Sabtu, 25 Maret 2017

Berhasil Membuat Aman Selat Malaka

Singapura puji TNI ALKapal MT Angeline 2 Ditangkap Tim WFQR 4 Lantamal IV TNI

Pemerintah Singapura memuji Tim WFQR Lantamal IV, TNI Angkatan Laut,yang berada dibawah kendali Komando Armada Kawasan Barat, karena tim ini berhasil membuat aman dan menjaga Selat Malaka.

"Pemerintah Singapura menyatakan Selat Malaka nol kejahatan hingga Maret 2017," kata Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama S Irawan di Tanjungpinang, Sabtu, yang mengaku bahwa baru-baru ini Pemerintah Singapura memuji kerja keras TNI AL dalam memberantas kejahatan di Selat Malaka.

Irawan mengungkapkan sudah 78 orang ditangkap karena berbuat jahat di Selat Malaka. "Berdasarkan perintah Panglima Koarmarbar, kami harus melakukan pengamanan di Selat Malaka, dan aksi penyelundupan di kawasan perbatasan hasil ditangani secara serius," kata dia.

Dia mengungkapkan sejak 2016 hingga sekarang, ratusan kapal sudah mereka tangkap, termasuk 23 kapal yang diamankan di Dermaga Yos Sudarso.

"Ada ratusan orang yang ditangkap," katanya.

Irawan lalu berterima kasih kepada wartawan yang disebutnya telah mendukung kerja TNI AL. "Informasi yang disampaikan jurnalis sangat bermanfaat bagi kami dan masyarakat," kata Irawan.

   antara  

Indonesia Looking to Produce Rounds and Components of the BMP-3F

Indonesia is studying an option to launch the licensed production of rounds and components for the BMP-3F infantry fighting vehicle (IFV), Deputy Head of Russia’s Federal Service for Military and Technical Cooperation Mikhail Petukhov said.BMP3F Marinir

Petukhov made this statement at the LIMA 2017 international arms exhibition. "Indonesia is currently studying Russian offers concerning the licensed production of rounds and separate components for the BMP-3F infantry fighting vehicles delivered earlier," the deputy head said. According to him, Russia is ready to cooperate with potential foreign customers in the sphere of licensed production.

"We are ready to this kind of cooperation but its expediency, parameters and prospects should be considered in each specific case," the deputy head said. Today, Indonesia’s Armed Forces have a fleet of BMP-3F infantry fighting vehicles. As it was reported earlier, Indonesia received 17 BMP-3F vehicles in 2010. Later, Russia’s arms exporter Rosoboronexport delivered a batch of 37 BMP-3F vehicles to Indonesia. The BMP-3F IFV is a version of a baseline vehicle designed for the Marine Corps. The vehicle can be used by coastal defense and border guard units as well.

The vehicle is designed for combat in coastal areas, on the shore and during amphibious landing. The vehicle is armed with the 100mm main armament, the 30mm coaxial gun, anti-tank missiles and the 7.62mm machinegun. The BMP-3F vehicle has a crew of three and carries seven marines.

   armyrecognition  

Dua Kapal Perang Memperkuat Jajaran Koarmabar

Buatan PT Karimun Anugerah SejatiKRI Lepu 861 [def.pk]

Dua kapal patroli laut produksi PT Karimun Anugerah Sejati akan memperkuat Komando Armada Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) begitu diresmikan oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi pada 31 Maret 2017 di Batam 31 Maret pekan depan.

Kapal canggih ini buatan anak bangsa, yang bekerja di PT KAS, Batam. Ini akan memperkuat alutsista TNI AL untuk memberantas kejahatan di perairan barat Indonesia,” kata Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama S. Irawan di Dermaga Yos Sudarso Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat.

Irawan masih merahasiakan nama kedua KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) itu, namun yang jelas masing-masing KRI berawak 40 orang dengan sistem persenjataan meriam kaliber 30 MM dan sejata kaliber 12,7 MM.

