Sabtu, 30 Desember 2023

Bakamla Akan Lengkapi Semua Kapal dengan Meriam

KN Bakamla dipersenjatai meriam 30 mm Turkiye

Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI akan melengkapi seluruh kapal operasionalnya dengan senjata atau meriam.

Hal itu disampaikan Kepala Bakamla Laksamana Madya Irvansyah usai upacara peringatan hari ulang tahun ke-18 Bakamla di Markas Besar Bakamla, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2023).

Mungkin untuk ke depannya juga seluruh kapal, kami akan beri senjata,” kata Irvansyah kepada awak media.

Selain itu, Irvansyah juga ingin kapal-kapal Bakamla mempunyai laboratorium untuk mendeteksi dan melakukan uji tentang narkoba atau mineral dan batu bara.

Jadi tidak perlu membawa kapal yang kita periksa ke darat dulu, makan waktu, bahan bakar, dan segala macam,” tutur mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I itu.

Terbaru, empat kapal Bakamla melakukan uji tembak meriam SMASH 30 MM buatan Aselsan, Turkiye di Pulau Petong, Batam, pada Minggu (24/12/2023).

Keempat kapal, yakni KN Bintang Laut-401, KN Ular Laut-405, KN Singa Laut-402, dan KN Belut Laut-406 melakukan uji fungsi tembak sasaran dengan jarak 400 meter hingga 1.500 meter.

Tiga kapal berhasil, yang satu masih perlu penyempurnaan. Untuk satu kapal alat elektroniknya yang kurang berfungsi. Mungkin awal tahun nanti kami laksanakan uji coba kembali. Baru untuk empat kapal,” kata Irvansyah.

Irvansyah berharap, adanya meriam bisa menambah kemampuan Bakamla untuk patroli keamanan di laut.

Karena selama ini kami tidak memiliki meriam. Jadi bagaimana? Satpam saja bawa pentung. Bakamla yang di tengah laut tidak ada pentungnya, enggak ada senjatanya. Didadad-dadah saja itu pelanggaran,” kata Irvansyah.

 Bakamla Baru Punya 10 Kapal Patroli, Idealnya 90 
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya Irvansyah mengakui bahwa Bakamla masih kekurangan kapal patroli.

Idealnya, kata Irvansyah, Bakamla memiliki 30 kapal per zona. Sementara Bakamla membagi perairan Indonesia menjadi tiga zona.

Minimal masing-masing zona itu 30 kapal (total 90 kapal),” kata Irvansyah usai upacara peringatan hari ulang tahun ke-18 Bakamla di Markas Besar Bakamla, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2023).

Mantan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) itu menambahkan, jumlah tersebut ideal apabila untuk sekali berlayar.

Padahal dalam operasi kita harus mempunyai (prosedur) operasional, jadi ada 30 persen yang operasi, 30 persen yang maintenance, 30 persen yang latihan dan sebagainya. Jadi dikali tiga,” kata Irvansyah.

Kekurangan kapal patroli, lanjut Irvansyah, bisa ditutupi dengan patroli bersama instansi lain, seperti TNI AL.

Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik, berkoordinasi dengan baik, dan kita punya saling pengertian,” ujar Irvansyah.

Karena memang urusan keamanan laut itu harus bekerja bersama-sama, kita harus menghilangkan sekat-sekat ego sektoral,” tutur dia.

Sejauh ini, kata Irvansyah, Bakamla baru memiliki 10 kapal patroli atau kapal negara (KN). “(Sebanyak) 10 kapal dibagi di 3 zona,” kata Irvansyah.


  ★
Kompas  

Jumat, 29 Desember 2023

Kapal Perang TNI AL Hadang Kapal Ilegal Masuk Perairan Aceh

💂 Cegah Aksi TPPO Pengungsi Rohingya KRI Bontang-907 hadang kapal kayu pembawa pengungsi Rohingya (dispenal)

Kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Bontang-907 berhasil mengadang sebuah kapal ilegal yang diduga mengangkut korban praktek Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pengungsi Rohingya yang berupaya masuk ke wilayah perairan Timur Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam.

Aksi pengadangan kapal perang TNI AL terhadap sebuah kapal ilegal itu terjadi pada hari Rabu, 27 Desember 2023 kemarin.

Dilansir VIVA Militer dari keterangan resmi Dispenal, Kamis, 28 Desember 2023, aksi pengadangan terjadi ketika KRI Bontang-907 yang sedang melaksanakan patroli rutin di wilayah perairan Aceh mendapatkan informasi dari Guskamla Koarmada I tentang adanya kontak kapal yang diduga merupakan kapal yang diduga digunakan dalam praktek TPPO pengungsi Rohingya.

Mendapatkan informasi tersebut, unsur jajaran TNI AL langsung bergerak cepat menerbangkan Helikopter Bell TNI AL yang onboard di KRI Bontang-907 untuk melakukan pemantauan dan monitoring melalui udara ke arah titik koordinat yang dicurigai menjadi perlintasan kapal kayu ilegal tersebut.

