Sabtu, 06 Mei 2023

20 WNI Korban Perdagangan Manusia Dievakuasi dari Myanmar

 ⌾ Menuju ThailandIlustrasi WNI korban online scam yang dipulangkan dari Kamboja. (Foto/dok.SINDOnews)

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan 20 Warga Negara Indonesia (WNI) korban perdagangan manusia secara online sudah dievakuasi dari wilayah konflik di Myawaddy, Myanmar.

Pembebasan ini didukung KBRI Yangon dan KBRI Bangkok yang memanfaatkan akses jejaring lokal ke wilayah Myawaddy.

Kemlu dalam keterangan resminya, Sabtu (6/5), menjelaskan para WNI telah berhasil dibawa ke perbatasan Thailand dalam dua gelombang, yaitu sebanyak empat orang pada 5 Mei dan 16 orang pada 6 Mei.

Semua WNI bakal dibawa ke Bangkok untuk dipulangkan ke Indonesia. KBRI Bangkok akan berkoordinasi dengan otoritas Thailand untuk perizinan repatriasi ke Indonesia.

Polri sebelumnya mengatakan empat WNI bisa dipulangkan lantaran perusahaan yang mempekerjakan mereka bersedia melepaskan lantaran tak mau berurusan hukum. Sementara pemulangan WNI lainnya sedang dalam tahap negosiasi dengan perusahaan yang mempekerjakan.

Para WNI ini diduga terkena modus janji pekerjaan di Myanmar, mereka disekap, disiksa, diperbudak dan terancam diperjualbelikan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kasus perdagangan manusia di Asia Tenggara semakin luas. Indonesia dalam tiga tahun terakhir dikatakan sudah menyelesaikan 1.841 kasus online scam yang menjadi masalah regional.

Korban dari Indonesia tercatat ada di Myanmar, Kamboja, Thailand, Vietnam, Laos dan Filipina. (fea)

  ⌾ CNN  

4 WNI Terlibat Penyekapan 1.090 Orang untuk Lakukan Online Scam di Filipina

 ⌾ Polisi Filipina selamatkan 1.090 orang dari berbagai negara Asia yang disekap untuk melakukan online scam. Ada 4 WNI yang terlibat dalam kasus ini. (Foto/REUTERS)

Kepolisian Filipina telah menyelamatkan 1.090 orang dari beberapa negara Asia yang diperdagangkan ke negara itu. Mereka selama ini disekap dan dipaksa melakukan penipuan online atau online scam.

Ada 12 tersangka yang ditangkap dalam kasus ini, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI).

Kewaspadaan internasional telah berkembang dalam beberapa bulan terakhir atas penipuan online yang sering dikelola oleh korban perdagangan manusia yang ditipu atau dipaksa untuk mempromosikan investasi kripto palsu.

Michelle Sabino, juru bicara kelompok anti-kejahatan siber kepolisian nasional Filipina, mengatakan petugas menggerebek sekelompok bangunan pada Kamis di kota Mabalacat sekitar 90 kilometer utara Manila.

Sebanyak 1.090 orang yang telah direkrut untuk menjalankan penipuan online telah diselamatkan.

Sabino mengatakan para korban dipaksa untuk menargetkan orang-orang yang tidak menaruh curiga di Amerika Serikat, Eropa dan Kanada.

Paspor mereka disita dan mereka dipaksa bekerja hingga 18 jam sehari, dengan pemotongan gaji karena berinteraksi dengan rekan kerja atau mengambil istirahat panjang.

Anda seperti tahanan tanpa sel. Anda bahkan tidak diizinkan berbicara dengan teman sekamar Anda,” kata Sabino kepada AFP, Sabtu (6/5/2023).

Mereka tidak diizinkan keluar dari batas gerbang. Setelah 18 jam bekerja, mereka dibawa ke asrama.”

Para korban sebagian besar adalah warga negara China, Vietnam, Filipina, dan Indonesia.

Pihak berwenang juga menyelamatkan orang-orang dari Malaysia, Thailand, Taiwan, Myanmar, Hong Kong, dan Nepal.

Sabino mengatakan para pekerja dilatih untuk membujuk orang asing agar membeli cryptocurrency atau menyetor uang ke rekening bank palsu setelah menjalin hubungan romantis palsu.

Mereka akan membangun janji masa depan yang baik bersama. Ayo beli rumah, beli mobil, mari investasikan uang atau mari berbisnis bersama,” ujarnya.

Setidaknya 12 tersangka pemimpin skema penipuan telah ditangkap dan akan didakwa dengan perdagangan manusia. Menurut Sabino, mereka termasuk tujuh warga negara China, empat warga Indonesia dan satu warga Malaysia.

