Senin, 29 Agustus 2016

Pangdam Akan Resmikan Yonkav 12/BC

Di Peniti Ilustrasi rantis dan ranpur produk PT Pindad ★

K
omando Daerah Militer (Kodam) XII Tanjungpura akan resmikan kenaikan tingkat Detasemen Kavaleri-2/Beruang Cakti menjadi Batalyon Kavaleri 12/Beruang Cakti Kodam XII/Tpr.

Peresmian kenaikan tingkat Yonkav 12 /Beruang Cakti rencananya akan di pimpin langsung oleh Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Andhika Perkasa bersama Komandan Pussenkav Kodiklat TNI AD, Brigjen TNI Anang Dwitono, SE.MM.

Rencananya peresmian Yonkav 12/Beruang Cakti akan dilaksanakan di markas batalyon yang baru yang berada di Desa Peniti Luar, Kecamatan Siantang Kabupaten Mempawah pada Selasa (30/8/2016) mendatang.

Komandan Batalyon Kavaleri (Yonkav) 12/Beruang Cakti, Mayor Kav Jami’an menuturkan persiapan peresmian kenaikannya tingkat dari Detasemen menjadi Batalyon Kavaleri sudah hampir 100 persen tinggal pelaksanaan.

Diresmikannya Batalyon Kavaleri 12/Beruang Cakti yang berkedudukan di Desa Peniti Kabupaten Mempawah nanti adalah untuk memperkuat pertahanan dan keamanan di wilayah NKRI, terutama untuk wilayah di Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat," ujarnya.

Dikatakannya lagi, kebutuhan TNI AD khususnya Batalyon tank Kavaleri dibawah kendali Kodam XII/Tpr sebagai Satuan Bantuan Tempur yang bertujuan menjaga pertahanan dan keamanan wilayah NKRI mengingat wilayah Kalbar merupakan wilayah perbatasan‎.

Lanjutnya, Dengan demikian nantinya jumlah personil juga ditambah menjadi jumlah personil Batalyon, tak hanya itu penambahan perlengkapan alutsista yang dimiliki baik panser maupun tank, termasuk juga fasilitas baik perumahan asrama, barak dan lain-lain.

Kepala Dusun Karya Bhakti, Desa Peniti Luar, Kec Siantan, M. Nur Mahmud menuturkan keberadaan Yonkav 12/BC di dusunnya merupakan suatu kebanggaan tersendiri dusun yang di pimpinnya.

"Kami beserta warga mendukung seratus persen akan diresmikannya Yonkav 12/BC yang berada di dusun Karya Bhakti Desa Peniti Luar," katanya.

  Tribunnews  

[Dunia] Militer Filipina Serang Kelompok Abu Sayyaf

Ada Sandera Jadi Korban? Pasukian militer Filipina melakukan penjagaan ketat saat memburu kelompok Abu Sayyaf. [worldbulletin.net] ★

O
perasi militer pasukan Filipina ke sejumlah sarang kelompok radikal terus berlangsung. Inquirer, Ahad, 28 Agustus 2016, melaporkan, tiga petinggi kelompok Abu Sayyaf tewas dalam bentrok yang terjadi selama dua hari di Filipina Selatan. Ada sandera perompakan yang dikabarkan menjadi korban serangan itu.

Kepala Kantor Humas Angkatan Bersenjata Filipina, Kolonel Edgard Arevelo, menyatakan adanya sandera perompakan yang lolos. Namun ia tidak merinci jumlah dan identitasnya. Laporan itu menyebutkan pula adanya dua sandera yang telah diselamatkan. Kementerian Luar Negeri belum berhasil dikonfirmasi soal ini.

Ada tujuh WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf ini sejak 21 Juni 2016. Dua sandera berhasil melarikan diri di tengah operasi militer Filipina pada 17 dan 18 Agustus 2016.

Kepala pasukan Komando Mindanao Barat (Wesmincom), Mayolargo de la Cruz, mengatakan ketiganya adalah Mohammad Said alias Amah Maas, Sairul Asbang, dan Abu Latip. Sebanyak 17 prajurit Filipina terluka dalam bentrok yang berlangsung sejak 26 Agustus 2016, di Patikul, perairan Sulu.

Pasukan menemukan 10 tubuh yang tewas, termasuk tubuh Said,” ujar Cruz.

Sempalan Abu Sayyaf yang dipimpin Said, kata Cruz, ada di balik penculikan tiga warga negara asing dan seorang wanita Filipina di Pulau Samal, pada September 2015. Mereka juga diyakini sebagai kelompok yang membantai dua warga Kanada, John Ridsdel dan Robert Hall.

