Sabtu, 28 Juli 2018

Menhan Cek Tank Boat Pertama Dunia

Made in Banyuwangi Tank boat Antasena [detik]

M
enteri Pertahanan (Menhan) Ryamirzad Ryacudu meninjau produksi kapal dan meresmikan prototipe kapal tank boat (kapal tempur) pertama di dunia, di Industri perkapalan Banyuwangi. Didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas, Menhan mengaku takjub dengan perkembangan dan teknologi kapal canggih tersebut.

Tank boat tersebut bernama Antasena yang diproduksi PT Lundin, produsen kapal berteknologi canggih yang berbasis di Banyuwangi, bekerja sama dengan PT Pindad Indonesia dan CMI Defense, industri pertahanan asal Belgia.

'Kami ke sini melihat kemajuan pengembangan kapal. Hasilnya sangat baik, sangat membanggakan. Bangsa kita mampu membuat kapal bagus, bahkan sudah banyak dipesan negara lain," kata Menhan kepada kepada detikcom, Sabtu (28/7/2018).

Tank boat tersebut istimewa karena merupakan kapal tempur yang bisa dioperasikan tidak hanya di laut tapi juga di perairan kecil seperti kawasan pantai, rawa, dan sungai. Kapal dengan spesifikasi tersebut belum pernah diproduksi sebelumnya oleh industri kapal dunia.

Ryamizard melanjutkan, program pengembangan tank boat tersebut sudah dimulai sejak sejak satu tahun lalu. Industri kapal di Banyuwangi dipercaya untuk memproduksi kapal bersama PT Pindad karena dinilai telah berpengalaman memproduksi kapal berteknologi canggih. Bahkan telah banyak memenuhi pesanan militer internasional seperti dari Rusia.

"Kami targetkan tahun depan kapal sudah bisa dioperasikan. Kapal ini nantinya akan dioperasikan di wilayah yang daerahnya memiliki banyak sungai dan rawa seperti Kalimantan dan Papua," imbuh Menhan.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan industri perkapalan Banyuwangi berdasarkan rekomendasi Kementerian Pertahanan. Industri Banyuwangi memproduksi kapalnya, sedangkan Pindad membangun canon-nya.

"Jadi ini memang produk baru yang belum pernah ada di dunia. Kapal tank ini dilengkapi canon kaliber 105 mm yang pas diajak berakselerasi dan menghancurkan kapal musuh," ujarnya.

Direktur PT Lundin, Liza Lundin mengatakan, tank boat ini dibuat dengan hull ganda atau disebut sebagai catamaran. Dimensi bagian bawah kapal dibuat hanya setinggi satu meter, jadi bisa masuk ke perairan kecil seperti sungai dan rawa.

"Ini tank tapi bentuknya boat. Sehingga menjadi kapal tempur yang fleksibel. Misalnya, kalau dulu mengejar perompak, kapal patroli kesusahan saat perompaknya dari laut masuk ke sungai karena kapal patroli terlalu besar. Nah, dengan tank boat ini bisa," terang Liza.

Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertahanan yang telah mempercayakan produksi alutsista negara diproduksi di Banyuwangi. "Produksi tank boat ini membuktikan industri kapal dalam negeri punya daya saing tinggi di kompetisi global, sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Jokowi," ujar Anas.

 Bisa Tembus Rawa hingga Laut 
Antasena adalah kapal prototipe pertama yang diciptakan oleh galangan kapal Banyuwangi, PT Lundin Industry Invest bersama dengan PT Pindad. Produknya, jenis kapal Tank Boat pertama di Indonesia dan dunia.

Kapal ini memiliki panjang 18,79 meter, dengan teknologi composite sangat ringan dan cepat. Rata-rata dengan kekuatan kecepatan 35-40 Knot. Kapal ini juga dilengkapi dengan meriam layaknya tank tempur kebanyakan. Meriam itu, mampu bergerak 360 derajat siap membidik.

"Kita sudah sempat pamerkan di Indo Defence Expo and Forum. Sudah lebih dari setahun kita buat bersama," jelas Abraham Mose Dirut PT Pindad (persero), kepada wartawan, Sabtu (28/7/2018).

"Kita proyeksikan tahun depan sudah jadi dan akan segera launching Tank Boat pertama kita yang kita beri nama Antasena," ungkapnya.

Untuk mempercepat pengerjaan proyek ini, lanjut Mose, secara khusus staf PT. Pindad telah berada di Banyuwangi sejak tahun kemarin. "Sejak proyek ini berjalan, staf kita sudah berada di sini bersama-sama dengan PT Lundin mengerjakan fenonnya," ujarnya.

Direksi PT Lundin Industry Invest, Liza Lundin mengatakan, selain kolaborasi antara PT Pindad dan PT Lundin, proyek Kapal Antasena ini juga disokong oleh CMI Defence, Belgia. Perusahaan yang sudah lama mencetak kapal-kapal perang ini menambah kecanggihan kapal jenis Tank Boat khusus digunakan di rawa-rawa atau sungai ini.

