Senin, 28 Juli 2014

[World News] Gencatan Senjata Batal di Gaza

Usulan Israel Mengada-ada Hamas: Usulan Israel Mengada-adaTim penyemlamat mengevakuasi mayat seorang anak di Gaza (Reuters)

Kelompok Hamas menegaskan, permintaan Israel untuk memperpanjang masa gencatan senajata kemanusiaan, tak ubahnya seperti sebuah lelucon. Sebab, meski Israel meminta gencatan senjata, tetapi mereka tetap menyiagakan pasukan di Gaza.

“Setiap gencatan senjata kemanusiaan tanpa adanya penarikan mundur pasukan, adalah suatu kesia-siaan. Para warga tidak akan mungkin untuk kembali ke rumah, dan tim medis akan sulit untuk mengevakuasi korban luka,” ungkap Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas.

Melansir Al Jazeera, rencananya gencatan senjata kemanusiaan atas dasar permintaan PBB akan diperpanjang selama empat jam, setelah sebelumnya terjadi gencatan senjata selama 12 jam. Namun, Hamas dikabarkan menolak itu, dan tetap melakukan penyerangan terhadap Israel.

"Kami sudah dikonfirmasi bahwa al-Qassam (sayap militer Hamas) telah menembakkan roket ke Israel. Menurut al-Qassam, gencatan senjata empat jam di malam hari tidak memiliki dampak apapun dan mereka yakin orang-orang akan setuju dengan mereka,” ungkap salah seorang pewarta Al Jazeera di Gaza.

Ini adalah gencatan senjatan ketiga dan paling lama terjadi di Gaza, Sebelumnya, gencatan senjata antara kedua belah tidak pernah lebih dari enam jam. Warga Gaza memanfaatkan waktu itu untuk kembali ke rumah dan mengumpulkan barang-barang serta bahan makanan yang mereka miliki.
Menghancurkan Hamas Bukan Solusi AS: Menghancurkan Hamas Bukan SolusiLedakan akibat serangan pasukan Israel (Reuters)

Seorang pejabat tinggi di Pentagon, Amerika Serikat (AS), Letnan Jenderal Michael Flynn menyatakan, menghancurkan Hamas bukanlah solusi untuk mencari perdamaian di Timur Tengah. Menurut dia, itu akan semakin memperburuk keadaan.

Melansir Reuters, Minggu (27/7/2014), Flynn menyatakan, bila Israel pada akhirnya bisa menghancurkan Hamas, maka kemungkinan besar ada kelompok lain yang akan mengambil peran Hamas dalam perjuangan bangsa Palestina.

“Jika Hamas hancur dan hilang, maka akan muncul kelompok lain yang akan menggantikan peran Hamas. Kelompok yang lebih buruk dan lebih radikal dari Hamas, sesuatu yang lebih buruk yang bisa menghantam wilayah itu,” ungkap Flynn.

“Mungkin akan muncul kelompok seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah tersebut. Sebuah ancaman yang mungkin lebih mengerikan dari apa yang telah Hamas tunjukan,” Flynn menambahkan.

Dirinya sendiri meragukan akan ada perdamaian jangka panjang di Timur Tengah, melihat semakin banyaknya kelompok-kelompok radikal muncul di wilayah Timur Tengah. “Mungkin selama saya hidup, saya tidak akan pernah melihat kedamaian di Timur Tengah,” ucapnya.
Korban Tewas di Gaza Tembus Angka 1.000 Jiwa Korban Tewas di Gaza Tembus Angka 1.000 JiwaProesesi pemakaman seorang anak korban serangan Israel (Reuters)

Sudah lebih dari dua pekan pasukan Israel melakukan serangan sporadis terhadap wilayah Gaza. Ratusan orang tewas dan ribuan orang lainnya menderita akibat serangan yang dilancarkan Israel itu.

Melansir Wafa, Minggu (27/7/2014), hingga semalam korban tewas di Gaza telah menyentuh angka 1.000 jiwa. Menurut tim penyelamat dan paramedis Palestina di Gaza, jumlah tersebut bisa saja terus bertambah.

