Tampilkan postingan dengan label Hankam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hankam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2026

Menteri PU Beber Daftar Jalan Tol Jadi Landasan Pesawat Tempur

✈   Untuk  kondisi daruratPesawat F16 mendarat di jalan tol trans Sumatera (Dispenau)

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membeberkan daftar jalan tol yang bakal menjadi landasan darurat bagi pesawat tempur. Adapun lokasi lintasan tersebut, mayoritas berada di Barat Indonesia.

"Ada beberapa ruas jalan tol yang memang kita diamanatkan bisa dipakai penerbangan pesawat jet tempur manakala dalam kondisi darurat. Ini dalam kondisi darurat ya, jadi ada disclaimer dulu," ujar Dody di Kantor Kementerian PU Jakarta, Rabu (22/7).

Saat ini pemerintah tengah menyiapkan sejumlah ruas jalan tol yang bisa dimanfaatkan sebagai landasan pesawat tempur. Meskipun begitu, Dody menegaskan bahwa penggunaan jalan tol tersebut hanya dilakukan dalam kondisi darurat.

Dody mengungkapkan salah satu jalan tol yang telah diuji coba untuk pendaratan pesawat tempur adalah Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka).

Ke depan, Dody mengatakan jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi), serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan akan bisa digunakan untuk pendaratan pesawat tempur.

Sejumlah jalan tol di Sumatera juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi pendaratan darurat untuk pesawat tempur, salah satunya tol yang berada di Lampung yakni Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka).

Selanjutnya, di ujung Sumatera ada Tol Sigli-Banda Aceh yang diperkirakan bisa dimanfaatkan menjadi landasan darurat pesawat tempur.

"Kemarin yang sudah kita coba kan di Lampung ya. Kemudian Pak Menhan, minta lagi yang di ujung Sumatera, mungkin nanti Aceh Sigli yang kita akan coba di situ. Terus kemudian, Situbondo, di Prosiwangi itu kita siapkan," tandas Dody. (ldy/ins)

  ✈  CNN  

Selasa, 14 Juli 2026

TNI AL Tunggu Keputusan Menhan Soal Penggunaan Rudal BrahMos

➶ Direncanakan sebagai rudal pertahanan pantaiRudal BrahMos dari India akan digunakan sebagai rudal pertahanan pantai (missilethreat)

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia soal penggunaan rudal BrahMos.

"Untuk kerja sama dengan Indonesia, ini masih dalam penanganan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan," kata Tunggul saat jumpa pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.

Tunggul belum bisa menjelaskan lebih lanjut soal rencana TNI AL dalam menggunakan rudal yang disebut cocok untuk pertahanan pantai itu.

Kendati demikian, dia menyambut baik kesepakatan kerja sama antara India dan Indonesia dalam pengembangan rudal BrahMos.

Dengan adanya kerja sama ini, dia meyakini pertahanan Indonesia akan semakin kuat.

Kontrak kerja sama pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7).

Dalam kesempatan yang sama, diumumkan pula perjanjian kerja sama pengadaan rudal udara-ke-udara (air-to-air missile/AAM) antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp.

Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari 16 kerja sama yang diumumkan dalam kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia.

Indonesia telah membidik akuisisi rudal BrahMos sejak beberapa tahun terakhir. Beberapa hari sebelum kunjungan PM Modi, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyatakan pembahasan mengenai kerja sama pengadaan BrahMos telah memasuki tahap yang sangat maju dan diharapkan segera mencapai kesepakatan.

  antara  

Kamis, 02 Juli 2026

[Teror] KKB Bakar Pesawat dan Bunuh Pilot di Yakuhimo

Pilot berasal dari ASPesawat AMA diduga dibakar KKB di Yahukimo. (dok. Istimewa)

Pesawat milik PT AMA dengan nomor register PK-RCY yang diduga dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dilaporkan membawa 7 penumpang. Seorang pilot bernama Nicholas F. Goselin dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Laporan awal dari Kepala UPBU Kelas I Wamena yang menyebutkan bahwa pilot pesawat atas nama Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemehub, Lukman F. Laisa dalam keterangannya, dilansir detikSulsel, Kamis (2/7/2026).

