Sabtu, 17 November 2018

Senjata Karya Poltekad Untuk Pasukan Khusus TNI

Corner Shot Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertahanan TNI AD mampu merancang senjata untuk pasukan khusus TNI. Senjata multiguna yang masih berbentuk purwarupa tersebut dinamai Corner Shot.

Keunggulannya adalah mampu melindungi penembak serta membidik sasaran meski posisinya berada di kanan kiri penembak.

Kapten Moh Ali prajurit Pusdik Arhanud ditemui detikcom saat mengoperasikan Corner Shot mengatakan, jika asesoris tambahan pada senjata itu mampu membelokan laras ke arah kanan dan kiri sampai 60 derajat.

"Pistol ini dengan asesorisnya mampu melindungi penembak dari musuh. Bagian laras depan bisa berbelok ke kanan dan ke kiri sampai 60 derajat," terang Ali ditemui detikcom di Markas Pusdik Arhanud TNI AD Jalan Kesatrian, Pendem, Kota Batu, Sabtu (17/11/2018).

"Kita akan lebih mudah membidik musuh, karena ada kamera pengintai di bagian laras. Sasaran akan mudah dilumpuhkan tanpa mengetahui keberadaan penembak. Prototipe ini dibuat dan sudah digunakan untuk pasukan khusus TNI," sambungnya.

Butuh waktu selama enam bulan untuk merancang senjata khusus yang dilengkapi layar menampilkan sasaran yang dituju tersebut.

"Kita butuh waktu enam bulan. Karena harus mendesain dahulu sampai dengan assembling," papar Ali.

Corner Shot beroperasi dengan bergantung kepada kemampuan baterai. Jika dalam posisi standby, akan mampu bertahan sampai lima jam.

"Jika dioperasikan terus menerus, maka hanya mampu bertahan sampai satu jam saja," terang Ali.

Ali turut mempraktikkan bagaimana sistem kerja dari Corner Shot di tempat pelatihan menembak di miliki Poltekad yang keberadaannya di Markas Pusdik Arhanud TNI AD. (iwd/iwd)

  detik  

TNI Pamer Robot Tempur Kota

Inovasi TNI AD Robot tempur kota buatan TNI AD

Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Malang memperkenalkan inovasi robot tempur kota buatan mereka. Robot tempur ini merupakan pengganti personel perang.

Operator Poltekad, Letnan Kolonel Nur Rachman mengatakan, alat ini digunakan untuk perang kota. Tugas robot ini menerobos pertahanan musuh.

"Robot tempur ini digunakan untuk perang kota, khususnya melakukan penerobosan ke pasukan lawan, daripada menanggung risiko jatuhnya korban personel, makanya memerintahkan alat untuk maju ke arah depan," kata Nur Rachman di Malang, Jumat 16 November 2018.

Nur Rachman menjelaskan, robot roda empat ini bisa menjadi andalan saat medan perang tergolong sulit ditembus prajurit TNI.

"Apabila daerah pertahanan musuh itu sulit ditembus, maka satu-satunya jalan memakai ini. Kelengkapan yang dimiliki ini, selain merusak konsentrasi lawan juga bisa menembak tank lawan," ungkapnya.

Nur Rachman menuturkan dari aspek strategi dan taktik, robot tempur kota ini juga memiliki keuntungan, yakni tidak perlu mengerahkan personel yang banyak untuk menyerang musuh. Cukup dengan satu alat yang bisa mencerai-beraikan musuh dan merusak konsentrasi lawan.

"Contohnya saja ketika kasus bom Sarinah, ketika itu betapa banyaknya polisi atau aparat mengepung teroris. Semua kebingungan mau masuk takut ditembak, mau melihat di mana posisinya tidak bisa dipastikan. Kalau pakai ini mungkin ceritanya jadi lain," katanya.

