Minggu, 19 April 2015

[World] AS Klaim Tahu Kelemahan Senjata Baru Iran

Amerika Serikat (AS) menyatakan sudah bertahun-tahun mempelajari sistem pertahanan S-300, dan sudah mengenai titik lemah sistem pertahanan tersebut.. Foto: istimewa

Amerika Serikat (AS) menyatakan sudah bertahun-tahun mempelajari sistem pertahanan S-300, dan sudah mengenai titik lemah sistem pertahanan tersebut. S-300 adalah sistem pertahanan terbaru Iran yang mereka beli dari Rusia.

“Kami mengetahui potensi sistem itu akan dijual ke Iran dalam beberapa tahun terakhir dan itu sudah termasuk dalam rencana kami,” ucap pemimpin staff gabungan militer AS, Jenderal Martin Dempsey seperti dilansir AFP pada Jumat (17/4/2015).

Dempsey menyatakan, tidak akan menjadi hal yang sulit bagi AS untuk bisa menembus pertahanan terbaru Iran tersebut, ketika pihaknya mulai menyerang fasilitas nuklir Iran. Dempsey memang menyatakan pihaknya tidak akan menghapus opsi militer walaupun negosiasi damai tahap pertama baru saja rampung.

"Opsi militer yang saya tawarkan ke presiden adalah untuk mendorong solusi diplomatik dan jika diplomasi gagal untuk memastikan bahwa Iran tidak mencapai kesepakatan program nuklir," tambahnya.

Pembelian sistem pertahanan terbaru Iran ini sendiri terjadi setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, mencabut embargo rudal S-300 terhadap Teheran. Rusia menilai embargo senjata kepada Iran sudah tidak diperlukan lagi. Alasannya, perundingan nuklir Iran sudah mengalami kemajuan.

Rusia sejatinya sudah menandatangani kontrak senilai USD 800 juta untuk menjual sistem rudal S-300 kepada Iran pada tahun 2007. Tapi, pada tahun 2010, kontrak itu ditangguhkan Dmitry Medvedev (Presiden Rusia kala itu) karena muncul keberatan dari AS dan Israel terkait akivitas program nuklir Iran.(esn)


  sindonews  

[World] Kapal Induk AS dari PD II Ditemukan dalam Keadaan Utuh

Kapal induk USS Independence (Boeing)

Setelah bersemayam di dasar laut selama 64 tahun, sebuah kapal induk dari era Perang Dunia II berhasil ditemukan dalam keadaan lengkap.

Para ilmuwan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) AS mengatakan bahwa kemungkinan masih ada pesawat di hangar kapal induk tersebut.

Kapal USS Independence tenggelam di kedalaman 800 meter bawah laut Kepulauan Farallon di California, AS. Bagian geladak dan lambung tampak masih utuh, menurut para ilmuwan NOAA.

Kapal induk tersebut pernah mengalami ujicoba bom atom dalam "Operation Crossroads" pada 1 Juli 1946. Kapal tersebut akhirnya dipensiunkan pada Agustus 1946 dan lambungnya yang sudah terkontaminasi dibawa ke San Fransisco.

Kontroversi muncul terkait penenggelaman tersebut karena kapal tersebut mengandung limbah radioaktif yang dapat meracuni satwa di Kepulauan Farallon.

James Delgado, kepala ilmuwan NOAA, mengatakan USS Independence menjalani misi perang di Pasifik dan menjadi subyek ujicoba bom atom pascaperang.

  ♔ Brita Satu  

Sabtu, 18 April 2015

Pesawat F-16 TNI AU yang Terbakar Rusak Total

Tak Bisa Dipakai Lagi Pesawat F-16 milik TNI AU yang terbakar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, kondisinya sudah rusak total. Jet tempur tersebut pun sudah tidak bisa digunakan kembali.

"Total out, rusak total dan tidak bisa digunakan lagi," ungkap Kadispen TNI AU Marsma Hadi Tjahjanto saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (17/4/2015).

Pesawat dengan homebase di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru tersebut terbakar pada Kamis (16/4) karena mengalami permasalahan sistem. Sang pilot, Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono akhirnya memutuskan batal take off setelah melihat adanya malfunction. Pesawat berhenti di ujung landasan dan sebagian bodinya terbakar karena bermasalah pada bagian hidrolik dan elektrik.

"Masih dalam investigasi, kami masih mengumpulkan data-data di lapangan untuk menyelidiki penyebabnya," kata Hadi.

Jet dengan nomor ekor TS1643 itu kini masih berada di Halim. Pesawat yang terbakar ini merupakan satu dari 24 F-16 yang merupakan hibah dari Amerika Serikat. Apakah pesawat itu akan dikembalikan ke AS, pihak TNI AU sendiri belum mengetahuinya.

"Itu nanti tergantung dari pemerintah bagaimana, apakah dikembalikan atau tidak," jelas Marsekal Bintang 1 yang segera menjabat sebagai Danlanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jatim itu.