Tim penyelamat dan Paramedis di Gaza sendiri berhasil mengevakuasi setidaknya 85 mayat dari reruntuhan gedung di wilayah Gaza tengah semalam. “Satu rumah besar hancur oleh roket Israel, 85 orang di dalamnya tewas,” ungkap tim penyelamat dan paramedis di Gaza.

Israel dan Hamas sendiri sempat menyetujui gencatan senjata kemanusiaan yang diajukan oleh PBB selama 12 jam. Dalam kurun waktu itulah tim penyelamat berhasil mengevakuasi puluhan korban serangan brutal Israel.

“Korban mayoritas ditemukan di bawah reruntuhan rumah warga sipil yang menjadi sasaran serangan udara militer Israel. Korban paling banyak ditemukan di wilayah Khan Younes dan di wilayah Beit Hanoun dan Beir Lahia,” tim penyelamat dan paramedis menambahkan.
Israel Perpanjang Masa Gencatan Senjata, Hamas Menolak Israel Perpanjang Masa Gencatan Senjata, Hamas MenolakIlustrasi (Istimewa)

Pemerintah Israel pada Minggu (27/7/2014) memutuskan untuk terus memperpanjang gencatan senjata kemanusiaan di Gaza. Gencatan senjata ini merupakan permintaan langsung dari PBB.

“Atas permintaan dari PBB, kabinet telah menyetujui untuk memperpanjang gencatan senjata kemanusiaan hingga Minggu tengah malam,” ungkap seorang pejabat pemerintahan Israel dalam kondisi anonim.

Melansir RIANOVOSTI, di lain sisi Hamas menolak perpanjangan masa gencatan senajata ini. Hal ini dikarenakan Israel enggan menarik semua pasukannya yang berada di wilayah jalur Gaza. Menurut Hamas, akan sia-sia bila gencatan senjata tidak diikuti dengan penarikan mundur pasukan.

Pasukan khusus Israel (IDF) sendiri dikabarkan melarang para warga di Gaza untuk kembali ke rumah mereka, walaupun gencatan senjata sudah resmi diberlakukan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan Hamas untuk tidak memperpanjang masa gencatan senjata.

“Tidak akan ada gencatan senjata kemanusia di Gaza, bila tank-tank Israel terus bersiaga. Para warga tidak bebas untuk kembali ke rumah mereka dan ambulans kesulitan untuk mengevakuasi korban,” ungkap salah seorang juru bicara Hamas.

Hamas terus melancarkan serangan terhadap wilayah Israel semenjak gencatan senjata 12 jam yang mereka sepakati berakhir dini hari tadi. Tiga roket Hamas dilaporkan mendarat di wilayah Israel, namun tidak menyebabkan kerusakan berati.

Pihak Israel menegaskan, mereka tidak akan tinggal diam bila Hamas terus melancarkan serangan di tengah masa gencatan senjata. Menurut salah seorang pejabat Israel, setiap tindakan provoatif Hamas akan mendapatkan bayaran yang setimpal.
Israel lanjutkan Serangan ke Gaza Israel lanjutkan Serangan ke GazaTank Israel terus bergerak di wilayah Gaza (Reuters)

Pemerintah Israel pada Minggu (27/7/2014) membatalkan masa perpanjangan gencatan senjata yang diminta PBB. Hal ini dilakukan karena Hamas terus melancarkan serangan terhadap wilayah Israel.

Melansir Reuters, sedari awal Hamas menolak untuk memperpanjang masa gencatan senjata dengan Israel. Hamas menganggap hal itu sebagai sesuatu yang sia-sia, karena Israel terus menolak untuk menarik mundur pasukan mereka.

“Setelah Hamas terus menembakkan roket di masa gencatan senjata kemanusiaan, tentara memutuskan untuk kembali melanjutkan operasi militer, baik melalui darat, udara, ataupun laut,” ungkap militer Israel melalui sebuah pernyataan.

