Minggu, 01 Mei 2016

[Dunia] Abu Sayyaf Ancam Penggal Empat Sandera Malaysia

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2016/04/30/40/1105205/hari-ini-abu-sayyaf-ancam-penggal-empat-sandera-malaysia-Sxx.jpgEmpat sandera Abu Sayyaf asal Malaysia terancam dieksekusi penggal hari ini. (The Star)

Empat sandera asal Malaysia diancam dieksekusi penggal oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina, setelah tenggat untuk menebus mereka berakhir hari ini (30/4/2016).

Keluarga dari empat warga Malaysia kini berdoa untuk keselamatan mereka. Pihak keluarga menyebut uang tebusan yang dituntut kelompok Abu Sayyaf sebesar 30 juta Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 101 miliar.

Wong Chi Ming, ayah dari dua bersaudara yang disandera Abu Sayyaf mengatakan bahwa semua yang mereka bisa lakukan sekarang adalah berdoa supaya empat sandera tidak akan dirugikan oleh orang-orang bersenjata.

Keempat sandera asal Malaysia itu adalah dua bersaudara; Wong Teck Pang, 31, dan Wong Teck Chi, 29. Kemudian sepupu mereka; Johnny Lau Jung Hien, 21, dan Wong Hung Sing, 34 (bukan kerabat).

Mereka diculik dari kapal tunda mereka oleh orang-orang bersenjata Filipina di dekat Pulau Ligitan, pada 1 April 2016.

Kelompok penculik telah mengancam akan memenggal kepala mereka jika uang tebusan 30 juta Ringgit Malaysia tidak dibayar hari ini.

Wong mengatakan bahwa dia telah menunggu waktu yang menyedihkan bagi anaknya untuk menghubunginya kembali setelah kontak terakhir mereka sepekan lalu.

Percakapan terakhir kami pada tanggal 23 April,” kata Wong, seperti dikutip The Star.

Dia bilang dia akan menelepon kembali dalam dua sampai tiga hari ke depan. Tapi sekarang sudah enam hari dan kita masih menunggu teleponnya,” ujar Wong.

Ditanya berapa banyak uang yang sudah terkumpul dari masyarakat untuk menebus anaknya, Wong mengatakan dia tidak tahu karena jumlahnya belum dihitung.

Banyak orang menyumbangkan uang untuk membantu menyelamatkan empat sandera. Kami mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada mereka semua,” ucap Wong.

Keluarga Wong mengaku telah membuka rekening bank untuk menerima sumbangan. Rekening itu sempat dibekukan oleh Bank Negara awal pekan ini karena ada kelainan, namun rekening sekarang dicairkan kembali.

Pemerintah negara bagian Sarawak, Malaysia, sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka akan membantu keluarga untuk bisa membebaskan empat sandera itu dari Abu Sayyaf.

Wong Soon Koh, politikus Partai Barisan Nasional telah mengunjungi rumah Wong pada Rabu malam. Dia mengutarakan niatnya untuk membantu para sandera terbebas dari kelompok bersenjata Filipina itu.

Sebanyak 14 warga negara Indonesia (WNI) juga disandera kelompok penculik bersenjata di Filipina yang diyakini dari faksi Abu Sayyaf. Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemerintah Filipina untuk menyelamatkan 14 WNI. (mas)

  sindonews  

[Dunia] Tentara Filipina Serbu Gudang Senjata Abu Sayyaf

Alat-alat Perang DisitaPara bandit Abu Sayyaf menujukkan senjatanya. (InterAksyon)

Tentara Filipina yang memburu bandit-bandit Abu Sayyaf Group (ASG) menyerbu gudang senjata kelompok itu selama operasi militer di Kepulauan Siluag dan Mamanuk, Tawi-Tawi, Jumat dini hari.

Dalam operasi itu, pasukan Filipina menyita berbagai peralatan perang dan speedboat milik Abu Sayyaf.

Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Komando Mindanao Barat; Mayor Filemon Tan dalam sebuah pesan kepada kantor berita PNA.

Tan mengatakan pasukan dari Joint Task Force Tawi-Tawi melakukan operasi yang berlangsung pukul 05.50 waktu setempat. Dia tidak merinci, apakah dalam penyerbuan itu terjadi kontak senjata dengan kelompok Abu Sayyaf atau tidak.

