Sabtu, 26 November 2022

Menyeimbangkan Ambisi & Kapasitas Galangan Perkapalan RI

⚓️ Opini by Alman Helvas Ali LPD & PKR 10514, merupakan hasil produksi PAL Indonesia (antara)

Merupakan kebijakan pemerintah untuk mendorong industri pertahanan domestik dapat memenuhi sebagian dari kebutuhan senjata Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI. Berdasarkan kemampuan saat ini, industri pertahanan lokal baru mampu memproduksi sistem senjata dengan tingkat teknologi medium seperti pesawat angkut, kapal angkut dan kapal patroli. Sedangkan untuk sistem senjata berteknologi tinggi seperti kapal fregat, kapal selam dan pesawat tempur, Indonesia masih harus mengandalkan pada pasokan asing. Berdasarkan kebijakan saat ini, pemerintah melakukan sejumlah belanja pertahanan ke industri pertahanan dalam negeri yang mayoritas menggunakan skema dana Pinjaman Dalam Negeri (PDN), selain memakai anggaran belanja modal pada APBN.

Mengingat Kemhan merupakan konsumen utama industri pertahanan nasional, pihak yang terakhir harus memiliki rencana bisnis yang mengacu pada rencana belanja pihak pertama. Meskipun Kemhan mengimpor sistem senjata dari luar negeri, industri pertahanan domestik dilibatkan terkait dengan paket alih teknologi seperti offset, joint production dan lain sebagainya. Bahkan industri pertahanan domestik, khususnya BUMN dan atau anak usaha BUMN, memperoleh keistimewaan (privilege) untuk ditunjuk menjadi mitra lokal alih teknologi bagi industri pertahanan asing yang menjual produk mereka ke Indonesia.

Salah satu industri pertahanan yang mendapatkan keistimewaan dari Kemhan adalah PT PAL Indonesia. Firma yang didirikan oleh B.J. Habibie ini lebih dari 40 tahun terakhir telah terlibat dalam berbagai macam program alih teknologi dalam pengadaan sistem senjata, seperti program FPB-57, Landing Platform Dock (LPD) dan fregat kelas Sigma. Sejak dua tahun lalu perusahaan yang berbasis di Surabaya ini telah ditunjuk Kemhan sebagai kontraktor utama untuk pembangunan fregat Arrowhead 140 berdasarkan lisensi dari Babcock Internasional, Inggris. Keistimewaan yang didapatkan oleh PT PAL Indonesia pada satu sisi merupakan peluang dan di sisi lain memunculkan risiko apabila tidak dikelola dengan baik.

Di samping program pembangunan fregat Arrowhead 140, PT PAL Indonesia akan terlibat pula dalam program konstruksi kapal selam kelas Scorpene apabila Kemhan menandatangani kontrak akuisisi dengan Naval Group. Sebelumnya Naval Group dan PT PAL Indonesia telah menandatangani sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) terkait dengan rencana pengadaan kapal selam kelas Scorpene. MoU tersebut merupakan bagian dari offset yang dijanjikan oleh Naval Group apabila Kemhan memutuskan membeli kapal selam diesel elektrik buatan Prancis. Sebagaimana diketahui, galangan Prancis itu telah berkomitmen membangun kapal selam kelas Scorpene sepenuhnya di Indonesia sekaligus sebagai upaya membantu Indonesia menguasai teknologi kapal selam.

Namun demikian, risiko yang terkait dengan status keistimewaan yang didapatkan oleh PT PAL Indonesia perlu dikelola dengan baik. Salah satu sumber risiko tersebut muncul dari internal perseroan dan hal demikian merupakan suatu tantangan tersendiri untuk dikelola. Dewasa ini, PT PAL Indonesia telah mempunyai beberapa kontrak pembangunan kapal perang seperti fregat Arrowhead 140 untuk Kemhan Indonesia, LPD pesanan Departemen Pertahanan Nasional Filipina dan LPD bagi Uni Emirat Arab. Jumlah kontrak mungkin akan bertambah apabila pada tahun depan Kemhan memutuskan menandatangani kontrak akuisisi kapal selam kelas Scorpene dari Prancis.

KRI Halasan-630 (PAL Indonesia)

Pembangunan fregat Arrowhead 140 memiliki resiko yang besar dari berbagai aspek, seperti desain, rekayasa, konstruksi dan pengawasan mutu sebab program ini merupakan program pembangunan kapal perang dengan kompleksitas tinggi yang dilakukan oleh PT PAL Indonesia tanpa kerja sama dengan galangan lain yang telah berpengalaman. Salah satu perhatian terkait Arrowhead 140 adalah apakah nanti fregat yang dibangun di Surabaya akan mempunyai masalah weight and balance atau tidak. Hal itu mengacu pada beberapa program pembangunan kapal perang tipe lain yang selalu memiliki masalah tersebut. Begitu pula dengan pembangunan LPD pesanan Uni Emirat Arab di mana baru kali ini PT PAL Indonesia membangun kapal perang dengan panjang 163 meter.

Kondisi demikian menuntut firma ini untuk merencanakan manajemen program konstruksi kapal perang secara seksama agar semua kontrak dapat dipenuhi tepat waktu. Perlu dikalkulasi secara seksama bagaimana perencanaan finansial guna mendukung kegiatan produksi, karena kegiatan produksi membutuhkan pengucuran dana secara berkelanjutan. PT PAL Indonesia harus memiliki dukungan keuangan internal yang memadai untuk mendukung kegiatan produksi kapal untuk beberapa kontrak berbeda secara simultan dan tidak hanya dapat mengandalkan pada uang pembayaran termin dari pemberi kontrak. Hal ini merupakan tantangan karena PT PAL Indonesia mempunyai overhead cost sekitar Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar per bulan, cashflow yang ditengarai tidak baik dan keengganan pihak perbankan memberikan pinjaman komersial.

