Sabtu, 23 Mei 2020

Indonesia Upgrades PT-76 Light Amphibious Tank

With John Cockerill 90mm Mk III cannon Indonesian upgraded PT-76 light amphibious tank. (Picture source PT Lumindo Artha Sejati)

I
ndonesian company PT Lumindo Artha Sejati has upgraded the Soviet-made PT-76 light amphibious tank used by the Indonesian Marine Corps. The upgraded PT-76 is motorized with a US-made Detroit Diesel engine and armed with John Cockerill (formerly CMI Defence) Mk III 90mm caliber cannon and new firing control system.

The first prototype of the Soviet-made PT-76 light amphibious tank was completed in 1950. Following trials and further modifications the vehicles were accepted for service with the Russian army in 1951. Production was undertaken at the Volgograd Tractor Factory from 1958 to 1967 and a total of 12,000 vehicles were built for the home and export markets. Total exports amounted to approximately 2,000 vehicles.

The PT-76 continues to be used by naval infantry units of the Russian armed forces. It was exported to other countries, like India, Iraq, Syria, North Korea, and North Vietnam. Overall, some 25 countries used the PT-76.

The hull of the PT-76 is of welded steel providing protection against firing of small arms and artillery shell splinters. The vehicle is divided into three compartments, with the driver at the front, the turret in the center, and the power pack at the rear. The turret is of all-welded steel with the commander, who also acts as the gunner, seated on the left and the loader on the right.

The main armament of the PT-76 consists of a 76.2 mm rifled D-56T gun which has a semi-automatic vertical sliding wedge breech block, a hydraulic buffer, and a hydro-pneumatic recuperator. The gun is 42 calibers long and has an overall length of 3.455 m and a weight of 1,150 kg. The gun has a maximum rate of fire of between 6 and 8 rds/min, a maximum range in the indirect fire role of between 12,000 and 13,290 m and can fire the following types of fixed ammunition: AP-T (BR-350 series), API-T (BZR-350B), HE-FRAG (0-350A), HEAT-FS (BK-354M) and HVAP-T (BR-354P). A 7.62 mm machine gun is mounted coaxially to the right of the main armament and the roof of the turret can be fitted with one 12.7 mm DShKM anti-aircraft machine gun.

The PT-76 is fully amphibious, being propelled in the water at a maximum speed of 9 km/h thanks to two water-jets mounted at the rear of the hull. The only preparation required before entering the water is to erect the trim vane at the front of the hull and switch on the two electric bilge pumps. A manual bilge pump is provided for emergency use.

The Indonesian upgrade of the PT-76 is motorized with a new Detroit Diesel 6V-92T diesel developing 300 hp at 2,100 rpm coupled to the original transmission. The upgrade package also includes a new alternator (24 V, 200 Ah), a new cooling and electrical system and fuel, exhaust, air inlet, hull, and top deck modifications.

The original 76.2 mm gun is replaced by the 90 mm Cockerill Mk III gun that can fire a wide range of ammunition including APFSDS (Armour-Piercing Fin-Stabilized discarding Sabot). To improve the first round hit probability, a new fire-control system has been installed, together with a new day/night sight for the gunner which incorporates a laser range-finder. A new solid-state all-electric gun/turret stabilization and power control system has replaced the original Russian system and a new fire extinguishing system has been installed.

The Soviet-made 7.62mm coaxial machine gun seems to be replaced by a European 7.62 machine gun and a similar weapon can be mounted on the turret roof for air defense purposes.

  Army recognition  

Jumat, 22 Mei 2020

Program PrioritasYudo Margono

Resmi Pimpin TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono (kiri) dan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo (kanan) membaca sumpah saat dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/5/2020). Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Laksamana TNI Yudo Margono sebagai KSAL dan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai KSAU.(ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A) ⚓️

Kepala Staf TNI Angkatan Laut ( KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan sembilan program prioritasnya kepada 39 satuan kerja jajaran TNI AL melalui video conference di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2020).

Adapun Sembilan program prioritas itu masuk dalam pembangunan kekuatan dan pembinaan kemampuan TNI AL.

