Minggu, 30 April 2017

[World] New Generation Land Vehicles to be Displayed

At FNSS Stand in IDEF 2017 https://4.bp.blogspot.com/-dTXSuV6JYRQ/WQTMZSQSd8I/AAAAAAAAKMw/1CLxydAWzw0somSoTf6mORnjTP8fkPIvACLcB/s1600/2058574_20170429054902.jpgThe FNSS stand, which will have the opportunity to touch the future of land platforms in IDEF 2017, is expecting major innovations this year.

Fuarda will be presenting members of the New Generation Armored Combat Vehicles family for the first time, and FNSS will exhibit its new products as well as modernization solutions and capabilities for land platforms at IDEF.

Preparing to introduce the new members of the pallet and wheeled vehicle family and new weapon systems to the public, FNSS invites all the IDEF to its stand
.

  FNSS  

Sabtu, 29 April 2017

Kisah Mengerikan Eks Pilot Pesawat Tempur F-5

http://3.bp.blogspot.com/-nptcYbWEhAk/T_E6VZ7ztnI/AAAAAAAAAD0/TOWiPPgoxco/s1600/TS-0508+dan+TS-0516+F-5+E+dan+F-5+F.jpgF5 Tiger TNI AU [indoflyer]

P
esawat tempur milik TNI Angkatan Udara jenis F-5 E/F Tiger II sudah masuk museum beberapa waktu lalu. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Northrop Co. USA itu resmi menjadi milik Indonesia sejak 1980, sehingga kini sepantasnya beristirahat.

Namun perjalanan pesawat yang saat itu menggantikan keberadaan armada F 86 Avon Sabre di Skuadron Udara 14 Pangkalan Udara (Lanud) Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur tersebut tidak pernah dilupakan oleh para penerbangnya. Salah satunya mantan pilot bernama Zeky Ambadar.

Laki-laki kelahiran 1948 itu merupakan salah satu pilot muda yang pertama kali mengoperasikan Pesawat F-5 E/F Tiger II. Zeky sebenarnya bukan penerbang TNI AU yang saat itu terpilih untuk mengikuti pendidikan di Amerika Serikat. Dia, yang masih berpangkat kapten harus menggantikan Kapten Pnb Lambert Silooy yang tidak bisa berangkat karena alasan kesehatan.

Zeky pun berangkat bersama dengan dua perwira lainnya, Komandan Skuadron Udara 14 Mayor Pnb Holki Basah Kartadibrata dan Perwira Operasi Skuadron Udara 14 Mayor Pnb Budihardjo Surono.

Ketiganya menjalani pendidikan di Skuadron 225th Tactical Fighting Training Squadron yang menggunakan pesawat F-5 B dan F-5 E/F mulai 27 Januari sampai dengan akhir Mei 1980.

Setelah mendapat pelatihan, ketiga orang itu menjadi instruktur bagi penerbang muda di Skuadron Udara 14 Lanud Iswahyudi. Para penerbang TNI AU yang berhasil menerbangkan pesawat F-5 kemudian mendapat sebutan "Eagle".

"Pengalaman sekolah di Amerika Serikat, ternyata penerbang kita tidak kalah dengan negara lain," ujar Zeky, beberapa waktu lalu.

Ia pun bangga bisa membawa pesawat baru di usianya yang relatif muda saat itu, 32 tahun.

 Nyaris Hancur di Awan Kumulonimbus 
https://3.bp.blogspot.com/-RDcGvPnTN5k/WQTJtRdCQQI/AAAAAAAAKMU/cDRkT7S30IMfyuAHsvgRPTsPoK1LhKy_QCLcB/s1600/094633400_1493382671-IMG_20170425_104636.jpgKini pesawat tempur canggih di jamannya itu sudah dipensiunkan TNI AU dan masuk museum. (Liputan6.com/Switzy Sabandar)

Lebih jauh ia mengungkapkan sebuah peristiwa yang tidak pernah dilupakannya sampai kapan pun. Sekitar Agustus atau September 1980 tepatnya peristiwa itu terjadi.

Kala itu ia bersama dengan empat "Eagle" lainnya mendapat tugas menerbangkan F-5 E/F Tiger II dari Madiun ke Medan dalam rangka operasi Elang Malindo. Penerbangan dari Madiun ke Jakarta berlangsung lancar.

Namun, saat perjalanan dari Jakarta ke Medan, muncul awan komulonimbus di langit Palembang, Sumatera Selatan. Ketika itu mereka terbang di atas ketinggian lebih dari 30.000 kaki. "Eagles" saling kontak dan memutuskan untuk melakukan afterburner dengan harapan pesawat bergerak naik.

"Tapi, apa yang terjadi, saat afterburner ternyata pesawat turun dan masuk ke awan kumulonimbus," kata Zeky. Setelah itu satu persatu Eagle hilang kontak. Mereka berpencar, berjuang keluar dari awan yang bisa merobek bodi pesawat itu.

