Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juli 2026

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Laksanakan Latihan Angkut Barang

  Mendukung mobilitas logistik Helikopter Mi17V5 702 baru Skadron 31/AYC latihan angkut barang (Skadron 31/AYC)

Latihan sling load merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan awak dan alutsista untuk mendukung mobilitas logistik serta berbagai misi operasi.

Setiap prosedur dilaksanakan dengan standar keselamatan tinggi demi tercapainya keberhasilan tugas.

Skadron Udara 31/Amur Yudha Cakti (atau Skadron 31/Serbu) merupakan skadron udara dibawah kendali Pusat Penerbangan Angkatan Darat yang bermarkas di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Skadron 31/Amur Yudha Cakti selain berperan sebagai satuan penerbangan TNI Angkatan Darat dalam Operasi Militer Perang (OMP), juga berperan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

  🚁 
Skadron 31/AYC  

Rabu, 10 Juni 2026

Yonarmed 22 Latihan Incountry Training Transfer of Knowledge Trak MLRS ITBM

 Tahun 2026 (Yonarmed 22)

DDanyonarmed 22/Kesumawira, Letkol Arm Novihardi, S.E., M.H.I., memimpin acara pembukaan latihan Incountry Training Transfer of Knowledge Trak MLRS ITBM (Indonesia Tactical Ballistic Missile) secara resmi dimulai.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan kompetensi teknis, serta memperkuat pemahaman operasional dalam pengoperasian dan pemeliharaan sistem MLRS ITBM.

Melalui transfer ilmu dan pengalaman yang berkelanjutan, diharapkan seluruh peserta mampu menguasai teknologi yang ada secara optimal guna mendukung kesiapan satuan dalam menjalankan setiap tugas yang diemban.

  🚀 
 Yonarmed 22   

Sabtu, 07 Maret 2026

Kostrad Pamerkan Seragam Baru

Seragam baru Kostrad (antara)

Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) memperkenalkan seragam baru.

Dilansir ANTARA, seragam baru ditampilkan dalam perayaan HUT ke-65 Kostrad yang digelar di Markas Divisi 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).

Seragam baru yang dipakai Kostrad bercorak hijau gelap layaknya daun laurel, berbeda dengan seragam prajurit Mabes TNI yang bercorak hijau sedikit bernada coklat.

Berdasarkan siaran pers resmi Penerangan Kostrad, warna hijau daun laurel itu dipilih untuk menunjukkan kesan ketangguhan dari Kostrad.

"Prajurit Kostrad juga mengenakan PDL Kostrad terbaru dengan corak daun laurel, yang melambangkan kehormatan, ketangguhan, kemenangan, dan prestasi. Hal tersebut menjadi simbol semangat baru dalam meningkatkan profesionalisme prajurit serta memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa demi mendukung pembangunan nasional," seperti dikutip siaran pers tersebut.

Dengan kehadiran seragam baru tersebut, diharapkan pasukan Kostrad semakin semangat dalam menjalankan tugas memperkuat pertahanan negara. Upacara HUT ke-65 Kostrad.

Dalam upacara perayaan HUT Kostrad Ke-65, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto hadir sebagai pembina upacara, memimpin 1.500 pasukan dalam lapangan upacara.

Upacara itu juga dihadiri beberapa pejabat diantaranya kepala staf TNI AD, AU, panglima Komando Pasukan Khusus, Panglima Korps Marinir dan Panglima Korpasgat.

Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan unjuk keahlian bela diri pasukan. Kostrad menampilkan kemampuan prajurit di bidang silat militer, bela diri menggunakan toya hingga aksi debus.

Tidak hanya itu, Kostrad juga menunjukkan kemampuan bela diri prajurit wanita melalui simulasi perkelahian satu melawan lima musuh.

Kegiatan dilanjutkan dengan ajang defile pasukan Kostrad dari lima Satuan Tingkat Batalyon (STY) dengan total pasukan sebanyak 1.500 orang.