Lukman belum merinci kronologi kejadian tersebut. Pesawat awalnya berangkat dari Bandar Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

"Pesawat berangkat dari Bandar Udara Wamena pada pukul 06.30 WIT dengan membawa 1 orang pilot dan 7 penumpang," ujarnya.

Lukman juga belum memastikan penyebab pilot tersebut meninggal dunia. Pihaknya masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari aparat berwenang.

"Saat ini, PT AMA bersama UPBU Kelas I Wamena dan instansi terkait masih melakukan pendalaman serta verifikasi kronologi kejadian untuk memastikan seluruh fakta di lapangan," imbuhnya. (yld/idh)

  💂 detik  

Selasa, 30 Juni 2026

BRIN dan Pindad Jajaki Kolaborasi Riset

  🤝  Perkuat Industri Pertahanan RCWS hasil kerjasama Pindad (Pindad)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) menerima kunjungan PT Pindad dalam rangka penjajakan kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi pertahanan dan keamanan (hankam), pada Senin (22/6).

Pertemuan yang berlangsung di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun Bandung tersebut menjadi forum diskusi awal untuk mengidentifikasi potensi kolaborasi riset yang dapat mendukung penguatan industri pertahanan nasional.

Kepala OREI BRIN Budi Prawara dalam sambutannya memperkenalkan struktur organisasi, pusat-pusat riset yang berada di bawah OREI, serta berbagai kompetensi yang dimiliki para periset.

Salah satu unit yang menjadi fokus pembahasan adalah Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) yang memiliki sejumlah aktivitas riset strategis yang dinilai berpotensi untuk dikolaborasikan dengan PT Pindad.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN, Yanuandri Putrasari, memaparkan berbagai kapasitas dan pengalaman riset PRMC yang relevan untuk mendukung litbang hankam.

Menurutnya, kompetensi PRMC mencakup bidang mesin, elektro, informatika, dan sistem kendali yang terintegrasi dalam pengembangan teknologi mekatronika cerdas.

PRMC memiliki berbagai kelompok riset yang fokus pada sistem instrumentasi cerdas, mesin cerdas dan sistem otonom, dinamika dan kendali cerdas, biomekatronika, robotika dan sistem cerdas, serta fluida plasma cerdas. Kapasitas ini sangat relevan untuk mendukung pengembangan teknologi pertahanan nasional,” jelas Yanuandri.

Ia menambahkan bahwa sejumlah hasil riset yang telah dikembangkan PRMC berpotensi untuk di hilirisasi dan dikolaborasikan bersama industri pertahanan.

Salah satunya adalah pengembangan mesin nasional dua silinder 1.000 cc yang dirancang untuk mendukung industri otomotif dalam negeri.

Teknologi tersebut telah mencapai tingkat kesiapan teknologi yang memungkinkan pengembangan lebih lanjut menuju tahap penerapan industri.

PRMC juga memiliki rekam jejak riset di bidang sistem persenjataan dan sistem otonom, antara lain robot penjinak bom MoroLIPI, lengan robot bersenjata, Remote Controlled Weapon System (RCWS), turret kaliber 20 mm, Electronic Optical Tracking (EOT), serta berbagai teknologi pendukung sistem kendali dan stabilisasi,’’ papar Yanuandri.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan RCWS menjadi salah satu contoh teknologi yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan industri pertahanan.

Sistem tersebut dirancang sebagai platform persenjataan yang dapat diintegrasikan pada kendaraan tempur, kapal tempur, maupun wahana lainnya. Beberapa tahapan pengujian performa RCWS juga pernah dilakukan bersama PT Pindad.

Kolaborasi dengan industri sangat penting agar hasil-hasil riset tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat berkembang menjadi produk yang siap digunakan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian teknologi nasional,” ujar Yanuandri.

Bersamaan dengan itu, Vice President Inovasi dan Pengembangan Bisnis PT Pindad, Rakhmad Aryo, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama yang dapat mendukung pengembangan produk dan teknologi pertahanan nasional.

Menurutnya, PT Pindad membutuhkan dukungan dari lembaga riset untuk memperkuat kemampuan inovasi dan pengembangan teknologi strategis.

