Sabtu, 08 Januari 2022

[Foto] Latihan Tempur Militer Taiwan di Tengah Ketegangan dengan China

⚓️ Militer Taiwan menggelar latihan tempur darat, laut, dan udara di tengah ketegangan dengan China.

Kendaraan dalam negeri CM32 ikut demontrasi

Kapal korvet Taiwan

Kapal korvet Taiwan Ta Chiang

Kapal Korvet Taiwan Ta Chiang

F16V Angkatan Udara Taiwan

 ⚓️  Liputan 6  

Prototipe Drone Elang Hitam Disebut Gunakan Mesin Piston Rotax 915 iS

 Siap Uji Terbang Perdana ✈ Penampakan purnarupa drone MALE Elang Hitam [Lembaga Keris]

Jika tidak ada aral melintang, prototipe drone tempur (UCAV) pertama buatan Indonesia, yaitu Elang Hitam akan terbang perdana pada bulan Februari mendatang. Dari serangkaian persiapan yang tengah dilakukan PT Dirgantara Indonesia, sumber tak resmi menyebut bila drone MALE (Medium Altitule Long Endurance) ini bakal ditenagai Rotax 915 iS.

Dikutip dari akun Twitter @abe_accord, Elang Hitam disokong mesin Rotax 915 iS buatan Austria. Rotax 915 iS adalah jenis mesin piston yang biasa digunakan pada pesawat ultralight, pesawat terbang sport sampai helikopter ringan. Dirancang pada tahun 2014, Rotax 915 iS mendapat sertifikasi airworthiness pada tahun 2017.

Rotax 915 iS adalah mesin bensin empat silinder dengan empat langkah turbocharged yang berpendingin udara dan air. Mesin ini dirancang untuk dapat beroperasi di ketinggian 4.572 meter. Rotax 915 iS mampu menghasilkan tenaga 141 hp untuk lepas landas dan 135 hp untuk terbang jelajah.

Rotax 915 iS dikembangkan dari Rotax 912 Internal Combustion (100 hp), dimana Rotax 912 adalah jenis mesin piston yang digunakan pada drone tempur Bayraktar TB2, sebelum akhirnya dihentikan pengguaannya karena mendapatkan embargo dari Kanada.

Sebagai informasi, meski Rotax adalah manufaktur mesin asal Austria, namun status Rotax adalah anak perusahaan Bombardier Recreational Products. Perusahaan Kanada itu belakangan baru menyadari bahwa produknya digunakan untuk misi penyerangan oleh Azerbaijan ke posisi pasukan Armenia.

Kembali tentang Elang Hitam, drone tempur ini punya panjang 8,65 meter, lebar bentang sayap 16 meter dan tinggi 2,6 meter. Bobot maksimum saat tinggal landas mencapai 1.300 kg, sementara kapasitas payload 300 kg. Dengan kapasitas bahan bakar 420 liter, Elang Hitam dapat terbang selama 30 jam, sementara radius kendali Line of Sight sampai 250 km.

Elang Hitam dapat terbang dengan kecepatan maksimum 235 km per jam dan kecepatan jelajah 50 – 180 km per jam – diasumsikan terbang pada ketinggian 5 ribu meter. Batas ketinggian terbang drone ini ditakar sampai 7.200 meter. Panjang landasan yang dibutuhkan untuk landing adalah 500 meter dan panjang landasan untum take-off yaitu 700 meter. (Gilang Perdana)

  Indomiliter  

Jumat, 07 Januari 2022

Korsel Akan Kontrol Ketat Radar AESA Jet Tempur IF-21 Indonesia

Prototipe KF-21 (Angkatan Bersenjata Korsel)

Tahun 2022 akan menjadi tahun paling krusial bagi KF-21 Boramae karena dijadwalkan melakukan penerbangan perdananya. Sejak peluncuran pesawat prototipe pertama tahun lalu jet tempur yang dibangun Korea Selatan dan Indonesia tersebut dilaporkan telah menjalani berbagai uji darat.