"Sembilan program prioritas tersebut meliputi, pembangunan SDM TNI AL," ujar Yudo dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2020).

Program kedua adalah modernisasi KRI, pesawat udara dan material tempur.

Ketiga, pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) TNI AL.

Keempat, pembangunan sistem pembinaan kekuatan dan kesiapan operasional.

Kemudian kelima penyelarasan doktrin, operasi, latihan dan sistem pendidikan.

Keenam peningkatan kemampuan Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, Pengamatan, dan Pengintaian (K4IPP) dan siber TNI AL.

Ketujuh, TNI AL akan meningkatkan program dan anggaran berbasis kinerja dan berorientasi hasil.

Kedelapan, TNI AL akan melakukan perbaikan sistem dukungan logistik.

Kesembilan, peningkatan kemampuan TNI AL dalam menghadapi ancaman bersifat non-konvensional.

Adapun kegiatan entry briefing dan pidato yang disampaikan Yudo Margono merupakan petunjuk awal dari pimpinan baru.

Selain itu, momen tersebut menjadi pedoman bagi seluruh prajurit TNI AL untuk melanjutkan jalannya roda organisasi TNI AL ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, KSAL menyatakan berkomitmen untuk meneruskan kebijakan para pemimpin TNI AL terdahulu yang akan diselaraskan dengan petunjuk strategis.

Ini termasuk dengan mengarahkan kebijakan Presiden Joko Widodo dan pimpinan TNI. Khususnya terkait pelaksanaan tugas sebagai kepala staf untuk memimpin TNI AL dalam pembinaan kekuatan dan kesiapan operasional.

  ⚓️ Kompas  

Paskhas Amankan Penerbangan CN-235

Antisipasi Keamanan Pengamanan penerbangan CN235 di bandara Oksibil, Papua [TNI AU]

S
atgas Paskhas Pamrahwan Yonko 462 Paskhas Pos Oksibil dipimpin Lettu Pas Febrianto Tri Sulaksono S.T.(Han) melaksanakan pengamanan penerbangan di wilayah Bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Jumat (15/5/2020).

Pengamanan ini bertujuan untuk mengamankan Bandara Oksibil dari gangguan yang selama ini terjadi, penerbangan pesawat CN 235 A-2302 dari Skadron Udara 27 milik TNI Angkatan Udara ini membawa dukungan logistik Satgas TNI yang bertugas di wilayah Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang Papua.

Pada kegiatan pengamanan ini Satgas Paskhas Pamrahwan Papua Batalyon Komando 462 Paskhas Pos Oksibil melaksanakan pengamanan pesawat, pengamanan perimeter bandara, pengamanan tower, dan penembak runduk.

Pelaksanaan pengamanan penerbangan dilaksanakan ini dapat terlaksana dengan aman dan lancar.

Dansatgas Pamrahwan Yonko 462 Paskhas Letkol Pas Yoseph M. Purba, MAvnMgt, M.M.S., pcsc, mengatakan Pengamanan ini adalah suatu bentuk kesiapsiagaan Prajurit Satgas Yonko 462 Paskhas dalam melaksanakan Pengamanan Bandara di Wilayah Papua terutama di wilayah Bandara Oksibil.

  TNI AU  

Kamis, 21 Mei 2020

Zeni TNI AD Uji Coba Kendaraan 4x4 Baru

Kendaraan taktis Patriot II 4x4 [pusziad]

B
eredar foto di medsos bahwa Direktorat Zeni TNI Angkatan Darat sedang melakukan uji coba kendaraan taktis 4x4 baru diatas jembatan ponton amfibi. Dari bentuk fisiknya kelihatan bahwa ini adalah gambar kendaraan lansiran Excalibur Army bernama Patriot, dan dilihat dari grille depannya maka dipastikan bahwa ini adalah Patriot II.

Jika pembaca perhatikan dengan cermat, kendaraan ini pernah dibawa ke pameran Indodefence 2018 di Jakarta oleh holding Excalibur Army yaitu CSG (Czecho Slovak Group).