Diskusi yang berlangsung antara kedua pihak membahas berbagai aspek teknis dan peluang sinergi, mulai dari sistem otonom, teknologi persenjataan, sistem kendali cerdas, hingga pengembangan komponen dan subsistem yang mendukung alat utama sistem persenjataan. nasional.

Melalui pertemuan ini, BRIN dan PT Pindad berharap dapat menindaklanjuti pembahasan menuju kerja sama yang lebih konkret, sehingga hasil-hasil riset nasional dapat semakin berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri pertahanan Indonesia sekaligus mendukung kemandirian teknologi bangsa.

  🤝  BRIN  

Senin, 08 Juni 2026

Indonesia Minati Rudal Pertahanan M-SAM II Korea

 Menerbitkan Letter of Intent (LOI) untuk Sistem Rudal MSAM-II Rudal M-SAM Korea (Defence)

Badan Logistik Pertahanan Indonesia telah menerbitkan surat pernyataan niat atau Letter of Intent (LOI) kepada LIG Defense & Aerospace untuk pengadaan sistem pertahanan udara MSAM-II (rudal permukaan-ke-udara jarak menengah).

LOI tertanggal 18 Mei 2026 tersebut diberikan kepada Janes oleh sumber industri. Surat tersebut menandakan niat Indonesia untuk melakukan pengadaan langsung MSAM-II guna memperkuat arsitektur pertahanan udara nasionalnya.

Surat tersebut menetapkan pengadaan dua baterai dalam konfigurasi operasional penuh, termasuk stasiun kontrol penembakan, radar multifungsi, sistem peluncuran vertikal, dan kendaraan pemuat rudal.

LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berdasarkan tonggak pencapaian, yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

MSAM-II, juga dikenal sebagai Cheongung II, adalah sistem rudal permukaan-ke-udara semi-mobile yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan dan diproduksi oleh LIG Defense & Aerospace.

Sistem ini berbasis pada platform KIA Military Vehicles KM1500 8×8 dan dilengkapi dengan rudal Cheongung.

Setiap baterai biasanya terdiri dari empat hingga enam kendaraan pengangkut-pemasang-peluncur, kendaraan radar multifungsi, pusat kendali tembakan, pengangkut ulang, dan kendaraan pembangkit listrik.

Rudal Cheongung memiliki panduan radar pelacak aktif, motor roket propelan padat satu tahap, dan hulu ledak fragmentasi berdaya ledak tinggi yang dipicu oleh sumbu jarak dekat.

Jangkauan maksimum sistem diperkirakan mencapai 40 km, dengan ketinggian serangan hingga 20 km.

LOI juga menyerukan pelatihan, dukungan logistik terintegrasi, suku cadang, peralatan pendukung darat, dokumentasi teknis, dan paket offset dan transfer teknologi.

  🚀 
Jane’s  

Rabu, 03 Juni 2026

Indonesia-Qatar Tanda Tangani Kerja Sama Pertahanan

  🤝 🛡 (kemhan)

Indonesia dan Qatar selangkah lagi menandatangani defence cooperation agreement (DCA) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) atau statement of intent terkait kerja sama pertahanan.

Penandatanganan dilakukan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar H.E. Sheikh Saoud bin Abdurrahman bin Hassan bin Ali Al Thani di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).

Kami membahas beberapa hal yang berkaitan dengan intensitas kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Qatar, baik itu berkaitan kerja sama militer, latihan, pendidikan, industri pertahanan, dan lain-lain,” ujar Sjafrie saat menerima kunjungan Sheikh Saoud.

Pada hari ini, kata Sjafrie, Indonesia dan Qatar menandatangani satu kesepakatan jembatan menuju ke DCA. “Ini tentunya akan kita laksanakan sampai dengan DCA,” tutur Menhan RI.

Dalam rencana kerja sama pertahanan, terdapat pengembangan industri pertahanan dalam negeri yang berkaitan dengan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) matra darat dan laut.

Ada penandatanganan MoU kerja sama industri pertahanan antara Barzan Holdings (Qatar) dan dengan industri pertahanan (Indonesia) melalui Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan RI,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait selepas pertemuan.

Selain pengembangan industri pertahanan, kerja sama juga membahas pendidikan militer, peningkatan sumber daya manusia (SDM) pertahanan hingga dialog strategis.