Sabino juga mengatakan operasi polisi itu merupakan hasil permohonan duta besar Indonesia di Manila untuk membantu menemukan warga negara Indonesia yang tertekan.

Bulan lalu, senator Filipina Risa Hontiveros memperingatkan bahwa "pusat panggilan penipuan" beroperasi di Filipina dan mempekerjakan orang asing yang diperdagangkan ke negara tersebut. (mas)

 1.138 WNI Korban Online Scam dari Kamboja Telah Dipulangkan ke Indonesia
WNI korban online scam yang dipulangkan dari Kamboja. Menlu Retno Marsudi mengatakan Indonesia akan mengangkat isu online scam di KTT ASEAN. (Foto/dok.SINDOnews)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) selalu menjadi prioritas pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Salah satu buktinya pemulangan korban perdagangan manusia dalam bermodus online scam.

"Untuk Kamboja saya langsung terjun dan melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak dengan otoritas di Kamboja. 1.138 WNI berhasil dipulangkan korban perdagangan manusia dari online scam di Kamboja," kata Menlu dalam press briefing di kantor Kemlu, Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Lebih lanjut dia mengatakan ada sebanyak 1 841 kasus WNI yang terkena kasus online scam. "Dari jumlah ini besarnya magnitude dari perdagangan manusia di bidang online scam ini," katanya.

Dari jumlah tersebut pihaknyanya turut membantu dalam memfasilitasi shelter, pendampingan, konseling psikologis sampai repratriasi kembali ke Indonesia.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kasus online scam sudah menjadi maslah regional kawasan dengan korban berasal dari berbagai negara. Misalnya untuk Indonesia banyak di Myanmar, kamboja Thailand dan, Laos dan Filipina.

"Korban perdagangan manusia semakin marak di Asia tenggara. Indonesia sebagai ketua Sean berusaha mengangkat isu ini dalam KTT ke-42 ASEAN nanti," tuturnya. (muh)

  ⌾ sindonews  

KBRI Manila Evakuasi 143 WNI Korban Online Scam

 ⌾ Diinisiasi otoritas Filipina bersama perwakilan negara asing di ManilaWNI Korban Perusahaan Online Scam di Kamboja (detik)

Kedutaan Besar RI di Manila, Filipina, mengevakuasi 143 warga negara Indonesia (WNI) korban online scam atau penipuan daring.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan evakuasi itu dilakukan dalam operasi penyelamatan yang diinisiasi otoritas penegak hukum Filipina bersama perwakilan negara asing di Manila, termasuk KBRI.

"Korban WNI yang berhasil diselamatkan berjumlah 143 orang," kata Retno dalam Press Briefing di Kemlu RI, Jumat (5/5).

Retno menjelaskan operasi tersebut tak cuma menyelamatkan para WNI saja, tetapi juga warga negara asing lain. Total ada 1.048 orang dari 10 negara yang dievakuasi dalam operasi itu.

Retno berujar KBRI Manila saat ini melakukan pendataan dan akan memfasilitasi repatriasi atau kepulangan para korban ke Indonesia.

"Sekali lagi angka dan apa yang sampaikan mengenai operasi di Manila ini menunjukkan besarnya magnitude dari tindakan kriminal perdagangan manusia yang korbannya adalah warga negara ASEAN," tutur Retno.

Terpisah, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan 143 WNI itu dalam kondisi yang aman.

Meski begitu, Judha belum mengetahui kapan para WNI akan dipulangkan ke RI. Sebab, pihaknya masih menunggu proses internal termasuk proses hukum oleh otoritas Filipina.

"Saat ini 143 WNI kita dalam kondisi yang aman. Tinggal menunggu waktu karena tentu ada proses internal dari sisi Filipina terkait dengan pendataan dan juga proses hukumnya, dan ketika sudah selesai kita akan fasilitasi repatriasinya ke Indonesia," ucap Judha.

Saat ditanya kemungkinan perekrut WNI di Filipina itu sama dengan perekrut WNI di Myanmar, Judha mengaku belum bisa menjawab.

Dia mengatakan Kemlu akan menunggu hasil penyelidikan dari Bareskrim Polri yang kini mengusut perekrut WNI di Myanmar, serta penyelidikan dari kepolisian Filipina.

"Kita tunggu hasil penyelidikan dari Polri [dan] tentu [dari] kerja sama dengan polisi yang ada di Filipina. Kita akan coba dalami apakah mereka berasal dari perusahaan yang sama dan apakah perekrutnya juga berasal dari perusahaan yang sama," ucapnya.

Sebelum ini, 20 WNI juga diduga terkena modus janji pekerjaan di Myanmar hingga akhirnya disekap, disiksa, diperbudak, dan terancam diperjualbelikan.

