dibawa Tim Penjelajah dimana bekal awal yang dibawa diberikan untuk jangka waktu 10 hari. Untuk pengiriman kali ini Wadan Sub Korwil 03/Psb Mayor Inf M. Aidi memutuskan untuk dimajukan dua hari lebih awal dengan pertimbangan adanya kepadatan jadwal operasional helly. Pengiriman sesuai rencana awal seharusnya dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 10 Mei 2012, oleh karenanya dari pada terlambat lebih baik dimajukan.

Pengiriman bekal tambahan logistik yang dilaksanakan pada hari Selasa, 8 Mei 2012, telah berjalan lancar bahkan hanya satu sorte dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Dorlog dilaksanakan dalam waktu 45 menit, waktu yang sangat efektif dengan jarak yang ditempuh sekitar 92 km dari poskotis ke sasaran, hal ini juga dikarenakan cuaca yang sangat mendukung.

Namun demikian dalam persiapan awal terkendala dengan masalah komunikasi dimana staf ops belum dapat berkomunikasi dengan Tim Penjelajah. Hal ini dikarenakan posisi Tim Penjelajah yang sedang berada di posisi hutan yang sangat tertutup. Setelah ditunggu beberapa lama baru pada pukul 09.00 WIB, Pasiops Kotis Letda Inf Rienlas Wideslatu menerima signal kontak dari Tim Jelajah yang menyampaikan info tentang posisi mereka dengan suara kurang terbaca.

Upaya kontak terus dilakukan dan memerintahkan Tim untuk mencari posisi ketinggian agar komunikasi dapat lebih jelas dan lancar. Akhirnya komunikasi dapat diterima dan mengingat posisi Tim yang berada pada hutan yang sangat lebat dan tertutup maka diperintahkan untuk mencari titik koordinat yang memungkinkan untuk dilakukan dorlog. Tim Jelajah akhirnya menentukan posisi dorlog disekitar patok S749 pada koordinat 6197-7236.

Setelah awak helly mendapatkan data yang lengkap meliputi kondisi medan, jarak dan posisi dari perwira topografi Lettu Ctp Leri Nurmajid, maka pada pukul 09.45 WIB, diputuskan untuk take off. Pemberangkatan dilaksanakan dari Helipad Poskotis Sub Korwil 03/Psb. Adapun helly yang digunakan adalah jenis Bolko yang berkapasitas kecil hanya cukup ditumpangi 4 personel terdiri dari 3 awak helly dan satu personil pendorong logistik ditambah logistik yang diluncurkan. Helly pun mengudara dan setelah ada pada posisi koordinat 6197-7236 dengan melihat kondisi hutan yang sangat rapat dan tidak mungkin dilakukan pendaratan maka pada ketinggian kurang lebih 20 meter, Pilot helly Kapten Cpn Agus Sarwanto memutuskan untuk mendorong logistik dengan cara dilempar. Setelah dilakukan kontak dengan Dantim Jelajah maka logistik dapat diterima dengan aman dan selamat dan heli kembali mendarat pada pukul 10.30 WIB. (Mayor Sus Bahrudin Zuhri - Pasejarah Sub Korwil 3/Psb dan Kapten Arh Subur – Papen Sub Korwil 3/Psb / Dispenad)(TNIAD)

☆ Sertu Ade Kusnadi

Tidak banyak prajurit TNI yang memiliki kemampuan seperti Sertu Ade Kusnadi. Dia membuktikan bahwa seorang bintara juga bisa membuat karya fenomenal di luar medan perang. Ade kini dipercaya membuat kendaraan taktis yang akan digunakan seluruh TNI.

 Prajurit Kopassus Cijantung Perancang Mobil Rantis TNI

Sertu Ade Kusnadi, prajurit Kopassus perancang rantis TNI di Karawangt. Foto : Thomas Kukuh/ JAWA POS

Ditawari Gaji Selangit oleh Perusahaan Italia

DUA mobil besar dengan balutan cat loreng dan hijau army terpajang di salah satu gedung PT Auto Car Karawang. Ya, dua mobil itu adalah kendaraan khusus tentara. "Ini memang mobil rantis (kendaraan taktis). Tapi, masih prototipe pertama," kata Sertu Ade Kusnadi ketika ditemui Jawa Pos, Kamis (5/4).

Dia menjelaskan, saat ini prototipe mobil kedua sedang dibangun sebagai penyempurnaan. Jika lolos uji, kendaraan tersebut bisa diproduksi secara masal. Itulah kendaraan "perang" hasil kreativitas prajurit Kopassus tersebut. Karena itu, tak heran bila nama Ade pun cukup dikenal luas di kesatuan baret merah tersebut.

Ade merancang kendaraan itu secara total. Mulai desain, estimasi penggunaan bahan, perhitungan aerodinamika, sistem persenjataan, hingga pembuatannya.

Prototipe rantis karya prajurit bintara itu pun menarik perhatian Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono yang meminta untuk terus disempurnakan. Pimpinan TNI berharap rantis tersebut memenuhi standar kelayakan sehingga bisa diproduksi masal untuk keperluan TNI. "Ini memang proyek "gila" saya," ujarnya lantas ngakak.

(Foto Formil Kaskus)
Prototipe kendaraan yang sempat diberi nama Garda 4x4 itu pernah dipamerkan pada pembukaan rapat pimpinan (rapim) TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Januari lalu. Selain panglima TNI, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro memberikan acungan jempol atas kreativitas Ade dan timnya yang tergabung dalam Tim Working TNI.

Diharapkan, pertengahan tahun nanti, prototipe kedua sudah jadi sehingga bisa dipamerkan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Nanti beliau (presiden) yang memberikan nama baru rantis ini. Soal mau diproduksi atau tidak, itu bergantung beliau," imbuhnya.

Rantis buatan Ade cs itu cukup mentereng. Sebab, beberapa komponen suspensi dan mesinnya menggunakan merek-merek berkelas. Bagian kaki-kakinya memakai suspensi Hummer, sedangkan mesinnya menggunakan Land Cruiser 4,2 L Turbocharger 4.000 cc yang didatangkan PT Auto Car.

Kendati begitu, hampir 70 persen mesin dan bodi kendaraan itu dari bahan-bahan dalam negeri. Misalnya, baja rangka dan bodinya menggunakan baja produksi PT Krakatau Steel. Lalu, transmisinya diproduksi PT Petrodrill. Sedangkan ban menggunakan Gajah Tunggal.

Sementara itu, desain interior jok mobil dirancang PT Pilar Mas Kursindo, karet dan packing dibuat PT Indo Pulley Perkasa, serta rancangan sistem aplikasinya diproduksi PT Alam Indomesin Utama. "Prototipe ini kira-kira habis Rp 1,5 miliar," kata dia.

Garda 4x4 (Foto Formil Kaskus)
Ade memang tidak ujuk-ujuk dipercaya membuat rantis. Menurut dia, pada 2010 rancangan kendaraannya itu ditolak oleh Dewan Ristek Nasional karena beberapa hal. Di antaranya, sang desainer rantis bukan sarjana dan belum punya pengalaman yang cukup.

Tapi, Ade tidak berkecil hati atas cibiran tersebut. Dia terus bekerja keras mengutak-utik rancangan hingga mendapat kepercayaan dari komandannya. Ade cs memerlukan tujuh bulan untuk menghasilkan sebuah mobil rantis yang membanggakan itu.

Ade tak sempat mengenyam pendidikan tinggi. Bapak dua anak tersebut hanya jebolan STM swasta di Sumedang yang lolos seleksi calon bintara Kopassus pada 1995. "Saya ini cuma anak petani yang hidup pas-pasan. Tapi, karena itu, saya ditempa menjadi pekerja keras," tandasnya.