Kendaraan ini datang bersamaan dengan kendaraan M3 amphibious pontoon pada pekan lalu, sebagaimana kita ketahui paket pengadaan M3 termasuk di dalamnya 18 unit M3 amphibious pontoon, 3 unit rantis kelompok komando (Pokko), 5 unit kendaraan trackway, dan 2 unit kendaraan Recovery Vehicle.

Kendaraan yang kedatangannya telah diliput oleh media adalah M3 ponton, dan Treva-15 recovery vehicle, trackway adalah kendaraan penggelar landasan (mats) agar kendaraan dapat melalui medan berpasir atau berlumpur, kendaraan ini belum muncul. Kini tinggal kendaraan taktis untuk kelompok komando (Pokko) dan itulah Excalibur Army Patriot II yang rencananya akan datang 3 unit.

Produsen alusista Ceko dan Slovakia baik bersama agent-nya PT Republik Defensindo atau sendiri melalui CSG memang aktif menawarkan produknya ke Indonesia dan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri produknya telah banyak yang dipakai yaitu : Excalibur Army Vampire MLRS, Kerametal Aligator 4x4, VYVOJ Martin Tatrapan 6x6, Excalibur Army Pandur II, truk Tatra, dan paket M3 amphibous pontoon.

Kendaraan Patriot II adalah kendaraan taktis dari sasis truk Tatra T815 menggunakan stir kanan, dengan bermesin diesel Cummins 6.700 cc dan transmisi otomatis Allison 3200 SP (enam gigi maju dan 1 mundur), tidak sulit untuk mencari suku cadangnya. Dinding bajanya merupakan sistem perlindungan balistik yang berada pada level 3 STANAG 4569 serta bagian bawah kendaraan mampu menahan ledakan ranjau pada level 2a/b STANAG 4569, dan bobot hingga 15 ton cukup ideal untuk jadi kendaraan komando.

  Defense Studies  

Rabu, 20 Mei 2020

Mengenang 58 Tahun Operasi Serigala

 https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2015/06/04/2358c112-3bdd-42cb-94d2-5cfb88cf48c2_169.jpg?w=700&q=90Ilustrasi penerjunan pasukan [detik]

Ternyata tepat tanggal 19 Mei 1962 adalah hari bersejarah bagi Indonesia khususnya pulau Papua. Tepat di tanggal ini, bendera Merah Putih berhasil berkibar di tanah Papua. Proses pengibaran Sang Saka Merah Putih ini harus melewati perjuangan yang berat.

Pada tanggal 17 Mei 1962, 27 anggota Pasukan Gerak Tjepat (PGT) telah diterjunkan ke daerah Kiamono-Sorong. Pada saat itu, para prajurit diturunkan dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules.

Berdasarkan informasi dari Instagram TNI AU Selasa 19 Mei 2020, pesawat Hercules C-130 take off dari Lapangan Udara Laha Ambon pukul 01.00 dini hari. Situasi pada saat itu sedang hujan dan pemandangan menjadi sangat gelap, sehingga tidak terlihat daratan.

Karena cuaca tidak mendukung, pasukan yang terjun pun berserakan. Beberapa saat setelah mereka turun, mereka pun langsung disambut dengan tembakan dari darat oleh tentara Belanda.

Setelah semua pasukan PGT mendarat, merekapun langsung melawan tentara Belanda dan pertempuran sengit tak terelakkan. pada akhirnya, beberapa dari anggota PGT harus gugur dalam pertempuran tersebut. Bahkan beberapa diantaranya juga ada yang sempat ditawan oleh Belanda.

Sementara itu, sisa pasukan yang masih bertahan harus bergerilya masuk ke hutan. Mereka terus dikejar dan dikepung oleh tentara Belanda yang memiliki persenjataan yang lebih canggih. Tidak hanya itu, pasukan PGT juga mendapat serangan udara dari pesawat Neptune Belanda.

Sisa pasukan PGT hanya mampu bertahan selama satu bulan saja dan akhirnya mereka tertangkap tentara Belanda. Meski begitu, tentara Indonesia yang tidak mengenal kata menyerah mengirimkan pasukan PGT lagi.