Setelah melakukan pemantauan udara, ternyata benar saja, Heli Panther TNI AL mendeteksi secara visual sebuah kapal kayu dengan nama kapal SHWE YA DANAR 3 yang berupaya masuk ke wilayah perairan Sabang, Aceh.

Setelah dipastikan keberadaan kapal SHWE YA DANAR 3, Kapal perang KRI Bontang-907 kemudian melaksanakan shadowing atau membayang-bayangi kapal tersebut hingga keluar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang berbatasan dengan ZEE India. Setelah dipastikan Kapal itu dalam keadaan baik dengan tidak dalam keadaan darurat, unsur TNI AL terus memantau kapal kayu itu melanjutkan pelayaran hingga keluar ZEE Indonesia-India.

Kadispenal Laksma TNI I Made Wira Hadi Arsanta menegaskan, upaya yang dilakukan unsur kapal patroli TNI AL itu sebagai langkah pengamanan wilayah perairan Yuridiksi Nasional Indonesia dari berbagai potensi kejahatan transnasional.

"Pemerintah Indonesia bertekad memburu para pelaku TPPO, khususnya pada permasalahan yang terjadi di Aceh. Upaya tersebut telah menjadi kewajiban Indonesia sesuai Konvensi PBB dalam Menentang Tindak Pidana Transnasional," kata Kadispenal Laksma TNI I Made Wira Hadi Arsanta dalam keterangan resminya.

Dia menegaskan, TNI AL secara terus menerus menggelar operasi sepanjang tahun, tentunya termasuk dalam mengamankan wilayah laut yurisdiksi nasional dari berbagai tindak illegal hingga ancaman kedaulatan.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali telah menegaskan bahwa, seluruh jajaran prajurit TNI AL agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan operasi dan merespon cepat informasi yang diterima, serta melaksanakan kerjasama dan bersinergi dengan instansi terkait, khususnya dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia.

  ⚓️
Vivanews  

KSAU Akan Hentikan Operasional Helikopter Super Puma SA-330

Helikopter SA-330 Puma milik TNI AU akan berhenti operasi (dispenau)

TNI Angkatan Udara akan menghentikan operasional salah satu alutsista andalannya, yaitu Helikopter Super Puma SA-330. Rencananya penghentian operasional helikopter jenis angkut berat TNI AU itu akan secara resmi dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Pangkalan Udara Atang Sandjaja pada hari Jum'at, 29 Desember 2023 besok.

"Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo akan memimpin kegiatan pemberhentian operasional Pesawat SA-330 Puma di Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor pada Jumat, 29 Desember 2023 esok," kata Kadispenau Marsma TNI R. Agung Sasongkodjati dilansir VIVA Militer dari keterangan resminya, Kamis, 28 Desember 2023.

Penghentian operasional Helikopter SA-330 Puma milik Skadron Udara 8 Lanud Atang Sandjaja Bogor itu bukan tanpa alasan.

Secara usia, helikopter jenis angkut berat buatan Perancis itu sudah memperkuat jajaran alutsista TNI AU sejak tahun 1978 atau sekitar 45 tahun silam.

"TNI AU sangat kehilangan dengan pemberhentian operasional pesawat ini, namun demikian hal tersebut harus dilakukan karena terkait dengan modernisasi Alutsista dan biaya perawatan yang tidak efisien jika diperpanjang waktu pemakaiannya," ujarnya.

Untuk diketahui, Helikopter SA-330 Puma tercatat sebagai salah satu alutsista TNI AU yang andal dan memiliki kontribusi dalam berbagai operasi yang dilakukan oleh TNI. Helikopter Super Puma itu telah menjalankan ribuan misi operasi, baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Rencananya, Helikopter SA-330 Puma Skadron Udara 8 akan menjalani masa istirahat dan akan bersemayam di Monumen Museum Pusat TNI Angkatan Udara “Dirgantara Mandala” Yogyakarta dalam kondisi laik terbang sampai akhir habis jam terbangnya.

"Hal ini menjadi bukti kemampuan TNI AU merawat alutsista hingga akhir batas waktu pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Kadispenau Marsma TNI Agung.

Terkait dengan pengganti helikopter Super Puma SA-330 yang akan memasuki masa purna, TNI AU telah menyiapkan armada Helikopter H-225M Caracal buatan Prancis yang akan menggantikan performa Helikopter SA-330 Puma. Helikopter Caracal merupakan helikopter angkut sedang serbaguna buatan Airbus Helicopters Prancis. Helikopter tersebut memiliki panjang 19,5 meter dan mampu memuat 2.200 kilogram beban barang atau 28 pasukan bersenjata lengkap.

Helikopter canggih yang dapat diawaki hingga 6 orang tersebut memiliki kecepatan naik 1.670 kaki/menit dengan kecepatan maksimum 175 knots atau setara 324 km/jam dan kecepatan jelajah 152 knots atau 281,5 km/jam.

Helikopter Caracal mampu terbang dengan ketinggian 25.000 kaki dengan jarak jelajah maksimum 526 nautical mile.

Helikopter H225M juga dikenal dengan EC-725 Caracal. Seperti dilansir dari situs resmi Airbus, H225M memiliki dua fungsi yakni militer dan misi pelayanan publik.

