Sabtu, 05 Agustus 2017

Kemampuan Prajurit Kopaska Terus Ditingkatkan

Latihan Bersama US Navy SealsMelalui latihan bersama dengan sejumlah pasukan khusus Angkatan Laut AS, Navy Seal, kemampuan para anggota Komando Pasukan Katak TNI AL (Kopaska) ditingkatkan. Peningkatan dilakukan, baik dalam profesionalisme, kebersamaan, dan kerja sama antara Kopaska dan US Navy Seal.

Ditingkatkan profesionalisme prajurit agar dapat mewujudkan postur TNI yang kuat untuk menjaga kedaulatan serta integritas NKRI dari segala bentuk ancaman, gangguan, dan hambatan, baik yang potensial maupun yang faktual,

kata Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Laksma TNI ING Ariawan pada pembukaan latihan bersama bersandi Thunder Iron 17-2446, di Pusat Latihan Kapal Perang Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jumat (4/8).

Menurut Ariawan, latihan ini merupakan wujud dari kebijakan luar negeri antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat ke arah yang lebih positif. Kerja sama ini dilakukan dengan prinsip saling menghormati dan menguntungkan.

Sejumlah materi, tambah Ariawan, akan digelar dalam latihan tersebut. Materi tersebut, antara lain markmanship, snipers prosedure, tactical combat caual care medical, closed quarter combat, special boat unit tactics, visit board search and seizure, maritime introdiction operation, dan full mission profile. [SB/N-3]

   Koran Jakarta  

Kerap Terjadi Pelanggaran Udara

Hawk TNI AU [TNI AU]

Komandan Pangkalan Udara (Lanud) El Tari Kupang Kolonel Penerbang (Pnb) Ronny Moningka menilai bahwa pelanggaran udara sering terjadi di wilayah Udara Nusa Tenggara Timur sebelum adanya operasi pesawat tempur di Kota Kupang.

Dulu waktu sebelum kami berada di sini sering terjadi penyerobotan wilayah, atau pelanggaran di wilayah udara,” katanya kepada wartawan di Kupang, Jumat.

Hal ini disampaikannya di sela-sela kegiatan “coffe morning” dalam rangka menjalin silaturahmi bersama sejumlah wartawan di Kota Kupang.

Ia mengaku radar di desa Buraen Kabupaten Kupang sering mendeteksi pelanggaran udara, namun saat ditelusuri ternyata hanya pelanggaran udara yang bersifat sementara saja.

Kalau di udarakan tidak terlihat batas-batasnya, kalau pelanggaran yang tidak disengaja namun akhirnya kembali lagi ke jalur yang benar itu tidak menjadi masalah,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, berbeda dengan kejadian beberapa tahun lalu pesawat dari Arab yang memasuki wilayah NTT kemudian dikejar oleh pesawat tempur Sukhoi.

Kejadian itu, lanjutnya, menjadi pembelajaran sehingga kedepannya peningkatan keamanan di Lanud El Tari ditingkatkan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Markas Besar TNI Angkatan Udara (TNI-AU) juga sudah menargetkan pada 2022 nanti satu skuadron pesawat tempur tetap sudah bisa ditempatkan di Lanud El Tari Kupang.

Dengan adanya penempatan pesawat tempur tersebut secara permanen maka tentu saja akan berpengaruh pada keamanan di wilayah NTT yang memang berbatasan dengan negara yakni Timor Leste dan Australia.

Saat ini sendiri ada tiga unit pesawat tempur jenis T-50i buatan Korea Selatan serta satu helikopter tempur yang tengah berjaga di wilayah NTT.

Sementara itu Komandan Skuadron Udara 15 Lanud Iswahjudi Letkol Pnb Budi Susilo mengatakan bahwa dalam proses pengawasan yang telah dilakukan sejak 24 Juli hingga saat ini tidak ditemukan adanya pelanggaran baik itu laut serta Udara.

Tidak ada yang mencurigakan. Tidak ada pelnggaran udara serta tidak ditemukan pelanggaran di laut,” tuturnya (Ant).