Dugaan tersebut mencuat usai video yang diunggah akun instagram @bebaskankami viral. Video itu memperlihatkan sekumpulan orang yang dinarasikan sebagai WNI terjebak di Myanmar.

Dalam narasinya, para WNI itu disebut dipaksa bekerja sebagai scammer. Mereka juga disiksa dan disekap selama berada di sana.

Pihak keluarga korban penyekapan di Myanmar saat ini telah melapor ke Bareskrim Polri untuk menjerat para pelaku perekrutan. Laporan itu diterima dan teregister dengan nomor LP/B/82/V/2023/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 2 Mei 2023.

Dalam laporan tersebut, P dan A diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sebagaimana dalam Pasal 4 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2007.

Sementara itu, Kemlu bersama KBRI Yangon dan Bangkok menegaskan telah melayangkan nota diplomatik kepada Kemlu Myanmar mengenai penyekapan para WNI tersebut. Kemlu juga mendesak otoritas Myanmar untuk mengambil langkah efektif guna menyelamatkan para WNI. (blq/has)

  ⌾ CNN  

Indonesia Akan Menerima Kapal Pengawas Orca 05

 Hibah dari Jepang 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEcEXmMSEre-CuYLKUlRrhSFAGlQt3NTLi4vXiaRZDNTqku1nuuBPbJxOXTBsT0eUIjbQ5CsIMNEE20Zv7-vfqZbCqHicpbamOs8g86Ag-r0-58Tj4VMT458YeFTFLc6fB3B8iYKDQ_p-fw46TJCTWC6BSwOLK9cuJ5ZpHpOS_4uwkROl0yuP5fSsXQg/s1080/Orca_5_NWIAEvfNn.jpgKapal Orca 05 hibah dari Jepang [KKP]

D
ari laman KKP, diberitakan Indonesia akan mendapatkan kapal patroli/pengawas dari Jepang.

Menteri Trenggono @saktitrenggono melepas tim awak kapal pengawas KKP yang akan bertugas ke Jepang dalam rangka penjemputan Kapal Pengawas Orca 05, hibah dari Pemerintah Jepang.

Kapal Pengawas Orca 05 tentunya akan berperan penting dalam meningkatkan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

Selama di Jepang, awak kapal pengawas akan menjalani familirisasi dan pembekalan selama 3 pekan sebelum membawa kapal tersebut ke Indonesia.

  ★
Garuda Militer  

Jumat, 05 Mei 2023

[Global] Singapore Shares MRCV Design Details

⚓️ Singapore's new Multi Role Combat Vessel is designed to be a 'mothership' for various types of uncrewed systems, the navy has revealed. Saab Kockums and Odense Maritime Technology (will provide the basic design by the end of 2023 with ST Engineering picking up detail work in 2024. (Image: MINDEF)

The Republic of Singapore Navy (RSN) has lifted the curtains on its Multi Role Combat Vessel (MRCV) design, sharing that it will be the first of its kind to be an ‘unmanned systems mothership’.

It has engaged Saab Kockums and Odense Maritime Technology (OMT) to provide the basic design by the end of 2023, before ST Engineering dives into detail in work 2024 as well as the construction phase.

The MRCV will replace six Victory-class missile corvettes, with the first vessel due for 2028 delivery.

The Defence Science and Technology Agency (DSTA) remains the project manager and system integrator.

OMT is part of the team that presented the design for the Type 31 frigate, and is also responsible for the Danish Navy’s Iver Huitfeldt-class frigates, both between 5,700 and 6,600t.

This Initial rendering shows the MRCV with two stern ramps to deploy and retrieve large RHIB-sized craft. (Photo: MINDEF)

While the project remains to be in the design stage, Maj James Lim of the MRCV project office told Shephard the MRCV will be ‘a little larger’ than the frigates, which are 3,200t, and need to be stable enough to operate multiple uncrewed systems.

An Initial rendering also shows the MRCV with two stern ramps to deploy and retrieve large RHIB-sized craft.

The RSN has also already selected the OEMs for the self-defence suites (Thales, MBDA and Leonardo), without providing specifics.

Based on the RSN’s past requirements it is likely that the ship will be equipped with Leonardo’s 76mm main gun, 12.7mm Hitrole remote weapon systems, MBDA's Mica-VL or even the Aster-15/30 anti-aircraft missile, and a new Thales multi-function radar, likely the APAR or Sea Fire systems.

Lim said offensive weapons are still ‘a work in progress’ and the RSN is also deliberating whether the hosted uncrewed systems will possess ‘response capabilities’.

He added that the RSN could not design type-specific platforms and instead will focus on modular vessels that are flexible and can react to current and future maritime threats, while at the same time solving Singapore’s future manpower shortages.

