Tampilkan postingan dengan label BUMS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2026

Delegasi Dislitbangau Kunjungi Industri Pertahanan PT TAG

  Di Bandung Rombongan Dislitbangau lakukan kunjungan kerja ke PT Tiara Angkasa Gandiva (TAG) di Bandung Barat (Dislitbangau)

Guna memperkuat kemandirian Alpalhankam matra udara, Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Kadislitbangau), Marsma TNI Rachmadi Anggoro, S.E., M.Sc., M.S.S. beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke PT Tiara Angkasa Gandiva (TAG) Bandung Barat, Selasa (1/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kolaborasi strategis dalam rangka penelitian dan pengembangan material mandiri guna memperkuat alpalhankam matra udara.

PT Tiara Angkasa Gandiva merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri pertahanan dan dirgantara. Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia suku cadang komponen pesawat terbang, produk militer seperti parasut, serta mitra dalam pengembangan amunisi dan bom pertahanan bersama TNI Angkatan Udara.

Dalam kunjungan tersebut, Kadislitbangau meninjau langsung proses fabrikasi di lini produksi PT TAG. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan standar quality control telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, pertemuan juga membahas kelanjutan integrasi teknologi persenjataan yang sedang dikembangkan.

Pembahasan ini menjadi langkah awal sebelum memasuki tahap uji coba operasional di lapangan.“Kolaborasi dengan industri dalam negeri seperti PT TAG merupakan wujud nyata dukungan terhadap program kemandirian alutsista. Sebagai contoh, pada pengembangan teknologi Smoke Generating System (SGS) pesawat KT 1B Woong Bee hasil karya kolaborasi antara Dislitbangau dan PT TAG pada demo udara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di atas Istana Merdeka yang sangat memukau. Kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Kadislitbangau.

Turut hadir dalam pendampingan, Kasubdis Aero, Kolonel Tek Mohammad Arief, Kasubdis Palsus Kolonel Kal Abidin Abubakar, S.T., dan Perwira Peneliti Bidang Power Plant, Kolonel Tek Gembira Siringoringo, S.T., M.Si. beserta beberapa perwira engineering Dislitbangau.

Pada kesempatan tersebut Kadislitbangau memberikan Sertifikat Penghargaan kepada Presiden Direktur Ibu Tatiana atas keberhasilan kegiatan pengembangan teknologi Smoke Generating System (SGS) dan Smoke Oli System (SOS) sebagai bukti tertulis dan pengakuan resmi atas prestasi, jasa, dedikasi dan kontribusi dalam penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi pertahanan yang inovatif guna mendukung tugas pokok TNI AU.

Dislitbangau berkomitmen untuk terus mendorong dan mendukung industri pertahanan nasional melalui kegiatan penelitian dan pengembangan. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan TNI Angkatan Udara dapat memiliki alutsista yang andal, mandiri, dan mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang. (R&D)

 👷 
Dislitbanangau  

Minggu, 30 Agustus 2026

Kapal Pengawas PSDKP 61 Meter Mulai Dibangun

  Di Galangan PT Bandar Abadi, Batam Pelaksanaan Keel Laying di Galangan PT Bandar Abadi, Tanjung Uncang, Batam (Kodaeral IV)

Komitmen pemerintah dalam memperkuat sarana pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan terus diwujudkan melalui pembangunan kapal pengawas PSDKP sepanjang 61 meter. Pembangunan kapal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Keel Laying di Galangan PT Bandar Abadi, Tanjung Uncang, Batam, Kamis 27 Agustus 2026.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksdya TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan Ashaf hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Asisten Logistik Komandan Kodaeral IV Kolonel Laut (T) Herry Yunaldi, S.T., M.Tr.Hanla, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat kapasitas pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia.

Keel Laying merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan kapal karena menandai dimulainya konstruksi badan kapal. Tahapan ini menjadi tonggak awal sebelum kapal memasuki proses pembangunan lanjutan hingga nantinya siap digunakan untuk mendukung kegiatan operasional pengawasan di laut.

Kapal pengawas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan PSDKP dalam memantau aktivitas di wilayah perairan Indonesia, khususnya dalam mencegah dan menindak berbagai bentuk pelanggaran di sektor kelautan dan perikanan. Kehadiran kapal dengan kemampuan operasional yang lebih memadai juga dapat mendukung pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak sesuai ketentuan.