Lockheed Martin adalah mitra resmi program KF-X. Ketika Angkatan Udara Republik Korea mengakuisisi 40 jet tempur F-35A. Salah satu klausul utama dalam kontrak termasuk transfer teknologi, empat di antaranya dikategorikan sebagai teknologi inti yang diperlukan untuk pengembangan KF-21.

Empat teknologi inti tersebut adalah: Radar AESA, Radio Frequency Jammer, Pod penargetan Electro-Optical dan Infrared Search and Track (IRST). Namun Kongres Amerika menilai teknologi itu terlalu sensitif hingga mereka memblokir transfer teknologi tersebut. Ini menempatkan program KF-X dalam bahaya, dan banyak orang di Korea Selatan meragukan kelayakan program tanpa teknologi ini.

Setelah studi kelayakan yang mendalam, Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan menyimpulkan bahwa teknologi ini dapat dikembangkan secara lokal. Studi kelayakan ini menempatkan program KF-X kembali ke jalurnya dan sampai seperti sekarang ini.

Pengembangan radar AESA tidak diragukan lagi merupakan program pengembangan paling terkenal dari keempatnya, dan dikatakan berjalan lancar.

Menurut akun Facebook Angkatan Bersenjata Republik Korea, prototipe radar telah menjalani banyak pengujian di udara dan dikatakan berkinerja baik. Pengembangan sistem lain juga dikatakan berjalan baik melalui pengembangan dan penelitian sendiri atau melalui kerjasama dengan mitra internasional.

Angkatan Bersenjata Republik Korea juga mengatakan karena teknologi inti ini dianggap sangat sensitif dan merupakan kekayaan intelektual Korea Selatan, setiap sistem yang diekspor akan dikelola oleh para insinyur Korea Selatan. Misalnya, jet tempur yang dibangun Indonesia atau yang disebut sebagai IF-21 harus diawasi oleh insinyur Korea Selatan ketika radar dan subsistem sensitif lainnya akan digunakan. Korea Selatan yang akan melakukan perawatan radar tersebut.

Ini bukan hal yang aneh. Sebagian besar, meski tidak semua, produsen pertahanan utama selalu memberlakukan persyaratan serupa untuk melindungi teknologi sensitif. Sebagai misal, pengguna varian F-15E dan F-35 tidak bisa leluasa merawat pesawat mereka tanpa insinyur Boeing atau Lockheed Martin,” tulis Angkatan Bersenjata Korea Selatan.

Seperti diketahui jet tempur supersonik KF-21 Boramae secara resmi diluncurkan pada 9 April 2021. Menurut Korea Aerospace Industries (KAI) pesawat ini dirancang untuk dapat terbang dengan kecepatan maksimum 1,81 Mach dengan jangkauan terbang mencapai 2.900 kilometer.

Pesawat memiliki panjang 16,9m, tinggi 4,7m dan bentang sayap 11,2m. Dengan dimensi ini KF-21 lebih besar dari F-16 dan memiliki ukuran yang sama dengan F/A-18.

Pengembangan KF-21 dimulai secara sungguh-sungguh pada Januari 2016 dan proses perakitan dimulai pada 2019 setelah Critical Design Review selesai pada 2018. KF-21 diharapkan dapat menggantikan F-4 dan F-4 Angkatan Udara Republik Korea. KF-21 adalah proyek bersama antara Korea Selatan dan Indonesia di mana Seoul memegang 80% saham sementara Jakarta 20%. Pada tahap awal Indonesia akan membeli 40 unit pesawat tersebut.

  ★ Tren Asia  

KRI Tombak-629 Latihan Hadapi Serangan Udara

⚓ Kerjasama dengan pesawat udara U-6215 TNI ALTOK 629 [TNI AL]

KRI Tombak-629 dari jajaran Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada II, yang sedang melaksanakan operasi di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II melaksanakan latihan bersama dengan unsur Pesawat Udara U-6215 di Perairan Laut Jawa, Selasa (4/1).

