Sabtu, 16 September 2023

UEA Sanggup Lunasi Sisa Utang Indonesia di Biaya Pengembangan KF-21 Boramae

Bakal Jadi Kerja sama Trilateral ? https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230517-WA0043-1128805060.jpg(Istimewa)

Disambut suka cita oleh netizen Negeri Ginseng, ada kabar bahwa negara kaya minyak dari Timur Tengah, Uni Emirat Arab (UEA) telah mengirim surat resmi kepada Kantor Ketahanan Nasional Korea Selatan, yang menyatakan keinginan mereka untuk terlibat dalam pengembangan pesawat tempur KF-21 Boramae.

Keterlibatan UEA bila disetujui, maka akan mengubah perjanjian bilateral antara Korea Selatan dan Indonesia, pasalnya proyek jet tempur masa depan KF-21 Boramae dirintis oleh kedua negara. Dikutip dari media Korsel, Financial News, ini merupakan kelanjutan dari rencana kerja sama ekonomi skala besar, termasuk kerja sama di bidang militer saat Presiden Yoon Seok-yeol berkunjung ke UEA awal tahun ini.

Menurut Kantor Kepresidenan dan Kementerian Luar Negeri Korsel, Kamis (14/9), Komite Ekonomi Tawazun yang bertanggung jawab atas akuisisi pertahanan di UEA mengirim surat ke Kantor Ketahanan Nasional Korea atas nama Sekretaris Jenderal pada 4 September 2023, yang isinya mengusulkan kerja sama proyek KF-21 dengan Korsel.

Bahkan, UEA disebut mengumumkan sanggup membayar utang Indonesia yang belum membayar komitmennya dalam proyek KF-21. Diharapkan, UEA dapat menyelesaikan kontroversi terkait kontribusi Indonesia yang belum membayar komitmennya sebesar hampir 1 triliun Won. Jika proposal UEA disetujui, maka kerja sama trilateral antara Korsel, Indonesia, dan UEA akan dibentuk untuk proyek KF-21 dan dapat mempercepat proyek tersebut.

Namun, masih banyak kendala yang harus diatasi, di antaranya persetujuan ekspor. UEA diketahui menunjukkan ketertarikannya terhadap KF-21. Namun, dipastikan dalam proyek KF-21 akan meminta kerja sama dengan Korsel.

https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2022/07/jet-tempur-kf-21-terbang-perdana11.jpgKantor Keamanan Nasional bersiap memberikan hasil nyata berdasarkan proposal kerja sama Komite Ekonomi Tawadun ketika Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan mengunjungi Korsel pada Oktober mendatang. Komite Ekonomi Tawajun secara langsung menyatakan ‘kerja sama bisnis KF-21’ dalam surat tersebut.

Kantor Keamanan Nasional memperhatikan fakta bahwa Komite Ekonomi Tawajun dengan jelas menyatakan dalam surat niatnya untuk menggantikan investasi Indonesia di proyek KF-21.

Sementara itu, Presiden Yoon dan Presiden Jokowi menegaskan keinginan mereka untuk berhasil menyelesaikan pengembangan jet tempur tersebut dalam sebuah pertemuan baru-baru ini. Namun, belum memutuskan untuk membayar kontribusi yang belum dibayar dan sulit untuk menjamin apakah Indonesia akan melunasi komitmennya secara penuh.

Hubungan antara Indonesia dan UEA berjalan dengan baik, dan karena UEA telah menyatakan niatnya untuk bekerja sama dengan kami, sistem kerja sama tiga arah dapat dibangun. Namun, karena sifat bisnisnya, kami memberikan kartu yang diinginkan UEA hanya karena UEA berinvestasi,” kata seorang pejabat pemerintah. “Ini tidak mudah untuk dilakukan,” lanjutnya.

