Kamis, 27 April 2017

Koarmabar Menangkap Kapal Buronan Malaysia

https://1.bp.blogspot.com/-U7lMMdNgxDQ/WP82QzmB-cI/AAAAAAABCdo/9LavEB4lUb8eMoJNEyU8g03oho0T6jurQCLcB/s1600/25042017%2BKoarmabar%2BTangkap%2BMT.%2BBrahma%2BOcean%2BDan%2BMT.%2BOrca.jpegTim WFQR-4 menangkap dan mengamankan MT. Brama Ocean Berbendera Malabo 314 GT dan MT. Orca Berbendera Fiji 127 GT

Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melalui tim Western Fleet Quick Response (WFQR-4) Lantamal IV Tanjungpinang berhasil menangkap dan mengamankan MT. Brama Ocean Berbendera Malabo 314 GT dan MT. Orca Berbendera Fiji 127 GT yang merupakan buronan Agency Penguatan Maritim Malaysia (APMM), di perairan Tanjung Uma, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (23/4).

Kronologis berawal APMM Malaysia mengirimkan berita kepada Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, S.E., M.M., bahwa kapal tangkapan APMM Malaysia MT. Brama Ocean dan MT. Orca telah hilang/dilarikan, kemudian Danlantamal IV memerintahkan Asintel Danlantamal IV untuk melaksankan pengumpulan data terhadap adanya kemungkinan MT. Brama Ocean dan MT. Orca berlayar masuk menuju perairan Batam, Bintan dan Tanjung Balaikarimun, serta memerintahkan Asops Danlantamal IV untuk menyiapkan unsur patroli dan membuat sektor penyekatan oleh unsur–unsur patroli diwilayah perairan Batam, Bintan dan Tanjung Balaikarimun.

Asops (Asisten Operasi) Kolonel Laut (P) May Franky Sihombing dan Asintel (Asisten Intelijen) Kolonel Laut (E) Iwan S. bergerak cepat mengumpulkan staf untuk selanjutnya dilaksanakan briefing kepada Perwira Staf Operasi dan intel serta tim penindak WFQR-4 Unit 1 Jatanrasla untuk membuat perencanaan Operasi dan intelijen dalam pencarian terhadap MT. Brama Ocean dan MT. Orca di perairan Batam, Bintan dan Tanjung Balaikarimun.

Selanjutnya unsur – unsur patroli yang terdiri dari KAL Anakonda, KAL Mapor, Sea Rider dan 3 unsur Patkamla Satkamla Lantamal IV, setelah mendapatkan perintah penyekatan sesuai sektor penyekatan yang telah ditentukan langsung melaksankan aksi penyekatan diwilayah perairan Selat Riau, Utara Batam dan Selat Durian yang diperkirakan kedua kapal akan melewati daerah tersebut.

Tidak mau kehilangan buruannya seluruh unsur patroli dan jaringan intelijen yang tergelar di laut melaksanakan tugas di sektor masing-masing untuk melakukan perburuan sang target operasi dan akhirnya Tim WFQR-4 berhasil menemukan titik terang keberadaan MT. Brama Ocean dan MT. Orca. Kemudian Tim WFQR-4/Unit 1 Jatanrasla bergerak cepat dengan menggunakan Sea Rider yang dipimpin langsung Asintel Danlantamal IV turun langsung dan onboard melaksanakan penyisiran di sekitar Tanjung Uma Batam.

Dari kejauhan Sea Rider Unit 1 Jatanrasla melihat siluet kapal mini tanker mencurigakan berada di perairan Tanjung Uma Batam, selanjutnya Sea Rider Unit 1 Jatanrasla melaksanakan pendekatan menuju kapal mini tanker tersebut untuk melaksankan pemeriksaan. Berbekal data-data kapal yang dikirimkan APMM Malaysia mempunyai kesesuaian dan kecocokan.

Dari ciri-ciri kapal tanker tersebut mirip dengan informasi yang diperoleh dari APMM Malaysia namun beberapa bagian telah dicat untuk menghilangkan identitas kapal dan akhirnya dilaksanakan pemeriksaan kapal MT. Orca, saat dilaksanakan pemeriksaan posisi kapal sedang lego jangkar di perairan Tanjung Uma Batam dan diatas kapal terdapat 1 orang yang berinisial “M”, tim berhasil mengorek keterangan yang bersangkutan bahwa seluruh ABK berjumlah 6 orang namun yang 5 orang sedang turun ke darat. Yang bersangkutan mengakui sudah 1 bulan berada di MT. Orca pada saat masih berada diperairan Malaysia.

Pada saat dilaksanakan pemeriksaan ternyata MT. Brama Ocean, sedang sandar pada MT. Orca yang sedang lego jangkar, diatas kapal terdapat 4 orang yang terdiri dari 1 orang Nahkoda dan 3 orang lainya adalah ABK dengan keterangan yang berinisial A jabatan Nahkoda MT. Brama Ocean, Jabatan Second Enginner yang berinisial “S”, Chief Officer MT. Brama Ocean sedangkan dari hasil interogasi sementara terhadap 5 ABK MT. Orca.

Pengakuan kelima kelima orang tersebut merupakan nahkoda dan ABK kapal lama yang mengetahui permasalahan di kapal tersebut, terkait penahanan kapal oleh APMM Malaysia lalu melarikan diri dengan menggunakan kedua kapal tersebut atas perintah “A” umur 30 th merupakan WNI suku Jawa.