Dalam kepentingan militer, H225M dapat digunakan untuk operasi khusus pencarian dan penyelamatan, transportasi taktis, serta evakuasi korban. Adapun untuk pelayanan publik, helikopter jenis ini dapat digunakan sebagai pemadam kebakaran, penjagaan pantai, hingga perlindungan zona ekonomi eksklusif.

  ⍟
Vivanews  

Kamis, 28 Desember 2023

[Video] Radar Surveillance Arhanud

Diposkan Kemhan RIhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3n_YgwhCN1wfzbIJbsPgibTKl_gMoLg2karpKRdu2uSImQIQ_gOsiKUMDgkwERNMO9WJ0wlvf9O4rcvMyCd2clhPGzGOVcGz_2Dvgk55eoTcCZZ3Ib856qT7mNdeehqutxX8p-FKJeT5WraZsZ-fQxFjcG4eAPnFRhACfe7Qpl0PqiOfX0YyuFgxUtMca/s893/Radar%20Arhanud.jpgRadar Surveillance Arhanud {Kemhan]

TNI Angkatan Darat berhasil mengembangkan Radar Surveillance berkemampuan deteksi pesawat nirawak, helikopter hingga pesawat tempur.

Pengembangan yang dilakukan sejak tahun 2017 oleh Pussenarhanud bekerjasama dengan PT Radar Telekomunikasi Indonesia (RTI), menghasilkan radar yang dapat menjangkau hingga radius 100 km dan mendeteksi 30 sasaran di ketinggian 8 km.

Radar yang memiliki TKDN diatas 60 persen ini, juga terintegrasi dengan Alat Kendali Tembak (AKT) Meriam 57 mm S-60, sehingga diharapkan menghasilkan perpaduan pertahanan antara Radar Surveillance dan Meriam 57 mm.

 Berikut video dari Youtube :




 📡 Youtube  

Rabu, 27 Desember 2023

[Global] Israeli tech firms startled by post-war Chinese paperwork load

 Chinese entities strictly enforce regulations. 
https://img.okezone.com/content/2023/10/24/18/2907414/china-berbalik-arah-salahkan-hamas-dan-dukung-israel-ada-apa-e1kxi05tR0.jpg(AP)

I
sraeli high-tech factories have been having difficulties importing components from China since the start of the Israeli aggression on the Gaza Strip on October 7, Israeli news website Ynet reported on Sunday.

The website said Israeli electronics and high-tech factories in occupied Palestine have had trouble importing Chinese-made dual-purpose equipment, due to forms and paperwork.

Dual-purpose equipment includes any product that can be used for both civilian or military use, a term Israeli authorities are extremely familiar with. In fact, Israeli authorities have included thousands of products in their sanctioned dual-purpose products, which are not allowed to enter the Gaza Strip, such as concrete.

Ironically, Israeli importers are complaining about the fact that they have to fill out mandatory forms when purchasing Chinese products. Inaccurately filled paperwork has caused delays in shipments, according to Ynet.

This has led Israeli importers to raise official complaints to the Israeli Foreign Ministry and Economy Ministry.

Interestingly, no new forms or paperwork have been introduced by Chinese authorities or companies, however, concerned bodies are simply enforcing regulations that were previously ignored.

"In recent weeks, companies in the hi-tech sector have complained about delays in shipments from China of dual-use components. In all the checks we conducted with official bodies, it appears that there is no change in regulations, but rather enforcement that was not practiced in the past. Such technical requests create bureaucratic hurdles," a government official told Ynet.

Israelis are concerned with the enforcement of regulations, saying that it reflects the supposed pro-Palestinian stance that Chinese authorities have taken.

"It is clear to us that there is a direct link to the war," the unnamed official told Ynet.

Some Israeli businesspeople have gone to the extent of claiming that Beijing has imposed sanctions on "Israel" for enforcing regulations.

"The Chinese are imposing a kind of sanction on us. They don't officially declare it, but they are delaying shipments to Israel," an industrialist said.

"This has never happened to us before. We are talking about many different types of components. In electronic products, there are tens of thousands of components, but if even one component doesn't arrive, we cannot deliver the product," he complained.

Increased diligence on the implementation of regulations, on China's part, might come in the context of the Israeli occupation forces' daily war crimes against the Palestinian people in the Gaza Strip and the West Bank. More than 20,400 people have been killed by Israeli forces in the Gaza Strip, as one of the most recent massacres claimed the lives of dozens of Palestinians, mostly children and women, who were killed and injured overnight on Sunday into Monday morning, targeting numerous homes in al-Maghazi refugee camp in the Gaza Strip.

  ★ Almayadeen  

Perencanaan Pertahanan & Usulan Pembatalan Belanja Alutsista

  Oleh Alman Helvas AliOPV ITS Francesco Morosini (P431) merupakan kapal yang diminati Indonesia untuk dibeli, karena ditawarkan telah diproduksi (TNI AL)

Keputusan Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas di Istana Bogor pada 28 November 2023 mengenai anggaran pertahanan kini telah memiliki dampak langsung dalam pengadaan sistem senjata yang dibiayai oleh skema Pinjaman Luar Negeri (PLN).