Sejak sekolah, Ade sudah terbiasa mencari uang sendiri. Salah satu keahliannya saat itu adalah bongkar pasang mesin kendaraan. Dia sangat menyukai apa pun yang berbau teknik dan selalu ingin mengutak-atik dan memodifikasi kendaraan apa pun.

Bahkan, senjata-senjata TNI tidak luput dari pengamatan dan pembelajaran Ade. "Kakak saya tiga-tiganya tentara, jadi nggak asing dengan senjata," imbuh si bungsu di antara empat bersaudara itu.

Rantis Bintara (Foto Formil Kaskus)
Begitu dalam ilmu yang diperoleh Ade dari proses belajar senjata dari sang kakak. Dia pun bisa langsung berkarya ketika menjadi prajurit Kopassus. Bahkan, pada 2006 Ade sukses meraih juara II lomba karya cipta teknologi TNI dengan karya desain senjata serbu SS-1 yang diproduksi PT Pindad. SS-1 didesain menjadi senjata jenis bullpup, yakni konfigurasi senjata api, di mana magasin terletak di belakang pelatuk.

Sejak itu nama Ade sebagai desainer peralatan senjata TNI mulai dikenal. Setahun kemudian pria yang berulang tahun setiap 12 Desember itu mendapat tugas di Dislitbang TNI-AD Lembang. "Saya mendapat kepercayaan membuat desain program penelitian submaterial utama yang membawahkan senjata dan kendaraan," tuturnya.

Keberadaannya di kesatuan itu tidak percuma. Ade bersama timnya berhasil menciptakan terobosan-terobosan unik. Di antaranya, membuat peluncur roket multikaliber dan memodifikasi SS-2 ke bullpup.

Pada 2009 Ade meraih juara pertama Lomba Karya Cipta Teknologi TNI. Kala itu dia menciptakan pistol mitraliur yang kemampuannya selevel mitraliur UZI buatan Israel. Tahun berikutnya dia mempertahankan prestasi itu dengan karya senapan serbu multikaliber.

SS-2 Bullpup (Perajurit)
"Padahal, yang ikut lomba itu kebanyakan berpangkat Mayor ke atas. Cuma saya yang Bintara," imbuh suami Wartini Anggraena itu.

Ade tidak menyia-nyiakan kesempatan menimba ilmu di Dislitbang TNI-AD. Di sana dia mendapatkan ilmu melimpah tentang segala hal yang menarik perhatiannya selama ini. Selain persenjataan, dia mendalami ilmu otomotif kendaraan rantis dan ranpur (kendaraan tempur). Mulai ilmu matematika, fisika, hingga sofware-sofware aerodinamika sekaligus desain, dilalap habis. "Saya beruntung ditugaskan di tempat berlimpah ilmu dan banyak guru di Dislitbang TNI-AD," katanya.

Dari ilmu yang didapatkannya itu Ade diam-diam berambisi membuat mobil model rantis yang akan dipakainya sendiri. Setelah setahun lebih, mobil rancangannya itu rampung.

"Saya mengerjakan semuanya sendiri dengan menerapkan teori-teori yang saya tahu. Hanya mesinnya yang nggak buat sendiri. Pakai mesin Elf," imbuhnya lantas tersenyum.

Dengan bangga Ade menyalakan mesin mobil yang diberi nama Rantis Bintara yang terparkir persis di belakang rantis prototipe. "Mobil ini, meskipun jatuh telentang, tidak akan hancur," katanya.

Sebagai bukti ketangguhan mobil buatannya, dia tunjukkan bekas kecelakaan yang baru menimpanya beberapa waktu lalu. Yakni, sebuah sobekan di pintu kiri mobil tersebut. Padahal, kecelakaan yang dialami Ade cukup berat. Kala itu di jalan utama yang tak jauh dari rumahnya di kawasan Cijantung sebuah mobil Toyota Alphard berkecepatan tinggi mengarah ke mobilnya.

Merasa lebar jalan tidak memungkinkan untuk menghindari tabrakan, Ade langsung membanting setir."Mobil saya ngguling, masuk jurang. Tapi, yang rusak cuma ini," katanya lantas tertawa.

Melihat kehebatan Ade yang berhasil membuat mobil rantis, kesatuannya memberikan hadiah khusus. Yakni, berupa surat-surat resmi untuk kendaraan Rantis Bintara dengan pelat nomor khusus TNI-AD. Dengan begitu, Ade bisa membawa mobil itu keluar dari kompleks kesatuan Kopassus Cijantung.

Atas berbagai prestasi itu, TNI-AD tidak segan-segan memberikan penghargaan kepada Ade. Wakasad Budiman pernah menawari Ade menempuh pendidikan S-1 di kampus mana pun yang dia mau. Tapi, atas pertimbangan beberapa pimpinannya, Ade akhirnya mendapat hadiah untuk mengikuti pendidikan di sekolah calon perwira (secapa) tanpa menjalani tes.

Sebenarnya tidak hanya TNI-AD yang memberikan penghargaan tinggi untuk Ade. Sebuah perusahaan senjata asal Italia yang mendengar kehebatan Ade menawarinya untuk bekerja sebagai desainer senjata dengan iming-iming pendapatan yang sangat menggiurkan. "Tapi, saya tolak. Bagaimanapun, saya akan terus mengabdi untuk negeri ini," katanya. (*/c2/ari)(jpnn)
THOMAS KUKUH - Jakarta

★ PT PAL Mulai Tangani Alusista

KCR-60 rancangan PT PAL (gambar Kaskus Militer)
MENDAPATKAN nafas baru baik dalam bentuk dana bantuan maupun jajaran direksi, PT Penataran Angkutan Laut (PAL) Indonesia langsung menggenjot kinerjanya dengan menangani proyek-proyek yang telah mereka terima.

Menyerap instruksi dari kementrian BUMN, perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia ini fokus untuk menangani pesanan kapal dari kementrian pertahanan melalui Dinas Pengadaan TNI Angkatan Laut. Saat ini, kedua pihak mulai melaksanakan kesepakatan untuk membangun dua kapal tugboat (kapal tunda) dan tiga kapal cepat rudal (KCR).

Direktur Utama PT PAL Indonesia M. Firmansyah Arifin menyatakan, pembangunan lima kapal tersebut merupakan kelanjutan dari kontrak yang telah diteken 20 desember 2011 lalu. Seiring dengan pergantian jajaran direksi, proyek tersebut akhirnya bisa terproses.

"Saat ini, kami sudah mulai memulai proses konstruksi kapal tunda pertama. Sedangkan kapal KCR sedang dalam tahap desain," jelasnya dalam acara first steel cutting kapal tugboat M276. Dengan kondisi ini, Firmansyah berharap kinerja PT PAL bisa terpacu.

Realisasi akhir kedua kapal ini, lanjut Firmansyah, ditarget pada juni 2013. " Sesuai kontrak, kapal tugboat pertama selesai april tahun depan sedangkan kapal kedua harus selesai di pertengahan juni tahun depan juga," ungkapnya.

Firmansyah merasa optimis bahwa perusahaannya bisa mencapai target waktu. "Menurut pengalaman, kami bisa mencapai tenggat waktu yang ada. Kami bukannya pertama kali membangun tugboat," tegasnya.(adn/jpnn/rum)(Timor Express)

Industri Pertahanan Nasional Bersiap Diri dengan Percepatan Modernisasi TNI

KCR-40 Clurit Class (Foto Audrey)

Rencana pemerintah untuk mempercepat modernisasi TNI disambut baik oleh kalangan industri pertahanan di tanah air. Dalam pameran APSDEX 2012 yang menyertai penyelenggaraan JIDD beberapa produk baru bermunculan sebagai bentuk pengembangan teknologi yang terus dilakukan oleh kalangan industri pertahanan Indonesia.
 Riset & Pengembangan

Materi pameran dari sisi riset dan pengembangan banyak didominasi oleh karya dari BalitbangKemhan dan Dislitbang dari Ketiga Angkatan dan Polri yang menampilkan produknya, ataupun miniatur produknya.