Berbagai peralatan perang yang disita dari gudang senjata Abu Sayyaf antara lain; empat senapan otomatis M-16AI, satu peluncur granat M-79, sebuah karabin buatan AS, satu revolver berkaliber 0,38, satu revolver Magnum berkaliber 0,357, senapan M-16AI dengan peluncur granat M-203, senapan mesin berkaliber 60, dan senapan mesin berkaliber 50.

Berbagai macam amunisi juga ikut disita. Militer Filipina meyakini, speedboat yang disita selama ini digunakan Abu Sayyaf untuk melakukan kegiatan ilegal.

Operasi ini dilakukan sebagai bagian dari operasi militer yang fokus untuk mencegah kegiatan tanpa hukum di wilayah,” kata Tan seperti dikutip InterAksyon, Sabtu (30/4/2016). Dia tidak menjelaskan perkembangan operasi militer terkait penyelamatan para sandera, termsuk 14 warga Indonesia. (mas)

   sindonews  

[Dunia] Dokumen Rahasia Ungkap Turki Tukar Senjata dengan Minyak ISIS

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2016/04/29/41/1105170/dokumen-rahasia-ungkap-turki-tukar-senjata-dengan-minyak-isis-haO.jpgBukti transaksi antara Turki dengan ISIS (Twitter)

Sebuah dokumen rahasia mengungkapkan jika Turki memiliki perjanjian rahasia dengan ISIS untuk menukar minyak yang dijarah dari sumur di Suriah dengan senjata. Dalam dokumen itu, seorang pejabat Turki menandatangani bukti pembayaran atas pembelian minyak kepada anggota ISIS.

Keberadaan dokumen rahasia itu diungkapkan oleh media Rusia, Russia Today. Dokumen yang didapatkan dari kota Suriah, Shaddadi itu menunjukkan beberapa sumber aliran pendapatan ISIS. Sumber dana itu termasuk penyelundupan dan penjualan minyak lintas batas ke negara tetangga Turki.

"File dari kota yang baru-baru ini dibebaskan oleh pemberontak Kurdi dari ISIS itu mengungkapkan hubungan nyaman antara Ankara dengan ISIS," kata penyiar Russia Today seperti dikutip dari laman Express, Jumat (29/4/2016).

Sebelumnya, pada bulan Desember lalu Moskow menerbitkan gambar satelit yang menunjukkan truk-truk Turki mengisi minyak di bagian Irak dan Suriah yang dikendalikan oleh ISIS.

Bukti ini diikuti oleh klaim yang menyatakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya mendapatkan manfaat dari penyelundupan minyak yang berada dibawah kendali ISIS.

Erdogan dan kerabatnya dengan keras membantah keterlibatan dalam perdagangan minyak ISIS. Ia mengatakan tuduhan kesepakatan rahasia dengan kelompok jihad hanyalah upaya untuk mencoreng pemerintah Turki setelah jatuhnya jet tempur Rusia tahun lalu. (ian)

  sindonews  

[Dunia] Rusia Sebut Pesawat AS Menyelinap Masuk Perbatasan

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2016/04/30/41/1105312/rusia-sebut-pesawat-as-menyelinap-masuk-perbatasan-ktk.jpgPesawat pengintai milik Angkatan Udara AS, RC-135 (The Aviation Zone)

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia membantah klaim Pentagon yang menyatakan jet Rusia telah mencegat sebuah pesawat militer Amerika Serikat (AS) mendekati perbatasan di Laut Baltik. Rusia menyatakan, jet mereka melakukan misi berdasarkan peraturan internasional.

"Semua penerbangan dari pesawat Rusia dilakukan sesuai dengan peraturan internasional tentang penggunaan wilayah udara," kata Kemhan Rusia dalam sebuah pernyataan, disitir dari Xinhua, Sabtu (30/4/2016).

Sebaliknya, Kemhan Rusia menyatakan bahwa pesawat AS sedang berusaha untuk menyelinap ke perbatasan Rusia dengan transponder yang dimatikan sepanjang waktu. "Pihak Rusia pun harus menerbangkan pesawat untuk mengidentifikasi jenis pesawat AS," bunyi pernyataan itu.

Pada hari Jumat, Pentagon mengatakan pesawat pengintai Angkatan Udara AS RC-135 yang terbang di wilayah udara internasional telah dicegat jet tempur Su-27 Rusia dengan cara yang "tidak aman dan tidak profesional".