Penguatan armada pengawasan menjadi semakin penting mengingat Indonesia memiliki wilayah laut yang luas serta berada di posisi strategis pada jalur pelayaran internasional. Kondisi tersebut menghadirkan peluang besar bagi sektor kelautan sekaligus membutuhkan sistem pengawasan yang kuat untuk melindungi sumber daya laut dan memastikan aktivitas di perairan berlangsung sesuai aturan.

Kehadiran Kodaeral IV dalam kegiatan tersebut turut menunjukkan pentingnya sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan unsur pertahanan dan keamanan dalam menjaga keamanan serta ketertiban di laut. Kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam menghadapi beragam tantangan maritim, mulai dari pelanggaran perikanan hingga aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan kepentingan nasional.

Pembangunan kapal pengawas PSDKP di Batam sekaligus memperkuat peran industri galangan kapal nasional dalam mendukung kebutuhan sarana dan prasarana maritim. Dengan bertambahnya kapasitas armada pengawasan, pemerintah diharapkan semakin optimal dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan, sekaligus memperkuat keamanan serta kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan.

  👷 
 RRI  

Sabtu, 29 Agustus 2026

Indonesia Resmi Akuisisi Cakir dan Sistem Rudal Lain dari Turki

Hubungan Turki-Indonesia saat ini telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi98REfk8fkH0al7ymdIvmybcn1PQAaN2m5mVeY-EvPzRSsFSFCbXJtN3Ety7Ws2JftsNyUaxX88yGBCJwZxVpthuV0V29QYJl1JWXHiJLxsNqDdf3e9hc01WaQHkpnBh2KC2pXJ5Xa72sERlfTi3n9K7T2dw7_rGMHikU7OcSk9XMmYe7RQu9J9jR3n07A/s587/Cakir.jpgRudal permukaan ke permukaan Cakir (infographic Roketsan) 

Indonesia telah resmi mengakuisisi rudal Cakir dan sistem rudal lainnya dari Turki. Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, mengumumkan, negaranya telah mengakuisisi rudal Cakir produksi Roketsan. Ke depannya, basis produksi bersama direncanakan akan didirikan antara Roketsan dan perusahaan Indonesia.

"Kami telah membeli rudal Cakir dan beberapa rudal lainnya," kata Rizal di Ankara dikutip Jumat (28/8/2026).

Dilaporkan Havahaber, menurut Rizal, pengadaan sistem rudal tidak terbatas pada pembelian produk, tetapi mewakili tahap yang lebih dalam dalam kerja sama industri pertahanan antara kedua negara. Dia menyatakan, Indonesia sangat mempercayai kemampuan teknologi Turki di industri pertahanan.

Rizal pun mengumumkan, usaha patungan telah didirikan antara Roketsan dan sebuah perusahaan Indonesia. "Bahwa basis produksi untuk roket dan rudal direncanakan akan didirikan di Indonesia dalam lingkup ini," katanya.

Menurut Rizal, langkah itu sekaligus menggeser kerja sama dari pengadaan ke produksi bersama dan berbagi teknologi. Dia menilai, hubungan antara kedua negara telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah. Bagi Rizal, perkembangan tersebut sebagai indikasi kerja sama strategis yang luas, tidak hanya di industri pertahanan.

Dikutip dari Ssbulten, Rizal melanjutkan, Indonesia juga telah menunjukkan minat pada proyek pesawat tempur udara KAAN dan drone Kizilelma. Indonesia bermaksud menjadi salah satu negara pertama yang berkomitmen untuk pengadaan sistem tersebut.

Perkembangan itu menunjukkan permintaan internasional terhadap produk industri pertahanan Turki dan kapasitas produksi bersama. Memperdalam kerja sama dengan Indonesia menciptakan pasar baru dan peluang kerja sama jangka panjang untuk ekspor industri pertahanan Turki.

"Saya dapat mengatakan bahwa hubungan Turki-Indonesia saat ini telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah," jelas Rizal.