Kapal ini akan memperkuat pengawasan di kawasan perbatasan,” kata Irawan.

Mengenai usulan Lantamal IV agar TNI AL memiliki KRI bernama Raja Haji Fisabilillah, Irawan mengatakan usulan itu sudah disampaikan kepada KSAL.

Mudah-mudahan segera terealisasi,” kata Irawan.

Berdasarkan catatan Antara, Oktober tahun 2016 PT KAS memproduksi dua kapal dengan nama KRI Torani 860 dan KRI Lepu 861 untuk memperkuat sistem pertahanan di wilayah barat Indonesia, tepatnya di sepanjang Selat Melaka.

   antara  

TNI AD Ingin Produksi Meriam dan Roket Sendiri

Seperti BrasilRHAN 122

Dinas penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) yang berlokasi di Laboratorium litbang di Pusdik Kopassus Batujajar, Bandung menjadi lokasi penelitian dan pengembangan Alutsista TNI AD. Kepala laboratorium Dislitbangad Bandung, Letkol CPL Ops Simon Petrus Kamlasi menuturkan, TNI AD tak mau kalah menghadapi persaingan militer yang kuat.

TNI AD sedang mengembangkan diri menghadapi era militer yang kuat. Di sinilah dapurnya untuk mengembangkan Alutsista,” papar Simon di Laboratorium litbang di Pusdik Kopassus Batujajar, Bandung Kamis, (23/3).

Beranggotakan 37 orang militer dan 22 orang PNS, Dislitbangad Bandung mengembangkan kemampuan rekayasa melalui kegiatan rancang bangun. Hasil dari Dislitbangad seperti Mekatronik mortir 81 MM dan lensa tembak PJD.

Mudah-mudahan kita akan mengaplikasikan meriam produksi dalam negeri,” harap Simon.

Simon ingin alutsista dapat diproduksi di dalam negeri sendiri. Meski diakuinya, ada kendala dalam memproduksi alutsista sendiri yakni belum adanya kemandirian. Simon juga menceritakan, pada tahun 1960-an TNI AD sudah mampu menerbangkan roket.

Lebih baik membuat karya sendiri sendiri, kita kembangkan sendiri. Tahun 60an Sudah menerbangkan roket pertama. Kendala utama adalah mandiri dari produksi. Negara lain sudah mandiri. Kalau sudah mandiri musuh belum datang kita sudah kirim roket duluan,” imbuhnya.

Simon mengaku, selama ini TNI membeli roket Multi laras dari Brasil. Negeri sepakbola itu sudah mandiri dalam memproduksi senjata sendiri. Berkaca dari itu, Simon optimis Indonesia mampu menjadi negara mandiri dengan memproduksi alutsista sendiri.

TNI AD kini sedang membuka kerja sama seluas-luasnya dalam hal penelitian. Terkait anggaran Simon mengaku ketersediaannya cukup, namun yang masih kurang adalah ide penelitian.

Ketersediaan anggaran cukup. Yang kurang adalah ide untuk diteliti. Kita butuh masukan dalam penelitian. Elaborasi ini yang akan kita konstruksikan. TNI sedang membuka kerjasama seluasnya dlm penelitian,” papar Simon.

   Merdeka  

Tim Densus 88 Menangkap 8 Terduga Teroris di Wilayah Banten dan Jawa Barat

Beli Senjata dan Ikut Latihan di Filipina Satu kendaraan Teroris dilumpuhkan [detik]

Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 8 terduga teroris di wilayah Banten dan Jawa Barat. Salah satu terduga teroris juga diduga memiliki koneksi dengan jaringan teroris di Filipina Selatan.

"Saya akan menyampaikan hasil penangkapan terhadap 8 orang terduga teroris yang ditangkap dari 5 TKP berbeda, saya menyampaikan tentu belum lengkap dan belum bisa menampilkan barang bukti, karena masih dalam pengembangan," kata Kombes Martinus Sitompul, Kabag Penum Divisi Humas Polri, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/3/2017).

