Sabtu, 13 Juli 2019

[Dunia] Turki Terima Kiriman Pertama Sistem Pertahanan Udara S-400

Gelombang Pertama Sistem Rudal S-400 Telah Tiba di Turki [Istimews] ★

Turki akhirnya menerima kiriman pertama dari sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia, Jumat (12/07/2019). Hal itu diungkapkan kementerian pertahanan Turki, setelah sebelumnya pembelian rudal itu menyebabkan ketegangan dengan sekutu NATO mereka, Amerika Serikat (AS).

Kiriman pertama bagian-bagian sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 dimulai pada 12 Juli 2019 ke pangkalan udara Murted di Ankara,” bunyi pernyataan kementerian, seperti dilaporkan AFP (12/ 07/ 2019).

Sebelumnya, pada 1 Juli 2019, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pengiriman pertama sistem pertahanan udara S-400 Rusia ke Turki akan berlangsung dalam waktu 10 hari.

Dia menyebut hal itu sehari setelah mengklaim Presiden Donald Trump menjamin AS tidak akan menjatuhkan sanksi kepada Turki terkait pembelian senjata pertahanan Rusia tersebut.

Turki dan AS berselisih terkait keputusan Turki membeli S-400 Rusia. AS memperingatkan akan menjatuhkan sanksi jika pengiriman sistem rudal itu dilakukan.

Turki menentang peringatan tersebut dan menegaskan kesepakatan pembelian tidak akan dibatalkan.

AS menyatakan sistem S-400 akan menjadi ‘pesaing’ jet tempur F-35 besutan Lockheed Martin Corp, di mana Turki merupakan produsen dan pembeli.

AS juga secara resmi memulai proses pembatalan pengiriman program F-35 ke Turki dan menghentikan pelatihan pilot Turki di AS.

Namun, pada Sabtu (29/06/2019), Erdogan mengklaim Trump mengatakan kepadanya bahwa tidak akan ada sanksi atas kesepakatan Turki dan Rusia soal pembelian S-400.

  I News  

Jumat, 12 Juli 2019

Mission Oriented Training

✈️ Merupakan latihan gabungan yang memadukan dari seluruh fase latihan-latihan sebelumnya di tiap-tiap satuan.✈️ Ilustrasi Pesawat TNI AU [TNI AU]

Kepala Dinas Operasi dan Latihan TNI AU (Kadisopslatau) Marsekal Pertama TNI Kusworo, S.E, M.M., membuka latihan gabungan “Mission Oriented Training” (MOT) di Ruang Tedy Kustari Lanud Iswahjudi. MOT merupakan latihan gabungan yang memadukan dari seluruh fase latihan-latihan sebelumnya di tiap-tiap satuan, sehingga terbentuk sebuah kekuatan besar dalam melaksanakan operasi udara. Selasa (9/7).

Kadisoplatau dalam sambutan pembukaannya mengatakan latihan gabungan MOT dimaksudkan untuk memberikan bekal pemahaman dan pengalaman serta meningkatkan kemampuan dalam bekerja sama antara penerbang yang mengoperasikan alutsista dengan flatform yang berbeda-beda, untuk secara terpadu melaksanakan operasi udara yang memiliki kompleksitas tinggi.

Sehingga para penerbang tempur dalam memahami berbagai macam konsiderasi, situasi, ancaman, ketersediaan aset untuk merencanakan dan melaksanakan misi-misi pertempuran dalam operasi udara, sekaligus meningkatkan kemampuan koordinasi dan kerja sama antara penerbang yang mengoperasikan alutsista dengan platform yang berbeda diantaranya Ground Control Interception (GCI) maupun Ground Forward Air Controller (GFAC),” papar Kadisopslatau.

Sementara Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., dalam keterangan menambahkan bahwa target dalam MOT adalah mencapai profesionalisme penerbang tempur dengan disesuaikan perkembangan alutsista, Selain itu mampu menggunakan persenjataan yang berada di pesawat. juga melatih kerja sama antar pesawat dalam skenario besar.

Latihan gabungan ini akan melibatkan 7 Skadron Udara diantara 6 Skadron Tempur, satu Skadron Hely. Alutsista yang akan digunakan dalam latihan yang direncanakan akan berlangsung selama 4 hari melibatkan pesawat tempur Sukhoi 27/30 Flanker Skadron Udara 11, F-16 C/D Fighting Falcon Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 16, T50i Golden Eagle Skadron Udara 15, Hawk 100/200 Skadron Udara 1 dan Skadron Udara 12, dan Skadron Udara 6 SA -330/NAS 332 serta Satuan di jajaran Radar seluruh Indonesia, serta Pasukan Khas TNI AU.

