Tampilkan postingan dengan label Linud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linud. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 November 2021

TNI AD Gelar Latihan Bersama Angkatan Darat Malaysia

Latma Linud Malindo 2021Kostrad

Tingkatkan teknik kemiliteran, TNI AD dan Angkatan Darat Malaysia Gelar Latihan Bersama. Upaya ini untuk meningkatkan kemampuan ilmu kemiliteran khususnya Operasi Lintas Udara kedua Negara, dan juga untuk membangun hubungan yang lebih baik. TNI Angkatan Darat yang diwakili Batalyon Infanteri Para Raider 503/Mayangkara/2 Kostrad, menggelar latihan bersama dengan Angkatan Darat Malaysia yang Diwakili Batalion Ke-8 Rejimen Renjer Diraja, dilapangan Batalyon Para Raider 328 Kostrad, Cilodong, Jawa Barat, pada Jumat (26/11/2021).

Latihan bersama ini diikuti oleh Batalion Ke-8 Rejimen Renjer Diraja (AD Malaysia) sejumlah 30 orang dan Batalyon Para Raider 503/Mayangkara/2 Kostrad dan Brigif 18/Trisula/2 Kostrad sejumlah 90 orang untuk berlatih bersama dengan tajuk Latma Linud Malindo, disebar di dua tempat berbeda, markas Para Raider 328/DGH Cilodong, dan untuk penerjunan dilaksanakan, di Lapangan Bandar Udara Suparlan Pusdiklatpassus Batujajar.

Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayor Jendral TNI Andi Muhammad menyampaikan, pelaksanaan latihan bersama ini, selain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ilmu kemiliteran khususnya kemampuan Operasi Lintas Udara kedua Negara, juga dimaksudkan untuk membangun hubungan yang lebih baik, yang dilandasi oleh rasa saling percaya dan saling menghormati sesama prajurit Angkatan Darat Indonesia dan Malaysia.

"Latihan bersama, Linud Malindo pada tahun 2021 ini, kedua negara sudah banyak belajar berbagi pengalaman dan mengaplikasikan taktik serta teknik latihan bertempur serta khususnya kemampuan Operasi Lintas Udara sesuai pengalaman prajurit masing-masing,"ungkap Andi,dalam rilisnya Minggu (28/11/2021).

Pangdivif 2 Kostrad berharap melalui pelaksanaan Latma Linud malindo ini, memungkinkan untuk kedua negara dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya, bagi pengembangan satuan, baik dibidang taktik dan teknik militer.

Pelaksanaan latihan bersama lintas udara malindo tahun 2021 di gelar selama delapan hari kedepan, yang di hadiri pula oleh Waaslat Kasad Bid Kermamil, Athan Kedubes Malaysia di Jakarta, Waasops Kaskostrad, Asops Kasdivif 1 Kostrad, Asops Kasdivif 2 Kostrad, Pabandyalat Kostrad, dan Dandenma Brigif PR 17. (Edi Cahyono/rey)

  ⍟ TVOne  

Sabtu, 10 April 2021

Ketika 7 Orang Anggota Pasukan Langit Kostrad Hadapi Ratusan KKB

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2021/04/08/606e78fd4d570-viva-militer-anggota-yonif-para-raider-501-bajra-yudha_663_372.jpgIlustrasi Kostrad [youtube]

Salah satu satuan elite milik Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) yang kenyang dengan pengalaman tempur, adalah Batalyon Infanteri Lintas Udara 501/Bajra Yudha (Yonif Linud 501/BY). Ada sebuah kisah menegangkan saat sembilan anggota Yonif Linud 501/BY dikepung ratusan pemberontak.

Dirangkum VIVA Militer dari berbagai sumber, sembilan orang anggota satuan elite yang kini bernama Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha (Yonif PR 501/BY), untuk menjemput dan mengawal Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) kala itu, Jenderal TNI Leonardus Benyamin Moerdani.

Saat itu, perintah datang dari Wakil Komandan Yonif (Wadanyon) Linud 501/BY, Mayor Inf Wibisono, kepada Sersan Dua (Serda) Trilis, 9 Maret 1984.

Setelah perintah datang, Serda Trilis membawa delapan orang lainnya untuk ikut bersamanya menjemput Benny Moerdani. Trilis beserta anak buahnya menaiki empat kendaraan, untuk menjemput Moerdani di Distrik Viqueque.