Modus membawa kedua kapal yaitu MT. Orca dan MT. Brama Ocean tiba di perairan Tanjung Uma Batam pada hari Sabtu 22 April 07.00 WIB dengan cara MT. Orca menggandeng MT. Brama Ocean dari perairan Malaysia menuju perairan Tanjung Uma Batam.

Hasil pengecekan fisik MT. Orca dan MT. Brama Ocean untuk nama kapal pada lambung kanan dan kiri haluan kapal telah dihilangkan dengan cara di cat warna hitam dan kelima orang yang masih diatas kapal menyaksikan pengecetan tersebut setibanya di perairan Tanjung Uma Batam.

Hingga saat ini kedua kapal MT. Orca dan MT. Brama Ocean telah diamankan di Dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna proses lebih lanjut. (Dispenarmabar)

  ⚓ TNI AL  

[Dunia] China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

https://cdn.sindonews.net/dyn/940/photos/2017/04/26/22471/90923-kapal-induk-pertama-buatan-china-3bb_highres.jpgKapal Induk Pertama Buatan China [sindo] ★
China pada Rabu meluncurkan kapal induk pertama buatan dalam negeri, yang akan bergabung dengan "Liaoning", kapal induk bekas buatan Rusia.

Peluncuran tersebut dilakukan di tengah peningkatan ketegangan di Korea Utara dan kekhawatiran tentang ketegasan Beijing di Laut China Selatan.

Media pemerintah mengutip pakar militer, yang mengatakan bahwa kapal induk tersebut, yang dirancang di China dan dibangun di pelabuhan Dalian di wilayah timur laut, diperkirakan tidak akan bertugas penuh hingga 2020 karena membutuhkan waktu untuk sepenuhnya dilengkapi dan dipersenjatai.

Peluncuran tersebut menarik perhatian karena pengamat militer asing dan media China selama berbulan-bulan menerbitkan citra satelit, foto, dan berita tentang perkembangan kapal induk kedua negara tersebut. China memastikan keberadaan kapal induk kedua tersebut pada akhir 2015.

Kantor berita Xinhua menyampaikan, lambung kapal induk tersebut sudah dibangun sepenuhnya, kemudian mekanisme pendorong, tenaga dan pranata utama lainnya telah dipasang.

Peluncuran kapal induk tersebut menunjukkan desain dan konstruksi kapal induk dalam negeri telah mencapai hasil memuaskan selangkah demi selangkah, seperti yang ditulis Xinhua.

Televisi negara menayangkan kapal induk yang dek peluncurannya dipasangi bendera merah, didorong oleh kapal tunda ke tempat belabuh.

Fan Changlong, wakil ketua Komisi Militer Pusat China yang berkuasa, memimpin upacara peluncuran tersebut di mana sebotol sampanye dipecahkan di bagian haluan.

Peluncuran tersebut mengikuti perayaan ulang tahun berdirinya Angkatan Laut China dan terjadi di tengah ketegangan baru antara Korea Utara dan Amerika Serikat mengenai program nuklir dan rudal Pyongyang.

Sedikit yang diketahui tentang program kapal induk China yang menjadi rahasia negara itu.

Namun pemerintah telah mengatakan bahwa rancangan kapal induk tersebut mengacu pada pengalaman dari kapal induk pertama di negara itu, Liaoning, yang dibeli dari Ukraina pada tahun 1998 dan diperbaiki di China.

Kapal induk bertenaga konvensional terbaru itu memiliki bobot 50.000 ton dan dapat mengoperasikan jet tempur Shenyang J-15 milik China.

Angkatan Laut China telah mengambil peran yang semakin menonjol dalam beberapa bulan terakhir, dengan seorang laksamana berkarir cemerlang yang mengambil alih komando, kapal induk pertamanya berlayar mengelilingi Taiwan dan kapal-kapal perang China baru berlayar ke tempat-tempat yang jauh.

China mengklaim hampir semua wilayah Laut China Selatan yang diyakini memiliki deposit minyak dan gas besar, dan dilalui perdagangan lintas laut seninlai sekitar lima triliun dolar amerika setiap tahun.

China juga telah membangun fasilitas militer seperti landasan pacu di pulau-pulau yang dikuasainya di wilayah tersebut.

Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga memiliki klaim penguasaan di Laut China Selatan.

Taiwan yang berdiri sendiri, yang diklaim oleh Beijing sebagai bagian negaranya, mengatakan bahwa China sebenarnya membangun dua kapal induk baru namun China belum secara resmi mengkonfirmasi keberadaan kapal induk lain.

Media pemerintah China telah mengutip para ahli yang mengatakan bahwa negara tersebut membutuhkan setidaknya enam kapal induk, dan sebuah jaringan markas di seluruh dunia untuk mendukung operasi mereka meski pun pemerintah menampik indikasi bahwa mereka menginginkan kehadiran militer secara global untuk menyaingi Amerika Serikat.

Liaoning telah ambil bagian dalam latihan militer, termasuk di Laut China Selatan dan baru-baru ini di dekat Taiwan, namun diperkirakan lebih berfungsi sebagai kapal latihan dari pada memiliki peran tempur.