  Republika 

Sabtu, 22 Agustus 2026

Kemhan Tinjau Harwat Ranpur Marinir

♞  Pastikan ranpur PT 76M berjalan lancar PT 76 Marinir (Ist)

Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan mendampingi Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kabaharwathan Kemhan RI) Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, S.T., M.Tr.Opsla., IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., ASEAN Eng., meninjau perbaikan Kendaraan Tempur (Ranpur) Korps Marinir TNI AL jenis Tank PT-76 M di PT Lumindo Artha Sejati, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/08/2026).

Kegiatan diawali dengan paparan oleh Project Manager PT Lumindo Artha Sejati, Arif Mei Subiyanto, S.T., yang memaparkan berbagai hal terkait pelaksanaan pengerjaan serta perkembangan perbaikan Ranpur Tank PT-76 M. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kabaharwathan Kemhan RI, peninjauan perbaikan Ranpur, penyerahan cenderamata dan plakat, penulisan kesan dan pesan, serta diakhiri dengan foto bersama.

Dalam sambutannya, Kabaharwathan Kemhan RI menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melihat secara langsung kemampuan, kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, metode kerja, serta kualitas pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan (harwat) Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

Dalam pembinaan harwat Alpalhankam, kita tidak hanya dituntut untuk menjaga kondisi materiel agar tetap laik digunakan, tetapi juga harus mampu memastikan bahwa setiap proses harwat dilaksanakan secara terencana, terukur, memenuhi standar teknis, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kemhan mendorong agar industri pertahanan nasional tidak hanya menjadi pelaksana pengadaan dan pemasangan suku cadang, tetapi juga secara bertahap mampu membangun kemandirian harwat Alpalhankam nasional, sehingga ketergantungan terhadap dukungan dari luar negeri dapat dikurangi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aslog Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Efhardian, M.Tr.Opsla., Kapusrenharwat Alpalhan Laksma TNI Saepudin Hidayat, S.E., M.Tr.Hanla., Kadisharmat Kormar Kolonel Marinir Ukik Ari Nursanto, M.Tr.Hanla., M.M., Kabid Alpalhan Matra Udara Kolonel Tek Suparman, S.T., M.Tr.(Han)., dan Kabid Sarhan Matra Udara Kolonel Tum Achmad Fauzi, S.T., M.Eng. (Benta)


  ♞  Bernasindo  

Kamis, 20 Agustus 2026

[Video] Membangun Air Power dari Balik Hanggar

  MRO Hercules dan Kemandirian Industri Dirgantara IndonesiaGMF AeroAsia menyerahkan satu unit C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026). Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130H secara lokal. (GMF)

Kekuatan udara tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak atau seberapa canggih pesawat yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan untuk menjaga setiap platform tetap siap terbang dan beroperasi.

Dalam episode Defense Talk kali ini, kami berbincang bersama Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), Andi Fahrurrozi, mengenai peran strategis Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dalam mendukung kesiapan TNI Angkatan Udara sekaligus membangun kemandirian industri dirgantara nasional.

Diskusi mengulas pelaksanaan MRO pesawat C-130 Hercules TNI AU di GMF, mulai dari tantangan teknis, kesiapan SDM dan fasilitas, standar kelaikudaraan, alih teknologi, hingga upaya meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Lebih jauh, pembahasan juga melihat bagaimana kolaborasi antara GMF, TNI AU, PT Dirgantara Indonesia, pemerintah, dan industri nasional dapat membangun ekosistem MRO pertahanan yang semakin kuat.

 Lalu, mampukah Indonesia melangkah lebih jauh?

Episode ini turut membahas peluang menjadikan Indonesia sebagai regional hub MRO Hercules, pengembangan fasilitas MRO di Kertajati, hingga bagaimana GMF mempersiapkan kemampuan untuk menangani berbagai platform militer baru yang akan memperkuat TNI AU dalam beberapa dekade mendatang.

Karena pada akhirnya, kekuatan udara tidak hanya dibangun di landasan pacu, tetapi juga dari balik hanggar.

 Berikut video liputan IDefense Magz ::
 


  ✈️   Youtube  

Selasa, 18 Agustus 2026

[Video] Drone Anak Bangsa Untuk Pertahanan Negara

 ⍜  Puluhan drone lokal tampil dalam Expo di Jakarta Ilustrasi drone serbu otomatis digunakan Pasmar (PasMar1)

Puluhan produsen drone lokal tampil di Indonesia Drone Expo 2026 di Kemayoran, Jakarta.