Bukan perkara mudah untuk mencapai Distrik Viqueque. Sebab, Trilis dan delapan pasukan Yonif Linud 501/BY harus melewati hutan belantara dan jalan tanah. Belum lagi, ancaman dari anggota kelompok pemberontak Front Revolusi Kemerdekaan Rakyat Timor-Leste (Fretilin).

Benar saja, pada 10 Maret 194 sekitar pukul 04.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA) sembilan orang anggota Yonif Linud 501/BY itu dikepung ratusan milisi Fretilin. Tanpa basa-basi, para anggota pemberontak itu pun langsung menembaki kendaraan berikut sembilan orang prajurit TNI itu.

Serda Trilis tewas akibat terkena tembakan. Mengerahui pimpinannya tewas, delapan orang prajurit TNI lainnya pun turun dari kendaraan dan membalas tembakan milisi Fretilin. Sayang, beberapa saat kemudian Prajurit Satu (Pratu) Imam juga tewas.

Tujuh orang anggota Yonif Linud 501/BY yang tersisa, tetap mencoba bertahan. Di sisi lain, anggota Fretilin yang unggul jumlah meneriakkan perintah untuk menghabisi para prajurit TNI yang tersisa.

Ratusan anggota Fretilin semakin bergerak maju hingga jarak dengan pasukan Yonif Linud 501BY tinggal berjarak 10 meter. Siapa sangka, saat maut hendak mendatangi ketujuh prajurit TNI Angkatan Darat itu, tembakan mortir meledak dan menewaskan beberapa anggota Fretilin.

Ternyata, tembakan mortir itu datang dari helikopter milik Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang datang dari udara. Seketika ratusan anggota Fretilin jadi sasaran empuk tembakan udara helikopter Korps Marinir. Ratusan anggota Fretilin tercerai berai dan lari tunggang langgang masuk hutan.

Pada akhirnya, ketujuh orang anggota Yonif Linud 501/BY berhasil selamat dari kepungan anggota Fretilin. Ketujuh prajurit dan jenazah dua orang anggota Yonif Linud 501/BY kemudian dievakuasai ke Kalikai.

 ♖ Vivanews  

Rabu, 21 September 2016

Latma Linud Malindo

Latihan Tempur Jarak Dekat Bertempat di Markas Batalyon Infanteri Para Raider 328 Kostrad, Cilodong, Jawa Barat dilaksanakan Latihan Bersama Lintas Udara antara TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan ATM (Angkatan Tentera Malaysia) dengan materi Tembak Tepat Sasaran (TTS), Serangan Regu, Pertempuran Kota (Purkota) dan Pertempuran Jarak Dekat (PJD).

Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) Para Raider 328 Kostrad Mayor Inf Bagus Budi Adrianto menjelaskan, bahwa pembagian materi untuk Peleton 1 melaksanakan materi menembak TTS dan Serangan Regu sedangkan untuk Peleton 2 melaksanakan Pertempuran Kota (Purkota) dan PJD.

Materi menembak TTS dan Serangan Regu dilaksanakan dilapangan tembak 100 Batalyon Para Raider 328 Kostrad sedangkan untuk materi Purkota dan PJD dilaksanakan dilapangan bola Batalyon Para Raider 328 Kostrad, Rumah Ban Batalyon Para Raider 328 Kostrad dan Studio Alam TVRI.

Dalam melaksanakan materi tersebut Tentara Diraja Malaysia dan TNI AD melaksanakan latihan dengan penuh semangat dan keakraban, serta berbagi pengalaman dalam taktik pertempuran masing-masing. (pen-kostrad/sir)

  Poskota  

Rabu, 09 Desember 2015

Indonesian paratrooper gets more than just training

Operation Toy DropOperation Toy Drop is a multinational airborne operation and collective training exercise. The event was hosted by U.S. Army Civil Affairs & Psychological Operations Command (Airborne) and the Army Reserve.

Indonesia, one of the seven nations that participated in this year’s event, had participated in Operation Toy Drop twice in the past. For 2nd Lt. Dwinanda Noryanzha, assigned to the 330th Para Raider Airborne Battalion of West Java, he and his unit were here for the first time.

I like it very much here, because we have different weather,” said Noryanzha. “Indonesia is in the rainy season."

During Operation Toy Drop, Noryanzha has had the opportunity to learn about cultures from around the world as he worked alongside several other nations including Canada, Colombia, Germany, Italy, Latvia and the Netherlands.

We have differences in culture, of course,” he said. “Spending time here, we can study them all.

In addition to learning about different cultures, Noryanzha liked the airborne operations training he received.