Angkatan Laut China secara berarti tertinggal dari Amerika Serikat, yang menggerakkan 10 kapal induk.

  antara  

Rabu, 26 April 2017

3 WNI Tewas

Pemerintah Tunggu Konfirmasi Filipina imageKelompok Militan Abu Sayyaf. Wajah dilingkari diduga adalah pemimpin kelompok ini yang bernama Kaddafi Janjalani. (lazamboangatimes.com) ★
Pemerintah lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila, Filipina, menunggu konfirmasi resmi dari militer Filipina terkait berita mengenai tewasnya tiga warga negara Indonesia (WNI) dalam operasi penyerbuan ke kamp ekstrimis Islam di wilayah Filipina selatan yang menewaskan total 36 orang. KBRI sudah meminta informasi lebih lanjut, termasuk penemuan paspor WNI dalam operasi tersebut.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (26/4), mengatakan KBRI berusaha mengonfirmasi pemberitaan media di Filipina yang menyebutkan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) mengklaim telah menewaskan 36 ekstrimis termasuk tiga WNI dalam sebuah serangan gabungan kepada kelompok Maute di Lanao del Sur, Provinsi Mindanao.

KBRI sudah meminta konfirmasi mengenai pemberitaan tersebut, namun hingga saat ini pihak AFP belum bisa memberikan konfirmasi,” ujar Iqbal.

Pihak AFP menginformasikan bahwa baru akan dilakukan tes DNA terhadap 36 orang tersebut, namun hingga saat ini masih belum dilakukan,” tambahnya.

Militer Filipina mengklaim telah menewaskan 36 ekstrimis terkait Negara Islam lewat serangan udara dan darat selama tiga hari berturut-turut di Filipina selatan. Militer Filipina juga berhasil menduduki markas pemberontak tersebut. Dari 36 ekstrimis yang tewas disebutkan tiga orang adalah warga Indonesia dan satu orang warga Malaysia.

Terkait penemuan paspor, Iqbal mengatakan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Davao, Filipina, juga sudah menerima informasi dari otoritas setempat terkait hal itu. Paspor yang ditemukan atas nama inisial MIS.

Tapi hingga saat ini, AFP juga belum bisa memberikan konfirmasi apakah paspor itu terkait dengan 36 orang yang tewas dan di mana persisnya paspor itu ditemukan,” tandas Iqbal.

Sebelumbya, Jenderal Eduardo Ano dari militer Filipina menyatakan 14 orang yang tewas dalam operasi serangan di Lanao del Sur, telah berhasil diidentifikasi. Para pejabat militer Filipina juga memastikan bendera Filipina telah berkibar di kamp milik pemberontak Maute tersebut yang terafiliasi dengan IS, beberapa jam setelah militer Filipina berhasil menduduki tempat itu.

Menurut Ano, operasi pembersihan masih berlangsung dan pasukan saat ini mencoba mencari lokasi pemimpin militan yaitu Isnilon Hapilon untuk menentukan apakah dia sudah mati atau masih hidup. Ano mengatakan para militan asing yang tewas merupakan bekas anggota dari jaringan teroris Asia Tenggara yaitu Jamaah Islamiyah, namun telah bergabung dengan IS.

Kematian mereka dikonfirmasi lewat intelijen dan para saksi,” kata Ano merujuk kepada militan asing yang tewas, seperti dikutip dari VOA.

Maute adalah satu dari sekian banyak kelompok bersenjata Muslim di Filipina yang telah bersumpah setia kepada IS. Kelompok itu membentuk aliansi di wilayah selatan Filipina beberapa tahun terakhir.

 Paspor WNI di Sarang Abu Sayyaf, Polri Tak Terkejut 

Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) tak terkejut dengan penemuan sejumlah paspor milik warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Filipina di wilayah Filipina​ Selatan yang selama ini dikuasai Abu Sayyaf.

"Kami jelaskan bahwa paspor yang ditemukan tidak mengejutkan kita ya. Karena memang dari beberapa tersangka terorisme​ Indonesia pernah melakukan pelatihan di wilayah Filipina Selatan," kata Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri Rabu (26/4).

Mereka, menurut Martinus, terafiliasi dengan Abu Sayyaf di wilayah Filipina Selatan. Mereka juga mendapat senjata dari sana. Mereka gampang melintas ke wilayah Filipina dari Indonesia.

"Itu seperti wilayah yang tidak terjaga. Mereka masuk ke wilayah Filipina, di sana ditampung dan dilatih oleh militan Abu Sayyaf," sambungnya.

Hal ini juga dikuatkan pengakuan pelaku teroris yang ditahan dan kemudian diproses pengadilan Indonesia. Mereka mengatakan bahwa disitu tempat pelatihan mereka.

"Dalam hal ini, sebagai anggota Asean Police, kepolisian di negara ASEAN memiliki wadah untuk bekerja sama, bertukar informasi, capacity building. Ini menjadi bagian yang akan dijadikan bahan informasi," sambungnya.

Polri menunggu data-data paspor tersebut dari kepolisian Filipina.

  Berita Satu  

FM Retno Will Visit US in May

To Follow Up on Bilateral Trade Agreement https://3.bp.blogspot.com/-XxJ2tT0dl7Y/UYn7S1fF4fI/AAAAAAAACxg/Y31dj9G7upg/s1600/1551209_20130508094953.jpgF16 A/B OCU TNI AU [TNI AU] ★
Foreign Minister Retno Marsudi is scheduled a visit the United States next month to follow up on a bilateral trade agreement discussed during US Vice President Mike Pence's visit to Jakarta last week.

