Demo flight drone Wulung buatan dalam negeri demi kenyamanan calon pembeli (PTDI)
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menggelar demo terbang pesawat nirawak (UAV) atau drone Wulung di Lapangan Udara Suparlan Batujajar, Padalarang, Jumat, 14 Maret 2025. Demo tersebut untuk menunjukkan hasil pengembangan produk UAV Wulung pada sejumlah pihak, termasuk calon penggunanya.
Demo tersebut dihadiri di antaranya Direktur Produksi PTDI Dena Hendriana, Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksdya TNI Irvansyah, Wakil Kepala Badan Riset & Inovasi Nasional (Waka BRIN) Laksdya TNI (Purn.) Amarulla Octavian, serta perwakilan dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dan Matra Laut.
UAV Wulung, yang dirancang sebagai drone pengintai, mulai dikembangkan sejak tahun 2014 oleh PTDI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (sekarang BRIN), serta Balitbang Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan, telah melalui berbagai rangkaian uji baik ground test dan flight test. UAV Wulung sudah mengantungi Type Certificate dari Indonesian Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada tahun 2016.
PTDI meneruskan pengembangan lebih lanjut UAV Wulung dengan dukungan penuh BRIN dalam inovasi dan pengembangan sistemnya. Dukungan tersebut mencakup peningkatan teknologi serta riset berkelanjutan untuk memperkuat inovasinya. BRIN juga berperan mendorong komersialisasi UAV Wulung.
“Wulung sendiri sudah cukup cocok untuk dioperasikan di pangkalan-pangkalan AL atau Bakamla. Wulung ini secara teknis sudah bisa memenuhi kebutuhan taktis untuk melakukan patroli keamanan laut dari udara. Jadi dengan Wulung nanti bisa kombinasi dengan kapal di laut,” kata Waka BRIN Laksdya TNI (Purn.) Amarulla Octavian, dikutip dari keterangannya, Jumat, 14 Maret 2025.
UAV Wulung dirancang memiliki kemampuan autonomous operation dan dilengkapi ground control station (GCS) sebagai pusat kendali dan transporter untuk mobilitas yang fleksibel. UAV Wulung menggunakan bahan material komposit ringan dan kuat, dengan mengusung mesin piston tunggal tipe pusher.
Bakamla menyatakan tertarik UAV Wulung memiliki kapasitas bahan bahar 35 liter, dengan radius operasi 150 kilometer. UAV Wulung memiliki kemampuan maximum take-off weight (MTOW) 125 kilogram, dengan jarak take off & landing kurang dari 500 meter, serta cruise speed 50 knots.
“Dengan dukungan BRIN, kami akan melanjutkan pengembangan lanjutan untuk meningkatkan daya tahan terbang, memperkuat landing gear untuk terbang dari segala tipe landasan, melakukan reduksi kebisingan dan penggunaan sistem kendali, serta komponen lain menggunakan hasil Litbang BRIN dan ekosistem dalam negeri," kata Direktur Produksi PTDI Dena Hendriana.
"Di samping itu juga kami akan memastikan marine spec Wulung, guna mendukung kemampuan operasi patroli maritim di seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.
Dalam video yang dibagikan PTDI, UAV Wulung mengudara dan mendarat di Lapangan Udara Suparlan Batujajar. Pesawat nirawak tersebut memiliki nomor pesawat KX-0003.
“Saya pribadi cukup puas melihat performanya. Kami akan kaji penggunaannya khusus di Bakamla, mungkin nanti bisa untuk di Indonesian Coast Guard. Dan sebagai imbauan juga ini kepada seluruh instansi, kementerian dan lembaga, apa pun produksi dalam negeri, karya anak bangsa, kita dukung dengan cara membelinya," kata Kabakamla Laksdya TNI Irvansyah.
Dia berharap dengan dukungan itu, penelitian dan pengembangan berjalan terus. "Mudah-mudahan semakin sempurna, dan tidak menutup kemungkinan dari negara lain bisa membeli produk-produk yang kita saksikan hari ini,” tambahnya.
PTDI terus mengembangkan dan meningkatkan kemampuan UAV Wulung. Belum lama misalnya PTDI menandatangani perjanjian dengan Milkor, perusahaan pertahanan asal Afrika Selatan di sela ajang International Defence Exhibition & Expo (IDEX) di Abu Dhabi pada bulan Februari 2025 untuk pengembangan UAV kelas ringan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan performa dan fitur UAV Wulung agar lebih adaptif terhadap kebutuhan penggunanya.
✈️ Pesawat F-16 eMLU TNI AU ujicoba bom BNT250 (Dispenau)
Lanud Iswahjudi menjadi tuan rumah dalam uji coba pengembangan Bom BNT-250 yang dilakukan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) pada tanggal 10 s.d. 12 Maret 2025, dengan melibatkan pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi. Kamis (13/3/25).
Bom BNT-250 merupakan bom tajam (live) standar Nato dengan berat 250 Kg, hasil kegiatan penelitian dan pengembangan materiil mandiri (litbangmat mandiri) antara Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) dengan PT. Dahana dan PT. Sari Bahari.