Cruz memastikan operasi militer tak mengancam nyawa setiap individu yang ditawan kelompok radikal tersebut. “Kami sangat berhati-hati. Selain itu, kami memiliki informasi intelejen tentang lokasi para sandera saat bergerak.

Said sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang atas dugaan pembunuhan warga asing tersebut. Meski mengklaim telah menghabisi tiga petinggi Abu Sayyaf sekaligus, pasukan militer Filipina tak menemukan dua tubuh lain. “Karena dibawa oleh sebagian rekan mereka yang berhasil kabur,” ujar Kolonel Edgard Arevelo.

Setelah bentrokan tersebut, ujar Arevelo, pasukan menyita dua senjata M-16 dan peluncur granat tipe M203.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu, pada 23 Agustus 2016 mengatakan separuh kekuatan Abu Sayyaf telah lumpuh seiring rentetan serangan militer Filipina. "Mereka kan ditekan terus. Mereka kan waspada terhadap serangan dari tentara Filipina sampai tidak waspada terhadap tawanan. Tawanan melihat kesempatan, ya dia lari. Itu akibat desakan tentara Filipina," tuturnya.

 KBRI Belum Pulangkan Dua Sandera yang Lolos 
KBRI Belum Pulangkan Dua Sandera yang Lolos, Alasannya...  Muhammad Sofyan (tengah), korban sandera militan Abu Sayyaf, dikawal polisi di Jolo, Sulu, Filipina selatan 17 Agustus 2016. Sofyan mengaku melarikan diri setelah Abu Sayyaf mengancam akan memenggal lehernya. [REUTERS/Stringer]

Dua sandera Indonesia yang berhasil meloloskan diri dari penyandera di Filipina, Muhammad Sofyan dan Ismail Tiro, masih menjalani pemeriksaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, menyatakan pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memastikan kondisi korban penyanderaan ini. Sehingga keduanya tak bisa langsung dipulangkan ke Indonesia.

"Mereka sedang di-briefing oleh KBRI," ucap Arrmanatha di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 25 Agustus 2016. Arrmanatha enggan menjelaskan detail pemeriksaan yang tengah digali. Ia hanya mengatakan pemeriksaan sebelumnya dilakukan oleh intelijen Filipina. Sedangkan pemeriksaan kali ini dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia. "Kami membutuhkan (informasi) mereka untuk operator di sana (Filipina)."

Pemerintah, kata Arrmanatha, akan secepatnya mengembalikan Sofyan dan Ismail ke pihak keluarga bila informasi yang disampaikan sudah mencukupi. Sedangkan sembilan sandera lain, Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan otoritas Filipina agar upaya pembebasan ditingkatkan.

Dalam hal strategi pembebasan sandera, kata Armanatha, tugas utama Kementerian Luar Negeri ialah berdiplomasi dan saling bertukar informasi dengan pemerintah Filipina. "Kami juga sudah meminta Malaysia dan Filipina meningkatkan pengamanan wilayah perairan mereka," katanya.

Sofyan dan Ismail yang merupakan anak buah kapal TB Charles berhasil lolos dari cengkeraman kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Dua warga asal Sulawesi Selatan itu disandera selama dua bulan dan berhasil melarikan diri pada pertengahan Agustus ini.

  Tempo  

Minggu, 28 Agustus 2016

Kembali Membahas SU 35

https://3.bp.blogspot.com/-KhUnsxegzGQ/Ve7jB4cBkJI/AAAAAAAAHnQ/e1cxAahqjAsDDWlcFn53HORPiIhFYmpaACPcB/s1600/0_de54d_da131340_origphotographers%2Bof%2BRussia%2B-%2BMarina.jpgSu 35 Rusia (Marina)

Kembali berita pembelian pesawat tempur Su 35 dibahas bersama Tim dari Moskow.

Menurut Dubes Indonesia untuk Rusia, Rincian kontrak pembelian sedang dibahas dan bilamana lancar, penandatanganan kontrak akan dilakukan akhir tahun ini.

Indonesia tetap berminat dengan pesawat tempur generasi 4++ Sukhoi 35. Untuk menggantikan pesawat tempur F5 Tiger yang sudah usang.

Rencananya Indonesia akan membeli 12 unit pesawat Sukhoi 35. [AEX.ru]

 ♖ Garuda Militer  

Latihan Bersama TNI AU & USAF dalam Cope West 16

http://defence.pk/attachments/17288_806549116091442_6040218972939380165_n-jpg.329663/Ilustrasinya low pass Sukhoi TNI AU (def.pk)

Angkatan Udara dari AS dan Indonesia akan berpartisipasi dalam Cope West 2016 Field Training Exercise di Indonesia 19 – 23 Oktober 2016.