Menyangkut fasilitas produksi, keberadaan dua graving dock yaitu Dok Semarang dan Dok Irian cukup mampu mendukung proses pembangunan fregat Arrowhead 140 dan LPD, baik yang berdimensi 123 meter maupun 163 meter. Namun hal yang perlu direncanakan secara seksama adalah bagaimana agar produksi modul pada bengkel-bengkel yang berbeda berjalan sesuai dengan jadwal dan kualitas produksi yang telah ditetapkan, sehingga proses perakitan di graving dock terlaksana sesuai perencanaan. Penting untuk diingat bahwa saat ini terdapat minimal tiga kontrak yang akan menggunakan salah satu atau kedua graving dock itu dalam waktu yang berbeda.

Mengingat bahwa kontrak-kontrak yang ada saat ini penuh dengan tantangan untuk mewujudkannya, PT PAL Indonesia sebaiknya berfokus pada pemenuhan hal tersebut daripada berpikir terlalu jauh seperti aspirasi membangun kapal induk dan kapal selam otonom. Pertanyaan pertama tentang aspirasi tersebut adalah apakah ada pasar yang membutuhkan kapal induk buatan PT PAL Indonesia? Pertanyaan lainnya yaitu tentang kemampuan desain perusahaan itu untuk kapal induk dan apakah doktrin dan operasi TNI Angkatan Laut telah menyebutkan kapal induk sebagai kebutuhan? Begitu pula tentang kapal selam otonom, masih terdapat keraguan yang besar apakah benar PT PAL Indonesia telah menguasai teknologi otonom atau perusahaan apa yang akan memasok teknologi artificial intelligence ke perusahaan ini? (miq/miq)

 ⚓️  CNBC  

PT. Republik Defence Luncurkan Senjata Tanpa Awak Bramara dan Konta

 Prabowo : Kita Butuh Banyak Drone Kamikaze 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKbu5aK1hlFyyDUCSRIrtsTDD76ds7llEjveaQLnCSk-amZ4ZXQeY0nwqLc5fyCtiIEKD0GhbbBjBnel1Dog_05GyIQBSKxj1YfYqbW10f71Ig6RVnBI_vXCjqI-omdzu5s6gLTjZ67KeWy39inzlBOqhiwHqZRiRb48WSaHVfjC0mks3ZpTun0Th8Iw/s720/Senjata%20Tanpa%20Awak%20Bramara_2022-11-25.jpgPT. Republik Defence merilis seri senjata pesawat tanpa awak BRAMA Series dan KONTA (ist)

P
erang Rusia-Ukraina yang sedang terjadi di Eropa telah menyebabkan disrupsi ekonomi di dunia, naiknya harga barang baku dan komoditas, serta gangguan rantai pasok. Menariknya, perang yang sedang terjadi juga membuktikan bahwa disrupsi dapat juga terjadi pada teknologi persenjataan. Penggunaan drone bersenjata menjadi bukti nyata bahwa teknologi dapat mengubah lanskap pertempuran.

Pada Indo Defence Expo & Forum 2022, perusahaan lokal PT. Republik Defence (anggota dari Republikorp) merilis seri senjata pesawat tanpa awak yang di beri nama BRAMA Series (yang artinya “lebah” dalam Sansekerta) dan KONTA (berasal dari nama senjata yang digunakan oleh Gatot Kaca).

Munisi pintar yang berbasiskan drone ini dapat diluncurkan oleh tabung gas dan digendong oleh seorang prajurit saja, serta memiliki berat kurang dari 20 kilogram. Senjata nirawak ini dapat terbang selama 30 menit dengan jarak jelajah 10 kilometer, dan memiliki daya ledak TNT hingga 2 kilogram.

Pada pameran tahun ini, Republik Defence memperkenalkan enam jenis pesawat nirawak yang bersenjata seperti KONTA 10/30/50. BRAMARA SERIES HE, 5.56 mm dan logistik. Menurut pendiri PT. Republik Defence Norman Joesoef, inovasi ini didasarkan pada pembelajaran lapangan atas apa yang sedang terjadi di medan pertempuran Ukraina sekarang.

Disrupsi teknologi yang terjadi adalah peluang ekspor buat kami yang bergiat di industri ini. Saat ini kami sedang mengembangkan smart loitering munition berkat hasil kerja sama dengan beberapa negara Eropa. Kami menerima kesempatan ini dengan profesionalitas tinggi dan dengan tangan terbuka. Ini adalah masa depan pertempuran,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Menhan RI Prabowo Subianto. Menurutnya, Indonesia saat ini harus mengerahkan sekarang taktik teknologi dan kemampuan kumpulan drone dalam jumlah besar.

Seperti drone kamikaze dengan sistem otonom dan robotik baik di udara, di laut maupun di darat,” tuturnya pada seminar nasional yang diadakan TNI AU yang bertajuk “Tantangan TNI AU dalam perkembangan Teknologi Elektronika Penerbangan”, pada tanggal 8,November 2022 di Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Secara terpisah, Prabowo juga mengingatkan agar semua pihak harus waspada terhadap ancaman yang akan mendatangi Indonesia. Ia pun mencontohkan Singapura yang meski negara kecil namun sangat memperhatikan pertahanan negaranya, jika dilihat dari perbandingan anggaran belanja untuk keamanan.

Karunia yang kita terima hendaknya kita manfaatkan untuk siap menghadapi ancaman yang akan datang. Kalau tidak terjadi (perang), alhamdulillah. Kalau terjadi, kita sudah siap. Jangan kalau kita mendapat kebaikan, keberuntungan, kita santai. Ini kita harus introspeksi,” imbuhnya. (Red)

  ★
Banten News  

[Global] Stok Rudal Rusia Ternyata Masih Banyak

 Klaim Ukraina dan Barat Meleset 
https://akcdn.detik.net.id/visual/2022/10/17/drone-rusia-serang-kota-kyiv-5_169.jpeg?w=650Sejumlah wilayah Ukraina seperti Kyiv, Odesa, Lyviv, hingga Moldova gelap gulita setelah gempuran Rusia menerjang infrastruktur energi negara eks Uni Soviet itu.(Foto: REUTERS/GLEB GARANICH)

U
kraina dan sekutu Barat-nya sempat meremehkan Rusia dengan mengeklaim stok rudal Moskow telah menipis setelah digunakan dalam perang sejak akhir Februari 2022. Klaim itu ternyata meleset.