Sebelum pelaksanaan uji coba, Tim Dislitbangau melaksanakan sosialisasi uji coba pengembangan Bom BNT-250 di gedung ACMI Kapten AMN Surindro Supjarso, Lanud Iswahjudi.
Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Firman Dwi Cahyono, M.A., dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan uji coba pengembangan Bom BNT-250 di Lanud Iswahjudi. Kehadiran tim Dislitbangau merupakan wujud nyata komitmen TNI AU dalam mengembangkan kemampuan alutsista, khususnya dalam hal penggunaan dan pengembangan bom latih untuk mendukung kesiapan operasi udara.
Sementara Kadislitbangau Marsma TNI Ir. Teguh Dharmawan, M.T., dalam sambutannya mengatakan bahwa uji coba pengembangan Bom BNT-250 ini merupakan pengembangan bom tajam dari Bom BNL-250, di dalam uji pengembangan seluruh sistem dipantau, dianalisis dan diverifikasi dengan terukur. Semua elemen sistem diperiksa hingga level yang paling rinci untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sudah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Selain itu, setelah tahap verifikasi, dilakukan uji operasional untuk memastikan bahwa sistem dapat berfungsi secara efektif dalam kondisi nyata.
Selanjutnya dilaksanakan paparan mengenai uji coba pengembangan Bom BNT-250 yang dibuka oleh Kasubdisenamu Dislitbangau Kolonel Tek Syarif Hidayat, S.T., dilanjutkan oleh Tim Engineering Dislitbangau Letkol Tek Y.H. Yogaswara, Ph.D., dan Mayor Tek Handoko, S.T.,M.T., bahwa Bom BNT-250 telah melewati serangkaian proses desain, analisis, terverifikasi dan mendapatkan sertifikat dari Puslaiklambangjaau untuk mendapatkan karakteristik dan performa yang baik. Uji coba pengembangan pada pesawat ini selanjutnya akan difokuskan untuk memverifikasi berbagai aspek, mulai dari kompatibilitas sistem, keamanan, dan keselamatan operasional, hingga evaluasi efektivitas dalam sasaran yang ditargetkan.
Bom yang telah terpasang dilepaskan melalui manuver tertentu di AWR Pandan Wangi Lumajang, Jawa Timur. Berdasarkan data hasil uji coba pengembangan ini, tim Dislitbangau dan Skadron Udara 3 menilai bahwa Bom BNT-250 yang diujikan telah memenuhi parameter yang diinginkan.
Tim Dislitbangau turut terlibat langsung dalam proses pemasangan Bom BNT-250 pada pesawat F-16 di shelter Skadron Udara 3 turut disaksikan Danlanud Iswahjudi, Kadislitbangau beserta segenap pejabat dan mitra kerja.
Pastikan 🛩 Super Tucano TNI AU Siap Operasi🛩 Super Tucano TNI AU
Menghadapi tantangan pertahanan modern, TNI AU membutuhkan aset pesawat yang mumpuni untuk mendukung berbagai operasinya, termasuk operasi Counter-Insurgency (COIN), pengamanan perbatasan dan misi serangan taktis lainnya.
Pesawat Super Tucano merupakan salah satu platform andal yang dimiliki TNI AU dalam menjalankan operasi tersebut, dengan kemampuan close air support, pengintaian bersenjata, serta daya tahan operasional yang tinggi di berbagai kondisi medan.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional armada Super Tucano TNI AU, pada bulan Januari 2025 lalu PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Embraer telah menyepakati Framework Agreement (FA). Kedua industri penerbangan tersebut komit untuk meningkatkan kesiapan tempur Super Tucano sebagai salah satu aset strategis TNI AU dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal pada Rabu (13/3/2025), mengatakan, melalui FA ini, PTDI telah resmi ditunjuk sebagai Spares Acquisition Center untuk memenuhi kebutuhan komponen Super Tucano TNI AU.
Embraer dan PTDI juga akan membahas dan menjajaki pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kemampuan lokal dalam perawatan pesawat, perbaikan dan overhaul komponen, serta modifikasi.
Arif menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.
“Dalam menghadapi ancaman asimetris dan kebutuhan akan pesawat yang mampu menjalankan berbagai operasi tempur, kesiapan operasional Super Tucano menjadi krusial. Melalui kerja sama ini, PTDI dan Embraer berkomitmen untuk memastikan armada Super Tucano TNI AU selalu dalam kondisi siap, sehingga mampu mendukung berbagai misi pertahanan negara secara efektif,” kata nya.
FA ini menandai babak baru dalam penguatan industri pertahanan nasional, serta memperkuat posisi PTDI sebagai mitra strategis TNI dalam mendukung kesiapan alutsistanya. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kapabilitas industri dalam negeri, yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem pertahanan Indonesia.
Ungkap KSAU pesanan dari KemenhanPesawat CN-235 digunakan TNI (Dispenau)) 🛩 Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) sekaligus Komisaris Utama (Komut) PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan pihak PT DI akan menyiapkan 20 pesawat CN235 untuk setiap matra di TNI.