  VIVAnews  

Dislitbangau & PT Sari Bahari Kembangkan Target Drone Bermesin Jet

Target Drone Bermesin Jet [Rangga Baswara Sawiyya] 

Bermitra dengan PT Sari Bahari, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Dislitbangau) menampilkan target drone (TG) bermesin jet mini dalam pameran pertahanan internasional Indo Defence 2018 yang baru berlalu (7-10 November). Purwarupa drone berkamuflase oranye-kuning tersebut dipamerkan di booth Dislitbangau yang berada di arena pamer terbuka JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sobat AR, pesawat tanpa awak yang belum mendapatkan nama ini mulai dikembangkan awal tahun 2018. TG dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan TNI AU guna melaksanakan latihan penembakan langsung menggunakan senjata sungguhan. TG ini akan digunakan sebagai sasaran tembak oleh pilot jet tempur maupun sasaran tembak bagi pasukan PSU (penangkis serangan udara) dari Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU.

Secara tampilan TG terlihat unik. Mesin ditempatkan di luar tepat di ujung ekor dan tidak dilengkapi sirip ekor vertikal dan horizontal (tailless). TG dengan MTOW 50 kg ini digerakkan sebuah mesin jet mini yang dapat digeber maksimum 450 km/jam. Ketinggian terbang maksimum hingga 1.000 m dengan jangkauan tempuh mencapai 5 km atau endurance selama 1 jam.

TG ini dapat dioperasikan secara manual (remote) atau auto pilot yang dioperasikan dari GCS (ground control system). TG diterbangkan menggunakan rel peluncur dan tidak dilengkapi sistem pendarat karena bersifat sekali pakai. Namun demikian, selama uji terbang atau saat tidak digunakan jadi sasaran tembak, TG dapat mendarat menggunakan bantuan parasut yang tersimpan di punggungnya. Sobat AR, saat ini TG baru menjalani uji darat alias belum menjalani terbang. Hal ini diutarakan oleh Mayor Tek Heri Heryadi, Kasitekdirga Dislitbangau kepada redaksi Angkasa Review pada hari pertama pameran. Ditanya soal waktu pelaksanaan uji terbang, ia mengatakan bahwa secepatnya akan dilakukan apabila uji darat telah usai. “Namun kapan waktunya belum dapat dipastikan,” terangnya.

Kemitraan Dislitbangau dengan PT Sari Bahari tak hanya dalam pembuatan target drone. Sebelumnya, perusahaan swasta yang berada di Malang, Jawa Timur ini juga telah membuat bom latih dan bom tajam seri P100, P250, dan P500 yang telah diuji dan digunakan oleh TNI AU. Salah satu jet tempur yang telah menguji bom buatan PT Sari Bahari tersebut adalah jet tempur multirole Su-27/30 Flanker Skadron Udara 11. [Rangga Baswara Sawiyya]

  Angkasa Review  

[Dunia] Spanyol Usulkan Pertukaran Airbus A-400M Milknya dengan Pesawat Latih Korea Selatan

YONHAP News

Spanyol pada hari Kamis (15/11/18) secara resmi mengusulkan pertukaran pesawat transportasi militernya dengan pesawat latih Korea Selatan.

Mereka mengajukan usulan tersebut pada pertemuan komite urusan pelengkap militer khusus pertahanan yang diadakan di Madrid, Spanyol pada hari Senin (12/11/18) lalu.

Pemerintah Korea Selatan diketahui tengah mempertimbangkan usulan pertukaran pesawat tersebut.

Spanyol telah memesan 27 pesawat tipe A-400M dari perusahaan Airbus Eropa, namun 13 di antaranya tidak dioperasikan.

Spanyol kemudian menjual pesawat tersebut kepada negara lain setelah mendapat izin dari pihak Airbus.

Spanyol berencana menukar empat sampai enam unit A-400M dengan 30 unit KT-a dan 20 unit T-50 Korea Selatan.

Jika hal itu terjadi, ini adalah kali pertama Korea Selatan mengekspor pesawat buatan ke Eropa.
 

  KBS  

Jumat, 16 November 2018

Malaysia Ingin Ada Kerja Sama Alutsista di ASEAN

Pindad Komodo 4x4 APC with CMI CPWS Gen.2 Turret

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengaku terkesan oleh pameran Indo Defence 2018 lalu. Sabu berharap kerja sama pertahanan antara RI dengan Malaysia bisa terus berkembang.

