Kadispen TNI AU, Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan, sejak Ahad (16/2) kemarin, pihaknya melakukan pembersihan di lokasi pangkalan udara. Menurut dia, abu vulkanik yang menutupi jalan dinilai cukup tebal mencapai 2 cm.
"Satu pekan pertama ini, kami akan fokus pada pembersihan landasan pacu terlebih dahulu," kata Hadi saat dihubungi Republika, Senin (17/2).
Dia menambahkan, prosesnya antara lain yakni, pengerukan abu secara manual diperkirakan hingga Rabu (19/2). Kemudian, keesokan harinya, landasan tersebut akan disiram dengan air untuk mencuci sisa debu-debu yang belum terangkat.
Setelah itu, baru pada Jumat (20/2) kondisi landasan dipersiapkan kembali untuk pengoperasian pesawat tempur. Namun, itu baru pembersihan pada landasan udara. Ada lokasi lain seperti area parkir dan "taxi way" yang masih harus diperhatikan.
"Semuanya akan kami lakukan secara bertahap. Nanti untuk kedua lokasi itu, mungkin diperlakukan sama pembersihan di landasan," ujar dia.
Sebelumnya, seluruh penerbangan pesawat terganggu akibat abu vulkanik letusan Gunung Kelud beberapa waktu lalu. Akibatnya, sejumlah bandara, termasuk Pangkalan Udara TNI Iswahyudi ditutup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.