Kamis, 17 November 2016

[RIP] Taliban Serang Markas NATO di Afganistan

Tewaskan 4 Warga AS http://images.cnnindonesia.com/visual/2014/11/28/57973002-79de-4fc3-a52d-b55e4ff7e057_169.jpg?w=650Salah satu ledakan bunuh diri yang terjadi di kabul, Afganistan [Reuters/Omar Sobhani]

Sebuah bom bunuh diri kembali memporak-porandakan pangkalan udara milik pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di utara Bargram, Afganistan, pada Sabtu pekan lalu.

Serangan bunuh diri yang diklaim kelompok militan Taliban itu menewaskan setidaknya empat orang warga AS yakni dua anggota militer dan dua kontraktor, serta melukai 17 anggota militer NATO lainnya termasuk salah seorang tentara Polandia.

Juru Bicara Gubernur Provinsi Parwan, Waheed Sediqqi menyebutkan, pelaku pengeboman berhasil memasuki pangkalan AS terbesar di Afganistan dengan pengamanan ketat. Pelaku bom bunuh diri itu berkerumun bersama buruh Afganistan lainnya sebelum meledakan bom yang terpasang di rompi pakaiannya.

"Pesan kami kepada pelaku penyerangan ini sangatlah sederhana. Amerika tidak akan tergoyahkan dalam misinya untuk menjaga tanah air kami dan membantu Afganistan mengamankan masa depan negaranya," ucap Menteri Pertahanan AS Ash Carter, seperti dikutip Reuters, Sabtu (12/11).

Menurut Carter, serangan ini merupakan serangan terbesar yang diterima tentara AS di sana sejak serangan bom bunuh diri yang juga pernah terjadi di Bagram pada Desember 2015 lalu dan menewaskan enam tentara AS.

Pentagon, tutur Carter, akan melakukan penyeledikan terkait peristiwa penyerangan ini guna mengambil langkah yang tepat dalam meningkatkan pengamanan di sana.

Serangan Taliban ini menggarisbawahi salah satu tantangan politik luar negeri yang akan dihadapi oleh pemerintahan Donald Trump saat dilantik Januari nanti.

Presiden Barack Obama semula mengharapkan dapat menarik keluar seluruh tentara AS yang berada di Afganistan pada akhir masa jabatannya. Namun, upaya tersebut harus terhenti seiring dengan tentara Afganistan yang masih membutuhkan bantuan untuk membendung pemberontakan Taliban di negara itu.

Obama memutuskan untuk memperlambat penarikan tentara keluar dari Afganistan secara bertahap. Saat ini, sekitar 8.400 tentara AS akan tetap dikerahkan di Afganistan sebagai bagian dari konsistensi dukungan AS dalam Operasi Dukungan terhadap pasukan Afganistan serta misi AS untuk memberantas terorisme di wilayah itu.

Serangan bom bunuh diri juga sempat terjadi sehari sebelumnya di Kantor Konsulat Jerman di bagian utara Kota Mazar-i-Syarif. Serangan pada Jumat (11/11) dini hari itu menewaskan empat orang dan melukai ratusan lainya.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan serangan bunuh diri itu telah direncanakan selama empat bulan dan merupakan serangan pembalasan dari kelompok Taliban atas serangan udara yang dilakukan oleh pasukan NATO di wilayah Kunduz pada pekan lalu, yang telah menewaskan sekitar 30 warga sipil. (stu/stu)

  CNN  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.