Sabtu, 09 April 2022

Uji Coba Loading/Unloading Meriam Caesar 155 mm TNI AD

♘✈ Uji Coba Loading/Unloading Meriam Caesar 155 mm dengan pesawat C-130 Hercules TNI AU [Skadron Udara 31] ★

M
elihat kondisi geografis di Tanah Air, maka menuntut kolaborasi antara Meriam 155 GS Caesar dari Batalyon Armed 9/1/1 Kostrad dengan pesawat angkut C-130 Hercules TNI AU dari Skadron Udara 31 untuk mendukung pergerakan ke medan operasi dalam waktu singkat, C-130 Hercules menjadi solusi untuk deployment Meriam 155 GS Caesar.

Pada 7 April 2022, dilaksanakan uji coba Loading/Unloading Meriam 155 GS Caesar dengam berat : 18.000 kg (39.600 Lbs), panjang : 10 meter, lebar : 2,55 meter dan tinggi : 2,61 meter ke dalam Pesawat C-130 Hercules HS dengan nomor registrasi A-1317 yang diawaki Komandan Skadron Udara 31 Letnan Kolonel Pnb Anjoe Manik M.Han., Kapten Pnb Fathir M. Hadiid dan Lettu Nav Igi Purwana, yang dilaksanakan di Sathar 15 Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara.

Loading/Unloading Meriam 155 GS Caesar mempunyai fungsi utama untuk efektifitas dan efisiensi dalam rangka pergeseran Meriam 155 GS Caesar dari Home Base ke daerah operasi.

Proses loading/unloading Meriam 155 GS Caesar ke C-130 Hercules menggunakan platform bantalan kayu pada ujung ramp door agar Meriam 155 GS Caesar dapat dengan cepat keluar/masuk dalam ruang kargo pesawat.

  Skuadron Udara 31  

Tentara Indonesia dan AS akan Gelar Latihan Militer Gabungan di Laut China Selatan

🚀 Latihan tahunan tersebut kali ini akan melibatkan ketiga matra militer dan lebih banyak negara.Dalam foto yang diambil dari video di akun FB Puspen TNI tertanggal 8 April 2022 ini, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (tengah) memimpin pertemuan antara TNI dan Tentara Komando Amerika untuk Indo-Pasifik dalam membahas Latihan Bersama Super Garuda Shield, di Jakarta.⍟

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan militer Amerika Serikat akan menggelar latihan gabungan yang meliputi perairan Natuna di Laut China Selatan pada Agustus dengan melibatkan semua matra ketentaraan, ungkap juru bicara TNI Angkatan Darat (AD) pada Jumat (8/4).

Latihan bersama yang bertajuk Super Garuda Shield akan dilaksanakan pada 1-14 Agustus dan akan mengikutsertakan Angkatan Laut, Darat dan Udara, kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen. Tatang Subarna.

Latihan Bersama Super Garuda Shield tahun 2022 diselenggarakan oleh Mabes TNI dengan melibatkan tiga matra,” kata Tatang kepada BenarNews.

Latihan akan digelar di perairan Natuna dan sekitar Baturaja,” ujarnya.

Tatang menolak memberikan informasi lebih banyak, namun dalam laman TNI AD disebutkan bahwa latihan bersama itu selain di Baturaja, Sumatra Selatan juga akan dilakukan di Amborawang, Kalimantan Timur.

Laman tersebut juga menyebutkan bahwa Garuda Shield-16/2022 akan melibatkan banyak negara selain Indonesia dan Amerika Serikat, yaitu Inggris, Kanada, Papua Nugini, Timor Leste, Australia, Malaysia, Singapura dan Jepang.

Akun Twitter terkait keamanan dan pertahanan Indonesia, Jatosint, menyatakan “(Latihan) serangan udara dan amfibi di Kepulauan Natuna juga diusulkan.”

Dalam pertemuan dengan perwakilan tentara Komando AS untuk Indo-Pasifik di Mabes TNI di Jakarta, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan bahwa latihan bersama yang digelar tahun ini memang akan melibatkan banyak elemen dan banyak negara. “Kami berharap ini dapat meningkatkan hubungan baik di kawasan Asia Pasifik,” paparnya seperti dikutip dalam tayangan video di FB Puspen TNI pada Jumat (8/4).

Dalam kesempatan tersebut Wakil Panglima Komando Amerika untuk Indo-Pasifik Mayor Jenderal Matthew McFarlane, mengatakan bahwa mereka akan “bekerja dan beroperasi secara berbeda setiap tahunnya untuk meningkatkan kompleksitas dan skala yang lebih besar dan akan terus melaksakan kolaborasi dan dialog.”