"Ada radar dan kecanggihan lainnya di sini. Ralasuntai, atau rawa, laut, sungai dan pantai. Antasena ini pakai katamaran sehingga cocok untuk ini," terang Liza.

"Selama ini kan susah itu untuk pengejaran perompak yang lari dari laut ke rawa atau sungai, ini bisa dan lincah. Terlebih juga dipersenjatai 30 mm, ini miliknya pasukan infanteri. Tapi kalau di laut itu miliknya Angkatan Laut (AL)," jelas liza.

Liza menyebut, proyek kapal tank boat ini adalah pertama kali di dunia. Spesialisasinya, selain sebagai kapal untuk perang, tank boat ini juga memiliki kekhususan lain.

"Ini bisa untuk pengiriman logistik, membantu saat terjadi bencana, atau pengiriman pasukan, dan patroli," pungkasnya. (hns/hns)

  detik  

PT. Infinity Global Mandiri Serahkan 2 KAL 28M ke KoArmada II

Serahterima KAL 28m buatan PT Infinity Global Mandiri

Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang kini memiliki Kapal Angkatan Laut (KAL) Bungaran. KAL tipe 28 ini merupakan salah satu produk industri perkapalan di Batam.

Kapal ini dibuat untuk memperkuat dan akan dioperasikan disalah satu Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) jajaran Lantamal IV yakni Lanal Ranai.

Penandatanganan berita acara penyerahan KAL Pulau Bungaran II-4-23 ini sehingga resmi masuk jajaran Lantamal IV dilakukan di Galangan PT. Infinity Global Mandiri, Sagulung, Batam. Jumat (27/7/2018)

Serah terimanya dilakukan oleh Direktur PT. Infinity Global Mandiri kepada Kabaranahan Kemhan Laksamana Muda (Laksda) TNI Agus Setiaji kemudian kepada Asisten Logistik Kasal (Aslog Kasal).

Selanjutnya dari Aslog Kasal, Laksda TNI Mulyadi S.Pi., M.A.P menyerahkannya kepada Danlantamal IV Laksamana Pertama (Laksma) TNI R. Eko Suyatno, SE, MM.

Usai penandatangan berita acara penyerahan KAL Pulau Bungaran II-4-23 itu dilanjutkan dengan pengukuhan Kapten Laut (P) Muhamad Yusuf sebagai Komandan KAL Pulau Bungaran II-4-23 beserta anak buah kapal yang akan mengawaki KAL tersebut.

Selain KAL Pulau Bungaran II-4-23, PT. Infinity Global Mandiri juga menyerahkan KAL Pulau Labengki II-6-28 yang nantinya akan memperkuat Lanal Kendari sebagai salah satu pangkalan di bawah jajaran Koarmada II.

Penyerahan dan pegukuhan tersebut disaksikan oleh Panglima Koarmada I, Kadisadal, Kadismatal, Kadislaikmatal, Kapusada, Kapuskod, Kapuslaik, Kasguskamlaarmda I, Danlanal Ranai, Danlanal Kendari dan Aslog Danlantamal IV.

 Spesifikasi Teknis KAL P. Bungaran dan KAL P. Labengki : 

★ Panjang : 28,34 M
★ Lebar : 5,85 M
★ Tinggi : 3,20 M
★ Sarat Air : 1,25
★ Displacement : 70 Ton
★ Kec. Ekonomi : 18 Knot
★ Kec. Max : 28 Knot
★ Endurance : 3 - 4 Hari
★ Personel : 15 orang

  info kepri  

Jumat, 27 Juli 2018

[Video] Calon Penerbang Perempuan Pertama TNI AD

Liputan CNN Untuk pertama kalinya siswa perempuan menjalani pendidikan sebagai pilot di TNI Angkatan Darat. Ada 3 prajurit wanita TNI AD yang saat ini tengah berlatih menerbangkan helikopter di Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat. Kehadiran mereka tentu memberi warna bagi dunia yang selama ini identik dengan kaum lelaki.


  ★ Youtube  

[Video] Helikopter Tempur Apache TNI AD

Liputan CNN Indonesia saat ini sudah memiliki 8 unit helikopter tempur canggih Apache. Heli buatan Amerika Serikat ini ditempatkan di Skadron 11 Penerbangan TNI Angkatan Darat di Semarang.


  ★ Youtube  

Kamis, 26 Juli 2018

TNI AU Siap Bentuk Tiga Skuadron

Di PapuaIlustrasi ★

M
arkas besar TNI Angkatan Udara tengah menyiapkan pembentukan tiga skuadron di wilayah Timur Indonesia dalam upaya menjaga kedaulatan serta meningkatkan pengamanan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Program TNI AU untuk pembetukan tiga satuan Skuadron terdiri Skuadron Tempur, Skuadron pesawat angkut Hercules serta Skuadron pesawat tampak awak (UAV)," kata KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, di Biak, Kamis.