  Cendana  

Pesawat Tempur Ditempatkan Permanen di NTT

✈ Pada 2022T50i Golden Eagle TNI AU [TNI AU]

Markas Besar TNI Angkatan Udara (TNI-AU) menargetkan pada 2022 sudah bisa menempatkan satu skuadron pesawat tempur secara permanen di Lanud El Tari Kupang, kata Komandan Lanud El Tari Kupang Kolonel Penerbang (Pnb) Ronny Moningka di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Penempatan satu skuadron pesawat tempur di markas Lanud El Tari ini nantinya akan bersamaan dengan kenaikan tipe Lanud tersebut dari tipe B ke tipe A," kata dia di sela-sela kegiatan Coffe Morning bersama sejumlah wartawan di Kupang, Jumat (4/8).

Ia menjelaskan menyambut perubahan tipe Lanud dan akan didatangkannya satu skuadron pesawat tempur tersebut maka saat ini Lanud El Tari terus berbenah. Hal tersebut terbukti dengan kembali dibangunnya satu hangar khusus parkir bagi pesawat tempur yang nantinya akan ditempatkan di Lanud tersebut.

"Saat ini, masih terus dilakukan pembangunan secara bertahap. Dan, setiap tahun akan selalu ada pembangunan untuk mendukung perubahan tipe tersebut dan sekaligus penempatan pesawat-pesawat tempur di sini (Lanud El Tari)," kata dia.

Penempatan permanen pesawat tempur itu dilakukan mengingat NTT merupakan daerah perbatasan yang berbatasan dengan Australia dan Republik Demokrat Timor Leste. Artinya, penempatan tersebut berkaitan dengan alasan pertahanan keamanan negara.

Terkait pesawat tempur jenis mana yang akan ditempatkan setelah berubah tipe, ia mengatakan, akan menempatkan pesawat-pesawat tempur sesuai dengan radius operasi di wilayah NTT. Hingga saat ini, ada tiga pesawat tempur jenis T-50i dan satu helikopter tempur yang tengah diparkir di hangar Markas Lanud El Tari Kupang.

Kehadiran tiga pesawat tempur buatan Korea Selatan dan satu helikopter tempur tersebut adalah dalam rangka mengamanakn wilayah perbatasan Indonesia di NTT sekaligus mengelar kegiatan Kilat Badik 17 dan operasi lintas Cenderawasih. "Proses pengamanan ini akan dilakukan hingga Kamis (24/8) nanti, baru kemudian tiga pesawat ini akan kembali ke markasnya di Lanud Iswahjudi," kata dia.

Dalam sehari, pengawasan yang dilakukan oleh tiga pesawat tempur itu sendiri dilakukan selama tiga kali dan waktunya tergantung dari para pilotnya. [ant]

  Republika  

[World] Malaysia Inaugurates New Maritime Base

Near disputed island with SingaporePedra Branca [channelnewsasia]

The Malaysian government has inaugurated a new maritime base approximately 500 m southeast of Pedra Branca, an outlying island under the jurisdiction of Singapore that Kuala Lumpur believes is part of its territory.

The installation – which has been constructed across two uninhabited features at the eastern opening of the Singapore Strait known as Middle Rocks – was inaugurated by the Sultan of Johor, Ibrahim Ismail bin Iskandar, on 1 August. Accompanying the sultan at the inauguration was chief of the Royal Malaysian Navy (RMN), Admiral Ahmad Kamarulzaman bin Ahmad Badaruddin.

The maritime base's construction was initiated as a national security project that seeks to secure Malaysia's territorial waters, according to a video statement from the Sultan of Johor's office. Facilities on the installation, which Malaysia refers to as the Abu Bakar Maritime Base, include a 316 m jetty, a lighthouse, and a helicopter landing pad.

Agencies expected to use these facilities include the RMN, the Malaysia Coast Guard, and the maritime component of the Royal Malaysian Police – all of which were represented by their respective senior officials during the inauguration ceremony.
 