Dua hari kemudian pada tanggal 19 Mei 1962, Indonesia kembali menerjunkan 81 pasukan PGT dengan sandi ‘Operasi Serigala’ ke daerah Teminabuan-Sorong. Operasi Serigala ini berada di bawah pimpinan Letnan Muda Udara II Suhadi dan tetap menggunakan pesawat C-130 Hercules untuk membawa para pasukan.

 ♖ VIVAnews  

Selasa, 19 Mei 2020

Senegal beli pesawat CN-235 buatan PTDI

Untuk ketiga kalinya https://img.antaranews.com/cache/800x533/2020/05/16/WhatsApp-Image-2020-05-16-at-3.40.16-PM.jpeg.webpPemerintah Senegal meninjau perkembangan pembuatan pesanan pesawat CN-235 saat mengunjungi PT Dirgantara Indonesia di Bandung, awal Maret 2020. (Handout KBRI Dakar)

P
emerintah Senegal untuk ketiga kalinya melakukan pembelian unit CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang akan digunakan sebagai pesawat patroli maritim.

Penandatanganan kesepakatan pembelian pesawat CN-235 tersebut dilakukan di Ibu Kota Dakar, oleh perwakilan PTDI dan perusahaan AD Trade dari Belgia yang mewakili pemerintah Senegal sebagai penyandang dana kredit, demikian keterangan tertulis KBRI Dakar, Sabtu.

Pada awal Maret 2020, Menteri Perencanaan Senegal Dr. Cheikh Kante bersama Duta Besar RI untuk Senegal Mansyur Pangeran telah melakukan kunjungan kerja ke PTDI di Bandung guna menyaksikan secara langsung di lapangan mengenai proses pengerjaan tahap akhir penyelesaian pembuatan pesawat CN-235 pesanan Senegal.

Saat berada di PTDI, Menteri Cheikh Kante menyatakan rasa senang dan kekagumannya melihat perkembangan pengerjaan pesanan CN-235 yang telah mencapai 80 persen. Diharapkan pesawat tersebut dapat dikirim ke Senegal sekitar Agustus-September 2020.

Menurut Cheikh Kante, Indonesia saat ini telah berkembang menjadi sebuah negara maju di Asia melalui peningkatan pembangunan dan kemajuan teknologi salah satunya di bidang pembuatan pesawat terbang dan industri persenjataan.

Karena itu, tepatlah bila Senegal menjadikan Indonesia sebagai role model bagi peningkatan kerja sama kedua negara khususnya dalam bidang pembangunan infrastruktur dan industri yang nantinya diharapkan dapat melahirkan transfer teknologi dari Indonesia ke Senegal,” tutur dia.

Pesawat CN-235 dinilai sangat bagus digunakan untuk berbagai misi penerbangan yang praktis, baik untuk penerbangan domestik dengan jarak penerbangan yang pendek maupun untuk penerbangan antarnegara di Sub-Kawasan Afrika Barat.

Menurut Dubes Mansyur, CN-235 buatan PTDI bisa digunakan untuk menjalankan program kemanusiaan seperti pendistribusian bahan-bahan makanan ke daerah-daerah yang terpencil dan kering, yang tidak memiliki jaringan transportasi dan lapangan udara serta untuk misi evakuasi medis.

Pesawat yang dapat terbang maksimum selama 11 jam tanpa henti itu mampu mengangkut barang-barang kargo seberat 4.7 ton dan 36 penumpang.

CN-235 juga bisa melakukan pendaratan dan lepas landas di landasan jarak pendek, di lapangan rumput, lapangan tanah, serta di tanah bebatuan (gravel) kurang dari 600 meter.

Pesawat ini dapat digunakan untuk misi patroli maritim, evakuasi medis, pengerahan pasukan bersenjata, kepentingan militer maupun sipil, serta untuk kepentingan pribadi.