Faktanya, Moskow dalam beberapa kesempatan telah menghujani nyaris seluruh wilayah Ukraina dengan rudal secara besar-besaran—dengan target infrastruktur energi.

Contoh terbaru, serangan misil besar-besaran pada Selasa pekan lalu yang membuat militer Kiev kewalahan termasuk respons tembakan rudal dari sistem pertahanan udaranya yang menyasar ke Polandia.

Selanjutnya pada Rabu (23/11/2022), Presiden Volodymyr Zelensky mengadu ke Dewan Keamanan PBB setelah Ukraina dihujani sekitar 70 rudal jelajah Moskow dalam sehari.

Laporan intelijen militer Inggris pada Juli 2022 mengatakan Rusia gencar menggunakan sistem pertahanan udara, termasuk S-400, untuk menyerang target darat di Ukraina karena sudah kekurangan rudal.

"Rusia telah meningkatkan penggunaan rudal pertahanan udara dalam mode serangan darat sekunder karena kekurangan kritis rudal serangan darat khusus,” tulis Kementerian Pertahanan Inggris di Twitter saat itu.

Laporan New York Times baru-baru ini juga menyebut kesalahan prediksi Barat tentang stok misil Moskow yang mereka klaim telah menipis karena faktanya Rusia masih mampu melakukan serangan masif.

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov pada Rabu (23/11/2022) menerbitkan informasi terperinci tentang berapa banyak rudal yang tersisa di Rusia dan produksi senjata presisi sejak awal invasi skala penuh. Yang mengejutkan, Moskow masih memiliki banyak misil dan entah bagaimana mereka secara ajaib mengisi kembali persediaan senjatanya meskipun terkena sanksi.

Empat musuh persenjataan misil Rusia: pasukan pertahanan udara Ukraina yang brilian; pasukan rudal Rusia yang tidak kompeten; sanksi; waktu. Mari kita demiliterisasi negara teroris untuk hidup damai!” tulis Reznikov.

Pada bulan lalu, Kepala Intelijen Ukraina Kyrylo Budanov, berbicara tentang jumlah stok rudal Rusia yang kritis. Menurutnya, Moskow memiliki jumlah rudal terbesar yang diluncurkan dari udara menggunakan pesawat terbang. Dia pun mengeklaim rudal balistik Iskander musuh hampir habis.

"Angkatan Bersenjata federasi Rusia sudah menggunakan stok rudal Iskander berbasis darat yang tidak dapat diganggu gugat dan memiliki cadangan untuk penggunaan 12-15% rudal jelajah berbasis laut dan udara lainnya," kata Budanov.

Menurut perhitungan terbaru Kementerian Pertahanan Ukraina, sejak awal invasi skala penuh, Rusia telah menghabiskan sekitar 50,7% misilnya.

  Berikut rinciannya: 
https://pict.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2022/11/25/41/951543/sistem-rudal-iskander-sudah-hebat-rusia-tak-akan-buat-lagi-oka-era-soviet-dlz.jpgSistem rudal Iskander siap diluncurkan militer Rusia. (Foto/TASS)

Rudal Iskander: 13%

-Jumlah pada 23 Februari: 900
-Diproduksi sejak awal perang: 48
-Digunakan: 829
-Ada 119 yang tersisa

Rudal Onyx: 74%

-Jumlah pada 23 Februari: 470
-Diproduksi sejak awal perang: 0
-Digunakan: 123
-Ada 347 yang tersisa

Rudal S-300: 87%

-Jumlah pada 23 Februari: 8.000
-Diproduksi sejak awal perang: 0
-Digunakan: 1.020
-Sisa: 6.980

Rudal Kalibr: 37%

-Jumlah pada 23 Februari: 500
-Diproduksi sejak awal perang: 120
-Digunakan: 391
-Ada 229 yang tersisa

Rudal X-101: 50%

-Jumlah pada 23 Februari: 144
-Diproduksi sejak awal perang: 120
-Digunakan: 132
-Ada 132 yang tersisa

Rudal X-555: 50%

-Jumlah pada 23 Februari: 300
-Diproduksi sejak awal perang: 0
-Digunakan: 150
-Ada 150 yang tersisa

Rudal X-22/32: 32%

-Jumlah pada 23 Februari: 370
-Diproduksi sejak awal perang: 0
-Digunakan: 250
-Ada 120 yang tersisa

Rudal X-35: 41%

-Jumlah pada 23 Februari: 500
-Diproduksi sejak awal perang: 360
-Digunakan: 504
-Ada 356 yang tersisa

Rudal Kinzhal: 73%

-Jumlah pada 23 Februari: 43
-Diproduksi sejak awal perang: 16
-Digunakan: 16
-Ada 43 yang tersisa

Jumlah pasti stok rudal Moskow tidak diketahui, karena militernya sangat merahasiakan.

Bloomberg pada 29 Oktober 2022, melaporkan bahwa Moskow mengekspor barang-barang elektronik dan peralatan rumah tangga ke negara tetangga untuk mendukung manufaktur militer.

Outlet berita militer Ukraina; Defense Express Media, juga melaporkan pada 17 November 2022 bahwa Pabrik Motovilikha—produsen peralatan militer Rusia—telah menerapkan shift 24/7 dan telah mempekerjakan lebih banyak staf untuk memproduksi sistem peluncur roket berganda "Tornado-S" dan "Tornado-G".

Itu tampaknya menunjukkan Rusia mengatasi kemacetan dalam rantai pasokan mereka, memungkinkan mereka untuk memulai kembali produksi massal. (min).

  Sistem rudal Iskandar sehebat sistem rudal OTR-23 Oka 
https://pict.sindonews.net/size/720/salsabila/slider/2022/11/19667/rusia-tak-lagi-oka-era-soviet-karena-rudal-iskander-sudah-hebat-frw.jpginfografis, Rusia tidak lagi produksi sistem rudal Oka Era Soviet (sindonews)

Petinggi Rusia tidak memiliki rencana menciptakan kembali sistem rudal taktis Oka Uni Soviet. Alasannya, sistem Iskander yang saat ini beroperasi dapat berhasil menjalankan semua fungsinya.