  IHS Jane's  

Jumat, 04 Agustus 2017

Indonesia Barter Komoditas dengan 11 Pesawat Sukhoi dari Rusia

Barter Kopi, Teh dan CPOPada pertemuan bilateral dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman imbal dagang antara perusahaan Indonesia dan Rusia [kemendag]

Pemerintah segera melakukan barter sejumlah komoditas nasional dengan 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia.

Barter tersebut terealisasi seiring dengan ditekennya Memorandum of Understanding (MOU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Mengutip Kontan, Jumat (4/8/2017), pesawat Sukhoi dari hasil barter tersebut akan dipakai untuk menggantikan armada F-5.

Imbal dagang di bawah supervisi kedua pemerintah ini diharapkan dapat segera direalisasikan melalui pertukaran 11 Sukhoi SU-35 dengan sejumlah produk ekspor Indonesia mulai dari kopi dan teh hingga minyak kelapa sawit dan produk-produk industri strategis pertahanan,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dalam keterangan resminya, Jumat.

Menteri Perdagangan berharap agar kesepakatan imbal dagang kali ini dapat disusul oleh kesepakatan serupa menyangkut produk atau sektor lain.

Kesempatan itu kini sangat terbuka karena Rusia menghadapi embargo perdagangan dari Amerika Serikat, Uni Eropa, serta sekutu-sekutunya terkait isu keamanan dan teritorial.

Sementara itu, Rusia membalas dengan mengenakan sanksi pembatasan impor dari negara-negara tersebut. Akibat embargo dan kontra embargo ini, Rusia memerlukan sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan, termasuk buah-buahan tropis, serta produk esensial lainnya.

Ini peluang yang tidak boleh hilang dari genggaman kita. Potensi hubungan ekonomi yang memanfaatkan situasi embargo dan kontra embargo ini melampaui isu-isu perdagangan dan investasi yang biasa karena kita juga melihat peluang di bidang pariwisata, pertukaran pelajar, kerja sama energi, teknologi, kedirgantaraan, dan lainnya,” ujar Enggar.

Perdagangan bilateral antara Indonesia dan Rusia dapat dikatakan masih sangat rendah dibanding potensinya.

Pada tahun 2012 total perdagangan kedua negara hanya mencatat 3,4 miliar dollar AS dengan defisit di pihak Indonesia sebesar 1,6 miliar dollar AS.

Nilai perdagangan dan defisit yang sama dicatat pada tahun 2013 sebelum perdagangan bilateral menurun menjadi 2,6 miliar dollar AS pada tahun 2014 dan 1,9 miliar dollar AS pada tahun 2015 yang dibarengi perbaikan dalam posisi neraca bagi Indonesia.

Pada tahun 2015 Indonesia mulai mencatat surplus perdagangan senilai 1,1 juta dollar AS dengan Rusia dan meningkat menjadi 411 juta dollar AS pada tahun 2016.
 

  Kompas  

Kemhan Siapkan Jalur Kereta Api di Kalimantan

Untuk Penggeseran Tank Leopard & LogistikMBT Leopard 2RI [skokheh22]

Hadirnya jalur kereta api di Pulau Kalimantan ke depan, diharapkan Kementerian Pertahanan bisa memudahkan proses pengangkutan Alutsista seperti tank-tank tempur yang beratnya mencapai puluhan ton. Sekaligus nanti memobilisasi pasukan TNI.

Dihadapkan pada kondisi tanah yang gambut di Kalimantan, kecil kemungkinan tank berat seperti Leopard seberat 60 ton bisa dimobilisasi tanpa moda angkutan yang cepat dan efisien, seperti kereta api.

"Dalam pertempuran modern, sudah sangat lazim tank melawan tank. Tank berat seperti Leopard atau yang medium sekitar 20 ton itu bisa jalan di jalur biasa."

"Olehnya pembangunan jalur kereta api kami harap bisa mengangkut tank-tank ke daerah yang nanti diskenariokan sebagai daerah pertempuran," kata Kapuslitbang Strahan Balitbang Kementerian Pertahan RI Laksamana Pertama TNI Agus Rustandi saat berada di Gedung PUPR Perkim Kalimantan Utara, Kamis (3/8/2017).