We enjoy it, it’s great,” said Noryanzha. “We learn these different procedures for jumping from U.S. planes. We don’t have any C-17 jumpmasters, but here our jumpmaster can learn the procedure of how to jump from them.

Noryanzha also added that he and his unit experienced their very first jump out of a UH-60 Black Hawk helicopter. Because that jump occurred under an Italian jumpmaster, he has received Italian airborne wings. He said that receiving partner nation jump wings was an honor because when he returns to Indonesia wearing them, it will be motivation for other Soldiers in his unit to travel outside of Indonesia, since he was the first one.

Noryanzha understood the honor associated with receiving foreign jump wings and looked forward to Operation Toy Drop, where he pinned U.S. Soldiers with Indonesian jump wings after their descent.

The very best thing is that I have jumped with other countries,” said Noryanzha about Operation Toy Drop.

Noryanzha said he enjoyed his time in the United States and the overall experience he has had while here.

It’s really nice, American people are really good people, they are so polite,” said Noryanzha.

And a very special thing we have never experienced in Indonesia, was that we never jumped and there was a Santa Claus on the ground,” he added with a smile.

Santa came out during the various events associated with Operation Toy Drop as a way to bring some holiday spirit to the paratroopers, community members, and service members from allied nations.
 

  Dvidshub  

Sabtu, 05 Desember 2015

Yonif Linud-328 Kostrad Sandang Kualifikasi Para Raider

Para Raider

Prajurit Yonif Linud-328 Kostrad kini resmi menyandang sebagai pasukan Para Raider TNI AD, usai menempuh latihan selama tiga bulan, mereka secara resmi dilantik.

Pelantikan ditandai dengan penyematan Baret dan Brievet Para Raider melalui Upacara Penutupan Latihan Pembentukan Para Raider dengan Inspektur Upacara (Irup) Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif)-1 Kostrad Mayjen TNI Sudirman di Pantai Sentolo, Desa Pamalayan, Garut, Jawa Barat.

Pada kesempatan ini, Pangdivif-1 Kostrad membacakan sambutan tertulis Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, menekankan bahwa latihan Raider ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas dan kemampuan sebagai prajurit tempur, sehingga mampu menghadapi perkembangan lingkungan dan potensi ancaman dalam segala bentuk. “Untuk itu, Prajurit Para Raider dituntut siap siaga dalam melaksanakan tugas, kapanpun dan dimanapun, bergerak secara cepat, senyap dan tepat untuk mendekati, merebut dan menghancurkan sasaran”, tegas Kasad.

Selanjutnya Kasad menyampaikan penghargaan kepada para komandan, penyelenggara dan pendukung, sehingga latihan ini dapat terlaksana dengan baik dan berhasil serta rasa bangganya kepada prajurit, yang telah mengikuti latihan dengan penuh dedikasi dan semangat. “Selain itu, perlu saya ingatkan bahwa latihan ini tidak akan berarti apa-apa jika tidak dipelihara melalui latihan dan belajar secara terus menerus”, tambah Kasad.

Sebelumnya, selama tiga bulan, Prajurit Yonif Linud-328 Kostrad digembleng melalui latihan berat, yang menguras ketahanan fisik, karena harus dihadapkan pada medan dan cuaca yang terbilang ekstrem. Mereka harus terbiasa untuk bertahan hidup (Survival) ketika berada di hutan/gungung dan rawa-rawa tanpa bekal makanan maupun minuman. Selanjutnya mereka diberikan materi latihan khusus yang dititik beratkan pada taktik dan teknik khusus Raid, yakni penyergapan musuh, penyelamatan sandera dan penanggulangan teror, ditambah kemampuan mobil udara (Mobud) dan pertempuran jarak dekat.

Yonif Linud-328 Kostrad, dengan sesantinya “Dirgahayu”, adalah salah satu satuan tempur dengan kemampuan dan kualifikasi Lintas Udara (Linud) atau Para yang dimiliki oleh Kostrad. Dengan ditingkatkan kemampuan tempurnya, menjadi Batalyon Para Raider, Yonif Linud-328 Kostrad disiapkan untuk menghadapi perkembangan lingkungan strategis berupa ancaman dan gangguan, siap diterjunkan dan bergerak ke seluruh penjuru tanah air dalam situasi, medan maupun cuaca apapun meski dengan pendadakan sekalipun.