"Saya datang pas Indo Defence. Saya memang tertarik hati melihat perkembangan pertahanan di Indonesia, dan Malaysia juga punya industri pertahanan. Perlu ada kedua-duanya bekerja sama," kata Sabu kepada detikcom di kawasan Legian, Kuta, Bali, Kamis (15/11/2018).

Sabu mengungkapkan kerja sama pertahanan ini merupakan salah satu buah dari pertemuan antara Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Dia menambahkan pentingnya desain khusus alutsista untuk mempersenjatai militer suatu negara.

"Kadang-kadang pertahanan kita boleh buat sesuatu, tapi untuk tentara kita pakai, selebihnya nggak dipasarkan. Itu perbincangan antara dua hal di ASEAN perlu diperbincangkan," ujarnya.

Dia berharap negara-negara ASEAN juga bisa mandiri dan tak perlu mengimpor alutsista dari negara Barat. Sabu ingin ke depan ada kerja sama alutsista antarnegara di ASEAN.

"Kita tidak mau negara menjadi pengimpor semata-mata kalau kita boleh buat sendiri kapal-kapal ronda (patroli), kapal perang, dan sebagainya. Bukan kita mau perang, tapi dibuat bentuk ronda boleh dibuat Indonesia atau Malaysia. So ini kerja sama pemerintahan, daripada kita beli di negara luar, kalau ada pertukaran uang pun cuma di kalangan negara ASEAN," harapnya. (ams/erd)
 

  detik  

Medium Tanks Harimau for Brunei and The Philippines

The PT Pindad - FNSS Harimau medium tank

IndoDefence 2018 gave the Indonesian company PT Pindad and the Turkish company FNSS a golden opportunity to demonstrate and, hence, efficiently advertise their Harimau/Kaplan medium tank. Harimau (Javanese tiger) is the Indonesian name, while Kaplan MT Modern Medium Weight Tank (MMWT) is the Turkish one. As told to Army Recognition by an FSS representative, Bangladesh, the Philippines and Brunei have expressed interest in purchasing the tank, the two latter countries for 40 to 50 each.

FNSS and PT Pindad launched the development of the Modern Medium Weight Tank (MMWT) project called Kaplan MT (Medium Tank) to respond to a request from the Indonesia army for a new medium tank. The vehicle is fully operable in broad range of altitude, humidity and temperature scale of -18°C/+55°C. The joint development of Medium weight tank design architecture includes advanced ballistic and mine protection systems with broad range of fire power from close support of infantry to anti-armor.

This new generation medium tank's precision direct fire capability ensures required lethality with an outstanding tactical and strategic mobility. Turkey and Indonesia initiated the project to develop MMT in 2014. FNSS and PT Pindad are the prime contractors of the project, whose intellectual property rights are owned by the two countries. FNSS-PT Pindad Joint Development Medium Weight Tank comprises state of art modern technology platform with superior firepower supported with battlefield management and laser warning systems, providing tactical awareness to the commander.

The concept design of the MMWT was completed and unveiled during IndoDefence 2016. The first prototype of the Kaplan/Harimau was unveiled in May 2017 during IDEF, International Defense Industry Fair in Turkey. In august 2018, Indonesian Company PT Pindad announced final firing test with the Kaplan to control all the functions of the 105-mm CT-CV turret system, designed and developed by the Belgian Company CMI Defence. PT Pindad has concluded trials of the Harimau and is now in the process of achieving certification for the tank, which is expected before the end of 2018. According to PT Pindad, the Indonesian army has a requirement for 400 Harimau tanks.
 

  Aemy Recognition  

[Video] Alutsista Produksi Kerjasama Pindad dan Balitbang TNI AD

Liputan Army RecognitionBerikut video alutsista produksi kerjasama PT Pindad dengan beberapa perusahaan asing dan juga karya Balitbang TNI AD.



  Youtube  

Kamis, 15 November 2018

Pindad’s Komodo 4×4 Outfitted with 120 mm Mortar

Ares 120 mm Recoil Mortar System made in Brazil A Komodo with an Ares 120 mm Recoil Mortar System mounted on a flatbed [Jane's]

T
he Indonesian Pindad Komodo 4×4 light armoured vehicle has been fitted with a 120 mm smoothbore version of the Brazilian Ares Recoil Mortar System (RMS) for trials purposes.