Ketika jalur kereta api siap, Kementerian Pertahanan dan atau TNI bisa dengan mudah mengumpan tank-tank dari Pulau Jawa ke sepanjang perbatasan mulai Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara.

"Konsepnya ketika terjadi kedaruratan, maka tank diangkut dari Jawa melalui pelabuhan. Setiba di Kalimantan, selanjutnya diangkut kereta api ke perbatasan. Jadi ketika darurat, Kalimantan mendukung infrastrukturnya untuk mendispersi pasukan dan Alutsista," ujarnya.

Belum lagi Presiden Joko Widodo yang meminta agar pasukan TNI di Pulau Jawa diumpan ke perbatasan untuk memperkuat wilayah-wilayah terluar negara. Kementerian Polhukam lanjut Agus Rustandi juga sudah merencanakan hal ini.

"Akan ditempatkan di mana saja dan berapa banyak, masih tahap pengkajian. Pengkajian itu sebenarnya dalam 1 tahun sudah bisa direalisasikan."

"Dari Kodam juga sudah menyebutkan bahwa sudah mulai didirikan pos-pos baru di perbatasan. Tetapi kembali lagi ke persoalan anggaran dan SDM yang diperlukan," sebutnya.
 

  Tribunnews  

[Dunia] Qatar Beli 7 Kapal Angkatan Laut Italia di Tengah Krisis Teluk

⚓ Senilai hampir Rp 79 triliunIlustrasi Comandanti-class corvette [dohanews]

Qatar akan membeli tujuh kapal angkatan laut Italia dalam kesepakatan pertahanan besar senilai hampir Rp 79 triliun. Kesepakatan ini terjadi di tengah perseteruan antara monarki Teluk yang kaya minyak itu dengan blok yang dipimpin Arab Saudi.

"Saya dengan senang hati mengumumkan kesimpulan kesepakatan antara Pasukan Angkatan Laut Qatar untuk membeli tujuh unit kapal angkatan laut dari Italia dalam konteks kerja sama militer antara kedua negara," kata Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, dilansir dari Russia Today, Kamis (3/8/2017).

Pejabat tersebut menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai nama perusahaan Italia atau kapal itu sendiri, namun menambahkan kesepakatan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp 78 triliun.

Juni lalu, perusahaan galangan kapal milik Itali Fincantieri mengumumkan kontrak 4 miliar euro untuk mengirimkan beberapa kapal untuk Angkatan Laut Qatar.

Perusahaan tersebut mengatakan akan membangun empat kapal korvet untuk monarki Teluk, serta dua kapal pembantu dan kapal pendaratan amfibi. Tidak jelas pada tahap ini jika kesepakatan yang dimaksud mencakup kapal perang yang sama.

Kapal tersebut akan dibangun di galangan kapal Italia mulai tahun 2018. Produsen sistem pertahanan utama Italia, Leonardo, dikatakan memasang peralatan elektronik dan sistem persenjataan, sehingga menerima sekitar sepertiga dari kesepakatan besar tersebut.

Saat ini, Angkatan Laut Qatar hanya memiliki kemampuan tempur terbatas karena sejumlah kecil kapal dan aset. Menurut situs Global Security, ruang lingkup operasi Angkatan Laut terbatas untuk berpatroli di jalur pesisirnya untuk jangka waktu yang pendek, bersamaan dengan misi anti-penyelundupan dan anti-pembajakan.

Tiga kapal tempur La Combattante III buatan Perancis yang dipersenjatai dengan rudal anti-kapal Exocet, yang mulai beroperasi pada tahun 1983, merupakan inti dari Angkatan Laut modern Qatar.

Berita tentang kesepakatan militer menyusul perseteruan antara Qatar dan negara-negara tetangganya di Arab. Ketegangan diplomatik telah menyebabkan blokade ekonomi dan perjalanan, ditambah dengan ultimatum 13 poin yang dikeluarkan oleh blok Teluk yang dipimpin Saudi.

Di antara tuntutan itu, tetangga Arab Qatar bersikeras bahwa Doha harus menghentikan dukungannya terhadap kelompok teror, mengusir pasukan Turki dari negara tersebut, dan menutup jaringan berita internasional Al Jazeera yang didanai pemerintah.