Proses masih berjalan, karena itu akan membutuhkan framework dan working group untuk membahas DCA ke depannya seperti apa,” tutur Rico.

Sementara itu, Sheikh Saoud mengatakan bahwa kerja sama pertahanan Indonesia telah ia bahas sebelumnya saat menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (1/6).

Kami akan berdiskusi secara detail pada hari ini (dengan Sjafrie),” tutur Sheikh Saoud.

  💥 
 IDM   

Selasa, 26 Mei 2026

[Teror] OPM Bunuh Delapan Pendulang Emas di Yahukimo Papua Pegunungan

Menuding para korban sebagai aparat keamanan yang menyamarTNI melakukan persiapan evakuasi 8 pendulang emas yang tewas dibunuh OPM di Yahukimo. (dok. istimewa)

Sebanyak delapan pendulang emas tewas dibunuh oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Rabu (20/5). Dilansir dari Detikcom, aparat gabungan kini tengah mempersiapkan langkah evakuasi menggunakan jalur udara untuk membawa seluruh jenazah korban dari lokasi kejadian.

Aksi pembunuhan tersebut dipicu oleh kecurigaan pihak OPM terhadap para pekerja tambang tersebut. Kelompok bersenjata itu menuduh para pendulang emas sebagai aparat keamanan yang sedang menyamar di area pendulangan.

"Kelompok tersebut menuding para korban sebagai aparat keamanan yang menyamar," ujar Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI Habema.

Pihak TNI membantah keras tuduhan yang dikeluarkan oleh kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo terkait identitas para korban. Penegasan diberikan bahwa seluruh korban yang meninggal dunia merupakan murni warga sipil setempat.

"Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut," kata Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI Habema.

Guna menjangkau lokasi pembunuhan yang berada di daerah pedalaman, aparat keamanan mengerahkan armada helikopter. Langkah ini diambil agar proses pemindahan jenazah dapat berjalan lebih cepat dengan pengamanan dari personel gabungan.

"Saat ini, proses persiapan evakuasi terus dilakukan dengan dukungan personel gabungan dan armada heli guna menjangkau lokasi kejadian yang berada di wilayah pedalaman," ungkap Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI Habema.

  💂 Viral Media  

Selasa, 19 Mei 2026

[Video] Menhan Menjawab Hoax di DPR

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan pembicaraan empat mata dengan Menhan AS, Pete Hegseth, dalam pertemuan ASEAN Defence Ministers' Meeting tahun 2025 saat rapat di Komisi I DPR pada Selasa (19/5/2026).

Dia bilang begini, ini empat mata, ‘Pak Menhan, boleh enggak Amerika itu melintas wilayah Indonesia tahun 2025?’” ujar Menhan Sjafrie.

Itu diucapkan secara lisan kepada saya. Tadi saya jawab, ‘Menteri, walaupun ada harapan, tapi saya akan lapor kepada presiden saya karena dia adalah panglima tertinggi Tentara Nasional Indonesia,’” lanjutnya.

Menhan Sjafrie mengaku kaget saat dirinya diundang ke AS oleh Pete Hegseth dalam pertemuan itu.

 Berikut video liputan KompasTV :  


  🎥 Youtube  

Senin, 18 Mei 2026

Penampakan 11 Pesawat Baru Dipamerkan Prabowo: Jet Rafale hingga Falcon

Sejumlah alutsista diserahkan Presiden ke TNI di Halim, Jakarta (Kompas)

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan menerima alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa jet-jet tempur, pesawat kargo, dan radar, Senin (18/5/2026).

Alutsista yang diterima meliputi 6 pesawat tempur Rafale yang dilengkapi dengan rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer; 4 pesawat Falcon 8X; 1 pesawat A400M MRTT; serta Radar GCI GM403.

Presiden Prabowo Subianto memamerkan sejumlah alutsista yang secara resmi telah diserahterimakan ke TNI. Berdasarkan pantauan Kompas.com, deretan alutsista tersebut dipamerkan di apron Base Ops Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Susunan alutsista dibentuk menyerupai segitiga. Di posisi paling depan tampak pesawat tempur Rafale buatan Prancis. Kehadirannya menandai penambahan kekuatan baru TNI AU, terutama untuk kemampuan tempur udara ke udara dan udara ke darat.