"I will be heading to [Washington] DC next month to participate in bilateral meetings about the regulation aspects for trade and investments," Retno said on Friday (21/04), as quoted by state news agency Antara.

Retno said she held discussions with other ministers to create a unified Indonesian delegation comprising officials from the ministries of home affairs, industry, agriculture and more to go to Washington.

"This will be a critical issue to discuss, as we are coming from a commitment between leaders. It is important to draw up the implementation immediately," Retno added.

Pence's visit to Indonesia last week yielded more than $10 billion in bilateral agreements between Indonesian and US companies.

Eleven agreements were signed, including for oil and gas giant Exxon Mobil to sell liquefied natural gas to state-owned energy company Pertamina; aerospace and defense company Lockheed Martin to upgrade the Indonesian Air Force's aging F-16 fighter jets; and for General Electric to develop electricity infrastructure in the archipelago.

However, Indonesia is on a list of 16 countries included in an executive order US President Trump signed last month to investigate trade imbalances.

During his visit, Pence said the United States seeks free and fair trade relationships that will spur job creation and economic growth for both countries.

President Joko "Jokowi" Widodo said last week that the two countries are both committed to improve their strategic partnership, which focuses on trade and investment.

  Jakarta Globe  

Pandangan TNI AU Dalam Mendukung Pembanguan Nasional

Akan Lakukan Pengadaan Alutsista http://3.bp.blogspot.com/-fo8ZNXBt0tY/VqWpqLl2YmI/AAAAAAAApwY/7jOTgfhzIbE/s1600/W-5.jpgIlustrasi UAV ★
Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. hadir di tengah-tengah para sesepuh dan senior TNI Angkatan Udara dalam Rakornas Persatuan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) sekaligus menyampaikan pandangan tentang Peran, Fungsi, tugas TNI Angkatan Udara dalam rangka mendukung pembangunan nasional, di Gedung Sabang Merauke AAU Yogyakarta, Selasa (25/4).

Kasau mengatakan, dalam membangun kekuatan TNI AU kedepan didasari pada perkembangan lingkungan strategis, Undang-Undang RI no : 34 tahun 2004 tentang TNI, khususnya dalam Bab IV, peran dan fungsi tugas TNI dan Pasal 10 tentang tugas TNI Angkatan Udara, 9 agenda pemerintah yang dikenal dengan Nawacita, dan hasil Rapim TNI tahun 2017 tentang pokok-pokok kebijakan Panglima TNI.

Menurutnya, sesuai tugas TNI Angkatan Udara secara khusus pada Pasal 10 adalah menegakkan hukum dan menjaga keamanan wilayah udara yuridiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan internasional yang telah di ratifikasi. Melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara serta melaksanakan pemberdayaan pertahanan wilayah udara.

Terkait agenda 9 Nawacita ada tiga tugas TNI Angkatan Udara diantaranya menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan melindungi rasa aman kepada seluruh warga negara, membuat pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintah yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, serta memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya”, ungkapnya.

Dikatakan dalam Rapim TNI 2017 pokok kebijakan antara lain memfokuskan pembangunan dan kemampuan TNI yang diarahkan pada program dan kegiatan yang salah satunya untuk memelihara serta meningkatkan kemampuan pengamanan di laut, udara, dan wilayah perbatasan serta pulau terluar.

Menurutnya, langkah awal TNI AU adalah mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya aspek geografis yang mampu fleksibel dalam pelaksanaan operasi baik di dalam negeri maupun luar negeri, dapat memberikan efek tangkal sebagai pencegah dan keleluasaan dalam menindak setiap ancaman, serta penataan kekuatan agar tidak terpusat di satu wilayah.

Untuk itu TNI AU mengoptimalkan dan mempertahankan alutsista pesawat tempur, angkut dan helikopter yang dimiliki melalui pemeliharaan dan perawatan secara berkala serta kedepan pembangunan beberapa alutsista TNI AU dan konsep tentang Network Centric Operation yang mensinergikan semua alutsista yang dimiliki untuk kegiatan operasi.

Selain itu dalam rangka mendukung program pemerintah, juga akan dilakukan pengadaan Drone yang ditempatkan di Ranai, Pontianak dan Saumlaki sehingga dapat meng-cover ALKI I ALKI II dan ALKI III. Penambahan radar hanud sebanyak 12 secara bertahap serta pengadaan radar pesawat dan persenjataan pesawat T-50 i maupun pengadaan pesawat angkut berat, helikopter, pesawat MRTT (Multi Role Transport Tanker) untuk mendukung pesawat tempur sehingga menambah jarak jangkau dalam melaksanakan operasi serta pengadaan pesawat tempur generasi 4.5 untuk mengganti pesawat F-5 E/F", tegas Kasau.

  TNI AU  

TNI AU Gandeng Kemenhub untuk Integrasikan Radar

Perusahaan swasta nasional dalam bidang elektronika dan sistem informasi PT Infoglobal dilibatkan dalam proyek integrasi radar militer dan sipil tersebut [Infoglobal] ★
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, menyatakan TNI AU akan menambah radar miliknya yang saat ini berjumlah 20 radar menjadi 32 buah. Selain itu TNI AU juga akan mengintegrasikan radarnya dengan radar milik Kemenhub.

