Sabtu, 27 Januari 2024

TNI AL Mulai Bangun Kapal Korvet

⚓ Sekelas KRI Bung Karno-369 TNI AL Laksanakan First Steel Cutting Dan Keel Laying Kapal Korvet Di Batam. (Dispenal)

TNI Angkatan Laut memulai pembangunan kapal perang jenis korvet sekelas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Karno-369.

Pembangunan itu ditandai dengan First Steel Cutting dan Keel Laying Kapal Korvet Multi Years di galangan kapal dalam negeri, PT Karimun Anugrah Sejati di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (25/1/2024).

Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksamana Muda Eko Sunarjanto memimpin pelaksanaan First Steel Cutting dan Keel Laying tersebut.

Diketahui, tahapan First Steel Cutting merupakan kegiatan simbolis pemotongan plat pertama kalinya sebagai awal dimulainya rangkaian kegiatan fabrikasi pembangunan kapal.

Dalam sambutannya, Eko mengatakan bahwa kapal perang korvet merupakan salah satu unsur penting dalam armada TNI AL. Kapal korvet juga memiliki detterence effect yang tinggi.

Oleh karena itu, TNI AL berkomitmen untuk menjamin pengadaan kapal korvet, termasuk teknologinya berjalan dengan sukses, tepat waktu dan tepat mutu,” kata Eko dalam siaran pers Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), Jumat (26/1/2024).

Pembangunan itu ditandai dengan First Steel Cutting dan Keel Laying Kapal Korvet Multi Years di galangan kapal dalam negeri, PT Karimun Anugrah Sejati di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (25/1/2024). (Dok. Dispenal)

Kemampuan kapal korvet yang sedang dibangun ini didesain dengan dilengkapi Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) dengan sistem launcher di buritan dan dilengkapi dengan helikopter deck.

Sebelumnya, KSAL Laksamana Muhammad Ali mengatakan bahwa TNI AL akan membangun sistership atau kapal kedua yang setipe dengan KRI Bung Karno-369.

Jadi programnya untuk tahun depan, namun sekarang sudah ada blueprint-nya,” kata Ali di Markas Kolinlamil, Jakarta Utara, 3 Juli 2023.

Dalam desainnya, kapal sistership itu memiliki ukuran yang lebih panjang dibanding KRI Bung Karno-369 saat ini.

Cuma jenisnya sama, sama-sama korvet. Dari desain hampir sama, cuma panjangnya bertambah sedikit, tambah 2–3 meter saja,” ucap KSAL.

Persenjataannya nantinya akan sama,” kata dia
 

  💂 Kompas  

TNI AL Terima Helikopter Panther AS 565 MBE Hasil Refurbishment

Helikopter Panther AS 565 MBE Penerbal  (penerbal)

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menyerahkan hasil refurbishment atau perbaikan Helikopter Panther AS 565 MBe kepada TNI AL di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2024).

Terdapat delapan Helikopter Panther yang dilakukan perbaikan. Tetapi, hanya tiga unit yang digelar di lokasi.

Hanya digelar tiga unit karena yang lainnya sedang digunakan dalam misi operasi dan pemeliharaan rutin,” tulis siaran pers Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dikutip pada Jumat (26/1/2024).

Kepala Biro Humas Setjen Kemenhan Brigjen Edwin Adrian Sumantha mengatakan, Helikopter Panther yang diserahkan Menhan Prabowo tersebut telah mengalami perbaikan pada sistem avionik.

Untuk Helikopter Panther TNI AL untuk yang di-refurbishment dan dimodernisasi utamanya adalah bagian avioniknya, serta dilakukan penggantian beberapa bagian dari helikopter tersebut yang sudah waktunya diganti,” kata Edwin kepada Kompas.com, Kamis (25/1/2024).

Helikopter Panther itu sebenarnya sudah diterima TNI AL pada Januari 2019. Tetapi, helikopter serang produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) itu dimodernisasi.

