Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juli 2026

Marinir Uji Fungsi Roket 122 mm Buatan Serbia di Baluran

 ➶  (Dispen Marinir)

Korps Marinir TNI Angkatan Laut menggelar uji fungsi amunisi roket kaliber 122 milimeter (mm) buatan Serbia di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (11/7/2026).

Pengujian dilakukan oleh Laboratorium Induk Senjata TNI Angkatan Laut (Labinsenal) dengan melibatkan Batalyon Roket 2 Marinir sebagai pelaksana penembakan.

Menurut siaran pers Dinas Penerangan (Dispen) Korps Marinir, sejumlah roket 122 mm ditembakkan ke sasaran dan seluruhnya mencapai target serta meledak di daerah sasaran.

Hasil penembakan selanjutnya dievaluasi untuk menilai fungsi dan kelayakan amunisi.

Pengujian ini dilaksanakan untuk memastikan amunisi yang digunakan memenuhi fungsi dan kelayakan serta siap mendukung kebutuhan operasional satuan dalam pelaksanaan tugas,” kata Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan, dikutip Senin (13/7/2026).

Menurut dia, uji fungsi amunisi merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan material tempur dan sistem persenjataan Korps Marinir sebelum digunakan dalam pelaksanaan tugas.

Turut hadir Waasintel Pangkormar Kolonel Marinir Teguh Santoso, Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, Aslog Danpasmar 2 Kolonel Marinir Bakti Dasasasi Penanggungan, dan Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto.

  Kompas  

Rabu, 20 Mei 2026

Marinir Sukses Laksanakan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 BMP-3F Asal China

  Amunisi alternatif   Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China dibandingkan amunisi 3UOF17 dari Rusia pada Ranpur Tank BMP-3F (photos: Menkav 2)

Untuk mengetahui kondisi dan kemampuan Amunisi kaliber 100 mm BTE1 China, Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir terpilih sebagai pelaksana dalam penyelenggaraan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China yang di aplikasikan langsung pada Ranpur Tank BMP-3F di Daerah Latihan (Rahlat) Puslatpurmar 5 Baluran, Kab. Situbondo. Selasa (12/05/2026).

Turut hadir meninjau langsung kesiapan material dan pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi tersebut, Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan, S.E., M.M., M.Sc., CHRMP., didampingi oleh Asintel Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Nanang Saefulloh, S.E., M.M., Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, S.E., M.M., M.Tr.Hanla., serta Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto, CRMP.

Disamping itu dalam Uji Fungsi Amunisi ini juga melibatkan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AL sebagai lembaga utama TNI AL yang bertanggung jawab atas penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi material serta teknologi peralatan Angklatan Laut.


Uji Fungsi Amunisi diawali dengan pengecekan data dimensi amunisi kaliber 100 mm BTE1 China sebagai amunisi uji serta amunisi kaliber 100 mm 3UOF17 Rusia sebagai amunisi pembanding.

Kegiatan dilanjutkan pengecekan Sistem Kendali Senjata yang terintegrasi pada Ranpur Tank BMP-3F, kemudian pelaksanaan penembakan amunisi uji yang seluruhnya berfungsi dengan baik dan tepat sasaran dijarak 1000 m, 1200 m, hingga 4000 dalam rangka zeroing, uji Fuze (pemicu ledak) dan uji Safety Distance sebagai parameter jarak aman ledakan.

Komandan Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Hayat Tegar, M.Tr.Opsla., selaku Palak Uji menyampaikan bahwa, kegiatan Uji Fungsi Amunisi yang dilakukan saat ini merupakan langkah penting untuk menjamin keselamatan personel dan material yang dimiliki Korps Marinir dimasa yang akan datang.

Kesiapan kru pengawak Ranpur dan material tempur sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi, di sisi lain dengan berhasilnya Uji Fungsi Amunisi ini diharapkan kedepanya dapat menunjang efektivitas operasional.


  ♞ Menkav II  

Rabu, 06 Mei 2026

Marinir Bidik AlAV di AS

Menindaklanjuti rencana modernisasi alutsista Ilustrasi LVT7 Marinir (Wikipedia)

Korps Marinir menindaklanjuti rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memastikan kelanjutan pengadaan kendaraan tempur Amphibious Assault Vehicle (AAV) serta penjajakan teknologi militer terbaru.