Sementara pilot F-16 yang terbakar ini, Letkol Firman, keadaannya sudah semakin membaik. Namun ia masih dirawat di RSAU Esnawan Antariksa, Halim Perdanakusuma.

"Pilot sudah membaik, tapi masih dalam proses pemulihan di RS," tutup Hadi.(ear/kha)

  ♔ detik  

[World] Iran Ajak India, China dan Rusia Lawan Sistem Rudal NATO

Iran ajak Rusia, China dan India melawan sistem perisai rudal NATO. (Reuters/Atef Safadi) ⚓️

Iran mengajak Rusia, China dan India untuk melawan sistem perisai rudal NATO. Iran menyatakan siap bekerjasama dengan tiga negara itu untuk menghadapi ancaman NATO.

”Saya ingin mendukung ide pengembangan kerja sama pertahanan multifaset antara China, Iran, India dan Rusia untuk melawan ekspansi NATO di wilayah timur dan perisai rudalnya yang dipasang di Eropa,” kata Menteri Pertahanan Iran, Jenderal Hossein Dehqan, di sebuah Konferensi Keamanan Internasional di Moskow, Kamis kemarin.

Setelah menyampaikan ajakan itu, Dehqan, seperti dikutip RIA Novosti mengatakan, bahwa Rusia, China dan Iran dapat mengadakan pembicaraan pertahanan tripartit.

”Kami membahas aspek-aspek tertentu dari keamanan regional. Sudah diusulkan untuk mengadakan pertemuan trilateral Rusia, Iran dan China,” ujar Dehqan usai bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu.

Sementara itu, NATO berdalih penyebaran sistem perisai rudal NATO di Eropa Timur karena meningkatnya ancaman rudal balistik serta ancaman nuklir Iran.

”Ancaman terhadap negara-negara NATO yang ditimbulkan oleh proliferasi rudal balistik terus meningkat. Kerangka kesepakatan (dari program nuklir Iran) tidak mengubah fakta itu,” kata juru bicara NATO, Oana Lungescu, seperti dilansir Sputnik, Jumat (17/4/2015).(mas)

  ⚓️ sindonews  

[World] AS kirim tentara ke Ukraina

Brigade Linud Ke-173 AS mendarat di Ukraina http://img.antaranews.com/new/2015/04/ori/20150417Brigade-Ke-173.gifSerdadu dari Brigade Lintas Udara ke-173 dari Angkatan Darat AS mendarat di Ukraina (Reuters)

Sekitar 300 US pasukan para dari Brigade Lintas Udara ke-173 Amerika Serikat telah tiba di Ukraina pekan ini untuk melatih Garda Nasional Ukraina dalam memerangi pasukan pemberontak pro-Rusia di timur negeri itu, kata Angkatan Darat AS seperti dikutip AFP.

Ke-300 prajurit ini telah tiba Selasa dan Kamis lalu di Yavoriv, Ukraina barat, untuk melatih tiga batalion pasukan Ukraina selama enam bulan.

Mereka akan melatih Garda Nasional Ukraina yang adalah tentara cadangan bentukan tahun 2014 yang menghimpun relawan dan milisi pro pemerintah.

"Kami akan menyelenggarakan kelas-kelas mengenai fungsi-fungsi tempur, selain melatih keberlangsungan dan meningkatkan profesionalisme serta keterampilan staf militer," kata Mayor Jose Mendez, perwira operasional pada brigade yang berpangkalan di Italia itu.

Langkah AS ini kemungkinan akan membuat murka Rusia yang sudah menuduh AS telah mendukung demonstran yang menjatuhkan Presiden Ukraina pro-Rusia Victor Yanukovych tahun lalu sehingga membuat tegang hubungan Kiev dan Moscow.
Rusia sewot http://img.antaranews.com/new/2014/12/ori/20141212antarafoto-revivefriendship-india111214.jpgPresiden Rusia Vladimir Putin (REUTERS/Adnan Abidi)

Menyusul penggelaran 300 tentara Amerika Serikat di Ukraina pekan ini, Moskow memperingatkan bahwa kehadiran personel militer asing akan mendestabilisasi situasi di Ukraina.

"Partisipasi para instruktur dan pakar dari negara ketiga di wilayah Ukraina, tentunya, tidak membantu mengatasi konflik di sana," kata Juru Bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, seperti dikutip AFP.

"Sebaliknya, hal itu bisa secara serius mendestabilisasi situasi," sambung dia.

Sekitar 300 tentara pasukan para AS tiba di Ukraina barat pekan ini untuk melatih tiga batalion Garda Nasional Ukraina selama enam bulan.

Konflik di Ukraina telah berkecamuk selama hampir setahun dengan membunuh sekitar 6.000 orang di Ukraina timur di Donetsk dan Lugansk.

Negara-negara Barat menuduh Moskow mendukung kaum separatis namun Putin mengatakan dia tidak menempatkan seorang pun tentara di Ukraina.

  ★ Antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...