Meskipun program pembangunan kekuatan masih secara resmi dinamakan Minimum Essential Force (MEF), namun dalam praktiknya pengadaan peralatan pertahanan lebih condong kepada akuisisi secara besar-besaran.

Salah satu parameternya adalah perubahan Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (DRPLN-JM) 2020-2024 sebanyak empat kali sejak 2020. Perubahan terakhir pada Mei 2023 menjadikan alokasi PLN menjadi US$ 34,4 miliar dari sebelumnya US$ 25,7 miliar.

Rapat di Istana Bogor menghasilkan keputusan presiden untuk memveto alokasi US$ 34,4 miliar dan kembali ke perubahan ketiga Blue Book, yakni US$ 25,7 miliar. Walaupun demikian, rapat tersebut memutuskan bahwa acuan belanja pertahanan lewat skema PLN adalah US$ 25,004 miliar yang merupakan nilai keseluruhan Penetapan Sumber Pembiayaan (PSP) yang telah dikeluarkan oleh Menteri Keuangan sejak April 2021 sampai April 2023.

Menindaklanjuti keputusan rapat itu, pada awal Desember 2023, Kementerian Pertahanan telah mengajukan permohonan pembatalan belasan PSP sekaligus mengusulkan PSP baru yang alokasinya berasal dari sejumlah PSP yang dibatalkan.

Diusulkan dua program sangat prioritas untuk menerima PSP, yaitu akuisisi kapal fregat sejenis FREMM dan kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) dengan nilai total adalah US$ 1,5 miliar yang diharapkan didapatkan dari pembatalan 16 kegiatan pengadaan dengan nilai keseluruhan melebihi US$ 1,5 miliar. Apa dampak langsung dari usulan pembatalan PSP dengan nilai total melebihi US$ 1,5 miliar bagi pembelian peralatan perang hingga 2024?

TNI Angkatan Laut mengalami pembatalan 14 kegiatan belanja yang telah mendapatkan PSP demi mendapatkan kapal perang buatan Italia. Di antara program akuisisi yang diusulkan pembatalan PSP oleh Kementerian Pertahanan adalah pengadaan kapal MRTP asal Turki, selain rencana modernisasi sejumlah peralatan tempur Korps Marinir. Sedangkan TNI Angkatan Udara dan Mabes TNI masing-masing mempunyai satu kegiatan pengadaan yang diusulkan untuk dibatalkan.

Kementerian Pertahanan pada Januari 2023 sudah menerima PSP sebesar US$ 800 juta untuk pembelian pesawat Airborne Early Warning (AEW). Selanjutnya dalam Daftar Kegiatan Khusus (DKK) Tahun 2023 untuk Kementerian Pertahanan yang diterbitkan oleh Kementerian Perencanaan Nasional/Bappenas, diusulkan tambahan alokasi PLN sebesar US$ 800 bagi program pesawat AEW.

Demi program akuisisi kapal perang buatan Fincantieri, PSP program pesawat AEW diusulkan agar dibatalkan. Sebagai akibatnya, TNI Angkatan Udara kembali harus menahan impian mengoperasikan pesawat peringatan dini di saat terdapat kecenderungan Indonesia akan mengakuisisi pesawat AEW yang mengadopsi platform Boeing B737NG.

Kehadiran pesawat AEW sesungguhnya sangat diperlukan oleh TNI Angkatan Udara guna meningkatkan situational awareness dan tidak semata bergantung pada radar pertahanan udara yang berbasis di daratan. Negara-negara di sekitar Indonesia seperti Singapura dan Australia sejak lama telah menjadi operator pesawat AEW, di mana pesawat peringatan dini tersebut dapat membantu situational awareness pesawat tempur yang sedang beroperasi.

Saat ini armada jet tempur Indonesia hanya mengandalkan pada data dan informasi yang diberikan radarnya sendiri dan radar pertahanan udara yang berbasis di daratan untuk situational awareness, sehingga menjadi salah satu kekurangan Indonesia dibandingkan negara-negara lain di sekitarnya.

Pesawat Airbus A400M milik militer Prancis di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (26/7/2023). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pagu PLN untuk belanja pertahanan hingga 2024 adalah US$ 25,004 miliar memberikan konsekuensi pula pada rencana akuisisi 42 Rafale buatan Dassault Aviation. Walaupun program pengadaan jet tempur yang ditenagai oleh M88 engine tidak terpengaruh oleh usulan pembatalan PSP, namun dipastikan 42 Rafale akan diserahkan kepada Indonesia mulai 2026 tidak dilengkapi dengan rudal udara ke udara karya MBDA.

Penyebabnya hingga 28 November 2023, Menteri Keuangan belum menerbitkan PSP untuk kegiatan pengadaan rudal udara ke udara bagi Rafale sebesar US$ 230 juta. Sebenarnya Kementerian Perencanaan Nasional/Bappenas sudah menerbitkan DKK untuk program itu, namun Menteri Keuangan belum menyetujui penerbitan PSP hingga rapat kabinet dilaksanakan.