Dalam kontrak kerja sama, pemerintah Korsel menanggung 60 persen pembiayaan dan sisanya dibagi rata antara Indonesia dan Korea Aerospace Industries (KAI) masing-masing 20 persen. Namun, Indonesia disebut baru membayar 17 persen dari bagiannya. (Gilang Perdana)

 ♖ Indomiliter 

Latma Malindo Di Yonif PR 328 Kostrad Secara Resmi Dibuka

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi7tN5foX1NDm5N8UMJS5cv5aV9zjx955B5tO2Vc31fNK-lvGN6vs4fxoDR3G_nHqK5zrsq59E0hs15VrFbNiP8prWbKmg6b09IloSs_yK3Yd1W5fgOp5vzB59YHesp0-q2K0ZwVlVA5k86zExzKIsbO2cqUShyNe0RZLIa5qkIk-pUk4387y35zWuo1A=s400(TNI)

Kepala Staf Divisi Infanteri (Kasdivif) 1 Kostrad Brigjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si. secara resmi membuka Latihan Bersama (Latma) Malindo antara TNI Angkatan Darat yang diwakili Batalyon Infanteri (Yonif) PR 328/Dirgahayu Divif 1 Kostrad dan Angkatan Darat Malaysia yang diwakili Batalion ke-17 Rejimen Askar Melayu Diraja (Para) bertempat GOR Kartika Divisi Infanteri 1 Kostrad, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Rabu (13/09/2023).

Bertindak sebagai Komandan Upacara (Danup) Danyonif Para Raider 328/Dirgahayu Mayor Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar, S.I.P. Upacara ini dihadiri beberapa pejabat diantaranya Paban Kermalat Asean, Para Asisten Kasdivif 1 Kostrad, Waasops Kaskostrad dan Pegawai Pemerintah 17 RAMD (Para).

Dengan adanya latihan ini diharapkan kedua negara dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya bagi pengembangan satuan, baik di bidang taktik, teknik militer dan juga memelihara serta meningkatkan hubungan kerjasama bilateral kedua negara yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

 ♖
TNI  

Indonesian Navy is Set to Receive SMP SRV-F Mk3

⚓️ UK-based Submarine Manufacturing and Products Ltd (SMP) has been contracted to supply a new submarine rescue system to the Indonesian Navy through in-country partner PT BTI Defence SFV-F Mk 3 Submarine Manufacturing Products Ltd. (SMP)

The company’s three-year build contract will include the manufacture of a new free-swimming submarine rescue vehicle (designated SRV-F Mk 3), an intervention remotely operated vehicle (IROV), a decompression system, and the provision of training for Indonesian operators and maintainers.

The full system will be hosted on a 92.5 m mother ship designed by design and engineering group Houlder; the design package will be delivered to PT BTI for build in a local shipyard.

Designed as hybrid system suitable for deployment by air, embarked on a mother ship, or towed, the SRV-F Mk 3 can dive to a depth of 500 m and is able to carry up to 50 rescuees at a time – sufficient to evacuate the entire crew of a typical conventional submarine in a single mission.

According to SMP, this adoption of a “One Out, All Out” philosophy facilitates the rapid rescue of an entire crew stands in contrast to other rescue systems which require repeated trips to the distressed submarine.

When deployed by air, the the vehicle can be towed to and from the distressed submarine’s location without the need to be recovered to deck.

In addition to the SRV-F Mk 3 vehicle, the new mothership will be fitted with a suite of support equipment including a handling system, an advanced Transfer Under Pressure system and a dedicated decompression chamber, enabling the immediate medical attention and treatment of rescued personnel.

The IROV system is being sourced by SMP through Centurion Subsea Services.

SMP has previously delivered a submarine rescue system to the Vietnamese Navy. In this case, however, the manufacture of the submarine rescue vehicle was subcontracted to a third party.

 ⚓️  Naval News  

PT Palindo Marine Batam Bangun Kapal Survei Bawah Air

 Pesanan Kemhan 
https://metro.batampos.co.id/wp-content/uploads/2023/09/Palindo-Marine-e1694765982329.jpgBaranahan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Heru Sudarminto memimpin seremonial starting of steel cutting kapal BHO di galangan PT Palindo Marine, Jumat (15/9). (F.Dalil Harahap)

G
alangan kapal di Batam kembali dipercaya membangun kapal negara. Adalah PT Palindo Marine yang berlokasi di Seilekop, Sagulung dipercaya membangun kapal Hidro-Oseanografi Ocean Going (BHO) pesanan Kementerian Pertahanan RI.