Dari data Kementrian Perindustrian menunjukan produksi drone lokal berpotensi ekonomi yang tinggi

 Berikut video liputan CNN :



 
   Youtube    

Sabtu, 15 Agustus 2026

Kemhan Tandatangani Pengembangan Rantis Fortes H.V.9.0

Bersama PT. Elang Sukses Mardika (RALIKA group)Rantis Fortes H.V 9.0.(Ralika)

Kabatekhan hadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan kendaraan taktis Fortes H.V 9.0.

Rantis Fortes H.V 9.0 adalah kendaraan taktis (rantis) militer terbaru buatan PT Elang Sukses Mardika (Ralika group).

Prosesi penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh pihak Batekhan Kemhan bersama jajaran Direksi PT. ESM selaku mitra industri pertahaanan dalam negeri.

Langkah taktis ini diharapkan dapat mengakselerasi kesiapan teknologi serta modernisasi alutsista TNI, sekaligus mempromosikan industri pertahanan nasional menjadi lebih kompetitif di kancah global.

   Batekhan  

Jumat, 14 Agustus 2026

Frogs Kenalkani Drone Cleaning dan Militer di Indonesia

   Drone domestik Drone senjata Teknologi Drone Cleaning dan Militer. (Foto/ Dok SindoNews)

Teknologi drone di Indonesia terus berkembang untuk kebutuhan yang semakin beragam. Tak lagi sebatas dokumentasi udara, drone kini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari industri, pertanian, surveillance, pemetaan, hingga pertahanan.

Perkembangan tersebut turut terlihat di Indonesia Drone Expo 2026 yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta.

Frogs Indonesia membawa sejumlah produk drone, di antaranya drone cleaning terbaru dan lini drone militer yang menjadi sorotan.

Salah satu produk yang diperkenalkan Frogs Indonesia adalah Nakula Series, drone yang dikembangkan untuk kebutuhan industrial cleaning dan pemeliharaan aset.

Kehadirannya menunjukkan bagaimana teknologi UAV mulai diarahkan untuk membantu pekerjaan yang memiliki tantangan akses, termasuk pembersihan area gedung dan fasad.

Nakula Series membawa sistem pembersihan dengan kemampuan pompa hingga 10 liter per menit.

Drone ini juga dilengkapi sejumlah sensor, termasuk LiDAR 360° dan terrain radar, yang mendukung kebutuhan penerbangan ketika beroperasi di sekitar objek dan permukaan bangunan.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari tren pemanfaatan drone untuk pekerjaan industri.

Jika sebelumnya drone banyak digunakan untuk mengambil gambar atau memperoleh data dari udara, kini fungsinya semakin berkembang menjadi perangkat yang dapat membantu menjalankan pekerjaan tertentu di lapangan.

Rahman, Chief Technology Frogs Indonesia yang membidangi riset, pengembangan, dan desain produk, menjelaskan bahwa pengembangan Nakula Series turut mengacu pada teknologi drone cleaning yang telah diterapkan di berbagai negara.

Teknologi drone cleaning sebenarnya sudah mulai diterapkan di beberapa negara. Kami melihat teknologi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia, terutama dari sisi desain, sistem cleaning, serta kondisi operasional di lapangan,” jelas Rahman, Selasa (11/08/2026).

Selain drone cleaning, Frogs Indonesia menampilkan lini drone militer yang terdiri dari mortar dropper, kamikaze drone, dan interceptor drone.

Masing-masing dikembangkan dengan fungsi yang berbeda dalam kebutuhan pertahanan.

Mortar dropper dirancang untuk membawa dan melepaskan muatan mortar dari udara.

Sementara Kamikaze drone merupakan drone yang dirancang untuk membawa muatan dalam misi serangan terhadap sasaran tertentu.

Adapun interceptor drone dikembangkan untuk menghadapi ancaman drone lain.

Konsep ini berkaitan dengan teknologi Counter-UAS (C-UAS) yang semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan drone dalam berbagai kebutuhan operasional.

Kehadiran lini drone militer Frogs Indonesia turut menarik perhatian pengunjung di Indonesia Drone Expo 2026.