(TNI AU) juga akan melengkapi radar Lanud yang saat ini ada 20 dan ke depan akan ditambah 6 dan 6 lagi (12 buah). Total yang akan kita miliki ada 32 radar,” ujar Hadi usai meresmikan Monumen F-5 E/F Tiger II di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Selasa (25/4/2017).

Angka 32 radar, kata Hadi, masih merupakan jumlah basic minimun force dan dinilai belum ideal. Sedangkan jumlah idealnya lebih dari itu. Untuk mengatasi persoalan itu, saat ini TNI AU telah bekerjasama dengan Kemenhub untuk melakukan integrasi radar.

Kita sedang bekerjasama dengan Kemenhub untuk menggunakan radar-radar mereka sehingga bisa kita integrated dengan radar yang kita miliki,” kata Hadi.

Pada awal tahun yang lalu, dalam Rapim TNI AU di Mabes Cilangkap, Jakarta Timur, (24/1), Hadi sempat menjelaskan 12 radar baru ini akan ditempatkan di daerah yang rawan pelanggaran. Selain itu, radar tersebut akan ditempatkan di daerah yang belum terjangkau.

Sehingga jika ada pelanggaran, maka bisa kita deteksi. Radar itu akan digelar di mana saja, di Kupang, di Pontianak, di dekat Ambon, kemudian bagian Sumatera, jadi mana tempat yang bolong kita tempatkan radar itu,” tutur Hadi saat itu.

  detik  

800 Pasukan TNI Tiba di Sudan

imageSebanyak 800 Prajurit TNI Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt (Indonesian Battalion) 03 yang akan bertugas sebagai Pasukan Pemeliharaan Perdamaian dibawah bendera PBB, dengan menggunakan Pesawat UN (United Nation) Boeing 767 beberapa waktu telah tiba di Bandara Al Shaheed Sebera, El Geneina, Sudan-Afrika.

Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid dipimpin Komandan Satgas Letkol Inf Syamsul Alam S.E., yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Para Raider 433/Julu Siri Kariango Sulawesi, Brigif Para Raider 3 dibawah Divisi Infanteri 1/Kostrad, dengan Wakil Komandan Satgas Mayor Inf Jenris Yulmalvinas.

800 personel TNI Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid, terdiri dari 54 Perwira, 189 Bintara, 541 Tamtama, dan 16 Wanita TNI dengan Main Body sebanyak 499 personel dari Battalion Infanteri Para Raider 433/JS Makassar.

Selama berada di daerah misi, Pasukan Garuda di bawah bendera PBB akan menjalankan tugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian dunia di wilayah Darfur, Sudan-Afrika, yang bertujuan mengurangi tindakan kekerasan yang terjadi di daerah misi serta untuk memantau Perjanjian Perdamaian atau Darfur Peace Agreement (DPA) antara pemerintah Darfur dengan para kelompok bersenjata penentang pemerintah Darfur.

Satgas Kontingen Garuda XXXV-C/Unamid merupakan misi Satgas TNI ketiga menggantikan Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-B/Unamid.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Satgas Konga XXXV-C/Unamid akan ditempatkan pada dua UN Camp, yaitu Markas Batalyon beserta Kompi Bantuan dan 3 (tiga) Kompi Senapan yang berada di Supercamp Secwest Unamid di El Geneina dan 1 (satu) Kompi Senapan Berdiri Sendiri berada di Masteri Camp dengan jarak lebih kurang 70 km dari Supercamp El Geneina.

Perwira Penerangan Konga XXXV-C/Unamid
Kapten Laut (KH) Aripudin

  Poskota  

KBRI Promosikan Produk Indonesia di Pameran Gambia

http://4.bp.blogspot.com/-iIJcR2q-xaI/UoO7Wf12KBI/AAAAAAAADmY/rdZLe7xwt5w/s1600/2013+nov+aerotech+2.jpgIlustrasi CN 235 ★
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dakar mempromosikan produk-produk Indonesia dalam pameran dagang Gambia, Trade Fair Gambia International (TFGI), ke-11 yang berlangsung 15-30 April 2017.

Pameran dagang internasional itu diselenggarakan oleh kamar dagang dan industri (KADIN) Gambia di Independence Stadium, Banjul, Gambia, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari KBRI Dakar yang diterima di Jakarta, Senin.

Berbagai sampel produk nasional Indonesia yang dipromosikan pada pameran itu, antara lain produk hasil hutan, kayu, perabotan, rotan, kayu lapis, produk makanan, hasil tambang dan pertanian, sawit dan produk turunannya, produk hasil laut, tekstil, pakaian jadi, peralatan rumah tangga, elektronik, alat-alat listrik, dan produk plastik.

Selain itu, KBRI juga mempromosikan berbagai produk industri strategis dan unggulan Indonesia, antara lain produk PT. Dirgantara Indonesia, PT. INKA, PT. Pindad, PT. PAL, PT. Sritex.

Adapun barang-barang konsumsi sehari-hari asal Indonesia yang dipamerkan, antara lain sabun, minyak goreng, saos sambal dan tomat, biskuit, teh, kopi, permen, lotion anti nyamuk, balsam gosok.

Pameran TFGI ke-11 itu secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Gambia, Fataoumata Tambajang, yang dalam pidatonya menyampaikan pesan Presiden Gambia, Adama Barrow.