 ⚓️ 
Shepard Media  

Hensoldt Wins Contract for Integration of LYNCEA CMS on Indonesia Navy Pulau Rengat Class

 According to a PR published by Hensoldt on May 4, 2023, as part of the modernization of the Indonesian Navy’s Minehunters (Pulau Rengat class), HENSOLDT Nexeya France has been awarded a multi-million Euro contract from the Indonesian shipyard integrator NOAHTU.Pulau Rengat class minehunters. (kripulaurengat-711))

The contract involves integrating the LYNCEA Combat Management System (CMS) and installing new sensors and equipment, such as the HENSOLDT UK Integrated Navigation Bridge System (INBS).

The goal is to modernize the Indonesian Navy's fleet and equip its two minehunters with the latest technologies in terms of underwater detection, intervention, and maritime monitoring.

The LYNCEA CMS will enable the ship's crews to inspect, detect, and neutralize mines in underwater areas through the integration of sensors and Autonomous Underwater Vehicles (AUV) systems, as well as the analysis and processing of this data.

The comprehensive "retrofit" solution will include the installation of the INBS, which will be connected to the CMS through a new integrated tactical interface module.

This will enable the CMS and INBS to exchange and merge navigation and mission information in real-time, providing an operational and tactical advantage to the vessels.

The project involves integrating a range of sensors, including SharpEye MK11 and MK7 radars, LTR 400 IFF transponder, and Tactical Data Link, as well as sonar and unmanned underwater vehicles dedicated to mine hunting.

HENSOLDT Nexeya France will be in charge of ship integration, validation (HAT), and sea trials (SAT) of the multi-console CMS connected to the navigation equipment and sensors.

HENSOLDT has been collaborating with the Indonesian Forces since 2017 and has delivered the ARGOSIA Airborne Mission System on several aircraft for maritime surveillance.

This new project reinforces HENSOLDT's position as a leading supplier of mission systems (MMS) and CMS for maritime and coastal surveillance in Southeast Asia.
 

  ⚓ Navy Recognition  

Kamis, 04 Mei 2023

20 WNI Disekap di Wilayah Pemberontak Myanmar

Upaya Pembebasan SulitSebanyak 20 WNI disekap di Myawaddy, wilayah yang disebut dikuasai pemberontak Myanmar. Kemlu RI dan keluarga korban mengakui upaya pembebasan sulit dilakukan. (Istockphoto/Nito100)

Sebanyak 20 warga negara Indonesia (WNI) disekap di Myawaddy, wilayah yang disebut dikuasai pemberontak di Myanmar. Upaya pembebasan pun sulit dilakukan.

Rosa, saudara salah satu korban penyekapan bernama Novi, mengatakan bahwa kerabatnya sampai saat ini masih menanti upaya penyelamatan.

Menurutnya, Novi merupakan korban tindakan pidana perdagangan orang (TPPO) dan sudah disekap di Myawaddy sejak 23 April lalu. Novi disekap karena tak mau menjadi penipu atau scammer.

Novi diduga dipaksa oleh perusahaan tempatnya bekerja untuk menjadi scammer. Ia diminta melakukan sejumlah modus penipuan untuk menjaring para korbannya berinvestasi bodong.

Karena enggan menipu serta tak kunjung menghasilkan uang bagi perusahaan, Novi menjadi target penyiksaan. Karena terus membangkang, Novi disekap dan diancam dijual ke perusahaan lain.

"Maka Novi dan teman-temannya ini melakukan perlawanan dengan cara mogok kerja. Mulailah penyekapan itu sejak mereka mogok kerja ini," kata Rosa kepada CNNIndonesia.com, Rabu (3/5).

Rosa lantas meminta bantuan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar RI (KBRI) Yangon, dan KBRI Bangkok untuk menyelamatkan Novi dan para WNI lain.

Namun, pemerintah RI kesulitan menyelamatkan para korban lantaran berada di zona merah konflik. Rosa menuturkan bukan cuma RI, pemerintah Myanmar sekalipun tak bisa menjangkau wilayah tersebut.

"Karena daerah itu adalah daerah konflik, di mana itu adalah zona merah yang terjadi perang saudara dan daerah itu dikuasai oleh pemberontak, jadi otoritas resmi Myanmar saat ini enggak bisa masuk ke situ. Mereka aja berperang di daerah situ," ujarnya.

Berdasarkan laporan media Myanmar, The Irrawaddy, saat ini sejumlah kawasan di Myawaddy memang dikuasai kelompok pemberontak. Namun, tak diketahui pasti pihak mana yang berkuasa di lokasi WNI disekap.