The four-door protected cab positioned in the middle of the Komodo is retained, and the 120 mm RMS is mounted on a power-operated turntable on the flatbed. It can also be fitted with an 81 mm mortar barrel, which could be used for training purposes as it has a shorter range and fires lower-cost ammunition than its 120 mm counterpart.

The 120 mm RMS has a fully automatic powered operating laying system with manual back up, and is integrated with a mortar fire control system (MFCS) that is embedded with an inertial navigation system (INS) and an onboard ballistic computer. This is meant to enable the system to come into action quicker, carry out a fire mission, and then redeploy.

Ares 120 mm Recoil Mortar System [BMPD]

If required, it can be integrated with a higher echelon command-and-control system and be linked to mortar fire controllers/forward observation officers (MFC/FOO) or a fire direction centre (FDC).

The 120 mm mortar’s range depends on the projectile/charge combination, but firing an unassisted high-explosive (HE) mortar bomb it is typically 7,000 m.

The number of mortar bombs carried depends on the size of the platform, but could be up to 70. Its maximum rate of fire is up to 16 rds/min, and it is designed to come into action and fire its first round within about 60 seconds and then rapidly move to another firing position.

The 120 mm RMS weighs 1,200 kg and can also be installed on larger 6×6 or 8×8 armoured fighting vehicles (AFVs) and tracked AFVs, in which case it would be typically mounted in the rear of the platform and fired through open roof hatches.

  Jane's  

Perusahaan Ceko Investasi 100 juta Dolar Bangun Industri Pertahanan

CSG

P
erusahaan konglomerasi di bidang pertahanan dari Republik Ceko, Czechoslovak Group AS (CSG Ceko) menanamkan investasi sebesar 100 juta dolar AS setara Rp 1,49 triliun untuk membangun industri pertahanan di Indonesia.

CEO Czechoslovak Indonesia Norman Joesoef, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa menyebutkan investasi senilai 100 juta dolar tersebut merupakan tahap pertama dari total investasi senilai 1 miliar dolar sepanjang lima tahun kedepan.

"Pada kuartal pertama tahun 2019, antarbisnis atau B to B di industri pertahanan Indonesia ini dapat dimulai," katanya.

Sebelumnya, CEO Czechoslovak Group Indonesia Norman Joesoef dengan CEO Czechoslovak Group AS Michal Strnad telah melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) untuk pembangunan Private Defence Industry Park (PDIP) senilai 100 juta dolar AS, di bidang industri pertahanan swasta di Indonesia di Pameran Indodefence 2018 PRJ Kemayoran, Jakarta beberapa waktu lalu.

"Kami selalu membuka peluang kemitraan dengan negara sahabat yang tulus dan terbuka dalam pelaksanaan alih produksi dan teknologi. Kami sangat berharapfinancial pledge ini dapat meningkatkan kerja sama kemitraan dalam Level industri dan baik untuk kedua belah negara,” kata Michal Strnad.

CZECHOSLOVAK GROUP, TATRA TRUCKS at IDET 2017Czechoslovak Group (CSG) sebagai konglomerasi perusahaan bidang pertahanan yang berbasis di Republik Ceko dan negara eropa tengah, lanjutnya, melakukan investasi yang bisa di bilang sebagai investasi pioneer atau investasi pertama di Indonesia.

Investasi dengan skala besar di bidang pertahanan untuk pembangunan kawasan terpadu industri pertahanan di wilayah Jawa Barat tepatnya di Batujajar dengan lahan seluas 22 hektar yang akan segera dibangun setelah mendapatkan izin dari Kementerian Pertahanan, Kementerian BKPM, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan.

"Penandatanganan HoA senilai 100 juta dolar AS untuk pembangunan Private Defence Industry Park (PDIP) di bidang industri pertahanan itu untuk mendukung regulasi pemerintah UU No.12 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan," lanjut Norman Joesoef.

