Kamis, 21 Oktober 2021

2 Pesawat Su-30MK Jalani Pemeliharaan Tingkat Sedang

Di SkaTek 044 Dari Instagram Skadron Teknik 044 di infokan kedua pesawat akan menjalani pemeliharaan tingkat sedang selama 24 bulan di Makassar.

Pada 19 Oktober 2021 Komandan Skadron Teknik 044, Letkol Tek M. Jasril Iman Jamil menerima pesawat Sukhoi SU-30MK Tail Number TS-3001 dari Komandan Skadron Udara 14 yang diwakili oleh Mayor Pnb Apri Arfianto untuk melaksanakan pemeliharaan tingkat sedang 24 bulan di Skadron Teknik 044, Lanud Sultan Hasanuddin.

Sebelumnya tanggal 1 September 2021 Komandan Skadron Teknik 044, Letkol Tek M. Jasril Iman Jamil menerima pesawat Sukhoi SU-30MK Tail Number TS-3002 dari Komandan Skadron Udara 14 Letkol Pnb I Kadek Suta Arimbawa, untuk melaksanakan pemeliharaan tingkat sedang 24 bulan di Skadron Teknik 044.

  Garuda Militer  

Rabu, 20 Oktober 2021

Jokowi Tunggangi Rantis P6 ATAV V1 Paspampres

 Dalam kunjungan ke Tarakan P6 ATAV Paspampres terbaru dengan alat pendeteksi suara tembakan. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden) ★

A
da yang berbeda dalam rangkaian mobil kepresidenan ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (19/10/2021).

Presiden Jokowi menyusuri jalan di Tarakan tidak menggunakan mobil sedan yang biasa digunakan, namun menggunakan kendaraan taktis (rantis) P6 ATAV V1 yang dimiliki oleh Pasukan Pengamanan Presiden.

Presiden memilih menggunakan P6 ATAV V1 utamanya karena kendaraan ini dirakit di dalam negeri dan telah diproduksi massal.

"Kita tahu bahwa Presiden ingin selalu memperkenalkan produk lokal, mulai dari minuman, makanan, sepatu, jaket, hingga motor custom. Kali ini Presiden memperkenalkan kendaraan serang taktis hasil rakitan dalam negeri, kecuali mesin ya," ujar Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Tri Budi Utomo.

Selain itu, ucap Mayjen Tri, Presiden juga ingin lebih dekat dengan rakyat. "Dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, Presiden selalu menyapa masyarakat. Namun Presiden merasa bila dari mobil yang biasa digunakan masih terasa ada sekat. Dengan mobil yang agak terbuka, Presiden berharap masyarakat merasakan kedekatan tersebut," kata Mayjen Tri.

 
CNBC  

Garam Asli Indonesia Akan Menjadi Bagian Terpenting di Industri Roket

Garam asli Indonesia ternyata bisa jadi bagian bahan bakar roket. (FOTO/ DOK SINDOnews) ★

Mungkin bagi masyarakat Indonesia garam hanya sebatas bumbu dapur. Namun desain propelan yang berubah setelah diteliti para ahli garam asli Indonesia ternyata bisa jadi bagian bahan bakar roket.

Seperti dilansir dari Convertation, hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa garam asli Indonesia lokal bisa menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan ini.

Garam lokal dapat diproses menjadi salah satu bahan baku propelan, amonium perklorat (AP), yang kandungannya mencapai 70-80% dari berat total propelan.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sendiri telah meluncurkan roket eksperimen bernama RX450-5 pada Desember 2020 lalu. Hal ini membuat Indonesia tercatat sebagai negara kedua di ASIA yang mampu mengembang roket sendiri setelah Jepang.

Namun salah satu masalah yang krusial dalam pengembangan roket nasional adalah sulitnya memperoleh bahan baku untuk bahan bakar roket (propelan).

Potensi Indonesia sangat besar untuk dapat membuat bahan baku propelan sendiri dari garam. Indonesia memiliki luas wilayah hampir 5,5 juta km2 dan lebih dari 3,5 juta km2 atau 2/3 wilayahnya adalah lautan, sehingga sangat berpotensi sebagai penghasil garam.

LAPAN berhasil meluncurkan roket eksperimen RX450-5 [LAPAN]

Selain itu penggunaan garam teknis sebagai bahan baku dalam bahan bakar roket, juga diharapkan dapat memberdayakan para petani garam di Indonesia.

Salah satu komponen terbesar dalam propelan adalah oksidator, penyedia oksigen untuk reaksi pembakaran, yang sangat berpengaruh terhadap kinerja roket. Suatu roket dapat menempuh jarak tertentu, salah satunya ditentukan oleh oksidator. Oksidator yang banyak digunakan dalam propelan roket berbentuk padat adalah AP.

Hal ini berdampak pada lambatnya penguasaan teknologi roket. Karena itu Indonesia harus meneliti desain propelan yang berulang pada setiap bahan baku yang diperoleh. Masalah ini juga berdampak pada anggaran riset yang semakin banyak digunakan untuk satu jenis penelitian dan pengembangan tipe roket yang sama.

Selain itu, berlakunya Missile Technology Control Regime (MTCR) dalam lingkup internasional yang membatasi ekspor produk-produk yang berkaitan dengan teknologi misil membuat semakin sulitnya mendapatkan bahan baku propelan impor.