Indonesia dan Amerika Serikat secara rutin menggelar latihan gabungan setiap tahun dalam kegiatan bernama Garuda Shield.

Latihan gabungan terakhir digelar pada 1-14 Agustus 2021, bertajuk Garuda Shield XV, melibatkan Angkatan Darat kedua negara dan tercatat sebagai latihan gabungan terbesar sepanjang sejarah kedua negara.

Digelar di tiga wilayah yakni Makalisung, Sulawesi Utara dan di Baturaja serta Amborawang, TNI AD menerjunkan 2.161 prajurit sementara AD Amerika Serikat mengerahkan 1.547 tentara.

  “Sinyal kepada China” 
LVT7 Marinir mendarat di pantai Hawaii dalam latma RIMPAC 2014 ⍟

Pengamat militer Universitas Indonesia, Arie Afriansyah, menilai rencana latihan tersebut secara tidak langsung merupakan sinyal kepada China bahwa Indonesia tidak sendirian jika Beijing terus bersikap agresif di kepada negara Asia Tenggara, terutama dalam kawasan Laut China Selatan.

"Latihan gabungan itu secara tidak langsung mengirim sinyal kepada China bahwa mereka harus berhati-hati dalam bermanuver di Laut China Selatan," kata Arie kepada BenarNews.

Terlebih, lanjut Arie, Aquilino dalam pernyataan setelah bertemu Andika mengutarakan bahwa latihan gabungan itu bertujuan untuk menjaga stabilitas kawasan.

Syahdan, ujar Arie lagi, "Bisa dimaknai bahwa Indonesia juga mengirim sinyal bahwa kita punya 'teman' yang akan membantu jika kesulitan. Indonesia tidak akan sendirian."

"Bukan berarti kita menjadi sekutu AS dengan latihan tersebut, tapi secara geopolitik kan jelas bahwa Amerika ingin mengimbangi pengaruh Cina di kawasan."

Tak cuma dengan Indonesia, seperti dilaporkan BenarNews, militer Amerika juga telah menggelar latihan bersama dengan militer Filipina.

Latihan bersama bertajuk Balikatan tersebut digelar 28 Maret hingga 8 April 2022 dan tercatat sebagai latihan gabungan terbesar yang pernah diselenggarakan kedua negara, berlangsung di Quezon City.

Filipina mengirim 3.800 tentara, sementara Amerika menerjunkan 5.100 personel.

  Laut China Selatan 
MLRS TNI AD dan US Army hancurkan sasaran pada puncak Latma Garuda Shield-15/2021 di Baturaja ⍟

Tahun lalu, China dilaporkan meminta Indonesia menghentikan kegiatan pengeboran minyak dan gas bumi di Laut Natuna yang mereka klaim berada di wilayah Nine-Dash Line dan menyatakan keberatan atas latihan militer TNI bersama AS.

Nine-Dash Line adalah garis demarkasi yang dijadikan dasar oleh China untuk mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan.

Keberatan China itu disampaikan dalam bentuk komunike diplomatik yang dikirimkan dalam dua kesempatan berbeda sekitar Agustus dan September 2021, kata anggota DPR Komisi I, Muhammad Farhan kepada BenarNews waktu itu.

Indonesia tidak merasa sebagai negara yang memiliki sengketa di Laut China Selatan, namun memiliki klaim hak maritim yang bersinggungan dengan China di perairan dekat Kepulauan Natuna.

Pengadilan arbitrase Den Haag 2016 memutuskan tidak mengakui klaim sembilan garis putus China, namun Beijing menolak putusan tersebut.

Pemerintah Indonesia menganggap daerah tersebut sebagai zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia berdasarkan UNCLOS. Bahkan Indonesia mengubah nama wilayah perairan di ujung selatan Laut China Selatan sebagai Laut Natuna Utara pada 2017.

Rangkaian latihan bersama antara AS dan negara-negara Asia Tenggara tersebut --terutama yang terseret dalam sengketa Laut China Selatan seperti Filipina dan Indonesia, dinilai pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi sebagai upaya Washington untuk memberi pesan kepada Beijing agar tidak terus-terusan bersikap provokatif di Laut Cina Selatan.

"Bagi Amerika, mereka hendak memberikan sinyal agar China tidak main-main di kawasan itu," kata Fahmi kepada BenarNews, "Indonesia di satu sisi agak diuntungkan dengan komitmen Amerika tersebut."

Ia menilai, Indonesia dengan paham bebas-aktif sejatinya tidak ingin terseret dalam perebutan pengaruh negara-negara superpower seperti China, Rusia, atau Amerika Serikat.