Doha telah menolak ultimatum tersebut, mendapat kekuatan regional lainnya untuk memberikan dukungan politik. Turki telah mengirim sebuah kontingen kecil yang terdiri dari tentara, material dan kendaraan lapis baja dalam berbagai kesempatan, juga mengirimkan makanan dan bahan bakar ke Qatar.

Iran juga telah membantu Qatar dengan mengirimkan sekitar 1.000 ton buah dan sayuran setiap hari, menurut media Iran. (ian)

  Sindonews  

Pemerintah Tindaklanjuti Rencana Imbal Dagang Dengan Rusia

✈️ Pesawat Su35 Rusia [Marina]

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menindaklanjuti rencana imbal dagang dengan perusahaan asal Rusia, Rostec, yang ingin melakukan barter pesawat Sukhoi SU-35 dengan karet Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada 3-5 Agustus 2017 melakukan lawatan ke Rusia untuk memuluskan rencana tersebut. Pemerintah juga akan menawarkan komoditas lain kepada Rostec selaku rekanan Indonesia dalam skema imbal dagang tersebut.

"Rencana imbal dagang ini sudah hampir final. Namun, kami masih menawarkan produk Indonesia lainnya untuk diekspor ke Rusia selain karet yang mereka minta," kata Enggartiasto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kunjungan ke Negeri Beruang Merah tersebut rencananya juga untuk mempercepat terbentuknya Indonesia-Russia Preferential Trade Agreement (PTA) atau Perjanjian Perdagangan Produk Tertentu dan Kesepakatan Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasia (FTA) agar dapat mendorong perdagangan yang seimbang dengan Rusia dan negara-negara di kawasan Eurasia.

Negara yang dipimpin oleh Presiden Vladimir Putin tersebut dinilai memiliki peranan penting dalam hubungan dagang Indonesia. Rusia menjadi pintu gerbang produk Indonesia ke zona Uni Ekonomi Eurasia, yang terdiri dari Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kyrgyzstan.

Rusia juga merupakan pasar nontradisional terbesar untuk produk dan jasa layanan Indonesia di Eropa Tengah dan Timur.

Tahun lalu, perdagangan antara Indonesia dan Rusia mencapai 2,11 miliar dolar Amerika Serikat, di mana Indonesia mengantongi surplus sebesar 411 juta dolar AS. Nilai perdagangan tersebut mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan nilai pada 2015 sebesar 1,9 miliar dolar AS.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Rusia tumbuh sebesar 8,5 persen dalam lima tahun terakhir dengan nilai ekspor pada tahun 2016 sebesar 1,3 miliar dolar AS.

Pada periode Januari-Mei 2017, total perdagangan Indonesia-Rusia juga mengalami peningkatan sebesar 54,43 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan nilai perdagangan sebesar 1,12 miliar dolar AS.

Indonesia surplus 77,45 juta dolar AS dengan nilai ekspor sebesar 599,97 juta dan nilai impor sebesar 522,52 juta dolar AS. Produk ekspor utama Indonesia ke Rusia antara lain kelapa sawit dan turunannya, kopi, karet, minyak kelapa, dan coklat.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Misi Dagang ke Rusia juga dilakukan sebagai upaya diplomasi minyak kelapa sawit berkelanjutan Indonesia. Upaya ini telah dimulai sejak kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia tahun lalu untuk meningkatkan ekspor kelapa sawit berkelanjutan.

"Strategi pertumbuhan Indonesia selalu memperhitungkan komitmen pemerintah Indonesia terhadap lingkungan. Indonesia jelas mendukung ekspor kelapa sawit berkelanjutan," kata Enggartiasto.