Senjata Lawan Tank SLT Latih 90mm (Foto Defense Studies)

Produk baru yang ditampilkan untuk matra darat diantaranya adalah Senjata Lawan Tank dengan nama SLT Latih 64 mm dan dengan kaliber yang lebih besar yaitu 90 mm. Demikian juga roket pertahanan 2 tingkat “Kartika” yang mampu menjangkau sasaran darat hingga 21 km dan kecepatan hingga 2-3 mach.

Untuk matra udara kali ini ditampilkan miniatur pesawat kerjasama Indonesia-Korsel KFX/IFX, juga UAV “Alap-Alap” yang telah diuji coba beberapa kali, termasuk diantaranya dengan pemakaian jaring untuk menghentikannya. Ciri khas UAV ini adalah ekornya yang berbentuk huruf V terbalik.

Untuk matra laut ditampilkan miniatur kapal FPB-40 yang dilengkapi dengan dua set rudal anti kapal dan satu sea-rider. Kapal ini menganut desain compact sehingga terlihat seperti jejalan senjata termuat di atasnya. Prototipe rudal permukaan ke udara juga ditampilkan, rudal berkecepatan 0,8 mach dengan seeker dari gimbal image processing ini untuk digunakan di atas kapal.
 Matra Darat

Pindad kali ini menampilkan varian terbaru dari senapan SS2 yaitu SS2V5A1 yang diperuntukkan bagi satuan Brimob Polri. Pada varian ini handgrip senapan digantikan dengan lensa bidik.

Untuk kendaraan taktis kali ini Pindad memperkenalkan kendaraan berpenggerak 4x4 dengan nama Komodo dan dibuat dalam 2 versi : panser dan kendaraan pendobrak. Wujud asli kendaraan belum dibawa namun pengunjung dapat melihat foto dan brosur kendaraan tersebut.

Kendaraan Taktis 4x4 Komodo lansiran PT Pindad (Foto Audrey)

Mengenai program pembuatan tank nasional, Pindad saat ini telah menyelesaikan prototipe tank ringan. Dalam triwulan kedua tahun 2012 perusahaan ini juga akan mulai mengembangkan prototipe tank medium, tank ini akan mempunyai berat sekitar 28-30 ton. Pada beberapa kesempatan TNI AD mengemukakan bahwa satuan kavaleri TNI AD membutuhkan 53 tank berukuran medium disamping MBT dan panser kanon.

PT Pindad juga menyatakan kesiapannya jika TNI AD jadi membeli tank Leopard 2 dan kemudian akan diupgrade menjadi tipe Leopard 2A6, seperti halnya ketika Angkatan Darat Singapore membeli Leopard 2A4 kemudian upgrade-nya dilakukan oleh ST Kinetics.
 Matra Udara

Di anjungan PT Dirgantara Indonesia, Defense Studies sempat berbincang dengan Direktur Aerostructure Andi Alisjahbana mengenai CN-235MP, CN-235MPA, dan B737MR.

Tiga pesawat patroli maritim pesanan TNI AL dengan jenis CN-235MP dikembangkan berdasarkan pengalaman PT DI dalam memodifikasi pesawat CN-235 Angkatan Laut Turki menjadi versi anti kapal selam (ASW role) dikenal sebagai Meltem Project. Dengan konsep tersebut maka posisi radar tidak lagi ditempatkan di hidung (seperti CN-235MPA) namun akan diletakkan di perut (seperti CN-235 Korea Coast Guard). Sayap pesawat akan dilengkapi dengan 4 hardpoint untuk membawa torpedo ukuran medium dan atau rudal.

Boeing 737MR dengan radar SLAMMRTNI AU(Foto airliners)

CN-235MPA untuk TNI-AU yang saat ini masih satu buah, akan segera diikuti dengan pesanan lagi sebanyak 2 unit sehingga menjadi genap 3 unit seperti pesanan awal. Rencananya TNI AU akan menjadikannya sebagai skadron intai taktis yang akan ditempatkan di Selat Malaka.

Mengenai rencana upgrade 3 pesawat intai B737MR milik TNI AU, Direktur PT DI ini mengatakan bahwa kondisi pesawat Boeing 737 tersebut masih bagus, namun PT DI siap untuk dilibatkan dalam rencana upgrade radar SLAMMR buatan Motorola tersebut. PT DI pun telah mempunyai konsep jika TNI AU berkehendak mengganti radar tersebut, tipe radar yang akan diajukan adalah radar non putar untuk menghindari adanya hambatan mekanis.
 Matra Laut

Policy pemerintah untuk membagi pekerjaan pembuatan kapal perang TNI AL kepada 3 galangan utama dapat dipahami oleh PT PAL. Saat ini PT Palindo di Batam mengerjakan Kapal Cepat Rudal 40m (KCR-40), PT DKB di Jakarta selain menyelesaikan satu LCU untuk TNI Angkatan Darat juga akan mengerjakan kapal LST 117 m dan Replenishment Oiler Ship (kapal BCM) untuk TNI AL.

Kapal cepat rudal KCR-60 yang dibuat oleh PT PAL (Foto Defense Studies)

PT PAL saat ini kebagian pekerjaan pembuatan Kapal Cepat Rudal KCR-60, upgrade Combat Management Systems SEWACO kapal kombatan milik TNI AL, dan saat ini PT PAL masih menunggu keputusan pemerintah mengenai pembangunan fregat PKR-105, dimana perundingan ToT dengan Damen Schelde dirasakan alot dan memakan waktu lama.

Pada sisi yang lain PT PAL juga menunggu keputusan Filipina atas tender pengadaan LPD untuk Angkatan Laut negara itu, PT PAL bersaing dengan Korea dan mengajukan konsep Strategic Sealift Vessel berdasarkan pengalamannya membangun KRI Banjarmasin dan KRI Banda Aceh.

Unhan Kerjasama Dengan Program Pasca Sarjana US Navy

JAKARTA — Universitas Pertahanan (Unhan) menjalin kerja sama pascasarjana dengan program pascasarjana Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dan Norwich University.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam peresmian kerja sama di Jakarta International Defense Dialogue (JIDD), Kamis (22/3), mengatakan, pendidikan di bidang pertahanan sangat penting karena proyeksi ancaman sekarang berubah dari gangguan konvensional.

"Isu besar saat ini adalah energy security dan food security. Ancaman dari perang konvensional bergeser ke tanggap bencana, insurgency (pemberontakan), terorisme, dan kejahatan cyber," Menhan memaparkan.

Selain dengan mitra AS, Unhan juga menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Mulawarman, Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, dan STIK-PTIK.(KOMPAS)

Jumat, 11 Mei 2012

EC-725 TNI-AU akan perkuat Lanud Atang Senjaya

EC-725 Cougar
Bogorplus.com – DALAM rangka peningkatan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) TNI AU yang berbasis teknologi canggih dan modern, helikopter EC 725 Cougar produksi Perancis akan didatangkan dan memperkuat Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja (ATS) pada tahun 2012, di Jalan Semplak, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Menanggapi peningkatan Alutsista TNI AU di Lanud ATS tahun 2012, kepada Bogorplus.com Marsekal Pertama TNI Tabri Santoso S.Ip menerangkan, bahwa upaya mendatangkan EC 725 Cougar guna memenuhi kebutuhan dalam melaksanakan Tupoksi Lanud ATS dalam Combat Sar.