Kontrak proyek pengadaan kapal pada Desember 2022 ini, sudah mulai dikerjakan dan seremonial starting of steel cutting yang dilaksanakan di galangan PT Palindo Marine, Jumat (15/9). Kapal untuk mendukung kerja TNI AL dalam hal survei, pemetaan, dan deteksi bawa air ini rencananya akan diserahkan atau delivery pada Desember 2024.

Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Heru Sudarminto yang memimpin seremonial starting of steel cutting menuturkan, kapal ini akan dilengkapi dengan teknologi yang lebih canggih lagi dari kapal serupa sebelumnya.

Untuk menjamin mutu teknologi tersebut pengerjaan kapal ini menggandeng kerja sama dengan perusahaan Galangan Kapal Abeking & Rasmussen asal Jerman untuk pemenuhan peralatan dan teknologi canggih yang dibutuhkan dalam kapal tersebut.

Kapal ini akan dibangun dengan teknologi yang sangat canggih yang bisa deteksi hingga dasar laut. Pengerjaan di PT Palindo Marine ini dan untuk pemenuhan teknologi canggih kita gandeng kerja sama dengan Abeking dan Rasmussen dari Jerman. Mereka hadir hari ini dan semua pihak sudah sepakat untuk membangun kapal ini dengan baik,” ujar Heru.

Pengadaan kapal pemetaan dan deteksi, disebutkan Heru, sebagai upaya pemenuhan dan peningkatan armada kapal survei dan pemetaan di tanah air agar lebih efektif dalam menjalankan tugas pemetaan ataupun deteksi bawa air. Kapal riset ini dilengkapi dengan peralatan berteknologi tinggi untuk mendukung TNI AL dalam melaksanakan survei dan pemetaan bawah air.

Pengadaan kapal ini menggunakan kontrak antara Kementerian Pertahanan dengan Abeking dan Rasmussen, Jerman. Dalam pelaksanaan pembangunan Kapal, Abeking & Rasmussen bekerja sama dengan PT Palindo Marine sebagai bagian dari transfer of technology pembangunan kapal riset dan juga sebagai upaya meningkatkan penggunaan kandungan lokal.

Kapal ini memiliki panjang 105 meter, lebar 17,4 meter dan draft kapal 4,5 meter. Dengan kapasitas 90 kru. Kapal ini direncanakan dapat berlayar dengan kecepatan 16 knot dengan dua propeller.

Sebelumnya sudah ada kapal seperti ini, dan ini yang dikerjakan akan hadir dengan teknologi terbaru yang lebih efektif lagi untuk kegiatan pemetaan dan pendeteksi bawa air,” kata Haru.

Kapal ini nantinya akan ditempatkan di markas TNI AL dan akan menjalankan tugas dan fungsinya sebagai kapal pemetaan dan pendeteksi bawa air.

Owner PT Palindo Marine, Harmanto menyambut baik dukungan dan kepercayaan Kemenhan dalam pembangunan kapal tersebut. Dia dan jajarannya bertekad untuk menyelesaikan pengerjaan kapal tersebut dengan baik dan tepat wakti.

Kita akan jaga kepercayaan ini untuk membuktikan bahwa galangan kapal lokal bisa bersaing dengan galangan kapal dari negara lain. Pengerjaan dengan mutu yang baik dan tetap waktu sudah jadi komitmen kami. Kami berterimakasih kepada jajaran Kemenhan atas kepercayaan ini dan semoga kedepannya kerja sama ini tetap berjalan,” ujar Harmanto (*)

  ★ Batam Pos  

Jumat, 15 September 2023

3 F35 RAAF Tiba di Lanud Sam Ratulangi

 Latma Elang Ausindo 2023F-35 RAAF Tiba di Manado [Dispenau]

Rombongan pertama delegasi Angkatan Udara Australia (RAAF) yang akan mengambil bagian dalam Latihan Bersama (Latma) Elang Ausindo 2023 telah tiba di Lanud Sam Ratulangi (Sri) Manado pada Kamis (14/9/2023). Rombongan terdiri dari tiga Pesawat F-35A, 75 Squadron RAAF.

Kedatangan mereka adalah bagian dari persiapan untuk latihan besar Elang Ausindo 2023 yang direncanakan akan diadakan dalam beberapa hari ke depan. Rombongan besar RAAF yang terdiri dari tiga pesawat F-35A, satu C-17, satu KC30, dan satu C-130J dijadwalkan tiba di Lanud SRI Manado pada Jumat (15/9/2023).

