Minggu, 02 Agustus 2026

Green Shipyard Jadi Senjata Baru PT PAL

  Bersaing di Pasar Dunia
KRI BPD 322 kapal fregat pertama produksi PAL (PAL)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan kolaborasi dengan PT PAL Indonesia untuk mempercepat penguasaan teknologi dan meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Kepala BRIN, Laksdya TNI (Purn.) Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., dalam kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia.

Amarulla mengapresiasi kapabilitas PT PAL sebagai salah satu industri strategis nasional yang memiliki peran penting dalam membangun dan memperkuat ekosistem maritim Indonesia.

Menurut dia, BRIN siap memperkuat kerja sama dengan PT PAL, terutama dalam bidang riset terapan, pengembangan teknologi, serta hilirisasi hasil penelitian untuk mendukung kemajuan industri perkapalan dalam negeri.

Kolaborasi tersebut, kata Amarulla, merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri membangun sinergi untuk meningkatkan pertumbuhan serta kemandirian industri perkapalan nasional.

 Dorong Transformasi Menuju Green Shipyard

Selain pengembangan teknologi, kerja sama BRIN dan PT PAL diarahkan pada transformasi industri menuju konsep green shipyard.

Amarulla mengatakan transformasi tersebut menjadi salah satu agenda penting yang perlu didorong bersama agar produk-produk utama PT PAL dihasilkan melalui proses produksi yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berbasis inovasi.

Salah satu target utama yang ingin kami dorong bersama adalah mewujudkan green shipyard, sehingga setiap produk utama yang dihasilkan PT PAL berasal dari proses produksi yang ramah lingkungan, efisien, dan berbasis inovasi,” ujarnya.

Menurut dia, penerapan prinsip keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga dapat menjadi strategi untuk memperkuat posisi industri perkapalan Indonesia di pasar internasional.

Pasalnya, tuntutan terhadap standar keberlanjutan dan efisiensi produksi semakin tinggi dalam industri global.

Pasar global semakin menuntut standar keberlanjutan. Karena itu, transformasi ini akan memperkuat kapasitas komersial PT PAL,” kata Amarulla.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., menyambut positif komitmen BRIN dalam memperkuat ekosistem riset nasional untuk mendukung transformasi industri perkapalan.

Menurut Kaharuddin, kerja sama dengan BRIN akan memberikan kontribusi penting terhadap penguatan kemampuan riset terapan, percepatan penguasaan teknologi, serta pengembangan industri perkapalan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Ini sejalan dengan arahan Presiden, sinergi antara industri, lembaga riset, dan perguruan tinggi akan menjadi kunci dalam memperkuat kemandirian industri perkapalan nasional,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, PT PAL dan BRIN turut membahas sejumlah rencana implementasi kolaborasi.

Di antaranya meliputi riset terapan, pengembangan teknologi maritim, hilirisasi hasil penelitian, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan teknologi rendah emisi dan efisiensi energi.

Seluruh agenda tersebut menjadi bagian dari transformasi PT PAL menuju green shipyard sekaligus mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan.

Transformasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan industri galangan kapal yang lebih hijau, tetapi juga memperkuat kemampuan teknologi nasional, meningkatkan efisiensi produksi, dan membuka peluang yang lebih besar bagi produk-produk industri pertahanan serta kemaritiman Indonesia untuk bersaing di pasar global.

  👷  Indonesia Inside