Ia mengatakan pengembangan tiga Skuadron TNI AU di wilayah Papua sebagai pengembangan kebijakan strategis alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara.

Untuk lokasi Skuadron baru TNI AU di Papua, menurut KSAU Marsekal Yuyu, sampai sekarang sedang dilakukan kajian tim Mabes TNI Angkatan Udara.

Kehadiran skuadron baru TNI di Papua, lanjut KSAU Marsekal Yuyu, sudah sangat mendesak untuk dapat direaliasikan guna meningkatkan kekuatan sistem pertahanan udara di wilayah Timur Indonesia, khususnya Provinsi Papua.

"Kedaulatan wilayah udara NKRI dari Sabang hingga Merauke harus tetap terjaga melalui kehadiran satuan prajurit TNI Angkatan Udara, ya Mabes TNI AU sangat berharap pembentukan tiga skuadron bisa terealiasi tahun 2019," ujarnya.

Menyinggung Lanud mana yang akan dijadikan base operasional pembentukan Skuadron baru, menurut KSAU Yuyu, hingga saat ini sudah ada yang disiapkan di wilayah Papua.

"Untuk lokasi Lanud mana yang siap membentuk Skuadron baru akan menjadi prioritas Mabes TNI Angkatan Udara melalui Koopsau III," katanya.

Kunjungan kerja KSAU Marsekal Yuyu Sutisna di Lanud Manuhua Biak untuk memimpin sertijab Komndan Lanud Silas Papare Jayapura, dan peresmian peningkatan status type A Lanud Manuhua Biak dan Lanud Jayapura serta peresmian pergantian delapan nama Lanud di Indonesia berlatar belakang nama pahlawan Nasional.

  antara  

UAD-TNI Riset Rudal Sasaran Udara

Sekelas Buatan AS dan RusiaUJI COBA: Jajaran TNI AD melakukan uji coba propelan bahan dorong roket untuk rudal sasaran udara karya asli Indonesia.(24) ★

K
emampuan militer Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Setelah sukses dalam berbagai kompetisi individu tingkat dunia, kini Indonesia menunjukkan taring dalam bidang persenjataan dengan membuat peralatan militer sendiri.

SALAH satu persenjataan itu dikembangkan oleh Center for Integrated Research and Innovation (Cirnov) Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta bersama Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat. Keduanya melakukan penelitian dan akhirnya berhasil membuat rudal sasaran udara.

Peneliti Cirnov UAD Prof Hariyadi mengungkapkan, rudal atau peluru kendali merupakan senjata ampuh untuk melumpuhkan sasaran terbang. Senjata ini sangat vital sehingga harus dikuasai dan dimiliki negara. Karena itulah kampus menggandeng Dislitbang TNI AD membuat dan mengembangkan rudal kaliber 70 milimeter yang mampu menghantam sasaran seperti pesawat, pesawat tempur, drone, dan sejenisnya dengan kecepatan tinggi. ‘’Pembuatan rudal yang dapat mengejar sasaran di udara sudah dilakukan sejak tahun 2016 dan telah berhasil diujitembakkan tiap tahun untuk penyempurnaan yang mendapat dukungan dari PT Pindad dan Pustekbang Lapan untuk uji aerodinamik dan telemetri,’’ papar pakar fisika metrologi, elektronika dan instrumentasi tersebut.

Uji tembak rudal produk lokal tersebut merupakan rudal kaliber 70 dengan kecepatan tinggi yang pertama kali dibuat anak bangsa Indonesia. Selama ini uji-uji tembak banyak dilakukan untuk roket-roket balistik dalam negeri yang tidak mengejar sasaran.

Rudal ini merupakan jenis antipesawat terbang dengan kategori jarak dekat hingga jangkauan 4.000 meter dengan teknologi fire and forget, yakni menembak sasaran tanpa harus memandunya.

Ini sekelas rudal panggul antipesawat Strela buatan Rusia, Stinger (Ameriksa Serikat), dan QW (Tiongkok). Menurut Hariyadi, rudal buatan UADTNI AD memungkinkan bagian seeker (pencari sasaran-Red) mengunci sasaran yang telah dibidik secara akurat menggunakan deteksi pancaran sinar infra merah yang dihasilkan sasaran seperti pesawat terbang dan helikopter. Kemudian, bersama dengan subsistem kendali akan melakukan manuver gerakan untuk mencapai sasaran.