Di sisi kanan Rafale dipajang rudal Meteor serta Smart Weapon Hammer yang menjadi persenjataan utama pesawat tersebut.

Tak jauh dari Rafale, empat pesawat Falcon 8X turut dipamerkan. Pesawat berbadan ramping itu disiapkan untuk mendukung mobilitas strategis, pelaksanaan misi komando, hingga pengawasan udara.

Sementara di dua sudut paling belakang ditempatkan dua pesawat angkut A400M, termasuk satu unit yang sebelumnya telah diserahterimakan pada November 2025.

Pesawat angkut ini diproyeksikan memperkuat kemampuan angkut strategis TNI, termasuk distribusi pasukan dan logistik.

Selain itu, A400M MRTT memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara yang memungkinkan pesawat tempur beroperasi lebih jauh dan lebih lama.

Sementara itu, Radar GCI GM403 menjadi bagian lain dari alutsista yang diterima pemerintah.

Radar berkelir hijau itu berfungsi mendeteksi ancaman udara dari jarak jauh sekaligus membantu memandu pesawat tempur untuk menghadapi sasaran yang memasuki wilayah udara Indonesia.

Dalam serah terima dari Pemerintah ke TNI ini dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator (Menko) Politik dan Keamanan (Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Kemudian, Menteri Perhubungan (Mehub) Dudy Purwagandhi, Menlu Sugiono, Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi Revita, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Ketua Komisi I DPR Utut Adianto.

   ★ 
Kompas  

Minggu, 10 Mei 2026

TNI Kerahkan Pesawat F-16 hingga Kapal Perang untuk Keamanan KTT ASEAN

⚓ 💂KRI REM 331 bersandar di Cebu (PSSS)

TNI menggelar kesiapsiagaan di wilayah nasional di Sulawesi Utara untuk mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan KTT ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5).

Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan ada lima pesawat F-16, Hercules dan A400M yang dikerahkan untuk operasi kesiapsiagaan itu.

Lalu ada tiga KRI yang juga dikerahkan yakni Brawijaya, Siliwangi dan RE Martadinata.

Pesawat F16 standby di Manado (Dispenau)

"Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi di kawasan ASEAN," kata Rico dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5).

Rico mengatakan kegiatan tersebut melibatkan unsur darat, laut, dan udara untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, serta respons cepat terhadap kondisi darurat.

Ia menjelaskan seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat.

"Indonesia memandang stabilitas dan keamanan kawasan sebagai tanggung jawab bersama negara-negara ASEAN, karena itu, kesiapsiagaan TNI dalam konteks ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia untuk mendukung terciptanya situasi kawasan yang aman, kondusif, dan mendukung suksesnya agenda-agenda strategis ASEAN," ujar dia. (yoa/gil)
 

 🎥 CNN  

Sabtu, 25 April 2026

Inggris-Indonesia Sepakati Kerja Sama Strategis di Bidang Pertahanan Maritim hingga Pendidikan

KRI BPD 322 frigate pertama PAL, hasil kerjasama Babcock (PAL)

Perusahaan pertahanan Inggris, Babcock International Group (Babcock), bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Kamar Dagang Inggris (Britcham), dan para mitra di Indonesia meluncurkan Maritime Partnership Programme (MPP).

Ini merupakan sebuah kesepakatan strategis guna memperdalam kerja sama Inggris–Indonesia di bidang pertahanan maritim, perikanan, kapabilitas industri, serta pengembangan keterampilan.

Chief Executive Babcock, David Lockwood OBE mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis utama bagi Babcock.

"Kemitraan ini akan mewujudkan komitmen tersebut, dan kami menantikan kelanjutan hubungan yang kuat dan berkelanjutan," kata David di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO OBE, mengatakan bahwa Maritime Partnership Programme memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berupa lapangan kerja, peluang, dan pertumbuhan.

Program ini mencerminkan komitmen bersama Inggris dan Indonesia terhadap stabilitas dan kemakmuran di Indo-Pasifik, menjunjung tinggi kebebasan navigasi serta mendukung tatanan internasional berbasis aturan.