Selain memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi yang telah dibangun sejak lebih dari 65 tahun silam, rangkaian kegiatan Misi Dagang Rusia juga dilakukan melalui Forum Bisnis Kelapa Sawit, Forum Bisnis Indonesia-Rusia, one-on-one business matching, serta kunjungan ke Paviliun Indonesia di Food City,

  ✈️ Antara  

Pre Sail Conference Sea Garuda 19 AB -17

✈️ Di Surabaya Bersama Royal Thailand NavyMenjelang pelaksanaan Manuvra lapangan, memasuki hari kedua latihan bersama antara TNI Angkatan Laut dengan Royal Thailand Navy (RTN) dengan sandi Sea Garuda 19 AB -17 melaksanakan Pre - Sail Conference, bertempat di ruang TFG Pusat Latihan Kapal Perang (Puslatkaprang), Komando Armada RI Kawasan Timur (Kolatarmatim), Ujung, Surabaya, Kamis (3/8/2017).

Dalam pre-sail conference dilaksanakan brifing OCS termasuk Gunnery dan Boardex brief antara TNI AL dengan Royal Thailand Navy (RTN), kegiatan ini digelar bertujuan untuk menyatukan pemahaman dan persepsi tentang materi latihan yang akan dilaksanakan saat Manuvra Lapangan (Manlap) di perairan laut jawa pekan depan. Pre-Sail Conference diikuti oleh para Komandan unsur Satgas, Kadep Ops, Perwira Navigasi, Perwira Komunikasi, dan Perwira senjata.

Seusai OCS termasuk Gunnery Dan Boardex Brief pada siang harinya dilanjutkan kegiatan Tactical Floor Game (TFG), TFG diikuti oleh seluruh peserta latihan baik dari unsur-unsur maupun oleh pelaku dari kedua Angkatan Laut yaitu unsur TNI AL dengan Royal Thailand Navy (RTN).

Dengan kegiatan TFG ini para pelaku akan dapat mengevaluasi tugas masing-masing peserta baik unsur maupun personil agar dalam pelaksanaan manuvra dilaut tiap-tiap unsur dapat melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing. (Dispenarmatim)

  ✈️ TNI AL  

Kamis, 03 Agustus 2017

Pesawat TNI AD Tergelincir di Bandung

✈️ Tak Ada Korban Jiwa✈️ Pesawat TNI AD tergelincir di Bandung Barat. (Dok. Istimewa)

Pesawat milik TNI AD tergelincir di Landasan Udara Suparlan, Bandung Barat, saat sedang membawa penerjun Kopassus. Tak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (2/8) kemarin pukul 14.00 WIB. Pesawat Casa 212 Penerbad saat itu sedang bertugas melayani 30 penerjun Kopassus yang sedang latihan.

"Iya benar ada kejadian itu, hanya tergelincir dari landasan," ujar Kadispen TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (3/8/2017).

Pesawat diketahui tergelincir saat mendarat di landasan udara Suparlan di Batujajar. Karena tergelincir, pesawat masuk parit di luar landasan.

Pesawat TNI AD Tergelincir di Bandung, Tak Ada Korban JiwaPesawat TNI AD tergelincir di Bandung Barat. (Dok. Istimewa)

Dipastikan tak ada korban akibat peristiwa ini. Namun memang ada kerusakan di bagian sayap, baling-baling kiri, dan body pesawat di sisi kiri.

"Nggak apa-apa, nggak ada korban. Hanya tergelincir keluar landasan," kata Denny.

Belum diketahui penyebab insiden tersebut. Pesawat yang dipiloti oleh Kapten Arief Hidayat diketahui kehilangan kendali setelah sebelumnya terjadi getaran di roda bagian depan.

"Jadi bukan jatuh ya, tergelincir karena kejadian saat ada di bawah," ucap Denny. (elz/fjp)

  ✈️ detik  

Kapal Selam Nagapasa akan Wujudkan RI Jadi Poros Maritim Dunia

✈️ Laporan Dari GeojeKapal selam KRI Nagapasa-403 (Niken/detikcom)

Kapal selam KRI Nagapasa-403 resmi masuk jajaran TNI Angkatan Laut. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan hal itu merupakan salah satu bentuk terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Perairan Indonesia memiliki nilai strategis bagi negara-negara di dunia. Masuknya KRI Nagapasa-403 ke jajaran TNI Angkatan Laut diharapkan mewujudkan stabilitas keamanan dan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," ujar Ryamizard dalam peresmian KRI Nagapasa-403 di dermaga galangan kapal Okpo, Geoje, Gyeongsang Selatan, Rabu (2/8/2017).