Hari ini Selasa (9/7) Latihan MOT telah menyelesaikan 73 sortie. Tidak seperti biasanya Lanud Iswahjudi yang menyelesaikan rata-rata sortie sebanyak 23-28 sortie.

Penambahan jumlah sortie ini berkaitan digelarnya MOT yang dibuka kemarin (8/7). Latihan ini akan berlangsung hingga Jumat (12/7). Yang direncanakan juga ditutup oleh Kadisopslatau.

  ✈️ TNI AU  

Rabu, 10 Juli 2019

Two Repaired Su-30MK Fighter Jets Ready

For Shipment to Indonesia Sukhoi Su-30MK TS 3002 [Eddy F Putra]

OJSC 558 ARZ (Baranovichi, Republic of Belarus) completed maintenance and repair of two Su-30MK fighter jets of the Indonesian Air Force.

According to Scramble Magazine, in early July, both aircraft (sn. TS-3001 and TS-3002) were seen at the site of the overhaul center of the aircraft repair plant in Baranavichy, presumably awaiting shipment to the customer.

According to the publication, the aircraft has been upgraded to the level of the Su-30MK2, although this information has not yet been officially confirmed.

As TSAMTO already reported, on December 9, 2015, the Indonesian Air Force in its press release reported that two multi-purpose fighter aircraft Su-27SK with tail numbers TS-2701 and TS-2702, produced in 2003, will be repaired in Belarus. As reported, on December 8, 2015, both planes were loaded aboard an An-124 Ruslan chartered plane.

In April 2018, the Tribune News edition, citing a representative of the Indonesian Air Force, announced that it would overhaul four Su fighter planes of the Indonesian Air Force (two Su-27SKs and two Su-30MKs).

Two repaired Su-27SK fighters were returned to the Sultan Hasanuddin airbase on August 3, 2017 on board the An-124-100M Ruslan transport aircraft. Earlier, on the March 15, 2017, two Su-30MKs also produced in 2003 were delivered to Belarus for maintenance and repair.

Following the meeting of the Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of the Republic of Belarus to Indonesia Valery Kolesnik with the commander (chief of staff) of the Indonesian Air Force, Air Marshal Yu Sutisna on May 25, 2018 in Mabesu Chilangkap (East Jakarta), it was announced that Indonesia expects to receive two repaired Su-30MKs by September 2018 year. It is obvious that the return of the aircraft to the customer was delayed.

The 11th Squadron of the 5th Aviation Wing deployed at the Sultan Hasanuddin airbase is armed with 16 vehicles from the Su mixed fleet: two Su-27SKs (obtained in 2003) and three Su-27SKMs (2010), as well as two Su-30MK (2003) and nine Su-30MK2 (2008-2013).

  ★ Armstrade  

Peperangan Modern akan Jadi Menu Utama di Latihan Armada Jaya XXXVII

Gelar Pasukan Armada Jaya XXXVII [Antara]

Ribuan TNI AL mengikuti apel kesiapan Latihan Armada Jaya ke-37 2019. Dalam latihan tersebut, peperangan modern akan jadi menu utama.

Kepala staf angkatan laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji melakukan inspeksi terhadap kesiapan unsur dan prajurit TNI AL yang dilibatkan. Latihan Armada ke-37 2019 itu melibatkan 8.493 personel. Sebanyak 1.959 personel pada tahap Geladi Posko dan 6.534 personel terlibat pada tahap Manuvra Lapangan.

"Latihan Armada Jaya ke-37 tahun 2019 digelar dengan beberapa latihan. Baik metode gelar di Posko dan di lapangan. Jadi yang akan dilaksanakan besok (8-16 Juli) jadi selesai gelar kesiapan ini. Langsung embarkasi ke kapal masing-masing. Ke kapal udara ke satuan yang lain," kata Siwi di Dermaga Ujung Komando Armada (Koarmada) II Surabaya, Selasa (9/7/2019).

Siwi menyampaikan, latihan Armada Jaya ke-37 diikuti beberapa Komando Tugas(Kogas). Di antaranya Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab), Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin) dan Komando Tugas Gabungan Pertahanan Pantai (Kogasgabhantai).