Sejumlah pengunjung datang untuk melihat lebih dekat dan menanyakan fungsi serta pengembangan dari mortar dropper, kamikaze drone, hingga interceptor drone yang ditampilkan.

Dalam gelaran Indonesia Drone Expo 2026, Selasa (11/08/2026), CEO Frogs Indonesia, Adhitya Chandra, mengatakan bahwa pengembangan berbagai produk drone tersebut merupakan bagian dari upaya Frogs Indonesia untuk terus memperluas pemanfaatan teknologi UAV sesuai kebutuhan di lapangan.

Kami ingin teknologi drone yang dikembangkan Frogs Indonesia tidak berhenti pada kemampuan terbang, tetapi memiliki fungsi yang benar-benar dapat menjawab kebutuhan di lapangan. Termasuk di sektor pertahanan, kami melihat ada peluang besar untuk terus mengembangkan teknologi UAV yang dapat mendukung kebutuhan nasional,” ujar Adhitya.

Pengembangan drone militer ini juga menjadi bagian dari langkah Frogs Indonesia untuk terus menghadirkan teknologi UAV bagi kebutuhan pertahanan.

Ke depan, Frogs Indonesia berharap pengembangan tersebut dapat ikut mendukung penguatan teknologi pertahanan dalam negeri.

Selain drone cleaning dan lini drone militer, Frogs Indonesia turut membawa sejumlah produk lainnya, di antaranya Sekar Agri untuk sektor pertanian serta Palapa S1 untuk kebutuhan surveillance dan pemetaan.

Indonesia Drone Expo 2026 merupakan ajang industri yang berfokus pada perkembangan teknologi drone dan Unmanned Aerial Systems (UAS).

IDE menjadi wadah bagi perusahaan untuk menampilkan produk dan use case, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku industri untuk melihat solusi teknologi dan peluang baru dalam pemanfaatan drone.

Pada penyelenggaraan 2026 ini, IDE mengusung tema “Unleashing the Power of Intelligent Aerial Systems”. Tema tersebut menggambarkan dorongan terhadap pemanfaatan sistem udara cerdas yang semakin luas, termasuk untuk kebutuhan industri, pertanian, logistik, hingga pertahanan.

Kehadiran Frogs Indonesia di IDE 2026 memperlihatkan bagaimana teknologi drone terus berkembang mengikuti kebutuhan di lapangan. Dari drone cleaning, pertahanan, hingga pertanian dan pemetaan, setiap produk membawa fungsi yang berbeda untuk kebutuhan yang semakin beragam. (wbs)

 
sindonews  

Kamis, 06 Agustus 2026

TNI AD Latihan Integrasi Terjun Bekal di Dabo Singkep

  Terjunkan UTV Fin Komodo produk Cimahi Yonbekang 5/ARY persiapkan UTV Fin Komodo dalam latihan terintergrasi TNI di Kepri (Dispenad)

Yonbekang 5/ARY dalam latihan gabungan TNI menerjunkan UTV (Utility Terain Vehicle) Fin Komodo produk dalam negeri di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta kesiapan personel Yonbekang 5/ARY dalam melaksanakan operasi Aerial Delivery (Terjun Bekal) sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian latihan mulai dari tahap persiapan, pengepakan, pengiriman, penerjunan bekal, hingga pengumpulan dan evaluasi dapat terlaksana sesuai rencana.

Komandan Yonbekang 5/ARY, Letkol Cba Rizki Marhandi, S.H., turut terjun langsung dalam kegiatan latihan tersebut sebagai bentuk kepemimpinan di lapangan. Beliau memberikan arahan, pengawasan, serta motivasi kepada seluruh personel sehingga setiap tahapan latihan dapat dilaksanakan secara efektif, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi selama pelaksanaan latihan, kegiatan Latihan Integrasi Terjun Bekal Yonbekang 5/ARY berjalan dengan aman, tertib dan lancar tanpa adanya kecelakaan, kerugian personel maupun materiil, serta tidak ditemukan kejadian menonjol yang dapat menghambat jalannya latihan.

Seluruh sasaran latihan berhasil dicapai dengan baik sehingga tujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam penyelenggaraan operasi terjun bekal dapat terwujud secara optima.