Hal itu diungkapkan seorang jenderal Rusia berpangkat tinggi kepada kantor berita TASS pada Jumat (25/11/2022).

Ketika ditanya tentang kemungkinan menciptakan kembali sistem rudal Oka yang terkenal di Uni Soviet, Kepala Pasukan Rudal dan Artileri Angkatan Darat Rusia Letnan Jenderal Mikhail Matveyevsky menjawab, "Tidak, karena semua fungsi Oka sekarang dilakukan oleh Iskander."

Sistem rudal balistik taktis OTR-23 Oka mulai beroperasi di Angkatan Darat Soviet pada tahun 1983, dan, pada saat itu, merupakan sistem pertama di dunia yang dapat menembus semua pertahanan rudal.

Menurut pakar militer, sistem Oka membuat sistem rudal pertahanan udara Patriot terbaru Amerika Serikat (AS) yang paling canggih sama sekali tidak efektif pada saat itu.

Sistem ini sepenuhnya otonom dan memiliki kemampuan melintasi segala medan dan rintangan air.

Rudal itu dapat segera dikirim ke lokasi mana pun di seluruh dunia dengan kereta api, udara atau laut, dan hanya membutuhkan tiga awak untuk meluncurkannya.

Sistem Oka memiliki jangkauan 400 km dan, akibatnya, dikeluarkan dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah (INF) tetapi tetap dibatalkan berdasarkan perjanjian tersebut.

Iskander-M 9K720 (SS-26 Stone menurut klasifikasi NATO) dirancang untuk menghancurkan berbagai sistem peluncuran roket, rudal dan pertahanan udara, pesawat terbang dan helikopter di lapangan terbang, pos komando, dan infrastruktur.

Satu set brigade mencakup lebih dari 50 unit perangkat keras, termasuk peluncur, transloader, staf komando, dan kendaraan dinas.

Sistem ini menembakkan rudal balistik dan jelajah hingga jarak 500 km. Rudal tersebut berhasil digunakan selama operasi militer khusus Rusia di Ukraina. (sya)

  ★ sindonews  

KRI FKO-368 Melaksanakan Misi Perdamaian Dunia

Dilepas Pangkoarmada II di SurabayaSatgas Maritime Task force (MTF) TNI KONGA XXVIII-N UNIFIL TA 2022 dengan KRI Frans Kaisiepo-368 meninggalkan Dermaga Madura Koarmada II, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (25/11/2022). [KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA]

Pangkoarmada II Laksda TNI Dr. T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S., didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armada (KDJA) II Ny. Dhira Hutabarat, melepas KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368 menuju Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL 2022 di Lebanon.

Pelepasan dilangsungkan di Dermaga Ujung Surabaya Koarmada II, Jumat (25/11/2022) disaksikan ratusan anggota keluarga personel.

Di bawah pimpinan Komandan KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368 Letkol Laut (P) Jhon David Nalasakti Sondakh, KRI FKO-368 melaksanakan Satgas MTF selama kurang lebih satu tahun dengan memberangkatkan 119 personel terdiri 103 ABK, 9 crew helly, dan 7 personel pendukung.

Adapun perjalanan yang ditempuh oleh KRI FKO-368 sejauh 6.611 Nm dengan rute Jakarta, Belawan, Cochin (India), Salalah (Oman), Port Said (Egypt), melewati Suez Canal dan Beirut (Lebanon) dengan waktu tempuh 27 hari, diharapkan akan tiba di Lebanon pada tanggal 27 Desember 2022.

Sebelum melepas KRI FKO-368, Pangkoarmada II memberikan pembekalan kepada seluruh prajurit KRI FKO-368 beserta istri di Gedung Panti Tjahaya Armada (PTA) Koarmada II. Dalam kesempatan ini Pangkoarmada II memberikan motivasi kepada prajurit KRI FKO-368 agar selalu semangat, bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas, dan juga bersyukur karena tidak semua orang dapat memiliki kesempatan untuk melaksanakan satgas MTF.

Keberangkatan Satgas MTF tahun ini, merupakan bentuk kepercayaan pimpinan kepada prajurit Jalasena dalam mengemban misi perdamaian, baik sebagai duta TNI dan duta bangsa untuk memperkokoh hubungan diplomasi antara Indonesia dengan negara-negara sahabat.

Hal ini juga sebagai wujud implementasi perintah dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono untuk menjaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara. (hjr)
 

  Kominfo  

Jumat, 25 November 2022

PTDI Sebut 10 Pesawat N219 Berpotensi Dibeli Kemhan

✈ Pada 2023 ✈ N219  [PTDI]

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengungkapkan pesawat N219 buatan perusahaan itu berpotensi untuk dibeli sebanyak 10 unit oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada 2023.

Pada 3 November lalu, perusahaan pelat merah ini telah memperoleh kontrak pengadaan sebanyak 11 unit pesawat N219 dari PT Karya Logistik Indotama.

"Potensi kontrak lainnya di tahun 2023 adalah sebanyak 10 unit dari Kementerian Pertahanan RI/TNI AD dan 3 unit versi Amfibi dari Provinsi Kepulauan Riau," kata Direktur Produksi PTDI Batara Silaban dalam acara Indonesia Development Forum (IDF) 2022 seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (24/11).

Batara menjelaskan pesawat tersebut dapat menjawab misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembangunan merata dan berkeadilan dengan menyediakan wahana konektivitas multimoda untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mendorong penyebaran pusat-pusat pertumbuhan ke wilayah belum berkembang.

"Adapun pesawat N219 dapat dimaksimalkan pemanfaatannya baik di sektor militer, sipil, maupun komersial," ucapnya.

Pada acara IDF 2022 ini Bappenas telah meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Industri Dirgantara Indonesia, sebagai bentuk dukungan untuk keberlanjutan project-project pesawat terbang, baik berupa produksi maupun pengembangan, khususnya pesawat N219.