Latihan Elang Ausindo 2023 akan mencakup berbagai jenis latihan termasuk Dissimilar Basic Fighter Manuever, Dissimilar Air Combat Manuever, Offensive Counter Air, dan Defensive Counter Air.

Tujuan utama dari latihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalitas penerbang tempur dalam operasi bersama yang melibatkan Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU dari Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, serta Pesawat Tempur F-35A dari RAAF.

Latihan ini juga bertujuan untuk memperkaya keahlian tempur Angkatan Udara kedua negara sembari memperkuat persahabatan antara Australia dan Indonesia. Hal ini merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesiapan dan kerja sama antara kedua negara dalam menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah Asia Pasifik.

Kedatangan rombongan pertama RAAF di Manado telah menciptakan antusiasme personel TNI AU sehingga keduanya siap untuk latihan demi meningkatkan interoperabilitas dan memperdalam hubungan persahabatan yang sudah terjalin lama antara kedua negara.

  ✈️
TNI AU  

[Video] Dibalik Kesuksesan Penembakan Rudal TNI AL

🎥 Diposkan TNI AL Bekas KRI Slamet Riyadi 352 jadi sasaran 4 rudal TNI pada Latgab 2023. (Dispenal)

TNI Angkatan Laut dilengkapi dengan Persenjataan yang canggih. Di TNI Angkatan Laut mengenal istilah "Senjata Yang Diawaki".

Semua persenjataan melalui uji coba. Akhir-akhir ini TNI AL sukses menggelar uji senjata rudal.

  🎥 Berikut video dari Youtube : 


 🎥  Youtube  

Kamis, 14 September 2023

Pemasangan Monumen Hawk 200 TNI AU

✈ Di Pintu Gerbang Tol Dumpil MadiunPemasangan Monumen Hawk 200 TNI AU (TNI AU)

TNI Angkatan Udara dengan bangga memasang monumen pesawat Hawk 200 di perempatan exit tol Dumpil, Pintu Gerbang Madiun, sebagai bagian dari upaya untuk menarik perhatian masyarakat sekaligud pembinaan potensi kedirgantaraan dan meningkatkan kebanggaan terhadap TNI Angkatan Udara, Rabu (13/9/2023).

Pesawat Hawk 200 dengan tail number TT-0229 ini sebelumnya pernah dioperasikan oleh Skadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak. Keberhasilan pemasangan monumen ini merupakan hasil kerja keras Skadron Teknik 042 Lanud Iswahjudi Madiun.

Pesawat Hawk 200, yang telah berjasa dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara, kini menjadi bagian dari pemandangan ikonik di tol Dumpil. Dengan penempatan strategis ini, TNI AU berharap dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat sekitar untuk mendukung perkembangan kedirgantaraan dan menghargai peran penting yang dimainkan oleh alutsista TNI AU.

Pemasangan monumen pesawat Hawk 200 ini menjadi bukti konkret dari komitmen TNI Angkatan Udara dalam menjaga dan mengembangkan potensi kedirgantaraan Indonesia sambil mengenang sejarah prestisius alutsista yang telah berjasa dalam menjaga keamanan negara.


 
TNI AU  

Irjen Kemhan Kunker ke PT. PAL Surabaya

 (Kemhan)

Irjen Kemhan Letjen TNI Budi Prijono melaksanakan Kunker ke PT PAL Surabaya, Kamis (7/9/2023) dalam rangka Monitoring pembangunan Kapal Frigate Merah Putih di PT PAL Surabaya.

Turut serta menghadiri kunker tersebut adalah Inspektur I Itjen Kemhan Laksma TNI Didik Rahmat Widodo, SE, Kabag Datin Set Itjen Kemhan Kolonel Laut (S) Fares Prasetya Budi Utama.