Cukup rumit sehingga di sinilah pentingnya penguasaan ilmu fisika optik dan material yang memadai untuk dapat membuat dan mengembangkan rudal. Sistem kendali yang bergerak sangat cepat melebihi kecepatan suara dalam mengejar pesawat tempur tidak mudah dibuat. Hal yang harus diperhatikan antara lain aspek kestabilan rudal selama terbang, tekanan udara, berat yang berubah seiring dengan pembakaran bahan roket pendorong, juga respons seeker yang harus cepat sehingga diperlukan kemampuan penguasaan teknologi yang sangat berbeda dari teknologi kendali pada robot yang bergerak lambat.

Profesor yang pernah melanglang buana ke berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat itu menjelaskan sejumlah tahapan pembuatan rudal. Salah satu tahapan yakni uji karakteristik bahan propelan roket yang dilakukan di Lapangan Tembak, Laboratorium Disltibang TNI AD, Batujajar, Bandung, Jawa Barat.

Uji ini sangat penting untuk dapat mengetahi performa roket pendorong untuk rudal yang harus disesuaikan dengan sistem kendali yang di dalamnya. Ada bagian pencari sasaran, sirip, penyeimbang atau stabiliser, dan lainnya. ‘’Kami memiliki rencana besar pengembangan riset hingga produksi rudal kaliber 70 milimeter. Riset ini sebagai langkah awal untuk membuat dan memproduksi sendiri rudal antisasaran udara yang mudah dioperasikan, murah, antiembargo, dan sesuai postur TNI,’’ tandas Hariyadi. (Agung PW-19)

  Suara Merdeka  

TNI Pakai Alat Komunikasi Canggih Buatan Anak Bangsa

Alat komunikasi militer BMS CY-16H. [istimewa] ★

A
lat komunikasi untuk militer di sebuah negara memang tidak boleh diadopsi sembarangan. Tidak heran jika perusahaan lokal di Tanah Air berjuang sekuat tenaga untuk menciptakan alat komunikasi angkatan bersenjata yang aman, apalagi digunakan saat bertempur di medan perang.

Perusahaan alat komunikasi militer lokal, PT Hariff Daya Tunggal Engineering, menciptakan alat komunikasi canggih yang sudah digunakan oleh TNI Angkatan Darat. Namanya BMS (Battlefield Management System) CY-16H.

Menurut General Manager Hariff Daya Tunggal Engineering, Muhamad Uco Isnaini, BMS CY-16H merupakan produk ICCS (Integrated Command & Control System) yang dapat menjembatani dan mengamankan komunikasi di seluruh hierarki yang ada di TNI AD.

Mulai dari pos komando hingga pasukan. Pos komando juga dapat memantau posisi dan kondisi pasukan yang ada di medan perang.

Layaknya smartphone, selain dapat mengkomunikasikan suara, BMS juga dapat mengkomunikasikan data-data yang ada di lapangan dengan kecepatan yang tinggi.

Dengan demikian dapat meminimalkan misscommunication dan mempercepat proses pengambilan keputusan. BMS CY-16H saat ini sudah terpasang di sebagian Kendaraan Tempur (Ranpur) dan Kendaraan Taktis (Rantis) Milik TNI-AD.

"Kami juga sedang mengembangkan BMS Personel yang untuk digunakan oleh pasukan infanteri TNI AD," katanya, dalam keterangan, Rabu, 25 Juli 2018. Ke depannya, PT Hariff berharap BMS juga bisa digunakan oleh dua kesatuan lainnya, yaitu TNI AU dan TNI AL.

Baru-baru ini, BMS CY-16H mendapatkan Penghargaan Rintisan Teknologi dari Kementerian Perindustrian. Penghargaan ini diberikan saat ajang Innofest bertajuk "Building Innovation Ecosystem for Making Indonesia 4.0” pada 24-27 Juli 2018 oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Ini merupakan kali kedua Hariff DTE memenangkan penghargaan Rintek, setelah sebelumnya mengusungkan produk HiMAX231 (Hariff Interoperability Microwave Access) pada 2008, yang termasuk dalam klasifikasi teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access).

"Ini sebuah kebanggaan bagi kami. BMS CY-16H merupakan produk murni karya anak bangsa. Tidak ada campur tangan asing sedikit pun dalam pembuatannya. Ini dibuktikan dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang tinggi," ungkap Direktur Utama PT Hariff DTE, Budi Permana.

Melalui kerja sama Litbanghan (Penelitian dan Pengembangan Pertahanan) dan Dithubad (Direktorat Angkatan Darat) sejak 2012, seluruh rangkaian pembuatan, mulai dari rancangan hingga produksi didasarkan para doktrin TNI AD dan dikerjakan sepenuhnya oleh engineer Indonesia.

Budi menambahkan jika BMS CY-16H pernah dipamerkan dalam ajang berskala internasional atau IDEF (International Defense Industry Fair) di Ankara, Turki pada 2017.