Tidak tanggung-tanggung, Komandan Guskamla Koarmada II Laksma TNI I Gung Putu Alit Jaya memimpin langsung jalannya latihan bersama. “Kegiatan ini rutin dilaksanakan apabila dua unsur atau lebih bertemu di daerah operasi yang sama, dan melaksanakan kegiatan serial latihan atau giat lainnya guna melatih profesionalitas prajurit TNI AL “terang Danguskamla.

Selain itu untuk melihat tingkat kesiapsiagaan prajurit KRI dalam menghadapi aksi serangan udara. Karenanya kita harus berupaya semaksimal mungkin melatih kesiapan prajurit di bawah jajaran Koarmada II agar menjadi prajurit yang profesional,” tambah Laksma Putu Alit Jaya.

Saat latihan berlangsung Prajurit KRI Tombak-620 dengan sigap segera menempati pos tempur masing-masing begitu mendengar tanda peran tempur bahaya udara dibunyikan.

Aksi para prajurit ini dilanjutkan dengan aksi tempur dalam menghadapi serangan udara meliputi tracking sasaran udara sampai dengan pengarahan meriam pertahanan udara ke sasaran.

Latihan juga diisi dengan komunikasi taktis antara KRI TOK-629 dengan Pesawat Udara U-6215.

Dalam latihan yang mengutamakan kerja sama taktis tersebut, para prajurit melaksanakan beberapa serial latihan. Antara lain Radio Comm Air to Ground (reverse), Air Joining Procedure, Tracking Sasaran Udara, Ploting Udara, Pertahanan Udara dan Flypass. (Pen2)
 

  ⚓ Koarmada II  

Kamis, 06 Januari 2022

[Video] “Alap – Alap” UAV

 ​Post by BRIN Indonesia Tactical drones Developed by Agency for the Assessment and Application of Technology (BPPT), with high wing configuration makes Maximum cruising altitude up to 12.000 feet & Max cruising speed 25.7 m/s.


  Youtube  

Mengintip Ambulance Boat dr Wahidin Soedirohusodo Buatan PT PAL

Dengan kecepatan 28 knots Ambulance Boat KRI dr Wahidin Soedirohusodo [PAL]

PT
PAL Indonesia (Persero) meluncurkan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) atau Ambulance Boat dr. Wahidin Soedirohusodo.

"BRS dr. Wahidin Soedirohusodo memiliki kemampuan setara rumah sakit tipe C," tulis akun resmi PT PAL Indonesia, seperti dikutip halloternate.com dari laman media sosial @HumasPTPAL pada Selasa, 4 Januari 2022.

Kemampuan tersebut ditunjang dengan fasilitas Poliklinik Rawat Jalan yang melayani pasien umum, pasien dengan masalah pada mata, gigi, dan lain-lain sebagainya.

"Termasuk difungsikan sebagai Unit Gawat Darurat (UGD), ruang operasi, ruang rawat inap, dan unit radiologi," tulisnya.

Kapal BRS juga dilengkapi peralatan CT Scan dan X-Ray, hingga ruang isolasi untuk penanggulangan wabah menular seperti Covid-19.

Selain itu, Kapal BRS dr. Wahidin Soedirohusodo juga ditunjang dengan mobilitas evakuasi medis, seperti 2 unit Landing Craft Vehicle Personnel (LCVP), 1 unit Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB), serta 2 unit Ambulance Boat.

"Ambulance Boat Kapal BRS dr. Wahidin Soedirohusodo tersedia 2 unit dengan length overall 11,4 meter dan maximal speed 28 Knot," tulisnya.

Ambulance Boat dibalut material alumunium marine grade 5083 yang memiliki est dry weight 5500 kilogram, fuel tank capacity 800 liter, dan saat beroperasi dapat memuat tiga orang kru.

"Dengan spesifikasi tersebut, Ambulance Boat difungsikan untuk menunjang mobilitas misi evakuasi medis," pungkasnya. ***

  ★
Hallo  

Rabu, 05 Januari 2022

[Video] N219 & N219 Amphibi - A Multi-Mission Aircraft

 Post by BRIN Indonesia The N219 Amphibi or N219A aircraft, initiated by PT Dirgantara Indonesia and the Agency for the Assessment and Application of Technology (BPPT), is an improvement over the N219.