  Punya kemampuan anti-kapal selam  Helikopter Panther AS 565 MBe biasa disebut Helikopter Anti-kapal Selam (AKS) karena kemampuannya mendeteksi kapal selam musuh.

Operasional helikopter itu di bawah komando Skuadron 100 Wing Udara 2 Pusat Penerangan TNI AL (Puspenerbal).

(Helikopter) mampu mendeteksi keberadaan kapal selam yang dilengkapi dengan Dipping Sonar L3 Ocean System DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS), yang dapat beroperasi optimal di area laut dangkal, maupun laut dalam,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama I Made Wira Hady dalam keterangan tertulis, Kamis.

Helikopter AKS dirancang ideal untuk melakukan redetection, melokalisir sasaran, dan melancarkan serangan torpedo di perairan. Helikopter ini memiliki rudal anti-kapal selam hingga anti-tank.

Helikopter AKS juga berkemampuan multiperan, mampu melaksanakan berbagai misi seperti Search And Rescue (SAR) tempur, pengawalan, penerbangan VIP, dan lain-lain.

Kemampuan heli ini tidak diragukan lagi, bahkan hingga menjadi salah satu helikopter yang diandalkan dalam misi perdamaian dunia dalam Maritime Task Force (MTF),” kata Wira.

Dikutip dari Majalah Cakrawala TNI AL edisi 427, Helikopter Panther AS 565 merupakan bagian integral dari Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Helikopter Panther ini diawaki satu atau dua pilot, dengan kapasitas 10 personel. Helikopter memiliki panjang 13,68 meter, tinggi 3,97 meter, dan berat kosong 2.380 kilogram.

Heli Panther memiliki kecepatan maksimum 306 kilometer per jam atau 190 mph, dengan ketinggian terbang maksimum 5.865 meter atau 19.242 kaki.

Kemampuan terbangnya memiliki rate of climb 8,9 meter per detik.

  🚁 Kompas  

Jumat, 26 Januari 2024

Ternyata Indonesia Akan Beli Banyak Rudal Atmaca

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvZzSfxXyaIUiCCBQUNuzilwgUhae0HN6S2b2iin5zHgbcXchPdHw9Bp-n7O9OwawUAL-JIZPp74U3clpNkwcLUKbSDo5FqlwoI1alfkLGXEaznbyFL9ArpCpaagaiB7pIvq0BorTWGgPsq98wo5WsKzkmfpqwkaEBYFeWkwfVMgf7v6M3fw-4e8XS9hSx/s3000/Roketsan%20Atmaca.jpggIlustrasi rudal Atmaca (Roketsan)

D
ari twitter X Mavi Savunma, dikatakan Indonesia membeli 45 rudal Atmaca dalam ekpor pertama (batch 1).

Nantinya setelah itu, Indonesia akan menambah bila puas dengan rudal dimaksud, menjadi 300 unit.

 Berikut laporan Mavi Savunma 

  🚀 Garuda Militer 

Indonesia Awards Contract for 45 Atmaca Anti-Ship Missile Rounds

🚀 Indonesia looks set to be the first export customer of the missile An Atmaca missile seen here being launched from the Turkish corvette TCG Kınalıada. (Roketsan)

Indonesia has awarded local defence company PT Republik Defensindo the contract to procure an initial batch of Atmaca anti-ship guided missiles from Turkey, Janes has been informed by multiple sources close to the matter.

This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.

Atmaca (Hawk) is Turkey's first indigenously developed anti-ship guided missile that was first conceived to reduce the Turkish Naval Forces' reliance on the AGM-84 Harpoon.

(Lembaga KERIS/Defend.id)

It is jointly developed by Turkish defence companies Roketsan and Aselsan and turbine engine manufacturer Kale Arge. Work on the programme began in 2009, and PT Republik Defensindo is the local intermediary for the weapon system in Indonesia.