  Vivanews  

Helikopter di Skadron 13/Serbu Fennec AS555AP

✬ Belum Dipersenjatai, Bisa Terbang hingga Empat Jam HELI SERANG: Fennec AS555AP, salah satu alutsista yang dimiliki Skadron 13/Serbu.

Sejak bermarkas di Berau pada 25 Agustus 2016 lalu, Skadron 13/Serbu terus kedatangan helikopter-helikopter canggih. Salah satunya Helikopter Fennec AS555AP yang dibuat oleh kolaborasi PT Dirgantara Indonesia dengan Airbus Helicopters, Prancis.

LIMA helikopter terparkir rapi di hanggar yang memiliki luasan sekitar 50x20 meter. Lokasinya persis berada di tengah-tengah Markas Skadron 13/Serbu, yang berada di lokasi bangunan eks Bandara Kalimarau, Teluk Bayur.

Saat awak media ini tiba pada Selasa (24/7) siang di markas yang langsung di bawah komando Markas Besar TNI Angkatan Darat itu, beberapa prajurit Skadron tampak santai dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang berjaga di pos gerbang masuk, hingga yang tengah melaksanakan pendidikan penerbangan.

Komandan Skadron 13/Serbu Letkol Cpn Sucipto, terlihat berjalan sambil mengobrol santai dengan salah satu pelatih penerbang dari PT Dirgantara Indonesia menyempatkan bertemu dengan awak media ini. Ia mengatakan, sejak diresmikan pada 25 Agustus 2016 lalu, pihaknya sudah memiliki delapan helikopter.

Delapan helikopter tersebut terdiri dari enam unit helikopter berjenis Fennec dan dua helikopter berjenis Bell 412. “Untuk sementara ini tujuh heli stay-nya di Skadron. Sedangkan satu heli lainnya yaitu Bell 412, difungsikan untuk misi pengaman perbatasan Indonesia dengan Malaysia oleh Kodam VI/Mulawarman,” katanya kepada Berau Post, Selasa (24/7).

Sambil memberi penjelasan, Sucipto mengarahkan media ini untuk menemui Sertu Tiko Pujo Ashari, salah seorang mekanik helikopter jenis Fennec AS555AP yang tengah santai siang itu. Tiko lantas mengajak media ini berkeliling sembari menjelaskan spesifikasi helikopter yang juga biasa digunakan untuk warga sipil itu.

Helikopter Fennec diterangkannya memiliki berat sekitar 1,6 ton dan panjang kurang lebih 10 meter. Salah satu jenis alutsista milik TNI AD tersebut, merupakan helikopter serang ringan yang bisa dipersenjatai. Helikopter tersebut bisa difungsikan sebagai pelindung bagi helikopter pengangkut pasukan dari serangan musuh.

Selain itu, helikopter berwarna hijau khas militer ini juga menggunakan double engine atau mesin ganda. Sehingga, apabila salah satu mesinnya mengalami gangguan, maka mesin lainnya bisa menggantikannya. “Untuk sistem avionik-nya juga sudah canggih dan digital,” ujarnya.

Ia mengatakan, helikopter Fennec ini berkapasitas enam orang. Untuk sekali terbang, helikopter ini mampu menjelajah angkasa selama tiga hingga empat jam setelah mengisi penuh tangki bahan bakar sebanyak 665 liter. Meski demikian, banyaknya barang dan muatan yang dibawa helikopter, cukup memengaruhi kecepatan terbang helikopter.

Saat ini, Fennec AS555AP yang berada di Skadron 13/Serbu ini belum dipasangi persenjataan. Pasalnya, karena masih tergolong baru, persenjataan helikopter inipun masih dalam proses pembuatan di PT Dirgantara Indonesia (DI).

Senjata-senjata yang bisa dipasang pada helikopter serang ini seperti peluncur roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket) dan Door Gunner jenis Gatling dan Mag58. “Cuma kalau senjata Door Gunner ini dipasang, maka tempat duduk di heli harus dilepas,” tuturnya.

  ⚓ Prokal  

Rabu, 25 Juli 2018

TNI AU Berangkatkan 8 Pesawat F16

✬ Pitch Black 2018 Sejumlah penerbang tempur dan ground crew berbincang di dekat deretan Pesawat Tempur F-16 usai upacara pemberangkatan dan kesiapan pasukan Pesawat Tempur F-16 beserta crew yang akan berangkat ke Australia mengikuti latihan tempur multinasional, di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Selasa (24/7/2018). Sebanyak delapan unit pesawat tempur F-16 dari Skuadron Udara 3 Lanud Iswahjudi serta penerbang dan ground crew akan mengikuti latihan terbesar angkatan udara Australia Pitch Black yang melibatkan sejumlah negara dan berlangsung 30 Juli hingga 17 Agustus. [ANTARA FOTO/Siswowidodo]

Lanud Iswahjudi memberangkatkan delapan unit pesawat tempur F-16 untuk mengikuti latihan tempur multinasional “Pitch Black” di Darwin Australia.