Pengumuman ini diutarakan hanya beberapa jam setelah Israel menyatakan meraka akan memperpanjang masa gencatan senjata hingga tengah malam nanti. Warga Gaza mengaku mendengar ledakan keras di wilayah Gaza timur paska pengumunan militer Israel itu.

Total jumlah korban tewas akibat serangan militer Israel hingga saat ini telah mencapai 1.040 jiwa, sedangkan lebih dari 5.000 orang lainnya menderita luka-luka,s erta ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.(esn)

  sindonews  

[World News] Jumlah korban jiwa lebih dari 1.000 di Jalur Gaza

Jumlah korban jiwa lebih dari 1.000 di Jalur Gazailustrasi Tentara Israel melakukan penjagaan terhadap warga Palestina yang ditangkap saat serangan militer di Jalur Gaza dalam foto handout bertanggal 23 Juli 2014 yang didapat Reuters dari situs web berita Israel Walla. (ANTARA FOTO/REUTERS/Walla News/Handout via Reuters/ox/14.)

Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, Sabtu, mengkonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa akibat agresi 19-hari militer Yahudi ke wilayah kantung Palestina itu telah mencapai 1.030, sementara lebih dari 6.000 orang lagi cedera.

Ashraf Al-Qedra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, memberitahu wartawan bahwa selama gencatan senjata kemanusiaan pada Sabtu, petugas medis sibuk mencari mayat lain dan orang yang mungkin selamat dari bawah reruntuhan bangunan.

Sebanyak 130 mayat ditemukan sejauh ini di bagian timur dan utara Jalur Gaza, kata juru bicara itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam.

Gencatan senjata kemanusiaan selama 12 jam berlaku di Jalur Gaza pada Sabtu, setelah HAMAS dan Israel menerima satu usul PBB pada Jumat larut malam. Gencatan senjata sementara tersebut berakhir pada pukul 20.00 waktu setempat.

Sementara itu, para pejabat dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Qatar dan Turki, serta PBB berkumpul di Paris dalam upaya menyusun kesepakatan gencatan senjata jangka panjang.

Media Israel melaporkan para pejabat tersebut menyerukan perpanjangan gencatan senjata 12-jam antara Israel dan HAMAS di Jalur Gaza.(C003)

  antara  

[World News] Serangan tewaskan seorang wali kota Ukraina

Serangan tewaskan seorang wali kota Ukrainailustrasi Pasukan Ukraina terlihat di dekat Seversk, Ukraina timur, Sabtu (12/7). (ANTARA FOTO/REUTERS/Gleb Garanich/ox/14.)

Dua wali kota jadi sasaran dalam serangan-serangan terpisah, kata pihak berwenang Sabtu, dengan seorang ditembak mati sementara satu rumah seorang wali kota lainnya dihantam roket anti-tank.

Oleg Babayev, wali kota Kremenchuk, Ukraina timur bagan tengah tewas tidak jauh dari rumahnya, kata kementerian dalam negeri.

Dalam satu serangan lainnya, rumah Andry Sadovy, wali kota Lviv dihantam satu roket yang ditembakkan Jumat malam.

Tidak ada seorangpun dalam rumah itu saat serangan itu, kata kantornya dalam satu pernyataan sementara polisi lokal melalukan pemeriksaan apa yang mereka sebut sebagai satu "serangan teroris".

Sadovy adalah seorang tokoh penting dalam protes pro-Eropa yang menyebabkan jatuhnya mantan presiden Viktor Yanukovych yang pro-Rusia Februari.

"Menurut pengetahuan saya, tidak ada peluncur-peluncur roket digunakan untuk menembak di Lviv," kata Sadovy.

Lviv, satu kota berpenduduk sekitar 750.000 jiwa dekat perbatasan Polandia, adalah satu pangkalan kelompok nasionalis yang berbahasa Ukraina.