Dalam kunjungannya Bapak Irjen memberikan penekanan antara lain :

☆​ Laksanakan tugas dengan ikhlas.
☆​ Utamakan keselamatan zero accident.
☆​ Pahami isi kontrak, laksanakan pembangunan mengacu pada kontrak bila ditemukan permasalahan laporkan kepada PPK.
☆​ PAL Indonesia segera membuat recovery plan untuk proyek kapal frigate.
☆​ Laksanakan koordinasi dengan Kemhan dan Bintek TNI AL terkait persenjataan yang akan dipasang di kapal frigate. Utamakan yang sudah prooven.
☆​ Segera laksanakan amandemen kontrak untuk peralatan-peralatan yang mengalami perubahan.
☆​ Untuk PT. PAL Indonesia segera laksanakan purchase order untuk peralatan-peralatan senkomlek. (Datin Itjen Kemhan)
 

 
Kemhan  

Rabu, 13 September 2023

[Video] Combined Arms Live Fire Exercise Super Garuda Shield 2023

 Post by Times Archives & Defence Australia 

D
uring Exercise Super Garuda Shield 2023 recently held in Indonesia, the Australian Army tanks and infantry took part in the Combined Arms Live Fire Exercise.

At the invitation of the Indonesian Armed Forces (TNI), Australia is contributing over 125 personnel from the Australian Defence Force (ADF) to Exercise Super Garuda Shield 2023. SGS23 is an Indonesian Armed Forces (TNI) and United States Indo Pacific Command led bilateral training activity.

It is focused on joint operations with international partners in and around East Java in Indonesia from 31 August to 13 September.

Held since 2009, the ADF first participated in 2022, and in 2023 is contributing an Australian Army force element including a troop of M1A1 Abrams tanks from the 1st Armoured Regiment.

The contingent also includes an infantry platoon from 10th/27th Battalion, Royal South Australia Regiment, specialists from 3rd Health Battalion, a contingent of special forces soldiers from the Special Air Service Regiment, command and control elements, and a range of armoured vehicles, trucks and recovery vehicles.

 Video From Youtube : 



  ★ Youtube  

Latihan Puncak Calfex

 Latgabma Super Garuda Shield Tahun 2023 
https://okebung.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230911-WA0016.jpgLive Fire MBT Leopard 2A4 TNI AD (TNI AD)

P
anglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Haryanto, S.I.P., M.Tr. (Han)., selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latihan Super Garuda Shield 2023 bersama dengan seluruh pejabat TNI yang terlibat dalam Satuan Tugas Super Garuda Shield beserta para tamu undangan (Distinguished Visitors) meninjau jalannya Latihan puncak Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX) atau latihan tembakan munisi tajam terintegrasi Latgabma Super Garuda Shield tahun 2023 yang diikuti 17 negara peserta dan observer Super Garuda Shield yang dilaksanakan di titik tinjau T.12 di daerah Puslatpur Marinir 5 Baluran, Ds. Sumberwaru, Kec. Banyuputih, Kab. Situbondo, Jawa Timur. Senin (11/09/2023).

Combined Arms Live Fire Exercise
adalah sebuah latihan pertempuran yang melibatkan kesenjataan dari berbagai kecabangan dari mulai Infanteri, Zeni, Artileri Astros dan Vampire, Kavaleri tank Leopard bahkan kekuatan udara dari pesawat tempur F-16 Angkatan Udara dan Helikopter tempur AH-64 penerbang Angkatan Darat.

https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2023/09/12/14/1198913/tampilkan-kecanggihan-alutsista-saat-garuda-shield-negara-asing-kagum-kemampuan-dan-kekuatan-militer-tni-uko.webpLatihan bersama Calfex ini bukan hanya fokus pada materi yang dilatihkan, melainkan untuk membangun komunikasi, koordinasi, serta kerjasama antar prajurit yang berlatih dengan harapan menghasilkan nilai persahabatan yang kuat antar Lembaga Militer, Negara dan pribadi prajurit itu sendiri.

Dalam kegiatan ini diskenariokan bagaimana pasukan Infanteri yang akan menyerang sasarannya diberikan bantuan tembakan dari berbagai kesenjataan dan menggunakan munisi sungguhan, sehingga latihan ini disebut dengan Combined Arms (gabungan) dan Live Fire (munisi sungguhan). (Penkostrad)

  ★ Klik TV  

Selasa, 12 September 2023

[Global] Iran Klaim Mampu Deteksi Jet Tempur Siluman F-35

Eks Marinir AS Mengakuinya https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/61/F-35A_flight_%28cropped%29.jpg/800px-F-35A_flight_%28cropped%29.jpgIran klaim mampu deteksi jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat yang terbang di atas Teluk Persia. Mantan Marinir AS Alex Hollings akui F-35 bisa terdeteksi dalam kondisi tertentu. (Wikimedia)Boeing

Para pejabat Iran telah menjadi berita utama pada akhir pekan lalu. Itu lantaran mereka mengeklaim radar militer Teheran mampu mendeteksi jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat (AS) yang terbang di atas Teluk Persia.