Pemerintah Gambia sedang fokus membangun sektor pertanian, perikanan, energi dan infrastruktur. Dalam bidang perdagangan, Pemerintah Gambia akan mengurangi berbagai hambatan dan mempermudah dalam melakukan bisnis di Gambia serta menciptakan lingkungan bisnis yang bersahabat.

Duta Besar RI Dakar yang juga merangkap Gambia Mansyur Pangeran dan Ketua KADIN Senegal Serigne Mboup menjadi tamu kehormatan pada pameran dagang terbesar di Gambia tersebut.

Ketika berkunjung ke stand Indonesia, Wakil Presiden Fataoumata Tambajang disambut Dubes Mansyur Pangeran, yang kemudian memberikan penjelasan mengenai produk-produk industri strategis dan unggulan Indonesia.

Dubes RI juga mempromosikan pesawat CN-235 yang pernah membawa Presiden Gambia yang baru terpilih, Adama Barrow, dari Dakar ke Banjul pada Januari 2017 tidak lama setelah pesawat CN-235 tiba di Dakar.

Selain itu, dia menyampaikan tentang kerja sama pertanian RI-Gambia yang telah terjalin lama dengan berdirinya "Agricultural Rural Farmer Training Center" (ARFTC) di Jenoi untuk meningkatkan kapasitas petani Gambia.

"Saya sampaikan kepada Wapres Gambia mengenai kerja sama antara KADIN Indonesia-Gambia dalam bentuk nota kesepahaman yang ditandatangani di Jakarta tanggal 7 November 2016," ujar Dubes Mansyur. (*)

  Antara  

Ilustrasi MMWT FNSS-Pindad Terbaru

Modern Medium Weight Tank
  Beredar ilustrasi terbaru Medium Tank hasil kerjasama FNSS bersama Pindad. Terlihat perbedaan bentuk dari hasil ilustrasi pertama yang ditampilkan pada pameran Indo defence 2016 lalu.

Hasil pandang awam, turret dan hull tank, nampak perbedaan bentuk. Turret diyakini pada ilustrasi diatas menggunakan turret Cockerill XC-8 kaliber 105 mm, yang sama di gunakan Medium Tank CV90105 hasil kerjasama CMI defence dan BAE. [Bordobel]


Penampilan pertama MMWT hasil kerjasama FNSS - Pindad pada pameran Indo Defence 2016. [FNSS]
http://www.cmigroupe.com/sites/default/files/article/CMI-Defence-Cockerill-105mm-CV90.jpg

Sedangkan CV90105 hasil kerjasama CMI Defence bersama BAE menggunakan turret yang sama, dipilih militer Indonesia. [CMI Group]

  Garuda Militer  

Dua Kapal Selam dari Korsel Segera Dikirim

Tiga kapal selam TNI AL buatan DSME Korea Selatan [Korps Hiu Kencana] ★
Kekuatan armada Angkatan Laut Indonesia bakal semakin tangguh. Juni mendatang, dua kapal selam jenis Chang-Bogo yang dipesan dari Korea Selatan akan dikirimkan. Kapal yang rencananya diberi nama KRI Nagapasa 403 dan KRI Ardadedali 404 itu bakal memperkuat Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang berpusat di Surabaya.

’’Saat ini yang punya fasilitas markas kapal selam baru Koarmatim. Maka, kapal baru itu nanti juga akan bermarkas di sana,’’ jelas Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksda Achmad Taufiqoerrochman.

KRI Nagapasa 403 dan KRI Ardadedali 404 dibuat oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Seharusnya selesai Maret lalu. Namun, karena beberapa hal, kapal baru dikirimkan Juni. Saat ini dua kapal bertenaga diesel tersebut sudah meninggalkan galangan DSME untuk menjalani serangkaian uji di perairan Korea Selatan.

Sebenarnya, ada tiga kapal selam yang dipesan Indonesia. Satu lagi adalah KRI Alugoro 405. Kapal itu saat ini masih berada dalam perencanaan produksi.

Taufiq menjelaskan, mundurnya pengiriman KRI Nagapasa dan KRI Ardadedali disebabkan penyelesaian yang harus bersamaan. KRI Nagapasa harus menunggu selesainya konstruksi KRI Ardadedali untuk memulai uji coba. ’’Kalau satu diuji, satunya juga harus menemani,’’ ucapnya.

Ke depan, TNI Angkatan Laut akan menambah markas kapal selam. Dengan demikian, kapal selam tidak hanya bermarkas di Surabaya. Yang paling berpotensi untuk menjadi pangkalan kapal selam adalah Teluk Terate, Lampung. Tanah di lokasi teluk juga sudah merupakan aset milik TNI-AL. ’’Rencananya sudah lama, sejak zaman Presiden Soeharto,’’ ujarnya.

Saat ini Indonesia hanya memiliki dua kapal selam kelas Whiskey buatan Rusia. Yaitu, KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402. Setelah kedatangan kelas Bogo, dua kapal era Perang Dunia II itu akan tetap dioperasikan.

Sementara itu, Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmatim Kolonel Indra Agus Wijaya mengatakan, markas satuan kapal selam sudah mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk kedatangan tiga kapal selam Bogo. ’’Dermaganya sudah siap untuk tiga kapal. Berdampingan dengan dermaga yang ditempati Cakra dan Nanggala,’’ ujarnya.