Fahmi mencontohkan langkah militer Indonesia yang juga sempat menggelar latihan bersama dengan China dan Rusia pada Desember 2021, melibatkan Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lain.

Sementara latihan bersama dengan China pernah digelar pada Mei 2021 di perairan Laut Jawa, melibatkan angkatan laut kedua negara.

"Latihan gabugan ini menunjukkan bahwa kita bisa bekerja sama dengan semua pihak, enggak hanya dengan Amerika," kata Fahmi.

"Bagi Indonesia, latihan bersama Amerika bisa dilihat sebagai langkah cenderung pragmatis. Di satu sisi bisa mengurangi ancaman China di Laut China Selatan sembari terus meningkatkan kapabilitas angkatan bersenjata dari negara lain, tapi di sisi lain juga enggak mau kehilangan mitra dengan China."

  Benar News  

Indonesia Membentuk Konsorsium Untuk Merekayasa Balik Rudal Anti-Kapal

🚀 Membangun kemampuan di dalam negeriPenandatanganan kontrak Reverse Engineering System Rudal TA. 2022  [Kemhan] ➶

Sebuah konsorsium Indonesia yang sebagian besar terdiri dari badan usaha milik negara telah dibentuk untuk merekayasa balik jenis rudal anti-kapal dengan tujuan membangun kemampuan di dalam negeri.

Konsorsium tersebut dipimpin oleh Direktorat Teknologi dan Industri Pertahanan Kementerian Pertahanan Indonesia dan termasuk perusahaan milik negara yaitu perusahaan dirgantara PT Dirgantara Indonesia, perusahaan elektronik pertahanan PT Len, produsen bahan peledak PT Dahana, dan produsen kendaraan berat dan amunisi PT Pindad.

Sedangkan dua perusahaan swasta yang masuk dalam konsorsium adalah perusahaan software pertahanan PT Mulia Laksana Utama dan produsen kendaraan udara tak berawak PT Aero Terra Indonesia. Kesepakatan untuk meresmikan konsorsium ditandatangani pada 1 April, kata Kementerian Pertahanan Indonesia dalam sebuah pernyataan pada 2 April.

Hal-hal yang diformalkan antara lain ruang lingkup pekerjaan yang akan digeluti oleh masing-masing perusahaan serta proses pengujian dan sertifikasi yang akan dilakukan pada berbagai tahapan pembongkaran senjata tersebut.

Kami berharap penguasaan teknologi ini pada akhirnya akan mengarah pada keberadaan industri rudal anti-kapal dalam negeri dan kemampuan untuk memproduksi senjata di dalam negeri untuk mendukung tujuan angkatan bersenjata menjaga kedaulatan negara,” kata Kementerian Pertahanan. dalam pernyataan.

Pernyataan Kementerian Pertahanan tidak mengungkapkan jenis rudal yang akan terlibat dalam proses rekayasa balik. Namun, gambar yang menyertai pernyataannya sangat mirip dengan rudal anti-kapal jarak menengah C-705 yang diproduksi oleh China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC).

  Jane's  

Prabowo Harap Kerja Sama Pertahanan dengan China Terus Terjaga

 💂 
https://asset.kompas.com/crops/7De9_76WhNVodEeSBqymNx4gXfg=/0x0:0x0/750x500/data/photo/2022/04/08/62503ad293e03.jpegMenteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Jumat (8/4/2022). [Biro Humas Setjen Kemenhan]

M
enteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Jumat (8/4/2022).

Keduanya membahas hubungan bilateral kedua negara di bidang pertahanan,” demikian keterangan tertulis Biro Humas Setjen Kemenhan, Jumat.

Selain itu, keduanya membahas kerja sama pendidikan dan latihan keamanan di kawasan Asia, serta peluang peningkatan kerja sama di masa yang akan datang.

Adapun pertemuan ini dianggap menjadi bukti jalinan kerja sama pertahanan yang baik antara kedua negara.

Ke depan, diharapkan kerja sama pertahanan kedua negara terus berlanjut dengan semangat persaudaraan dan prinsip saling menghormati.

Sebagai informasi, kerja sama pertahanan antara Indonesia dan China telah terjalin sejak 2007.

Kerja sama itu didasari pada perjanjian yang ditandatangani di Beijing, China pada 7 November 2007.

Indonesia dan China juga telah menjalin kerja sama bidang pertahanan dalam bentuk penyelenggaraan forum pertemuan bilateral tahunan industri pertahanan.

Antara lain, Defense Industry Cooperation Meeting (DICM) dengan ketua delegasi pejabat setingkat Direktur Jenderal (Dirjen) dan kerja sama beberapa perusahaan China dengan sejumlah industri pertahanan Indonesia.