Each Atmaca round weighs 750 kg, and it comprises a 5.2 m missile airframe with a 1.4 m wingspan and a 220 kg high-explosive warhead.

The missile can strike targets at distances that are in excess of 220 km. It can be guided by an inertial navigation system (INS) and a Global Positioning System (GPS) while in flight, and homes onto a target via a radar seeker.

Turkey carried out a test fire of the Atmaca with a live warhead for the first time in February 2021, and the missile was launched from the Ada-class corvette TCG Kınalıada.
 

  🚀 Jane's  

Bali Bakal Jadi Lokasi Pengembangan Pesawat N219

✈ N219  (PTDI)

PT Dirgantara Indonesia (Persero) menjajaki investasi besar–besaran di Pulau Dewata dengan target menjadikan Bali sebagai pusat kedirgantaraan nasional sekaligus sebagai pusat wisata dirgantara.

Bali bakal dijadikan sebagai lokasi pengembangan pesawat N219, yang merupakan pesawat serba guna berkapasitas 19 penumpang. Pesawat ini ditargetkan bisa menjangkau kawasan–kawasan terluar, terpencil dan terdalam atau kawasan 3T. Pesawat jenis ini sebenarnya sudah diproduksi sejak 2017 lalu dan bakal dikembangkan lagi di Bali.

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan menjelaskan di Bali PTDI akan mengembangkan pesawat berkode N219 yang didesain untuk menjawab misi Presiden dalam hal pembangunan yang merata dan berkeadilan dengan menyediakan wahana konektivitas multimoda untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, juga dapat mendorong penyebaran pusat-pusat pertumbuhan ke wilayah yang belum berkembang. Juga untuk mendukung industri jasa maintenance, repair and overhaul serta membangun ekosistem untuk menumbuhkan industri komponen pesawat karya anak bangsa tersebut.

Selain itu, Bali dipilih karena potensinya akan industri pariwisata yang sangat potensial pula untuk pengembangan wisata dirgantara. Bali juga dipandang sebagai lokasi yang cocok untuk pembangunan sekolah kedirgantaraan, sebuah lembaga pendidikan dan industri dalam meningkatkan kemandirian teknologi dan lokal konten,” jelas Gita dari keterangan resminya, Senin (22/1/2023).

Sementara itu, PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menyambut baik rencana investasi PTDI di Bali, menurutnya investasi tersebut akan berdampak positif terhadap ekonomi Bali, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Bali. Mahendra berjanji akan mensupport penuh kebijakan-kebijakan pemerintah pusat apalagi seiring dengan upaya pemerataan pembangunan di Bali.

"Kami juga mengharapkan akan banyak putra-putri asal Pulau Dewata yang turut terlibat dalam fasilitas besutan PTDI nantinya,” ujar Mahendra.

  Bisnis  

Kamis, 25 Januari 2024

Rudal Anti Kapal Atmaca Akan Dipasang di KRI TNI AL

⚓ Tertulis dalam program refurbishment kapal perang TNI AL Rencana pemasangan rudal Atmaca (Lembaga KERIS/DEFEND.ID)

Kilas balik ke awal November 2022, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah merilis program refurbishment pada 41 unit kapal perang TNI AL. Program refurbishment nantinya akan mencakup jenis Fast Patrol Boat (FPB)-57 class, korvet Parchim class, korvet Fatahillah class, Kapal Cepat Rudal (KCR) class, korvet Sigma (Diponegoro) class dan korvet Bung Tomo class.

Dan belum lama ini ada kabar lanjutan, saat Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mengunjungi PT PAL Indonesia pada 23 Januari 2024, terungkap sedikit ‘bocoran’ dari program refurbishment untuk kapal kombatan TNI AL, salah satunya yakni rencana pemasangan rudal jelajah anti kapal buatan Turki, Atmaca pada korvet Fatahillah class, KCR FPB-57 dan korvet Parchim class.