Alex Hollings, mantan personel Marinir AS yang beralih menjadi pakar kebijakan dan teknologi pertahanan, mengakui kemampuan Iran tersebut. Namun, kata dia, hal itu tidak membuat militer Washington menjadi khawatir.

Klaim para pejabat Teheran tersebut telah memicu banjir kritik di media sosial bahwa program pesawat tempur siluman senilai USD 1,7 triliun yang tidak lagi menawarkan keunggulan strategis atas Iran.

Selama beberapa hari terakhir, beberapa dari pesawat ini terbang di atas Teluk Persia dan sepenuhnya dipantau oleh radar kami sejak mereka lepas landas,” kata seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip Al Mayadeen yang berbasis di Beirut.

Menurut Hollings, yang menulis pendapatnya di National Interest, Senin (11/9/2023), pada kenyataannya klaim Iran tersebut sangat mungkin benar.

Namun, kata dia, hal tersebut tidak akan menimbulkan dampak yang mungkin dipikirkan oleh banyak orang.

Menurutnya, pesawat tempur siluman telah lama dapat dideteksi melalui frekuensi radar tertentu dan hal ini bukanlah hal yang baru atau meresahkan bagi perencana militer.

Hollings mengatakan ada kesalahpahaman populer tentang teknologi jet tempur siluman yang seolah-olah mustahil terdeteksi radar.

Menurutnya, tak hanya F-35, setiap pesawat tempur generasi ke-5, apa pun asalnya, dapat dideteksi dalam kondisi yang tepat.

Menurut beberapa media yang berbasis di Iran, Wakil Komandan Operasi Pertahanan Udara Iran Brigadir Jenderal Reza Khajeh, adalah pejabat pertama yang mengajukan klaim bahwa Iran telah mendeteksi dan bahkan berpotensi melacak F-35 di dekat wilayah Iran.

Klaimnya itu menyusul pengerahan sekitar selusin F-35 ke wilayah Komando Pusat AS menyusul serangkaian pertemuan agresif yang melibatkan pesawat Rusia di Suriah dan pasukan Iran di Selat Hormuz.

Menurut Jenderal Khajeh, semua penerbangan di wilayah tersebut telah dipantau oleh sistem pertahanan udara Iran, didukung oleh apa yang dia sebut sebagai “sistem penyadapan".

Dia mengklaim bahwa Iran belum mendeteksi serangan mendadak melalui metode penyadapan atau pengupingan yang mereka gunakan.

Sekadar diketahui, pesawat siluman dirancang untuk menunda atau terkadang bahkan mengalahkan deteksi melalui berbagai cara, termasuk radar dan inframerah, namun secara umum dipahami bahwa teknologi jet siluman bukanlah pesawat yang tidak terlihat.

Artinya, dalam kondisi yang tepat, pesawat-pesawat ini sering kali dapat terdeteksi.

Pesawat tempur siluman modern dirancang untuk menunda atau mencegah deteksi khususnya dari susunan radar frekuensi tinggi yang mampu memberikan “kunci tingkat senjata”—atau susunan radar yang dapat memandu rudal ke target. Susunan radar frekuensi rendah tidak mampu mengarahkan senjata dengan ini.

Susunan radar yang berbeda disiarkan dalam panjang gelombang dan frekuensi yang berbeda untuk alasan yang berbeda. Jenis elemen desain yang dapat membantu menunda atau mencegah deteksi dari satu jenis frekuensi radar belum tentu membantu mencegah deteksi dari jenis frekuensi radar lainnya.

Akibatnya, desain pesawat tempur siluman secara khusus dimaksudkan untuk membatasi deteksi jenis susunan radar yang dapat secara efektif memandu senjata ke posisinya. Meskipun pesawat siluman masih tetap tidak terlihat oleh susunan radar yang bekerja dalam pita-pita ini, tujuannya adalah untuk membuat radar mereka kembali cukup kecil untuk menunda deteksi, sehingga pesawat tempur siluman dapat menyerang target atau melarikan diri tanpa pernah menjadi target serangan balasan.