The N219A can land as well as take off in waters with a maximum wave height of 0.3 meters. This supports short flights to areas of water that are difficult to reach.


  🛩 Youtube  

[Video] "ELANG HITAM" Medium Altitude Long Endurance – Unmanned Aerial Vehicle

  Post by BRIN Indonesia Weaponized Multiple UAV combatant drones Initiated by Research Organitation forvAgency for the Assessment and Application (formerly BPPT) and Manufactured by Indonesian Aerospace Inc./PT Dirgantara Indonesia,


  Youtube  

Selasa, 04 Januari 2022

Jet Tempur Incaran Prabowo Boros

1 Jam Terbang Rp 253 Juta! Ilustrasi Pesawat Rafale dan F15 [AP]

Indonesia dipastikan sebentar lagi akan memboyong jet tempur Dassault Rafale. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Dalam keterangannya, Kasau mengatakan bahwa Dassault Rafale nantinya akan menemani F-16, Sukhoi SU-27, dan Sukhoi SU-30 yang sudah dioperasikan TNI AU. Selain Dassault Rafale, TNI AU juga dikabarkan akan membeli F-15X.

"Kami menginginkan pesawat generasi 4,5 dan menginginkan yang 'heavy' atau medium ke atas. Karena kita saat ini sudah ada F-16 sudah ada Sukhoi buatan Rusia," kata Fadjar pada akhir Desember 2021 lalu dikutip Detik.com.

Sebenarnya, Dassault Rafale sendiri memang sudah dibidik oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto Djojohadikusumo sejak lama. Armada tempur buatan Prancis itu diklaim mampu sebagai proyeksi kekuatan dan penyebaran untuk misi eksternal, misi serangan dalam, dukungan udara untuk pasukan darat, misi pengintaian, pelatihan serangan pilot, dan tugas pencegahan nuklir.

Dari sejumlah sumber, CNBC Indonesia menemukan bahwa, pesawat ini memiliki sejumlah spesifikasi. Pesawat dilengkapi mesin ganda M88-2 buatan SNECMA dan jet mampu terbang dengan kecepatan 1.389 km/jam.

Dari segi persenjataan, Dassault Rafale juga dapat menggendong berbagai senjata perang. Seperti Mica, Magic, Sidewinder, ASRAAM dan rudal udara-ke-udara AMRAAM, rudal udara-ke-darat Apache, AS30L, ALARM, HARM, Maverick dan PGM100 serta rudal anti-kapal Exocet/AM39, Penguin 3 dan Harpoon anti-ship missiles.

Namun, dengan kemampuan ini, Dassault Rafale bukanlah pesawat yang murah untuk dioperasikan. Dikutip dari Stratpost, biaya terbang per jam pesawat tempur Rafale mencapai USD 16.500 (Rp 253,4 juta).

Mengenai harga per unitnya, mengutip laporan India Times, Rafale dipatok dengan harga per unit USD 115 juta (Rp 1,6 triliun). Harga Rafale ini membuat pesawat itu menjadi pesawat tempur keempat termahal dunia, hanya lebih murah dari Lockheed Martin F-35B (USD 135,8 juta), Eurofighter Typhoon (USD 124 juta) dan serta F-35C (USD 117,3 juta). (tps)

 
CNBC  

Terduga Teroris MIT Poso Ahmad Panjang Tewas Ditembak

  Satgas Madago Raya melakukan penyisiran dan pemburuan sisa DPO MIT Poso. (ANTARA/Kristina Natalia)

Aparat Satuan Tugas Madago Raya kembali menembak mati seorang anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) atas nama Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang alias Basir asal Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ahmad Gazali yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut dikabarkan tewas di pegunungan Kabupaten Parigi Moutong, Poso, Sulteng.

"Ya betul, teroris atas nama AP asal Poso," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (4/1).

Dedi mengatakan Ahmad Panjang tewas ditembak lantaran mencoba melawan petugas Satgas Madago Raya dalam proses penangkapan. Kendati demikian, dirinya masih belum bisa menjelaskan kronologis penangkapan yang berujung pada tewasnya terduga teroris tersebut.