  💂 
Kompas  

Kamis, 19 Februari 2026

PT E-System Solutions Indonesia Memilih MD Helicopters

MD Helikopter (PT ESS)

PT E-System Solutions Indonesia Memilih MD Helicopters untuk Program Penelitian dan Pengembangannya, yang menggabungkan helikopter berawak dengan sistem tanpa awak untuk mengembangkan solusi spesifik untuk Manned Unmanned Teaming (MUM-T).

PT E System Solutions akan membeli armada hingga 14 helikopter MD-530F, di mana dua helikopter dialokasikan untuk pengujian penerbangan dan pengembangan, dan 12 unit lainnya akan digunakan untuk menyediakan Ekosistem Pelatihan Lanjutan yang menggabungkan drone dan platform tanpa awak.

  ESS  

Sabtu, 07 Februari 2026

BRIN Kawal Riset Tank Ringan Nasional melalui Kolaborasi Industri

 🤝 Hingga tahap sertifikasi BRIN riset tank ringan nasional (BRIN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional melalui pengembangan riset kendaraan tempur tank ringan. Riset ini dikawal secara komprehensif hingga tahap kesiapan dan sertifikasi, serta dilaksanakan melalui skema kolaborasi dengan mitra industri.

Perkembangan riset tersebut disampaikan dalam rangkaian International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA) 2026 yang digelar di Hotel Trembesi BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Lukman Shalahuddin, menjelaskan bahwa riset kendaraan tempur tank ringan merupakan bagian dari prioritas riset strategis industri pertahanan.

BRIN mengawal pengembangan kendaraan ini hingga mencapai tahapan sertifikasi. Masih terdapat sejumlah tantangan teknis, sehingga kami memastikan kendaraan benar-benar siap sebelum dinyatakan ready,” ujar Lukman pada Selasa (3/2).

Menurutnya, tahap awal riset difokuskan pada optimasi kinerja kendaraan, meliputi desain dan struktur bodi, pemilihan material, serta sistem penggerak. Pengembangan ini ditujukan untuk memastikan kendaraan mampu beroperasi secara andal dalam berbagai kondisi ekstrem.

P8 Light Tank (SSE)

Lukman menambahkan, cakupan riset ke depan akan diperluas tidak hanya pada kendaraan tempur tank ringan, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai varian kendaraan taktis lainnya. Setelah fase optimasi tank ringan, pengembangan akan dilanjutkan pada varian seperti Armoured Personnel Carrier (APC) yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional militer, termasuk evakuasi dan dukungan medis.

Skema kolaborasi riset ini dirancang melibatkan tiga pihak, yakni BRIN, TNI Angkatan Darat, dan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE). Saat ini, kerja sama antara BRIN dan PT SSE telah berjalan, sementara penjajakan kolaborasi dengan TNI AD masih berlangsung dan ditargetkan terealisasi dalam tahun ini, imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager PT SSE, Mardjuki, menyampaikan apresiasi terhadap peran BRIN sebagai mitra riset strategis. Menurutnya, BRIN memberikan dukungan keilmuan yang signifikan, mulai dari pengembangan mesin hingga struktur kendaraan.

Kolaborasi dengan BRIN memberikan kontribusi penting dalam memastikan aspek teknis kendaraan dikembangkan secara ilmiah dan terukur. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke pengembangan kendaraan lainnya,” ujar Mardjuki.

Melalui kolaborasi riset ini, BRIN menegaskan komitmennya dalam menjembatani riset dan kebutuhan industri, sekaligus mendorong lahirnya inovasi teknologi pertahanan yang siap diimplementasikan dan berdaya saing nasional. (aj/ed:ugi)

  ♞  BRIN  

Rabu, 31 Desember 2025

Pangkohanudnas Terima Paparan Hasil Pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense bagi Personel TNI AD

  Di Belarusia (Kohanudnas)

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono P., S.I.P. menerima paparan hasil pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training bagi personel TNI AD yang dilaksanakan di Belarusia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025), sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan modernisasi kemampuan satuan pertahanan udara TNI AD.