Para terduga teroris tersebut ditangkap pada Kamis 23 Maret 2017. Martinus mengatakan telah dilakukan penangkapan terhadap 8 orang terduga teroris. Penangkapan pertama terjadi pada pukul 05.00 WIB, di wilayah Pesanggrahan, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

"Telah ditangkap satu orang atas nama SM alias AR (45) yang beralamat di Tambun Selatan, Bekasi, keterlibatannya di antaranya mendanai bom Thamrin pada awal tahun 2016 yang lalu," ujar Martinus.

Menurut Martinus, SM juga diduga membangun kelompok jaringan teror Indonesia dan Filipina Selatan. Di mana yang bersangkutan memiliki koneksi langsung terhadap kelompok teroris di Filipina Selatan.

"Kemudian juga membeli senjata, yang kita ketahui bahwa dua senjata yang dipakai pada saat bom Thamrin terjadi itu adalah berasal dari pembelian oleh saudara SM dan NK ke Filipina, ada juga beberapa senjata yang dibeli dan tentu masih kita dalami, karena ini informasi dari yang bersangkutan," ujarnya.

TKP kedua berada di wilayah Tangerang Selatan. Satu tersangka atas nama BEP (37) ditangkap sekitar pukul 11.10 WIB, di Jalan Aria Putera, Ciputat, Kabupaten Tangerang Selatan.

"Keterlibatannya adalah bagian dari tersangka SM yang sebelumnya ditangkap di Bekasi, dia juga pernah mengikuti pelatihan militer di Filipina Selatan," ungkap Martinus.

Sedangkan TKP ketiga, keempat dan kelima berada di wilayah Banten. Martinus menerangkan ada 6 tersangka yang ditangkap.

"TKP ketiga di Pandeglang, satu orang atas nama M (45) ditangkap pukul 8.10 WIB pagi hari, yang bersangkutan juga merupakan bagian dari kelompok SM, yang ditangkap di Bekasi," ujar Martinus.

"Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB di wilayah Ciwandan, Cilegon, ada 4 orang dengan dua mobil dilakukan upaya penangkapan terhadap mereka yang diduga merupakan bagian dari kelompok teroris, peristiwa penggerebekannya di daerah Ciwandan, Cilegon," sambungnya.

Martinus mengatakan pada TKP keempat ini ada perlawanan dan penyerangan terhadap anggota. Sehingga dilakukannya upaya penindakan serta menyebabkan satu orang tersangka NK tewas. "Satu orang tewas, satu orang lagi terluka tangannya dan mereka sudah di bawa ke RS Kramat jati Jakarta Timur," ujar Martinus.

Dari keempat tersangka yang ditangkap di Cilegon, kemudian berkembang sehingga berhasil membekuk satu orang tersangka lagi. Tersangka tersebut atas nama AJ. "Kita menangkap satu orang di wilayah Kecamatan Pagelaran, Pandeglang, atas nama AJ yang juga masih bagian kelompok SM," ujarnya.

Dari kedelapan tersangka, satu orang diantaranya tewas. Sedangkan 7 orang lainnya akan dilakukan pemeriksaan intensif selama 7 hari ke depan. (aan/rvk)

 Berafiliasi JAD, Berencana Berlatih di Halmahera 
http://id.vltrends.com/thumb/540x960//2017-03/dibuntuti-dari-anyer-begini-penangkapan-terduga-teroris-cilegon_1.jpegDibuntuti dari Anyer, Begini Penangkapan Terduga Teroris Cilegon

8 orang terduga teroris yang ditangkap di Banten dan Jawa Barat disebut berencana melakukan pelatihan di Halmahera, Maluku Utara. Terduga teroris ini berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Kelompok ini yang berafiliasi dengan JAD dan berkolaborasi dengan kelompok teror di Filipina Selatan. Mereka terkoneksi dan bahkan akan melakukan pelatihan di wilayah Halmahera," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/3/2017).