Kapal selam KRI Nagapasa-403 merupakan hasil pengembangan Transfer of Technology (ToT) bersama Korea Selatan melalui DSME (Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering). Kapal ini dibangun sejak 2013 di bawah kendali pengawasan Satuan Tugas Proyek Pengadaan Kapal Selam (Satgas Yekda KDSE DSME209), yang dipimpin Laksma TNI Iwan Isnurwanto.

Kapal Selam Nagapasa akan Wujudkan RI Jadi Poros Maritim DuniaRyamizard berharap kerja sama dalam proses ToT membangun kapal selam selanjutnya dapat terus ditingkatkan.

"Ini (ToT) sangat diperlukan. Kami minta agar ini betul-betul dilaksanakan sebaik-baiknya. Masalah teknologi ini kita tingkatkan bersama-sama," kata Ryamizard.

Kapal selam KRI Nagapasa-403 memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan ± 21 knot di bawah air. Kapal ini punya ketahanan berlayar lebih dari 50 hari dan mampu menampung 40 kru. Untuk menunjang fungsi, kapal juga dipersenjatai torpedo dengan fasilitas delapan tabung peluncur. (nkn/rvk)

  ✈️ detik  

Ujicoba Radar Baru Weibel

✈️ Pesawat Singapura Terpantau✈️ Radar Weibel MR2 - primary radar Satradar 215 TNI AU [RRI]

Radar baru Weibel MR2 di Satradar TNI AU 215 Congot di Jangkaran, Temon, Kulonprogo dilakukan ujicoba, Selasa (1/8). Dalam ujicoba yang disaksikan oleh Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas), Marsda TNI Yuyu Sutisna tersebut, radar berfungsi baik. Bahkan berhasil memantau pesawat Singapura yang lewat.

Marsda TNI Yuyu Sutisna mengatakan, ujicoba sudah mulai dilakukan sejak seminggu lalu. Ada pun ujicoba Selasa (1/8), dilakukan dengan menuntun atau meng-guide pesawat tempur yang diterbangkan dari Lanud Iswahyudi, Magetan. Pesawat tersebut terbang sampai sejauh 150 naute mil ke selatan dan ternyata penangkapan radar baru tersebut masih bagus.

Dua kali kami lakukan, pagi tadi dan siang ini. Hasilnya cukup memuaskan,” kata Marsda TNI Yuyu Sutisna.

Bahkan dalam ujicoba itu, juga berhasil memantau pesawat Singapura yang lewat.

Tadi waktu ujicoba, di selatan ada tiga tadi pesawat Singapore lewat menuju Australia, semua bisa terpantau dengan baik,” ungkapnya.

Marsda TNI Yuyu Sutisna memaparkan, sejalan dengan pembangunan bandara internasional di Kulonprogo, Kepala Staf Angkatan Udara atas izin Panglima TNI memberikan kebijakan untuk mengganti radar lama yang ada di Satradar Congot. Radar yang lama merupakan buatan tahun 1960-an, sehingga sudah tidak begitu efektif.

Pada intinya TNI Angkatan Udara siap memback-up dengan pembangunan bandara di Kulonprogo ini untuk mengawasi ruang udaranya,” tuturnya.

Radar MSSR 2000 - secondary radar Satradar 215 TNI AU [RRI]

Radar baru juga digunakan untuk pemantauan sekolah penerbang, sekolah instruktur penerbang, serta sekolah navigator yang ada di Lanud Adisutjipto Yogyakarta, untuk melihat situasi ruang udara latihan mereka. Radar baru bahkan juga bisa mengcover tiga per empat daerah latihan Lanud Iswahyudi dan 50 persen daerah latihan Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang.

Kota-kota jelas, Semarang, Jogja, Bandung wilayah selatan, Cirebon ke selatan semua bisa tercover dari sini. Sejauh dari sini 240 nautical mill atau kurang lebih 450 km dari titik ini kami bisa memantau,” paparnya.