  ★ Kompas  

[Global] Australia Kirimkan Kendaraan Lapis Baja Bushmaster Ke Ukraina

♘ Sebanyak 20 unit Kendaraan Lapis Baja Bushmaster​ telah diterbangkan ke Ukraina [Joint Operations Command]

A
ustralia merespons permintaan bantuan yang disampaikan Presiden Volodymyr Zelenskyy dengan mengirimkan dua puluh kendaraan lapis baja Bushmaster ke Ukraina. Kendaraan ini untuk membantu militer Ukraina menghadapi tentara Rusia.

Australia merupakan salah satu negara yang secara langsung memberikan dukungan persenjataan pada Ukraina di tengah invasi Rusia yang sudah berlangsung selama enam pekan.

Pengiriman mobil lapis baja tahap pertama terbang dari Brisbane dengan pesawat C-17 Globemasters pada Jumat (8/4). Mobil-mobil tersebut berwarna hijau olive dengan gambar bendera Ukraina di setiap sisinya beserta frasa "Bersatu dengan Ukraina".

Bushmaster dirancang untuk membawa sembilan orang pasukan infanteri. Kendaraan ini memiliki pendingin udara dan mampu menjalankan misi hingga tiga hari.

Dilansir dari Army, Bushmaster memiliki panjang bodi 7,18 meter, lebar 1,48 meter, dan tinggi 2,65 meter dengan berat 12,5 ton.

Kendaraan ini menggunakan teknologi flat tyre yang memungkinkan untuk terus berfungsi meski mengalami kempis terkena peluru.

Jantung penggeraknya mengandalkan mesin Caterpillar 3126E yang mampu dipacu hingga kecepatan lebih dari 100 kilometer per jam.

Untuk persenjataan, Bushmaster memiliki ruang untuk senapan mesin berkaliber 5,56 milimeter dan 7,62 milimeter.

Bushmaster dirancang untuk membawa sembilan orang pasukan infanteri. Kendaraan ini memiliki pendingin udara dan mampu menjalankan misi hingga tiga hari.

Jantung penggeraknya mengandalkan mesin Caterpillar 3126E yang mampu dipacu hingga kecepatan lebih dari 100 kilometer per jam.

Untuk persenjataan, Bushmaster memiliki ruang untuk senapan mesin berkaliber 5,56 milimeter dan 7,62 milimeter.

Bodi Bushmaster memiliki desain "V-shaped hull" untuk melindungi penumpangnya dari peluru, dan alat peledak lainnya. Sisi miring di bagian bawah kabin diklaim untuk membelokkan ledakan ke berbagai arah, atau tidak langsung berdampak pada bodi kendaraan.

Bagian-bagian jendela Bushmaster juga sudah didesain untuk anti-peluru.

Kemudian tangki bahan bakar dan hidrolik Bushmaster ditempatkan di luar kompartemen kru untuk melindungi pasukan dari kemungkinan kebakaran ketika menghadapi ledakan. Ada juga tangki bahan bakar darurat yang dilindungi untuk mengantisipasi kendaraan habis bahan bakar.

Dilansir dari Army Technology, Bushmaster dikembangkan dan diproduksi Thales Australia di fasilitas mesin dan manufaktur ADI di Bendigo, Victoria, Australia.

Mobil ini memiliki enam varian, yakni pengangkut pasukan, ambulans, penyerang langsung, kendaraan mortar, kendaraan teknisi, dan kendaraan komando. (lom/mik)

  CNN  

Jumat, 08 April 2022

[Foto] Pasukan Muslim Chechen di Konflik Rusia-Ukraina

💂


Beberapa prajurut dari pasukan Chechen tampak berjalan di medan tempur di Kota Mariupol, Ukraina. (REUTERS/Chingis Kondarov)

Komandan resimen tempur, Zamid Chalaev (kanan) tengah berdiskusi dengan Isa Taimaskhanov, salah seorang prajurit dalam resimen tersebut di Mariopol. . (REUTERS/Chingis Kondarov)

Kota Mariupol jadi salah satu titik konsentrasi pengerahan pasukan Chechen karena di kota itu diyakini Rusia jadi markas resimen Azov yang dituduh sebagai kelompok Neo-Nazi di Ukraina. (REUTERS/Chingis Kondarov)

Salah satu prajurit Chechen mengendap dan mengintai di balik reruntuhan bangunan di Kota Mariupol Ukraina. (REUTERS/Chingis Kondarov)

Komandan resimen pasukan Chechen Zamid Chalaev tengah mengoperasikan peluncur granat otomatis di Mariupol Ukraina. (REUTERS/Chingis Kondarov)