Radar beroperasi dengan memancarkan energi elektromagnetik (gelombang radar), biasanya pada pita L, S, C, X, atau K. Setiap pita menggunakan panjang gelombang dan frekuensi yang berbeda, dengan hanya sistem frekuensi yang lebih tinggi (panjang gelombang lebih kecil) yang memberikan fidelitas gambar yang diperlukan untuk menargetkan pesawat secara akurat.

Dengan kata lain, hanya jenis radar tertentu yang dapat digunakan untuk memandu rudal menuju suatu target dan menempatkannya cukup dekat untuk menghancurkannya. Rangkaian frekuensi yang lebih rendah sering kali mampu mendeteksi pesawat tempur siluman di udara, namun karena panjang gelombangnya yang lebih besar, frekuensi tersebut tidak dapat memberikan data yang cukup akurat untuk benar-benar mengunci pesawat yang memiliki rudal.

Desain pesawat tempur siluman hanya membatasi deteksi terhadap susunan radar frekuensi tinggi, termasuk bagian dari S-band dan C, X, dan Ku-band untuk mencegah menjadi target. Karena pesawat tempur ini masih terlihat pada pita radar frekuensi rendah yang beroperasi pada pita S dan C, susunan ini dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai sistem peringatan dini, memberi tahu pasukan pertahanan bahwa pesawat tempur siluman berada di area tersebut, dan memungkinkan sistem pertahanan lain untuk berorientasi ke arah yang benar.

Namun yang terpenting, susunan frekuensi rendah hanya dapat melakukan lebih dari sekedar sistem titik menuju area dimana pesawat tempur siluman berada. Desain pesawat tempur siluman yang efektif masih sulit untuk ditargetkan melalui susunan frekuensi tinggi bahkan dengan permulaan yang lebih awal.

Bukan hal yang aneh bagi pesawat tempur siluman seperti F-35 untuk terbang dengan reflektor radar yang membuatnya lebih mudah dideteksi dan menutupi profil radar sebenarnya saat beroperasi di wilayah dengan sistem pertahanan udara musuh yang ingin melahap data tentang radar mereka.

Reflektor ini, sering disebut lensa Luneburg, tidak selalu mudah dikenali dengan mata telanjang, namun membuat pesawat paling tersembunyi pun mudah dideteksi radar.

Dengan kata lain, sangat mungkin bahwa F-35 Amerika yang beroperasi di Timur Tengah terbang dengan lensa ini secara khusus untuk mempersulit sistem pertahanan udara musuh dalam mencari cara untuk mendeteksi pesawat ini dengan lebih mudah.

Mengingat Amerika Serikat mengirim jet-jet tempur tersebut ke wilayah Timur Tengah sebagai pesan yang disengaja untuk menyerang pasukan Iran dan Rusia yang agresif, maka mengiklankan kehadiran mereka adalah keputusan yang disengaja. Hal ini diperjelas dengan pengumuman publik Pentagon mengenai penempatan mereka bahkan sebelum F-35 tiba di wilayah tersebut.

Dalam koordinasi dengan sekutu regional kami, mitra, dan Angkatan Laut AS, F-35 akan bermitra dengan A-10 dan F-16 yang sudah berada di teater untuk membantu memantau Selat Hormuz,” kata juru bicara Pusat Angkatan Udara (AFCENT) Kolonel Mike Andrews mengatakan dalam sebuah pernyataan bulan lalu.

Dengan kata lain, ada banyak alasan mengapa Iran mungkin dapat mendeteksi F-35 yang beroperasi di Teluk Persia, mulai dari lensa Luneburg hingga susunan radar frekuensi rendah. Faktanya, akan sangat memberatkan jika mereka tidak bisa melakukannya.

Jadi, apakah Iran mendeteksi F-35 di Teluk Persia beberapa minggu lalu? Menurut Hollings, kemungkinan besar itu terjadi.

Namun apakah hal tersebut merupakan hal yang membuat para perencana militer Amerika khawatir? Menurut Hollings, hampir pasti tidak. (mas)

  Sindonews  

[Video] Operasi Amfibi "Menyerbu" Pantai Banongan

Liputan CNN
Fase operasi Amfibi latihan gabungan bersama Supergaruda Shield, telah memasuki tahap puncak.