"Pada tanggal 12, kita lakukan latihan pertahanan udara, serangan udara, maupun bantuan langsung dari satuan-satuan TNI angkatan udara. Demikian juga kami akan melakukan latihan bersama dengan Angkatan Darat, beberapa kesatuan. Selain itu kita juga akan melaksanakan kegiatan dengan masyarakat yang melibatkan TNI, Polri dan Masyarakat," imbuhnya.

Siwi menegaskan, dalam latihan Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab) 2019, pihaknya akan mengembangkan latihan modern dan latihan cyber.

"Ini yang baru kami lakukan tahun ini, dan kemudian latihan operasi amfibi, untuk menerapkan latihan amfibi yang modern dengan alutsista yang kami miliki. Selanjutnya melaksanakan operasi darat," papar Siwi.

Menurutnya, hal yang penting dalam latihan Armada Jaya ke-37 ialah mengaplikasikan peperangan modern dalam menjaga kedaulatan NKRI.

"Yang penting dalam latihan ini, kita akan melaksanakan bagaimana peperangan modern yang kita hadapi untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI yang kita cintai bersama. Latihan ini juga sebagai uji kemampuan menyambut latihan gabungan yang digelar oleh Mabes TNI," tambahnya.

Alutsista yang terlibat dalam latihan itu terdiri dari berbagai Kapal Perang (KRI). Ada berbagai jenis Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker, Kapal Bantu Tunda dan Kapal Bantu Rumah Sakit.

Selain Kapal Perang, latihan juga melibatkan berbagai jenis Pesawat Udara Fixed Wing dan Rotary Wing. Serta Alutsista Marinir seperti BMP-3F, LVT-7, BVP-2, KAPA-K61, How 105, RM - 70 Grad, Rubber Boat, serta Puluhan Kendaraan Pendarat Amfibi milik Korps Marinir.

Setelah gelar apel kesiapan pasukan, acara dilanjutkan fase Manuvra Lapangan (Manlab) mulai 8 hingga 16 Juli 2019 di perairan Laut Jawa, Perairan Kangean, Pulau Sapudi dan Perairan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Kemudian pada 13 Juli 2019, personel dan unsur yang terlibat akan melaksanakan pendaratan Amfibi di Pantai Banongan, Jawa Timur.

  ★ detik  

Selasa, 09 Juli 2019

TNI AL Gelar Puluhan Kapal Perang Canggih di Surabaya

⍟ Latihan Puncak Armada Jaya XXXVII 2019KASAL memeriksa pasukan [sindonews]

TNI AL mengerahkan ribuan pasukan dan berbagai jenis kapal perang modern di Surabaya, Jawa Timur. Pengerahan personel dan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini untuk melatih kesiapan prajurit dalam menghadapi perang modern.

"Yang terpenting dalam latihan ini, bagaimana melaksanakan peperangan modern yang dihadapi dalam situasi menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, saat menjadi Inspektur Upacara Apel Gelar Pasukan dalam rangka manuvra lapangan latihan puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII Tahun 2019, di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, Selasa (9/7/2019).

Siwi menyebut, dalam latihan ini prajurit TNI AL dilibatkan sebanyak 6.534 personel. Sedangkan, alutsista yang terlibat dalam latihan tersebut yakni, berbagai jenis kapal perang (KRI) seperti kapal selam, kapal perusak kawal rudal (PKR), kapal cepat rudal (KCR), kapal perusak kawal, kapal pengangkut tank, kapal pemburu ranjau, kapal tanker, kapal bantu tunda hingga kapal bantu rumah sakit.

Selain kapal perang, alutsita lainnya yang dikerahkan antara lain, pesawat udara fixed wing dan rotary wing, BMF-3F, LVT-7, BVP-2, KAPA-K16, How 105, RM-70 Gard, rubber boat serta puluhan kendaraan pendarat amfibi yang akan mendarat di Pantai Banongan, Jawa Timur.

Menurut Siwi, latihan ini sebagai bentuk tanggung jawab TNI AL dalam meningkatkan kemampuan maupun kesiapsiagaan guna mengemban amanah rakyat sebagai komponen utama pertahanan negara. ”Penyelenggaraan Latihan Armada Jaya yang merupakan latihan Puncak TNI AL, bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan operasional, juga sekaligus sebagai tolok ukur keberhasilan pembinaan latihan”, ungkapnya.