Menurut Martinus, para terduga teroris tersebut juga ingin membuat lokasi pelatihan di Halmahera. Konsep ini sama dengan yang dilakukan kelompok teroris di Poso.

Terkait penangkapan para terduga teroris, tim Densus 88 menyita sejumlah barang bukti di antaranya dokumen, beberapa handphone, satu buah pistol, dan uang dalam bentuk dolar dan rupiah. Barang bukti ini diteliti untuk pengembangan pemeriksaan.

"Ini kemudian dikumpulkan untuk dilakukan satu pemeriksaan kepada mereka, sehingga bisa mendapatkan struktur hukum, kita masih punya waktu 7 hari untuk melakukan pemeriksaan," ujarnya.

Delapan terduga teroris yang ditangkap terpisah yakni SM alias Abu Ridho, M BEP, AJ, NK, AS, IP dan AM. (fdn/rvk)

  Rumah Terduga Teroris di Tangsel Digeledah 
Rumah Terduga Teroris yang Ditangkap di Tangsel DigeledahRumah terduga teroris, BEP, di Pamulang, Kota Tangerang, digeledah polisi. BEP dikenal warga sebagai sekretaris RT di lingkungannya.

Penggeledahan tepatnya terjadi di sebuah rumah kuning muda yang di Jalan Asia Afrika II RT 04/13 No.26. Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Jumat (24/3/2017).

"Saya kaget juga. Saat digeledah sekitar pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB rumahnya kosong, tidak ada orang," kata wakil ketua RT setempat, Sahrir Sidiq.

Menurut Sahrir, BEP merupakan salah seorang pengurus RT di wilayahnya. Hal itu membuat warga tidak menaruh curiga jika BEP terlibat jaringan teroris. "Kebetulan dia sekretaris RT. Dia bagian pembukuan. Dia pengurus di sini makanya kami nggak curigain," ujar Sahrir.

Sahrir juga mengatakan BEP berencana pindah dari rumah itu. BEP akan tinggal di Bogor, Jawa Barat, untuk membuka usaha baru.

"Yang saya tahu rumah ini mau dijual karena dia mau pindah ke Bogor. Pindah ke Bogor mau buka usaha di sana. Di sini, dia kerjanya teknisi internet," papar Sahrir.

Mengenai penggeledahan rumah BEP, polisi belum bisa dimintai keterangan. Kapolres Tangsel AKBP Ayi Suparman belum memberi jawaban saat dihubungi. (aan/rvk)


  ★ detik  

[Dunia] Penyerbuan SEAL Team Six di Yaman Gagal

Personel Gugur http://angkasa.co.id/wp-content/uploads/2017/01/osprey-destroyed-in-yaman.jpgBangkai Osprey yang melakukan hard landing dan terpaksa dihancurkan oleh F-16.

Salah satu perintah pertama yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump adalah otorisasi atas serbuan pasukan khusus ke Yaman. Yang jadi sasaran adalah Abdulrauf al Dhahab.

Abdulrauf adalah saudara dari ulama radikal Anwar al Awlaki yang berhasil ditewaskan AS melalui serangan drone pada 2011. Abdulrauf yang juga berafiliasi dengan al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) bersembunyi di rumah keluarga besar klan Dhahab di provinsi Bayda.

Operasi penyergapan (raid) kediaman al Dhahab sudah direncanakan berbulan-bulan. Awalnya pihak administrasi Presiden Barack Obama telah berulangkali menolak untuk mengotorisasi misi karena menghitung resiko serbuan ke wilayah yang dikuasai oleh militan garis keras dan manfaat yang didapat tidak sebanding.