Program refurbishment untuk 41 unit kapal perang TNI AL akan dilakukan oleh PT PAL Indonesia dan PT Len Industri. Peran PT PAL sebagai lead integrator dan tidak sebatas menjadi kontraktor tunggal. Lebih jauh lagi, agar PT PAL dapat menggali potensi-potensi industri maritim yang ada di Indonesia. Karena itu PAL juga berperan sebagai koordinator bagi galangan-galangan kapal yang ada di Indonesia untuk bersama-sama mensukseskan program pemerintah ini.

Dalam pelaksanaannya, PT PAL Indonesia sebagai lead integrator galangan kapal nasional, akan memimpin dan bekerja sama dengan 9 (sembilan) galangan kapal di seluruh Indonesia atas persetujuan Kementerian Pertahanan RI.

Dengan skema multi years, proyek refurbishment terdiri dari ship conversion, dan direncanakan akan ada pemasangan rudal anti kapal – surface to surface missile (SSM) serta penambahan senjata yang terintegrasi dalam Combat Management System (CMS) maupun repowering guna mengembalikan fungsi asasi dan meningkatkan performa sebagai kapal kombatan utama. Selain itu bagi armada kapal perang sejenis KCR maupun PKR juga akan dilakukan upgrade sistem navigasi dan komunikasi.

 Fatahillah class
Fatahillah class (Dispenal)

Dari materi presentasi Defend ID, terlihat bahwa rudal anti kapal Atmaca diproyeksikan untuk dipasang pada korvtet Fatahillah class. Sejak rudal anti kapal MM38 Exocet berstatus discontinued, ketiga korvet buatan Belanda ini praktis hanya menjalankan peran sebagai gun boat, alias korvet tanpa rudal anti kapal dan rudal hanud.

Dari aspek penempatan, rasanya tidak terlalu sulit untuk memasang peluncur Atmaca, mengingat di korvet Fatahillah class sudah ada dudukan untuk empat rudal (eks MM38).

Meski sudah beberapa kali dilakukan sejumlah modernisasi, namun dirunut dari usia, ketiga korvet Fatahillah Class – KRI Fatahillah 361, KRI Malahayati 362 dan KRI Nala 363 sudah tak bisa dibilang muda lagi, pasalnya ketiga korvet buatan Wilton Fijenoord, Schiedam, Belanda ini sudah diterima Indonesia sejak 1979.

Sebelum program refurbishment dikumandangkan oleh Kemhan, ketiga korvet Fatahillah Class memang tidak direncanakan untuk dipasangi rudal anti kapal lagi. Tak dipasanginya rudal anti kapal di korvet Fatahillah Class kemungkinan lebih kepada hal teknis, dimana tidak efektif dan efisien untuk memasang jenis rudal baru pada platform kapal yang sudah cukup tua dengan “bodi yang sudah lelah.”

 Parchim class

Parchim class (Dispenal)

Pemasang rudal anti kapal pada korvet tua buatan Jerman Timur ini, mungkin bisa menciptakan efek deterens pada unit korvet yang kerap meronda ZEE ini.

Namun yang menjadi pertanyaan, korvet ini sedari awal tidak dirancang untuk membawa rudal anti kapal.

Alhasil bila Atmaca jadi dipasang di korvet Parchim class, maka harus ada space senjata yang dikorbankan. Melihat dari desain, maka dugaan yang akan dilepas adalah meriam laras ganda AK-725 kaliber 57 mm pada buritan.

 FPB-57
FPB-57 class (Dispenal)

Terlepas dari perbedaan dimensi dan teknis, KCR dari platform FPB-57 sudah relatif siap untuk menerima rudal anti kapal Atmaca, pasalnya jenis kapal perang ini saat ini telah mengadopsi rudal anti kapal C-802 atau C-705 buatan Cina.