Kegiatan akuisisi lain yang terkena dampak dari pagu PSP adalah pembelian dua A400M dari Airbus. Meskipun kontrak akuisisi pesawat angkut itu sudah efektif sejak akhir 2022, akan tetapi program sarana dan prasarana pendukung dan logistik A400M belum mendapatkan PSP.

Tanpa ada terobosan kebijakan seperti usulan pembatalan PSP lain untuk dialihkan pada kegiatan sarana dan prasarana pendukung dan logistik A400M, boleh jadi pesawat buatan Airbus akan diparkir di apron karena tidak mempunyai hangar yang sesuai dengan dimensi pesawat tersebut.

Serupa dengan program pembelian rudal udara ke udara untuk Rafale, sesungguhnya kegiatan sarana dan prasarana dan logistik A400 telah diusulkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas kepada Menteri Keuangan guna mendapatkan PSP.

Nasib tidak bagus dialami pula oleh program pengadaan F-15EX sebesar US$ 1,6 miliar. Walaupun sudah digagas sejak 2021, program demikian baru tercantum dalam DRPLN-JM 2020-2024 revisi keempat. Menyusul keputusan rapat kabinet terbatas, belum ada usulan penerbitan PSP untuk kegiatan akuisisi F-15EX.

Apakah Kementerian Pertahanan akan dapat mewujudkan pembelian F-15EX di era MEF masih menjadi pertanyaan besar, di mana pilihan yang tersedia adalah membatalkan PSP program-program lain? Lalu, bagaimana proses perencanaan dan pengusulan Blue Book dan turunannya, termasuk PSP, oleh Kementerian Pertahanan?

Baru pada perubahan-perubahan terakhir DPRLN-JM 2020-2024 program rudal udara ke udara untuk Rafale, sarana dan prasarana dan logistik A400M dan F-15EX tercantum.

Awalnya program terkait Rafale hanya mencakup pengadaan pesawat saja tanpa senjata, sedangkan program A400M senilai US$ 700 juta semula dirancang untuk pesawat A330 MRTT. Padahal pesawat terbang, baik pesawat tempur maupun pesawat angkut, merupakan suatu sistem yang harus didukung oleh logistik dan persenjataan.

Mengapa program rudal udara ke udara untuk Rafale dan sarana dan prasarana dan logistik A400M tidak dirancang sejak akhir 2021 dan atau awal 2022? Bukankah kontrak A400MM telah ditandatangani pada akhir 2021 dan awal 2022 untuk Rafale?

Mengapa pengadaan subsistem kedua jenis pesawat, bersama dengan F-15EX, tidak menjadi prioritas Kementerian Pertahanan untuk mendapatkan PSP dari Menteri Keuangan? Memperhatikan secara seksama pola perencanaan pengadaan yang dibiayai oleh PLN, terdapat indikasi kuat bahwa proses perencanaan di Kementerian Pertahanan kurang matang walaupun kualitas sejumlah mesin perang yang akan dibeli tidak diragukan. (miq/miq)
 

  CNBC  

Selasa, 26 Desember 2023

[RIP] Dua Prajurit TNI di Maybrat Papua Barat Ditembak KKB

1 GugurSuasana di pos TNI yang diserang oleh kelompok yang diduga TPNPB (Dokumentasi Pendam Kasuari)  👹

Dua Prajurit TNI dari Yonif 133/YS Satgas Pamtas Pos Bousha terkena tembakan. Diduga tembakan berasal dari Kelompok TPNPB OPM atau KKB di Jalan Kampung Bousha Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Senin (25/12/2023).

Kedua prajurit tersebut yakni Kopda Hendrianto terkena tembakan di bagian kepala dan meninggal dunia. Sementara Pratu Frengky Gulo terkena peluru di bagian perut sebelah kanan.

Frengky saat ini dievakuasi ke Rumah Sakit Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya.

Kepala Penerangan Kodam XVIII Kasuari Kolonel Inf Syawaluddin Abuhasan dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

"Benar memang ada tembakan," kata Kapendam XVIII Kasuari, Senin.

Kapendam mengatakan insiden itu menyebabkan seorang prajurit TNI gugur dan seorang lainya luka.

"Iya benar satu prajurit gugur sedangkan yang satu lagi masih di rawat di rumah sakit," jelasnya.

Kapendam mengatakan, pihaknya tetap melakukan pengejaran terhadap kelompok yang melakukan penyerangan Pos Pantas TNI.

Penembakan terjadi pada Senin pukul 14.00 Wit di Kampung Bousha, sebanyak 10 kali tembakan dari arah depan Pos Satgas Pamtas.

Pascapenembakan, kedua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pratama Kumurkek Kabupaten Maybrat.

Sebelumnya terjadi peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oleh oleh kelompok KKB di Pos Satgas Pamtas di Kampung Sory Distrik Aifat Selatan, pada Jumat (15/12/2023) menyebabkan pratu Yuda Bagaskara terkena peluru di bagian bahu.

Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Ilyas Alamsyah Harahap mengatakan Maybrat sudah ditangani dan korban penembakan (Pratu Bagas red) sudah tertangani," katanya.

Pangdam Kasuari mengatakan akan melakukan perombakan pos-pos yang ada di Maybrat untuk upaya pengejaran terhadap kelompok KKB.