Presiden Trump yang berupaya mencapai kemenangan-kemenangan instan ternyata menyetujui operasi tersebut pada minggu kedua Januari 2017.

Yang ditunjuk sebagai eksekutor adalah SEAL Team 6 (ST6), atau yang saat ini bernama resmi United States Naval Special Warfare Development Group atau singkatnya DEVGRU.

Misi serbuan ke Bayda sendiri diputuskan dilancarkan pada Sabtu malam, 28 Januari 2016. Ketika kebanyakan masyarakat sedang sibuk bermalam minggu atau mungkin yang jomblo hanya bisa nonton televisi di rumah, satu tim ST6 diterbangkan dari pangkalan udara di Djibouti dengan menggunakan pesawat tilt rotor MV-22 Osprey milik 8th SOS (Special Operations Squadron) AFSOC (Air Force Special Operations Command).

Sasaran mereka adalah Abdulrauf dan juga material intelijen yang mungkin ada di rumah tersebut. Pesawat tersebut tiba di atas wilayah sasaran pada tengah malam dan langsung menerjunkan pasukan komando yang dilindungi oleh setidaknya satu drone MQ-9 Reaper yang dilengkapi dengan rudal Hellfire.

Upaya serbuan yang diharapkan memberikan efek kejut dan pendadakan nyatanya berubah menjadi pertempuran brutal karena keluarga Dhahab ternyata sudah menduga kalau mereka akan diserbu.

Alhasil, operasi serbuan yang harusnya berlangsung dalam hitungan menit tersebut pecah menjadi kontak tembak yang berlangsung nyaris selama dua jam.

Kontak tembak berjalan tidak imbang karena tim ST6 yang jumlahnya tidak sampai 20 orang harus berhadapan dengan puluhan orang militan Al Qaeda. Militan juga dibantu milisi asing dari Arab Saudi.

Walaupun sudah memanggil bala bantuan AC-130 Spectre yang menyerang berbagai sasaran, korban jiwa tak terhindarkan. Satu orang personel ST6 gugur, sementara tiga lainnya terluka.

MV-22 Osprey yang dipanggil untuk mengevakuasi personel yang terluka justru kena tembak, mengalami kerusakan, dan akhirnya terpaksa hard landing. Dua awaknya terluka namun berhasil dievakuasi. Osprey malang tersebut terpaksa dihancurkan dengan serangan udara dari F-16 milik AU AS.

Seluruh personel ST6 dan kru MV-22 akhirnya berhasil diselamatkan keluar dari sarang tawon ganas tersebut.

Rilis resmi US Centcom (Central Command) mengakui adanya korban tewas di pihak AS, sekaligus menyebut adanya 14 korban tewas di pihak militan. Abdulrauf al Dhahab juga diklaim berhasil ditewaskan dalam operasi tersebut.

Yang tidak disebutkan adalah adanya korban di pihak sipil, termasuk anak perempuan Anwar al Awlaki yang masih berumur 8 tahun. Pejabat pemerintah Yaman di provinsi Bayda bahkan menyatakan adanya delapan wanita dan tujuh anak-anak yang menjadi korban salah tembak dalam operasi tersebut.

Jumlah ini belum termasuk bangunan-bangunan yang hancur, termasuk rumah sakit. Dan, seperti ‘realita alternatif’ yang menjadi mantra Presiden Trump, ia lagi-lagi mengklaim kalau misi serbuan ini sukses besar.

Kegagalan misi serbuan US SEAL Team 6 yang termahsyur setelah berhasil menamatkan karir Osama bin Laden dalam operasi Neptune Spear ini bukanlah yang pertama, dan sepertinya bukan yang terakhir pula.

Dengan tuntutan operasi yang luar biasa sulit, dan dihadapkan pada kondisi yang tidak berpihak, SEAL Team 6 adalah satu dari dua kesatuan terelit dengan kemampuan antiteror yang sempurna.