Dalam paparan disampaikan bahwa sistem pertahanan udara BUK merupakan salah satu unsur strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.

Personel yang telah mengikuti pelatihan internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan satuan Arhanud, khususnya dalam aspek taktik penggelaran, integrasi sistem radar peringatan dini, serta penerapan prosedur komando dan pengendalian tingkat batalyon dalam menghadapi spektrum ancaman udara modern.

Pangkohanudnas menegaskan bahwa hasil pelatihan ini harus ditindaklanjuti secara nyata melalui penguatan doktrin, prosedur, dan kesiapan satuan di lapangan.

Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari Belarusia dinilai memberikan nilai tambah dalam pengembangan kemampuan pertahanan udara nasional. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Kohanudnas Mayjen TNI Trias Wijanarko, S.I.P., M.H.I. beserta para pejabat utama Kohanudnas.

  🚀 
Kohanudnas  

Minggu, 30 November 2025

Alutsista TNI Dikerahkan untuk Tangani Bencana Sumatra

 🚑 Kerahkan 21.707 Personel dan Beragam Alutsista TNI AU kerahkan beberapa pesawat (Dispenau)

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mengerahkan kekuatan penuh lintas matra untuk mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, banjir lahar dingin, dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 24 November 2025.

Operasi ini melibatkan alutsista (alat utama sistem senjata) udara, laut, dan darat secara terpadu.

  Peran TNI Angkatan Darat (TNI AD)  
Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) langsung mengerahkan dua unit helikopter heavy-lift dan medium-lift dari Skadron 21/Angkut Berat dan Skadron 11/Serbu:

⍟ Helikopter Mi-17 V5
Kapasitas angkut hingga 4 ton atau 30 personel, dilengkapi winch untuk evakuasi korban di medan sulit.

⍟ Helikopter Bell 412 EP
Lebih lincah untuk pendaratan di area terbatas, kapasitas 13 personel plus peralatan medis.

Kedua helikopter ini diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, menuju Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada 28 November 2025 pagi.

Dari Pekanbaru, helikopter tersebut langsung terbang ke titik-titik krisis di Aceh (Bireuen, Aceh Utara, Pidie), Sumatera Utara (Karo, Dairi, Toba), dan Sumatera Barat (Tanah Datar, Agam, Padang Panjang).

Tugas utama:

▷ Distribusi logistik darurat (makanan, obat-obatan, selimut, tenda keluarga)
▷ Evakuasi udara warga dari desa-desa terisolir
▷ Pengangkutan material tower listrik darurat PLN bersama helikopter Super Puma TNI AU

  Peran TNI Angkatan Laut (TNI AL)  
Koarmada I dan II mengerahkan unsur laut dan udara secara bersamaan:

Kapal perang
KRI Teluk Bintuni-520 dan KRI Teluk Lada-521 (kapal angkut tank kelas Teluk Bintuni) dikerahkan ke perairan barat Sumatera untuk mengakses wilayah pesisir dan muara sungai yang terendam banjir. Kapal ini membawa truk, alat berat, dan perahu karet untuk penyaluran bantuan ke daerah yang tidak bisa dijangkau jalur darat.

Helikopter angkut dan serbu TNI AL
Helikopter AS565 Panther dan EC725 Caracal dari Skadron Udara 200 Wing Udara 1 Puspenerbal dikerahkan untuk evakuasi medis dan pengiriman bantuan ke dataran tinggi yang terisolir akibat longsor.

Tim medis dan penyelamatan
Batalyon Kesehatan Marinir dan Detasemen Jalamangkara (Denjaka) diturunkan ke Padang, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan (Sumbar) serta wilayah Danau Toba (Sumut) untuk penanganan korban luka berat dan pencarian korban hilang di aliran sungai.