Kapen Kostrad
Letkol Inf Heru Dwi Wahana
 

  Poskota  

Selasa, 17 November 2015

[PPRC 2015] Seribu Personil TNI Terjun Subuh

‘Bebaskan Sandera’ di Morotai http://kabarpulau.com/media/k2/items/cache/39ab3bf46ced9d4856c25205fb92582a_L.jpgPenerjunan yang dilakukan pasukan LINUD Selasa (17/11) pagi ☆

Latihan perang yang digelar TNI di kawasan pulau Morotai dimulai Selasa (17/11) pagi subuh sekitar pukul 05.00 WIT. Untuk latihan ini diawali dengan adanya seribu personil anggota TNI melakukan penerjunan membebaskan Morotai. Mereka yang ikut terjun itu berasal dari pasukan lintas udara (LINUD). Pasukan ini diangkut menggunakan pesawat milik TNI.

Dalam penerjunan ini, pasukan ini digambarkan melakukan pembebasan bandara yang telah dikuasai pasukan musuh.

Simulasi ini sendiri merupakan bagian dari latihan perang yang digelar TNI di Pulau Morotai. Dalam latihan itu, LINUD TNI mengepung Bandar Leo Watimena untuk membebaskan para sandera yang disandera pasukan musuh.

Danlanal Morotai Letkol (P) Iwan Kusumah SE menjelaskan, dalam waktu yang sama dalam latihan lainnya pasukan TNI Angkatan darat melakukan simulasi membebaskan sandera di kantor bupati. Simulasi ini juga digelar Selasa pagi subuh. Dalam simulasi ini pihak TNI menggerakan ribuan personilnya mengepung kantor Bupati di kawasan Desa Darume. Aksi ini untuk membebaskan para sandera yang ditawan pasukan separatis.

Sementara itu di saat yang sama juga, kapal perang milik TNI Angkatan laut ikut menyandera salah satu kapal musuh untuk membebaskan para sandera yang disandera di kapal perang milik kelompok separatis itu. Proses pembebasan para sandera ini dilaksanakan sekitar pukul 08,00 WIT. (tapsek)

  Kabar pulau  

Senin, 14 September 2015

[Foto] Aksi Batalyon Raider Gelar Simulasi Selamatkan Sandera Teroris

Sebanyak 650 personel pasukan tempur, melakukan aksi peragaan operasi tempur sebagai penutupan acara latihan pembentukan Yonif Lintas Udara (Linud) 503, menjadi Yonif Para Raider 503 Mayangkara, di Pantai Tamban, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (13/09/2015). Dalam aksinya meraka juga menyelamatkan Bupati Pasuruan yang diculik oleh sekelompok teroris.
Sebanyak 650 personel Pasukan tempur yang sebelumnya hanya memiliki spesifikasi operasional di segala medan dan cuaca (Linud) itu, kini telah mahir dalam operasi penyergapan teroris (Raider). Nama kesatuan Yonif Linud 503 Mayangkara pun resmi diganti menjadi Yonif Para Raider 503 Mayangkara. [Pool/ Enggran Eko Budianto/detikFoto]
Aksi Batalyon Raider Gelar Simulasi Selamatkan Sandera Teroris
Pasukan ini memiliki kemampuan operasional di segala medan dan cuaca. Baik di perkotaan, hutan gunung, sungai, rawa, laut, dan pantai. Selain Yonif 503, lanjut Ganip, ada dua batalyon lintas udara lainnya yang akan ditingkatkan menjadi Yonif Para Raider. Yakni Yonif Linud 501 Madiun dan Yonif Linud 502 Jabung, Malang. [Pool/ Enggran Eko Budianto/detikFoto]
Aksi Batalyon Raider Gelar Simulasi Selamatkan Sandera Teroris
Sebanyak 650 personel Pasukan tempur yang sebelumnya hanya memiliki spesifikasi operasional di segala medan dan cuaca (Linud) itu, kini telah mahir dalam operasi penyergapan teroris (Raider). Nama kesatuan Yonif Linud 503 Mayangkara pun resmi diganti menjadi Yonif Para Raider 503 Mayangkara. [Pool/ Enggran Eko Budianto/detikFoto]
Aksi Batalyon Raider Gelar Simulasi Selamatkan Sandera Teroris
Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Ganip Warsito, memimpin upacara penutupan latihan yang berlangsung selama 84 hari itu untuk meningkatkan kemampuan tempur Yonif Linud 503 Mayangkara yang bermarkas di Kecamatan Mojosari, Mojokerto. [Pool/ Enggran Eko Budianto/detikFoto]
  ★ detik  

Bertahan 3 Hari di Hutan Tanpa Makanan

Menu Latihan Terberat Pasukan Raider Sebanyak 650 personel Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 503 Mayangkara ditempa latihan keras di tengah hutan belantara di pesisir selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Selama 84 hari pasukan tempur TNI AD ini jauh dari keluarga. Harus bertahan hidup tanpa diberi bekal makanan selama 3 hari di tengah hutan menjadi ujian berat bagi kesatuan ini.