"Melalui program ini, kita bersama-sama memperkuat ketahanan maritim, mendukung industri, dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi pemimpin Indonesia berikutnya. Kemitraan ini dibangun atas ambisi bersama danakan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia dan Inggris. Diplomasi, kolaborasi, dan prestasi!" ujarnya.

Ketua Kamar Dagang Inggris di Indonesia, Ian Betts, menyambut baik peluncuran UK–Indonesia Maritime Partnership Programme. Menurutnya program tersebut menjadi tonggak penting dalam memperdalam hubungan ekonomi dan industri antara kedua negara.

Ian menambahkan, Investasi Babcock, termasuk perannya dalam memperkuat kapabilitas fregat Indonesia melalui program Arrowhead 140, menunjukkan kuatnya keahlian maritim Inggris sekaligus komitmen jangka panjang terhadap ambisi maritim Indonesia.

Kemitraan tersebut dinilai melampaui sektor pertahanan, dengan mendorong pengembangan industri lokal, transfer keterampilan, serta pertumbuhan ekosistem maritim yang lebih luas di Indonesia. Hal ini mencerminkan visi bersama untuk infrastruktur maritim yang tangguh, berkelanjutan, dan aman di kawasan Indo-Pasifik.

Peluncuran Maritime Partnership Programme turut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Inggris untuk Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Keir Mather, Chief Executive Babcock David Lockwood OBE, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey CVO OBE, serta perwakilan sektor bisnis, pejabat pemerintah senior, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Babcock diketahui menandatangani empat Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan universitas-universitas terkemuka, mitra industri, dan pemangku kepentingan utama dari program MPP. MoU ini mencakup pengembangan tenaga kerja, pendidikan, beasiswa, serta kapabilitas industri guna mendukung tujuan maritim Indonesia dan implementasi MPP.

Salah satu MoU yang ditandatangani yakni terkait Beasiswa Chevening. Babcock berkomitmen mendanai total 30 beasiswa Chevening Pemerintah Inggris bagi mahasiswa Indonesia, yang akan diberikan secara bertahap selama periode tiga tahun untuk mendukung calon pemimpin masa depan di sektor maritim dan industri.

Selain itu, Babcock juga menyepakati kemitraan dengan enam universitas di Inggris dan Indonesia untuk memperkuat kapasitas pendidikan dan keterampilan maritim yang selaras dengan prioritas MPP, membuka peluang pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Konsorsium ini terdiri dari Newcastle University, University of Strathclyde, University of Edinburgh, University of Glasgow, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Selain itu Babcock dan PT Len Industri juga sepakat berkolaborasi dalam pengembangan teknologi angkatan laut dan maritim, termasuk potensi pemanfaatan fasilitas DEFEND ID.

Kemudian Babcock juga menjajaki kerja sama pembuatan kapal dengan PT Citra Shipyard, pengembangan keterampilan, transfer teknologi, dan rantai pasok.

MoU tersebut juga mencerminkan strategi yang terarah untuk berinvestasi di seluruh spektrum pembangunan maritim Indonesia, serta melanjutkan kesepakatan maritim senilai £4 miliar antara Inggris dan Indonesia yang ditandatangani pada November 2025.

Inisiatif ini juga memperkuat komitmen Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer di London pada 20 Januari 2026.

  📝  Investor Trust  

Jumat, 24 April 2026

Unsur KRI Koarmada II Tunjukkan Kekuatan Tempur

 ⚓️ Pada Puncak Latihan Operasi Laut Gabungan TA. 2026 KRI Sampari tembakan rudal C705 (Dispenal)

Unsur koarmada II, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Sampari-628 yang tergabung dalam Satgas Penembakan Senjata Khusus Kogaslagab berhasil menembakkan rudal pada latihan puncak Latopslagab TA. 2026 yang digelar di Laut Jawa, perairan Kepulauan Karimun Jawa, Kamis (23/4). Aksi ini menjadi momen krusial dalam menunjukkan kesiapan tempur prajurit Jalasena dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman di laut.

Dalam pelaksanaan latihan, Dansatkor Koarmada II Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S. selaku Dansatgas Baksus onboard di KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang di Komandani Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas menembakkan rudal Exocet MM 40 Blok III dengan sasaran eks KRI Teluk Hading-538 yang telah purna tugas sebagai alutsista TNI AL.