Keikutsertaan kita dalam latihan bersama ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama yang lebih erat untuk mewujudkan perdamaian di kawasan,” jelas Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal saat memimpin upacara pemberangkatan dan kesiapan pasukan F-16 di halaman Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Selasa).

Ia mengingatkan, bahwa wilayah Indonesia, terutama yang berbatasan dengan Laut Cina Selatan serta Selat Timor dibutuhkan kerja sama dengan negara lain dalam hal menjaga keamanan kawasan.

Keterlibatan Indonesia dalam latihan bersama tersebut, lanjut Samsul Rizal, akan semakin mendorong stabilitas kawasan yang pada gilirannya akan bermuara kepada stabilitas keamanan Indonesia.

Hubungan kerjasama yang baik terutama bidang militer secara tidak langsung juga akan meningkatkan kredibilitas TNI secara keseluruhan dan TNI AU pada khususnya,” ujarnya.

Rencananya, Rabu (25/ 07) delapan unit pesawat F-16 dan crew yang akan mengikuti latihan tempur multinasional pitch black di Australia akan diberangkatkan dari Lanud Iswahjudi.

Rencananya akan berangkat besok (Rabu 25 Juli) pagi, menuju Bali dulu untuk bermalam semalam. Dan lusa baru melanjutkan perjalanan ke Darwin. Latihan akan dimulai 27 Juli sampai 17 Agutus,” jelas Samsul Rizal di sela pemeriksaan pasukan dan peralatan utama sistem persenjataan (alutsista).

  ⚓ antara  

US To Exempt India, Indonesia And Vietnam From CAATSA Sanctions

Su 35 [Marina]

The United States Senate Committee on Armed Services plans to exempt some US strategic allies; India, Indonesia and Vietnam from Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) that allows the nations to buy Russian military equipment without any threat sanctions.

The final piece of legislation will exempt just three countries—India, Indonesia, and Vietnam—from a robust sanctions regime enacted and imposed last year,” Sen. Jim Inhofe Republican Senator from Oklahoma, who helped craft the annual defense bill as part of the House Armed Services Committee was quoted as saying by the Daily Beast Monday.

They are currently buying [Russian] equipment that has to be maintained until they make the transition, and those three fall into that category,” Inhofe said in a brief interview.

That was us,” Inhofe added, referring to the fact that Congress, not the Trump administration, decided which countries can obtain waivers.

According to the defense bill’s summary released Monday night, the “modified waivers” will “exclude the possibility of waivers for Russian intelligence agencies and other entities engaged in cyberattacks.” Additionally, the legislation requires the administration to certify whether India, Indonesia and Vietnam can remain exempt from sanctions. That means those countries must show that they are sufficiently reducing their reliance on Russian weapons systems.

The CAATSA was passed to punish Russia for its interference in elections and its involvement in Ukraine. A section of the bill requires sanctions against those countries doing business with Russian defense industry.

Defense Secretary James Mattis, earlier this year had requested Congress to grant national security waivers to sanctions on countries that have historically had relations with Russia but are now leaning towards US to buy defense equipment, namely India, Indonesia and Vietnam.

But last week, some top senators were arguing against waivers altogether. Sen. Bob Menendez (D-N.J.), the top Democrat on the foreign relations committee, told The Daily Beast that expanding the waiver process "undermine (s) the very essence of those sanctions” against Russia, the Daily Beast reported.

But others, like Senate Majority Whip John Cornyn (R-TX) and Rep. Adam Smith (D-WA), the top Democrat on the House Armed Services Committee, argued that sanctioning India would drive that nation even closer to Russia.

The Pentagon has made a very strong case that we need India, we want to build a relationship there and not cut it off,” Smith told The Daily Beast last week.

  ⚓ Defense World  

[Foto] Prajurit Korps Marinir Indonesia Latihan Debarkasi dan Embarkasi

✬ RIMPAC 2018

 
Prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Latihan Bersama (Latma) Multilateral Rim Of The Pacific (Rimpac) 2018 melaksanakan Latihan Debarkasi dan Reembarkasi di perairan Pantai Kawaihae, Hawai’i Island, Hawaii, Amerika Serikat. Senin (23/07/2018).

Latihan yang dipimpin langsung oleh Danton Kavaleri Lettu Mar Rahmat Alan tersebut melibatkan delapan unit kendaraan tempur amphibious assault vehicles LVT-7, dua unit Landing Craft Utility (LCU) dan dua unit Landing Craft Vehicle Personnel (LCVP) dari KRI Makassar-590, serta dua unit perahu karet dan motor tempelnya.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui kesiapan material tempur serta menguji jaring komunikasi radio dan hubungan antar LVT-7 dengan unsur darat dan unsur laut di KRI sebelum melaksanakan puncak kegiatan latihan Rimpac 2018 yaitu pendaratan amfibi di Pyramid Rock Beach, Kaneohe Bay pada tanggal 29 Juli 2018. Pada saat yang bersamaan, Pasrat Korps Marinir di bawah komando Mayor Marinir Afrison Taufik juga melaksanakan proses reembarkasi pasukan dengan menggunakan LVT-7 dari pantai Kawaihae menuju KRI Makassar-590.