"Tidak ada tambahan personel saya sedang merelokasi pos-pos yang selama ini mungkin kurang efektif, jadi kita tambah mungkin sampai ke daerah Ayata," jelas Mayjen TNI Ilyas Alamsyah.

  💂 Kompas  

TNI AU Jadikan Pesawat Grob G 120 TP-A Cetak Para Pengawal Dirgantara

✈ Pesawat Grob G 120 TP-A TNI AU (Kompas)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara atau TNI AU telah memiliki pesawat untuk mendidik calon penerbang, salah satunya pesawat Grob G 120 TP-A. Pesawat tersebut telah digunakan pada Skadron Pendidikan (Skadik) 101 di Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta.

Salah satu instruktur Skadik 101, Kapten Yoga Kertiyasa mengatakan, Skadron Pendidik (Skadik) 101 berada di bawah Wing Pendidikan (Wingdik) 100/Terbang. Pada satuan tersebut untuk memberikan pelatihan terbang mengoperasikan pesawat Grob 120 TP-A buatan Jerman.

"Pesawat ini datang ke Indonesia sejak 2013, untuk mencetak atau membentuk para pengawal dirgantara di awal, khususnya pada latihan dasar," ujar Yoga kepada Liputan6.com, Sabtu (23/12/2023).

Yoga menjelaskan, pesawat Grob 120 TP-A di Skadik 101 digunakan taruna TNI AU dan Sekolah Penerbang Prajurit Sukarela Dinas Pendek (Sekbang PSDP) TNI. Untuk Sekbang PSDP terdiri dari tiga matra, yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

"Untuk Sekbang PSDP ini setelah lulus akan ditempatkan di masing-masing matra. Begitu pun dengan Taruna AAU akan melanjutkan latih lanjut dengan menggunakan pesawat Wong Bee," jelas Yoga.

Adapun spesifikasi dari Pesawat Grob 120 TP-A memiliki kategori utility dan aerobatic. Karakteristik umumnya, pesawat Grob 120 TP-A memiliki panjang 8,4 meter, lebar sayap 10,3 meter, tinggi 2,6 meter.

"Untuk pesawat grup ini ini daya jelajahnya 23.000 feet dan cruising speed nya adalah 237 Knot," ucap Yoga.

 Siswa Bakal Terbang Solo Usai Lalui Sejumlah Fase 
Pesawat Grob 120 TP-A digerakkan dengan baling-baling mesin turbo dengan mesin Rolls Royce 250-B17 F. Sedangkan baling-balingnya menggunakan MTV-5-1-D-C-F-E(A)/CFR210-56.

Siswa akan dilatih menggunakan pesawat ini dengan didampingi instruktur," jelas Yoga.

Yoga mengungkapkan, siswa akan melalui sejumlah fase yang diarahkan instruktur hingga dapat melakukan terbang solo. Namun, sebelum terbang solo, ada sejumlah rangkaian cek yang harus dilalui siswa.

"Apabila dinyatakan lulus, siswa akan melaksanakan terbang solo. Satu instruktur memegang satu sampai dua siswa," ungkap Yoga.

  Liputan 6  

Senin, 25 Desember 2023

Indonesia ‘Lirik’ CM-302 (YJ-12E) Sebagai Rudal Anti Kapal Pesisir

 Bukan Lagi Neptune, Sudah Sertifikasi 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGtjOEMBHDjTQeb7LU6uH9ct0xdhERqgF02LcuLhyiTYlZNf0GWzHyxEz5R_00EqN4YS8jGvrLv216IKmisexnhYdcx9VKP1JhCU5an_0o9q7HGntXh2sRqKTGZpfZW27yTkDNHV4U_7tR94JHizNTgIOWAJmh7zQ2pgSfV2g6XChqI07AQZxuX4WwUg/s320/Khan.png(Military-Today) 🚀

M
eski belum berujung pada proses pembelian, ada kabar bahwa rudal anti kapal yang diluncurkan dari pesisir atau rudal pertahanan pantai – Coastal Naval Defence Missile System CM-302 telah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Distlibangal). Kabar tersebut merujuk informasi dari akun Instagram Lembaga Keris pada 24 Desember 2023.

Kemunculan nama CM-302 cukup mengejutkan netizen, pasalnya selama ini yang santer didengungkan sebagai rudal pertahanan pesisir adalah RK-360 Neptune buatan Ukraina, bahkan rencana pengadaan rudal Neptune berikut manfaat alih teknologi yang akan didapatkan, pernah dibahas oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI bersama Komisi I DPR. Sebagai catatan, Neptune diklaim sebagai rudal anti kapal yang berhasil mengkaramkan kapal penjelajah Rusia RTS Moskva (Slava Class Cruiser) di Laut Hitam pada April 2022.

CM-302 dikembangkan dan diproduksi oleh China Aerospace Science and Industry Corp (CASIC), rudal ini tak lain merupakan versi ekspor dari rudal anti kapal supersonik YJ-12B yang telah digunakan oleh militer Cina. Tidak seperti YJ-12B, untuk standar ekspor maka jangkauan jelajah CM-302 (YJ-12E) dibatasi maksimum 290 km. Sementara YJ-12 punya jangkauan jelajahnya sampai 400 km, dan rudal ini telah ditempatkan Cina di kawasan pesisir yang menghadap ke Selat Taiwan.