Komandan Chechen Zamid Chalaev. Pasukan Chechen mudah teridentifikasi dari jenggot tebal yang mereka tumbuhkan. (REUTERS/Chingis Kondarov)

Selain di Mariupol, pasukan Chechen diduga juga dikerahkan di sekitar Kyiv seperti Bucha. Mereka bahkan diduga terlibat dalam eksekusi warga dan tentara Ukraina. (REUTERS/Chingis Kondarov)

Pasukan Chechen mengklaim telah berhasil menguasai hampir semua Kota Mariupol di Ukraina tenggara. (REUTERS/Chingis Kondarov)

 💂 CNN 

[Video] Panglima TNI Menerima Kunjungan Delegasi US Army

Tentang Latihan Bersama Super Garuda ShieldPanglima TNI menerima kunjungan Deputy Commanding General US Army Pacific beserta delegasi dari US Army Pacific terkait rencana latihan bersama yang akan digelar tahun ini. Tentara Nasional Indonesia akan kembali menggelar latihan bersama dengan skala besar di Kawasan Asia Pasifik.

Kedatangan delegasi dari US Army Pacific untuk menjelaskan rencana kegiatan latihan bersama dan konsep yang telah disiapkan untuk materi latihan. Latihan bersama yang bertajuk “Super Garuda Shield” ini akan melibatkan tiga matra, dan 10 negara di kawasan Asia Pasifik.

Pertemuan ini adalah pemaparan awal tentang konsep latihan, ke depan akan kembali dilakukan pertemuan untuk pengembangan konsep latihan dan pematangan persiapan. Latihan bersama yang dilakukan dalam skala besar ini merupakan wujud komitmen Panglima TNI dalam pengembangan sumber daya prajurit dan perwujudan hubungan baik di kawasan Asia Pasifik.


  💂 Youtube  

Menteri Keuangan Dukung Modernisasi Alutsista TNI

 Pengadaan sejumlah Kapal Perang, Pesawat Tempur hingga Kapal Selam 
https://lembagakeris.net/wp-content/uploads/2022/04/Reposta_277907459_666494687909852_31498248306355324_njpg-1.jpgPertemuan Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto. [Dok : @Smindrawati]

M
enteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto pagi ini menemui Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta. Dalam Pertemuan tersebut, kedua Menteri membahas terkait situasi geo-politik di dunia serta pentingnya peningkatan ketahanan serta pertahanan Indonesia.

Kunjungan Menhan RI kemungkinan besar membicarakan sejumlah rencana pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang saat ini direncanakan Kementerian Pertahanan.

Tantangan utama yang dihadapi oleh Kemenhan RI saat ini berkaitan dengan upaya modernisasi alutsista TNI, tentulah kondisi keuangan negara. Terlebih ekonomi Indonesia masih mencoba bangkit dari Pandemi COVID-19.

Dalam pertemuan pagi ini Menteri Keuangan Sri Mulyani, menyatakan bahwa pihaknya mendukung upaya Kemenhan dalam meningkatkan kemampuan pertahanan dan ketahanan Indonesia, termasuk mendukung upaya Kemenhan dan TNI untuk terus menjaga serta memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia berlandaskan Pancasila.

Adanya dukungan dari Menkeu menjadi sinyal baik, pasalnya hal ini akan menjadi angin segar bagi sederet rencana pembelian alutsista oleh Kemenhan yang saat ini memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Prabowo Subianto, sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan memang mempunyai keinginan dan ambisi besar dalam upaya peremajaan alutsista-alutsista TNI, dari mulai pengadaan sejumlah Kapal Perang, Pesawat Tempur hingga Kapal Selam. Ambisi besar dari sejumlah upaya modernisasi ini tentunya perlu didukung oleh kondisi keuangan negara yang juga cukup kuat, sehingga pembelian-pembelian yang dilakukan dapat segera terealisasi.

Tahun 2022, Kemenhan RI memperoleh alokasi anggaran mencapai Rp 133, 9 triliun, menjadikannya Kementerian dengan angganran terbesar di antara kementerian lainnya. Alokasi anggaran ini, termaktub dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2022 (RAPBN 2022). Jumlah anggaran ini meningkat sebanyak 13,28% apabila dibandingkan dengan outlook APBN 2021, dimana Kemenhan RI mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 118,2 triliun.