Perwira Embarkasi Pasukan Kapten Marinir Dhani Widiyanta menilai bahwa unsur Kavaleri Korps Marinir TNI AL saat ini merupakan salah satu satuan yang juga berperan penting dalam pelaksanaan operasi pendaratan amfibi karena prajurit Marinir pada dasarnya adalah pasukan pendarat amfibi sehingga Korps Marinir benar-benar membutuhkan pengawak-pengawak kendaraan tempur kavaleri yang handal dan terlatih.

Sementara itu, Komandan Satgas Rimpac Mayor Marinir Aristoyuda mengatakan, Latihan Debarkasi dan Reembarkasi merupakan salah satu materi yang dilatihkan dalam Latma Rimpac 2018, dengan harapan bahwa dalam latihan puncak yaitu pendaratan amfibi dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Dalam proses latihan debarkasi dan reembarkasi, pasukan infanteri dan unsur Bntuan administrasi (banmin) masuk ke dalam LVT-7 untuk dibawa langsung ke KRI Makassar-590. “Secara teori, spesifikasi dan kemampuan kendaraan tempur LVT-7 sangat bagus untuk melaksanakan proses debarkasi dan reembarkasi pasukan. Jadi dengan kegiatan latihan ini, seluruh unsur Pasrat dan KRI dapat melaksanakan proses integrasi dengan maksimal. Alhamdulillah, semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan aman,” pungkasnya. [Foto Inews]



  ⚓ Marinir  

Selasa, 24 Juli 2018

Panglima TNI Berencana Tambah Kapal Rumah Sakit

KRI dr Soeharso 990. [Foto/Dok SINDOnews]

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berencana menambah kapal rumah sakit sekelas KRI dr Soeharso 990 pada rencana strategi (renstra) lll periode 2019-2024 mendatang.

"Mudah-mudahan renstra ke 3 kita ajukan untuk penambahan, sekarang ada armada 3, dan KRI sejenis bisa kita tempatkan di wilayah timur. Di timur juga masih banyak masyarakat yang tinggal di pesisir pulau-pulau," kata Panglima TNI di sela-sela kegiatan Joy Sailing dengan Pemred Media Massa di KRI dr Soeharso 990, Senin (23/7/2018).

Terkait dengan jumlah, Hadi mengaku masih melakukan penghitungan sesuai dengan renstra dan keuangan negara. "Kita inginnya ideal sesuai minimum esensial force (MEF). Keberadaanya perlu untuk Koarmada III," kata dia.

Saat ini, TNI baru memiliki satu kapal rumah sakit yakni KRI dr Soeroso 990. Kapal yang memiliki panjang 122 meter persegi dengan lebar 22 meter persegi ini memiliki beberapa fasilitas seperti ruangan operasi dan perawatan. Dia menyebut, kapal tersebut telah mengikuti berbagai operasi kemanusiaan seperti membantu korban bencana tsunami, Aceh dan Wasior, Papua.

"Ini kapal rumah sakit yang bisa kita set up sebagai rumah sakit kelas 1, 2, atau 3, saya tadi dijelaskan dokter, semuanya lengkap dan ada beberapa perlengkapan yang alat-alatnya modern, KRI Soeharso ini bukan untuk anggota TNI saja, tapi juga untuk masyarakat di pulau terdepan," katanya. (rhs)

  ⚓ sindonews  

Senin, 23 Juli 2018

Sertifikasi Medium Tank Selesai Akhir Juli Ini

Kerja Sama Indonesia-TurkiMedium Tank [FNSS] ★

D
irektur Teknologi Dan Pengembangan Ade Bagja mengatakan, PT Pindad sudah merampungkan pembuatan purwarupa atau prototype medium tank kedua yang dirancang bersama FNSS Turki. “Kami punya Prototype 1 yang dibangun di Turki, dan itu sedang kami perbaiki, di improve pada Prototype 2. Prototype kedua ini yang akan kita lakukan sertifikasi,” kata Ade Bagja di Bandung, Jumat, 13 Juli 2018.

Ade mengatakan, pada kerjasama pengembangan medium tank Indonesia-Turki akan dibuat 2 purwarupa tank. Satu sudah lama selesai dibangun Pindad-FNSS di Turki, sementara Purwarupa 2 dibuat di Pindad, Bandung. “Yang dibuat di Turki itu sudah kami coba di sana, dan sebagainya; ada perbaikan, diterapkan di Prototype 2. Yang kan di sertifikasi ini, yang sudah ada proses ‘improvement’-nya,” kata dia.