Melihat upaya diplomatik yang dilakukan pemerintah Indonesia terhambat, Rosa pun mencoba berbagai cara lain, salah satunya menghubungi lembaga pemerhati kasus online scam.

"Salah satunya saya menghubungi organisasi internasional, namanya Global Anti-Scam Organization (GASO). Karena GASO ini udah beberapa kali kan [berhasil] mengeluarkan orang dari sana," ucap Rosa.

Menurut Rosa, upaya penyelamatan GASO sejauh ini berhasil mencapai negosiasi dengan perusahaan scamming tersebut. Namun, negosiasi itu belum membuahkan kesepakatan.

"Negosiasi ini belum menghasilkan kesepakatan yang bisa membuat mereka [para WNI] keluar dari situ. Tapi ya saya yakin, karena Kemlu juga bekerja sama dengan organisasi-organisasi internasional bukan cuma GASO aja, ada Interpol juga, jadi ya memang ini harus upaya bersama," tutur dia.

Sementara itu, Kemlu bersama KBRI Yangon dan Bangkok menegaskan telah melayangkan nota diplomatik kepada Kemlu Myanmar mengenai penyekapan para WNI tersebut.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Juddha Nugraha, mengatakan tantangan untuk menyelamatkan para WNI itu tinggi.

Juddha mengungkap mayoritas dari para WNI itu berada di lokasi konflik bersenjata antara militer Myanmar dan kelompok pemberontak.

KBRI Yangon pun berupaya "memetakan jejaring yang ada di Myawaddy melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pemerhati kasus online scam."

Dari sisi penegakan hukum, Kemlu juga berkoordinasi dengan Kepolisian RI untuk menindak para pelaku TPPO ke Myanmar tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian setelah video yang diunggah akun instagram @bebaskankami viral. Dalam video itu, terlihat sekumpulan orang yang dinarasikan sebagai WNI terjebak di Myanmar.

Dalam narasinya, para WNI itu disebut dipaksa bekerja sebagai scammer. Mereka bahkan disiksa dan disekap selama berada di sana. (blq/has)

  ⌾ CNN  

Prabowo Klaim Anggaran Pertahanan Saat Ini Terbesar dalam Sejarah RI

Rafale Perancis, Indonesia diberitakan telah membayar sebagian pesawat Rafale [BBC]

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengklaim anggaran pertahanan negara sekarang ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Menurut Prabowo, Presiden Joko Widodo (Jokowi), sepakat memperkuat pertahanan negara, termasuk juga memperkuat TNI.

"Anggaran pertahanan yang disetujui beliau (Jokowi) sekarang ini yang terbesar dalam sejarah RI," kata Prabowo di Yogyakarta, Rabu (3/5).

Ia pun menyatakan perlu perencanaan matang untuk belanja Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) dengan anggaran besar itu. Prabowo menjelaskan membeli alat pertahanan bukan seperti belanja biasa.

"Nggak ada alat-alat pertahanan di supermarket, kita nggak bisa datang langsung beli," kata Prabowo.

"Kita harus rencanakan, kita pesan, kita negosiasi dan datangnya bertahap dan Insya Allah mulai bulan depan datang terus menerus dan kita perbaiki semua yang harus diperbaiki," sambung dia.

Adapun dalam kedatangannya ke Yogyakarta hari ini, Prabowo menyerahkan kendaraan dinas berupa motor kepada babinsa di Koramil 12/Gondomanan. Ia menyerahkan 112 motor dinas yang akan didistribusikan ke 14 koramil di Kota Yogyakarta.

Ketua Umum Partai Gerindra itu meminta bantuan berupa motor dinas tersebut agar dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh personel dalam bertugas. Menurutnya, Babinsa punya peran yang paling penting dalam pertahanan negara. (kum/tsa)

 
CNN  

[Global] Saling Sita Kapal Tanker

Iran Kembali Sita Kapal Tanker Minyak di Selat HormuzPenampakan Tentara Iran Terjun dan Rebut Kapal Tanker Minyak Tujuan AS (Angkatan Laut Iran)

Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengatakan pasukan Iran telah menyita sebuah kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Ini adalah insiden kedua dalam waktu kurang dari seminggu.

Angkatan Laut AS mengatakan kapal tanker berbendera Panama, Niovi, sedang berlayar di sekitar pantai Uni Emirat Arab (UEA), dari Dubai menuju Fujairah, ketika dihentikan oleh pasukan angkatan laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

"Selusin kapal serang cepat mengerumuni kapal di tengah selat," bunyi sebuah pernyataan dari Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain.

(IRGC) kemudian memaksa kapal tanker minyak untuk berbalik arah dan menuju perairan teritorial Iran di lepas pantai Bandar Abbas,” sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (3/5/2023).