  ★ Lembaga KERIS 

Menhan Prabowo Inginkan Peluang Kerja Sama Tingkatkan Kemampuan Indhan

 Meningkatan kapasitas alutsista dan industri pertahanan  
https://www.kemhan.go.id/wp-content/uploads/2022/04/menhan-paparan2-768x512.jpg[Kemhan]

M
enteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menerima paparan dari Kabainstrahan Kemhan Mayjen TNI Yudi Abrimantyo di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Kemhan, Jakarta, Rabu (6/4), tentang hasil kunjungannya bersama Tim Kemhan dan TNI ke industri pertahanan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yang dilaksanakan pada tanggal 27 sampai dengan 31 Maret lalu.

Kunjungan pada industri pertahanan UEA ini dalam rangka melihat peluang kerjasama di bidang industri pertahanan demi peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri. Menhan Prabowo Subianto usai menerima laporan dari Kabainstrahan menegaskan perlunya terus mengupayakan menjalin kerja sama dan hubungan baik dengan negara-negara sahabat demi peningkatan kapasitas alutsista dan industri pertahanan dalam negeri.

Delegasi Kemhan yang dipimpin Kabainstrahan Kemhan Mayjen TNI Yudi Abrimantyo dan Kabalitbang Kemhan Marsda TNI Julexi Tambayong terdiri dari 5 orang dari Kemhan dan 5 orang dari Mabes TNI dan Mabes Angkatan, melaksanakan kunjungan ke UEA selama 5 hari ke Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata UEA dan holding company industri pertahanan serta beberapa industri pertahanan swasta di UEA.

Hadir mengikuti paparan Kabaisntrahan Kemhan kepada Menhan TNI antara lain; Wakil Menteri Pertahanan RI M. Herindra, Sekjen Kemhan Laksdya TNI Donny Ermawan Taufanto, Dirut PT. DI, PT. Pindad, PT. Len Industri, Pejabat Eselon I di lingkungan Kemhan, Asisten Khusus Menhan bidang Manajemen Pertahanan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, perwakilan pejabat Mabes TNI, dan Mabes Angkatan. (Biro Humas Setjen Kemhan)

  ★ Kemhan  

Kamis, 07 April 2022

KRI Halasan Terpasang Meriam Bofors

⚓ Kaliber 57 mm Pemasangan meriam kaliber 57 mm pada KRI Halasan 630 (PAL) 

Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-3 ini baru saja melakukan pemasangan senjata utama yakni, Main Gun 57mm MK3.

KRI Halasan-630 sedang menjalani proses Fit For But Not With (FFBNW) di PT PAL Indonesia.

FFBNW ini merupakan proses instalasi, integrasi sistem sensor dan senjata yang dilakukan di fasilitas produksi Divisi Kapal Perang PT PAL Indonesia (Persero).

Proyek FFBNW ini merupakan salah satu upaya dalam menyelaraskan MEF guna mempercepat pembangunan kekuatan pokok komponen pertahanan menuju postur TNI AL yang ideal.

KRI Halasan-630 merupakan sebuah kapal cepat rudal kelas-Sampari.

Salah satu produk Alutsista yang merupakan state of the art PT PAL Indonesia dimana proses rancang bangun dilakukan oleh PAL.
 

  👷
 PAL  

[Global] AUKUS Umumkan Kerja Sama Bikin Rudal Hipersonik

➶ AGM-158 Joint Air to Surface Standoff Missile (JASSM) [GlobalSecurity.org] ★

Amerika Serikat, Inggris, dan Australia yang tergabung dalam aliansi AUKUS, mengumumkan kerja sama untuk mengembangkan rudal hipersonik pada Selasa, 5 April 2022. Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyampaikan rencana tersebut setelah memeriksa kemajuan AUKUS.

"Kami berkomitmen pada hari ini untuk memulai kerja sama trilateral baru pada hipersonik dan kontra-hipersonik, dan kemampuan peperangan elektronik, serta untuk memperluas berbagi informasi dan untuk memperdalam kerja sama dalam inovasi pertahanan," kata para pemimpin AUKUS dalam pernyataan bersama, dilansir dari NPR, Rabu, 6 April 2022

Langkah itu dilakukan di tengah kekhawatiran Negeri Abang Sam dan sekutunya terhadap meningkatnya manuver militer Cina di Pasifik. Amerika Serikat, Rusia, dan Cina, memang tengah berupaya mengembangkan lebih lanjut rudal hipersonik, yakni sebuah sistem yang sangat cepat dan tidak dapat dicegat oleh pertahanan rudal saat ini.

Sebelumnya pada Oktober 2021 lalu, Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Mark Milley, mengkonfirmasi bahwa Cina telah melakukan uji coba sistem senjata hipersonik sebagai bagian dari upaya agresifnya untuk memajukan teknologi luar angkasa dan militer.

Amerika Serikat menduga Rusia telah menggunakan rudal hipersonik beberapa kali di Ukraina. Pada pertengahan Maret, Moskow mengakui menggunakan rudal hipersonik untuk menyerang gudang amunisi di Ukraina barat.