Selain itu, interior pesawat CN-235 dapat diubah dengan mudah dan cepat untuk digunakan sebagai pesawat VVIP kepresidenan seperti yang digunakan oleh Senegal saat ini,” kata Dubes Mansyur.

  antara  

Yudo Margono Dikabarkan Jadi Kasal

Kasau Dijabat Fajar Prasetyo https://img.beritasatu.com/cache/beritasatu/600x350-2/1578224750.jpgPanglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono. [Foto: Antara / Cherman]

I
su pergantian Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) terus bergulir. Menurut informasi yang diterima Beritasatu.com, Selasa (19/5/2020), nama Kasau dan Kasal yang baru sudah disetujui Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Isu pergantian Kasal dan Kasau bergulir karena pejabat yang sekarang sudah memasuki masa pensiun. Kasal Laksamana Siwi Sukma Adji akan memasuki masa pensiun pada Mei 2020, sementara Kasau Marsekal Yuyu Sutisna pensiun pada Juni 2020.

"Pengganti Kasal, Pak Yudo Margono, sementara pengganti Kasau, Pak Fajar Prasetyo," kata sumber Beritasatu.com di Mabes TNI, Cilangkap.

Laksamana Madya Yudo Margono saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I. Dia adalah alumnus Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) angkatan XXXIII/1988.

Namanya belakangan sering disebut media massa terkait pemulangan warga negara Indonesia dari Wuhan, Tiongkok, ke Natuna saat terjadi pandemi Covid-19 serta pembangunan RS Darurat Wisma Atlet.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/60X50.jpg/220px-60X50.jpgSementara, Marsekal Madya Fajar Prasetyo saat ini menjabat sebagai Pangkogabwilhan II. Dia adalah alumnus Akademi TNI Angkatan Udara (AAU) 1988. Fadjar merupakan seorang penerbang angkut dan mengawali karier sebagai penerbang A-4 Skyhawk di Skuadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin pada 1990 hingga 1995.

Sejak 1995, ia ditugaskan menjadi perwira penerbang di Skuadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma dan menerbangkan pesawat Fokker F-28 dan Boeing B-707. Kemudian, dia menjadi Komandan Skuadron Udara 17 dan menerbangkan Boeing 737-200. Jabatan sebelumnya adalah Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II.

"Hari ini Pak Fajar sudah pamitan dengan anak buahnya di Pangkogabwilhan II. Besok rencananya akan digelar upacara serah terima jabatan (sertijab)," kata sumber itu.

  Berita Satu  

Senin, 18 Mei 2020

Indonesia Masuk 63 Negara yang Dukung Penyelidikan Asal-usul Covid-19

 Sejumlah petugas medis yang menggunakan pakaian pelindung merawat pasien yang terjangkit virus corona baru di salah satu rumah sakit di Wuhan, Hubei, China, 6 Februari 2020. [Foto/China Daily via REUTERS]

Indonesia menjadi bagian dari 63 negara di dunia yang mendukung seruan penyelidikan independen tentang asal-usul pandemi virus corona baru penyebab penyakit Covid-19. Virus ini terdeteksi pertama kali di Wuhan, China, pada Desember 2019.

Seruan ini datang dari Australia. Surat kabar The Australian telah memperoleh rancangan resolusi untuk diajukan ke Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) pada Selasa (19/5/2020) yang didukung oleh negara-negara utama termasuk India, Jepang, Inggris, Kanada, Selandia Baru, Indonesia, Rusia, Meksiko, Brasil, dan 27 negara anggota Uni Eropa.

"Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Ghebreyesus agar memulai pada saat yang tepat, paling awal...proses bertahap evaluasi yang tidak memihak, independen dan komprehensif dari respons internasional terhadap pandemi, tindakan WHO dan jadwal wabahnya," bunyi sebagian rancangan resolusi tersebut.

Kantor Perdana Menteri Selandia Jacinda Ardern melalui juru bicaranya mengatakan kepada New Zealand Herald bahwa Direktur Jenderal Kesehatan Dr Ashley Bloomfield akan mewakili kepentingan Selandia Baru besok.

"Posisi Selandia Baru adalah untuk penyelidikan independen terhadap respons global terhadap pandemi Covid-19, termasuk asal dan perkembangan pandemi, karena selalu ada hal-hal yang dapat kita pelajari untuk meningkatkan respons kolektif kita terhadap kesehatan global," katanya.

"Juga, minggu lalu Selandia Baru bergabung dengan sejumlah negara dalam menyatakan dukungan untuk partisipasi Taiwan sebagai pengamat di Majelis Kesehatan Dunia pada 18-19 Mei. Kami telah lama menekankan dalam keterlibatan kami dengan Organisasi Kesehatan Dunia tentang pentingnya inklusivitas dan non-politisasi dalam masalah kesehatan global," paparnya.