Author: Aryo Nugroho

  angkasa  

[World] Saudi Arabia to build Chinese UAVs

Saudi Arabia already operates the CASC CH-4, seen here at Airshow China 2014. (IHS/Kelvin Wong)Saudi Arabia already operates the CASC CH-4, seen here at Airshow China 2014. (IHS/Kelvin Wong)

Saudi Arabia's King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST) announced on 16 March that its president and the chairman of the China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) had signed a partnership agreement covering the manufacture of unmanned aerial vehicles (UAVs).

The KACST did not provide further details of the agreement, which was one of several announced during a visit by King Salman bin Abdulaziz al-Saud to China aimed at developing a strategic relationship between the two countries.

Ali Mohammed al-Ghamdi, the CEO of the Taqnia Aeronautics Company, a subsidiary of the Saudi technology development organisation Taqnia, has previously stated on Twitter that an agreement has been signed with China Aerospace Long-March International (ALIT) to manufacture members of the CH family of UAVs in Saudi Arabia. He said the Saudi-made UAVs would be for both military and civilian purposes and would be marketed to other countries in the region.

ALIT promotes CASC products, including the CH series of UAVs, to foreign customers.

Saudi Arabia confirmed during the induction ceremony for the Royal Saudi Air Force's (RSAF) new F-15SA multirole fighters in February that it already has Chinese UAVs in service.

A photograph emerged from the event showing what appeared to be a more sophisticated version of the CASC CH-4 medium-altitude long-endurance UAV than the one previously displayed by the Iraqi military. It had a bulge on top of its nose that could accommodate a satellite communications antenna and was displayed with what appeared to be AR-1 laser-guided missiles and FT-9 guided bombs, which are both CASC products that are also used with Iraq's CH-4s.

CASC unveiled the larger CH-5 during Airshow China in November 2016. The company's promotional information states that it has a maximum take-off weight of 2,600 kg with a 900 kg payload, and an endurance of 30 hours when not carrying weapons.
 

  Janes  

Jumat, 24 Maret 2017

[Video] Uji Alutsista Dislitbang TNI AD

Liputan CNNMenciptakan berbagai peralatan tempur, juga menjadi urusan dinas penelitian dan pengembangan TNI Angkatan Darat. Dari satuan inilah, lahir berbagai peralatan tempur yang cukup inovatif, untuk menunjang operasi TNI AD. 


  Youtube  

Pesawat Militer AS Mendarat Darurat

Di Bandara AcehPesawat Militer AS Mendarat di Aceh (Agus-detikcom)

Pesawat militer Amerika Serikat (AS) mendarat darurat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh. Pesawat tersebut diduga mengangkut barang dan anggota militer.

Pantauan detikcom Kamis (24/3/2017), pukul 16.00 WIB, pesawat berwarna putih dengan bagian bawah warna abu-abu itu parkir di salah satu sudut bandara. Di lambung pesawat terdapat bendera AS dan kode "OF". Pada bagian badan pesawat juga terdapat tulisan "United States Air Force".

Beberapa petugas militer AS terlihat berdiri tak jauh dari pesawat. Mereka di sana beberapa kali terlihat berbincang dengan petugas bandara.

Para militer yang berjumlah beberapa orang ini keluar masuk ke dalam pesawat. Mobil double cabin warna kuning milik bandara sempat mendekat ke lokasi pesawat parkir.

Informasi dihimpun detikcom, pesawat tersebut mendarat darurat di Bandara SIM sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat (24/3/2017) siang tadi. Dugaannya, pesawat tersebut mengalami kerusakan pada bagian mesin.