Selain itu, saat ini prajurit TNI-AL dari satuan kapal selam sudah melakoni serangkaian pelatihan di beberapa negara seperti Jerman, Spanyol, dan Norwegia. Kru kapal pertama, KRI Nagapasa, juga sudah berangkat ke Korea Selatan untuk latihan operasional sejak beberapa bulan lalu. ’’Satu kapal nanti diawaki oleh 40 orang,’’ katanya.

  Pontianak Post  

[Video] Menguji Senapan SS-2 Buatan Pindad

Liputan CNN PT Pindad, sudah dikenal sebagai produsen persenjataan. Pabrik yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat ini, memproduksi berbagai jenis senapan, kendaraan tempur, hingga amunisi. Bukan produk murahan, kualitas senjata buatan PT Pindad sudah teruji dalam berbagai turnamen.

  ★ Youtube  

Rusia Pertimbangkan Produksi Amunisi Berlisensi

Sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis, perusahaan negara Rusia sedang mempertimbangkan produksi amunisi di Indonesia untuk kendaraan tempur lapis baja.http://1.bp.blogspot.com/-cAPsaTPoO24/VngERSJ9bdI/AAAAAAAAo3w/9x7JpOI9r3Y/s1600/Tank-Amfibi-BMP-3F.jpgIlustrasi BMP3F Marinir [Marinir]

Perusahaan milik negara Rusia, Rostec, sedang mempertimbangkan kemungkinan produksi amunisi berlisensi di Indonesia, demikian diungkap Sergey Abramov, Direktur Industri untuk Pengelompokan Senjata perusahaan tersebut.

Ide tersebut akan diimplementasikan oleh Techmash sebagai bagian dari Rostec. Menurut Abramov, Techmash sedang aktif dalam memperluas kerja sama teknis militer.

Saat ini Techmash sedang mempertimbangkan produksi amunisi di Indonesia. Ini berarti produksi amunisi untuk kendaraan tempur lapis baja dari Rusia, terutama yang dilengkapi dengan peluru artileri kaliber 30 mm dan 100 mm,” ujar Abramov dalam rilis pers yang didapatkan RBTH Indonesia.

Techmash adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi amunisi dan bahan kimia khusus untuk kebutuhan pemerintah dan pertahanan negara. Menurut Abramov, Techmash memiliki pengalaman dalam mengadakan produksi amunisi di luar negeri. Sebagai contoh, pada 2014, Techmash dan perusahaan penjual senjata negara Rosoboronexport menandatangani perjanjian untuk transfer lisensi terkait produksi amunisi armor-piercing discarding sabot (APDS).

Rencana produksi amunisi di Indonesia tersebut merupakan bagian dari strategi pengelompokan senjata perusahaan, yang salah satunya adalah pengembangan perusahaan militer kunci negara. Dengan strategi yang diadopsi mulai awal April ini, Rostec menargetkan pertumbuhan profit tahunan dengan rata-rata 12,1 persen dari perusahaan-perusahaan di bawahnya dari 2015 hingga 2025.

Dalam memasuki pasar, kami menargetkan pertumbuhan produk sipil yang agresif dan juga peningkatan ekspor. Jika strategi ini dapat direalisasikan, pendapatan Rostec akan menjadi 700 miliar rubel (166,6 triliun rupiah), dan laba bersih melebihi 50 miliar rubel,” ujar Abramov.

   RBTH  

[Dunia] Militer Gagal Bebaskan 52 Sandera AS di Iran

Ribuan mahasiswa Iran mengepung dan menduduki Kedubes AS di Teheran pada November 1979 dan menyandera 52 warga AS selama 444 hari hingga Januari 1981.(Wikipedia)

P
ada 24 April 1980, sebuah operasi militer Amerika Serikat untuk menyelamatkan 52 warganya yang disandera di Kedubes AS di Iran berakhir tragis.

Operasi militer yang diseujui Presiden Jimmy Carter itu menewaskan delapan tentara Amerika Serikat dan tak ada sandera yang bisa dibebaskan.

Peristiwa ini diawali pada 4 November 1979 ketika para mahasiswa Iran yang militan menggelar protes.

Mereka memprotes kebijakan Amerika Serikat yang mengizinkan Shah Iran yang sudah terguling bepergian ke AS untuk berobat. Para mahasiswa itu kemudian mengepung dan menduduki kantor kedubes AS di Teheran.

Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Khomeini mengambil alih situasi ini dan mengizinkan beberapa sandera terutama perempuan dan kelompok minoritas Amerika meninggalkan gedung itu.

Iran beralasan sandera yang dibebaskan juga merupakan korban dari diskriminasi di Amerika Serikat. Sisanya sebanyak 52 orang tetap disandera hingga Januari 1981 atau selama 444 hari.

Presiden Carter yang tak mampu menyelesaikan krisis itu secara diplomatik akhirnya memutuskan untuk menggelar operasi pembebasan sandera dengan sandi Operasi Cakar Elang (Operation Eagle Claw).

Pada 24 April 1980 sore, delapan helikopter RH-53D terbang dari kapal induk USS Nimitz terbang menuju sebuah lokasi terpencil di sebuah gurun garam di sisi wilayah timur Iran.

Namun, pasukan ini menghadapi badai gurun yang sangat buruk hingga merusak dua helikopter yang terbang dengan menutup seluruh saluran radio.