CSG Ceko merupakan perusahaan holding dari Eropa Tengah, asal Republik Ceko, meliputi Slovakia, Slovenia, Rumania, dan Hungary, dengan lebih dari 100 perusahaan dan 10.000 karyawan yang bergerak di bidang manufaktur kendaraan baja, senjata roket, misil, dan radar.

Peruahaan tersebut berminat untuk melaksanakan alih produksi dan teknologinya di Indonesia, selain itu juga ingin memperluas basis industri pertahanannya di Asia Tenggara.

"Kami melihat pertumbuhan pemenuhan kebutuhan alat pertahanan di Asia Tenggara pada tingkat yang cukup tinggi setiap tahunnya. Kami rasa dengan basis industri yang kuat dan relatif stabil di Indonesia, CSG Ceko mantap melanjutkan ekspansi bisnis pertahanan mereka ke Malaysia, Filipina, Timor Leste, Myanmar, dan Kamboja," ujar Norman.

  antara  

[Dunia] Soal Tentara Eropa, Jerman Dukung Prancis

Trump KesalIlustrasi [istimewa] ★

K
anselir Jerman Angela Merkel menyerukan pembentukan tentara Eropa di masa depan. Merkel juga menyerukan Dewan Keamanan Eropa untuk memusatkan kebijakan pertahanan dan keamanan di benua itu.

Seruan ini merupakan teguran yang jelas kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut proposal yang didengungkan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sangat menghina. Washington khawatir keberadaan tentara Eropa akan membayangi aliansi NATO.

"Apa yang benar-benar penting, jika kita melihat perkembangan tahun lalu, adalah bahwa kita harus bekerja pada visi satu hari menciptakan tentara Eropa yang nyata dan benar," kata Merkel pada sesi Parlemen Eropa, memicu tepuk tangan dan beberapa olok-olok.

Merkel menambahkan bahwa proposal itu dapat dijalankan secara paralel dengan kerja sama trans-Atlantik dalam aliansi militer NATO. Namun Merkel menggarisbawahi bahwa hanya Eropa yang lebih kuat yang akan membela Eropa.

"Eropa harus mengambil nasib kami ke tangan kami sendiri jika kami ingin melindungi komunitas kami,"ujarnya seperti dikutip dari AFP, Rabu (14/11/2018).>

Merkel juga mengatakan: "Saya akan mengusulkan pembentukan Dewan Keamanan Eropa dengan kepresidenan bergilir," proposal yang dia buat pertama kali musim panas lalu tetapi gagal mendapatkan dukungan.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan pada hari Minggu bahwa setiap pasukan Eropa "akan harus sejajar dengan pasukan NATO" dan tidak akan menentang atau bersaing dengan pasukan AS.

Pekan lalu, Trump mengecam ide tentara Eropa yang dilontarkan Presiden Emmanuel Macron. "Sangat menghina, tapi mungkin Eropa pertama-tama harus membayar bagian yang adil dari NATO, yang sangat disubsidi AS!" kata Trump dalam tweetnya. (ian)

  SINDOnews  

Rabu, 14 November 2018

[Dunia] Rudal Rusia Digunakan Hamas Ledakkan Bus Militer Israel

Bus militer Israel hancur dihantam rudal Kornet buatan Rusia yang digunakan kelompok Hamas di Jalur Gaza. [Foto/Haaretz] ★

H
amas, untuk pertama kalinya sejak perang 2014, meledakkan bus militer Israel dengan rudal anti-tank Kornet buatan Rusia. Kelompok yang berkuasa di Jalur Gaza, Palestina, itu merilis video dahsyatnya ledakan misil tersebut.

Serangan misil itu terjadi hari Senin ketika sebuah bus militer Israel melintas di dekat perbatasan Gaza. Dalam video itu, sejumlah tentara Tel Aviv berdiri di dekat bus saat serangan terjadi.

"Para pejuang faksi berhasil menyerang sebuah bus yang penuh dengan tentara dengan rudal Kornet," bunyi pernyataan Hamas, yang dilansir Haaretz, Selasa (13/11/2018) malam.

Pernyataan itu juga mengklaim bahwa serangan rudal Kornet itu mengakibatkan kematian dan cedera para prajurit Tel Aviv di bus. Namun, pihak militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa hanya satu tentaranya yang terluka.