"Kami melakukan prosedur keluar kiri dan keluar kanan," tutur dia.

Untungnya, kelima "Eagle" selamat dan satu per satu mendarat di Medan. Setibanya di darat, Zeky berusaha mencari tahu penyebab F-5 tidak bisa afterburner. Ternyata, memang spesifikasi jenis pesawat tempur yang dikemudikannya itu tidak bisa afterburner jika ketinggian sudah mencapai lebih dari 30.000 kaki.

F-5 E/F Tiger II yang mendapat julukan Sang Macan memang kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan operasi dan latihan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Antara lain Operasi Panah di wilayah Aceh pada 1990-1992, Operasi Elang Sakti XXI pengamanan perbatasan NTT pada 1999, Operasi Garuda Jaya, dan Operasi Oscar pengamanan wilayah perairan.

Pada 28 April 2016, armada F-5 E/F Tiger II melaksanakan penerbangan terakhir di Indonesia lewat misi Simulated Surface Attack (Phoenix Flight) dengan TS-0216 yang diterbangkan Phoenix 1 Letkol Pnb Abdul Haris dan Phoenix 2 Mayor Pnb I Kadek Suta Arimbawa yang menerbangkan TS-0512.

Kini, masyarakat bisa melihat monumen pesawat tempur itu di Markas Komando Pertahanan Udara Nasional (Makohanudnas) Jakarta dan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta.

  Liputan 6  

PT Pindad Kejar Persaingan Produk Militer Dunia

https://1.bp.blogspot.com/-BU7PKqqqMAQ/WP_75iwRuUI/AAAAAAAAKMI/6uEszTHIhuclVnTpqmuCrd6fYI91va_zwCPcB/s1600/69EAOk%2Bmed%2Btank%2BFNSS.jpgIlustrasi terbaru penampakan medium tank FNSS

I
ndustri pertahanan PT Pindad (persero) sedang mengembangkan produksi medium tank, bekerjasama dengan perusahaan asal Turki, FNSS. Kendaraan ini diproyeksikan memiliki daya gempur yang luas, tahan terhadap senjata balistik, dan anti ancaman ranjau. Tank ini diharapkan bisa mengejar persaingan produk militer dunia.

Gambaran tersebut dilontarkan Direktur Utama PT Pindad, Abraham Morse, saat HUT PT Pindad di Jalan Kuaracondong, Bandung, Sabtu, 29 April 2017.

Disebutkan, pengembangan produksi tank kelas medium tersebut, merupalan salah satu peningkatan kemampuan produksi kendaraan lapis baja. Apalagi, PT Pindad selalu mengikuti dan menyesuaikan perkembangan kebutuhan zaman, termasuk produksi kendaraan lapis baja, yang kini dikembangkan pada produk tank kelas medium.

Soal produksi tank kelas medium tersebut, katanya, PT Pindad juga turut serta dalam tujuh program prioritas kementerian pemerintah.

Inovasi produk terus dikembangkan, di mana sejumlah produk kendaraan lapis baja produksi PT Pindad sudah mendapat kepercayaan dari organisasi dan ajang internasional, seperti Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mendukung misi perdamaian di Afrika, di Libanon, UNAMID di Sudan, dan MINUSCA.

Gambaran itu, katanya, menjadi prestasi khusus bagi PT Pindad karena kualitas produk-produknya sudah dapat disejajarkan dengan kelas dunia lainnya.

Sudah lebih dari 40 unit kendaraan tempur buatan PT Pindad yang mendukung pasukan Garuda Indonesia dalam mempertahankan perdamaian dunia
.

  Pikiran Rakyat  

[Dunia] Kapal Intelijen Rusia Tenggelam di Laut Hitam Turki

[AP Photo/Efrem Lukatsky]

SEBUAH kapal intelijen milik angkatan laut Rusia tenggelam di Laut Hitam wilayah Turki pada Kamis (27/4) setelah bertabrakan dengan sebuah kapal pengangkut ternak, kata sejumlah pejabat Turki.

Seluruh 78 personel kapal angkatan laut Rusia, Liman, itu sudah dievakuasi. Para awak yang diselamatkan dari Liman berada dalam keadaan sehat setelah kapal itu bertabrakan dengan kapal berbendera Togo, Youzarsif H, kata Menteri Transportasi Turki Ahmed Arslan.

Insiden terjadi di tengah kabut tebal serta jarak pandang yang hanya 29 kilometer dari Desa Kilyos di pantai Laut Hitam di utara Istanbul.

Pihak berwenang Turki mengerahkan sebuah kapal penarik dan tiga kapal penyelamat cepat, ungkap lembaga penanggung jawab keamanan pantai.