"Kita menyongsong Indonesia sebagai industri dirgantara bisa mendorong sebagai penggerak pertumbuhan perekonomian Indonesia, ini adalah poinnya," kata Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan.

Ia menyebut beberapa poin terkait master plan yang dituntut adalah produk nyata.

"Bagaimana kita bisa menjadi negara perindustrian untuk pesawat turboprop khususnya pesawat penumpang dengan kapasitas di bawah 100 pax, dan kita sudah mulai dengan N219, yang sebentar lagi akan disusul dengan N219 Amphibi yang diharapkan bisa menjadi pesawat untuk jembatan udara, konektivitas pulau-pulau yang jumlahnya mencapai 17 ribu," ujarnya. (sfr/sfr)

  CNN  

[Global] Presiden Korea Selatan Berambisi Negaranya Jadi Eksportir Senjata Terbesar

Keempat di Dunia
KF-21 Boramae [ROKArmed Forces]

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol berjanji untuk meningkatkan ekspor senjata dan mengamankan teknologi pertahanan termutakhir.

Janji tersebut diucapkan Yoon pada Kamis (24/11/022), sebagaimana dilansir Reuters.

Dia memiliki tujuan untuk membangun industri persenjataan Korea Selatan menjadi pengekspor senjata terbesar keempat di dunia.

Industri pertahanan adalah mesin pertumbuhan baru di masa depan dan poros industri teknologi tinggi,” kata Yoon dalam pertemuan yang diadakan di Korea Aerospace Industries.

Korea Aerospace Industries Ltd merupakan satu-satunya pengembang pesawat tempur Korea Selatan, berlokasi di Kota Sacheon.

Dengan persaingan yang semakin ketat untuk supremasi teknologi, kita perlu mengamankan daya saing teknologi untuk mengembangkan sistem senjata yang mengubah permainan untuk perang di masa depan,” ucap Yoon.

Untuk itu, Yoon menyerukan adanya perbaikan kondisi penelitian dan investasi oleh kontraktor pertahanan.

MBT K2 Black Panther (Ist)

Selain itu, diperlukan pembangunan ekosistem yang dapat tumbuh secara mandiri dengan mendorong struktur industri yang lebih berorientasi ekspor.

Pertemuan itu terjadi empat bulan setelah Korea Selatan mencapai kesepakatan penjualan senjata dengan Polandia.

Kesepakatan penjualan terbesar Korea Selatan tersebut diperkirakan mencapai 20 triliun won, yang mencakup ekspor tank dan howitzer.

Pada Agustus, Yoon menyampaikan tujuannya untuk menjadikan industri pertahanan negara menjadi yang terbesar keempat di dunia, setelah AS, Rusia, dan Perancis.

Sejauh ini, semakin banyak negara, termasuk Australia dan Norwegia, berusaha untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Korea Selatan.

Hal tersebut, ucap Yoon, akan membantu meningkatkan kemampuan Korea Selatan dalam melawan ancaman Korea Utara sambil berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di komunitas internasional.

Beberapa orang mengatakan, mungkin ada kekosongan dalam kekuatan militer kita karena ekspor pertahanan sebagai bagian dari ofensif politik mereka. Akan tetapi pemerintah akan menjaga sikap kesiapan militer secara menyeluruh sambil secara aktif mendukung ekspor tersebut,” kata Yoon.

  ★ Kompas  

Prabowo Ingin Lebih Banyak Kerja Sama Industri Pertahanan dengan Korsel

https://img.inews.co.id/media/822/files/inews_new/2022/11/24/prabowo_dan_menhan_korsel_ist.jpgMenhan Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menhan Korea Selatan (Korsel) Lee Jong-sup di sela-sela pelaksanaan ADMM plus 2022, Selasa (22/11/2022) di Siem Reap, Kamboja. [ist]

M
enteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel) Lee Jong-sup di sela-sela pelaksanaan ADMM plus 2022, Selasa (22/11/2022) di Siem Reap, Kamboja. Dalam pertemuan ini, kedua menteri membahas kemajuan kerja sama pertahanan kedua negara dalam kerangka kerja sama ASEAN.

Prabowo menjelaskan Indonesia akan selalu mendukung Korsel untuk dapat bekerja sama dengan seluruh negara ASEAN. Dia juga berharap hubungan kerja sama maupun persahabatan antara Indonesia dengan Korsel dapat terus terjaga dalam semangat persaudaraan serta prinsip saling menghargai.

Kerja sama yang komprehensif dengan negara-negara ASEAN akan memberikan banyak keuntungan secara regional, dan dapat mengembangkan ASEAN ke posisi yang lebih baik. Ke depannya akan memberikan kontribusi positif bagi Korea maupun ASEAN”, kata Menhan Prabowo.

Dia pun menekankan Indonesia ingin terus melakukan kerja sama industri pertahanan dengan prinsip memberikan manfaat dan kontribusi bagi kedua belah pihak. Baik dalam hal pengembangan kapal selam maupun pesawat tempur yang diharapkan menjadi langkah besar dalam pengembangan industri pertahanan di Indonesia.

Ke depannya, Indonesia dan Korsel diharapkan dapat lebih banyak menjalin kerja sama di bidang industri pertahanan dan dalam lingkup yang lebih luas,” tuturnya.

Dalam hal kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Korsel di bidang industri pertahanan, Indonesia telah menggunakan beberapa produk industri pertahanan Korea Selatan. Seperti Tarantula Panser, artileri derek 105 mm dan 155 mm yang memperkuat TNI Angkatan Darat, kapal selam Tipe U209 buatan kerja sama dengan DSME yang memperkuat TNI AL serta pesawat KT-1B dan T-50 yang memperkuat TNI AU.

Korea Selatan pun telah membeli 8 pesawat CN-235 versi militer dari Indonesia.

  ★ iNews  

Kamis, 24 November 2022

[Global] Kisah Pilot Su-34 yang Ditembak Jatuh Ukraina

Hampir mati di tangan pasukan darat Perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung selama sembilan bulan sejak 24 Februari dan hingga kini belum berakhir, melahirkan banyak kisah pertempuran yang suatu saat akan dituliskan.