“Untuk peningkatan Alutsista TNI AU, termasuk didalamnya adalah unsur helikopter. Jadi ke depannya Insya Allah tahun 2012 ini, kemudian tahun 2013 juga tahun 2014 itu fixnya di tahun itu EC 725 Cougar buatan Perancis akan menambah Alutsista kita,” jelas Dan Lanud saat ditemui usai kegiatan sertijab Dansatpom AU Lanud Ats, Kamis (19/4/12).


Tujuannya, sambung Dan Lanud, agar bisa memenuhi kebutuhan dalam tugas combat sar, harapannya dan tekadnya pemerintah ingin memenuhi kebutuhan terutama unsur helikopter.


Untuk mempersiapkan kedatangan EC 725 Cougar, menurut Dan Lanud, pihaknya akan mempersiapkan kemampuan anggota TNI AU baik secara teknik, maupun training peningkatan kemampuan pilot.


“Kemudian kesiapan anggota, tentunya dengan kehadiran Alutsista baru kita alih teknologi, atau kita siapkan. Seperti sebentar lagi akan ada helikopter EC 725 Cougar buatan Perancis, maka akan disekolahkan anggota, baik secara teknik maupun trainingnya. Untuk meningkatkan pilotnya, jadi yang lebih awal kita siapkan teknisinya, karena pemeliharaan itu kan harus disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya,” urai penerbang yang sempat merasakan kegagahan helikopter Twin Pack.


EC 725 Cougar, merupakan helikopter versi pengembangan dari Super Puma. Dibandingkan Super Puma dan Puma, helikopter ini memiliki tubuh lebih bongsor, tenaga lebih besar dengan dukungan dua mesin, serta lima bilah baling-baling.


Menurut Dan Lanud, teknologi serta kemampuan EC 725 Cougar di atas Puma dan Super Puma, kemudian dengan datangnya EC 725 Cougar, Alutsista di Skadron 6 dan Skadron 8 akan bertambah.(Bagja S Alam)(Bogorplus)

Tragedi Sukhoi Superjet 100 (1)


Rest In Peace

 Pesawat Penumpang Sukhoi Superjet 100 Hilang

Jurnas.com | TERBANG perkenalan (joy flight) pesawat Sukhoi Superjet 100 hilang di sekitar Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Pesawat komersial buatan Rusia itu hilang setelah sudah beberapa kali joy flight dari Bandara Halim Perdanakusumah.

Joy flight bertujuan memperkenalkan pesawat ini pada maskapai pemesan di Indonesia. Informasi sementara, jumlah penumpang di dalamnya ada 40-an orang terdiri pejabat Indonesia dan Rusia.
 Serpihan Sukhoi Sudah Terlihat dari Helikopter

Danlanud Foto Lokasi Pesawat
Jurnas.com | SERPIHAN pesawat Sukhoi sudah terlihat dari helikopter di kawasan Gunung Salak dengan koordinat 06,42,612 dan titik 1064441,2, sekitar 3,5 kilometer posko Cijeruk, Kabupaten Bogor, Kamis pagi.

Ketua Koordinator Posko Utama Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Ketut Purwa mengatakan Kamis (10/5) bahwa ia telah mendapat konfirmasi dari helikopter Super Puma yang secara fisik telah melihat serpihan itu dari ketinggian 2500 feet.

"Kami segera menuju lokasi itu," kata Ketut Purwa.

Helikopter Super Puma TNI Angkatan Utara dikerahkan oleh Lanud Atang Sendjaja dari Semplak Bogor untuk mencari pesawat Shukoi yang hilang di kawasan Gunung Salak tersebut.(Antara)
 Agen Sukhoi Ralat, Jumlah Penumpang Pesawat Jadi 45 Orang

Suasana joyflight pertama
Jurnas.com | KONSULTAN Trimarga Rekatama yang merupakan Agen Sukhoi di Indonesia meralat jumlah penumpang yang ikut terbang bersama pesawat Sukhoi Superjet 100. Dari data atau List of Passangers SSJ100, ada empat nama yang dicoret.

"Nama yang dicoret itu tidak jadi ikut penerbangan," ujar Sunaryo, Konsultan Trimarga Rekatama di Jakarta, Kamis (10/5).

Keempat nama yang dicoret adalah Syafruddin dari Carpediem Mandiri, Andika Monoarfa dari Sigap Dasa Perkasa, Suharso Monoarfa dari Manhattan Group, dan Edy Saryoko dari Gatary.

Sunaryo mengatakan data yang diumumkan semalam belum tentu benar. Sebab saat itu ia hanya menempel daftar tamu yang jumlahnya 50 orang.

Kemudian dari data itu berkembang informasi bahwa ada orang yang tak jadi ikut penerbangan. "Andika dan lainnya tidak ikut penerbangan. Edy Saryoko telpon ke kantor saya dia tidak ikut penerbangan," ucapnya.

Berikut daftar nama yang ikut penerbangan Sukhoi Superjet 100 :

1. Kornel Sihombing dari PT DI
2. Edie dari pelita Air
3. Darwin Pelawi dari Pelita air
4. Gatot Purwoko dari Air Fast
5. Budi Rizal dari Putera Artha Dirgantara
6. Herman Suladji dari Air Maleo
7. Donardi Rahman dari Aviastar
8. Anton Daryanto dari Indonesia Air Transportation
9. Arief Wahyudi dari PT Trimarga Rekatama
10. Haidir Bachsin dari PT Catur Daya Prima
11. Rully Darmawan dari Indo Asia
12. Ahmad Fazal dari Indo Asia
13. Insan Kamil dari Indo Asia
14. Edo M dari Indo Asia
15. Stephen Kamaci dari Indo Asia
16. Ismie - Trans TV
17. Aditya Sukardi dari Trans TV
18. Dody Aviantara Majalah Angkasa
19. DN Yusuf dari Majalah Angkasa
20. Femi dari Bloomberg News
21. Ganis Arman Zuvianti dari Indonesia Air Transport
22. Capt. AAN dari - Sky Aviation
23. Yusuf Ari Wibowo - Sky Aviation
24. Henny Stevani - Sky Aviation
25. Mai Syarah - Sky Aviation
26. Dewi Mutiara - Sky Aviation
27. Sussana Vamel - Sky Aviation
28. Nur Ilmawati - Sky Aviation
29. Rossy Withan - Sky Aviation
30. Anggi - Sky Aviation
31. Aditya - Sky Aviation
32. Salim K - Sky Aviation
33. Ade Arisanti - Sky Aviation
34. Raymond Sukando - Sky Aviation
35. Santi - Sky Aviation
36. Yabloncev awak Sukhoi dari Rusia
37. Kirkin awak Sukhoi dari Rusia
38. Kochetkov awak Sukhoi dari Rusia
39. Rakhimov awak Sukhoi dari Rusia
40. Shvetsov awak Sukhoi dari Rusia
41. Martishenko awak Sukhoi dari Rusia
42. Grebenshikov awak Sukhoi dari Rusia
43. Kurzhupova awak Sukhoi dari Rusia
44. Peter Adler dari Siriwijaya berkewarganegaraan US
45. Anam Tran dari SNECMA berkewarganegaraan Perancis.
 Tabrak Tebing, Sukhoi Superjet 100 Hancur

Jurnas.com | PESAWAT Sukhoi Seperjet 100 yang hilang di wilayah Gunung Salak, Bogor Jawa Barat telah ditemukan. Badan SAR Nasional (Basarnas) menemukannya di koordinat 0642612 dan 10644412 pada ketinggian 2.500 kaki, 3,5 kilometer dari Cijeruk.

"Kondisi pesawat itu hancur berkeping-keping," ujar Juru Bicara Basarnas, Gagah Parkoso di Jakarta, Kamis (10/5).

Ia juga mengatakan pesawat itu hancur karena menabrak tebing puncak gunung salak.