 Rudal Atmaca
Atmaca yang berarti Elang, merupakan rudal anti kapal yang dikembangkan dalam lingkup proyek MILGEM, yaitu program pengembangan kapal perang nasional Turki (korvet Ada Class). Dirunut sari silsilahnya, Roketsan resmi mendapatkan kontrak penelitian dan pengembangan fase pertama pada tahun 2009, dan baru tahun 2012, proyek pengembangan Atmaca dipacu secara penuh di bawah naungan Kementerian Pertahanan.

Atmaca disebut sebagai rudal anti kapal yang melesat pada level kecepatan subsonic Mach 0.85 dan terbang pada ketinggian sea skimming. Disokong microturbo engine Safran TR40, Atmaca punya jarak tembak hingga 200 km. Bobot rudal ini mencapai 800 kg, sudah termasuk dengan berat hulu ledak 250 kg high-explosive penetrating.

Atmaca punya panjang 5,2 meter, diameter 350 mm dan lebar wingspan 1,4 meter. Bagaimana dengan sistem pemandunya? Rudal lansiran Negeri Ottoman ini mengandalkan kombinasi untuk berupa inertial navigation system, GPS (Global Positioning System), barometric altimeter/radar altimeter dengan terminal guidance melalui active radio frequency (RF) seeker. (Bayu Pamungkas)
 

  🚀
Indomiliter  

Karimun Akan Produksi Korvet

Dari twitter DefentArt dipublikasikan bahwa PT Karimun Anugrah Sejati akan First Steel Cutting & Keel Laying korvet pesanan TNI AL.


  ⚓ Garuda Militer  

[Video] Target Jadi Global Player, PT PAL Kuasai Teknologi Kapal Perang

⚓️ Diposkan Tirto.ID Naval Group juga menawarkan untuk membangun dua varian kapal selam berkemampuan AIP untuk Indonesia di Surabaya [Naval Group]

Berawal dari lagu Nenek Moyangku, Kaharuddin Djenod berupaya mewujudkan cita-citanya untuk membuat kapal dengan belajar ke Jepang. Setelah belajar dan berkarier hingga belasan tahun, ia akhirnya pulang ke Indonesia. Ia percaya bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun kapal, dan ia ingin semua orang percaya bahwa Indonesia bisa.

Selama 3 tahun menjadi Direktur Utama PT PAL Indonesia, berbagai inovasi dilakukan. Kini PT PAL Indonesia bukan hanya dipercaya oleh industri maritim dalam negeri tapi juga mendapat kepercayaan dari luar negeri. Berbagai pesanan kapal, mulai dari kapal selam hingga kapal perang dari luar negeri berdatangan.

Apa saja perubahan yang dilakukan oleh PT PAL Indonesia? Benarkah kerja sama PT PAL Indonesia dengan Korea Selatan dalam pembuatan kapal selam batal? Sejauh mana kemampuan PT PAL Indonesia saat ini dalam membuat kapal?

 Berikut video dari Youtube : 



 ⚓️  Youtube  

Rabu, 24 Januari 2024

Poltekad Ciptakan Drone Pengintai Mirip Burung

🐦 Drone burung ciptaan Poltekad. (Foto: Dok. Merdeka)

Berfungsi sebagai pengintai, Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) berhasil membuat sendiri drone yang berbentuk seperti burung. Drone burung tersebut berhasil diterbangkan dan dari bawah tampak seperti burung sungguhan.

Dilansir dari merdeka, Rabu, (24/1/2024) dalam sebuah video yang diunggah oleh channel Youtube halo biru memperlihatkan inovasi yang demontrasinya langsung disaksikan langsung oleh Wakil Komandan Kodiklatad Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo berbeda dengan drone pada umumnya.

Saat diterbangkan, drone tersebut mampu berakselerasi dan berputar-putar mencari daerah yang ingin diintai tanpa bisa diketahui bahwa itu adalah sebuah drone.

Direktur Pembinaan Pendidikan dan Pengajaran Poltekad, Kolonel Arh Nur Rachman mengatakan jika ia melakukan riset selama 6 bulan dan mempelajari dari video asing tentang drone burung tersebut.