Baik Lviv maupun Kremenchuk aman dari aksi kekerasan yang melanda Ukraina timur, di mana separatis pro-Rusia terlibat pertempuran melawan pasukan Ukraina, demikian AFP.(H-RN)

  antara  

[World Article] Operation Desert Shield (Gulf War I)

Konspirasi Para Pemimpin Arab Pada tahun 1990, negara-negara Teluk Arab menolak mendukung rencana pemimpin Irak Saddam Hussein untuk memotong produksi dan menaikkan harga minyak, hal ini membuat pemimpin Irak tersebut frustrasi dan paranoid. Irak telah memiliki hutang sebesar gunung selama perang dengan Iran yang telah berlangsung selama hampir satu dekade sebelumnya, dan Presiden Irak merasa bahwa saudara-saudara Arabnya telah bersekongkol melawan dia dengan menolak untuk menaikkan harga minyak. Oleh karena itu, setelah berminggu-minggu Irak mengirimkan pasukan di sepanjang perbatasan Irak-Kuwait dan menuduh Kuwait melakukan berbagai kejahatan, lalu Saddam Hussein mengirim tujuh divisi Tentara Irak ke Kuwait pada pagi tanggal 2 Agustus 1990. Dengan kekuatan invasi 120.000 pasukan dan 2.000 tank cepat Irak yang bergerak ke selatan, memungkinkan Hussein menyatakan, dalam waktu kurang dari seminggu, bahwa Kuwait merupakan provinsi kesembilan belas negaranya. PBB merespon dengan cepat, melewati serangkaian resolusi yang mengutuk invasi, menyerukan penarikan segera pasukan Irak dari Kuwait, memberlakukan embargo perdagangan dan keuangan terhadap Irak, dan menyatakan pembatalan aneksasi atas Kuwait.Mengenai tindakan Irak sebagai ancaman bagi kepentingan vital AS, yakni kemampuan produksi minyak di kawasan Teluk Persia, Presiden George Bush memerintahkan pesawat tempur dan pasukan darat merapat ke Arab Saudi setelah mendapat persetujuan Raja Fahd. Pasukan Irak telah mulai mengerahkan massa di sepanjang perbatasan Saudi, menerobos di beberapa poin, dan menunjukkan kemungkinan bahwa pasukan Hussein akan terus bergerak ke selatan ke ladang minyak Arab Saudi. Operasi DESERT SHIELD, pengerahan militer AS untuk pertama kalinya membela Arab Saudi berkembang menjadi pengerahan pasukan terbesar di Amerika sejak Konflik Asia Tenggara. Komando Pusat AS itu (CENTCOM) bidang tanggung jawab atas Kawasan Teluk . Akhirnya, 30 negara bergabung dalam koalisi militer terhadap Irak, dengan 18 negara lebih lanjut memasok bantuan jenis ekonomi, kemanusiaan, atau bantuan lainnya.Mengenai tindakan Irak sebagai ancaman bagi kepentingan vital AS, yakni produksi minyak kemampuan kawasan Teluk Persia, Presiden George Bush memerintahkan pesawat tempur dan pasukan darat ke Arab Saudi setelah mendapat persetujuan Raja Fahd. Pasukan Irak telah mulai massa di sepanjang perbatasan Saudi, menerobos di beberapa poin, dan menunjukkan kemungkinan bahwa pasukan Hussein akan terus ke selatan ke ladang minyak Arab Saudi. Operasi DESERT SHIELD, penyebaran militer AS untuk pertama membela Arab Saudi tumbuh pesat sebagai penyebaran terbesar di Amerika sejak Konflik Asia Tenggara. Kawasan Teluk itu dalam Komando Pusat AS itu (CENTCOM) bidang tanggung jawab. Akhirnya, 30 negara bergabung dalam koalisi militer terhadap Irak tersusun, dengan 18 negara lebih lanjut memasok jenis ekonomi, kemanusiaan, atau bantuan lainnya.Cheney bertemu dengan Pangeran Sultan, Menteri Pertahanan dan Penerbangan di Arab Saudi untuk membahas bagaimana menangani invasi Kuwait.