Kantor berita Iran Tasnim melaporkan penyitaan kapal yang disebut "pelanggar," tetapi tidak menjelaskan alasan penangkapan tersebut.

Ada serentetan insiden penyitaan kapal sejak 2018, ketika presiden AS saat itu Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan terhadap Iran. Keputusan ini membuat ketegangan melonjak.

Iran menyita sebuah kapal tanker minyak tujuan AS di lepas pantai Oman Kamis lalu, dengan mengatakan kapal itu menabrak sebuah kapal Iran sehingga dua awaknya hilang.

Angkatan Laut AS menuntut pembebasan segera kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall tersebut, dengan mengatakan kapal itu sedang transit di perairan internasional di Teluk Oman dan mengecam "pelecehan berkelanjutan terhadap kapal" oleh Iran.

The Financial Times melaporkan bahwa penyitaan tersebut tampaknya sebagai pembalasan atas penyitaan minyak Iran oleh AS sebelumnya, yang baru-baru ini tidak berhasil dilobi oleh Iran untuk diambil kembali.

Pekan lalu, anggota Kaukasus Abraham Accords Senat dan DPR AS memperkenalkan undang-undang yang dirancang untuk melawan ancaman maritim yang berasal dari Iran, pada hari yang sama ketika Teheran menyita sebuah kapal tanker tujuan AS.

Jika disahkan, tindakan tersebut akan mengharuskan Departemen Pertahanan AS untuk mengembangkan strategi dengan mitra dan sekutu di Timur Tengah untuk melawan ancaman maritim yang ditimbulkan oleh Iran, organisasi kekerasan militan, dan jaringan kriminal.

 AS Sita Kapal Tanker Minyak Iran

Sejumlah sumber mengatakan Amerika Serikat (AS) menyita minyak Iran dari sebuah kapal tanker di tengah laut dalam beberapa hari terakhir dalam operasi penegakan sanksi. Menurut sebuah perusahaan keamanan maritim penyitaan ini dilakukan sebelum Iran menyita kapal tanker bermuatan minyak lain dan menyebut tindakan Teheran sebagai aksi balasan.

Karena pasar minyak tetap gelisah, penyitaan kargo adalah eskalasi terbaru antara Washington dan Teheran setelah bertahun-tahun tekanan sanksi oleh AS atas program nuklir Iran. Iran tidak mengakui sanksi tersebut, dan ekspor minyaknya telah meningkat.

Teheran mengatakan program nuklirnya untuk tujuan sipil sementara Washington mencurigai Iran ingin mengembangkan bom nuklir.

Perusahaan keamanan maritim Ambrey mengatakan penyitaan yang dilakukan oleh AS terjadi setidaknya lima hari sebelum tindakan Iran pada Kamis lalu.

"Ambrey telah menilai penyitaan oleh Angkatan Laut Iran sebagai tanggapan atas tindakan AS," katanya dalam laporan kepada klien.

"Kedua kapal tanker itu berukuran Suezmax. Iran sebelumnya membalas setelah penyitaan kargo minyak itu," sambung laporan itu seperti dilansir dari Reuters, Minggu (30/4/2023).

Sumber yang mengetahui masalah tersebut, yang menolak untuk diidentifikasi karena sensitivitas masalah tersebut, mengatakan Washington mengambil alih kargo minyak di atas kapal tanker Kepulauan Marshall Suez Rajan setelah mendapatkan perintah pengadilan sebelumnya.

Menurut data pelacakan kapal, posisi terakhir kapal tanker itu dilaporkan berada di dekat Afrika selatan pada 22 April.

Manajer kapal yang berbasis di Yunani, Empire Navigation, dan Departemen Kehakiman AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebelumnya Angkatan Laut AS mengatakan Iran menyita sebuah kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall di Teluk Oman pada hari Kamis. Ini adalah penyitaan atau serangan terbaru oleh Teheran terhadap kapal komersial di perairan Teluk yang sensitif.

Stasiun TV pemerintah Iran pada hari Jumat melaporkan bahwa kapal tanker itu mengabaikan panggilan radio selama delapan jam setelah tabrakan dengan kapal Iran, yang menyebabkan beberapa awak terluka dan tiga hilang.

"Sebelum menggunakan kekuatan, kami mencoba memanggil kapal itu ... untuk berhenti tetapi mereka tidak bekerja sama," kata wakil komandan angkatan laut Iran Laksamana Muda Mostafa Tajodini kepada stasiun TV.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mengetahui penyitaan kapal di Teluk Oman dan menegaskan kembali dukungan untuk hukum maritim internasional, kata juru bicara PBB pada hari Jumat.