Saat pesawat mendarat, beberapa mobil pemadam kebakaran sempat siaga. Hingga saat ini, pihak terkait belum mau memberikan keterangan terkait mendaratnya pesawat AS tersebut.
 

  detik  

155 Simpatisan Kelompok Bersenjata Menyerahkan Diri

Di Papua 150 orang mantan simpatisan kelompok bersenjata, kembali ke pihak pemerintah Indonesia (Dok Dispen TNI AD)

Sebanyak 155 orang simpatisan kelompok bersenjata di Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, 'turun gunung'. Mereka kemudian menyatakan kesetiaannya pada Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (24/3/2017). Disebutkan, pihak tentara melakukan pendekatan manusiai untuk mengajak mereka bergabung dengan Indonesia.

"Dengan pendekatan humanis dan menyentuh yang dilakukan oleh Danramil 1714-14/Sinak Lettu Inf Yusuf Rumi," begitu bunyi keterangan dari TNI.

155 Orang itu termasuk Utaringgen Telenggen. Mereka turun gunung dan mendatangi Markas Koramil Sinak pada 15 Maret pukul 14.30 WIT, didampingi Pendeta Zakarias Tabuni. Pada Senin (20/3), ratusan orang itu kemudian mendatangi acara peresmian Kantor Kas BPD Papua. Di situ ada Bupati Puncak Jaya Wilem Wandik.

TNI: 155 Simpatisan Kelompok Bersenjata di Papua Menyerahkan Diri150 Orang mantan simpatisan kelompok bersenjata, kembali ke pihak pemerintah Indonesia (Dok Dispen TNI AD)

Dalam acara itu, Wilem memberi sehelai bendera Merah Putih ke Utaringggen Telenggen dan 154 simpatisan kelompok bersenjata itu. Kini ratusan orang itu benar-benar kembali ke pangkuan pihak Indonesia. Namun mereka meminta aspirasi mereka dipenuhi.

Aspirasi mereka adalah mendapatkan rumah honai yang layak dan sehat, juga meminta jaminan keamanan dari TNI dan Polri karena masih terancam dengan kelompok bersenjata pimpinan Lekagak Telenggen dan Gombanik Telenggen. Mereka adalah orang-orang dari Kampung Weni dan Kampung Rumagi Distrik Mageabume, Puncak Jaya. (dnu/imk)
 

  detik  

Laboratorium Dislitbang Ujikan Materil Alkap TNI AD

Mekatronik Mortir 81 mm generasi kedua (TNI AD)

Hari kedua insan media nasional ke satuan Angkatan Darat mengunjungi laboratorium uji materil milik Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislibangad) di Batujajar, Bandung, Kamis (23/3/2017).

Berbagai proses uji materiil meliputi uji munisi dan senjata, uji pelumas, uji kendaraan taktis dan kendaraan tempur, uji accu dan solar cell dan berbagai uji perlengkapan latihan perorangan serta pengembangan dan pengujian materiil alutsista TNI AD.

Kepala Laboratorium Dislitbangad Letkol Cpl. Simon P. Kamlasi mengatakan, Laboratium uji Dislitbangad tidak hanya menguji materiil yang telah dikembangkan oleh TNI AD, tetapi juga melakukan uji materiil hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh akademisi dan peneliti diluar TNI AD.

http://www.koran-jakarta.com/images/article/phpyvzhf2_resized.jpgDikatakan Letkol Simon P. Kamlasi, Dislitbangad membuka peluang kepada seluruh pihak termasuk Perguruan Tinggi Ketekhnikan seperti ITB dan ITS untuk bersama Dislitbangad untuk penelitian dan pengembangan alutsista TNI khususnya TNI AD.

Selain melakukan uji materiil, Laboratorium Uji Dislitbangad juga melakukan sertifikasi terhadap materiil yang telah lulus pengujian untuk diproduksi massal dan digunakan bagi kepentingan Angkatan Darat.

Koordinator Kunjungan awak media Kolonel Inf. Benny Bintoro menyampaikan, dengan mengenal lebih dekat satuan-satuan jajaran Angkatan Darat. Melalui media massa diharapkan masyarakat dapat juga mengenal satuan-satuan yang terdapat di Angkatan Darat.