YJ-12 adalah rudal anti kapal supersonik pertama yang diproduksi Cina, sebelum-sebelumnya rudal anti kapal buatan Cina masih berada di level high subsonic. YJ-12 terdiri dari tiga varian, yakni:

 YJ-12A 

Ditempatkan di kapal permukaan, rudal ini digunakan untuk menyerang kapal dan formasi permukaan berukuran besar dan menengah. Rudal ini memiliki ciri kecepatan tinggi, tenaga tinggi, dan jangkauan jauh, serta dapat langsung menghancurkan kapal musuh berukuran besar dan sedang.

 YJ-12B 

Merupakan rudal anti kapal yang diluncurkan dari darat (pesisir) dan dapat menyerang kapal permukaan berukuran besar dan sedang, dan memiliki kekuatan besar dalam serangan laut, respons cepat, dan jangkauan jauh.

 YJ-12E 

Dikenal juga sebagai sebagai CM-302, rudal CM-302 memiliki jangkauan maksimum 290 km dengan membawa hulu ledak 250 kg dengan kill probability sampai 90 persen.

Meski dari jangkauan jelajah ‘dikuragi’, namun profil umum YJ-12B dan YJ-12E (CM-302) relatif sama. Rudal ini ditenagai integrated ramjet/booster propulsion system, kecepatan rudal ini ada rentang Mach 2-4, tergantung pada ketinggian terbang.

YJ-12B punya panjang 6,3 meter dan diameter 0,7 meter, sementara bobot rudal ini ditaksir 2,5 ton. Bobotnya yang tambun terasa wajar, mengingat jarak jelajah rudal ini yang mencapai 250 – 400 km. Untuk berat hulu ledak, bervariasi bergantung pada jenisnya, seperti High Explosive Fragmentation (HE-FRAG) di rentang 205 – 500 kg.

Umumnya, YJ-12B ditempatkan di platform truk Transporter-Erector-Launcher (TEL) Wanshan WS2600 10×8 yang berisi tiga peluncur. (Gilang Perdana)

  🚀 Indomiliter  

Bakamla Uji Fungsi Senjata Meriam 30 MM di Batam

4 KN 40 meter Bakamla dipersenjatai meriam Aselsan, Turkiye Kapal KN 40 Meter Bakamla dipersenjatai meriam 30 MM (Bakamla)

Bakamla RI melakukan uji fungsi senjata SMASH 30 MM yang diawasi langsung oleh Kepala Biro Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bakamla RI Laksma Bakamla Rudi Parulian Simorangkir di Pulau Petong, Batam, Minggu (24/12/2023).

"Senjata ini nantinya berfungsi untuk keamanan diri anggota Bakamla RI dalam menjaga laut Indonesia pada saat melakukan patroli," ucap Laksma Rudi Parulian, dalam keterangannya.

Sebelum melakukan uji fungsi senjata, terlebih dahulu para personel Bakamla RI dibekali pelatihan oleh tenaga ahli serta Dansatgas Kolonel Bakamla Davit Hastiadi untuk menggunakan senjata yang berasal dari Aselsan-Turki tersebut.

Pada kesempatan ini, terdapat empat kapal yang terlibat, meliputi KN Bintang Laut-401, KN Ular Laut-405, KN Singa Laut-402, serta KN Belut Laut-406. Uji coba dilaksanakan oleh Tenaga Ahli Aselsan, pengawak meriam 4 KN Bakamla RI, dan Surveyor Dislaikmatal Mabesal.

Lebih lanjut, keempat kapal tersebut melakukan uji fungsi tembak sasaran dengan jarak 400 meter hingga 1.500 meter.

Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar. Sementara, turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kepala Perencanaan dan Ortala (Karoren) Bakamla RI Laksma Bakamla I Gusti Aswan Chandra, Direktur Operasi Laut (Opsla) Bakamla RI Laksma Bakamla Basri Mustari, beserta jajaran. (erh)

  ⌾
Okezone  

"Skadron Udara 2: Tulang Punggung Transportasi Udara di Pelosok Nusantara"

Diposkan Airmen TV DispenauPesawat TNI AU 

Skadron Udara 2 Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta terus mengukir prestasi gemilang dengan pesawat CN-295, menjadikannya tulang punggung transportasi udara di pelosok Nusantara. Dengan tekad kuat dan dedikasi tinggi, skadron ini telah menjadi penjelajah langit yang tak tergantikan.

Pesawat CN-295 yang digunakan oleh Skadron Udara 2 telah membuktikan ketangguhannya sebagai kendaraan udara multifungsi. Dengan kemampuan angkut yang besar dan jangkauan yang luas, pesawat ini memainkan peran krusial dalam mendukung konektivitas di wilayah-wilayah terpencil Indonesia.