Sebelumnya, Satgas Madago Raya telah menggelar razia di wilayah operasi pemburuan di Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong untuk membatasi gerak anggota MIT Poso yang masuk dalam DPO.

Data pihak kepolisian, jumlah teroris Poso tersisa empat orang. Keempat orang tersebut yakni, Askar alias Jaidalias Pak Guru, Muhklasalias Galuh alias Nae, Ahmad Gazalialias Ahmad Panjang, dan Suhardinalias Hasan Pranata.

"Minggu ini, pada Kamis (23/12) ada razia yang dilakukan oleh sekitar 30 personel Polres Sigi. Setiap warga yang melintas di jalur Trans Palu-Kulawi akan diperiksa, mulai dari kendaraan sampai barang bawaan,'' ujarnya, minggu (26/12). (mjo/ain)

  💂 CNN  

Senin, 03 Januari 2022

Elettronica Could Win a Contract for The Future FREMM for Indonesia

⚓️ According to information published by Agenzia Nova on 21 December 2021, Elettronica has entered into negotiations to supply electronic warfare components to the future Indonesian FREMM frigates. FREMM Bergamini class [RID]

The FREMM is a family of multi-purpose frigates designed by Fincantieri and Naval Group for the navies of Italy (10 frigates), France (8 frigates), and also for export.

The lead ship of the class, Aquitaine, was commissioned in November 2012 by the French Navy. In France, the class is known as the Aquitaine class, while in Italy they are known as the Bergamini class.

The Italian FREMM has a full load displacement of about 6,500 tons, an overall length of about 144 m, a beam of 19.7 m, and a draught of 8.7 m.

The ship is powered by Combined diesel-electric and gas (CODLAG) propulsion system including one 32 MW gas turbine General Electric/Avio LM2500+G4, two 2.5 MW electric motors Jeumont Electric and four diesel generators.

She can reach a top speed exceeding 30 knots (56 km/h). Vessels’ endurance is up to 45 continuous days, while the range of the ship is 6,800 nautical miles at 15 knots (28 km/h).

 ⚓️  Navy Recognition  

Minggu, 02 Januari 2022

PT PAL Terima PMN Rp 1,28 Triliun

 Untuk Bangun Kapal SelamKapal selam di dermaga PAL. [PAL] ⚓️

Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati resmi menyerahkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,28 triliun kepada PT PAL Indonesia (Persero). Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembuatan kapal selam.

Direktur Utama PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod mencatat, pihaknya tengah menyiapkan diri untuk menjawab kebutuhan alutsista nasional, khususnya kapal selam dengan melakukan strategi penguasaan teknologi kapal selam dan pengembangan teknologi kapal selam ke depan, termasuk kapal selam tanpa awak.

"PAL Indonesia akan bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan dana PMN dengan mewujudkan cita-cita pembangunan kapal selam dari sebelumnya berfokus ke Joint Section untuk nantinya mampu melaksanakan Whole Local Production," ujar Kaharuddin di Jakarta, Jumat (31/12/2021).

Alokasi PMN senilai Rp 1,28 triliun, lanjut Kaharuddin, digunakan untuk melengkapi kemampuan sumber daya manusia (SDM), fasilitas, dan peralatan yang dibutuhkan agar mampu melaksanakan whole local production.

Adapun peningkatan kemampuan produksi baik hardware and software melalui fasilitas-fasilitas yang akan dilengkapi di antaranya yaitu pembangunan Ship Lift, Glassfiber Reinforced Plastic (GRP) Shop, Painting Shop, Blasting Shop,

Dari aspek peningkatan kapabilitas SDM diukur dari keikutsertaan pelatihan dan sertifikasi, dari aspek peningkatan kapasitas produksi diukur melalui realisasi pembangunan fasilitas produksi, pengadaan peralatan produksi sehingga mampu melakukan produksi kapal selam secara mandiri.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di Hari Jadi TNI pada 5 Oktober 2021 menyampaikan bahwa kebijakan belanja pertahanan, harus berubah menjadi investasi pertahanan. Berdasar pernyataan tersebut, pemerintah memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada industri pertahanan dalam negeri untuk berkontribusi dalam upaya modernisasi alutsista.