Asisten Logistik Panglima Korps Marinir (Aslog Pangkormar) Brigjen (Mar) Efhardian hadir mewakili Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi dalam ajang Modern Day Marine 2026. Pameran ini merupakan kiblat inovasi teknologi operasi pesisir yang digelar di Washington D.C., pada 28-30 April 2026.

 Progres Pengadaan AAV


Dalam agenda tersebut, Efhardian mengadakan pertemuan khusus dengan Direktur Pengadaan Alutsista Korps Marinir AS (USMC), Brigjen Tamara Campbell. Diskusi ini membahas kepastian lini masa pengiriman dan teknis pengadaan kendaraan pengangkut personel amfibi tersebut.

Kami hadir untuk memastikan kerja sama alutsista antara Korps Marinir Indonesia dan USMC berjalan lancar, termasuk keberlanjutan program AAV untuk memperkuat kesiapan operasional satuan,” kata Efhardian, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (5/5).

Efhardian menambahkan, Indonesia menitikberatkan pada aspek peningkatan kapabilitas pengawak melalui pelatihan dan transfer teknologi. “Kerja sama ini bukan sekadar pengadaan unit, tapi mencakup transfer ilmu agar personel kami memiliki kesetaraan kemampuan teknis dengan mitra internasional,” tegasnya.

Pihak USMC melalui Campbell menyatakan komitmennya untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati kedua belah pihak.

 Diplomasi Militer dan Hubungan Bilateral

Selain membedah teknologi dari 350 industri pertahanan, delegasi Marinir juga menyambangi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. untuk bertemu Duta Besar RI Indroyono Soesilo. Pertemuan ini bertujuan melaporkan progres diplomasi militer yang sedang dilakukan di AS.

Indroyono menilai langkah Korps Marinir ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam kerangka kerja sama pertahanan Major Defense Cooperation Partnership.

Pemerintah mendukung penuh komunikasi strategis ini. Selain urusan alutsista, ini adalah bagian dari penguatan interoperabilitas atau kemampuan untuk bekerja sama dalam operasi gabungan antara TNI AL dan USMC,” ujar Indroyono.

 Pantau Teknologi Lintas Domain

Selama pameran, delegasi juga berdiskusi dengan Direktur Program Kerja Sama Material Internasional Angkatan Laut AS William Carty, serta Aslog USMC Letjen Stephen Sklenka. Pihak AS membuka peluang kerja sama seluas-luasnya, termasuk pada teknologi multi-domain operations yang menggabungkan kekuatan darat, laut, dan udara dalam satu sistem terintegrasi.

Langkah maraton di Washington ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Korps Marinir untuk terus memperbarui sistem persenjataan sesuai dengan dinamika keamanan kawasan saat ini. (at)

  ♞
IDM  

Sabtu, 03 Januari 2026

115 Personel Satgas Rajawali dan Koops Habema Dapat KPLB

  Rebut Markas OPM di 3 Lokasi 115 Personel Satgas Rajawali dan Koops Habema Terima KPLB

Sebanyak 115 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi (Koops) Habema menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas keberhasilan mereka menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tiga lokasi berbeda dalam rangkaian operasi militer sepanjang Oktober hingga November 2025.

Pemberian KPLB dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan disaksikan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di markas Koops Habema, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/1/2026) kemarin.

Para prajurit penerima KPLB berasal dari pasukan tempur lintas matra, meliputi Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), serta Korps Marinir TNI AL dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Mereka mengikuti upacara dengan mengenakan baret kebanggaan satuan masing-masing.

Prosesi penanggalan pangkat lama dan penyematan pangkat baru dipimpin Panglima TNI, kemudian dilanjutkan pemberian ucapan selamat oleh Menhan RI, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi, serta Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto.