Operator di Teluk Oman dan Laut Merah menjawab, Angkatan Udara AS pencegat dikerahkan dari pangkalan di Amerika Serikat, dan pengangkutan dilakukan oleh Polisi Udara Amerika ke Arab Saudi. Kapal Induk Angkatan Laut AS segera mengambil posisi, mempersiapkan peralatan dan perlengkapan untuk seluruh Brigade Angkatan laut dari Diego Garcia di Samudera Hindia menuju ke kawasan Teluk. Selama enam bulan ke depan Amerika Serikat dan sekutunya membangun sebuah kekuatan besar di Semenanjung Arab. Angkatan laut juga mulai beroperasi dalam mendukung blokade pimpinan AS dan sanksi PBB terhadap Irak.
Pasukan koalisi, khususnya Korps Airborne [AU] XVIII dan Korps VII, menggunakan sel-sel penipuan untuk menciptakan kesan bahwa mereka akan menyerang di dekat daerah “boot heel” Kuwait, yang bertentangan dengan strategi "left hook" benar-benar diterapkan. Korps AU Amerika XVIII mendirikan "Forward Operating Base Weasel" di dekat daerah “boot heel”, yang terdiri dari jaringan palsu dari kamp-kamp yang dijaga oleh beberapa lusin tentara. Menggunakan peralatan radio portabel, dipandu oleh komputer, pesan radio palsu yang lewat di antara kantor pusat adalah fiktif. Selain itu, asap generator dan pengeras suara memutar rekaman-rekaman suara-suara tank dan truk yang digunakan, seperti juga Humvees dan helikopter.

Pada tanggal 17 Januari 1991, ketika jelas bahwa Saddam tidak akan menarik diri dan pasukannya, Desert Shield berubah menjadi Desert Storm.
Rudal-rudal Scud Irak menghantam Israel Pemerintah Irak tidak merahasiakan bahwa mereka akan menyerang Israel jika negaranya diserang. Sebelum perang dimulai, Tariq Aziz, Menteri Luar Negeri Irak dan Wakil Perdana Menteri, ditanya pasca perundingan perdamaian AS-Irak yang gagal di Jenewa, Swiss oleh wartawan, "Mr. Menteri Luar Negeri, jika perang dimulai ... apakah Anda akan menyerang Israel ?" Jawabannya adalah," Ya, tentu saja!"

Lima jam setelah serangan pertama, radio pemerintah Irak menyiarkan suara yang teridentifikasi sebagai Saddam Hussein menyatakan bahwa "Duel besar, ibu dari segala pertempuran telah dimulai, fajar kemenangan telah mendekat karena pertarungan besar ini telah dimulai..!" Irak menanggapi dengan meluncurkan delapan rudal Al Hussein ke Israel pada hari berikutnya. Serangan rudal ke Israel ini berlanjut perang. Sebanyak 42 rudal Scud ditembakkan oleh Irak ke Israel selama tujuh minggu perang.
Warga Israel yang ketakutan memakai masker anti-gas, sebagai antisipasi rudal-rudal Scud Irak. Rudal-rudal Scud yang mengarah ke Israel kurang efektif, karena ditembakkan pada jarak yang ekstrim menghasilkan pengurangan dramatis dalam akurasi dan payload. Serangan-serangan rudal menewaskan dua warga sipil Israel, dan menyebabkan beberapa orang menderita serangan jantung fatal. Sekitar 230 warga Israel luka-luka. Dari 10 orang luka-luka, cederanya dianggap menengah, sementara satu dianggap cedera parah, kerusakan properti yang besar juga terjadi. Dan sekitar 4.000 warga Israel kehilangan tempat tinggal. Dikhawatirkan Irak akan menembakkan rudal penuh dengan gas saraf atau sarin. Akibatnya, pemerintah Israel mengeluarkan masker gas kepada warga negaranya. Ketika rudal Irak pertama menghantam Israel, beberapa orang disuntikkan dengan penangkal gas saraf.