Sehari kemudian, enam helikopter yang masih berfungsi bertemu dengan beberapa pesawat Hercules C-130 di lokasi pengisian bahan bakar.

Saat itulah, tim teknis menyakatan helikopter itu tak layak terbang. Akhirnya komandan misi Kolonel Charlses Alvin Beckwith menyarankan agar operasi dibatalkan dan disetujui Presiden Carter.

Saat keenam helikopter itu sedang bersiap mengisi bahan bakar, salah satunya menghantam sebuah pesawat tanker Hercules C-130 hingga jatuh dan menewaskan delapan personel militer AS.

Setelah kegagalan misi ini diketahui publik, Ayatollah Khomeini menyebut gagalnya operasi militer AS adalah kehendak Tuhan dan popularias Khomeini semakin meroket.

Posisi para politisi Iran, termasuk Presiden Bani Sadr, yang menginginkan pembebasan sandera makin lemah.

Sementara di Amerika Serikat, popularitas Presiden Jimmy Carter anjlok drastis setelah dalam pidato 25 April 1980, Carter menyatakan kegagalan misi di Iran adalah tanggung jawabnya.

Dalam pemilihan presiden 1980, Carter akhirnya dikalahkan rivalnya Ronald Reagan dan tak lama setelah itu dengan bantuan Aljazair negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat digelar.

Tepat di hari pelantikan Ronald Reagan pada 20 Januari 1981, pemerintah Amerika Serikat mencairkan aset Iran sebesar 8 miliar dolar yang sempat dibekukan.

Sedangkan ke-52 sandera dibebaskan setelah 444 hari. Sehari kemudian Jimmy Carter terbang ke Jerman Barat untuk menyambut 52 warga AS itu yang segera pulang ke tanah air mereka.

  Kompas  

Selasa, 25 April 2017

TNI AU Minta Pesawat Tempur Baru untuk Gantikan F-5

https://3.bp.blogspot.com/-PHqyfccc1-s/WO0QYJY5sFI/AAAAAAAAKK4/4-NaMI-zuew8xW2gmbsb0iVEgrYTm1Y7QCPcB/s1600/6929559_su%2Bthe%2Bnational.jpgSukhoi TNI AU [the national]

K
epala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta pengadaan pesawat tempur baru ke Kementerian Pertahanan. Permintaan pesawat baru itu untuk menggantikan pesawat F-5 E/F Tiger II buatan Northrop Co USA yang baru saja dipensiunkan dan masuk museum.

"Kami meminta pesawat generasi 4,5 dan sudah kirim spesifikasinya untuk minta pesawat yang lebih canggih," ujar Hadi seusai peresmian Monumen Pesawat F5 Tiger II di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta, Selasa (25/4/2017).

Ia menyerahkan sepenuhnya jenis pesawat tempur yang baru kepada Kementerian Pertahanan. Meskipun demikian, pesawat yang diinginkan harus lebih canggih dari pesawat tempur di lingkungan strategis AU.

"Penggantian ini masuk dalam rencana strategis karena pesawat F-5 sudah satu tahun tidak beroperasi," ucap Hadi.

 Heli AW 101 

Terkait pembelian heli AW 101, dia menuturkan saat ini sudah ada di pangkalan Halim Perdanakusuma, Jakarta. Heli tersebut multifungsi, karena akan digunakan sebagai angkutan dan SAR.

Ia menambahkan, penggunaan alutsista tidak bisa langsung seperti kendaraan umum, sekalipun administrasi sudah lengkap.

"Sekarang masih dalam tahap pemeriksaan spesifikasi, sebelum boleh beroperasi," kata Hadi.

  Liputan 6  

TNI AL Gelar Latihan Tempur di Perairan Sisi Barat Indonesia

http://1.bp.blogspot.com/-th1RHb2OZQo/VTMHb33S7RI/AAAAAAAAEFA/AJv_NI_LcJ8/s1600/TNI%2BAL.jpgIlustrasi KRI TNI AL [TNI AL]

K
omando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) TNI AL memulai latihan skala besar di perairan sisi Barat Indonesia, Selasa, 25 April 2017. Latihan ini ditujukan untuk mengasah kesiapan tempur TNI AL Armada Kawasan Barat.

Latihan tempur ini mencakup wilayah perairan Kawasan Barat dimulai dari perairan Cirebon hingga Sabang. Ribuan personel dilibatkan dalam latihan tempur ini.

Panglima Koarmabar, Laksamana Muda Aan Kurnia, mengatakan latihan skala besar ini melibatkan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan seluruh Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) yang berada dibawah Komando Armada Barat.

Ada 20 KRI dan 4 pesawat yang dilibatkan,” kata Laksdya TNI Aan di Pangkalan Komando Armada Barat, Gunung Sahari, Jakarta Pusat , Selasa 25 April 2017.

Aan menegaskan latihan tempur di Kawasan Barat ini tidak ada kaitannya dengan meningkatnya eskalasi di Laut China Selatan dan Semenanjung Korea. “Ada atau tidak eskalasi saya wajib memantau kemampuan dan kesiapan,” tambah Aan.

Meski begitu, Aan mengakui jika pun kondisi Laut China Selatan atau Semenanjung Korea makin panas, maka latihan tempur ini juga bisa sekaligus menjadi kesiapan TNI AL dalam mengantisipasi semua kemungkinan yang akan terjadi.

  Vivanews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...