Tahun lalu AS mencoba menyita kargo minyak Iran di dekat Yunani, yang mendorong Teheran menyita dua kapal tanker Yunani di Teluk. Mahkamah Agung Yunani memerintahkan kargo itu dikembalikan ke Iran. Kedua kapal tanker Yunani itu kemudian dibebaskan.

Dalam langkah yang kemungkinan akan memperburuk ketegangan, 12 senator AS pada hari Kamis mendesak Presiden Joe Biden untuk menghapus hambatan kebijakan Departemen Keuangan yang telah mencegah Departemen Keamanan Dalam Negeri menyita pengiriman minyak Iran selama lebih dari setahun.

Pada tahun 2020, Washington menyita empat kargo bahan bakar Iran di atas kapal asing yang menuju Venezuela dan memindahkannya dengan bantuan mitra asing yang dirahasiakan ke dua kapal lain yang kemudian berlayar ke AS. (ian)

  💂 sindonews  

Rabu, 03 Mei 2023

Indonesia Pamerkan Kapal Produksi Dalam Negeri

Pada Pameran IMDEX Asia 2023 di SingapuraIndonesia mengirimkan beberapa produk alutsista buatan lokal yang akan di pamerkan pada ajang internasional IMDEX Asia 2023 di Singapura.

IMDEX Asia 2023 merupakan kegiatan pameran tentang kemaritiman dan pertahanan yang melibatkan puluhan negara sekaligus perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang teknologi pertahanan maupun keamanan untuk menunjukkan dan menawarkan produk terbaru unggulannya.

Beberapa produk lokal industri pertahanan akan di tampilkan dan di tawarkan pada pengunjung pameran tersebut, diantaranya :

 PKR 10514
KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (TNI AL)

Kapal perang hasil kerjasama PAL Indonesia bersama Damen Belanda akan di tampilkan TNI AL berserta kapal lainnya.

Indonesia diketahui telah memproduksi 2 unit kapal perang light frigate ini di galangan kapal Surabaya.

Kapal perang modern ini mampu melaksanan pertempuran atau pertahanan dari serangan udara maupun kapal perang atau kapal selam. Di persenjatai rudal, torpedo dan sistem radar yang mumpuni, mampu dipacu hingga 28 knots.

 Kapal Bantu Rumah Sakit
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (TNI AL)

Selain kapal perang, TNI AL mengirimkan kapal bantu rumah sakit (BRS) KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992.

TNI AL telah memesan kapal BRS sebanyak 2 unit dan diproduksi PAL Indonesia.

Kapal BRS ini mendukung operasi militer perang maupun operasi militer selain perang, seperti penanganan pandemi covid beberapa waktu lalu.

Kapal ini dilengkapi peralatan medis modern mendukung layanan kesehatan di darat, laut dan udara.

 KCR 60 M
KRI Halasan-630 (PAL)

PAL Indonesia telah memproduksi 6 unit kapal perang cepat rudal dengan panjang 60 meter.

Kapal jenis ini telah mengalami perbaikan pada batch kedua.

Uniknya pada dua unit batch pertama, kapal dipersenjatai dengan senjata buatan Rusia dan China.

Sedangkan batch kedua sebanyak 4 unit menggunakan sistem persenjataan dari dunia barat.

 Kapal Bakamla 80 meter
KN Nipah-321 (Bakamla)

Bakamla menugaskan kapal pengawas laut KN Pulau Nipah-321.

Kapal patroli ini digarap sejak 3 Oktober 2017. Seluruh tahapan pembangunan kapal dilakukan di Galangan PT Citra Shipyard, Indonesia.

Bakamla mempunyai kapal patroli ini sebanyak 3 unit.

Kapal patroli ini memiliki dimensi panjang 80 meter, lebar 7,9 meter, tinggi 14,4 meter. Sedangkan kecepatannya mencapai 22 knot dan memiliki mesin penggerak 2 unit MAN/2862LE433.

Konstruksi kapal keseluruhannya terbuat dari bahan baja dengan muatan 34 orang prajurit. Sejumlah perlengkapan juga sudah tersedia pada kapal ini untuk menunjang kegiatan patroli. Antaranya water cannon, hingga perahu sekoci.
 

  Garuda Militer  

Selasa, 02 Mei 2023

KN Nipah-321 Bakamla RI Ikut IMDEX 2023

Di Singapura KN Nipah-321 (Bakamla)

Bakamla RI melalui unsur KN Pulau Nipah-321 bergerak menuju Command and Control Centre, Changi Naval Base untuk mengikuti International Maritime Defence Exhibition (IMDEX) 2023.

KN Pulau Nipah-321 yang dikomandani Letkol Bakamla Anto Hartanto Wibisono bertolak ke Singapura dari Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Senin (1/5/2023).