Para penasihat Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menyatakan kesedihan atas insiden yang dialami oleh mitra Rusianya, menurut beberapa sumber di kantor perdana menteri.

Hubungan antara Turki dan Rusia telah mengalami ketegangan akibat sengketa politik menyangkut perang saudara di Suriah. Di negara itu, Moskow dan Ankara mendukung kelompok-kelompok berbeda.

Kapal-kapal perang Rusia secara berkala melewati Selat Bosporus, yang membagi Istanbul, dalam perjalanan dari Laut Hitam menuju pantai Laut Tengah Suriah.

Juru bicara Hammami Livestock, yaitu perusahaan pemilik Youzarsif H, mengatakan, tidak ada korban jiwa di kapal tersebut.

"Bagi kami, tabrakan itu tidak keras," katanya kepada Reuters di Lebanon.

Ia menambahkan dirinya tidak memiliki informasi soal penyebab tabrakan.

"Kami belum tahu seberapa besar kerugian yang kami alami, tapi puji Tuhan tidak ada korban jiwa, baik di pihak kami maupun pihak kapal mereka (angkatan laut Rusia)," ujarnya.

Menurut juru bicara, kapal pengangkut ternak itu sedang meluncur menuju pelabuhan Laut Merah, Aqaba, dari Rumania. Youzarsif H dibuat pada 1977 dan memiliki kapasitas untuk mengangkut beban seberat 2.418 ton, menurut data pelayaran Thomson. Selat Bosporus, yang memotong Istanbul, merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia untuk mengangkut minyak dan butir gandum. Jalur air sepanjang 17 mil (sekitar 27,3 kilometer) itu menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Tengah. (OL-2)

  ⚓ Media Indonesia  

Pesanan TNI AL Menjadi Alat Promosi

Dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnyaTeknisi memotong plat baja untuk pembuatan Kapal Landing Platform Dock (LPD) pesanan TNI Angkatan Laut di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/4/2017). Pesanan kapal dengan panjang sekitar 124 Meter dan lebar 21 Meter tersebut untuk memperkuat dan mendukung armada Republik Indonesia. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memesan kapal perang ke PT PAL Indonesia. Kapal yang dipesan jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh mengatakan pesanan TNI AL itu merupakan lanjutan dari kontrak kerja Nomor KTR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017. Kontrak itu dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pelat pertama kapal atau first steel cutting di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga oleh Laksamana Muda TNI Mulyadi.

"Pasar dalam negeri merupakan salah satu potensi besar dan panjang untuk terus digali, ditambah pasar baru luar negeri," ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, dengan pengembangan teknologi kapal terbaik untuk dalam negeri, diharapkan berkembang secara berkelanjutan ke luar negeri. Budiman mengaku, dengan pemenuhan pasar dalam negeri khususnya TNI AL bisa menjadi salah satu alat promosi sekaligus meyakinkan pasar luar negeri.

https://3.bp.blogspot.com/-1hXokC3HA-o/VzvQTj9WvtI/AAAAAAAAM0M/wP_o6XqkMyY0F4WOlauI3Y1LaMpOzbyCgCPcB/s1600/BRP_Tarlac_Philippine_Navy.jpgBRP 601 Tarlac, pesanan Filipina [Pacific Sentinel]

"Sehingga kami bersama-sama dengan TNI AL bisa meyakinkan pasar luar negeri, salah satunya yang potensi adalah Malaysia dan negara-negara di Afrika," tuturnya.

Sementara untuk kapal yang dipesan TNI AL kali ini memiliki panjang kurang dari produksi LPD sebelumnya, namun mempunyai keunggulan kapasitas pengangkutan yang lebih besar. Total panjang kapal sekitar 124 meter, dan memiliki lebar 21 meter, dengan kecanggihan mampu mengangkut pasukan beserta crew sebanyak 771 personel, dan mampu berlayar selama 15 hari dengan kecepatan mencapai maksimal 16 knot.

Digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 Hourse Power (HP), dan bobot penuh sebesar 7.200 ton, serta dapat menjangkau jarak sepanjang 10.000 mil laut. Selain itu, juga mampu menampung tiga Helikopter standby, dan dilengkapi kekuatan medis, serta dapat menjalankan operasi kemanusian (non-militer).

Kapal juga mampu membawa serta empat kapal, terdiri dari dua jenis kapal pengangkut pasukan batalyon dan dua kapal pengangkut pasukan patroli militer. Pada saat terjadi musibah dan bencana, kapal juga mampu menjalankan misi kemanusiaan baik secara evakuasi, pencarian, penyelamatan bahkan fungsi administrasi pemerintahan yang bergerak.

Untuk target penyelesaian pengerjaan kapal diperkirakan selama 23 bulan, dan diharapkan mampu membantu dalam tugas kemiliteran dan non-kemiliteran TNI AL.
 

  antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...