Salah satunya adalah kisah mengenai pilot Su-34 Rusia yang jatuh ditembak rudal Ukraina.

Kedua awak Su-34 ini hampir mati di tangah pasukan darat Ukraina setelah mereka eject dari pesawat dan tulang mereka patah.

Namun nasib berkata lain, keduanya bisa selamat dan mereka bisa kembali lagi ke Rusia serta mendapatkan penghargaan sebagai Pahlawan Rusia.

Dalam program “Time of Heroes” di saluran televisi Bintang Merah, pilot Letnan Senior Pyotr Kashtanov yang terbang dengan navigator/operator senjata Nikolai Koptilov menceritakan kisahnya.

Pada suatu hari di bulan September 2022, keduanya ditugaskan untuk menghancurkan peralatan dan fasilitas militer musuh (Ukraina).

Keduanya terbang dengan pesawat pembom tempur berhidung seperti paruh bebek yang memiliki kursi berdampingan di kokpit itu.

Singkat cerita, misi berhasil dilaksanakan dan mereka secepatnya hendak kembali ke pangkalan pesawat.

Namun tiba-tiba, sebuah rudal terbang ke arah pesawat mereka dan langsung menghantam setengah bidang kanan pesawat di bagian belakang.

Pesawat sontak berputar dan hanya tersisa 3-4 detik untuk mengambil keputusan dalam kondisi darurat tersebut.

Dengan susah payah, Kashtanov berupaya mengendalikan pesawat, namun tidak berhasil.

Karena ketinggian pesawat sangat rendah, kedua awak Su-34 itu pun segera menarik tali kursi lontar dan berhasil menyelamatkan diri keluar dari pesawat.

Akibat pendaratan yang kasar, keduanya mengalami patah tulang.

Kashtanov mengalamai patah pada lengan kanan. Sedangkan Koptilov mengalami patah tulang belakang dan tak sadarkan diri.

Kashtanov segera bergegas mendekati temannya. Setelah berhasil disadarkan, Koptilov malah meminta Kashtanov untuk segera meninggalkannya dan menyelamatkan diri.

Nikolai, aku hanya akan pergi bersamamu,” kata Kastanov memanggil rekannya.

Kashtanov akhirnya memutuskan untuk menarik Koptilov sejauh 30 meter agar bisa bersembunyi di hutan.

Mereka menyeberangi rawa dan menyuntikkan obat penghilang rasa sakit.

Pada saat bersamaan, sejumlah pasukan darat Ukraina dengan tiga mobil bergegas mendekat lokasi pendaratan eject Kashtanov dan Koptilov. Mereka mulai berpencar mencari kedua pilot Rusia.

Menyadari situasi yang buruk, Kashtanov segera mengeluarkan granat dengan satu tangannya yang masih bisa digerakkan.

Demikian juga dengan Koptilov, mengeluarkan granat dan siap menarik pinnya saat diperlukan.

Kami siap meledakkan diri agar tidak ditawan,” kata Kashtanov yang menjadi komandan dalam misi itu.

Para prajurit Angkatan Bersenjata Ukraina melintasi mereka dalam jarak yang semakin dekat, hanya 5-7 m saja dari tempat persembunyian Kashtanov dan Koptilov.

Dengan segala keajaiban, pasukan darat Ukraina itu tidak mengetahui ada dua pilot Rusia yang sedang bersembunyi dengan tulang mereka yang patah.

Saya bahkan masih ingat wajah seseorang dari mereka,” kata Kashtanov saat diwawancarai.

Ketika mereka pergi menjauh, Nikolai berujar, “Mereka sudah tidak ada, Peter. Kita akan hidup lebih lama!

Tak disangka pula, tiba-tiba sebuah serangan artileri jatuh ke dekat pasukan Ukraina itu. Mereka segera pergi dengan cepat meninggalkan lokasi itu.

Selang lima jam, Kashtanov dan Koptilov berbaring di tempat mereka tanpa berbicara. Keduanya berusaha untuk sembuh dan tidak mau menyerah pada keadaan.

Setelah tenaga kembali terkumpul, mereka kembali melanjutkan perjalanan panjang dan berbahaya.

Kami berjalan sepanjang malam, 13 jam, melewati ladang dan jalur hutan,” kata Kashtanov.

Akhirnya, tibalah mereka di sebuah desa.

Walaupun begitu, untuk masuk ke desa itu, mereka masih ragu mengenai pasukan yang berada di sana.

Tiba-tiba Koptilov melihat kendaraan tempur bertuliskan huruf “Z” melintas. Hal itu sudah cukup menjadi tanda bahwa desa itu diduduki pasukan Rusia.

Mereka kemudian mendekati sebuah rumah dan mengetuk pintunya.

Seorang kakek membuka pintu itu, lalu menyambut mereka dan memberi minum.

Kakek itu pula yang kemudian memberitahu pasukan Rusian lainnya tentang keberadaan dua pilot Su-34 di rumahnya dalam keadaan membutuhkan pertolongan.

Tidak lama, pasukan Rusia datang ke rumah itu. Kashtanov dan Koptilov dipeluk oleh pasukan Rusia yang datang untuk mengevakuasinya.

Bersyukurlah, kalian masih hidup!” ujar pasukan Rusia yang datang.

Kashtanov dan Koptilov pun dievakuasi dan dibawa pulang ke Rusia.

Letnan Senior Pyotr Kashtanov selanjutnya dianugerahi gelar Pahlawan Rusia oleh pemerintah Rusia atas jasanya dalam pertempuran tersebut. -RNS-

 
Airspace Review  

Rabu, 23 November 2022

Komandan Logistik Angkatan Darat Korea Selatan Kunjungi Pindad

 Jajaki Kerjasama di Bidang Hankam 
https://pindad.com/uploads/images/article/full/235ECBE7-F05B-4CF4-B4E2-3056FE5539E5.jpeg(Pindad)

D
irektur Bisnis Produk Hankam PT Pindad, Wijil Jadmiko Budi beserta jajaran menerima kunjungan Logistik Angkatan Darat Korea Selatan pada Selasa, 22 November 2022 di Auditorium PT Pindad Bandung. Kunjungan dihadiri langsung oleh Komandan Logistik Angkatan Darat Korea Selatan, Letjen Eom Yong-Jin beserta jajaran dan Atase Pertahan Korean Selatan, Captain Navy LEE Ju-Deuk.