MTCR adalah rezim multilateral yang memuat kebijakan tentang pembatasan atau pengendalian teknologi misil. Peraturan rezim ini bertujuan mengurangi risiko penyebaran nuklir dan mengawasi alih teknologi pengembangan sistem pengangkut (roket). Permasalahan ini dapat diatasi dengan membuat bahan baku propelan sendiri. (wbs)

  sindonews  

[Global] Korea Utara Luncurkan SLBM dari Kapal Selam

Korea Utara tembakan rudal SLBM dari kapal selam (KCNA) ★

Korea Utara mengkonfirmasi telah mencoba melakukan percobaan peluncuran misil balistik kapal selam terbaru. Hal ini terjadi setelah pemerintah Korea Selatan melaporkan apa yang terjadi di pantai timur Korea Utara.

Melansir Aljazeera, media lokal menginformasikan ini adalah misil SLBM atau Submarine - Launched Ballistic Missile (SLBM) jenis terbaru dan sudah merilis beberapa foto.

Misil yang diklaim memiliki teknologi kontrol yang mutakhir ini ditembakan dari kapal yang sama, pada saat Korea Utara melakukan uji coba SLBM lima tahun lalu.

Namun dalam laporan tidak menyinggung ada kehadiran Kim Jong Un.

  Pertemuan Darurat PBB 

Peluncuran misil ini dilakukan dekat dengan kota Sinpo yang memang punya galangan kapal untuk pembuatan kapal selam. Juga menjadi peluncuran kelima kalinya, sejak bulan September dan uji coba SLBM pertama kali pada 2019. Padahal Korea Utara dilarang melakukan uji coba rudal dibawah sanksi PBB.

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat dan tertutup di Korea Utara pada Rabu besok, atas permintaan Amerika Serikat dan Inggris.

Korea Utara memang sedang meningkatkan persenjataan militer sejak pembicaraan denuklirisasi gagal pada 2019. Disusul KTT Hanoi yang berakhir tanpa kesepakatan, antara Kim Jong Un dan Presiden Amerika waktu Itu Donald Trump.

Kim menuduh Amerika dan Korea Selatan mempertahankan sikap bermusuhan terhadap Korea Utara, berkeras pengembangan militer di negaranya penting untuk mempertahankan diri.

Dalam masa pemerintahan Joe Biden saat ini, Gedung Putih mendesak Korea Utara untuk kembali pada meja perundingan. Utusan Amerika juga sudah melakukan perjalanan ke Seoul untuk menghidupkan kembali diplomasi dengan Korea Utara.

  Lebih Canggih 

Dari foto yang diterbitkan terlihat rudal yang diluncurkan baru-baru ini lebih tipis dan kecil dari desain SLBM sebelumnya. Meski masih spekulasi model itu tidak pernah ditunjukan pada pameran pertahanan di Korea Utara, pada pekan lalu.

Dengan ukuran yang lebih kecil memungkinkan kapal selam membawa rudal lebih banyak. Rudal itu juga menampilkan teknologi kontrol yang lebih canggih. Menurut analis negara itu membuat lebih banyak pengembangan pada kapal selam, menjadi lebih besar dalam pembangunan.

"Meraka hanya mendiversifikasi opsi peluncuran kapal selam," kata Dave Schmerler Peneliti Senior di James Martin Center for Nonproliferation Studies di California. (hps/hps)

  CNBC  

[Global] Kendaraan Tempur Lapis Baja Generasi Baru Kaplan

 KAPLAN YN-ZMA Kendaraan Tempur Lapis Baja Generasi Baru Kaplan [FNSS]

K
aplan New Generation Armored Fighting Vehicle (NG-AFV) dikembangkan oleh FNSS, dengan mempertimbangkan kebutuhan medan perang modern, KAPLAN YN-ZMA menarik perhatian dengan desain aslinya dan struktur modularnya.

Mengutip situs SavunmaSanayiST, KAPLAN YN-ZMA merupakan kendaraan modular yang dirancang dengan mengintegrasikan sistem turret berawak dan tak berawak kaliber dari 120 mm hingga terkecil, dengan mobilitas dan potensi dikembangkan sesuai kebutuhan masa depan.

Dikenal sebagai "Yeni Nesil Zırhlı Muharebe Aracı" (YN-ZMA)/Kendaraan Tempur Lapis Baja Generasi Baru (NG-AFV), KAPLAN; Dengan berbagai konfigurasi seperti pengangkut personel lapis baja, kendaraan komando, kendaraan penyelamat, kendaraan mortir, kendaraan pengintai, mau[un sebagai ambulans.

Mampu mengankut 8 personel dan 6 orang versi dengan meriam.

KAPLAN YN-ZMA, kendaraan tempur lapis baja generasi baru dengan rasio power-to-weight minimal 20 Hp/ton, transmisi otomatis.

Kendaraan ini cocok dengan berbagai kondisi iklim dan medan dan memiliki kemampuan untuk bergerak cepat di aspal atau jalan yang stabil. Sistem suspensi canggih dirancang untuk mengurangi getaran kendaraan dan meningkatkan pegangan jalan.

KAPLAN mengadopsi peralatan elektronik modern dan memudahkan integrasi dengan berbagai peralatan misi sesuai kebutuhan. Dan bisa ikut beraksi dengan tank tempur utama (MBT).

Dibangun atas pengalaman FNSS lebih dari 35 tahun, KAPLAN YN-ZMA dilengkapi dengan sistem kemampuan bertahan modular untuk menawarkan solusi efektif terhadap perubahan ancaman di medan perang. Ada paket perlindungan terhadap ancaman ledakan balistik, ranjau, dan improvisasi. KAPLAN juga menawarkan opsi sistem perlindungan aktif terhadap rudal anti-tank.

  Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...