Terkait kerawanan infiltrasi di wilayah selatan Jawa, Yuyu Sutisna menambahkan, pihaknya melakukan antisipasi. Karena wilayah selatan merupakan perairan terbuka dan sering juga kapal induk lewat, serta kapal-kapal dagang yang membawa helicopter.

Kami melakukan pengawasan seperti itu di wilayah selatan ini. Tapi kita tahu, wilayah selatan ini terbuka, kita harus betul-betul antisipasi adanya infiltrasi dan sebagainya, sejauh ini belum ada,” imbuhnya.

Di wilayah Jawa sendiri ada tiga radar, yakni di Pelabuhan Ratu, di Satradar Congot, serta di Ngliyep di selatan Malang.

Sebelumnya, Komandan Satradar TNI AU 215 Congot, Mayor Lek Joko Dwi Maryanto mengatakan, keberadaan radar baru tersebut sangat penting untuk pertahanan udara dan mengamankan perbatasan laut mau pun udara. Apalagi Indonesia di sisi selatan berbatasan dengan Australia. Radar tersebut bisa mendeteksi infiltrasi atau pesawat yang dengan sengaja terbang melewati batas wilayah udara NKRI dengan mematikan transponder.

  ✈️ Suara Merdeka  

Indonesia Service Hub Perkuat Daya Saing Industri Dirgantara

Garap Pesawat Militer Produksi AirbusAirbus C-295 TNI AU [Jeff Prananda] ✈️

Kerjasama Operasional (KSO) bidang pengembangan bisnis, maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat, Indonesia Service Hub, akan menggarap perawatan pesawat militer Airbus.

Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF), Iwan Juniarto, mengatakan, Indonesia Service Hub sekarang sudah ada perjanjian dengan GMF sebagai leader-nya, yaitu yang terdekat dengan Airbus Defence and Space.

GMF merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam KSO Indonesia Service Hub tersebut”, jelas Iwan, usai penandatanganan perjanjian kerja bersama antara Manajemen GMF dengan Serikat Pekerja GMF (GMF Employee Club) di Hangar 4 GMF, Tangerang, Selasa (1/8/2017).

Menurut Iwan, nantinya kerjasama tersebut akan mengerjakan proyek-proyek perawatan pesawat militer produksi Airbus yang digunakan di dalam negeri. Kerjasama tersebut akan dimulai di Surabaya untuk kolaborasi dengan beberapa perusahaan perawatan pesawat yang tergabung.

Indonesia Service Hub diinisiasi oleh Kementerian BUMN, guna memperkuat daya saing industri dirgantara nasional. Kerjasama ditujukkan untuk menggabungkan kapabilitas dan kapasitas dari masing-masing BUMN dirgantara, sehingga selain akan memperkuat industri dirgantara nasional, meningkatkan efisiensi belanja suku cadang, kerja sama ini pun akan memudahkan pelanggan.

Ini adalah salah satu bentuk komitmen BUMN terhadap pembangunan bangsa, melalui penguatan daya saing dan kompetensi Indonesia di bidang dirgantara, khususnya maintenance and repair,” ujar Menteri BUMN, Rini Soemarno, beberapa waktu lalu.

Melibatkan 6 BUMN industri dirgantara, yaitu GMF AeroAsia, PT Dirgantara Indonesia, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), Indopelita, dan Merpati Maintenance Facility (MMF), kerjasama strategis ini diproyeksikan menjadi service hub terdepan di regional, baik dalam hal komersial dan pertahanan.

Target saya, Indonesia Service Hub tak hanya menjadi penyedia jasa maintenance and service terdepan di Indonesia, tapi juga di Asean dan bahkan Asia. Saya yakin, dengan keunggulan kapabilitas dari masing-masing BUMN yang terlibat dan letak geografis Indonesia, kita bisa menjadi service hub bagi negara-negara di sekitar kita, dan tidak mustahil, kita dapat merebut sebagian pangsa pasar maskapai di Tiongkok,” tutur Rini.
 

  Cendana