Selain serangan rudal ke Israel itu, 47 rudal Scud juga ditembakkan ke Arab Saudi, dan satu rudal ditembakkan ke Bahrain dan satu lagi ke Qatar. Rudal-rudal tersebut ditembakkan ke arah sasaran militer dan sipil. Satu Saudi warga sipil tewas dan 78 lainnya luka-luka. Tidak ada korban yang dilaporkan di Bahrain atau Qatar. Pemerintah Saudi memerintahkan semua warga negara dan ekspatriat yang memiliki masker gas untuk dipakai, jika Irak menggunakan rudal dengan hulu ledak kimia atau biologi.
Akhir Dari Perang Pada tanggal 27 Februari 1991 pasukan Koalisi berhasil membebaskan Kuwait dan Presiden Bush menyatakan perang selesai. Namun akhirnya Saddam digulingkan dalam invasi Irak 2003 yang dipimpin oleh Amerika Serikat, dan ditangkap oleh pasukan-pasukan AS pada 13 Desember 2003. Pada 5 November 2006 Hakim Ketua Rauf Rasheed Abdel Rahman menjatuhkan hukuman mati dengan cara digantung kepadanya atas kejahatan terhadap umat manusia. Meskipun begitu ia dianggap sebagai pahlawan yang populer di antara banyak bangsa Arab karena berani menantang Israel dan Amerika Serikat.

--Penduduk sipil dan militer pasukan koalisi melambaikan bendera Kuwait dan Arab Saudi saat mereka merayakan mundurnya pasukan Irak dari Kuwait.
Referensi:

http://www.globalsecurity.org/military/ops/desert_shield.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Gulf_War
http://id.wikipedia.org/wiki/Saddam_Hussein

  satumedia  

[World News] Korvet Baru Vietnam Teknologi Rusia

Korvet baru Molniya class, Vietnam, teknologi Rusia (photo tuoitre)Korvet baru Molniya class, Vietnam, teknologi Rusia (photo tuoitre)

Vietnam Naval Zone 2 menerima dua Korvet Class rancangan Rusia, Molniya (“Petir”), yang pertama kali dibangun oleh pembuat kapal Vietnam, 22/07/2014.

HQ-377 dan HQ-378 adalah salah dua dari enam kapal rudal modern yang dibangun oleh Ba Son Shipyard Vietnam, dengan teknologi Rusia.

Dua korvet diserahkan kepada Brigade 167 Kapal Artileri Rudal, di bawah Naval Zone 2 dari Angkatan Laut Rakyat Vietnam, yang berbasis di Nhon Trach, Dong Nai Province, 1120 km sebelah selatan ibukota Hanoi.

Kolonel Luong Viet Hung, komandan Angkatan Laut Zone 2 mengatakan penerimaan dari dua kapal menandai langkah baru dalam proses modernisasi Zona Naval 2 di angkatan laut Zone 2 dan Vietnam pada umumnya.
Korvet baru Molniya class, Vietnam, teknologi Rusia (photo tuoitre)Kolonel Hung meminta perwira dan prajurit dari Brigade 167 dengan cepat menyebarkan semua program pelatihan agar para prajurit segera mampu mengendalikan operasi dari fasilitas dan senjata yang baru ini.

Kapal 1241,8 (Molniya) class ini, memiliki panjang 56, 9 meter dengan bobot air maksimum 563 ton dan kecepatan maksimal 42 knot. Kedua kapal memiliki jelajah berlayar 1700 mil laut dengan 44 awak, untuk masing-masing kapal.

Kapal kelas Molniya adalah korvet paling modern yang dimiliki Vietnam. Vietnam memesan dua Molniyas pada tahun 1999, dan memulai produksi sendiri dengan bantuan Almaz Central Design Bureau di St Petersburg Rusia.(The South Asia Weekly)

  ★ JKGR  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...