The Australian melaporkan bahwa dukungan internasional akan membuat marah China, yang sebelumnya telah mengancam Australia dengan boikot konsumen China atas pengejaran penyelidikan oleh pemerintah Perdana Menteri Scott Morrison.

Majelis Kesehatan Dunia, meski ada pembatasan perjalanan terkait Covid-19, dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Senin (18/5/2020) dan Selasa (19/5/2020). Majelis akan fokus pada virus corona baru. Mosi ini akan diajukan pada Selasa pagi.

Menurut The Australian, dugaan lambannya WHO dalam menanggapi pandemi Covid-19 juga akan jadi bagian dari pembahasan Majelis Kesehatan Dunia. China sendiri menuai pujian WHO atas tanggapannya terhadap pandemi Covid-19 meskipun Beijing dianggap menyembunyikan virus selama minggu-minggu awal dan menghukum dokter pelapor atau whistleblower.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo sebelumnya mendesak semua negara untuk bergabung dengan seruan Australia untuk menuntut jawaban atas asal-usul Covid-19.

 Presiden China Siap Bicara

Presiden China Xi Jinping akan menyampaikan pidato hari Senin (18/5/2020) dalam upacara pembukaan sesi ke-73 Majelis Kesehatan Dunia (WHA) melalui tautan video. Pemimpin rezim komunis ini akan pidato atas undangan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, seperti dikutip New York Times, mengonfirmasi rencana pidato Xi Jinping tersebut. Zhao mengatakan masih terlalu dini untuk memulai penyelidikan tentang asal-usul dan penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan negara di dunia mendukung seruan penyelidikan independen tentang asal-usul pandemi Covid-19. Indonesia ikut jadi bagian dari ratusan negara tersebut.

Seruan ini awalnya muncul dari Australia, namun rancangan resolusi dibuat oleh Uni Eropa.

Wakil Kepala Staf Kesehatan Australia Paul Kelly mengatakan mosi yang diajukan ke Majelis Kesehatan Dunia malam ini tidak akan melemah karena tidak secara khusus menyebut China.

Seperti diketahui, virus corona baru, SARS-Cov-2, penyebab penyakit Covid-19 pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, pada Desember 2019. Virus itu dengan cepat menyebar ke seluruh dunia dan menjadi pandemi global.

"Saya pikir hal yang paling penting—alih-alih menyalahkan salah satu negara atau negara lain—adalah bahwa kita sampai pada dasar dari apa yang terjadi," katanya, seperti dikutip media Australia,Daily Telegraph.

Dan sebagian dari itu adalah tentang asal-usulnya, dari mana virus ini berasal— seperti yang kita pahami, menjadi penyakit zoonosis, menyebar dari hewan atau hewan ke manusia—saya pikir itu adalah komponen penting darinya," ujar dia.

Penyelidikan internasional dan independen ini tidak bermaksud menyalahkan salah satu negara, tapi untuk membuat rumusan untuk menghadapi pandemi serupa di masa depan.

Tetapi ada banyak hal yang terjadi dengan pandemi ini sejak awal dan saya pikir, melihat seluruh cara penyebarannya begitu cepat di seluruh dunia dan apa yang terjadi di berbagai negara dalam cara-cara di mana berbagai negara telah mendekati bahwa masalah akan menjadi bagian investigasi itu. Dan saya berharap resolusi ini akan berhasil."

Rancangan resolusi dari Uni Eropa sekarang memiliki ratusan negara pendukung sponsor, setelah seluruh Grup Afrika dan negara-negara anggotanya bergabung dengan daftar awal 63 negara.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne juga mengatakan dia berharap mosi ini akan berlalu, menandai kemenangan strategis utama bagi Australia.

