Minggu, 20 Juli 2014

SBY Larang Maskapai Nasional Terbang di Atas Wilayah Konflik


http://sin.stb.s-msn.com/i/9A/98168276D5C29B1E5216CA8A78A68.jpgPRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan maskapai penerbangan RI menghindari penerbangan di wilayah udara negara yang sedang berkonflik. Ini dilakukan agar insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 akibat tembakan senjata militer dari darat tidak terulang.

“Saya sudah keluarkan instruksi agar maskapai penerbangan Indonesia menghindari daerah-daerah konflik militer khususnya di Ukraina, perbatasan Ukraina-Rusia, dan di atas Jalur Gaza,” kata SBY dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jumat (18/7).

Kementerian Perhubungan dan Maskapai Garuda Indonesia yang melayani rute penerbangan internasional pulang pergi Jakarta-Amsterdam sudah menjalankan instruksi tersebut.

Pesawat MH17 yang melayani rute Amsterdam-Kuala Lumpur diketahui membawa 298 penumpang dan beberapa di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Presiden SBY menyerukan kepada WNI yang hendak ke luar negeri untuk mencermati rute penerbangan internasional. Penumpang harus memastikan rute pesawat tidak melawati daerah konflik.

“Saya serukan kepada WNI yang akan bepergian ke seluruh dunia yang menggunakan jasa penerbangan bisa memastikan pesawat yang diterbanginya tidak melintasi daerah penerbangan atau daerah konflik di Ukraina, di perbatasan Ukraina-Rusia, dan di atas Jalur Gaza,” ujar SBY.

Presiden SBY menerima informasi dari sumber resmi yang dapat dipercaya, jatuhnya pesawat akibat tembakan senjata militer dari darat ke udara. Penembakan pesawat sipil oleh senjata militer ini melanggar hukum internasional dan hukum perang.Untuk itu, presiden menyerukan solusi damai di Ukraina agar konflik di negara tersebut tidak berdampak pada masyarakat internasional.

“Indonesia menyerukan solusi damai di Ukraina karena ternyata berdampak masyarakat dunia, terbukti jatuhnya pesawat sipil Malaysia. Saya dapat laporan Menteri Luar Negeri Pak Marty bahwa Dewan Keamanan PBB segera bersidang, Indonesia mendukung penuh dan DK PBB harus mengambil langkah serius dan segera,” kata SBY.

SBY juga menyerukan kepada pemimpin negara-negara anggota ASEAN bersama-sama membantu Malaysia mencari keadilan atas tragedi ini.

“Di bulan suci Ramadhan Indonesia menyerukan solidaritas sesama negara ASEAN untuk membantu Malaysia dalam musibah ini dan langkah-langkah internasional lain untuk mendapat keadilan dari tragedi ini,” ujar SBY.

  ★ Jurnas  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.