IMDEX 2023 merupakan kegiatan pameran tentang kemaritiman dan pertahanan yang melibatkan puluhan negara sekaligus perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang teknologi pertahanan maupun keamanan untuk menunjukkan dan menawarkan produk terbaru unggulannya. Demikian keterangan dari Dispen TNI dan Humas Bakamla RI.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia turut hadir juga dalam International Maritime Security Conference (IMSC) 2023. Konferensi keamanan maritime internasional tingkat tinggi yang juga merupakan bagian dari IMDEX 2023 yang berlangsung 2-5 Mei.

Tak mensia-siakan ajang internasional ini, turut serta pejabat tinggi yang berkompeten dibidangnya yang onboard KN Nipah-321 yakni Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Friche Flack dan Kepala Zona Bakamla Barat Laksma Bakamla Syufenri.

Laksma Bakamla Friche Flack mengatakan ajang ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan, wawasan dan informasi mengenai perkembangan teknologi maritim terbaru.

  ★
Industry  

[Global] Turkiye Pamerkan ‘Kemankes’

✈ Rudal Jelajah Mini dengan Kecerdasan Buatan 🏁 Rudal jelajah pintar ‘Kemankes’ persenjatai drone serang TB2 (defenceturk)

Perusahaan Baykar pembuat drone canggih seperti Bayraktar TB2 , AKINCI, dan KIZILELMA mengembangkan teknologi rudal jelajah pintar.

Dilansir dari Anadolu Agency, rudal jelajah pintar mini BAYRAKTAR KEMANKES untuk pertama kalinya dipamerkan dalam acara TEKNOFEST.

BAYRAKTAR KEMANKES dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan menyerang target strategis dengan Bayraktar TB2.

BAYRAKTAR KEMANKES memiliki jangkauan 200+ kilometer dan waktu tayang di udara 1 jam ini dapat dengan cepat menuju sasarannya. Total beban beratnya 35 kilogram, hulu ledak seberat 6 kilogram.

KEMANKES ini dilengkapi dengan panduan optik berbantuan kecerdasan buatan, dapat beroperasi hingga ketinggian 18.000 kaki.

Kecepatan jelajah normal amunisi, yang dapat menukik ke sasarannya dengan kecepatan maksimum 0,7 Mach, adalah 0,3 Mach.

Selain itu, rudal ini dilengkapi dengan kamera.

Rudal jelajah buatan Baykar ini akan mengubah medan peperangan. Karena rudal ini dapat melakukan penerbangan otonom dengan kecerdasan buatan yang didukung sistem autopilot dan menetralisir target strategis dengan presisi tinggi.

  Warta Nusantara  

Senin, 01 Mei 2023

3 KRI Ikuti IMDEX Asia 2023

⚓️ Bersandar di Batam Tiga Kapal Perang Satgas Imdex Asia 23 Bersandar di Batam

Setelah melaksanakan pelayaran dari Jakarta, dua Kapal Perang RI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) IMDEX ASIA 23 KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (KRI RJW-992) dan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (KRI GNR-332) sandar di dermaga Batu Ampar Batam, Sabtu (29/4).

Kedua Kapal Perang tersebut bergabung dengan satu KRI lagi, yaitu KRI Halasan-630 (KRI HLS-630) yang beberapa waktu lalu sudah melaksanakan patroli di Perairan Bintan, ketiga KRI yang telah sandar di Dermaga Batu Ampar akan melaksanakan persiapan akhir, sebelum melaksanakan kegiatan IMDEX ASIA 23 di negara tetangga Singapura.

Komandan Lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani, menjelaskan Kegiatan International Maritime Defence Exhibition & Conference (IMDEX) ASIA 2023 merupakan kegiatan pameran Alutsista pertahanan dan kemaritiman serta konferensi yang membahas perkembangan teknologi pertahanan dan kemaritiman berskala Internasional yang diselenggarakan dua tahunan oleh Experia Event Pte Ltd dan didukung oleh Republic of Singapore Navy (RSN).

"Indonesia mengirim tiga KRI yang merupakan hasil karya anak bangsa," kata Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani dalam rilisnya, Minggu (30/4/2023).

Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani mengatakan, Selama berada di Batam, ketiga KRI tersebut akan melaksanakan persiapan akhir dan Lantamal IV akan mendukung segala yang dibutuhkan Satgas tersebut sehingga saat pelaksanaan tugas sudah dalam kondisi siap.

"Ketiga KRI tersebut akan melaksanakan persiapan akhir, Lantamal IV akan mendukung segala yang dibutuhkan Satgas tersebut," katanya, mengakhiri.

 ⚓️ 
RRI  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...