KPLB diberikan kepada prajurit yang terlibat langsung dalam sejumlah operasi penting, di antaranya Operasi Kinetik 5 Oktober 2025 di Kampung Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Dalam operasi tersebut, Satgas Rajawali III berhasil menguasai markas kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya serta menetralkan tokoh kunci OPM, Mayu Waliya, yang menjabat Komandan Operasi Kodap XII.

Selanjutnya, pada Operasi Badai 15 Oktober 2025, Satgas Rajawali II dan III merebut markas kelompok bersenjata Kodap VIII Soanggama pimpinan Undius Kogoya di Kampung Soanggama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Operasi tersebut menewaskan 14 anggota OPM.

Operasi berlanjut melalui Operasi Badai Kasuari 9 November 2025, saat personel Yonif 10 Marinir, Denjaka, serta unsur pendukung lainnya menyergap markas OPM di wilayah Sungai Wariager, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam amanatnya menegaskan pemerintah tidak akan ragu memberikan penghargaan kepada prajurit yang menjalankan tugas dengan risiko tinggi.

Ada kebahagiaan tersendiri bagi seorang komandan ketika dapat memberikan penghargaan kepada prajuritnya. Negara tidak akan mengabaikan mereka yang berkeringat dan rela berkorban demi bangsa dan negara,” ujar Sjafrie.

Ia menambahkan, penghargaan akan terus diberikan kepada prajurit yang menunjukkan prestasi, integritas, serta pengabdian luar biasa.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan Kenaikan Pangkat Luar Biasa merupakan bukti nyata kehadiran negara bagi prajurit yang mengabdikan diri melampaui tugas dan tanggung jawabnya.

KPLB adalah penghargaan negara kepada prajurit TNI yang menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegas Panglima TNI.

Pemberian KPLB ini diharapkan dapat meningkatkan moril, semangat juang, dan profesionalisme prajurit TNI, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ron)

  💂 
Fajar Papua  

Senin, 10 November 2025

Resimen Kavaleri 1 Marinir Terima Kembali 12 unit BTR-80 A

Setelah melaksankan tugas selama 16 tahunRanpur BTR-80-A Marinir (Pasmar 1)

Resimen Kavaleri 1 Marinir (Menkav 1 Mar) menerima kembali 12 unit kendaraan tempur BTR-80 A yang telah selesai melakasanakan Satgas Misi Perdamaian Dunia di Lebanon. Penjemputan ranpur ini dilaksanakan di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Minggu (10/11/2025).

BTR-80 A ini telah melaksankan tugas selama 16 tahun lamanya dimana sebagai ranpur angkut personel, ranpur ini juga sebagai mobilitas dan sarana tempur di Satgas Perdamaian Unifil Lebanon dari Kontingen A sampai dengan Q. Terhitung 16 tahun lamanya BTR-80 A sudah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik serta menjaga seluruh personel yang telah bertugas di daerah perbatasan tersebut.

Dengan kembalinya BTR-80 A, Menkav 1 Mar semakin memperkuat kemampuan tempur dan mobilitas pasukan. Kembalinya BTR-80 A ini akan meningkatkan kesiapsiagaan kita dalam menjalankan tugas-tugas operasi, ujar Komandan Resimen Kavaleri 1 Marinir (Danmenkav 1 Mar) Letkol Marinir Agus Setiyo Budi, M. Tr. Opsla.

BTR-80 A adalah kendaraan tempur yang sangat handal dan telah terbukti dalam berbagai operasi militer. Dengan kembalinya ranpur ini, Menkav 1 Mar siap menghadapi tantangan tugas di masa depan.

  Pasmar 1  

Sabtu, 13 September 2025

TNI AL Fokus Bangun Strategi Pertahanan Maritim di 5 Pulau Besar

  Koarmada, Kolinlamil, Pasmar, dan lainnya akan dikembangkan menjadi lima satuan KRI BWJ-320 resmi perkuat Koarmada II (dispenal)

Di usia 80 tahun, TNI AL menegaskan arah pembangunan kekuatan maritim ke depan. Fokusnya bukan hanya pada modernisasi alutsista, tetapi juga penataan organisasi sesuai strategi pertahanan nasional.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menyebut, sesuai kebijakan pertahanan yang dirumuskan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, TNI AL akan menggelar satuan operasi dan pendukung operasi di lima wilayah Pulau Besar.