Ade mengatakan, medium tank Purwarupa 2 ini bahkan sudah menjalani “mine blast test”, atau pengujian ketahanannya terhadap ledakan ranjau. Medium tank Purwarupa 2 tersebut menjalani pengujian menghadapi ledakan 8 kilogram TNT di bawah “hull” tank tersebut, serta 10 kilogram TNT yang ditanam di jalur lintasan tank tersebut. “Secara umum berhasil, Alhamdulillah. Tapi untuk hasil kuantitatifnya belum keluar. Mudah-mudahan hasilnya bagus,” kata dia.

Pengujian terhadap ledakan ranjau itu dijalani medium tank Purwarupa 2 tersebut tanggal 12 Juli 2018 di Lapangan Tembak Pussernarmed, Batujajar, Bandung Barat. “Pengujian standar internasional itu untuk 10 kilogram (TNT) d bawah track, itu besar. Kalau kita lihat filmmya tadi, bayangin, ada material loncat, sampai tanknya ngangkat karena (ledakan) 10 kilogram (TNT) itu besar,” kata Ade.

Menurut Ade, jika masih ditemukan kekurangan selepas evaluasi pengujian terhadap simulasi ledakan ranjau, tank akan disempurnakan lagi. “Setelah ini selesai, kami akan lanjutkan dengan proses sertifikasi,” kata dia.

Ade mengatakan, dalam fase sertifikasi tersebut akan dilakuan oleh Dislitbang TNI Angkatan Darat. “Sertifikasi dalam ketentuan yang ada di Indonesia, yang melakukannya adalah Dislitbang AD. Jadi seakan-akan kendaraan ktia berikan pada Dislitbang AD, mereka yang akan melakukan proses sertifikasi. Kami gak boleh nyentuh lagi,” kata dia.

Rancangan final pasca sertifikasi ini yang akan menjalani produksi masal. “Untuk tahap awal, hasil yang sekarang, kami mau produksi dulu,” kata Ade.

Ade mengatakan, proses sertifikasi tersebut ditargetkan sudah bisa dikerjakan akhir bulan Juli 2018 ini, atau paling telat awal Agustus 2018. “Sertifikasi itu untuk mobilitas daya gerak, dan juga daya tembak atau daya gempur. Untuk mobilitas itu ada endurance, seminggu lebih dijalankan naik turun atas bawah, muter-muter. Minimal ada waktu 3-4 hari tidak boleh dimatikan mesinnya, jalan terus,” kata dia.

Tank tersebut juga akan menjalani pengujian daya tembak atau blast test, sebagai bagian dari sertifikasi tersebut.

 Varian APC dan Komando 
Uji ledak 10kg TNT tank medium Pindad-FNSS [IMF]

Ade mengatakan, medium tank pengembangan Indonesia-Turki itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan TNI. “Apa sih yang diperlukan oleh user kita. User kita ingin sebuah kendaraan tempur yang punya kemampuan menggempur, untuk menghancurkan lawan, tetapi kalau sampai dia dalam keadaan serangan, dia aman. Aman itu artinya, untuk personil dan materil di dalamnya. Dan itu yang coba kami penuhi. Berbagai macam spesifikasi terkait dengan kemampuan gempur, gerak, bertahan, survival, ability-nya, itu yang kita penuhi,” kata dia.

Menurut Ade, kendati kelak sudah masuk fase produksi, tank tersebut juga akan masih menjalani serangkaian pengembangan mengikuti kebutuhan TNI. Salah satu pengembangan yang disiapkan adalah pengembangan veris APC (angkut personil), hingga ambulan. “Medium tank itu ada yang (tipe) kanon, tapi ada yang bisa dibuat untuk angkut personil. Karena yang dibutuhkan itu akan 1 kompi, itu di dalamnya ada tank penggempur, komando, administrasi, angkut personil, dan itu variannya banyak,” kata dia.

Ade mengatakan, Medium Tank ini juga dirancang memiliki kemampuan menyeberang di perairan kendati bukan tipe Amphibious seperti yang dipergunakan oleh pasukan Marinir. “Nanti tergantung kebutuhannya, bisa saja. Tapi kalau perlunya APC, kita akan perbesar kapasitasnya, nanti kita punya tipe Kanon dengan 10 penumpang, nanti kita pindah ke 16 penumpang,” kata dia.

Ade mengatakan, proyek pengembangan Medium Tank tersebut yang menjadi sasaran bukan kemampuan produksi semata, tapi justru penguasaan teknologinya. “Yang akan kami deliver ke Kementerian Pertahanan itu bukan medium tank-nya tapi penguasaan teknologi kendaraan tempur,” kata dia.

  Tempo  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...