Selain melibatkan alutsista modern dan terbaru, kata Siwi, personel yang terlibat Manlap Armada Jaya ini tergabung dalam tiga Komando Tugas Gabungan (Kogasgab), yaitu Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab), Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), Komando Tugas Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin), serta empat Satuan Tugas Dukungan (Satgasduk) yaitu Satgasduk Pasukan Khusus, Satgasduk Informasi, Satgasduk Kesehatan dan Satgasduk Teritorial, dengan daerah Latihan di Laut Jawa dan Asembagus Situbondo, Jawa Timur.

Peperangan informasi kali ini melibatkan peperangan siber dengan satuan dukungan informasi, kemudian dukungan kesehatan, dukungan pasukan khusus yang diuji sampai dimana kemampuan doktrin dan alat yang ada, serta terakhir Operasi Teritorial," tegasnya.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama M. Zaenal mengatakan, latihan ini juga sebagai uji kemampuan dalam rangka menghadapi latihan gabungan (latgab) yang akan diselenggarakan Mabes TNI.

"Beberapa waktu yang lalu Koarmada II juga telah melaksanakan latihan peperangan ranjau dengan menggunakan ranjau yang telah dimodifikasi oleh prajurit Koarmada II sehingga dapat di deploy dari pesawat udara," ucapnya.

Di samping latihan penyebaran ranjau, kata dia, dilaksanakan juga latihan perlawanan ranjau dimana setelah ranjau-ranjau tersebut dibersihkan, seluruh KRI akan melaksanakan latihan Mine Field Transit (MFT) yaitu prosedur melewati medan ranjau. "Atau proses penuntunan melewati alur terobos pada medan ranjau yang dilakukan oleh kapal penuntun dan kapal-kapal yang dituntun demi keamanan dan keselamatan personel dan kapal itu sendiri.," katanya. (sco)

  SINDOnews  

PT PAL Bangun Kapal Rumah Sakit

⍟ Tercanggih KeduaKapal BRS PT PAL

PT PAL Indonesia kembali mendapat kepercayaan memproduksi alutsista untuk kebutuhan TNI AL.

BUMN di bidang maritim ini kembali memproduksi Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) atau kapal RS untuk kali kedua.

Namun, rumah sakit terapung ini belum diberi nama kapal perang Indonesia (KRI). Sebelumnya PT PAL lebih dulu menyerahkan KRI Semarang yang merupakan KRI RS bikinan PT PAL.

Kali ini, PT PAL murni mendesain dan memproduksi kapal full dengan fasilitas RS. Rumah sakit apung lengkap dengan fasilitas semua tindakan medis bisa dilakukan di sini.

Selasa (9/7/2019) siang ini, telah dilakukan proses awal pembuatan KRI RS itu di perusahaan yang berlokasi di Perak Surabaya itu.

"Kontrak kami dengan TNI AL dimulai April 2019 dan kapal BRS ini harus tuntas Oktober 2021," terang Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh.

Kapal yang desainnya futuristik ini dipastikan lebih canggih dibanding dua KRI RS Pendahulunya.

Lebih mutakhir dibanding KRI Suharso dan KRI Semarang yang awal 2019 kemarin diserahkan ke TNI AL.

Kapal dengan panjang 124 meter tinggi 7,8 meter dan lebar 22 meter ini mampu mengangkut pasukan dan pasien sekitar 651 orang, 120 kru kapal RS, 16 orang kru heli, 89 staf kesehatan.

Kapal dengan bobot 7,3 ton ini didesain khusus untuk melaju dengan kecepatan maksimal 18 knots.

Kapal ini juga bisa untuk landing 3 heli dan 2 ambulans boat.

Direktur Pembangunan Kapal PT PAL Turitan Indaryo menyampaikan bahwa kalau produk murni kapal RS, ini kali pertama BUMN ini membuat sendiri.

"KRI Semarang kemarin desain RS-nya tidak sekomplit kapal BRS ini," kata Turitan.

Kapal khusus tersebut lebih futuristik dan tidak kaku kotak seperti KRI lama.

Kapal ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas UGD, ruang operasi, rawat inap dan fasilitas medis lainnya.

Nantinya kapal BRS itu akan difungsikan sebagai kapal untuk operasi militer maupun operasi non militer.

KRI RS terbaru itu untuk menangani korban bencana alam.

Korban bisa langsung dilakukan tindak saat itu juga.

Sementara itu, Asisten Logistik Kasal Laksamana Muda TNI Moelyanto menyampaikan bahwa sebagai user atas produk PT PAL, pemesanan itu harus tepat waktu.