Tujuan dari kunjungan Komandan Logistik Angkatan Darat Korea Selatan, Letjen Eom Yong-Jin yaitu untuk melihat lebih dekat produk Pertahanan dan Keamanan kebanggaan Indonesia sekaligus fasilitas produksi yang dimiliki oleh PT Pindad. Komandan Logistik Angkatan Darat Korea Selatan juga melihat adanya berbagai potensi kerja sama antara Kamboja dan Indonesia melalui PT Pindad.

Kegiatan kunjungan diawali oleh penyambutan oleh Direktur Bisnis Produk Hankam PT Pindad, Wijil Jadmiko Budi. Beliau menyampaikan harapan nya kerja sama ini dapat membangun hubungan kerja sama antara kedua belah negara dan kerja sama antara PT Pindad dengan perusahaan – perusahaan yang ada di korea.

Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Komandan Logistik Angkatan Darat Korea Selatan dan apresiasi atas ketertarikan terhadap produk PT Pindad. PT Pindad memiliki kemampuan untuk memproduksi dan mengembangkan produk-produk pertahanan keamanan seperti Senjata, Kendaraan Tempur dan Munisi. PT Pindad juga merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Holding Defend ID yang bergerak di bidang Industri Pertahanan. Kami juga berharap akan terjalin kerja sama lainnya antara Indonesia dan Korea setelah PT Pindad beberapa kali menjalin Kerjasama dengan perusahaan asal Korea.“ Jelas Wijil Jadmiko.

Komandan Logistik Angkatan Darat Korea Selatan, Letjen Eom Yong-Jin mewakili rombongan menyampaikan apresiasi atas sambutan yang telah diberikan oleh PT Pindad.

PT Pindad memiliki kemampuan luar biasa dan lebih bervariasi serta lebih mendalam. Semoga dengan adanya kesempatan ini meningkatkan pemahaman kami mengenai PT Pindad dan juga meningkatkan kerjasama antara kedua negara. Diharapkan kedepannya PT Pindad dapat terus bekerjasama dengan perusahaan – perusahaan di Korea serta Pemerintahan Korea.” Jelas Eom Yong-Jin.

Setelah mendengarkan paparan singkat mengenai profil dan produk PT Pindad oleh Wijil Jadmiko Budi, Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas produksi Produk Pertahanan dan Keamanan.

  ★ Pindad  

KRI Halasan-630 Lulus Uji Tembak Permukaan dan Tembak Udara

KRI Halasan-630 siap lakukan uji tembak. (PT PAL Indonesia)

KRI Halasan-630 sukses dan memenuhi persyaratan melakukan penembakan permukaan (surface target), dan penembakan di udara (air target), dalam Live Firing Test (LFT) meriam utama (main gun) 57mm Mk3 Bofors, yang dilaksanakan di utara perairan Surabaya.

Meriam tersebut terinstal di KRI Halasan-630 pada April 2022. Setelah sukses menjalankan magnetic particle test (MPT) beberapa waktu lalu, KRI Halasan-630 juga berhasil melalui beberapa tahap akhir pengujian lanjutan.

Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M yang diserahterimakan kepada TNI AL pada 2014 itu tengah melaksanakan skema Fit for But Not With (FFBNW) di PT PAL Indonesia.

Kegiatan tersebut meliputi proses instalasi senjata, integrasi sistem sensor dan senjata, dan rangkaian pengujian kelaikan tempur.

Pelaksanaan LFT turut dihadiri tim kelaikan dari Kementerian Pertahanan RI dan Mabes TNI AL, penyedia senjata serta penyedia sistem manejemen senjata.

Dalam pembangunan Alutsista, tentunya memiliki beragam dinamika yang ada. Pandemi dan perubahan geopolitik dunia mengakibatkan perubahan peta permintaan Alutsista, yang berimbas pada bertambahnya waktu dalam mendapatkan pasokan Alutsista secara global. Akan tetapi kami manajemen PT PAL beserta seluruh Insan PAL tidak lantas menjadikan dinamika yang ada sebagai sebuah hambatan,” tutur Iqbal Fikri Chief Operating Officer (COO) PT PAL Indonesia dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (22/11/2022).

Melalui skema FFBNW, PT PAL Indonesia berhasil menjalankan perannya sebagai pembangun platform Alutsista, serta sukses melakukan integrasi sistem persenjataan.

Setelah pelaksanaan LFT, akan dilanjutkan dengan Latihan Glagaspur kapal baik tingkat 1 (satu) mau pun tingkat 2 (dua) kapal, pada awal Desember 2022.

Iqbal juga menyebut pembangunan Alutsida di PAL akan lebih tepat mutu dan tepat waktu.

Proven design & capability PAL terkait KCR telah teruji. Sehingga, pada kesempatan ini, kami tidak hanya mampu membangun kapal cepat secara bangunan atau platform saja, tapi kemampuan mengintegrasikan senjata secara utuh yang menjadi pengalaman teruji dari PAL. Kami memastikan ke depan, pembangunan alutsista di PAL akan lebih tepat mutu dan lebih tepat waktu,” tambah Iqbal.

Setelah sebelumnya berhasil mengembangkan variant Fast Patrol Boat (FPB), PAL kembali dipercaya Kementerian Pertahanan RI untuk mengintegrasikan sistem senjata pada KCR KRI Halasan-630 dan KRI Kerambit-627 serta dalam proses pembangunan 2 (unit) KCR Kapak dan Panah.

Sebagai informasi, sejak berdiri di tahun 1980, PT PAL Indonesia telah melalui beberapa fase penting penguasaan teknologi pada kapal perang atas permukaan.