Kehadiran alutsista TNI secara terpadu telah berhasil:

💥 Mengevakuasi lebih dari 2.800 warga dari daerah terisolir dalam 48 jam terakhir

💥 Mendistribusikan 48 ton bantuan logistik

💥 Membantu PLN mengangkut 3 dari 7 tower emergency ke lokasi kritis di Aceh

Operasi gabungan TNI, Basarnas, BNPB, Polri, dan relawan ini akan terus berlangsung hingga status tanggap darurat dicabut. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan karena BMKG masih memprakirakan hujan ekstrem hingga 5 Desember 2025.

  👷 
Garuda TV  

Senin, 22 September 2025

Rudal Balistik Pertama Indonesia di Kaltim

Indonesia kini menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki sistem rudal balistik modern yang biasanya hanya dimiliki kekuatan militer besar di luar kawasan Rudal Khan Turkiye (Roketsan)

TNI Angkatan Darat (AD) untuk pertama kalinya secara terbuka mengungkap keberadaan rudal balistik taktis KHAN buatan Turkiye yang telah didatangkan ke Indonesia.

Konfirmasi resmi ini menegaskan laporan CNA Indonesia pada 12 Agustus 2025 lalu mengenai sistem rudal jarak pendek produksi Roketsan yang terlihat di Kalimantan Timur dan disebut berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di Asia Tenggara.

Sistem rudal KHAN pertama kali diketahui publik ketika penghobi militer menemukan keberadaannya di Mako Raipur A Yonarmed 18 Buritkang (Yonarmed 18) di Tenggarong, Kalimantan Timur.

Temuan itu kini dipastikan kebenarannya oleh TNI AD, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki sistem rudal balistik modern yang biasanya hanya dimiliki kekuatan militer besar di luar kawasan.

  Konfirmasi TNI AD 
Asisten Logistik (Aslog) KSAD Mayjen TNI Adisura Firdaus Tarigan menjelaskan rudal dengan jangkauan hingga 280 kilometer itu sudah dikerahkan di Batalion Artileri Medan 18 di bawah Komando Kodam VI/Mulawarman.

Sebenarnya ada, sudah dikirim ke Kalimantan Timur Roket KHAN ITBM-600, itu ada di Kalimantan Timur, baru tiba juga satu baterai. Di sini kita tidak bisa hadirkan, merujuknya ke pameran TNI AD Fair 2025 di Monas, Jakarta Pusat,” kata Adisura saat ditemui di Silang Monas, Sabtu (20/9), dikutip dari Kompas.com.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menambahkan bahwa pengiriman rudal KHAN yang datang ke Indonesia baru batch pertama dan masih dalam tahap proses.

Memang sudah ada pengiriman, saya yakin teman-teman juga sudah tahu. Sudah ada pengiriman dan sudah ada deploy di Batalion Artileri Medan 18 yang ada di Kalimantan Timur. Kenapa tidak dikirim ke sini? Karena itu masih berproses,” ungkap Wahyu.

Menurutnya, rudal KHAN belum diserahterimakan kepada TNI AD. Penyerahan resmi direncanakan pada awal 2026, bersamaan dengan kedatangan gelombang kedua.

Nanti kalau sudah diserahterimakan, bisa totally operational deploy ke TNI AD,” kata Wahyu seperti dilansir Tempo.

Wahyu tidak merinci jumlah pasti rudal yang diterima, namun menegaskan batch pertama setara kekuatan satu batalion.

Batch pertama itu kekuatan sesuai dengan satu kekuatan batalion. Batalion itu kan ada satu baterai markas dan empat baterai operasional. Satu kekuatan satu batalion, empat baterai,” ujarnya.

  Alasan di Kalimantan Timur 
TNI AD menjabarkan penempatan rudal KHAN di Kalimantan Timur didasari pertimbangan strategis.

Wilayah tersebut dinilai mampu menjangkau seluruh Tanah Air dan menjaga konsep pertahanan lima pulau besar yang menjadi doktrin nasional.

Dipertimbangkan pada konsep pertahanan, yaitu bisa menjangkau seluruh wilayah Tanah Air,” urai Wahyu.