Komandan Brigif Linud 18 Trisula, Kolonel Infanteri Febriel Buyung Sikumbang mengatakan, materi latihan dibagi dalam 3 tahap. Pertama, tahap basis yang berlangsung selama 8 minggu di Sidodadi, Malang, serta dua kali tahap latihan tempur yang berlangsung di Kompleks Taji dan Pantai Tamban, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

"Tahap basis meliputi materi taktik dan teknik pertempuran. Tahap ke dua di medan gunung dan hutan untuk mengaplikasikan materi yang sudah dipelajari dalam tahap basis. Tahap terakhir yang juga pengaplikasian tahap basis dilakukan di daerah rawa dan pantai," kata Febriel kepada wartawan di lokasi usai upacara penutupan latihan pembentukan Pasukan Udara (Para) Raider di Pantai Tamban, Minggu (13/9/2015).

Latihan yang berlangsung selama 84 hari itu untuk meningkatkan kemampuan operasional personel Yonif Linud 503 Mayangkara. Jika sebelumnya memiliki spesifikasi operasional tempur segala medan dan cuaca, kini batalyon yang bermarkas di Mojokerto itu memiliki kemampuan khusus, yakni penyergapan musuh dan penyelamatan sandera dari tangan teroris (Raider).

Sedikitnya 285 personel Brigade Infanteri (Brigif) 18 Trisula dilibatkan dalam latihan kali ini sebagai pelatih dan pendukung. Dengan berakhirnya latihan tersebut, maka nama Yonif Linud 503 Mayangkara kini menjadi Yonif Para Raider 503 Mayangkara.

Sementara itu Komandan Yonif Para Raider 503 Mayangkara, Letkol Infanteri Andre Julian yang ikut sebagai peserta latihan mengatakan, kendala berat yang dialami selama latihan adalah pertahanan fisik terhadap kondisi medan yang tergolong ekstrem.

Terlebih lagi, setiap peserta juga harus mampu bertahan hidup selama 3 hari di rawa bakau dan hutan belantara tanpa bekal makanan dan minuman sedikit pun.

"Latihan survival (bertahan hidup) itu kemampuan kami untuk bertahan saat tidak bisa keluar untuk mendapatkan makanan. Ada dua lokasi, pertama di hutan dan gunung, yang ke dua di rawa pantai. Jadi kami makan apa adanya di tempat itu," ungkapnya.

Meski terasa berat, Andre bersyukur kini kemampuan tempur anggotanya di Yonif Para Raider 503 Mayangkara meningkat. "Dari segi fisik, taktik, kemampuan kami bertambah. Kami bisa ditugaskan dimana saja di Indonesia dan dalam bentuk tugas apa saja, termasuk melawan terorisme," ujarnya.

Penutupan latihan pembentukan Yonif Para Raider 503 Mayangkara diakhiri dengan simulasi penyelamatan sandera dari tangan teroris. Batalyon ini merupakan satuan pasukan tempur di bawah Brigif 18 Trisula. Sementara Brigif 18 sendiri di bawah kendali Divisi Infanteri 2 Kostrad.

  ★ detik  

Rabu, 25 Juni 2014

Anggota Yonif Linud 503 Gelar Latihan

kostrad-subAnggota Batalyon Infanteri Linud 503 melaksanakan UST-RU yang dilaksanakan tiga Kompi Senapan KI-A bertempat di daerah Desa Belor, KI-B bertempat di Desa Duyung, dan Ki-C di Desa Sugeng, pada Selasa-Jumat (17-20/Juni 2014) lalu sesuai dengan jadwal program latihan staf operasi Yonif Linud 503 Prajurit Mayangkara mengasah kemampuan tingkat Regu di wilayah pegunungan Kecamatan Trawas. kostrad-tengahMeskipun hujan dan panas prajurit manyangkara dengan semangat semua materi yang di berikan oleh pelatih semua dapat di atasi dan di lalui dengan medan yang cukup menatang . materi yang akan di latihkan antara lain drill kontak, Waddang jalan kaki, purpa, gap gopoh, menembak basah, dan Sermukim.

