Senin, 22 September 2014

AURI Pengguna C-130B Pertama di Luar AS

Bukti ketangguhan pesawat angkut C-130 Hercules dirasakan betul oleh Bangsa Indonesia. Sejak menerima C-130B tahun 1960 dan menjadi operator pertama di luar Amerika Serikat, Hercules hingga saat ini masih digunakan dan memberikan kontribusi yang besar. Prototipe pesawat YC-130 lahir pada 23 Agustus 1954. Bulan lalu berarti telah genap berusia 60 tahun. Penerbangan YC-130 sukses dilaksanakan oleh pilot uji Lockheed Stan Beltz dan kopilot Roy Wimmer dengan hasil sangat memuaskan. Setelah itu YC-130 dikembangkan menjadi C-130A Hercules dan seterusnya dibuat tipe B, E, H serta yang terbaru adalah adalah tipe J. C-130 juga dikembangkan dalam beberapa varian lain sesuai kebutuhan penggunanya.

Sepak terjang dan kemampuan C-130 Hercules menggema ke seantero dunia. Oleh karena itu, tokoh-tokoh Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) ketika itu menilai pantas bila Indonesia yang tengah membangun negeri memiliki pesawat ini. Kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS), Pemerintah Indonesia pun mengajukan permohonan untuk memiliki C-130 guna memperlancar pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dengan argumen tersebut, akhirnya AS menyetujui Indonesia untuk memiliki 10 pesawat C-130B Hercules. Bersamaan dengan itu pula, Pemerintah Indonesia membebaskan seorang tawanan perang berkewarganegaraan AS yakni Allen Lawrence Pope, penerbang bayaran yang membantu gerakan separatis Permesta di Sulawesi Utara.

AURI pun akhirnya menjadi pengguna pertama pesawat C-130B di luar Angkatan Udara AS (USAF). Meskipun AU Australia (RAAF) telah lebih dulu menggunakan Hercules, namun tipe yang berbeda, yaitu C-130A yang mulai dikirimkan pada 1958.

 Masih terbatas 

Pada 1960, dalam penguasaan teknologi pesawat, sumber daya manusia (SDM) AURI dapat dikatakan masih sangat terbatas. Namun demikian, menghadapi teknologi pesawat C-130B yang terbilang canggih saat itu, semangat dan tekad para personel AURI tidaklah ciut. Sebaliknya, menghadapi fase loncatan dari teknologi mesin piston ke teknologi turboprop dijadikan sebagai suatu tantangan tersendiri.

AURI pun kemudian mengirim beberapa kru pesawat terdiri dari pilot, navigator, radio telegrafis udara, flight engineer, dan load master ke AS untuk mempelajari C-130B. Tanggal 18 Maret 1960 menjadi tonggak sejarah, karena putra-putra terbaik Indonesia berhasil menerbangkan C-130B Hercules bernomor ekor T-1301. Pesawat itu kini dapat dilihat di halaman Pusdiklat Paskhas, Lanud Sulaiman, Bandung dalam wujud monumen.(Roni Sontani)

  Ikahan  

Suka Duka Seorang Pekerja Chef Kapal Selam

http://www.tnial.mil.id/Portals/0/GambarArtikel1/latkes-17%5B1%5D.4-1.jpgMenjadi koki tentunya bukan pekerjaan yang mudah, jam kerja yang panjang nyaris tanpa hari libur ditambah dengan berbagai tekanan untuk menghasilkan makanan sempurna tanpa cela demi pelanggan setiap harinya tentunya bisa dengan mudah menghasilkan stress. Kehidupan koki di restoran memang cukup berat, lalu bagaimana dengan koki yang bekerja di Kapal Selam?

Apa yang terbayang di benak kamu jika mendengar ukuran "2 meter x 1,7 meter"? Toilet umum? Kasur single bed? Liang Kubur??

Ukuran "2 meter x 1,7 meter" tentunya adalah ukuran yang sempit dan kecil bagi banyak orang, namun inilah ukuran dari dapur di Kapal Selam KRI Cakra 401. Di ruang sempit inilah para chef kapal selam harus menyiapkan santapan untuk seluruh kru kapal. Seperti yang dikutip pada Koran Jawa Pos, menurut Serka Nanang, salah satu koki di kapal itu, sekali berlayar mereka bisa menghabiskan satu sampai dua bulan di bawah permukaan laut, dan selama itu diruangan berukuran 2 meter x 1,7 meter itulah para koki bergelut. Namun meskipun sempit, menurut Nanang hal itu tidak menjadi kendala bagi para chef kapal selam.