Koarmada akan dikembangkan menjadi lima. Lalu, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) akan dikembangkan menjadi lima Satlinlamil. Sedangkan Pasukan Marinir (Pasmar) akan dikembangkan menjadi lima Pasmar,” jelas Tunggul kepada Indonesia Defense Magazine, Rabu (10/9).

Penguatan juga mencakup Wing Udara Puspenerbal yang akan ditingkatkan menjadi lima Wing Udara, serta satuan survei hidro-oseanografi Pushidrosal yang akan diperluas menjadi lima satuan survei hidros.

Tak hanya unsur tempur, satuan pendukung juga disiapkan secara proporsional. Depo perbekalan, senjata, dan amunisi akan dikembangkan menjadi lima unit di masing-masing wilayah pulau besar,” ujar Tunggul.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menekankan pentingnya modernisasi dan penguatan struktur organisasi untuk menghadapi dinamika global dan kompleksitas geopolitik.

Modernisasi kekuatan dan penguatan struktur organisasi adalah bagian dari visi TNI AL yang modern, berdaya gentar kawasan, dan berproyeksi global untuk mendukung Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Ali, dalam amanatnya saat memimpin upacara peringatan HUT ke-80 TNI AL, di Markas Koarmada RI, Jakarta, pada pagi ini.

Ia menambahkan, keberhasilan TNI AL tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alutsista, tetapi juga oleh disiplin, kepatuhan hukum, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sinergi dengan masyarakat dan instansi lain.

Pada akhir amanatnya, Ali mengajak seluruh prajurit ‘Jalasena’ untuk menjadikan peringatan HUT ke-80 TNI AL sebagai momentum untuk memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalitas, dan memperteguh tekad pengabdian kepada bangsa dan negara. (at)

  ♜ 
IDM  

Rabu, 10 September 2025

Marinir Uji Thermal Weapon Sight, Perkuat Kesiapan Tempur di Segala Medan

Marinir Indonesia uji coba Thermal Weapon Sight, alat bidik termal modern yang klaim bisa tingkatkan presisi operasi tempur (dispenal)

Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1) Mayjen TNI (Mar) Ili Dasili, S.E., bersama Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., mengikuti uji coba Thermal Weapon Sight di Lapangan Tembak Jusman Puger, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (8/9).

Uji fungsi ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme dan kesiapan tempur prajurit Marinir dengan teknologi modern.

Acara uji fungsi dihadiri sejumlah pejabat utama Korps Marinir dan perwakilan PT Indonesia Defence System sebagai pihak mitra. Rangkaian kegiatan diawali sambutan dari Direktur Utama PT Indonesia Defence System, doa bersama, uji coba alat, hingga sesi ramah tamah.

Dalam kesempatan itu, Danpasmar 1 mencoba langsung kecanggihan Thermal Weapon Sight bersama Pangkormar, Kepala Staf Korps Marinir, dan Wadan Pasmar 1. Mereka menembak sasaran yang disiapkan menggunakan teknologi bidik termal tersebut.

Thermal Weapon Sight merupakan perangkat optik canggih yang mampu mendeteksi panas tubuh manusia maupun kendaraan, bahkan dalam kondisi minim cahaya, berkabut, atau diselimuti asap.

Alat ini memberi keunggulan taktis dengan bidikan presisi siang maupun malam hari, sangat penting untuk operasi tempur, pengintaian, hingga misi khusus.

Alat bidik ini diproyeksikan untuk digunakan prajurit petarung Korps Marinir, terutama satuan elite seperti Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) dan Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Brigif Marinir.

Dengan dukungan teknologi baru, Korps Marinir diharapkan semakin siap menjaga kedaulatan negara di darat, laut, maupun pesisir.

  ⌾ 
Pikiran Rakyat  

Jumat, 05 September 2025

Pasmar 1 Pantau Situasi Jakarta dari Drone

(Pen Pasmar 1)

Dalam rangka mendukung upaya pengamanan unjuk rasa yang berlangsung di wilayah Jakarta, prajurit dari Batalyon Komunikasi dan Elektronika 1 Marinir (Yonkomlek 1 Mar) diterjunkan sebagai pengawak drone untuk memantau situasi secara real time dari udara yang dilaksanakan di Mako Kormar, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (04/09/2025).