Sejauh ini, permintaan anggaran 2023 Pentagon sudah mencakup USD 4,7 miliar atau Rp 67,3 triliun untuk penelitian dan pengembangan senjata hipersonik. Jumlah tersebut termasuk perencanaan baterai rudal hipersonik yang diterjunkan pada tahun depan, rudal berbasis laut pada tahun 2025, dan rudal jelajah berbasis udara pada tahun 2027.

Biden, Johnson, dan Morrison menyebut pembentukan AUKUS sebagai peluang untuk membangun pembagian kemampuan pertahanan yang lebih besar. Sebagai tindakan besar pertama mereka, aliansi tersebut mengatakan akan membantu melengkapi Australia dengan kapal selam bertenaga nuklir.

Morrison mengatakan pengembangan rudal hipersonik sesuai dengan rencana strategis Australia yang dirilis dua tahun lalu untuk meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh militernya. "Tujuan terpenting adalah untuk memastikan kami mendapatkan kemampuan itu sesegera mungkin dan itu dalam bentuk terbaik yang dapat bekerja dengan mitra kami," katanya kepada wartawan.

Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton sebelumnya telah mengumumkan rencana menghabiskan USD 2,6 miliar atau Rp 37.3 triliun untuk memperoleh rudal serangan jarak jauh untuk jet tempur dan kapal perang. Rencana ini dipercepat dari jadwal karena meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia dan Cina.

Rancangan pakta keamanan antara Kepulauan Solomon dan Cina telah memicu kekhawatiran tentang kemungkinan kehadiran angkatan laut Negeri Tirai Bambu itu, di 1.200 mil wilayah lepas pantai timur laut Australia. Pemerintah Kepulauan Solomon mengatakan tidak akan mengizinkan Cina membangun pangkalan militer di sana, dan Beijing telah membantah mencari pijakan militer di pulau-pulau itu.

  Tempo  

TNI AL Ajak Angkatan Laut Korsel Perkuat Kerja Sama Militer

⚓️  Berpose di depan kapal korvet yang akan dihibahkan Korea Selatan (Dok Dispenal)

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengadakan pertemuan dengan Chief Of Naval Operations Of The Republik Of Korea Navy Laksamana Kim Jung Soo untuk memperkuat hubungan kerja sama yang erat melalui hubungan diplomasi militer.

Hal itu disampaikan oleh Yudo saat mengunjungi Laksamana Kim Jung Soo di Akademi Angkatan Laut Korea Selatan, Jinhae, Korea Selatan, Sabtu (2/4/22).

Indonesia dan Korea Selatan akan memperingati ulang tahun hubungan diplomatik ke-50 pada tahun 2023.

Yudo disambut dengan upacara kebesaran militer dan dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan. Dalam kunjungan tersebut Yudo didampingi oleh Asisten Operasi (Asops) KSAL Laksda TNI Dadi Hartanto, Asisten Intelijen (Asintel) KSAL Laksda TNI Angkasa Dipua dan Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono.

Dalam pertemuan tersebut Yudo dan Kim membicarakan tentang kerja sama di berbagai bidang, termasuk masalah stabilitas keamanan laut, pendidikan, pertukaran perwira dan kerja sama pertahanan Angkatan Laut antar kedua negara termasuk rencana pelaksanaan Navy To Navy Talk (NTNT) yang sebelumnya dilaksanakan dua tahun sekali untuk ditingkatkan menjadi setahun sekali.

Yudo juga berkesempatan mengunjungi kapal selam Korsel yang berbobot 1.800 ton dan sarana pelatihan taktis bagi pengawak kapal selam di Komando Kapal Selam Angkatan Laut Korea Selatan. Yudo juga berkesempatan berkunjung ke kapal selam nuklir yang berbobot 1.000 ton serta beberapa persenjataan di pelabuhan Pangkalan Kapal Selam Jinhae.

Yudo kemudian menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Laksamana Kim di tempat pelatihan Marinir di Batalion Yeon di Haesa dan berbicara secara mendalam mengenai agenda kerja sama seperti pertukaran perwira dan kerjasama pertahanan. (ADT)

 ⚓️ 
Indonesia Defense  

Rabu, 06 April 2022

[Global] VBCI Philoctetes

♞ Kerjasama Nexter dengan HDS YunaniVBCI Philoctetes [armyrecognition]

Nexter telah menandatangani kemitraan strategis dengan Hellenic Defense Systems (HDS) untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat Yunani akan kendaraan tempur infanteri modern bernama Philoctetes.