Kegiatan ini dilatihkan kurang lebih lima hari empat malam dan semua materi dapat dilaksanakan dengan baik.

(pen-kostrad/sir)

  ★ Poskota  

Rabu, 25 September 2013

KRI Makasar-590 angkut 650 Satgas Yonif Linud 503 Kostrad

KRI Makasar-590 angkut 650 Satgas Yonif Linud 503 Kostrad - Dari Pamtas RI- Republik Demokratik Timor Leste (RTDL) - Upacara penyambutan dilaksanakan di dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya hari ini, Senin (23/9).Salah satu unsur dari jajaran Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim, KRI Makasar-590 melaksanakan bantuan angkutan laut dalam rangka pergeseran pasukan (Serpas) terhadap 650 personel Satgas Yonif Linud 503/18/2 Kostrad yang telah usai melaksanakan tugas pengamanan di daerah perbatasan RI dengan Republik Demokratik Timor Leste (RTDL).

Kegiatan debarkasi material dan personel sekaligus upacara penyambutan dilaksanakan di dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya hari ini, Senin (23/9).

Upacara penyambutan dipimpin oleh Panglima Divif 2 Kostrad Mayor Jenderal TNI Agus Kriswanto serta dilaksanakan pengecekan personel dan material kepada Satgas setibanya di pangkalan setelah bertugas selama kurang lebih delapan bulan.

Hadir dalam upacara ini antara lain Komandan Guspurlaarmatim Laksmana Pertama TNI Arie Soedewo, Komandan Lantamal V Surabaya Laksamana Pertama TNI Sumadi, S.Sos, Kasgartap III Surabaya Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra serta pejabat TNI terkait.

  Lensa Indonesia 

Rabu, 19 Juni 2013

[Foto] Penerjunan Dalam Garuda Shield 2013

Penerjunan ratusan pasukan Linud Kostrad dan 82nd Airborne Brigade diatas Karawang



Diposkan oleh Kenyot10 (kaskuser)

  Kaskus  

Jumat, 17 Mei 2013

7 Hercules Terjunkan Pasukan Kostrad

lanud-subMALANG – Sejumlah 450 pasukan Kostrad dari Linud 330 Jakarta yang akan diterjunkan di Bima NTB, terpaksa harus singgah di Lanud Abd Saleh terlebih dahulu. Hal ini disebabkan oleh weather yang tidak mendukung, sehingga droping pasukan direncanakan akan dilakukan besok pagi bila cuaca daerah sasaran membaik.

Operasi penerjunan pasukan ini di dukung 7 pesawat TNI AU (5 dari Skadron Udara 31 Halim Perdanakusuma dan 2 dari Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh) Pergerakan 7 pesawat Hercules yang akan menerjunkan 450 pasukan Kostrad tersebut dalam rangka latihan Gabungan TNI 2013 yang dipusatkan di Sangata Kalimantan dan Bima NTB. Puncak Latgab TNI 2013 yang akan digelar hari Minggu (19/5) melibatkan ribuan pasukan dari matra darat, laut dan udara.

Melihat pentingnya Latihan Gabungan tersebut maka semua unsur Pimpinan TNI darat, laut, udara, tahap demi tahap latihan selalu mengikuti perkembangan yang terjadi. Seperti halnya batalnya droping 450 pasukan Kostrad dan terpaksa harus singgah di Lanud Abd Saleh tersebut, Kas Kostrad Mayor Jenderal Harri Purdianto ikut hadir pula di home basenya prajurit Bromo Valley.

Komandan Lanud Abd Saleh, Marsma TNI Gutomo, S. IP. menyambut langsung kehadiran 450 pasukan yang dipimpin oleh Mayjen Harri P. setelah beramah tamah sejenak, Kas Kostradpun langsung menuju Divisi 2 Kostrad Malang.

Sementara personil-personil yang bertugas di Posko Latgab TNI 2013 berada di Wing 2 Lanud Abd Saleh terus aktif mengikuti pergerakan pasukan dan pesawat yang terkait dengan Latihan Gabungan TNI 2013, baik yang berpusat di Sangata.