Sementara itu, KRI Sampari-628 yang di Komandani Letkol Laut (P) Eko Darmawan melaksanakan penembakan rudal C-705 juga berhasil mengenai sasaran Pulau Gundul di wilayah Kepulauan Karimun Jawa. Seluruh rangkaian penembakan berlangsung aman, dan sesuai rencana, menegaskan profesionalisme serta akurasi tinggi prajurit TNI Angkatan Laut.

Keberhasilan latihan ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsuddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sementara itu, Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., selaku Pangkogaslagab memimpin seluruh unsur yang tergabung dalam Kogaslagab dari KRI Brawijaya-320. Kehadiran pimpinan tertinggi pertahanan negara tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap kesiapan operasional TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Pada latihan ini melibatkan berbagai unsur kekuatan TNI AL yang terbagi dalam unsur tugas penembak, pengamanan, dan bantuan. Selain itu, pesawat udara, helikopter, serta drone turut dilibatkan untuk mendukung jalannya latihan secara terintegrasi, sehingga mampu mensimulasikan operasi laut modern yang kompleks dan realistis.

Sebelum mencapai puncak latihan, berbagai serial latihan telah dilaksanakan saat menuju daerah latihan (Rahlat). Seluruh rangkaian ini dirancang untuk mengasah kemampuan taktis, koordinasi, serta interoperabilitas antar unsur dalam menghadapi skenario operasi gabungan.

Latopslagab TA. 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan tempur, tetapi juga wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia. Momentum ini sekaligus mempertegas semangat juang serta profesionalisme prajurit Jalasena dalam menghadapi tantangan pertahanan maritim yang semakin dinamis.

 ⚓️ 
Aksara Indonesia  

Kamis, 16 April 2026

TNI AL Gunakan Bahan Bakar Jenis B50

 Dalam rangka efisiensi BBM https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia519IVCSEIsIIkRG4DQSKhu37pvsZ2BjqCFRCVq4oRsZBaIw3tlbgA6FqsenAwyRhjqn2gZ8YE2-HK-clkTGDhBC51y-dYZuGd3ry37tOGiJtpMx2gPHCc2DzlUUIGqM-ZC_yxLSdmoDlUev5TsxXZATMBPOgQ1khfAHR-jSGOXH5gTuHgdgiYiVjJho/s1026/FB_IMG_1776325613789.jpgIlustrasi kapal produksi PAL (PAL)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pihaknya akan menggunakan bahan bakar jenis B50 untuk kapal patroli dalam rangka penghematan bahan bakar minyak (BBM).

"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. B50 nah ini tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya," kata Ali saat jumpa pers di Mabes Angkatan Laut (Mabes AL), Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Untuk diketahui, bahan bakar B50 merupakan bahan bakar nabati yang memiliki campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak dari kelapa sawit (CPO).

Ali menyampaikan penggunaan B50 dapat mengurangi ketergantungan TNI AL akan bahan bakar yang berasal dari minyak mentah.

Selain itu, penggunaan B50 juga dianggap mampu untuk mendukung operasional kapal yang memiliki mobilitas tinggi seperti patroli laut hingga misi pengiriman logistik atau pasukan.

Ali melanjutkan penggunaan bahan bakar jenis B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat.

"Untuk patroli sementara ini kita masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35 ya," kata Ali.

Dengan adanya upaya penggunaan bahan bakar jenis B50, Ali memastikan intensitas kapal dalam berpatroli di laut tidak akan berkurang di tengah masa efisiensi bahan bakar.

   antara  

Selasa, 14 April 2026

Indonesia-AS Teken Kerja Sama Pertahanan MDCP

  Akses Teknologi Alutsista Canggih Terbuka (kemhan)

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Republik Indonesia resmi menyepakati pembentukan Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Kesepakatan strategis ini diteken langsung oleh U.S. Secretary of War dan Menteri Pertahanan Indonesia pada 13 April 2026.

Pengumuman resmi Kementerian Perang Amerika Serikat atau U.S. Department of War, yang dirilis hari Senin (13/4) ini, menjadi sinyal kuat atas peran krusial Indonesia dalam menjaga stabilitas regional, sekaligus mempertegas potensi kemitraan pertahanan bilateral kedua negara.