Menurut militer Tel Aviv, tentara yang terluka itu telah dilarikan ke Pusat Medis Soroka di Be'er Sheva. Bus itu sedang melakukan perjalanan di wilayah Sha'ar Hanegev pada saat itu. Sopir bus yang berusia 25 tahun itu menderita shock.

Misil Kornet dianggap sebagai rudal anti-tank canggih yang dapat menembus tank Merkava Mark 4 Israel. Kelompok Hizbullah di Lebanon juga menggunakan rudal Kornet.

Pada Perang Labanon II, Hizbollah menghantam 52 tank Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, stok misil anti-tank Hezbollah telah meningkat secara signifikan.

Serangan rudal terhadap bus militer Israel adalah salah satu salvo pembuka yang cepat meningkat pada Senin sore. Pada Senin malam, militan Gaza meluncurkan lebih dari 300 roket ke Israel. Sedangkan tentara Israel menyerang lebih dari 70 sasaran di sepanjang Jalur Gaza, termasuk markas intelijen dan stasiun televisi Al-Aqsa milik Hamas.

Tiga orang Palestina dilaporkan tewas. Sedangkan di pihak Israel, satu warga dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka.

Aksi saling serang ini imbas dari bentrokan pada Minggu malam ketika pasukan khusus Israel melakukan operasi rahasia yang menewaskan seorang komandan Hamas. Dalam operasi itu, seorang perwira Israel juga dilaporkan tewas. (mas)


  SINDOnews  

[Dunia] Malaysia Cari Bantuan Rusia untuk Pemeliharaan Jet Tempur

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) saat melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela forum ASEAN di Singapura, Selasa (13/11/2018). [Foto/Bernama] ★

M
alaysia sedang mencari bantuan Rusia untuk pemeliharaan pesawat-pesawat jet tempur yang dibeli dari Moskow. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

"Seperti yang Anda ketahui, kami telah membeli sejumlah pesawat Rusia dan saya pikir kami perlu belajar lebih banyak tentang cara memelihara dan memperbaiki pesawat," katanya saat pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin hari Selasa, di sela-sela pertemuan puncak ke-33 ASEAN.

Kementerian Pertahanan Malaysia telah mengoperasikan jet tempur Sukhoi Su-30MKM dan MiG-29. Militer negara tersebut sebelumnya mengalami masalah terkait pemeliharaan dan layanan jet-jet tempurnya.

Menteri Pertahanan Mohamad Sabu sebelumnya mengatakan bahwa hanya empat dari 18 jet tempur Sukhoi yang dapat terbang dengan baik. Sedangkan sisanya sedang diperbaiki.

Malaysia dan Rusia berharap dapat meningkatkan perdagangan antara kedua negara.

"Hubungan antara Rusia dan Malaysia telah berkembang dan kami telah melakukan dengan cukup baik," kata Putin.

Pemimpin Kremlin itu menambahkan bahwa kedua negara telah melihat peningkatan yang signifikan dalam perdagangan dalam delapan bulan pertama, yakni lebih dari 60 persen.

Masih banyak yang bisa dilakukan dan saya pikir lebih banyak lagi yang bisa dilakukan selama tahun-tahun sebelumnya. Saya sangat senang bertemu dengan Anda dan memiliki kesempatan untuk berbicara, untuk memiliki kesempatan dengan Anda," kata Putin kepada Mahathir melalui seorang penerjemah.

Sementara itu, Mahathir mengatakan pertemuan akan menjadi platform untuk melihat hubungan dengan Rusia dan berharap untuk meningkatkan perdagangan antarnegara.

"Perdagangan kami cukup bagus tetapi kami bisa berbuat lebih baik," katanya, seperti dikutip dari Bernama, Rabu (14/11/2018). (mas)

  Sindonews  

India, Indonesia Hold Inaugural Edition of New Bilateral Exercise

‘Samudra Shakti’KRI Sultan Iskandar Muda★

I
n a further sign of increasingly cordial ties between the two services, the Indian Navy's Rajput (Kashin II)-class destroyer IS Rana (D 52) has arrived in Surabaya for a bilateral naval exercise with the Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Laut, or TNI-AL).