Menurut Gagah, pesawat menabrak tebing Gunung Salak karena menurunkan ketinggian dari 10 ribu kaki menjadi enam ribu kaki. Pesawat itu menurunkan ketinggian terbangnya guna menghindari cuaca buruk.

"Sukhoi itu request untuk turun. Dia menghindar cucaca buruk. Jadi bukan persoalan siapa yang memberi izin turun. Tapi itu hanya permintaan dia," ucap Gagah.
  Kemenhub Pastikan Sukhoi Superjet 100 Laik Terbang

Jurnas.com | KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) memastikan, pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di lereng Gunung Salak, Rabu Kemarin, telah mengantongi izin terbang sebelum melakukan demo terbang atau joy flight. Perizinan yang disebut flight aproval ini dikeluarkan ATC (Air Traffic Controller) bandara terkait.

Izin tersebut menjadi legitimasi bagi pesawat bersangkutan untuk mengudara pada rute tertentu. Sementara Kemenhub berwenang mengeluarkan perizinan bagi pesawat tersebut untuk mengudara di wilayah Indonesia.

"Kalau izin yang dari perhubungan ini saya sendiri tidak tahu kapan keluarnya, belum tahu sampai detil kesitu," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan saat dihubungi Jurnal Nasional, Kamis (10/5).

Guru Besar Hukum Penerbangan Universitas Tarumanegara (Untar), K Martono, membenarkan, bahwa sebelum melaksanakan joy flight, Sukhoi harus mengantongi izin dari penyelenggara negara. "Kalau sudah diberi izin dari penyelenggara negara, maka pesawat tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk terbang di Indonesia," tuturnya.

Sukhoi Superjet 100 tersebut berada di Jakarta dalam rangka menggelar road show ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
 Sukhoi Tabrak Gunung Salak dengan Kecepatan 800 Km Per Jam

Jurnas.com | PESAWAT Sukhoi Superjet 100 diketahui terbang dengan kecepatan 800 km perjam sebelum akhirnya menabrak tebing puncak Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat, Rabu kemarin. Hal itu dikatakan Juru Bicara Badan SAR Nasional (Basarnas), Gagah Prakoso, di Jakarta, Kamis (10/5).

Dikatakannya, sebelum menabrak tebing gunung Salak, Sukhoi memberi pesan request turun dari ketinggian 10 ribu kaki menjadi enam ribu kaki. Sukhoi menurunkan ketinggian terbang guna menghindari cuaca buruk.

Menurut Gagah, cuaca buruk bisa bermacam-macam, misalnya awan tebal, angin kencang, dan lain-lain. Akan tetapi, hingga saat ini belum bisa dipastikan jenis cuaca buruk apa yang dihindari Sukhoi buatan Rusia tersebut.

Gagah mengatakan, tinggi Gunung Salak mencapai 7.200 kaki. Hal itu bertolak belakang dengan keputusan menurunkan ketinggian terbang Sukhoi menjadi enam ribu kaki.

Namun Gagah tidak mempermasalahkan soal siapa yang memberi izin menurunkan ketinggian terbang. "Bukan siapa yang memberi izin. Pesawat itu menghindari cuca buruk. Menghindarinya bisa dengan menaikkan dan menurunkan ketinggian, atau ke kiri dan kanan. Itu permintaan dia, dan dilakukan dengan cepat," ucap Gagah.
 Kemenhub: Sukhoi Keluar Rute Terbang yang Dianjurkan

Jurnas.com | RUTE yang dilalui pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 saat melakukan demo terbang (joy flight) kemarin, Rabu (9/5), dipastikan aman oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku otoritas penerbangan RI. Dari lokasi penemuan bangkai SSJ 100 di antara Gunung Gede-Pangrango dan Gunung Salak, kemungkinan besar pesawat jatuh di luar rute yang direncanakan.

Namun belum dapat dipastikan penyebab SSJ 100 sampai keluar rute yang ditentukan. "Kalau mereka memilih terbang di atas Atang Sandjaya saja itu aman. Tapi ternyata ditemukan di luar rute itu. Mereka keluar jalur, kenapa itu, kami belum tahu," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti S Gumay, di Jakarta, Kamis (10/5).

Herry mengatakan, keputusan pilot Sukhoi untuk menurunkan ketinggian pesawat dari 10.000 feet ke 6.000 feet bukan kesalahan. "Penurunan ketinggian itu bukan hal keliru asalkan pesawat tetap berada di atas Atang Sandjaya," ujarnya.

"Saya tahu ada permintaan pilot untuk menurunkan ketinggian. Jawaban ATC (Air Traffic Control) 'approve' atau tidak saya belum tahu, belum dengar rekamannya. Karena mereka kan sebelumnya mempunyai flight plan," kata Herry.

Rute yang dipakai SSJ 100 untuk demo terbang bukan ditentukan Kemenhub, namun pilihan mereka sendiri. Karena awalnya pesawat memang hanya berencana mengudara di atas Lanud (Pangkalan Udara) Atang Sandjaya. "Untuk rute itu mereka buat flight plan dan kita menyetujuinya. Saat pesawat ini terbang tak ada penerbangan berjadwal yang berencana terbang lewat wilayah yang sama. Tapi kalau untuk penerbangan tak berjadwal tidak tahu," ucap dia.

Saat SSJ 100 hendak mengudara cuaca diketahui cukup berawan. Jarak pandang saat itu sekitar 4 km yang idealnya 5 km. "Pesawat Sukhoi ini bukanlah terbang dalam rangka uji coba melainkan sudah terbang komersil," ucap Herry.
 Pilot SSJ 100 Dipastikan Sudah Kuasai Medan

Pilot SSJ 100
Jurnas.com | DIRJEN Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti S Gumay, tak meragukan kompetensi pilot Rusia yang mengemudikan SSJ 100. "Sebelum mereka menerbangan pesawat ke suatu negara, tentu mereka mempelajari kondisi medannya dulu," ujarnya di Jakarta, Kamis (10/5).

Herry justru meragukan jika pesawat tersebut dibawa oleh pilot lokal. Alasannya, pilot dalam negeri justru belum dilatih untuk menerbangan superjet 100.

Herrypun tak meragukan kualitas pesawat SSJ 100 ini. Pasalnya, armada SSJ 100 telah berhasil mendapat sertifikat dari badan sertifikasi Rusia (Russian certification institute / IAC AR) dan otoritas penerbangan Uni Eropa (EASA) sehingga pesawat tersebut dijamin laik terbang. "Sertifikasi dari EASA Eropa didapat pada 2011 sedangkan dari Rusia diperoleh pada Februari 2012," kata Herry.

Guru Besar Hukum Penerbangan Universitas Tarumanegara, K Martono, pun menegaskan, bahwa pesawat yang hendak terbang di negara lain terlebih dulu harus diizinkan penyelenggara negara tujuan. "Sebelumnya harus diakui oleh negara tempat dia datang, tapi selain itu negara tempat asalnya juga harus mengakuinya," tuturnya.

Dengan demikian, pemerintah RI jelas berhak untuk memeriksa kelaikan Sukhoi Superjet 100 sebelum melakukan demo terbang. Hal ini wajib dilakukan meski oleh negara pembuatnya sudah disertifikasi, termasuk oleh otoritas penerbangan Uni Eropa. "Untuk lakukan joy flight bukanlah memakai AOC (Air Operator Certificate), tapi pakai izin khusus, " ucap Martono.
 Basarnas: Belum Ada Korban yang Ditemukan

Tim SAR TNI
Jurnas.com | BADAN SAR Nasional (Basarnas) mengklarifikasi pernyataan mereka sebelumnya mengenai penemuan korban tewas pada kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100. Menurut Kepala Basarnas, Marsekal Madya Daryatmo, sampai saat ini belum ada korban yang berhasil dievakuasi. "Kalau tadi dibilang sudah sampai, itu tidak benar,"ujar Daryatmo kepada wartawan di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/5).