(Foto: Dok. Merdeka)
Kami riset ini kurang lebih 6 bulan. Jadi konsep ini sebenarnya kami berangkat dari jurnal dan ada video buatan asing begitu. Kami mempelajari teknik gerakannya kemudian penggeraknya sistemnya seperti apa,” kata Kolonel Arh Nur Rachman.

Pembuatan drone burung oleh Poltekad itu mempunyai tujuan yang sangat penting. Salah satunya adalah untuk mendukung TNI AD dalam memodernisasi alutsista yang ada.

Hal itu diungkapkan oleh Nur Rachman yang juga menegaskan bahwa ancaman yang modern adalah ancaman udara. Maka dari itu, drone konvensional akan ditinggalkan dan beralih ke drone yang lebih modern.

(Foto: Dok. Merdeka)
Saat ini ancaman perang yang modern itu adalah ancaman serangan dari udara, dan drone yang masih menggunakan konvensional itu sering digunakan dan yang menggunakan teknologi burung ini belum,” kata Nur Rachman.

Nur Rachman juga mengatakan jika drone burung yang dibuatnya tidak hanya bisa mengelabui manusia dari sisi penglihatan. Akan tetapi drone tersebut juga tidak bisa terdeteksi oleh radar.

Bahkan teknologi yang kami kembangkan ini insya Allah juga tidak bisa terdeteksi oleh radar karena suaranya yang senyap dan termasuk bisa mendukung pengintaian,” pungkas Nur Rachman. (rr)

  🐦
IDM  

PT Pindad Siap Kirimkan 10 Unit Tank Harimau ke Kemenhan

Medium Tank Harimau (Pindad) ♘

W
akil Menteri (Wamen) BUMN, Kartika Wirjoatmodjo berkunjung ke PT Pindad di Kota Bandung, Senin (22/1/2024). Kehadiran Wamen ke PT Pindad tersebut, untuk melihat sejumlah tank yang akan dikirimkan ke Kementerian Pertahanan.

Kendaraan dengan nama Medium Tank Harimau akan diserahkan langsung oleh PT Pindad ke Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Menurut Dirut PT Pindad Abraham Mose, untuk Medium Tank Harimau, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memesannya sebanyak 18 unit. Tapi baru bisa disiapkan 10 unit yang akan diserahkan ke TNI AD. Selain itu ada puluhan unit lain yang juga dipesan seperti produk Anoa, Komodo, dan senjata lain.

"Untuk pengerjaan produk lainnya masih coba diselesaikan. Kita juga kirim produk ekspor seperti ke Amerika dan beberapa negara ASEAN," ujar Abraham.

Sementara menurut Wamen, pihaknya datang ke PT Pindad karena ingin mengecek langsung serta memastikan teknologi pertahanan Indonesia bisa ditingkatkan. Agar, memiliki kelas global dan memperkuat ketahanan produksi sejata Indonesia.

"Kami tugaskan Pindad dan Defend (holding BUMN) untuk wujudkan industri pertahanan dari hulu ke hilir," ujar Kartika Wirjoatmodjo yang akrab disapa Tiko.

Saat ini, kata Tiko, PT Pindad sudah banyak memproduksi perlatan ketahanan. Untuk menunjang perusahaan pemerintah pun sering membeli alat dari Pindad sehingga ke depan perusahaan pelat merah ini harus bisa mandiri.

Perlahan, kata dia, transfer teknologi dari sejumlah perusahaan yang bekerjasama dilakukan agar ke depan Pindad bisa menjadi pemain di kelas global. "Harus jadi pionir," kata Tiko.

Di sisi lain, kata Wamen, PT Pindad pun terus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam setiap produk yang dibuat. Untuk senjata saat ini TKDN-nya sudah mencapai 70 persen, sedangkan kendaraan tempur sudah ada yang mencapai 50 persen.