Pembangunan fasilitas produksi kapal selam memiliki nilai strategis yakni meminimalisir ketergantungan terhadap industri alutsista luar negeri. Harapannya pembangunan serta perawatan kapal selam dapat dilakukan di dalam negeri, sehingga Indonesia mampu secara mandiri dalam menjaga ketahanan matra lautnya.

PMN yang diberikan pemerintah kepada PAL dan sejumlah BUMN berasal dari APBN Tahun Anggaran 2021. Suntikan dana segar itu untuk menguatkan struktur keuangan BUMN, karena harus melakukan beberapa program pembangunan fundamental.

  ⚓️
sindonews  

[Global] China Luncurkan Pesawat Pengintai

 Desainnya Mirip Pesawat Hawkeye AS https://pict-b.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2022/01/02/40/645657/china-luncurkan-pesawat-pengintai-desainnya-mirip-pesawat-hawkeye-as-ltu.jpgPesawat pengintai peringatan dini baru China, KJ-600. [Foto/newsbeezer] 🛩
C
hina telah meluncurkan pesawat pengintai peringatan dini baru yang dioperasikan kapal induk . Ini memungkinkannya untuk menyerang lebih jauh dari pantai tanpa bergantung pada pesawat mata-mata berbasis darat.

Menurut beberapa laporan berita yang dikutip Global Times awal tahun ini, pesawat itu baru-baru ini terlihat di Xi'an, Ibu Kota Provinsi Shaanxi China Barat Laut. Pesawat baru itu disebut sebagai KJ-600.

Dinukil dari National Interest, Minggu (2/2/2022), sepintas pesawat itu tampak seperti menyalin "rip-off" transparan dari pesawat pengintai E2D Hawkeye yang diluncurkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Hal ini mungkin saja, karena spionase dunia maya China terkenal dan didokumentasikan secara publik.

Meskipun demikian, jika pesawat itu dengan cara apa pun sebanding dan setara dengan milik AS, itu membawa dimensi baru yang substansial untuk operasi tempur maritim China.

Ini menciptakan keadaan di mana kapal induk dan kapal perang pendukung di sekitarnya berpotensi merespons lebih cepat serangan yang masuk atau mendekati armada musuh saat beroperasi pada jarak yang sangat jauh dari pantai. Oleh karena itu, pesawat jenis ini akan mendukung pertempuran laut terbuka (juga disebut "water blue") dengan memberikan data penting lepas pantai kepada armada permukaan.

Saat ini, kapal induk China mengandalkan helikopter jarak pendek, dilengkapi dengan radar yang lebih kecil, sensor dengan rentang yang lebih pendek, dan kecepatan yang lebih lambat jika dibandingkan dengan pesawat pengintai sayap tetap.

Sebuah pesawat peringatan dini, Global Times melaporkan, radius tempurnya bisa dua kali lipat dari 200 mil helikopter.

Dilihat dari gambar, Ordnance Industry Science Technology mengatakan bahwa KJ-600 memiliki desain badan pesawat yang sangat ketat, membuatnya hampir sepanjang jet tempur berbasis kapal induk J-15, dan helikopter peringatan dini Z-18," kata surat kabar itu.

https://aws-images-prod.sindonews.net/dyn/600/pena/sindo-article/original/2022/01/02/as-e-2-hawkeye.jpgPesawat Hawkeye AS

"Pesawat membawa radar di bagian atas badan tengahnya, mirip dengan pesawat peringatan dini China sebelumnya KJ-2000 dan KJ-500,” sambungnya.

Laporan Global Times, bagaimanapun, juga mengatakan belum jelas apakah pesawat baru itu telah berhasil diintegrasikan dengan dua operator operasional pertama China.

Pada akhirnya, keberhasilan KJ-600, tampaknya, tidak hanya bergantung pada jangkauan dan ketepatan sensornya, tetapi juga bergantung pada kemampuannya untuk berjejaring pada jarak yang relevan secara taktis.