Khususnya pada transformasi pengembangan kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) yang paten desainnya telah diakui sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) PT PAL Indonesia meliputi Principal Dimension, Lines Plan, dan Ship Drawing.

Paten desain tersebut diterbitkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor paten IDP000073259 pada 17 April 2012 dan berlaku hingga 25 November 2040. (rum/rid)

  Berikut video dari Youtube : 



  💂 Suara Surabaya  

Selasa, 22 November 2022

[Video] Penembakan Rudal KH 29 TE

Longrange strike Diposkan skadronudara11 official

  Berikut video dari Youtube : 


  Youtube  

Dahana Kembangkan Ranjau Laut

 Gandeng Saes, Perusahaan Spanyol 
https://rri-assets.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/berita/7/images/1667541834-IMG-20221104-WA0060.jpgg[RRI]

PT
Dahana terus berinovasi mengembangkan ranjau laut dengan menggandeng Sociedad Anonima De Electronica Submarina atau Saes dari Spanyol dan PT Adventura Prokreasi.

Adapun penandatanganan yang dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Dahana Wildan Widarman, Commercial and Business Development Director SAES Adolfo Hernandez Solano dan Direktur Utama PT Adventura Prokreasi Hendra Widjaya ini disaksikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di pameran Indo Defence 2022 Expo & Forum, Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran.

General Manager Divisi Migas PT Dahana Yusep Nugraha menuturkan, kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan dan memproduksi indigenous naval mine (INM) oleh perseroan itu dengan dukungan teknis dari Saes dan Adventura.

Dahana dan SAES akan mengembangkan dan memproduksi bersama ranjau laut untuk mendukung pengadaan di Kementerian Pertahanan dan TNI AL,” ujar Yusep Nugraha dalam keterangan tertulis, Jumat (4/11/2022).

Sebagaimana diketahui, Saes merupakan perusahaan spesialis teknologi bawah air yang berpengalaman di bidang propagasi sinyal bawah air, pengembangan sonar sistem acoustic intelligence, sistem measurement, dan signature intelligence. Selain itu, perusahaan asal Spanyol ini juga memiliki kemampuan membangun sistem submarine dan anti-submarine di berbagai platform kapal selam, kapal penyapu ranjau, dan helikopter ASW.

Yusep menambahkan, pengembangan dan pengadaan ranjau laut sangat diperlukan, mengingat Indonesia merupakan negara yang luas wilayahnya didominasi oleh lautan. Selain itu, kerjasama ini merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam mewujudkan kemandirian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) nasional.

Pada 22 April 2022, Presiden Joko Widodo meresmikan holding BUMN Industri Pertahanan (yang disebut Defend ID beranggotakan PT Dahana, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dengan PT Len Industri (Persero) sebagai induk.

Konsorsium diamanahkan untuk menjadi lokomotif kemandirian Alutsista, menjadi pemain utama di rantai pasok industri pertahanan global, dan mampu menjadi Top 50 Industri Pertahanan Dunia.

Sebagaimana arahan Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo, pengembangan dan pengadaan ranjau laut adalah langkah Dahana, untuk mewujudkan cita-cita bersama bangsa Indonesia, yaitu kemandirian Alutsista nasional. Semoga kerjasama ini dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya,” pungkas Yusep Nugraha.

  ★ Bisnis  

Senin, 21 November 2022

Pembelian Pesawat Tempur F-15 EX Menunggu Keputusan Akhir Pemerintah Indonesia

https://indonesiadefense.com/wp-content/uploads/2022/11/Pembelian-Pesawat-Tempur-F-15-EX-Menunggu-Keputusan-Akhir-Pemerintah-Indonesia--1068x713.jpeg(IDM/Tim Media Prabowo Subianto)

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat atau Secretary Of Defense Lloyd J. Austin III di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (21/11).

Dalam konferensi pers yang dilakukan, Menhan Prabowo menjelaskan jika pertemuan kedua Menteri Pertahanan tersebut merupakan kali keempat dalam dua tahun terakhir ini.

Saat disinggung mengenai pembelian pesawat tempur generasi 4,5 dari Amerika Serikat F-15 EX, Menhan Prabowo menyebut jika saat ini masih menunggu keputusan akhir dari pemerintah.

Negosiasi masih terus berlanjut. Saya pikir sekarang tergantung dari keputusan akhir pemerintah,” jelas Menhan Prabowo.

Karena prioritas utama pemerintah saat ini, lanjut Menhan Prabowo adalah mengendalikan pandemi Covid-19 dan bersiap untuk menghadapi dampak kondisi ketahanan pangan di Indonesia dan efek inflasi yang disebabkan kenaikan harga energi di seluruh dunia.

Dampak perang Ukraina sangat nyata dan semua peringatan dari lembaga internasional, dari bank dunia IMF, ADB, dan peringatan tentang situasi iklim tahun depan dapat memengaruhi produksi pangan kita,” terang Menhan Prabowo.

Itulah yang menurutnya menjadi faktor pertimbangan dalam pengambilan keputusan akhir Pemerintah Indonesia. Sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Menhan Prabowo mengatakan jika dirinya telah menghitung dan merancang program bersama dengan Amerika Serikat.

Kami telah merancang program bersama dengan mitra Amerika Serikat di bidang industri yang kami percayai,” ungkap Menhan Prabowo.

Menhan Prabowo percaya dan telah mendapatkan banyak saran dari pihak yang memiliki kompetensi bahwa paket keuangan pembelian masih terjangkau.

Karena sistem ini, adalah sistem yang akan kita gunakan untuk 25 sampai 35 tahun ke depan. Kami juga menyertakan perihal kerja sama dengan industri pertahanan nasional seperti PTDI, GMF, dan pihak-pihak terkait lainnya,” jelas Menhan Prabowo.

Sementara itu, Menhan Austin menyebut, Amerika Serikat mendukung komitmen Indonesia dalam memodernisasi Alutsista Indonesia dan pihaknya akan mendukung berbagai upaya untuk mencapai hal tersebut. (nhn)

  Indonesia Defense