Sabtu, 30 Agustus 2014

Tumpas Teroris, RI dan Kazakhstan Siapkan 'Jurus'

Tumpas Teroris, RI dan Kazakhstan Siapkan JurusMenlu Marty Natalegawa menjelaskan kerjasama dengan Kazakhstan untuk menumpas terorisme. | (Sindonews / Victor Maulana)

Indonesia dan Kazakhstan sedang menyiapkan kerangka kerja atau “juru” untuk menumpas terorisme. Kedua pemerintah ini mulai mewaspadai potensi serangan teroris, setelah muncuk kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berulah di Irak utara dan Suriah.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natelegawa, mengatakan, salah satu negara yang sedang dijajaki oleh Indonesia untuk diajak kerjasama menumpas terorisme adalah Kazakhstan. Hal itu disampaikan Marty usai bertemu Menteri Luar Negeri Kazakhstan, Erlan Idrissov, Sabtu (30/8/2014) di Bali.

“Sudah ada framework-nya, tinggal sekarang followup-nya. Sudah ada pertemuan kelompok kerja,” kata Marty menjelang penuntupan Global Forum UNAOC Keenam di Nusa Dua, Bali.

”Yang tadi kita bahas adalah betapa kerjasama ini semakin relevan, karena menghadapi situasi perkembangan di dunia, seperti ISIS. Indonesia dan Kazakhstan merasa perlu untuk meningkatkan upaya-upaya guna menangkal terorisme,” ujarnya.

Namun, menurut Marty, masih ada beberapa hambatan terkait kerjasama untuk menumpas terorisme tersebut. ”Hambatannya saya kira lebih pada persepsi. Ada anggapan bahwa Kazakhstan adalah negara yang jauh, negara yang belum jelas potensinya,” kata Marty mencontohkan. “Kita hanya perlu saling mengenal.”(mas)

  ★ Sindonews  

AS Beri Bantuan Alat Keamanan Laut ke Kemenhub

http://www.geocities.ws/gegana06/kplp.jpgKementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menerima bantuan peralatan penegakan hukum laut (maritime law enforcement) dari Pemerintah Amerika Serikat.

Bantuan tersebut rencananya akan dikirim secara langsung ke Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai Tanjung Priok. "Kerjasama antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia dibidang penegakan hukum maritim semakin kuat dalam forum bilateral maupun multilateral," ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Kementerian Perhubungan Tri Yuswoyo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com di Jakarta, Jumat (29/8/2014).

Dia menjelaskan, bantuan dari Pemerintah AS tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas para petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). Pemberian peralatan tersebut sudah serahkan oleh Acting Deputy Chiff of Mission of The United State Embassy ini Jakarta, Robert Riley kepada Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Tri Yuswoyo.

Selain pemberian peralatan penegakan hukum laut, Pemerintah AS juga akan memberikan pelatihan capacity building kepada para petugas KPLP untuk peningkatan kualitas petugas KPLP. Pelatihan akan dilakukan oleh US Coast Guard dalam waktu dekat ini.

Kemenhub berharap pelatihan tersebut akan membuat para calon instruktur dapat melatih para petugas patroli KPLP secara mandiri sehingga kemampuan dan profesionalitas petugas KPLP semakin meningkat.

Program bantuan tersebut bukan kali ini saja. Pada April 2012, Pemerintah AS juga pernah menyerahkan bantuan berupa Personal Radiation Detectors untuk sekitar 37 pelabuhan di Indonesia.

  ★ Kompas  

CoC, Peringatan bagi Pemerintah Australia

CoC, Peringatan bagi Pemerintah Australia Selanjutnya!Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, menegaskan CoC jadi peringatan bagi Australia. | (Sindonews / Victor Maulana)

Indonesia dan Australia sepakat mengakhiri kasus penyadapan dengan menandatangani Code of Conduct (CoC) atau Kode Perilaku, pada Kamis (28/8/2014) di Nusa Dua, Bali.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa menyatakan CoC itu jadi peringatan bagi pemerintah Australia selanjutnya.

”Perjanjian ini akan menjadi semacam penggetar atau alarm kepada pemerintah Austrlia selanjutnya agar mereka tidak melakukan tindakan penyadapan semacam ini lagi. Kalau mereka melakukannya lagi, dan memang terbukti, maka mereka dengan jelas telah melakukan pelanggaran terhadap perjanjian itu,” kata Marty.

Setelah melewati proses yang sangat panjang, kedua pihak komitmen kuat untuk memperbaiki hubungan. "Kita mencapai kesepakatan ini untuk mencapai kesepahaman bersama, bahwa ini adalah komitmen kedua negara untuk tidak melakukan tindakan penyadapan lagi," ucapnya.

"Inilah (komitmen untuk tidak melakukan penyadapan lagi) yang menjadi inti dari perjanjian tersebut," tegas Marty.

Menurut Marty, CoC sendiri dilandasi oleh Lombok Treaty. Yakni, suatu perjanjian internasional antara Indonesia dan Australia, yang secara khusus mengatur hubungan antara kedua negara melalui 21 buah perjanjian dalam 10 bidang. Termasuk di dalamnya bidang intelijen dan militer.
Australia Menang Perang Spionase? Ini Reaksi Marty Sehari usai penandatangan Code of Conduct (CoC) atau Kode Perilaku untuk mengakhiri kasus penyadapan, media Australia mengklaim itu sebagai kemenangan Austraia atas perang spionase.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, merespons dingin pemberitaan media Australia tersebut. ”Kemenangan apa?" ucap Marty, Jumat (29/8/2014) di Nusa Dua, Bali.