Skadron Udara 2 juga aktif terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan, seperti pengiriman bantuan medis dan evakuasi darurat. Dengan kecepatan dan ketepatan, mereka menjelma menjadi harapan bagi daerah-daerah terisolasi.

Prestasi Skadron Udara 2 tidak hanya menciptakan sejarah dalam keamanan nasional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi penerbang muda. Dengan semangat pantang menyerah, mereka terus menjaga kehormatan sebagai tulang punggung transportasi udara di Nusantara.

"TNI Angkatan Udara - Jauh di Langit Dekat di Hati" DISPENAU@2023.
 


  Youtube  

Minggu, 24 Desember 2023

[Global] Ukraina Tembak Jatuh 3 Jet Tempur Su-34 Rusia

Su-34 Rusia (ist)

Militer Ukraina pada Sabtu (23/12/2023) mengeklaim, telah menembak jatuh tiga jet pengembom milik Rusia di wilayah selatan.

Komandan Angkatan Udara Ukraina Mykola Oleshchuk mengatakan, jet Su-34 jatuh berhasil dijatuhkan pada Jumat (22/12/2023) tengah hari.

Dalam pengumumannya, dia mengaku menemukan sebuah pesan di drone Rusia yang jatuh bertuliskan "Die, bitche".

"Ide bagus! Inilah tanggapan kami!" katanya di Telegram, sebagaimana dikutip dari AFP.

Sebelumnya, dalam pidato Jumat malam, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengucapkan terima kasih kepada tentara yang menembak jatuh pasukan Rusia di wilayah Kherson, Ukraina selatan.

"Ini adalah perolehan Angkatan Udara kita dan aksi langsung dari Brigade Rudal Anti-Pesawat Odessa. Terima kasih kawan!" ucapnya.

Dan semoga setiap pilot Rusia menyadari respons kita terhadap setiap pembunuh Rusia. Tidak ada satu pun dari mereka yang luput dari hukuman,” tambah Zelensky.

Kremlin belum mengomentari klaim Ukraina tentang jatuhnya tiga jet tempur Su-34 Rusia.

Namun blogger perang Rusia, Fighterbomber, menyampaikan ada kerugian yang terjadi baru-baru ini berkaitan dengan jet tempur itu, kemungkinan besar disebabkan oleh sistem pertahanan udara rudal Patriot.

Blogger perang lainnya, saluran Voenniy Osvedomitel (“Informan Militer”) di Telegram, juga melaporkan adanya kerugian di antara jet pengebom Su-34 yang menurut mereka digunakan untuk menjatuhkan bom luncur di jembatan Ukraina di Krynky.

 Belanda kirim F-16 
Terpisah, Zelensky mengatakan telah berbicara dengan Perdana Menteri (PB) Belanda Mark Rutte mengenai pengiriman jet F-16 ke Ukraina.

Ia juga telah membahas persetujuan paket dukungan UE baru senilai 50 miliar euro untuk Ukraina.

Belanda sedang mempersiapkan pengiriman jet tempur F-16 pertama ke Ukraina. Dari keputusan politik mengenai penyediaan pesawat, kami telah beralih ke pelatihan pilot dan insinyur, dan sekarang kami sedang melaksanakan bagian teknis –pengiriman aktual pesawat tempur F-16 ke Ukraina. Jet F-16,” katanya.

Belanda mengumumkan pada Jumat bahwa mereka sedang mempersiapkan pengiriman 18 jet tempur F-16 buatan AS yang dijanjikan ke Ukraina, pada saat Kyiv berada di bawah tekanan di semua lini.

Dengan persetujuan AS, Denmark dan Belanda mengumumkan pada bulan Agustus lalu bahwa mereka akan menyediakan hingga 61 jet, setelah pilot Ukraina dilatih.

 
Kompas  

KRI Diponegoro-365 Tiba Di Colombo

 Disambut Duta Besar Sri Lanka KRI DPN 365 & KRI BON 907 ketika melakukan passex di Selat Malaka (Koarmada I)

Setelah berlayar dengan KRI Diponegoro-365 selama 4 hari dari Batam, kini Satgas MTF TNI KONGA XXVIII-O UNIFIL ahkirnya menyelesaikan Etape ke-2 dan tiba di Port of Colombo, Sri Lanka, Kamis (21/12).

Kedatangan KRI Diponegoro-365 ini disambut dan diterima oleh Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka, Ibu H. E. Dewi Gustina Tobing, yang didampingi oleh Atase Pertahanan RI di New Delhi, Laksma TNI Dr. Didik Kurniawan, beserta beberapa Staff Kedutaan. Ibu Dubes merasa sangat bangga dengan adanya kehadiran KRI Diponegoro sebagai duta bangsa dalam misi perdamaian dunia dibawah Bendera PBB di Lebanon.

Dalam persinggahannya kali ini, Komandan KRI Diponegoro-365, Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu, S.E., D.W.C., selaku Dansatgas Maritime Task Force XXVIII-O UNIFIL menyampaikan beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan selama di Colombo, yakni bekal ulang logistik cair dan juga melaksanakan misi diplomasi dengan melaksanakan Courtesy Call ke beberapa pejabat setempat dari Sri Lanka Navy (SLN).
 

  🛡 TNI  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...