Ia menambahkan, jarak jangkau rudal dari Kaltim memungkinkan Indonesia menjaga perbatasan sekaligus memperkuat gelar pertahanan nasional.

Kita bisa menjaga perbatasan karena pada prinsipnya kita menganut politik bebas dan aktif. Artinya, kita bersahabat dengan semua negara, dengan semua bangsa, tapi kita juga harus siap setiap saat untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang jelas tujuannya adalah memperkuat gelar sistem pertahanan Indonesia,” tegasnya.

Rudal KHAN yang dikerahkan Indonesia memiliki jarak tembak hingga 280 kilometer. Bobotnya sekitar 2.500 kilogram dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi seberat 470 kilogram. Sistem pemandu menggunakan teknologi inersia yang didukung GNSS, sementara kendali dilakukan dengan aktuasi elektromekanis dan kontrol aerodinamis.

Rudal ini dapat diluncurkan dari Sistem Senjata KHAN buatan Roketsan maupun platform lain yang kompatibel dengan antarmuka integrasi. Roketsan mengklaim KHAN tahan segala cuaca dan medan, cepat dipersiapkan, serta memiliki akurasi tinggi.

Dalam pertempuran, rudal ini digunakan untuk menghancurkan artileri, sistem pertahanan udara, radar, konsentrasi pasukan, fasilitas logistik, dan target prioritas musuh lainnya.

Menurut Defence Security Asia, jangkauan rudal KHAN memungkinkan serangan hingga ke perairan sengketa, memperluas cakupan pertahanan sekaligus memberi dampak geopolitik signifikan.

Indonesia telah memesan rudal KHAN sejak 2022. Wakil General Manager Roketsan, Murat Kurtulus, saat itu menyebut Indonesia sebagai negara pertama di luar Turki yang membeli sistem tersebut.

  🚀 
CNA  

Kamis, 18 September 2025

TNI AD Ingin Drone Turkiye

 Bisa Dipakai Bawa Logistik dan Bantuan Warga Salah satu drone atau pesawat nirawak yang diujicoba di Mabesad. (IDM/Ricardo Ronald)

TNI Angkatan Darat (AD) tengah menjajaki penggunaan drone produksi Turki untuk mendukung operasi militer, khususnya dalam pengiriman logistik bagi pasukannya maupun untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Jadi, sedang dijajaki bagaimana kita melaksanakan hubungan operasional berkaitan dengan dropping logistik untuk pasukan maupun untuk membantu masyarakat, menggunakan drone," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana, ditemui di Gedung Mabes AD, Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Hal itu disampaikan Brigjen Wahyu usai ditanya soal kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau pabrik Baykar, perusahaan industri pertahanan Turkiye yang dikenal sebagai produsen drone tempur Bayraktar, akhir Juli lalu.

Menurut Wahyu, penggunaan drone tidak hanya terbatas untuk operasi militer, tetapi juga dapat membantu masyarakat di wilayah terpencil.

Kalau yang berkaitan dengan drone, untuk support logistik, untuk memastikan kegiatan surveillance, atau untuk membantu masyarakat membawa berbagai material yang dibutuhkan di tempat-tempat terpencil," ujarnya.

Adapun terkait operator drone, Wahyu menyebut seluruh satuan operasional TNI AD berpotensi mengoperasikan teknologi tersebut, dengan catatan harus melalui pelatihan khusus.

Drone itu pada prinsipnya semua satuan operasional kan bisa, ya. Karena drone itu nanti operatornya tentu dilaksanakan pelatihan-pelatihan khusus sehingga tidak pada satu badan pelaksanaan tertentu," tutur Wahyu.

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana berpose sesaat setelah diwawancara Kompas.com dalam program Brigade di Markas Besar TNI AD, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2025).

"Tapi kalau sudah masuk kepada yang fungsinya lebih tinggi lagi, lebih besar lagi, itu ada di penerbangan TNI AD," tambahnya.

Terkait kerja sama dengan produsen drone dari Turkiye, Wahyu menegaskan bahwa TNI AD masih dalam tahap penjajakan.