Daryatmo menjelaskan, baik tim SAR darat maupun udara, belum ada yang berhasil mencapai lokasi jatuhnya pesawat untuk kemudian mengevakuasi korban. Ini diakibatkan cuaca di lokasi yang buruk. Evakuasi melalui jalur udara dengan tiga kali penerbangan pun tak berbuah hasil.

Sedangkan evakuasi melalui jalur darat, dikatakannya, tim SAR sebenarnya sudah mencapai ketinggian 1900 meter di atas permukaan laut. Namun angin yang kencang ditambah awan tebal dan hari mulai gelap membuat proses evakuasi melalui jalur darat pun sulit diteruskan. Apalagi, lanjutnya, kemiringan lokasi jatuhya pesawat mencapai 85 derajat. Sebanyak 78 anggota tim SAR darat pun diinstruksikan untuk beristirahat di lokasi akhir pendakian. "Kami naik seperti pendaki gunung karenanya akan berbahaya kalau diteruskan. Saya putuskan mereka untuk istirahat di lokasi,"imbuhnya.

Kondisi cuaca di Gunung Salak itu pula lah, kata Daryatmo, yang membuat lokasi itu rawan terjadi kecelakaan.

Proses evakuasi baik melalui jalur darat dan udara yang dilakukan hari ini dihentikan sejak pukul 17.10 wib tadi. Selanjutnya proses evakuasi akan dimulai lagi besok pagi. Dijadwalkan tim mulai bergerak pukul 06.30 wib. "Karena pukul 06.00 wib kondisi biasanya masih gelap dan terjadi fog,"ujar Daryatmo.

Skema evakuasi besok pagi, kata Daryatmo, tim akan mendrop pasukan khas TNI AU ke lokasi jatuhnya pesawat. Paskhas akan mengidentifikasi dan memberikan informasi mengenai kondisi korban. Sementara itu proses evakuasi darat juga berjalan. "Kami akan buat helipad. Kalau bisa selesai, korban segera dibawa ke Halim kemudian diserahkan ke DVI," katanya.
 Tim SAR Evakuasi Korban Secepatnya

Jurnas.com | TIM SAR menyatakan akan segera melakukan evakuasi terhadap para penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ 100) yang jatuh. Dengan ditemukannya lokasi jatuhnya pesawat tersebut, tim SAR melakukan evakuasi melalui jalur darat dan udara.

"Kami akan secepatnya mengevakuasi korban,"ujar Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Daryatmo di Terminal Kedatangan Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/5).

Ia mengakui tidak gampang untuk mengevakuasi korban. Selain lokasi jatuhnya pesawat di daerah tebing, juga karena faktor cuaca di sekitar lokasi pesawat jatuh sering berkabut. "Siang hari mulai berkabut. Tapi apapun kendalanya evakuasi akan dilakukan secepatnya,"tegasnya.

Ia menjelaskan, dari lokasi jatuhnya pesawat, korban akan dibawa menggunakan Super Puma 332 menuju Cidahu. Kemudian dari Cidahu akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat yang ukurannya lebih kecil. Di Jakarta, korban akan diserahkan kepada pihak DVI dan perwakilan Trimarga Rekatama, selaku penghubung pembelian pesawat SSJ.

Pesawat SSJ 100 tersebut hilang kontak saat melakukan uji terbang dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (9/5). Uji terbang tersebut menjadi bagian dari tur promosi pesawat penumpang perdana Sukhoi itu ke beberapa negara Asia.

Pesawat tinggal landas dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 14.12 wib. Pesawat dijadwalkan terbang ke arah kawasan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi kemudian kembali ke Bandara Halim Perdanakusuma. Namun selang kira-kira 21 menit dari waktu lepas landas, pesawat kehilangan kontak dengan menara pengendali lalu lintas. Kontak terakhir terjadi saat pilot meminta izin ke menara pengendali lalu lintas udara untuk menurunkan ketinggian pesawat dari 10.000 kaki ke 6.000 kaki.

Informasi terakhir Kamis (10/5) pesawat membawa 47 orang yang terdiri dari 8 awak pesawat asal Rusia dan 39 undangan dari pejabat maskapai penerbangan, perwakilan industri dirgantara dan lima jurnalis. Kelima jurnalis adalah itu dua dari Trans TV, dua dari majalah Angkasa, dan satu dari Bloomberg.(Jurnas)
 KNKT Investigasi Sukhoi Bersama Rusia dan Prancis

Jurnas.com | KOMISI Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum bisa memastikan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang melakukan joy flight atau uji terbang pada Rabu (10/5). Namun dari kondisi tebing, terdapat seperti bekas benturan pesawat. "Terlihat medannya seperti ada benturan dengan pesawat," kata Kepala KNKT, Marsekal Muda Tatang Kurniadi kepda wartawan , Kamis (10/5).

Untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat, tim KNKT Indonesia bekerja sama dengan komisi serupa dari Rusia dan Prancis melakukan investigasi. KNKT Indonesia secara langsung memimpin investigasi tersebut. Saat ini tim investigasi Rusia masih dalam perjalanan dari Bangkok ke Jakarta dan diperkirakan akan tiba malam ini.

Tatang menegaskan, investigasi yang dilakukan berdasarkan tiga asas yaitu no blame, no judicial dan no reliability."Investigasi tidak bertujuan untuk mencari pihak yang disalahkan, pihak yang harus mengganti dan pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan. Tapi untuk mengetahui sistem apa yang kurang. Ini yang akan direkomendasikan untuk diperbaiki,"paparnya.

Pihaknya juga masih belum mengetahui alasan pilot meminta untuk menurunkan ketinggian pesawat. "Itu salah satu yang kami ungkap. Kenapa ada permintaan ini,"imbuhnya.

Sementara permintaan untuk menurunkan ketinggian pesawat harus mendapat persetujuan dari Aviation Traffic Control (ATC).

Pesawat SSJ 100 tersebut hilang kontak saat melakukan uji terbang dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (9/5). Uji terbang tersebut menjadi bagian dari tur promosi pesawat penumpang perdana Sukhoi itu ke beberapa negara Asia.

Pesawat tinggal landas dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 14.12 wib. Pesawat dijadwalkan terbang ke arah kawasan Pelabuhan Ratu,Kabupaten Sukabumi kemudian kembali ke Bandara Halim Perdanakusuma. Namun selang kira-kira 21 menit dari waktu lepas landas,pesawat kehilangan kontak dengan menara pengendali lalu lintas. Kontak terakhir terjadi saat pilot meminta izin ke menara pengendali lalu lintas udara untuk menurunkan ketinggian pesawat dari 10.000 kaki ke 6.000 kaki.(Jurnas)
 Miliki Data Lengkap 35 Penumpang WNI, Polri Siap Identifikasi Jenazah

Jurnas.com | TIM identifikasi Polri sudah menerima semua data identifikasi korban warga negara Indonesia (WNI) jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor. Sementara untuk korban warga negara asing, tim masih menunggu dari kedutaan besar negara asal korban.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, Jumat 11/5) mengatakan, data identifikasi 35 orang WNI sudah diserahkan keluarga.

Data-data antem mortem seperti sidik jari, catatan gigi, sampel DNA dan benda-benda yang dikenakan korban saat naik pesawat sudah diterima tim identifikasi. Tim identifikasi ini terdiri dari tim Disaster Victims Identification (DVI) dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS).

"Sudah terkumpul seluruh data korban dari 35 orang WNI, tes DNA dan data gigi dan barang-barang yang dibawa saat naik pesawat," kata Saud di Mabes Polri.