Dengan bergabung dengan HDS, sebuah perusahaan milik negara yang mengkhususkan diri dalam desain, pengembangan dan produksi sistem senjata dan rudal, dan amunisi, Nexter menawarkan sistem tempur yang memenuhi standar kualitas tertinggi dan yang keberhasilannya akan menguntungkan industri Yunani.

Philoctetes adalah nama pahlawan mitologi Perang Troya. Sedangkan VBCI merupakan kendaraan 8x8, 32 ton yang sangat modular dengan berbagai versinya (pengangkut personel lapis baja, pos komando, mortir 120 mm, medevac, dan pemulihan kendaraan), mampu membawa muatan 13 ton dan digunakan pasukan utama Prancis.

Philoctetes menggunakan mesin dengan tenaga 600hp, yang memastikan mobilitas taktis, strategis, dan operasional yang sangat tinggi.

Selain kualitas ini, daya tembak kubah T40 dapat ditambahkan. Kubah senjata dioperasikan dari jarak jauh dan dilengkapi dengan meriam CTA kaliber 40 mm dan peluncur rudal jarak menengah (MMP) MBDA. 40 CTA, peluru yang mampu menembus baja lapis baja hingga 140 mm.

Dengan kubah senjata generasi baru T40, menawarkan Philoctetes kapasitas respons terhadap semua ancaman darat modern di medan perang.
 

  Army Recognition  

BRIN Ciptakan Inovasi Cat Antideteksi Radar bagi Alutsista TNI

Telah diaplikasikan ke KRI TNI ALIlustrasi KRI TNI AL [TNI AL]

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan cat antideteksi radar yang mendukung peran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Profesor Riset di Organisasi Riset Nano Material BRIN Wisnu Ari Adi mengatakan, inovasi ini menggunakan bahan magnetik yang dimodifikasi menjadi material penyerap gelombang radar.

Jadi kami hanya tinggal membangun sifat elektriknya. Gelombang yang bertemu dengan material yang memiliki sifat sama akan mengalami interaksi,” kata Wisnu yang juga pengembang inovasi ini, dikutip dari Kompas.id, Senin (4/3/2022).

Ia pun menuturkan, pengembangan cat antideteksi radar dari bahan magnetik pintar atau smart magnetic pada skala uji coba telah dimulai sejak 2017.

Sementara itu, skala laboratorium sejak 2012.

Secara lebih terperinci, Wisnu menjelaskan, magnetik pintar untuk cat antideteksi radar tersebut merupakan bahan maju buatan. Bahan maju tersebut memiliki sifat seperti gelombang elektromagnetik.

Bahan ini tersusun dari kombinasi unsur logam tanah jarang (LTJ) dan unsur logam transisi yang struktur magnetiknya hanya bisa diuji dengan menggunakan teknologi nuklir.

Adapun teknologi nuklir diperlukan untuk memisahkan antara unsur radioaktif LTJ, yaitu uranium dan torium.

Dalam pengembangannya, BRIN menggandeng TNI AL, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan, termasuk PT Sigma Utama dan PT Pindad.

Pada praktiknya, pengembang telah mengaplikasikan teknologi tersebut kepada pelat kapal logam dari aluminium dan besi serta digunakan untuk melapisi permukaan kapal Patroli Keamanan Laut Sadarin TNI AL pada akhir 2018.

Inovasi cat antideteksi radar dilapiskan ke kapal sepanjang 15 meter yang membutuhkan sekitar 2.000 liter. Hasil uji coba pada 2019 diketahui kapal tersebut tak terdeteksi radar.

Uji coba juga kembali dilakukan pada 2021 dengan dua buah prototipe kapal siluman dengan menggunakan radar KRI Amboina-530 dan satu kapal pemandu.

Dalam pengujiannya, dari dua prototipe, hanya satu kapal yang dilapisi cat antideteksi radar, sedangkan kapal lain menggunakan cat biasa seperti warna kapal milik TNI AL pada umumnya.

Hasil pengujian menunjukkan radar hanya mendeteksi kapal pemandu dan kapal dengan cat biasa. Sementara itu, kapal yang telah dilapisi cat antideteksi radar tidak mampu dideteksi radar KRI Amboina-503.

Kendati telah diuji, pengembangan ini perlu disempurnakan dengan menyasar kepada obyek yang lebih besar.

Wisnu mengatakan, beberapa informasi yang bersifat teknis dalam inovasi ini tidak bisa disebarluaskan secara umum.

Namun, pengenalan teknologi ini ke dunia juga penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dalam bidang pertahanan dan keamanan sekaligus sebagai upaya menggertak negara lain,” jelas dia.
 

  Kompas