Wahyu menambahkan, pemilihan produsen drone akan mempertimbangkan pengalaman operasional serta penggunaan teknologi tersebut oleh negara lain di kawasan maupun dunia.

  KSAD kunjungi pabrik drone tempur Turkiye 
Diberitakan sebelumnya, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau pabrik Baykar, perusahaan industri pertahanan Turkiye yang dikenal sebagai produsen drone tempur Bayraktar, saat kunjungan kerja ke Turkiye, Jumat (25/7/2025).

Salah satu fokus utama dalam kunjungan ini adalah menjajaki peluang alih teknologi dan pengembangan bersama pesawat tempur nirawak (Unmanned Combat Aerial Vehicle/UCAV).

Kunjungan ke pabrik Baykar menjadi langkah awal menuju kerja sama strategis antara kedua negara di bidang pengembangan sistem tempur nirawak, yang kian menjadi pilar penting dalam operasi militer modern.

Kementerian Pertahanan Turkiye telah menjadi mitra penting dalam transformasi pertahanan Indonesia, termasuk melalui kerja sama industri pertahanan dan alih teknologi," kata KSAD dalam keterangannya, Senin (28/7/2025).

Selain ke Baykar, KSAD juga menghadiri pameran industri pertahanan internasional IDEF ke-17 di Istanbul.

 
Kompas  

Selasa, 16 September 2025

GMF Selesaikan Perawatan Helikopter Bell 412 ke-4 Penerbad

  Siap maintenance empat unit lainnyaHelikopter Bell 412 Penerbad (Jetphotos/Fahmun)

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) melalui lini bisnis Defense Industry berhasil menyelesaikan pekerjaan perawatan Helikopter Bell 412 dengan kode registrasi HA-5230. Pekerjaan yang meliputi perawatan 5.000 Flight Hours / 5 Years Inspection ini diselesaikan tepat waktu sesuai Turnaround Time (TAT) yang disepakati, yakni 186 hari. Helikopter tersebut secara resmi diserahkan GMF kepada Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad) di Markas Pusat Penerbangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mako Puspenerbad) dan diterima langsung oleh Komandan Puspenerbad (Danpuspenerbad), Mayor Jenderal TNI Zainuddin.

Penyelesaian helikopter ke-4 ini merupakan bagian dari kontrak perawatan total 8 unit helikopter Bell 412 milik TNI AD. Setelah empat unit pertama berhasil dituntaskan, GMF akan melanjutkan pengerjaan pada empat unit tersisa, dimulai dengan dua unit pada September 2025 dan disusul unit lainnya secara bertahap.

Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terus terjalin antara GMF dan TNI AD. “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Puspenerbad kepada GMF dalam mendukung kesiapan operasional alutsista nasional. Dengan pengalaman dan kapasitas yang mumpuni dalam menangani helikopter Bell 412, kami optimis dapat memberikan hasil perawatan sesuai standar tertinggi untuk penyelesaian empat unit selanjutnya. GMF berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pemeliharaan terbaik, tidak hanya untuk memastikan keselamatan dan keandalan armada, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian ekosistem pertahanan Indonesia,” ungkap Andi.

  Tentang 5.000 Flight Hours / 5 Years Inspection
Perawatan 5.000 Flight Hours / 5 Years Inspection merupakan perawatan besar (heavy maintenance) yang wajib dilakukan pada helikopter Bell 412 setiap mencapai 5.000 jam terbang atau 5 tahun, mana yang tercapai lebih dahulu. Tujuan perawatan ini adalah memastikan seluruh sistem dan komponen dalam kondisi aman (safe) dan laik terbang (airworthy).

Ruang lingkup pekerjaan yang GMF kerjakan meliputi pemeriksaan airframe melalui visual inspection, corrosion prevention, dan NDT; overhaul pada komponen utama termasuk power train, rotors, power plant, dan flight control; perawatan pada electrical dan avionics; serta proses rotor track and balancing. Selain itu dilakukan pula weight and balance, servicing, dan operational check pada setiap sistem untuk memastikan kelayakan terbang helikopter.