”Kalau ingin menang, ya udah menang aja terus. Kalau hal seperti ini dianggap kemenangan ya syukur Alhamdulillah, liat saja isinya (CoC),” lanjut Marty.

Menurut Marty, dalam kondisi seperti ini seharusnya jangan ada pihak mengklaim sebagai pemenang.”Kan sekarang sudah ada kesepakatan, yang melakukan penyadapan siapa selama ini," ucapnya.

”Kalau mereka anggap itu (CoC) sebagai kemenangan untuk mereka, silahkan saja bermimpi seperti itu,” katanya.

Media yang menulis berakhirnya kasus penyadapan sebagai kemenangan spionase Australia ditulis oleh Sydney Morning Herald, kemarin. ”Australia win the spy war with Indonesia," begitu judul pemberitaan media itu.

Dalam artikel tersebut ditulis bahwa kesepakatan yang ada antara Indonesia dan Australia, tidak akan menang melawan kesepakatan yang sudah dibuat antara intelijen Australia, Inggris, Selandia baru dan Kanada yang merupakan kelompok spionase "Five Eyes".(mas)

  ★ Sindonews  

[Video] Melihat Pembuatan Kendaraan Tempur Anoa di Pindad

http://3.bp.blogspot.com/-y4ySBqOhg_Q/U6ZQ685UUMI/AAAAAAAAEuE/nn_NRzIu7ZU/s1600/Anoa+RCWS+Garuda+Militer.gifBerbagai alat utama sistem senjata atau alutsista bagi pertahanan negara telah dihasilkan PT Pindad yang bergerak di bawah naungan Kementerian BUMN. Salah satunya kendaraan Panser Anoa 6x6 yang telah diproduksi sebanyak ratusan unit dan tersebar di Indonesia maupun negara lain.

Dikerjakan secara profesional dengan peralatan dan bahan yang kuat sesuai peruntukannya. Panser Anoa 6x6 dibuat berlapis baja agar anti peluru. Dengan menggunakan transmisi otomatis sehingga memudahkan prajurit untuk fokus pada kendaraannya pada medan apa pun.

Kepala Departemen Produksi II (Divisi Kendaraan Khusus), Hery Mochtady mengatakan panser anoa ini memenuhi standar NATO level satu baik body maupun kaca.

Hingga saat ini panser anoa sudah diproduksi 300 unit dari tahun 2008 hingga tahun 2014. Pada tahun ini PT Pindad sedang melakukan perakitan sekitar 40 unit. Panser Anoa sendiri menggunakan mesin Renault Truk Dxi.7, memiliki berat tempur 15.000 kg, serta bermuatan 12 orang.

Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sudirman Said mengatakan populasi anoa yang sudah beredar sekitar 250 unit. Anoa adalah salah satu Produk pindad yang akan ditampilkan pada HUT TNI AD 5 oktober mendatang bersama produk lainnya. Anoa juga digunakan oleh pasukan perdamaian PBB di Lebanon dan Sudan sebanyak 19 dan 20 unit.


  ★ Tempo  

Leopard dan Anoa Jadi Primadona

Pameran Alutsista saat Independent Day Run PRIMADONA: Dua orang wisatawan tampak berfoto dengan latar tank yang dipamerkan di acara Independent Day Run. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)

Independent Day Run digelar untuk kali kedua di area Monumen Nasional (Monas) besok (31/8). Kegiatan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI itu juga diramaikan pesta rakyat dan pameran alutsista (alat utama sistem senjata). Dua Tank Leopard buatan Jerman dan Panser Anoa bikinan PT Pindad ikut dihadirkan.

Dua Tank Leopard dipajang di Silang Barat Monas Jumat (29/8). Sedangkan delapan Panser Anoa diparkir di pintu masuk Gedung Indosat. Alutsista milik pasukan pengamanan presiden (Paspamres) tersebut menjadi primadona acara. Tidak sedikit pengunjung yang memanfaatkan peralatan perang itu untuk berfoto selfie.

Panitia penyelenggara Independent Day Muhammad Aries menjelaskan, Tank Leopard dan Panser Anoa sengaja dipajang untuk menarik kedatangan warga dalam acara tersebut. Puncak acara bakal diramaikan pesta rakyat. "Sengaja dipajang lebih awal supaya Sabtu (hari ini, Red) pengunjung bisa menikmati dulu," ujar dia.

Menurut Aries, Independent Day Run sengaja dihelat untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan RI. Acara yang dimulai pukul 06.00 itu diawali dengan lomba lari sejauh 8 kilometer dan 17 kilometer.

Presiden SBY dijadwalkan hadir dan membuka lomba lari tersebut. SBY juga diagendakan ikut memainkan salah satu alat marching band lokananta milik akademi militer. "Ada juga kegiatan lomba balap karung, bakiak, panjat pinang, dan makan kerupuk. Semuanya terbuka untuk umum," tuturnya.

Sebagai penutup kegiatan, panitia akan mempersembahkan kegiatan jupiter aerobatik tim. Kegiatan itu diisi dengan atraksi pesawat jet milik TNI-AU yang melakukan manuver di atas langit Monas.(bad/oni/dwi)

  ★ Jawapos  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...