Penggunaan drone ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan wilayah, memberikan data visual terkini kepada satuan komando, serta mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

Marinir lakukan pemantauan situasi musuh dengan drone dalam Latma SGS 25 (Pen Pasmar 1)
Dengan kemampuan teknologi pengindraan jarak jauh, drone yang dioperasikan oleh prajurit Yonkomlek 1 Mar mampu mengamati pergerakan massa, memetakan titik-titik kerawanan, dan mendukung koordinasi antar satuan TNI–Polri.

Di tempat yang berbeda Danyon Komlek 1 Mar Letkol Marinir Bernardus Yudi Ari Wibowo, MTr.Opsla. menyampaikan langkah ini sekaligus membuktikan kesiapan dan profesionalisme Korps Marinir dalam menghadapi tantangan keamanan di era modern, dimana teknologi menjadi bagian integral dari operasi militer maupun tugas kemanusiaan dan pengamanan dalam negeri.

  🎥 
Pasmar 1  

Kamis, 04 September 2025

Pasmar 3 Latihan Pertempuran Kota di Yordania

Latma Urban Warfare yang digelar King Abdullah II Special Operations Training Center (KASOTC), di Amman, Yordania (TNI AL)

Pasukan elite Korps Marinir TNI AL dari Batalyon Intai Amfibi 3 Marinir, menuntaskan misi dalam Latihan Bersama (Latma) Purkota yang digelar King Abdullah II Special Operations Training Center (KASOTC), Amman, Yordania, Timur Tengah, awal pekan ini.

Dalam latihan tersebut, prajurit Korps Marinir tergabung bersama pasukan Korps Artileri Kerajaan Yordania dan personel dari berbagai negara sahabat.

Materi latihan yang telah diberikan meliputi operasi darat, pertempuran kota (Urban Warfare), hingga simulasi operasi penyelamatan sandera.

Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan penuh semangat dan profesionalisme yang tinggi.

Latihan yang berlangsung selama beberapa bulan ini ditutup secara resmi melalui latihan puncak berupa simulasi pertempuran kota di KASOTC.

Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta dari berbagai negara, termasuk TNI AL menerima sertifikat sebagai tanda kelulusan dan keberhasilan menyelesaikan misi latihan.

Menurut Danpasmar 3 Brigjen TNI Mar Andi Rahmat, latihan ini bukan hanya sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan teknis dan taktis, namun juga menjadi sarana mempererat hubungan kerja sama militer antara Indonesia dan Yordania, serta dengan negara-negara sahabat lainnya.

Harapannya, Prajurit TNI AL dapat mengaplikasikan ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang telah diperoleh dalam latihan ini ke dalam penugasan nyata di lapangan, serta menjadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Danpasmar 3.

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan kepada Prajurit TNI AL agar meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaannya untuk menghadapi segala ancaman yang datang.

  🤝 
TNI AL  

Rabu, 03 September 2025

Marinir Kuasai 5 Markas OPM di Maybrat

  Senpi Rakitan-Busur Panah Disita Prajurit Satgas Pamtas Mobile Yonif 10 Marinir/SBY menguasai salah satu rumah basis OPM di Aifat, Maybrat, Senin (1/9). (Dok. Dispen Kormar)

Pasukan Marinir dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY Gobang IV menguasai 5 rumah yang dijadikan markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Marinir juga menyita senjata api (senpi) rakitan hingga busur panah.

"Pasukan Marinir berhasil merebut dan menguasai markas kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka di Muara Oasin," kata Dansatgas Pamtas Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Aris Moko kepada wartawan, Selasa (2/9/2025).

Penyergapan dilakukan di Muara Oasin, Sungai Kamundan Bawah, Aifat Selatan, Maybrat, Senin (1/9). Operasi raid amfibi digelar setelah diperoleh informasi keberadaan kelompok bersenjata OPM pimpinan Manfret Fatem (Ops Kodap IV Sorong Raya), Zeth Tamunete (Danyon Buaya Kodap IV Soraya), dan Silas Ky (Danyon Karif Hamid Kodap IV Soraya).