(Pentak Lanud Abd Saleh/sir)

  Poskota  

Jumat, 10 Mei 2013

Latgab 2013 : Pasukan Yonif Linud 501 Kostrad Berhasil Kuasai Tumpuan Udara Musuh Di Kalimantan

Pasukan Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud) 501 Kostrad yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan (Kogasgab) Linud TNI yang diterjunkan ke daerah sasaran berhasil menguasai dan mengambil alih sasaran strategis tumpuan udara musuh yang terletak di daerah Kaubun, Sangatta, Kalimantan Timur, Kamis (09/05). Tumpuan udara ini merupakan sasaran strategis yang sebelumnya sempat dikuasai musuh Aliansi Sonora dan Gerakan Sumpit Merdeka (GSM).

Pasukan Linud diterjunkan ke Dropping Zone musuh dengan menggunakan enam buah pesawat Herkules TNI AU, namun sebelum pasukan diterjunkan didahului dengan Serangan Udara Langsung (SUL) oleh pesawat F-16 yang melancarkan tembakan gencar terhadap kedudukan musuh, selanjutnya setelah lima menit serangan dari pesawat tempur, tepat pada pukul 06.05 Wita pasukan Linud diterjunkan kesasaran.

Setelah mendarat dan sempat terjadi kontak tembak dengan musuh kurang lebih selama 45 menit akhirnya sasaran berhasil dikuasai, selanjutnya pasukan Linud melaksanakan pengamanan dan membuat pertahanan tumpuan udara dengan melaksanakan kegiatan patrol keamanan sambil menunggu alih kodal dibawah kendali Komando Tugas Darat Gabungan (Kogasratgab) yang akan melaksanakan serangan gabungan darat yang lebih besar terhadap sasaran musuh.

Pasukan Linud yang diterjunkan berasal dari Batalyon Infanteri Linud 501/Brajayudha Kostrad, berjumlah 380 orang dibawah pimpinan Komandan Batalyon Mayor Inf Andi Kusworo, penerjunan ini merupakan tahap pertama dari dua tahap yang direncanakan, tahap selanjutnya dalam waktu beberapa hari ke depan akan diterjunkan lagi pasukan susulan yang berjumlah 140 orang untuk menambah kekuatan pasukan dalam melaksanakan pertahanan tumpuan udara terhadap sasaran yang dikuasai, melaksanakan operasi selanjutnya atas perintah.

Operasi lintas udara gabungan ini merupakan scenario latihan yang dilaksanakan Kogasgab Linud yang tergabung dalam Komando Gabungan Latgab TNI tingkat Divisi tahun 2013, serangan gabungan darat lanjutan rencananya dilaksanakan pada tanggal 15 Mei mendatang.

Turut menyaksikan jalannya Latgab dari pejabat TNI antara lain Asops Kasau Marsekal Muda TNI Bagus Purhito, Dankor Paskas Marsekal Muda TNI Amarullah,  Danrem 091/ASN Samarinda Brigjen TNI Gadang Pambudi dan Waasops Kasad Brigjen TNI G.E Supit.

  TNI AD  

Latgab 2013 : Kostrad Terjun di Langit Sangatta Kalimantan Timur

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono meninjau Operasi Amfibi pada Latihan Gabungan (Latgab) TNI Tingkat Divisi tahun 2013, di pantai Sekerat, Sangatta, Kalimantan Timur. Inilah salah satu latihan terbesar yang digelar TNI.

Jajaran prajurit Yonif Linud 501/Brajayudha melaksanakan  penerjunan dilangit Sangatta Kalimantan Timur. Sedangkan dipantai Sekerat, pendaratan Amfibi dilakukan oleh prajurit-prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Enam  buah pesawat tempur TNI AU yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Udara (Kogasgabud) melancarkan serangan udara yang kerap diberi nama Operasi Lawan Udara Ofensif (OLUO) di wilayah udara Kalimantan. Serangan udara tersebut dilakukan dengan composite strike, antara lain oleh 2 buah pesawat tempur F-16 dan Sukhoi.

Sementara itu Operasi Amfibi yang dilaksanakan pada hari H jam J yang ditandai dengan gelombang pertama mendarat dengan menembur pantai, terlebih dahulu dilaksanakan proses Bantuan Tembakan Kapal (BTK) untuk menghancurkan kedudukan musuh di pantai pendaratan yang dapat menggagalkan pelaksanaan Operasi Amfibi.

Gelombang-gelombang pendaratan mulai diluncurkan dari KRI-KRI pengangkut pasukan pendarat Amfibi. Dimulai dengan mendaratkan satu Kompi Tank Amfibi selanjutnya bergerak taktis menggempur kekuatan musuh di pantai. Gelombang 2 terdiri dari Kompi Kendaraan Pendarat Amfibi (Ranratfib) mengangkut pasukan untuk menyerang maju bersama Kompi Tank dengan Kerja Sama Infanteri Tank (KSIT) untuk menduduki sasaran-sasaran yang telah direncanakan sebelumnya.