Pesawat Hawkeye milik Angkatan Laut AS, misalnya, sudah beroperasi dengan kemampuan untuk berfungsi sebagai "simpul udara" jaringan yang mampu memandu rudal pencegat menuju rudal musuh yang mendekat dan bergerak di luar cakrawala.

Membawa kemampuan untuk memperluas pengawasan di luar jangkauan radar yang ada memberi komandan lebih banyak waktu untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan rudal anti-kapal yang bergerak ke arah mereka.

Untuk melakukan ini, Amerika memiliki teknologi yang disebut Naval Integrated Fire Control-Counter Air. Sistem jaringan yang sekarang digunakan ini mampu memandu rudal pencegat seperti SM-6 untuk menargetkan jauh di luar jangkauan yang diperkirakan sebelumnya.

Tanpa kemampuan yang sebanding, Angkatan Laut China berpotensi dikalahkan oleh kapal dan pesawat AS yang dapat menembak lebih jauh dari yang mereka bisa, membuat pesawat pengintai baru mereka kurang relevan. (ian)

  sindonews  

Kembangkan Pesawat N219 dengan Konfigurasi MSA

🛩 PTDI Tandatangani MoU dengan Infoglobal ✈ N219  [PTDI]

PT Dirgantara Indonesia (Persero)/PTDI dan PT Infoglobal Teknologi Semesta/Infoglobal tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama integrasi mission system Maritime Surveillance Aircraft (MSA) pada pesawat terbang N219. Dokumen MoU ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan dan Direktur Utama Infoglobal, Adi Sasongko, di Kawasan Produksi II PTDI, Bandung.

Dengan kerja sama tersebut, kedepannya pesawat N219 akan dikembangkan dengan desain khusus sebagai pesawat pengawas maritim atau MSA. Mission system dari Infoglobal yang sebelumnya telah terpasang di pesawat NC212 Patroli Maritim (Patmar) TNI AL kemudian akan dikembangkan lebih lanjut untuk digunakan di pesawat N219 MSA yang diproduksi PTDI. Infoglobal merupakan perusahaan yang bergerak di bidang avionik pesawat tempur/militer, pengolahan data radar, sistem kontrol senjata dan perangkat lunak aplikasi pertahanan.

Pertama, tujuan besar dari MoU ini tentunya adalah mengkolaborasikan dua industri nasional, untuk kompetensi di bidang pesawat terbang dalam hal ini PTDI dan kompetensi di bidang mission system dalam hal ini Infoglobal untuk menghasilkan suatu produk pesawat dengan kemampuan mission system surveillance yang bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini. Yang kedua, ini merupakan bagian daripada bagaimana produk PTDI, pesawat N219 dapat masuk ke market dengan berbagai macam varian, yang sebelumnya kita ketahui bersama bahwa N219 bisa untuk passenger, medevac, cargo, dengan kolaborasi ini N219 kedepannya bisa untuk misi MSA, baik untuk military maupun komersial juga. Nanti tentunya Feasibility Study (FS) akan dibuat berdasarkan kebutuhan. Kami optimis dari FS tersebut kami cukup prospektif,” kata Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan.

Mission system dari Infoglobal merupakan produk hasil karya anak bangsa, yang memiliki berbagai fitur untuk memperkuat kemampuan pesawat N219 dalam melakukan pengawasan wilayah maritim, diantaranya adalah fitur deteksi dan identifikasi target kapal, kemampuan dalam menghitung posisi, kecepatan dan heading target yang dinamis yang kemudian dapat menampilkan rute SAR dan mengirim hasil surveillance ke KRI atau ground station terdekat, sehingga misi surveillance pada pesawat N219 dapat dilakukan secara efektif. Pengembangan konfigurasi MSA pada pesawat N219 ini kedepannya diharapkan dapat mendorong PTDI dalam pemenuhan kebutuhan pasar MSA, terutama untuk kebutuhan di dalam negeri.