Dengan lengkapnya data identifikasi ini, Saud menyatakan proses identifikasi atau pengenalan jenazah korban akan cepat dilakukan. Dengan begitu proses penyerahan kepada keluarga bisa cepat dilakukan.

Sejauh ini memang belum ada informasi korban yang ditemukan dan dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diidentifikasi. Meski lokasi jatuhnya pesawat sudah diketahui, namun tim evakuasi di bawah koodinasi Badan SAR Nasional (Basarnas) belum bisa mencapainya. Sulitnya medan Gunung Salak menjadi kendala tersendiri.

Selain itu, cuaca juga tidak mendukung untuk dilakukan evakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter.

Belum bisa dipastikan apakah ada penumpang yang selamat atau tidak. Polri menurut Saud, saat ini hanya bersiap-siap untuk proses identifikasi ini. RS Polri juga sudah menyiapkan fasilitasnya untuk kepentingan pengenalan jenazah korban.(Jurnas)
 Korban Sukhoi Dapat Asuransi US$ 50 Ribu

Jurnas.com | KORBAN jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 akan mendapatkan asuransi dari Sukhoi.

Menurut Sunaryo, dari PT Trimarga Rekatama, besar asuransi US$ 50 ribu atau sekitar Rp 460 juta.

"Sukhoi sebelumnya sudah mengasuransikan setiap penumpang yang ikut,"ujarnya di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jumat (11/5).

Sunaryo menjelaskan, asuransi dibayarkan setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan. Data dari proses identifikasi kemudian dicocokan dengan daftar manifes pesawat.

"Pastikan dulu kasus selesai. Identifikasi selesai dan kemudian dicocokan dengan manifesto itu,"imbuhnya.

Ia menambahkan, sejauh ini seluruh biaya untuk mengurus jenazah seperti peti jenazah, kain kafan dan sebagainya ditanggung pihak Trimarga Rekatama selaku agen Sukhoi di Indonesia.

Pesawat Sukhoi Super Jet 100 jatuh di sekitar Gunung Salak, Cijeruk, Jawa Barat, pada Rabu (9/5) saat melakukan uji terbang. Pesawat berpenumpang 45 orang yang terdiri dari 8 awak pesawat dari Rusia, 2 penumpang WN Prancis dan Amerika Serikat dan 35 penumpang WN Indonesia.(Jurnas)
 Enam Tim Forensik Siap Identifikasi Korban Sukhoi

Logo Sukhoi terindetifikasi
Jurnas.com | ENAM tim yang terdiri dari sembilan orang sudah dipersiapkan untuk mengidentifikasi jenazah korban Sukhoi Superjet (SSJ) 100.

"Sembilan orang terdiri dari dokter forensik, analis DNA, Finger Print, dan tim teknis," ujar Triroso Adi Waluyo, Kepala Forensik RS Bhayangkara Dr. Sukamto, Kramat Jati, Jumat (11/5).

Ia mengatakan, tim forensik sudah siap sepenuhnya, hanya tinggal menunggu kabar lanjutan dari proses evakuasi di Bogor dan posko tim Dissaster Victim Identification (DVI) di Bandar Udara Halaim Perdanakusumah. ""Belum ada kabar atau instruksi lagi, tunggu saja," katanya.

Nantinya, setelah proses identifikasi dimulai, Tri juga tidak bisa mengatakan lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan identifikasi.

"Tergantung kondisi jenazah, bisa saja badannya utuh, tapi mukanya hancur atau ruas jari dan bagian tubuh lainnya hilang," katanya menjelaskan.

Ia menambahkan, jika proses identifikasi secara visual tidak bisa dilakukakan, maka jalan terakhirnya adalah melalui proses identifikasi DNA. "Nah, kalau sudah seperti itu bisa makan waktu berminggu-minggu," ujarnya.

Saat ini situasi di sekitar ruang forensik Dr. Sukamto sudah mulai ramai dengan personil tim DVI. Mereka mulai melengkapi tenda darurat yang dibangun dengan jaringan saluran air untuk proses identifikasi. Selain itu, wartawan yang meliput juga sudah tidak diperbolehkan mendekati atau pun masuk ke tenda identifikasi.

Hingga kini, 12 jenazah korban telah ditemukan dan berhasil dievakuasi oleh tim evakuasi.
 AP II Enggan Jelaskan Percakapan Pilot Sukhoi dengan ATC

Angkasa Pura II
Jurnas.com | TERKAIT informasi permintaan pilot Sukhoi SSJ 100 untuk turun ketinggian dari 10.000 feet ke 6.000 feet kepada menara kontrol, pihak Angkasa Pura II enggan menanggapi. Menurut mereka, semua hal terkait dengan jatuhnya pesawat tersebut telah diserahkan kepada KNKT.

Hal itu disampaikan Senior GM Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II Mulya Abdi, di Jakarta, Jumat (11/5) malam.

"Itu subyeknya KNKT, jadi karena itu kewenangan KNKT maka saya tidak bisa beri statement agar berita tidak simpang siur. Semua data akan diserahkan, termasuk percakapan dengan ATC (Air Traffic Control), ke KNKT," tuturnya.

Informasi terakhir, evakuasi 12 jenazah korban kecelakaan ke Jakarta ditunda hingga besok, Sabtu (12/5) pagi. Hal itu disebabkan karena buruknya cuaca penerbangan sore ini.

"Belum bisa dievakuasi semua tapi helikopter sudah menuju ke sana. Sampai sekarang tetap diusahakan. Ini terkendala medan yang sulit dan cuaca yang mengganggu sekali," kata Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan, di Jakarta, Jumat (11/5).

Terkait perizinan demo terbang (joy flight) SSJ 100 di Indonesia, Menhub mengatakan, pesawat tersebut sama sekali tak melanggar regulasi manapun karena telah mengantongi izin khusus dari seluruh pihak terkait, yakni Kemlu, Kemenhub, dan TNI AU.

Mangindaan dan Duta Besar Rusia Aleander Ivanov menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan ini. "Saya sampaikan duka cita mendalam terkait jatuhnya pesawat Sukhoi 100. Kami sampaikan pula, pertama bahwa pihak Rusia serius ingin bersama kita untuk sama-sama menginvestigasi. Kedua, sampai kini kami dari Basarnas dan KNKT berusaha seoptimal mungkin mengevakuasi para korban," ucap Mangindaan.

Ivanov mengimbuhkan, "Atas nama pemerintah Rusia, sebagai Dubes saya turut berduka cita terhadap semua saudara-saudara kita di pesawat itu. Kami dengan instansi terkait sudah sepakati program kerja sama investigasi kasus ini".

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI AU Daryatmo mengatakan, kendati evakuasi 12 jenazah ke Jakarta tertunda sampai besok, namun penyisiran Tim SAR di TKP terus dilakukan. "12 korban belum dievakuasi ke Jakarta karena cuaca masih jelek. Evakuasi mereka melalui udara akan dilanjutkan besok pagi. Tapi sampai malam ini dan besok pagi tim SAR tetap bekerja untuk temukan korban lain," ujarnya.
 Pesawat Rusia Ilyushin Mendarat di Halim, Bawa 2 Helikopter

Ilyushin 76
Jurnas.com | UNTUK membantu evakuasi korban Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Rusia mengirimkan dua helikopter dengan menggunakan pesawat besar pengangkut berjenis Ilyushin 76.

Dari pantauan Jurnal Nasional pesawat besar yang hampir mirip dengan pesawat Hercules ini mendarat di terminal selatan bandara Halim Perdanakusuma. Berdasarkan sumber dari petugas bandara, pesawat tersebut berjenis Iluyshin.