Beberapa aturan pun harus ditaati selama berada di kapal selam, salah satunya adalah tidak boleh memasak dengan menggunakan api! Hal ini dikarenakan sumber daya utama dari kapal selam menggunakan baterai yang mengeluarkan Hidrogen, maka jika ada percikan api sangat berpotensi terjadinya kebakaran. Maka dari itu selama bertugas, Nanang dan rekan-rekannya sangat mewaspadai tidak adanya penggunaan api.

Lain lagi cerita dari Sally Davies, salah seorang koki di HMS Turbulent, kapal selam milik angkatan laut Inggris. Menurut pengakuannya, makanan menjadi tolak ukur para kru kapal untuk menentukan hari dan waktu selama di kapal selam. Pasalnya selama berada di dalam laut, para kru sulit untuk menentukan hari dan jam, maka mereka menggunakan makanan sebagai tolak ukur. Misalnya jika para kru bangun dan disediakan kare sebagai menu makanan, maka mereka akan langsung tahu hari itu adalah Rabu malam.

Sally juga lebih sering memasak dengan menggunakan tangan tanpa bantuan alat karena kapal selam haruslah beroperasi secara sembunyi sembunyi dan jika mereka menggunakan alat yang mengeluarkan suara seperti mesin roti atau alat pengupas kentang otomatis maka suara tersebut bisa terdeteksi oleh sonar.

Tak pelak lagi bahwa menjadi chef kapal selam itu sangat menyita waktu. Bayangkan saja jika Anda harus turut serta bersama angkatan laut dan awak kapal untuk menyediakan makanan bagi mereka. Sekali berlayar membutuhkan berbulan-bulan berada di bawah permukaan laut, bahkan di laut pun para chef tak punya waktu yang luang untuk beristirahat. Chef kapal selam harus memasak untuk seratusan orang di kapal yang butuh tiga kali makanan bernutrisi setiap harinya. Oleh karena itu chef bekerja sesuai shift dan waktu tertentu yang telah diatur secara ketat; pekerjaan chef di dalam dapur kapal selam yaitu menyiapkan makanan termasuk memesan dan menyetok bahan makanan, menyiapkan tempat makan dan menguji kebersihan makanan. Seorang chef kapal selam yang pernah bekerja selama 5 tahun di laut mengungkap fakta bahwa para chef menghabiskan 70% waktu mereka di laut, sehingga menyebabkan mereka tak punya waktu bagi keluarga. Itu juga alasan mengapa mayoritas chef kapal selam berstatus single.

Nah tapi serunya berpofresi sebagai chef kapal selam yaitu para chef dapat menghasilkan $58,806 per tahun, bahkan jika ditambah dengan tunjangan lainnya, penghasilan seorang chef kapal selam dapat mencapai $200.000 per tahun.

  jobsdb  

[World Article] Oman OPV Buatan ST Marine

Merupakan Kapal Ketiga Pesanan Royal of Navy Oman Model kapal patroli Al-Ofouq class untuk RNO. (IHS/Patrick Allen)

Singapore Technologies (ST) Marine telah meluncurkan Kapal patroli Al-Ofouq class yang ketiga untuk Royal Navy of Oman (RNO), ujar seorang pejabat perusahaan ST saat dikonfirmasi oleh IHS Jane.

Kapal 75 meter ini untuk menggantikan Dhofar class dan akan menjadi bagian dari upaya RNO untuk meningkatkan patroli lepas pantai Oman.

Kapal dengan panjang 75 meter ini merupakan turunan dari desain Fearless-75 ST Marine yang diluncurkan di fasilitas Benoi, Singapura, 17 September 2014.

Pada bulan April 2012, ST Marine mengalahkan perusahaan Belanda Damen Schelde Naval Shipbuilding dan India Goa Shipyard untuk proyek pembuatan empat kapal dengan nilai kontrak SGD 880 juta (USD 703 juta) dari Departemen Pertahanan Oman.

Kapal patroli Al-Ofouq class memiliki bobot sekitar 1.100 ton dan menampung awak sekitar 60 orang. Kapal buatan Singapura ini memiliki kecepatan tertinggi 27 knot, dapat menempuh jarak 3.000 nautical mile pada kecepatan 16 knot. Kapal ini kemungkinan akan dipersenjatai dengan meriam Oto Melara 76 mm Super Rapid system, sebagai senjata utama.