Gelombang 3 dari unsur Ranratfib mendarat untuk membantu pasukan yang lebih dulu mendarat dan menghancurkan kedudukan musuh yang masih berada di sekitar pantai.

Sementara itu di tempat terpisah, dari udara melintas sebanyak 6 pesawat Hercules yang mengangkut ratusan personil dari Yonif Linud 501/Brajayudha untuk melaksanakan Operasi Linud dibawah Satgas Linud Brigif l-17/Kujang 1 Divif 1 Kostrad.

Operasi Linud ini merupakan bentuk operasi gabungan antara TNI-AD dan TNI AU yang dilaksanakan dengan cara diterjunkan atau didaratkan ke daerah sasaran dalam rangka merebut dan menghancurkan sasaran yang bersifat taktis dan strategis.

Selanjutnya 3 unit Helikopter pengangkut prajurit-prajurit melaksanakan lintas Heli ke sasaran yang bertujuan untuk merebut dan menduduki sasaran yang dapat mempengaruhi dan menentukan dalam pelaksanaan perebutan tumpuan pantai pada operasi amfibi.

  TNI AD  

Kamis, 14 Februari 2013

Penerjun Kostrad Dilengkapi Alat Khusus

Upaya menunjang kinerja pasukan di zona konflik, anggota Kostrad, dibekali alat terjun payung khusus. Alat itu dapat berputar 360 derajat dan dilengkapi perangkat komputer dan komunikasi jarak jauh.

Kapten Inf Agus Susanto, Kepala Pelaksana Teknis Penerangan Kostrad, mengatakan dengan alat itu, prajurit yang diterjunkan di lapangan, khususnya zona konflik, dapat efektif beropersi. “Alat ini juga diharapkan bisa meminimalisir angka kecelakaan penerjun,” ujarnya usai simulasi alat itu pada acara yang dibuka Panglima Kostrad, Letjen TNI Muhammad Munir, Selasa (13/2) siang.

Menurutnya, alat itu bakal bisa dikombinasikan dengan simulasi virtual yang membuat penerjun bisa berinteraksi dengan lingkungan yang disimulasikan komputer. “Lingkungan maya ini ditampilkan di layar komputer atau melalui tampilan stereoskopik berbentuk kacamata digital dengan mengikutsertakan tambahan informasi hasil penginderaan. Ini seperti suara melalui speaker atau HP,” jelasnya.(angga/yp)


Teks : Bintara Pelatih, Sertu Rahmat, memberi pelatihan pada prajurit Batalion Infantri Linud 330 tentang peragaan alat terjun payung terbaru.

  ● Poskota 

Kamis, 24 Januari 2013

Wakasad Cek Kesiapan Yonif Linud-503 Kostrad

Kesiapan Yonif Linud-503 u/ perbatasan RI-RDTL.
Jakarta | WAKASAD Letjen TNI Budiman mengadakan kunjungan ke Yonif Linud 503 Kostrad, Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur, Selasa(22/1). Kunjungan ini dalam rangka memeriksa kesiapan Yonif Linud-503 yang akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-Timor Leste (RDTL).

Penerangan Kostrad dalam siaran pers kepada Jurnal Nasional, Kamis (24/01) mengatakan, kedatangan Wakasad beserta rombongan disambut Danbrigif Linud-18 Kostrad Kolonel Inf Syafrizal dan Danyonif Linud-503 Kostrad Mayor Inf F. J. Silalahi.

Pada kesempatan tersebut Wakasad memeriksa kesiapan Yonif Linud-503 Kostrad, baik personel maupun materill dalam sebuah gelar pasukan. Adapun materiil yang diperiksa meliputi persenjataan, munisi, kendaraan, protap perorangan prajurit dan perlengkapan pendukung lainnya. Di sela sela kunjungan, Wakasad menyempatkan diri mendatangi dan melihat kondisi perumahan prajurit di Asrama Yonif Linud-503 Kostrad.

Turut hadir dalam kunjungan ini Asops Kasad Mayjen TNI Dedi K. Thamin, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Murdjito, Pangdivif-2 Kostrad Mayjen TNI Setyo Sularso, Waaslog Kasad Brigjen TNI Bayu Purwiyono dan sejumlah pejabat TNI-AD lainnya.

Jurnas
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...