Harapannya kedepan bahwa TKDN juga semakin tinggi, didukung oleh industri-industri komponen di dalam negeri. Kami yakin dengan kerja sama ini akan memulai babak baru yang lebih realistis untuk membuat pesawat yang semakin banyak komponen dalam negerinya. Target pasar pertama adalah dalam negeri dulu, nantinya setelah ini sudah banyak bisa kita jual ke luar negeri,” kata Adi Sasongko, Direktur Utama Infoglobal.

  🛩 Emiten News  

ILSV Perkuat Dua Lanud di Papua

Lanud Silas Papare dan Lanud Yohanis Kapiyau Rantis ILSV Perkuat Lanud Silas Papare Jayapura dan Lanud Yohanis Kapiyau Timika [TNI AU] ★

TNI AU
menggelar kekuatan terbarunya di Papua. Alutsista darat yang digelar adalah ranpur ILSV alias Indonesian Light Strike Vehicle. Ranpur ini sempat mencuri perhatian publik saat ditampilkan untuk pertama kali pada pameran pertahanan Indo Defence 2014.

Penggelaran ini sesuai perintah Panglima TNI, kami menyiapkan ILSV di Jayapura dan Timika,” ungkap KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Menurut Marsekal Fadjar, TNI AU menggelar ranpur ILSV di dua pangkalan udara, yaitu Lanud Silas Papare di Jayapura dan Lanud Yohanis Kapiyau di Timika.

Sesuai fungsinya untuk pertahanan pangkalan (Hanlan), ILSV dioperasikan oleh satuan Korpaskhas TNI AU yang berada di kedua Lanud. “Kehadiran ILSV ini untuk memperkuat unsur Pertahanan Pangkalan,” tambah KSAU lagi.

Kedatangan ILSV di Jayapura dan Timika ini adalah bentuk dukungan Mabes TNI terhadap pangkalan udara yang dioperasikan TNI AU. Dengan sistem perlindungan diri dan ground cleareance 284 mm, ILSV sangat tangguh diajak melahap medan kasar.

KSAU sendiri melihat langsung ILSV yang dioperasikan Paskhas saat dihadirkan di pelataran Mabesau pada 28 Desember 2020.

ILSV J-Force dioperasikan Paskhas untuk berbagai misi. Seperti penyerangan, pengintaian, komunikasi, patroli jarak jauh, dan bantuan kemanusiaan.

Rantis lapis baja dengan kapasitas mesin 2.982 cc ini dihadirkan dalam dua varian untuk Paskhas, yaitu varian kubah RCWS (Remote Control Weapon System) dengan senapan mesin berat, dan varian kubah putar manual dengan senapan mesin sedang.

Indonesian Light Strike Vehicle
(ILSV) adalah kendaraan taktis yang diproduksi J-Forces (PT Jala Berikat Nusantara Perkasa) bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Ranpur ini pernah ditampilkan dalam parade dan defile peringatan HUT TNI Ke-74 TNI Tahun 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma.

Untuk varian angkut personel, ILSV diluncurkan dalam dua varian yaitu APC 2.5 dan 4.5. ILSV pada dasarnya adalah rantis 4×4 multirole yang dibangun dari sasis Toyota Hilux Generasi VII. Bobot ILSV berkisar di angka 3,5 ton.

Pada Indo Defence 2016, ILSV ditampilkan juga dalam varian varian antipeluru dengan baja berstandar NIJ level III. Selanjutnya tahun 2017 dimulai produksi serial varian GAG (Guerilla Anti Guerilla) untuk Korps Brimob.

Versi GAG bisa membawa delapan pasukan dan dibekali mesin 170 hp 2.500 cc Toyota Hilux.

Tahun 2020, IMLA (Indonesian Military Landworthiness Authority) Puslaik Kementrian Pertahanan (Kemhan) melaksanakan sertifikasi kelaikan rantis ILSV J-Forces 2400 cc dan ILSV J-Forces Armored 2400 cc Kopaska dalam rangka uji statis dan uji sinamis.

Dengan diterimanya sertifikat kelaikan dari Puslaik Kemhan, ILSV pun resmi menjadi salah satu ranpur terbaru andalan TNI, melengkapi deretan ranpur yang sudah dioperasikan sebelumnya.

 
Mylesat