Pada bulan Juli 2012, IHS Jane melaporkan bahwa Thales Nederland telah mendapatkan kontrak untuk melengkapi kapal ini dengan sistem manajemen tempur TACTICOS, surveillance radar, STIR 1.2 EO Mk 2 radar/electro-optical tracking system, dan Vigile electronic support measures.

ST Marine mengatakan kapal class ini diluncurkan pertama kali 29 Januari 2014 dan yang kedua pada 17 Juni di tahun yang sama. Kapal-kapal patroli ini diharapkan akan dikirim pada kuartal kedua 2015, dan kapal terakhir akan diserahkan pada kuartal ketiga 2016.

Saat ini Angkatan Laut Singapura, RSN mengoperasikan 11 kapal asli Fearless.[JKGR]

  IHS Janes  

Minggu, 21 September 2014

[World Article] Sa'ar 5 class corvettes fitted with multifunction AESA radar

Merupakan kapal terkecil degan AESA radar http://www.waronline.org/IDF/Articles/Navy/saar5.jpgSa'ar 5 Corvette [waronline]

Gambar telah muncul yang menunjukkan korvet Eliat (kapal pertama dari Sa'ar 5) Angkatan Laut Israel dipasang untuk pertama kalinya dengan AESA radar baru MF-STAR oleh IAI. MF-STAR - Multi-Fungsi Pengawasan, Track dan Bimbingan Radar yang dipasang sebagai bagian dari program upgrade untuk 3 kapal kelas.

Tiga unit Sa'ar 5 korvet dibangun oleh Huntington Ingalls Industries di Amerika Serikat untuk Angkatan Laut Israel, berdasarkan desain dari Israel. Mereka adalah kapal perang permukaan terbesar dalam armada angkatan laut Israel. Meskipun mereka "korvet" karena ukurannya yang kecil dan awak hanya 71, persenjataan dan kecepatan mereka hampir sebanding dengan kapal jenis Frigate. Mereka dilengkapi dengan sonar, torpedo, peluncur rudal, kemampuan perang elektronik dan decoys, CIWS, dan helipad berikut hanggar helikopter. INS Eilat, merupakan kapal pertama dari kelas ini diluncurkan pada bulan Februari 1993, diikuti oleh INS Lahav pada bulan Agustus 1993 dan INS Hanit Maret 1994.

Ini mungkin merupakan kapal terkecil di dunia (perpindahan standar 1.100 ton) yang akan dilengkapi dengan sistem radar seperti AEGIS.

Dua korvet lain dari kelas INS Lahav dan INS Hanit akan menerima upgrade serupa. Selain radar baru, program upgrade terdiri mengganti Barak 1 SAM rudal dengan jangkauan yang lebih jauh dengan Barak 8 SAM.

MF-STAR (EL / M-2248) adalah multi-function solid-state active phased array radar system untuk generasi baru platform sistem radar angkatan laut. Sistem radar memberikan kualitas tinggi gambar situasi dan senjata pendukung, di bawah target / kondisi lingkungan yang parah di arena angkatan laut saat ini dan masa depan.

Menggabungkan teknologi canggih dan arsitektur sistem yang kuat, MF-STAR menggunakan pulse Doppler teknik multi-beam dan berfungsi sebagai teknik ECCM kuat untuk menangkap RCS rendah target dari complex clutter and jamming environments.

MF-STAR antena mencakup 4 array aktif dalam frekuensi S-band. Arsitektur perangkat keras dan teknologi memastikan ketersediaan sistem yang tinggi, pemeliharaan rendah dan biaya pemakaian yang rendah.[navyrecognition]

  ★ Garuda Militer  

[World Article] Alutsista Jepang Siap Mengubah Dunia

http://print.kompas.com/getattachment/3219d587-a6f5-4715-a303-98dfb1285717/Alutsista-Jepang-Siap-Mengubah-DuniaPelonggaran pembatasan eksport Jepang baru diputuskan 1 April lalu. Namun, PM Jepang Shinzo Abetak membuang banyak waktu untuk segera memanfaatkan peluang terbuka itu.