Dengan keberhasilan penyelesaian perawatan ini, GMF kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pertahanan Indonesia melalui layanan pemeliharaan pesawat yang andal, profesional, dan berstandar internasional. Keberhasilan ini juga membuktikan kapabilitas GMF sebagai MRO terintegrasi yang mampu memenuhi kebutuhan di berbagai sektor, mulai dari defense, general aviation, hingga industrial solutions.
 

 
GMF  

Minggu, 07 September 2025

Yonkav 8/NSW & Kikav 8/KSC Sukses Laksanakan Latihan Menembak Senjata

MBT Leopard 2A4 (Div 2 Kostrad)

D
alam rangka membina kemampuan tempur sekaligus menguji keandalan Alutsista Kavaleri, Yonkav 8/NSW & Kikav 8/KSC/2 Kostrad sukses berpartisipasi dalam Latihan Manuver Menembak Senjata Ranpur Terintegrasi Sektor Timur yang digelar di Daerah Latihan PLP 5 Marinir Baluran, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Latihan ini merupakan program dari Pussenkav yang bertujuan memastikan kesiapan tempur satuan Kavaleri dalam menghadapi berbagai skenario pertempuran modern.

Kegiatan melibatkan tiga satuan jajaran Korps Kavaleri wilayah Jawa Timur, yaitu Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, Kikav 3/TSC/Dam V/BRW, dan Kikav 8/KSC/2 Kostrad, dengan pengerahan berbagai kendaraan tempur andalan: Ranpur Leopard 2A4 120 mm, Ranpur Tarantula 90 mm, Ranpur Badak 90 mm, Ranpur Panhard 12,7 mm, serta Ranpur APR 7,6 mm.

Dankikav 8, Kapten Kav Andri Rusdiansyah, S.S.T. Han., M.A.P., menyampaikan rasa bangga atas dedikasi dan profesionalisme prajuritnya.

Latihan ini bukan sekadar uji kemampuan menembak, tetapi juga pembuktian kesiapan tempur dan soliditas prajurit Kavaleri. Profesionalisme harus selalu menjadi landasan dalam setiap latihan,” tegasnya.

Moment latihan semakin istimewa dengan kehadiran Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., yang turut melaksanakan penembakan satu butir munisi Tank Leopard 2A4 Kaliber 120 mm.

Usai penembakan, dilaksanakan prosesi penyematan Brevet Kehormatan Menembak Kanon Yudha Bramasta Wiratama oleh Wadanpussenkav, Brigjen TNI Rayen Obersyl, disertai penyerahan Sertifikat Kehormatan.

 
Div 2 Kostrad  

Kamis, 04 September 2025

Poltekad Ujicoba Mortir Latih Kaliber 81mm

(Poltekad)

Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) kembali menunjukkan inovasi di bidang alutsista dengan melaksanakan uji coba mortir latih kaliber 81 mm.

Pengujian ini berlangsung di Lapangan Tembak Bedali, Lawang, dan dipimpin langsung oleh Mayor Arh M. Ali, S.T. beserta tim Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (Litbanghan).

Uji coba ini menggunakan sistem pre-charge pneumatic system, sebuah teknologi baru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan saat latihan menembak.

Mortir latih ini rencananya akan digunakan di berbagai satuan jajaran infanteri dan lembaga pendidikan di seluruh Angkatan Darat, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam mengoperasikan mortir tanpa harus menggunakan amunisi tajam.

Mayor Arh M. Ali, S.T. menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan latihan menembak mortir menjadi lebih realistis, namun dengan biaya yang jauh lebih rendah dan risiko yang minimal. "Teknologi ini dirancang agar latihan menembak bisa dilakukan secara aman dan efektif," ujarnya.

Hasil dari uji coba ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dan implementasi mortir latih ini di seluruh kesatuan Angkatan Darat.

  💣 
Poltekad  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...