Pentagon menyatakan, pesawat jet tempur Su-37 Rusia melakukan manuver “barrel roll” di depan pesawat mata-mata RC-135 Amerika Serikat (AS) pada jarak 25 kaki atau sekitar 7,6 meter. (ian)

 AS Kesal Pesawat Mata-matanya Dicegat 
Tak Terobos Langit Rusia AS Kesal Pesawat Mata matanya DicegatPesawat mata-mata AS, RC-135. (Reuters/U.S. Air Force)

Militer Amerika Serikat (AS) kesal dengan aksi pesawat jet tempur Su-27 Rusia yang mencegat pesawat mata-mata AS; RC-135 di wilayah udara internasional di Baltik, hari Jumat. AS menegaskan, pesawat RC-135 tidak menerobos wilayah udara atau langit Rusia.

Kekesalan militer AS itu disampaikan juru bicara Komando AS-Eropa (Eucom), Letnan Kolonel David Westover, kepada Sputniknews, Sabtu (30/4/2016).

Pentagon sebelumnya juga memprotes manuver pesawat jet tempur Su-27 Rusia itu. Menurut Pentagon, pesawat jet tempur Rusia itu melakukan manuver “barrel roll” di depan pesawat RC-135 yang hanya berjarak 25 kaki atau sekitar 7,6 meter.

Pesawat AS beroperasi di wilayah udara internasional dan tidak pernah ada waktu menyeberang ke wilayah Rusia,” kata Westover.

Mencegat pesawat yang tidak aman dan tidak profesional ini memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan serius dan cedera pada semua awak pesawat yang terlibat,” lanjut Letnan Kolonel dari Angkatan Udara AS itu.

Seorang pejabat Departemen Pertahanan Rusia; Laksamana Vladimir Komoedov, membantah potensi bahaya dalam kejadian itu. Dia justru bertanya-tanya mengapa AS menerbangkan pesawat mata-mata di dekat wilayah Rusia.

Itu bukan buzz, atau serangan simulasi, sehingga semuanya baik-baik saja. Itu bukan manuver berbahaya,” kata Komoedov kepad Interfax.

Mengapa mereka terbang di sini dan memprovokasi Rusia? Maksud saya, guys, mari kita hidup dalam damai, tidak memprovokasi Rusia dalam tindakan, kemudian Anda membuka ventilasi di pers,” ujarnya. (mas)

  ♚ sindonews  

Sabtu, 30 April 2016

[Dunia] Jerman Bakal Sebar Pasukan di Lithuania

Bendung Agresi Rusia https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2016/04/29/41/1105171/bendung-agresi-rusia-jerman-bakal-sebar-pasukan-di-lithuania-nwI.jpgJerman akan sebar pasukan di Lithuania untuk membendung agresi Rusia (Istimewa)

Jerman berencana untuk menyebar tentaranya di Lithuania sebagai bagian dari misi NATO yang bertujuan "membendung" kemungkinan agresi Rusia. Menurut majalah Jerman Der Spiegel, militer Jerman akan disiagakan di Lithuania setelah pertemuan puncak NATO berikutnya di Warsawa pada bulan Juli.

Dalam pertemuan tersebut, negara-negara NATO berencana untuk membuat keputusan pada penguatan sisi timur dari aliansi. Misi ini melibatkan penyebaran kontingen NATO permanen di Baltik, Polandia dan Rumania. Setiap negara diharapkan untuk menjadi tuan rumah batalion hingga 1.000 tentara.

"Menjelang pertemuan di Hanover, Obama telah mengisyaratkan bahwa ia, khususnya mengharapkan kontribusi militer dari Jerman dan Inggris," tulis majalah itu seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (29/4/2016).

Pada hari Jumat, juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman Jens Flosdorff mengkonfirmasi laporan media tentang kesiapan Jerman militer untuk terlibat secara lebih luas dalam melindungi perbatasan timur NATO.

"Ada berbagai model dalam pembahasan dalam NATO. Salah satu dari mereka membayangkan mempercayakan Jerman, dengan mengerahkan pasukan ke Lithuania," kata juru bicara itu. Ia menambahkan, tidak ada keputusan akhir yang telah diambil.

Dubes tetap Rusia untuk NATO, Alexander Grushko mengatakan, tindakan NATO di Eropa Timur memperburuk situasi keamanan. Menurut dia, negara-negara NATO berusaha untuk memaksakan skema konfrontatif yang akan menyebabkan pembalasan dari Moskow. (ian)

  ♚ sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...