Tak tanggung-tanggung produk Jepang yang kemungkinan besar akan segera menjadi komoditas eksport terbaru negeri itu adalah KS kelas Soryu, salah satu alutsista tercanggih di dunia.

Australia sudah hampir pasti akan membeli 12 kapal selam made in Japan tersebut. Australia memang punya kebutuhan mendesak untuk mengganti 6 KS kelas Collins yang menjadi satu-satunya andalan armada bawah air negeri itu yang akan dipensiunkan pada 2026-2027.

Hubungan pemerintahaan Abe dan pemerintahan PM Australia Tony Abbot bagaikan melaju di jalur cepat sejak Tokyo melonggarkan aturan eksport itu. Abbot melawat resmi ke Tokyo pada 7 April, hanya 6 hari setelah pelonggaran itu di tetapkan.

Seperti yang dicatat oleh The Guardian, lawatan itu disusul kunjungan Menhan Australia David Johnston dan Menlu Australia Julie Bishop ke Tokyo pada bulan Juni. Bulan berikutnya, PM Abe menjadi pemimpin pertama Jepang yang berkunjung ke Australia sejak 2002.

Kunjungan Abe itu berbuah penandatangan perjanjian perdagangan bebas dan kerjasama pertahanan kedua negara. Di sektor pertahanan, kedua pihak sepakat mengembangkan teknologi siluman (stealth) dalam proggram KS.

Kesepakatan pembelian KS Soryu itu belum dilakukan dan kemungkinan paling cepat baru diputuskan Januari 2015. Johnston mengaku masih mempertimbangkan tawaran KS dari sekutu Eropa-nya seperti Swedia, Jerman, Perancis, dan Spanyol.

Meski demikian, kecenderungan Australia terhadap kapal Jepang ini terlihat jelas. Johnston yang menjadi politisi pertama dari luar Jepang yang memasuki KS itu, mengaku sangat berkesan.

Dalam sebuah konferensi di Australian Strategic Policy Institute, dia mengatakan kapal selam kelas Soryu memilik desain paling mendekati kebutuhan Australia. "Tak ada KS Diesel Elektrik lain yang memiliki ukuran dan dimensi seperti (Soryu) itu. Kami harus berbicara dengan mereka (jepang) soal ini, dan kami memang sedang melakukan itu," paparnya.

Selain kecanggihan, urusan harga juga jadi faktor penting ketertarikan Australia. Pemerinta Australia sebelumnya berkomitmen membuat sendiri 12 KS pengganti kelas Collins. Namun biaya yang mencapai 40 miliar dollar AS (sekitar Rp 479 trilyun) dipandang terlalu berat.

Sementara kelas Soryu, ditawarkan Jepang dengan harga “hanya” 500 juta dolar AS (Rp 6 trilyun) per unit. Bahkan setelah ditambah biaya operasional dan perawatan 12 kapal itu sampai pensiun, yang kira-kira besarnya sama dengan harga belinya, total biayanya masih lebih murah daripada biaya produksi sendiri.

“Yang paling penting adalah mendapatkan kapal selam terbaik dan memiliki kapabilitas dengan harga terjangkau bagi para pembayar pajak Australia,” kata PM Abbot Senin (15/9), seperti dikutip ABC.
Pergeseran Besar Jika pembelian ini jadi disepakati, hal itu akan menandai pergeseran besar, baik di Australia, Jepang, maupun kawasan. Bagi Australia, ini akan menjadi pembelian persenjataan utama pertama dari sebuah negara Asia. Kehadiran 12 KS baru itu juga akan mendongkrak kekuatan maritim Australia secara signifikan.

Bagi Jepang ini akan menjadi penjualan pertama alutsista buatannya ke luar negeri sejak PD II berakhir. Penjualan ini juga akan menandai perubahan besar di Jepang yang tak lagi terlalu terbelenggu konstitusi-nya.

Semua ini diyakini akan memicu Tiongkok yang sedang bersengketa dengan Jepang dan menuduh negara itu ingin membangkitkan militerismenya. Tiongkok juga akan makin yakin bahwa AS dan sekutu-nya tengah membangun pengukungan dan pengepungan atas kebangkitan kekuatan militernya di Kawasan.

Pengamat pertahanan Kyle Mizokami dalam artikelnya di majalah The National Interest, 14 Juni lalu, bahkan menyebut spesifik bahwa KS kelas Soryu ini sebagai 1 dari 5 senjata andalan Jepang yang perlu ditakuti Tiongkok.