"Kelompok tersebut terlibat penyerangan Posramil Kisor dan Pos Bosha, penghadangan aparat keamanan hingga mengintimidasi masyarakat yang beraktivitas di Sungai Kamundan Bawah," kata Aris.

Dia menuturkan dalam operasi tersebut, pihaknya menguasai lima titik rumah kaki seribu yang menjadi markas persembunyian OPM. Saat penggerebekan tidak ada anggota OPM diamankan namun sejumlah barang bukti disita.

"Dalam operasi militer ini, Marinir berhasil menguasai lima titik rumah kaki seribu yang dijadikan basis persembunyian OPM," beber Aris.

"Dari lokasi tersebut, prajurit mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya senjata rakitan, busur dan anak panah, senjata tajam, telepon genggam, bendera dan atribut Bintang Kejora, panel surya, accu serta perahu ketinting," tambahnya.

Aris menegaskan bahwa operasi ini menjadi bukti ketegasan TNI dalam menumpas kelompok separatis bersenjata di Papua. Ia memastikan operasi akan terus dilanjutkan untuk menjamin keamanan masyarakat.

"Tidak ada ruang bagi kelompok makar di tanah Papua. Marinir akan terus mengejar, menekan dan menghancurkan setiap ancaman yang mengganggu masyarakat serta mencoba merongrong kedaulatan negara," tegasnya. (hsr/ata)

  💂 
detik  

Senin, 01 September 2025

Prajurit TNI Asah Kemampuan Mobil Udara

  Dalam Super Garuda Shield 2025 Latihan Mobud (dispen TNI/antara)

Dentuman langkah prajurit dan deru baling-baling helikopter kembali mewarnai langit Baturaja, Sumatera Selatan, saat Latihan Mobil Udara (Mobud) menjadi salah satu rangkaian utama dalam Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (SGS) 2025, Jumat (29/8/2025).

Latihan mobil udara (Mobud) adalah operasi militer yang melibatkan pemindahan taktis pasukan tempur ke sasaran melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat, dan kemudian terlibat dalam pertempuran darat.

Latihan ini sering dilakukan oleh satuan tempur TNI, seperti Yonif (Batalyon Infanteri) dan pasukan Marinir, untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit dalam skenario penyergapan, pengejaran, atau penanggulangan teror di area yang tidak terjangkau oleh operasi darat.

Dalam suasana tropis yang penuh tantangan, prajurit Yonif 330/Tri Dharma Kostrad bergerak cepat, terkoordinasi, dan penuh disiplin.

Setiap pergerakan peleton menggambarkan keterampilan taktis, memanfaatkan kontur alam, menjaga kecepatan, sekaligus menunjukkan presisi dalam menjawab ancaman di medan operasi.

Latihan ini tidak hanya melatih ketangguhan fisik, tetapi juga membangun daya juang dan kecerdikan taktis.

Mobud peleton menjadi simbol adaptasi pasukan terhadap dinamika pertempuran modern di medan tropis, sekaligus bukti kesiap-siagaan TNI dalam mengawal setiap jengkal tanah air. (Puspen TNI)

  💥 
24 Jam  

Denipam 2 Mar Latihan Bersama di Thailand

  Latma Sea Garuda 22B-25 Marinir Indonesia asah kemampuan perang amfibi (dispen marinir)

Dalam rangka meningkatkan kemampuan tempur dan memperkuat hubungan Diplomasi antara Indonesia-Thailand, prajurit Detasemen Intai Para Amfibi 2 Marinir (Denipam 2 Mar) melaksanakan Latihan Bersama (Latma) Sea Garuda 22b-25 di Royal Thai Marine Corps-Recon Camp, Sattahip, Thailand. Rabu (26/08/2025).

Kegiatan Latma Sea Garuda 22b-25 kali ini mengusung tema yaitu Operasi Keamanan Maritim, Anti-Udara, Anti-Permukaan dan Operasi Pasukan Khusus Marinir.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara, meningkatkan kerja sama dalam operasi maritim antara TNI AL-Royal Thai Navy dan memberikan kesempatan untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan antar anggota kedua angkatan.