Beberapa bagian dalam peralatan ini sekarang masih didatangkan dari luar negeri khususnya yang berbahan baja. Namun, ke depan BUMN akan coba mengkomunikasikan kebutuhan ini dengan PT Kratakau Steel (KS) agar bisa memenuhi kebutuhan bahan dasar baja.

"KIta ingin bantu supaya bisa produksi di Indonesia," paparnya.

Komisaris PT Pindad, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, merasa takjub dengan perkembangan perusahaan ini. Kendaraan, senjata, dan peralatan lainnya sudah semakin canggih dan bisa diproduksi dengan teknologi sendiri.

"Mudah-mudahan ke depan Pindad bisa semakin maju," katanya.

 
Republika  

Menhan Tinjau Proyek Strategis Yang Sedang Berjalan

Bukti Kemampuan Kemajuan PT PAL Indonesia Yang Berdaya Saing(PAL Indonesia)

Sebagai salah satu industri pertahanan handal yang mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah untuk melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan alutsista matra laut, PT PAL Indonesia menerima kunjungan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, Plt. Komisaris Utama Didit Herdiawan, beserta jajaran BoD dan BoC PT PAL Indonesia.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau proyek strategis yang sedang dikerjakan PT PAL. Saat ini PT PAL Indonesia tengah mengerjakan beberapa proyek strategis pesanan Kementerian Pertahanan seperti peremajaan kapal perang TNI AL melalui program Refurbishment 41 KRI serta pembangunan kapal Frigate Merah Putih. Dalam kunjungannya Menhan Prabowo meninjau langsung beberapa proyek yang sedang dikerjakan PT PAL Indonesia diantaranya proyek kapal Frigate Merah Putih, R41 yaitu proyek Refurbishment KRI Halasan-630, KRI REM-331.

Dalam kunjungannya, Menhan Prabowo mengatakan “Perkembangan pembangunan dan perbaikan kapal di PT PAL Indonesia saat ini sudah mengalami progress signifikan. Kemajuan progam kita, ditunjukkan dengan sudah memperbaiki 41 kapal perang, progresnya cukup bagus. Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih pada saudara-saudara sekalian, pada PT PAL dan satgas Frigate Merah Putih, terima kasih atas dedikasi saudara-saudara, terima kasih atas prestasi saudara-saudara, kapasitas saudara-saudara ini sangat membanggakan. Kita membuat sejarah, kapal perang terbesar dan 100% dibuat oleh putra-putri Indonesia. Terima kasih dan selamat bekerja”.

Melalui kunjungan ini, menjadi bukti akan besarnya kepercayaan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan kepada PT PAL Indonesia sebagai mitra strategis yang mendukung PT PAL sebagai industri pertahanan yang mandiri, berkualitas dan memiliki daya saing.

Dalam proyek R41 KRI, PAL sedang melaksanakan docking kapal perang di antaranya, KRI Fatahillah-361, KRI Sura-802, KRI Malahayati-362, KRI Hasan Basri-382, KRI Ajak-653, KRI Halasan-630, KRI Raden Eddy Martadinata-331, yang bertujuan untuk mendukung TNI AL sehingga memiliki performa alutsista yang andal.

CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod menyampaikan, “Kita lihat tadi ketika Menhan hadir disini begitu antusias dan bangga dengan kemajuan yang sudah dicapai oleh PT PAL. Artinya, PT PAL kedepan siap mendapatkan gelontoran proyek-proyek besar lebih banyak lagi. Ini tanda bahwa beliau sebagai Menhan menunjukkan keberpihakannya terhadap pencapaian kemandirian teknologi di industri pertahanan yaitu PT PAL Indonesia”.