Bagi Indonesia, rencana pembelian KS Jepang oleh Australia ini juga menjadi sesuatu yang wajib dicermati dari 2 sisi. Pertama, fakta bahwa Jepang telah membuka keran eksport alutsistanya memberikan peluang menarik bagi Indonesia untuk memperkaya dan meningkatkan kemampuan alutsista kita sendiri.

Tentu kita tidak bisa buru-buru berharap Jepang akan mau mejual alutsista sekelas Soryu kepada kita. Namun kemajuan teknologi yang dimiliki Jepang memberikan berbagai alternatif menarik untuk melirik aneka alutsista lain buatan "Negeri Sakura" itu.

Di sisi lain, fakta bahwa calon pembeli 12 KS itu adalah Australia, negara tetangga dekat yang suka panas dingin dalam sejarah hubungan dengan Indonesia, juga sesuatu yang sangat perlu dicermati. Kemampuan Australia untuk melakukan penetrasi persenjataan utama bawah laut tanpa terdeteksi adalah sesuatu yang tak biasa diabaikan begitu saja oleh negara maritim serperti Indonesia.

Kekuatan maritim kita termasuk kekuatan bawah air, harus menjadi perhatian serius apabila kita benar-benar ingin menjalankan strategi poros maritim.(DAHONO FITRIANTO/Kompas)
Kapal Selam Jepang http://jejaktapak.files.wordpress.com/2014/05/soryu_class.jpgKS Kelas Soryu

KS kelas Soryu disebut sebagai KS non-nuklir terbesar dan tercanggih yang dioperasikan di dunia saat ini, Kapal tersebut dirancang untuk dioperasikan Pasukan Bela diri Jepang (JMSDF) sejak 2009. Jepang kini mengoperasikan 5 KS ini dan sedang membangun 3 unit lagi dengan opsi 2 unit lagi setelah itu.

Kapal yg sudah beroperasi:

1. SS-501 Soryu (2009)
2. SS-502 Unryu (2010)
3. SS-503 Hakuryu (2011)
4. SS-504 Kenryu (2012)
5. SS-505 Zuiryu (2013)

 Spesifikasi: 

Bobot (Displacement) standar: 2.900 ton (permukaan) / 4.200 ton (menyelam)
Material : Tubuh KS Soryu dibungkus campuran baja khusus berkode HY-80 yg digunakan pada seri KS nuklir kelas Los Angeles milik AS. Baja ini dicat dengan lapisan “anechoic” di bagian luarnya dan dilapisi pelindung kedap suara di bagian dalam untuk meminimalkan deteksi suara dan sonar.
Mesin: 1 mesin propulsi elektrik, 2 mesin diesel Kawasaki 12 v 25/25 tipe SB, dan 4 mesin stirling Kawasaki Kockums V4-275R dengan AIP yang membuat kapal bisa menyelam terus menerus hingga 2 minggu tanpa muncul ke permukaan.
Kecepatan maksimum: 13 knot (permukaan) / 20 knot (menyelam).
Daya Jelajah: 6.100 mil laut (11.300km), pada kecepatan 6,5 knot.
Kedalaman menyelam: 274.32 – 304 m (maksimum).
Sistem kemudi: bilah kemudi (rudder) berbentuk X yang dikendalikan komputer untuk manuverabilitas tinggi dan kemampuan beroperasi sangat dekat dengan dasar laut.
Awak: 65 personel terdiri dari 9 perwira dan 56 kelasi.
Sensor: Radar Navigasi dan permukaan ZPS-6F, sonar ZQQ-7 Frequensi Rendah dibagian haluan, lambung dan sonar tarik, dilengkapi sistem pertahanan elektronik (ESM) ZLR-3-6, dengan peluncur perangkat pengecoh akustik (ADC).
Persenjataan: 6 Tabung torpedo HU-606 533mm dengan 20 torpedo kecepatan tinggi tipe 89, dan peluru kendali anti kapal UGM-84 Sub Harpoon. Kapal kelas ini juga memiliki kemampuan meluncurkan rudal jelajah, jika doktrin serangan “pre emtive“ disetujui di Jepang.
Produsen: Mitsubitshi Heavy Industries dan Kawasaki Shipbuilding Corp.
Harga: sekitar 500Jt Dollar AS/Unit.(littlesophie24-GM)

  ★ Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...