Materi latihan yang dilaksanakan seperti Small Unit Tactical, Squad Operation Order, Sniper Team Tactical, Scuba Diving Tactical, Amphibious Operation Doctrine, Usability Of Tactical Drone Dan Amphibious Raid.

Dansatgas Latma Sea Garuda 22b-25, Kolonel Laut (P) Fadhlon, S.E., M.M., MMSC., menegaskan bahwa latihan bersama ini menjadi momen penting bagi pasukan khusus Intai Para Amfibi 2 Marinir untuk saling berbagi pengetahuan tentang doktrin, taktik, dan strategi dari negara Thailand mengingat kondisi geografis kedua negara yang memiliki banyak kesamaan.

Danunit 2 Tim Charlie Detasemen Intai Para Amfibi 2 Marinir (Denipam 2 Mar), Letda Mar Zuja Vali Muhammad, S.Tr.Han., selaku Dantim Satgas Latma Sea Garuda 22b-25 menjelaskan bahwa latihan bersama ini tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan tempur tetapi juga untuk berdiplomasi dengan negara lain.

"Kita harus selalu belajar dan berlatih untuk menjaga profesionalme kita terhadap perkembangan teknologi yang semakin canggih. Tetapi juga kita harus memiliki kemampuan berbahasa asing sehingga mempermudah dalam memahami pengetahuan yang diberikan", pungkasnya.

  🤝 
Korp Marinir  

Jumat, 22 Agustus 2025

Pangkormar Tinjau Inhan Lokal

  👷  Dorong inovasi alutsista untuk Marinir Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi mengunjungi salah satu industri pertahanan lokal di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/8). (Dok. Dispen Kormar)

Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi mengunjungi salah satu industri pertahanan dalam negeri yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/8).

Endi meninjau proses produksi alutsista yang dikerjakan para tenaga ahli muda dari PT Hariff Dipa Persada.

Perusahaan tersebut diketahui mengembangkan sejumlah sistem penting, di antaranya Battlefield Management System (BMS) CY-16H, Datalink CY-16H, hingga sistem optik Binocular dan Targeting System YWP-22H. Produk telah digunakan pada kendaraan tempur TNI AD, seperti Leopard, medium tank, dan Anoa.

Selain itu, perusahaan juga tengah menyiapkan inovasi berbasis kecerdasan buatan dan realitas virtual untuk pelatihan misi, serta menjalin kerja sama dengan PT Dahana dalam pengembangan senjata latih lawan tank.-Bahkan, kolaborasi strategis dengan Naval Group Prancis juga dilakukan untuk memperkuat kemampuan maritim Indonesia melalui teknologi komunikasi taktis dan sistem kontrol pertahanan.

Sistem manajemen pertempuran (Battlefield Management System/BMS) buatan dalam negeri, CY-16H yang akan memperkuat kendaraan tempur lapis baja Kirpi produksi Turki, yang ditampilkan di pameran Indo Defence 2024, Rabu (11/6/2025).(Dokumentasi PT Hariff Dipa Persada)
Tenaga-tenaga ahli generasi muda bangsa ini dapat membuat produk militer yang tak kalah dari luar negeri karena produk dirancang sejak awal sesuai geografis dan kemampuan adaptasi dengan cara operasi dan doktrin,” ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (22/8).

Endi juga menerima penjelasan mengenai kemampuan produksi, teknologi yang digunakan, hingga potensi produk yang dapat mendukung kebutuhan operasional Korps Marinir.

Ini menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan antara Korps Marinir dan industri pertahanan, meningkatkan kemampuan serta kesiapan operasional prajurit saat bertugas,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Hariff Dipa Persada Adi Nugroho menyatakan pihaknya siap mendukung Korps Marinir melalui produk dan inovasi yang dimiliki.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan dan meningkatkan kontribusi industri pertahanan dalam mendukung tugas-tugas Korps Marinir,” kata Adi. (at)

  💻 
IDM  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...