  🛺  TNI AD  

Sabtu, 11 Juli 2026

Kemhan Kunker ke Galangan Kapal Nasional

Meninjau perkembangan bridge kapal KRI BPD 322 frigate pertama PAL (Ditjen Pothan)

Direkktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., melaksanakan kunjungan kerja ke PT Teknik Tadakara Sumber Karya (TTS) dan galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, dalam rangka meninjau progres daripada pembangunan Kapal Frigate Merah Putih TNI-AL yang merupakan salah satu program strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Laksda TNI Sri Yanto, S.T., menegaskan pentingnya implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mekanisme self assessment sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional.

Setiap alutsista yang berhasil diselesaikan dan diserahkan kepada pengguna akan menjadi bagian dari realisasi pembangunan kekuatan pertahanan Republik Indonesia.

Melalui sinergi pemerintah dan industri pertahanan, pembangunan Frigate Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian teknologi, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mendukung terwujudnya postur pertahanan Indonesia yang tangguh.

  📝  Ditjen Pothan  

Selasa, 07 Juli 2026

Prabowo dan PM Modi Saksikan Kontrak Pembelian Rudal Brahmos

 Juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal AAM antara Bharat Dynamics dan Republikorp Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026) (antara)

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyaksikan kontrak penandantangan pembelian rudal Brahmos di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Kontrak itu diteken antara Brahmos Aerospace dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

Selain itu, juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal udara ke udara antara Bharat Dynamics Limited dan Republikorp.

Presiden RI Prabowo menjelaskan, kedua pihak sepakat semakin memperkuat kemitraan melalui peningkatan intenstitas kunjungan tingkat tinggi.

"Koordinasi lebih erat melalui konsultasi bilateral dan penguatan kerja sama antarlembaga, termasuk lembaga think tank dan parliamentary friendship group yang baru dibentuk," kata Prabowo.

Sementara PM Modi menjelaskan, kerja sama angkasa antara India dan Indonesia akan membawa manfaat besar bagi kedua negara. "Kita juga akan kerja sama meningkatkan teknologi dan kapasitas," kata Modi.

Dia juga menyampaikan, India dan Indonesia menjalin kemitraan baru terkait baja dan tanah jarang. "Kami juga sangat senang sistem pembayaran di India akan diimplementasikan di Indonesia. Ini akan semakin memudahkan pembayaran," ujar Modi.

Sebelumnya, iring-iringan kendaraan PM Modi memasuki halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat sekitar pukul 10.23 WIB. Dia dikawal 17 motoris dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan 120 pasukan berkuda.

Presiden Prabowo yang telah berada di Serambi Barat Istana Merdeka lalu menyambut langsung ketibaan PM Modi setelah turun dari kendaraan yang ditumpanginya. Kedua pemimpin negara saling bersalaman dan berpelukan lalu menuju beranda Istana Merdeka.

Upacara penyambutan diawali dengan dikumandangkan lagu kebangsaan kedua negara, yaitu lagu kebangsaan India dan dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya". Setelah itu, Prabowo memperkenalkan delegasi dari Indonesia yang turut mendampinginya.

Di antaranya, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Prabowo kemudian mempersilakan PM Modi memasuki Ruang Kredensial untuk melakukan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Selanjutnya, keduanya melangsungkan pertemuan empat mata di ruang kerja RI 1, dilanjutkan pertemuan bilateral, jamuan kenegaraan di Istana Negara, serta ditutup dengan pernyataan bersama.

  🚀 
Republika  

Jumat, 03 Juli 2026

Konstruksi Lokal Pertama Scorpène Evolved Akan Dimulai Bulan Ini di Indonesia

  👷 🤝 Dengan menggandeng perusahaan lokal PT PAL kerjasama dengan perusahaan lokal dalam membangun kapal selam di Surabaya ( Naval News)

P ada tanggal 2 Juli, PT PAL Indonesia dan Naval Group menyelenggarakan tur pers ke fasilitas konstruksi dan pemeliharaan kapal selam PT PAL di Surabaya, Jawa Timur, untuk memamerkan persiapan dimulainya pembangunan dua kapal selam Scorpène Evolved untuk Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) di bawah program Scorpène Republik Indonesia (SRI).