"Kami sangat terdorong oleh tumbuhnya tingkat dukungan untuk gerakan Majelis Kesehatan Dunia yang komprehensif," katanya. (min)

  sindonews  

Penerbang Tempur Perempuan Pertama di TNI AU

Dilantik Hari Ini Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti yang akan dilantik menjadi penerbang tempur perempuan pertama di TNI Angkatan Udara, Senin 18 Mei 2020. (ANTARA/HO-Dok Dispenau)

Letda Penerbang Ajeng Tresna Dwi Wijayanti akan menjadi penerbang tempur perempuan pertama di TNI Angkatan Udara. Dia akan dilantik hari ini di Markas Besar TNI AU Cilangkap, Jakarta Timur, hari ini, Senin 18 Mei 2020.

Pelantikan rencananya dilakukan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Yuyu Sutisna. Adapun Ajeng, 23 tahun, akan dilantik bersama 42 perwira TNI AU termasuk dua perwira wanita dan dua perwira TNI AD dalam upacara Wisuda Siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan ke-97 atau "Wingday" tersebut.

Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Angkatan Udara, Kolonel Sus Muhammad Yuris, mengatakan dalam keterangan tertulisnya bahwa upacara akan berlangsung sederhana di dua tempat. "Dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat sehubungan kondisi pandemi Covid-19," katanya.

Di Mabes TNI AU, Marsekal Yuyu akan menyematkan wing penerbang dan menyerahkan trofi kepada dua lulusan terbaik dan satu perwakilan siswa dari TNI AD. Sedangkan wisudawan lainnya mengikuti upacara dari Wisma Adisutjipto di Yogyakarta dan terhubung melalui jaringan video jarak jauh.

Terpilihnya Letda Pnb Ajeng Tresna ini menjadi sejarah bagi TNI khususnya TNI AU. Karena pada Wingday Sekbang-97 inilah untuk pertama kalinya TNI AU akan memiliki seorang penerbang tempur wanita atau fighter yang akan menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.

Seusai dilantik, perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 ini akan memulai pengabdiannya di Skuadron Udara 15 Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi Magetan yang mengoperasikan pesawat tempur T50i Golden Eagle.

Seluruh wisudawan yang sudah dilantik akan segera bergabung dengan skuadronnya masing-masing yang terdiri dari 34 penerbang pesawat fixed wing dan 10 penerbang rotary wing (helikopter). Khusus untuk penerbang tempur, akan menjalani Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Tempur (KPTPT) di Skuadron Udara 15 sebelum menjalani masa transisi di skuadronnya masing-masing.

  Tempo  

Minggu, 17 Mei 2020

KRI Teluk Amboina 503

Ksatria Penjelajah Lautan Tertua di Laut Timur KRI Teluk Amboina 503 [istimewa]

KRI Teluk Amboina 503 menjadi satu-satunya kapal perang Republik Indonesia yang masih beroperasi hingga saat ini. Kapal buatan Jepang ini mulai dibuat pada tahun 14 Oktober 1960.

Setelah pembuatannya selesai dalam kurung waktu satu tahun, kapal perang ini berlayar menuju Indonesia dan tiba pada 6 Juli 1961. Satu bulan berikutnya, tepat pada tanggal 2 Agustus 1961 KRI Teluk Amboina 503 ini dikukuhkan dalam jajaran armada RI.

Berdasarkan informasi Kolinlamil Kamis 14 Mei 2020, kapal ini berjenis Landing Ship Tank (LST). Daya tampung yang dimiliki kapal ini juga tergolong cukup besar, untuk mengangkut personel saja, KRI Teluk Amboina 503 mencapai 610 personel.

VIVA Militer: Proses Penurunan Tank dari KRI Teluk Amboina 503Sementara itu, kapal ini juga mampu mengangkut kendaraan perang berupa tank sebanyak 17. Tak hanya itu, KRI Teluk Amboina 503 juga mampu mengangkut 32 mobil angkot personel berupa jeep dan 18 truk.

Riwayat pengoperasian kapal ini juga tergolong banyak, kapal ini tercatat sudah pernah menjelajah daerah-daerah Indonesia bagian Timur seperti, Trikora, Seroja, Pamrahwan Maluku atau Maluku Utara, dan Ambalat.

Wilayah-wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia, Timor Leste, kapal ini juga turut andil dalam poreses pengamanannya.

  ★ VIVAnews