MDCP dirancang sebagai kerangka kerja utama untuk memandu kerja sama pertahanan di masa depan. Melalui kesepakatan ini, kedua negara menegaskan kembali komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Secara struktural, MDCP bertumpu pada tiga pilar utama yang diimplementasikan berlandaskan penghormatan bersama dan kedaulatan nasional:

Pertama, Modernisasi Militer dan Peningkatan Kapasitas; Kedua, Pelatihan dan Pendidikan Militer Profesional; serta Ketiga Latihan Gabungan dan Kerja Sama Operasional.

Di bawah payung MDCP, Amerika Serikat dan Indonesia bakal mengeksplorasi berbagai inisiatif mutakhir yang telah disepakati. Hal ini mencakup pengembangan bersama kemampuan asimetris yang canggih, merintis teknologi pertahanan generasi berikutnya di ranah maritim, bawah laut (subsurface), dan sistem otonom.

Selain itu, kedua negara sepakat bekerja sama dalam dukungan pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) guna mengerek kesiapan operasional alutsista.

Sebagai simbol penguatan kemitraan dan refleksi kepercayaan mendalam antarnegara, kedua pemimpin juga berkomitmen meningkatkan latihan pasukan khusus gabungan.

Langkah ini diharapkan mampu memajukan kepentingan keamanan bersama dan memperkuat hubungan antara personel militer AS dan Indonesia melalui perluasan peluang pendidikan militer profesional serta pembentukan jaringan alumni pertahanan.

Kemitraan ini merupakan representasi dari perkembangan berkelanjutan hubungan pertahanan bilateral RI-AS yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Kedua negara mengakui satu sama lain sebagai mitra penting dan menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama berdasarkan saling menghormati, kedaulatan, dan kepentingan bersama dalam mewujudkan perdamaian serta stabilitas regional.

U.S. Department of War dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyatakan kesiapannya untuk memperdalam investasi dalam kerja sama yang lebih intensif di bawah kerangka MDCP.

 Kontroversi Kedaulatan

Kesepakatan MDCP ini sebelumnya menuai isu sensitif di bidang kedaulatan wilayah Udara, karena Indonesia dikabarkan akan membuka akses bebas bagi pesawat militer Amerika Serikat untuk melintas di wilayah udaranya.

Kabar ini ramai setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat mengajukan permintaan akses luas, bahkan disebut sebagai “blanket overnight access” atau izin melintas yang fleksibel, termasuk untuk operasi mendadak. Bahkan, sempat beredar narasi bahwa Indonesia sudah menyetujui proposal tersebut.

Kementerian Pertahanan Indonesia langsung Menanggapi pemberitaan sejumlah media asing yang menyiratkan adanya persetujuan final terkait akses lintas udara militer Amerika Serikat di wilayah udara Indonesia tersebut.

Melalui pernyataan tertulis Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa dokumen yang beredar saat ini merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi.

Dokumen tersebut bukan merupakan perjanjian final, belum memiliki kekuatan hukum mengikat, serta belum dapat dijadikan dasar kebijakan resmi Pemerintah Republik Indonesia, Senin (13/4/2026).

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa setiap pembahasan kerja sama pertahanan dengan negara lain senantiasa dilaksanakan dalam kerangka mengutamakan kepentingan nasional, menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara penuh, serta berpedoman pada ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang berlaku.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa otoritas, kontrol, dan pengawasan atas wilayah udara Indonesia sepenuhnya berada pada negara Indonesia.

Setiap kemungkinan pengaturan tetap menjamin kewenangan penuh Indonesia untuk menyetujui atau menolak setiap aktivitas di ruang udara nasional.

Kemhan RI juga menegaskan bahwa setiap rencana kegiatan harus sesuai dengan hukum nasional masing-masing negara.

Dalam konteks Indonesia, hal ini berarti seluruh proses harus mengikuti peraturan perundang-undangan, mekanisme kelembagaan, dan keputusan politik negara. Tidak ada ruang bagi implementasi sepihak di luar hukum Indonesia.

  💥 
Kontan  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...