Kunjungan tersebut menyoroti kemajuan yang telah dicapai kedua perusahaan dalam hal infrastruktur, pelatihan tenaga kerja, dan kesiapan produksi seiring Indonesia semakin mendekati pembangunan kapal selam rancangan Prancis tersebut di dalam negeri.

Direktur Program Naval Group SRI, Vincent Vimont, mengungkapkan bahwa pemotongan baja pertama untuk kapal selam Scorpène utama akan dilakukan bulan ini, dengan pengujian dan uji coba laut dijadwalkan antara tahun 2030 dan 2032 sebelum pengiriman pada tahun 2032.

Pembangunan kapal selam kedua dijadwalkan dimulai pada tahun 2027, diikuti oleh pengujian dan uji coba laut antara tahun 2031 dan 2033, dengan pengiriman direncanakan pada tahun 2033.

Seperti yang dilaporkan Naval News sebelumnya pada tahun 2024, PT PAL akan membangun kedua kapal selam tersebut secara paralel, dengan jeda satu tahun di antaranya. PT PAL juga menyatakan bahwa jadwal tersebut dapat dipercepat jika pembangunan berjalan lancar.

Kedua perusahaan tersebut mengatakan proyek ini akan menciptakan sekitar 2.250 lapangan kerja, termasuk peran dalam layanan pendukung dan pemeliharaan pasca-pengiriman. Mereka menambahkan bahwa pesanan lebih lanjut untuk kapal selam Scorpène akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja lagi.

Selain itu, Naval Group mengatakan timnya dalam program di Indonesia mencakup personel yang sebelumnya mendukung produksi lokal Scorpène di India dan Brasil, sehingga Indonesia dapat mengambil manfaat dari pelajaran yang diperoleh dari kedua negara tersebut.

Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL, Agus Rifai, ruang produksi yang dimiliki perusahaan saat ini dapat mendukung pembangunan atau pemeliharaan (MRO) hingga empat kapal selam Scorpène secara bersamaan.

Ia menambahkan bahwa PT PAL juga akan menggunakan peralatan, fasilitas, dan pengalaman dari program kapal selam Tipe-209 sebelumnya untuk proyek Scorpène.

 Teknologi, Sensor dan Senjata

Naval Group mengatakan kapal selam tersebut akan dilengkapi teknologi peredaman akustik yang serupa dengan yang digunakan pada kapal selam rudal balistik nuklir (SSBN) Prancis.

Desainnya juga akan mencakup sistem tempur SUBTICS, sensor akustik dan non-akustik yang terintegrasi penuh, rangkaian sonar yang disempurnakan dengan susunan planar, dan pemrosesan sinyal tingkat lanjut.

Dengan konfigurasi baterai lithium-ion penuh, kapal selam ini akan memiliki daya tahan misi hingga 80 hari.

Kapal selam tersebut akan mampu membawa muatan campuran hingga 18 torpedo kelas berat dan rudal SM39 Exocet. Menanggapi pertanyaan dari Naval News, Naval Group mengkonfirmasi bahwa Scorpène Evolved akan mampu menembakkan rudal Exocet generasi berikutnya yang diluncurkan dari kapal selam, yaitu SM40, yang saat ini sedang dikembangkan oleh MBDA.

Selain itu, selama tur pers, terungkap bahwa Angkatan Laut Indonesia bergabung dengan Scorpène Club pada tahun 2025, menjadi anggota terbaru bersama Brasil, Chili, India, dan Malaysia.

 Potensi Ekspor dan Kerjasama

Direktur Program PT PAL RDI, Laksamana Madya (Purn.) Wiranto, yang pernah bertugas di kapal selam kelas Whiskey dan Tipe-209 Angkatan Laut Indonesia, mengatakan bahwa proyek Scorpène Evolved merupakan bagian dari Fase II Program Penguasaan Teknologi Kapal Selam Nasional Indonesia, yang bertujuan untuk memungkinkan negara ini merancang, membangun, dan akhirnya mengekspor kapal selam buatan dalam negerinya sendiri antara tahun 2042 dan 2050.

PT PAL dan Naval Group mengungkapkan bahwa mereka telah membahas kemungkinan menggunakan Indonesia sebagai lokasi produksi bersama untuk kapal selam Scorpène yang dipesan oleh negara lain, serta sebagai pusat pekerjaan MRO (
Maintenance, Repair, and Overhaul) pada armada Scorpène angkatan laut negara lain.

