Minggu, 13 November 2016

Perang Urat Syaraf Jokowi di Safari TNI-Polri

Analisis https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2016/11/11/e969f10b-a769-4cbf-a53a-6817a926e90c.jpg?w=1080Kunjungan Presiden Jokowi ke Mako Marinir, Cilandak. [detik] ☆

Puluhan ribu orang yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) melakukan unjuk rasa menuntut Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihukum. Aksi itu berujung ricuh.

Polisi menetapkan belasan orang sebagai tersangka. Presiden Joko Widodo menyatakan, ada oknum politik yang menunggangi demo itu.

Semenjak kejadian itu, Jokowi melakukan safari ke lembaga penegak hukum dan pertahanan.

Dalam dua hari, Jokowi mengunjungi tiga markas pasukan elite Indonesia, yaitu Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD di Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11); Markas Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri di Kelapa Dua, Depok; dan Markas Korps Marinir TNI AL di Cilandak Timur, Jakarta Selatan.

Ada tiga poin utama yang disampaikan Jokowi dalam kunjungan tersebut, yaitu legitimasi (legitimacy), keamanan (security), dan kebhinekaan (diversity) Indonesia. Ketiga hal ini terus diulang-ulang Jokowi.

Pada kunjungan pertama di hadapan ribuan prajurit, Jokowi menekan dirinya adalah Panglima Tertinggi TNI dan Polri. Artinya, ia adalah pemimpin tertinggi dan semua prajurit TNI-Polri harus patuh padanya, tanpa terkecuali.

"Ini (Kopassus) adalah pasukan cadangan yang bisa saya gerakkan sebagai panglima tertinggi, lewat Pangab, lewat Panglima TNI untuk keperluan khusus," kata Jokowi.

Jokowi yang didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, meminta Kopassus setia kepada Indonesia, Pancasila, dan UUD 1945. Ia berharap Kopassus sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia yang penuh keragaman suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Kunjungan kedua, di hadapan ribuan pasukan Brimob, Jokowi menegaskan dirinya sebagai pimpinan tertinggi Kepolisian.

"Sebagai pimpinan tertinggi Kepolisian, saya minta kepada seluruh Korps Brimob di seluruh tanah air untuk setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, kepada UUD 1945, dan kepada NKRI," katanya.

Lagi-lagi dengan menyebut diri sebagai pimpinan tertinggi, Jokowi memerintahkan seluruh anggota pasukan elite Polri itu untuk waspada terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

"Sekecil apapun gangguan itu, segera selesaikan. Sekecil apapun. Jangan menunggu sampai masalahnya menjadi lebih besar dan membesar," katanya.

Ia meminta Korps Brimob menjadi pelopor persatuan, menjadi penjaga kebhinnekaan, tanpa membedakan asal suku, agama, dan golongan.

Dalam pertemuan ini, Jokowi ditemani Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Poin kunjungan masih sama: legitimasi, keamanan, dan keberagaman Indonesia.

Safari Jokowi berlanjut ke Cilandak, Markas Korps Marinir. Di hadapan tiga ribuan infanteri laut itu, Jokowi menekankan loyalitas pasukan kepada Indonesia.

"Saya ingin memastikan bahwa semuanya loyal pada negara, setia pada Pancasila, pada UUD 1945, pada NKRI, pada kebhinekaan kita," kata Jokowi.

Jokowi memerintahkan Marinir menjadi garda terdepan menghadapi gangguan bangsa dan menjadi kekuatan perekat kemajemukan bangsa.

"Sebagai panglima tertinggi TNI saya memerintahkan kepada prajurit Marinir untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi setiap kekuatan yang mengganggu kesatuan bangsa," tutur Jokowi.

Jokowi juga mengumpulkan prajurit TNI lintas matra di Mabes TNI AD, Senin (7/11). Keesokannya, Jokowi bertemu ratusan perwira tinggi dan menengah Polri di PTIK, Jakarta Selatan.

 Psywar Jokowi 

Kunjungan Jokowi ke pusat kekuatan pertahanan dan keamanan Indonesia memiliki tiga pesan. Khususnya kepada lawan politik yang diduga sedang menggoyang kekuatan TNI dan Polri.

Menurut Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjdjaran, kedatangan Jokowi, pertama, untuk menepis info yang sedang disebar oknum-oknum tertentu bahwa TNI-Polri tidak mendukung Jokowi.

Ini bentuk psywar (perang urat syaraf) dan memberi sinyal. Menegaskan Jokowi solid mengontrol TNI Polri,” kata Muradi saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Kedua, Jokowi ingin menunjukan kekuatan dan ketegasan dirinya baik dari sisi politik, keamanan, dan pertahanan.

Ketiga, Jokowi ingin menyampaikan pesan bahwa ia memiliki kekuasaan penuh atas TNI dan Polri. Artinya, tidak ada pihak lain yang bisa menggunakan kedua institusi itu untuk kepentingan pribadi.

Penegasan secara politik bahwa dia bukan pemimpin yang diasumsikan pihak-pihak anti Jokowi, yaitu lemah dan tidak punya ketegasan. Dia mau membantah itu. Kunjungan itu juga penegasan Jokowi dalam mengontrol TNI dan Polisi,” katanya.

Menurut Muradi, pesan ini penting dikeluarkan untuk mengingatkan para TNI dan Polri untuk tidak bertindak di luar tugas dan kewajibannya, apalagi masuk terlibat dalam politik praktis.

 TNI dan Polri Menjawab 

Kedatangan Jokowi ke pusat kekuatan TNI dan Polri dijawab dengan kesetiaan oleh Gatot dan Tito.

Panglima Gatot Nurmantyo menyatakan dengan tegas bahwa Jokowi adalah Presiden Indonesia dan komandan tertinggi yang harus dipatuhi.

"TNI sebagai garda terdepan menjaga Bhinneka Tunggal Ika, serta menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa, dan beliau (Jokowi) atasan saya. Saya lebih baik saya menjadi tumbal melaksanakan tugas untuk menjaga kebhinekaan daripada saya menjadi presiden," kata Gatot.

Kapolri Tito Karnavian tak ketinggalan. Ia menjawab dengan tegas bahwa Jokowi adalah panglima tertinggi Polri.

"Hari ini momentum penting bagi kita Korps Brimob hadir pimpinan tertinggi Polri. Kapolri pimpinan tertinggi di internal Polri, panglima tertinggi di TNI dan Polri adalah Bapak Presiden," kata Tito. (rdk)

  CNN  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.