Disamping itu sekaligus menginformasikan kepada masyarakat luas tentang tugas dan fungsi satuan-satuan Angkatan Darat bahwa TNI AD bekerja keras mengembangkan sistem pertahanannya untuk mengawal tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 

  TNI AD  

Pangarmabar Saksikan Uji Coba HDPE Boat

HDPE Boat produksi PT. Sari Multi Raya Artha

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., menyaksikan pelaksanaan uji coba high density polyethelene (HDPE) Boat di perairan Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (22/3).

Dalam uji coba HDPE Boat tersebut, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., didampingi Kepala Staf Koarmabar (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad, S.H., M.M., para pejabat utama Koarmabar serta Direktur II PT. Sari Multi Raya Artha Indiana dan Direktur Teknik PT. Sari Multi Raya Artha Hari Supriyadi.

HDPE Boat merupakan kapal jenis speed boat yang dirancang khusus sehingga tetap mengapung walaupun dalam kondisi darurat dikarenakan mempunyai kontruksi desain berbahan material high density polyethelene (HDPE) dan dibuat dengan dua lapis yang diisi dengan polystyrene blocks.

Uji coba HDPE Boat produksi PT. Sari Multi Raya Artha tersebut, diawaki prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar melakukan uji kecepatan dan manuver dengan kecepatan tinggi. Selain itu, juga dilakukan uji coba bahan material HDPE dengan tembakan menggunakan senjata laras panjang jenis SS-1 dengan peluru tajam.

Usai menyaksikan pelaksanaan uji coba HDPE Boat, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., melakukan pengecekan kendaraan tempur sea raider Satkopaska Koarmabar.
 

  TNI AL  

Honeywell Signs 34 Aircraft Engine Contract with PT Dirgantara Indonesia

Honeywell has been selected by PT Dirgantara Indonesia to supply 34 TPE331 turboprop engines for its NC212i aircraft over the next four years.

Honeywell is expected to deliver the first six engines in 2017, with the rest to be delivered through 2020.

Honeywell will also provide complimentary TPE331 training for six PTDI engineers to promote line-maintenance skills and to transfer technical knowledge to locally based companies.

PTDI’s new generation NC212i aircraft is an exceptional aircraft that suits Southeast Asia’s need for a variety of missions, including maritime and coast guard patrol, passenger, troop and cargo transport, search and rescue, and medical evacuation. As a key high-growth region for Honeywell, we are committed to supporting aircraft operators and manufacturers such as PTDI as they expand their capabilities across the region,” said Mark Burgess, vice president, APAC, Defense and Space, Honeywell Aerospace. “We are excited and confident to see Honeywell’s TPE331 engine deliver swifter throttle response and increased fuel efficiency — for maximum mission performance.”

The TPE331 was Honeywell’s first turboprop engine, originally designed more than 50 years ago, and the first commercial version received its Supplemental Type Certificate from the Federal Aviation Authority in 1965. Throughout this time, Honeywell has made numerous improvements to the power section and gearbox, which have allowed the engine to prove itself in demanding conditions around the world.

Developed for multiple applications within military, regional airline, agricultural and general aviation aircraft, the series now includes 18 engine models and 106 configurations.

Today, with more than 13,000 engines delivered and more than 122 million hours of flight time, the TPE331 is one of the most reliable and proven turboprop engines, known for its shorter takeoffs, improved fuel efficiency and lower operating costs.

PTDI has a rigorous selection process when it comes to engines for our aircraft. Honeywell’s TPE331 engine is well-aligned with our needs for its reliability and cost efficiency,” said Budi Santoso, president director, PTDI. “We are confident that the TPE331 engine will deliver excellent performance and reliability while enhancing our aircraft capabilities. The agreement with Honeywell also further strengthens our capabilities as an aircraft manufacturer in the region.
 

  asiatraveltips