Namun, menanggapi pertanyaan Naval News , Naval Group mengatakan bahwa kerja sama tersebut memerlukan perjanjian formal baru, karena kontrak saat ini tidak memberikan hak kepada Indonesia untuk memasarkan atau menjual Scorpène ke negara ketiga.

Perwakilan PT PAL dan Naval Group mengatakan bahwa mereka sedang menjajaki kerja sama yang lebih luas di luar program Scorpène, karena Naval Group juga telah menawarkan produk lain, termasuk transfer teknologi terkait sistem senjata seperti rudal dan torpedo.

Mengenai kemungkinan Indonesia memesan kapal selam Scorpène Evolved tambahan, kedua perusahaan tersebut mengkonfirmasi bahwa negosiasi masih berlangsung. (*)


   👷  Naval News   

Kamis, 02 Juli 2026

PT PAL Segera Bangun Kapal Selam Kelas Scorpene

  👷 🤝 Pemotongan Baja Pertama di Akhir Juli  Ilustrasi kapal selam Scorpene (Naval Group)

PT PAL Indonesia bersiap membangun dua kapal selam serbu kelas Scorpene untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia.

Proyek Kapal Selam Scorpene merupakan kerja sama antara PT PAL dengan perusahaan pertahanan asal Prancis, Naval Group. Proses konstruksi kapal selam serang itu akan dimulai akhir bulan ini, yang ditandai dengan proses pemotongan baja pertama (first steel cutting) yang dilakukan di bengkel PHPL PT PAL Indonesia di Surabaya.

Berbeda dengan kapal selam yang dimiliki Indonesia sebelumnya, kapal selam Scorpene memiliki keunggulan di bidang operasi. Kapal tersebut dilengkapi teknologi baterai Lithium-Ion (LiB) penuh.

Baterai jenis baru ini memungkinkan Scorpene memiliki jarak dan ketahanan menyelam yang lebih lama, yakni hingga 80 hari. Scorpene juga mampu menyelam hingga kedalaman 400 meter.

Dalam misinya, kapal selam Scorpene membawa total 18 persenjataan, meliputi kombinasi torpedo kelas berat dan rudal anti-kapal SM39.

Project Director kapal selam kelas Scorpene Laksda TNI (Purn) Wiranto mengatakan, proyek ini akan menjadi penanda kemajuan kemandirian industri pertahanan dalam negeri, khususnya dalam kemampuan SDM dan infrastruktur pendukung dalam membangun kapal selam sendiri.

PT PAL juga telah membangun kapal selam KRI Alugoro-405 pada 2019 lalu, yang bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan.

Pembangunan kapal selam sebelumnya kami masih tahap joint section. Tapi untuk kapal Scorpene ini, PT PAL sudah masuk tahap joint production,” kata Wiranto. Artinya proses pembuatan kapal selam dilakukan mulai dari awal hingga akhir di dalam negeri.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa menjabarkan proyek dua kapal selam ini menjadi pembuktian kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Sebelum memulai proyek di Surabaya, PT PAL telah mengirimkan sebanyak 42 teknisi terbaiknya ke Naval Group di Prancis untuk pelatihan. Dari sana tim teknisi Indonesia mendapat pujian karena berhasil meraih predikat zero weld defect atau hasil pengelasan sempurna tanpa cacat.

Prestasi ini sangat krusial mengingat kerumitan sistem pipa dan keterbatasan ruang pada kapal selam modern. Selain itu, puluhan teknisi asal Prancis akan didatangkan ke Surabaya untuk mendampingi proses manufaktur guna memastikan transfer teknologi berjalan.

Proyek ini bukan sekadar hubungan kerja sama bisnis antara PT PAL dan Naval Group. Tapi juga langkah untuk meningkatkan hubungan kedua negara antara Indonesia dan Prancis,” papar Diana.

Diana menambahkan, proyek pembangunan dua kapal selam Scorpene ini akan dilakukan secara paralel. Unit pertama akan rampung pada 2032, sementara unit kedua akan selesai pada 2033.(*)


   👷  Harian Disway   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...