The drills, which have been named Exercise 'Samudra Shakti', is seeing its inaugural edition, and is taking place from 12 to 18 November in Surabaya for the harbour phase, and waters off Java for sea phase.

"The aim of the exercise is to strengthen bilateral relations, expand maritime co-operation, enhance interoperability, and exchange best practices," said the Indian Ministry of Defence in a statement on the drills. "The visit of the ship seeks to promote India's solidarity with Indonesia towards ensuring good order in the maritime domain and to strengthen existing bonds between the navies of the two nations," the ministry added.

Among operations that will be carried out include a surface warfare gunnery drill, search-and-rescue (SAR) practices, and counter-piracy serials.

Prior to 'Samudra Shakti', the Indian Navy and the TNI-AL have had regular naval interactions, but these centred mostly around a biennial co-ordinated patrol along the international maritime boundary line between both countries. The new bilateral exercise features more complex operations, such as helicopter manoeuvres.

Besides Rana, Jane's understands from a TNI-AL Armada II official that other assets involved in the sea phase are namely the Diponegoro (Sigma)-class corvette, KRI Sultan Iskandar Muda (367) with an embarked AS565 MBe Panther helicopter, a CN235 maritime patrol aircraft, and a Beechcraft Baron G58 trainer aircraft. The TNI-AL's delegation to the exercise will comprise about 380 personnel.

  Jane's  

Latihan Antar Kecabangan TNI AD 2018

Masyarakat Dapat Menyaksikan Langsung Puncak Latancab TNI AD.Persiapan Lantacab, MBT Leopard TNI AD @ Baturaja [Yonkav 1 Kostrad] ★

M
asyarakat Sumatera Selatan, khususnya yang berada di wilayah Martapura, Baturaja dan sekitarnya dapat menyaksikan secara langsung puncak latihan antar kecabangan TNI AD, yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 November 2018 mendatang, di daerah latihan Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumsel. Kasubdispenmedtak Dispenad, Letkol Inf Paiman selaku Katim Dukungan Teknis Penerangan pada Latancab di Komando Latihan, Baturaja menjelaskan bahwa masyarakat umum dapat menyaksikan secara langsung latihan puncak antar kecabangan TNI AD dari titik tinjau latihan di daerah Batumarta. Senin (12/11/2018).

Silahkan masyarakat termasuk kalangan media/wartawan untuk menyaksikan langsung dan meliput dari Titik Tinjau latihan yang telah ditentukan. Karena, latihan ini juga merupakan bentuk pertanggungjawaban TNI AD kepada rakyat, bangsa dan negara atas anggaran yang dipertanggungjawabkan kepada TNI AD sekaligus untuk menunjukkan tingkat kemampuan profesionalisme prajurit TNI AD,” jelasnya.

Adapun tujuan latihan antar kecabangan TNI AD yang berlangsung sejak tanggal 5 s.d 22 November 2018 ini adalah untuk meningkatkan kemampuan tempur tingkat perorangan sampai dengan satuan setingkat Brigade dan kerjasama antar satuan / kecabangan dalam wadah Brigade Tim Pertempuran melalui penyelenggaraan operasi tempur yang didukung oleh operasi intelijen dan teritorial.

Pada puncak latihan antar kecabangan ini nantinya akan ditinjau dan disaksikan secara langsung oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono, Pangkostrad, Dankodiklatad, para Pangkotama, Kabalakpus dan para pejabat TNI serta undangan lainnya. “Dalam latihan ini selain melibatkan lebih dari 2.500 prajurit Brigif 13/Galuh jajaran Divisi Infanteri 1 Kostrad sebagai pelaku dan sekitar 1.500 personel penyelenggara, juga mengerahkan berbagai Alutsista, termasuk Alutsista terbaru yang dimiliki TNI AD seperti Tank Leopard, Helly Fennec, Roket Astros, dan berbagai Alutsista lainnya,” ujar Letkol Paiman.

 Berikut foto persiapan latihan dari def.pk : 




  Sinar Raya News