Cope West 16 adalah latihan pengangkutan udara taktis bilateral yang melibatkan angkatan udara AS dan Indonesia. Latihan ini untuk meningkatkan kesiapan gabungan dan interoperabilitas, memperkuat komitmen AS ke Pasifik dan menunjukkan kemampuan AS untuk melakukan operasi pengangkutan udara taktis dalam lingkungan bilateral.

Hal ini juga memungkinkan untuk pertukaran teknik yang berkaitan dengan pengangkutan udara, udara-darat dan pengiriman airdrop khusus untuk pesawat AS dan Indonesia dan mempromosikan stabilitas regional melalui kerjasama dan kesatuan tujuan.

Sekitar 16 personel AS akan berpartisipasi dalam latihan dengan Angkatan Udara Indonesia. Selain itu, salah satu AS Air Force C-130H Hercules dari 36 Airlift Squadron dari Yokota Air Base, Jepang, dan Angkatan Udara Indonesia C-130B Hercules akan berpartisipasi dalam Cope West 2016. [pacaf.af.mil]

 ♖ Garuda Militer  

Latihan Bersama Bakamla dan US Navy

SEACAT 2016 http://defence.pk/attachments/bakamla2-jpg.329610/Tim VBSS Bakamla (def.pk)

Kapal Angkatan Laut Amerika (kapal US Navy) bernama USNS Walter S. Diehl 193 dan KN BINTANG LAUT-4801 Bakamla RI beserta 1 (satu) tim URCL/VBSS, menggelar latihan bersama bertajuk Southeast Asia Cooperation Against Terrorism (SEACAT) 2016, di Perairan Batam, Selasa (23/8/2016).

Latihan tersebut disaksikan Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda TNI Andi Achdar, didampingi Direktur Latihan Bakamla RI Laksma TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si., serta Kasubdit Kerjasama Luar Negeri Kombespol Tatar Nugeraha, dari atas KN BINTANG LAUT- 4801.

Southeast Asia Cooperation Against Terrorism (SEACAT) merupakan latihan tahunan Angkatan Laut Amerika Serikat dengan negara-negara maritim di Asia Tenggara yang diikuti oleh unsur-unsur Angkatan Laut dari Amerika Serikat (US NAVY), Brunei, Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, dan Thailand.

Berdasarkan scenario SEACAT, tujuan latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel beserta unsurnya (kapal) Angkatan Laut negara-negara peserta dalam melaksanakan operasi intersepsi maritim (maritime interception operations) dalam kerangka keamanan maritim pada umumnya.

Latihan yang selalu disponsori oleh Amerika Serikat, dalam hal ini US Navy/Pacific Fleet ini, adalah dalam upaya menggalang kerjasama multilateral negara-negara maritim di Asia Tenggara (Navies Partner) untuk menanggulangi segala bentuk ancaman di laut.

Bakamla RI dalam latihan bersama multilateral SEACAT 2016 ikut mendukung dengan mengirim satu unsur KN Bintang Laut-4801 dan 1 (satu) tim URCL/VBSS dan mengadakan latihan bersama dengan kapal US Navy (USNS Walter S. Diehl 193) di 15 NM timur laut Pulau Bintan pada posisi 01⁰ 20’ 00’’ U – 104⁰ 50’ 00’’ T dengan circle 5 NM.

Pengiriman KN Bintang Laut Bakamla RI beserta 1 (satu) tim URCL/VBSS ini merupakan salah satu implementasi mewujudkan Bakamla RI yang memiliki motto Raksamahiva Camudrasu Nusantarasya (Kami Penjaga Lautan Nusantara).

KN Bintang Laut Bakamla RI 4801 dengan Komandan Kapal Mayor Laut (P) Faruq Dedy Subiantoro dengan 24 (dua puluh empat) ABK, Dantim URCL Bakamla RI Kapten Maritim Endy Kurniawan dengan 6 (enam) anggotanya dengan 2 (dua) instruktur URCL Kasubdit Gar Opsla Bakamla RI Kolonel Laut (P) Joko Triwanto dan Kepala Subbag Distribusi Mayor Laut (P) David Hastiadi serta 2 (dua) personel Marinir telah membuktikan kepada dunia bahwa Bakamla RI juga bisa mengirimkan kapal patroli produksi dalam negeri dan memiliki Tim Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) yang kemampuannya dapat disejajarkan dengan negara lain.

 ♖ mitrapol  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...