Menhan Prabowo juga mengapresiasi kesigapan BUMS yang turut bersinergi dalam penyelesaian proyek Refurbishment 41 kapal perang TNI AL. Dalam rangkaian kunjungan Menhan, beberapa mitra BUMS juga turut menyampaikan laporan progres Refurbishment 41 KRI dalam teleconference antara lain PT Batamec, PT Waruna Shipyard, PT Dok Bahari Nusantara, PT Palindo Marine yang turut bersinergi dalam penyelesaian proyek kapal perang TNI AL.

Hal ini sesuai dengan semangat kemandirian dan arahan Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo bahwa tidak ada keterlibatan asing dalam proses pembangunan kapal frigate merah putih. Menjadi satu barometer bagaimana kemandirian yang selalu didengungkan oleh Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan.

Kegiatan hari ini menjadi bukti akan besarnya kepercayaan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan kepada PAL Indonesia sebagai mitra strategis dan mendukung PT PAL sebagai industri pertahanan yang mandiri, berkualitas dan memiliki daya saing. Melalui sinergi antara Pemerintah, BUMN Indhan dan BUMS diharapkan dapat bersama-sama mempertahankan kehormatan dan kedaulatan RI.
 

  PAL Indonesia  

Selasa, 23 Januari 2024

[Global] Satu Serangan Hamas Tewaskan 21 Tentara Israel

Hari Menyakitkan bagi ZionisSatu bangunan hancur, 21 zionis tewas dan lainnya luka/cacat (Jerusalem Post) 💣

Militer Israel pada Selasa (23/1/2024) mengumumkan sebanyak 21 tentaranya tewas di Jalur Gaza dalam sebuah serangan Hamas pada hari Senin. Itu menjadi hari paling menyakitkan bagi militer Zionis sepanjang perang 3 bulan.

Mengutip laporan AP, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari mengatakan pasukan cadangan sedang mempersiapkan bahan peledak untuk menghancurkan dua bangunan di Gaza tengah pada hari Senin ketika seorang milisi Hamas menembakkan granat berpeluncur roket ke sebuah tank di dekatnya.

Tembakan granat itu memicu ledakan hebat, menyebabkan kedua bangunan dua lantai itu runtuh menimpa para tentara Israel di dalamnya.

Banyaknya korban jiwa di pihak militer Zionis itu dapat menambah momentum baru bagi seruan kepada Israel agar menghentikan invasi sementara atau bahkan menghentikannya sama sekali.

Banyaknya korban di pihak Israel telah memberikan tekanan pada pemerintah Zionis di masa lalu untuk menghentikan operasi militer.

Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk terus maju sampai Israel menghancurkan kelompok Hamas yang berkuasa dan memulangkan ratusan sandera yang ditawan di Gaza.

Masyarakat Israel sekarang semakin terpecah dalam pertanyaan apakah tujuan Netanyahu tersebut bisa dijalankan.

Keluarga para sandera dan banyak pendukung mereka telah menyerukan Israel untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas, dan mengatakan bahwa waktu hampir habis untuk membawa pulang para sandera dalam keadaan hidup.

Pada hari Senin, puluhan kerabat sandera menyerbu pertemuan komite Parlemen, menuntut kesepakatan untuk memenangkan pembebasan orang yang mereka cintai.

Militer Zionis melancarkan invasi brutal ke Gaza setelah Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober yang menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menculik sekitar 240 lainnya.

Lebih dari 100 orang dibebaskan pada bulan November sebagai imbalan atas gencatan senjata selama seminggu dan pembebasan 240 warga Palestina yang dipenjara oleh Israel.

Invasi brutal militer Zionis telah menyebabkan kehancuran yang luas, membuat sekitar 85% penduduk Gaza mengungsi dan menyebabkan lebih dari 25.000 warga Palestina tewas, menurut pejabat kesehatan di Gaza.

PBB dan badan-badan bantuan internasional mengatakan pertempuran tersebut telah menimbulkan bencana kemanusiaan, dengan seperempat dari 2,3 juta penduduk di wilayah tersebut menghadapi kelaparan. (mas)

  👹 sindonews