"Itu pesawat Ilyushin. Katanya membawa dua helikopter di dalam," kata salah seorang petugas kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, (12/5).
 Bukan Jalur Layak, Sukhoi Terbang di Atas Gunung Salak Dinilai Janggal

Jurnas.com | WILAYAH udara Gunung Salak, Bogor dinilai bukan jalur penerbangan yang layak. Terbangnya Sukhoi Superjet 100 di atasnya dinilai sebuah kejanggalan.

Hal ini dikatakan Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Stephanus Gerardus Setitit, Jumat (11/5). "Ya sedikit janggal juga,” kata Stephanus saat dihubungi Jurnal Nasional.

Menurutnya, secara umum wilayah Bogor layak untuk dijadikan zona terbang. Pasalnya di Bogor terdapat pangkalan udara Atang Sanjaya. Ketinggian 6.000 kaki untuk pesawat masih dianggap aman.

Namun tidak dengan Gunung Salak. Dengan ketinggian gunung 6.200 kaki, tentu sangat berbahaya saat pilot menurunkan pesawat dari ketinggian 10 ribu kaki ke ketinggian 6.000 kaki.

Dengan ketinggian Gunung Salak 6.200 kaki, pilot, menurut Stephanus, masih boleh terbang di atasnya dengan ketinggian 8.000 kaki. Itupun dengan catatan jarak pandang saat itu cukup baik. "Agar kita bisa bermanuver belok dengan baik jika ada sesuatu di depan,” katanya.

Pesawat buatan Rusia itu terakhir kontak dengan menara pengawas Bandara Soekarno Hatta di koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur. Koordinat tersebut berada di Desa Cidahu, Gunung Salak, Bogor.

Saat itu pilot Aleksandr Yablontsev mengontak menara pengawas untuk menurunkan ketinggian pesawatnya. Setelah hilang kontak, diketahui pesawat jatuh menabrak tebing di Gunung Salak. Pesawat ditemukan hancur, sudah 12 orang korban tewas ditemukan. Belum diketahui adanya korban yang selamat.
 Tim Penyelamat Belum Temukan Kotak Hitam Pesawat

Black Box pesawat
Jurnas.com | UPAYA tim penyelamat sudah menemukan jasad dan barang-barang identitas penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100.

Namun sejauh ini tim belum benda penting lainnya, seperti black box. “Tim sampai saat ini belum menemukan black box atau kotak hitam pesawat,” kata Pangdam III/Siliwangi Mayjen Sonny Wijaya di Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/5).

Meski begitu, Ia menegaskan evakuasi korban akan diupayakan tuntas secepatnya. ”Tidak ada target tertentu.Tapi yang jelas akan diupayakan secepatnya,” katanya.

Sejauh ini, tim evakuasi telah berhasil mengevakuasi 16 kantong mayat. Yakni 12 kantong dievakuasi Jumat (11/5) kemarin, plus empat kantong lainnya dievakuasi pagi tadi.

Meski begitu jumlah kantong mayat yang dievakuasi tidak mewakili jumlah jenazah korban. Pasalnya 16 kantong yang dievakuasi dikabarkan berisi bagian tubuh jenazah korban yang terpencar di beberapa titik lokasi.

"Saya menerima informasi itu kantong mayat bukan jumlah jenazah dan diinformasikan pula jenazah tidak ada yang utuh dan belum ada kabar tentang korban selamat,” kata Sonny.
 Dua Kantong Jenazah Tiba di RS Polri Jakarta

Jurnas.com | PROSES evakuasi terhadap korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat masih terus dilakukan sampai Minggu (13/5) pagi ini. Tim SAR sampai hari kemarin sudah mengevakuasi sebanyak 16 kantong jenazah korban yang kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Minggu pagi, sekitar pukul 07.45, dua kantong jenazah kembali tiba di RS Polri Jakarta dan langsung dibawa ke ruang pemeriksaan Disaster Victim Identification (DVI).

Sejak proses evakuasi kemarin banyak keluarga korban yang berdatangan ke RS Polri. Namun pagi ini, di tenda yang disiapkan oleh Posko Tim DVI Indonesia tidak terlihat keluarga korban.

Menurut Tarmin, salah satu petugas jaga di area ruangan pemeriksaan, keluarga korban diminta untuk tetap tinggal di rumah. "Soalnya proses identifikasi ini masih lama, barangkali bisa sebulan," kata Tarmin.

Area di gedung tempat pemeriksaan diberi garis polisi sehingga tidak semua orang bisa mendekat saat ambulans menurunkan jasad korban. Bagi keluarga korban maupun wartawan yang meliput hanya diperkenankan berada di luar garis polisi.

Seperti diketahui, pesawat Sukhoi Superjet 100 menabrak tebing Gunung Salak, Bogor, pada Rabu (9/5) lalu saat pesawat tersebut melakukan joyflight atau terbang promosi di Indonesia. Diperkirakan sekitar 45 orang berada di dalam pesawat tersebut, tapi jumlah tersebut masih belum pasti, sebab manifes atau data jumlah awak pesawat ikut terbawa di dalam pesawat.
 Tim SAR Rusia Hanya Diizinkan Evakuasi Material

Tim SAR Rusia
Jurnas.com | TIM SAR Rusia akan ikut serta dalam proses evakuasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 di daerah Gunung Salak, Jawa Barat.

Namun menurut Kepala Dinas Operasional Lapangan Udara Atang Sendjaya Kolonel Penerbang Fachri Z, Tim SAR asal Rusia hanya akan diizinkan untuk mengevakuasi material dan membantu investigasi lanjutan penyebab jatuhnya pesawat.

”Mereka tidak dibenarkan untuk mengevakuasi korban, hanya sebatas evakuasi material dan membantu investigasi lanjutan penyebab kecelakaan,” ujar Fachri di Helipad Cijeruk, Jawa Barat, Minggu (13/5).

Tujuan dan kedatangan tim asal negara pembuat pesawat Sukhoi untuk mengumpulkan material itu sebelumnya juga telah diungkapkan saat mendatangi Posko Pusat Evakuasi Cijeruk, Sabtu (12/5) malam. Menurut Koordinator Koordinator Pusat Evakuasi Cijeruk, Kolonel Infanteri AM Putranto, tim penyelamat asal negeri beruang merah itu memang akan fokus mengumpulkan material di sekitar lokasi.

”Saya belum dapat perintah tentang pelaksanaan evakuasi bersama tim asal Rusia. Tapi saat mendatangi kami tadi malam guna meminta izin, mereka mengatakan untuk memungut material,” katanya.

Putranto menegaskan, apabila tim tersebut bersikeras untuk ikut dalam operasi evakuasi korban maka disarankan meminta izin kepada Badan SAR Nasional (Basarnas). Putranto juga tidak setuju dengan keinginan tim Rusia untuk turut menurunkan helikopter dalam proses evakuasi.

”Kalau mau ikut evakuasi korban izin dulu ke Basarnas. Terkait pengerahan helikopter itu akan sulit, karena kemampuan helikopter kita sudah bisa ke lokasi dan operasi berjalan baik. Jadi kalau mereka hanya untuk kerjasama material lebih baik kerjasama dengan KNKT,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan Jurnal Nasional, personel Tim SAR asal Rusia ini telah mendirikan tenda tak jauh dari Helipad Cijeruk.

Menurut informasi yang diperoleh, Tim SAR Rusia akan mengerahkan 50 personel. Sebanyak 25 personel lengkap dengan peralatan telah tiba di sekitar lokasi Helipad Cijeruk tadi malam. Sementara 25 orang lainnya menyusul hari ini. Ikut sertanya tim asal Rusia tersebut diperbolehkan lantaran ada warga negara negara itu yang turut menjadi korban.
... Bersambung Ke Tragedi Sukhoi Superjet 100 (2) ...
(Jurnas)