Minggu pagi, pasukan dari 4 negara yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Singapura dan Jepang, menyerbu Pantai Banongan Situbondo Jawa Timur.

 Berikut video dari Youtube : 


  ♞ Youtube  

Head Executive Project Officer Refurbishment Kapal Perang Kunjungi PT PAL

 Lakukan Peninjauan Proyek 
https://scontent.fcgk30-1.fna.fbcdn.net/v/t39.30808-6/375808075_649172640650217_5708823201985470654_n.jpg?stp=dst-jpg_p480x480&_nc_cat=108&ccb=1-7&_nc_sid=49d041&_nc_ohc=3n8h4TEsiUEAX_F-pzR&_nc_ht=scontent.fcgk30-1.fna&oh=00_AfAQMs4LiUZ1zxkFQIkt8RdlSZ4WnzeBuD7Gfbe5s_y04A&oe=650491C3PT PAL telah melakukan docking sebanyak 5 unit kapal perang (PAL Indonesia)

S
etelah diamanati sebagai lead integrator dalam proyek refurbishment kapal perang oleh Kementerian Pertahanan. Kini dalam rangka memastikan keberlangsungan PT PAL dalam melakukan docking kapal perang, Laksda TNI (Purn) Bambangan Nariyono selaku Head Executive Project Officer Refurbishment Kapal Perang tinjau langsung proses refurbishment pada KRI AJAK-653.

Hingga saat ini, PT PAL telah melakukan docking sebanyak 5 unit kapal perang yakni KRI Sura-802, KRI Fatahillah-361, KRI Hasan Basri-382, KRI Malahayati-362, dan yang sedang berlangsung KRI Ajak-653.

Proses docking ini tentunya menyesuaikan pola operasi dari TNI AL. Program refurbishment mencakup ship conversion, pemasangan rudal, penambahan senjata, upgrade sistem navigasi maupun re-powering sistem permesinan.

Melalui program ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan tugas TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara.

  ★ PAL Indonesia  

Senin, 11 September 2023

Panglima TNI Pertimbangkan Kapal Pendarat LCAC US Navy

⚓️ Pelajari Karakteristik Kapal Kapal Pendarat LCAC US Navy pada Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) tahun 2023 di pantai Banongan, Situbondo. (Ist)

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meninjau kapal pendarat milik US Navy atau Angkatan Laut Amerika Serikat, Landing Craft Air Cushion (LCAC), di sela-sela latihan puncak Super Garuda Shield 2023 di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (10/9/2023).

Diketahui, dua kapal LCAC milik US Navy ikut didaratkan dalam operasi amfibi di Pantai Banongan.

Panglima Yudo mengaku akan mempelajari karakteristik kapal tersebut sebelum memutuskan membeli.

Dengan perkembangan situasi dan teknologi yang ada, menggunakan LCAC tadi itu mungkin menjadi masukan kita,” kata Yudo ditemui di Pusat Latihan Tempur Marinir 05/Baluran, Situbondo, Minggu siang.

Adapun LCAC, yang membawa tank-tank Marinir AS, diangkut menggunakan kapal landing platform dock (LPD) milik US Navy.

Sementara, hingga saat ini, TNI AL masih menggunakan kapal landing craft utility (LCU) dalam membawa tank.

Yudo menyebutkan bahwa penggunaan LPD seperti dilakukan US Navy, memiliki jangkauan yang lebih jauh dari meriam darat musuh.

Mungkin lebih efektif dengan karakteristik kapal LPD, yang jauh dari jangkauan meriam darat, untuk pendaratan amfibi bisa menggunakan itu,” kata Yudo.

Selama ini kita kan masih menggunakan LCU, mungkin nanti ke depan akan kami pelajari, apakah sudah waktunya menggunakan itu dengan kembali lagi pada karakteristik negara kita,” ujar mantan Kepala Staf TNI AL (KSAL) itu.

Dalam peninjauan itu, Yudo didampingi kepala staf tiga matra dan Komandan Jenderal 8th Theater Sustainment Command US Army Pacific Mayjen Jered Helwig.

 ⚓️  Kompas