"Ini bisa menjawab kebutuhan kami akan rumah sakit di atas perairan," kata Moelyanto yang menggantikan Kasal. (Nuraini Faiq)

  Tribunnews  

Senin, 08 Juli 2019

[Foto] Perbaikan Pesawat SU30 Mk II

✈️ Di MakasarBerikut dibawah foto perbaikan pesawat Sukhoi TNI AU di Makasar. Nampak beberapa teknisi dari Rusia sedang memperbaiki pesawat Sukhoi SU30 Mk II dengan nomor TS 3004.

 Foto diambil dari BMPD Live Jurnal :

D-is-1qUwAAXhnf
D-itEprUIAE1Xjy
D-itG7DUEAAu8fp

  ✈️ BMPD Live Jurnal  

Minggu, 07 Juli 2019

TNI AD Sertifikasi Kelaikan Kendaraan Taktis Komodo PT. Pindad

Sertifikasi rantis Komodo [TNI AD]

S
ekretaris Dislaikad Kolonel Chb Nurcahyo Utomo melaksanakan kegiatan sertifikasi kelaikan kendaraan taktis Komodo pengadaan PT. Pindad (Persero) bersama Tim Kelaikan Puslaik Kemhan RI yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kelaikan (Kabid Laik) Darat Puslaik Kemhan RI Kolonel Cpl Edy Puryono, SE., MM.

Kegiatan sertifikasi diawali dengan Fambrif di Ruang Rapat Quality Assurance (QA) PT. Pindad yang diikuti oleh Tim Kelaikan, Tim Uji Fungsi dan Personel PT Pindad yang dipimpin langsung oleh Kabid Laik Darat selaku Ketua Tim Kelaikan.

Kegiatan uji fungsi sebagai bagian dari proses sertifikasi kelaikan berlangsung sejak tanggal 1 Juli 2019 hingga tanggal 2 Juli 2019, diawali dengan pelaksanaan uji statis terhadap Rantis Komodo, yang dilanjutkan dengan uji dinamis meliputi uji track band dengan melewati beberapa rintangan diantaranya rintangan dengan kemiringan bersudut 30%, rintangan balok sejajar, rintangan dengan tanjakan 60%, rintangan tegak 40 cm, rintangan bergelombang, uji lintas liku, uji radius putar dan diakhiri dengan uji jelajah terhadap 2 Rantis Komodo yang telah disepakati sebagai sampling pada Rantis Komodo bernomor 16 dan 17.

TNI AD Sertifikasi Kelaikan Kendaraan Taktis Komodo PT. Pindad 5Kegiatan dilanjutkan pada tanggal 2 Juli 2019 dengan uji tanjakan dan uji alat komunikasi yang akan melewati wilayah Subang dan Ciwidey.

Rantis Komodo adalah sebuah kendaraan taktis (Rantis) 4×4 dengan kemampuan manuver yang baik yang dihasilkan PT Pindad sebagai industri pertahanan strategis Indonesia. Rantis ini memiliki lima varian, yaitu Rantis Intai (V1); Rantis APC/Armoured Personnel Carrier atau Unit Angkut Pasukan (V2); Rantis Komando (V3); Rantis Angkut Rudal (V4) dan Rantis dengan varian khusus (V5). Rantis Komodo ini telah menjadi bagian dari materiil satuan di jajaran TNI AD sejak tahun 2012, baik untuk memperkuat satuan Arhanud maupun Pasukan Khusus (Kopassus).

 Fungsi 

Komodo difungsikan sebagai kendaraan taktis yang mampu menempuh segala medan berat baik itu jalan berlumpur, berpasir, serta bergunung-gunung. Hal itu ditunjang dengan kemampuan komodo yang dapat menerjang tanjakan 31 derajat dan kemiringan sisi 17 derajat. Komodo sendiri juga memiliki fungsi-fungsi yang lebih spesifik sesuai dengan varian kendaraan.

 Spesifikasi 

Komodo yang menggunakan sistem penggerak ban 4×4 ini memiliki berat 4 ton. Komodo menggunakan mesin diesel turbo intercooler dengan power kendaraan 215 ps @ 2500 rpm sehingga tercapai rasio berat terhadap kendaraan 25 hp/ton. Mesin komodo sendiri memiliki kapasitas 5.193 cc. Transmisi yang digunakan adalah transmisi manual dengan 6 maju 1 mundur dan memiliki diferential lock sehingga memiliki kemampuan offroad yang baik. Kendaraan perang ini juga telah dilengkapi dengan body dan kaca anti peluru. Pindad mengklaim daya tahannya bisa sampai dengan peluru berukuran 7.62 mm.

  Dislaik TNI AD