Hal tersebut sesuai dengan permintaan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada dirinya dalam pertemuan beberapa waktu lalu.
"Pak Menhan ingin memberikan pesawat CN235 ke setiap Angkatan Darat, Laut, Udara, 20 pesawat, disesuaikan dengan kemampuan PT DI," kata Tonny dalam siaran pers resmi PT DI yang diterima ANTARA, Rabu.
Tonny menjelaskan pengadaan 20 pesawat CN235 di setiap matra itu merupakan bagian dari rencana Menhan Sjafrie dalam merancang konsep pertahanan Indonesia di masa depan.
Namun demikian, Tonny tidak menjelaskan lebih rinci seperti apa konsep pertahanan masa depan yang dimaksud.
Tonny juga tidak menjelaskan secara rinci kapan proses pembuatan pesawat akan berjalan dan target penyelesaiannya.
Di saat yang sama, Manajer Komunikasi Perusahaan & Hubungan Kelembagaan PT DI Adi Prastowo saat dikonfirmasi Antara mengatakan belum ada kontrak efektif yang berjalan terkait pembuatan 20 pesawat CN235 itu.
"Ini masih rencana di tingkat atas," kata Adi dalam pesan singkat kepada Antara.
Namun demikian, Adi memastikan pihaknya akan selalu siap untuk mendukung kekuatan pertahanan Indonesia melalui produk alat utama sistem senjata (alutsista) ataupun armada buatan PT DI..
Produksi PT Pindad Perusahaan plat merah Pindad di Bandung berhasil memproduksi kendaraan taktis Maung.
Hingga kini diketahui telah memproduksi ratusan unit hingga versi ketiga.
Rantis Maung MV3 juga di kembangkan menjadi beberapa varian, diantaranya versi Tangguh, Jelajah dan Komando.
Nantinya rantis ini akan digunakan juga untuk keperluan eksekutif / menteri dengan spesifikasi yang berbeda, dimana kendaraan tersebut tidak dilapisi baja anti peluru dan diberitakan menggunakan versi 'Garuda Limousine' yang digunakan Presiden dan Wapres.
Kerjasama dengan perusahaan swasta, Pindad nantinya akan merilis versi sipil yang akan dijual untuk umum.
Komisaris Utama PTDI, Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono, yang dalam hal ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), bersama Wakil Kepala BRIN, Laksdya TNI (Purn.) Amarulla Octavian dan Ketua Tim Pelaksana (Katimlak) KKIP, Letjen TNI (Purn.) Yoedhi Swastanto, melakukan kunjungan kerja ke PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Kedatangan rombongan diterima langsung di Hanggar Final Assembly Line (FAL) oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan beserta jajaran Direksi serta Wakil Komisaris Utama PTDI, Marsda TNI (Purn.) Bonar H. Hutagaol dan Komisaris PTDI, Yusron Ihza dan Oki Yanuar.
Kunjungan ini diawali dengan menyaksikan demonstrasi dan pemaparan mengenai progress pengembangan UAV Medium Altitude Long Endurance (MALE) Elang Hitam yang dalam waktu dekat ini direncanakan uji terbang di Nusawiru, Pangandaran. Begitu pula pemaparan mengenai progress UAV Wulung yang direncanakan uji terbang di Batu Jajar, Padalarang.
"Saya disini bicara sebagai Komut PTDI, juga sebagai KASAU, saya akan support dan komitmen untuk mensukseskan program Elang Hitam ini. Selain itu, baru kemarin saya juga bicara dengan Pak Menhan dan dapat arahan dari Pak Presiden terkait the next defense kita akan seperti apa, bahkan Pak Menhan ingin memberikan pesawat CN235 ke setiap Angkatan Darat, Laut, Udara, 20 pesawat, disesuaikan dengan kemampuan PTDI," kata Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono, Komisaris Utama PTDI.
Setelah mendapatkan pemaparan dan diskusi, rombangan berkesempatan untuk meninjau langsung fasilitas produksi PTDI yang dimulai dari Hanggar FAL CN235-NC212, Hanggar KFX/IFX, Hanggar Aircraft Services (ACS), Hanggar Helikopter, Hanggar N219 dan Hanggar Detail Part Manufacturing (DPM). Usai kegiatan kunjungan kerja, Direksi dan Komisaris melanjutkan agendanya untuk melakukan Rapat Direksi & Komisaris di Ruang Rapat Paripurna GPM Lt.9, membahas perkembangan bisnis Perusahaan dan evaluasi kinerja, sebagai upaya peningkatan daya saing PTDI di industri dirgantara nasional dan internasional.
Yang Akan Dibeli TNI ALIndonesia minati kapal ITS Giuseppe Garibaldi dengan pesawat AV-8B Harrier II (Marina militare)
TNI AL dikabarkan akan mengakuisisi kapal induk milik Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi (C551).
Kapal induk ini bisa menampung 18 helikopter seperti Agusta Sikorsky SH-3D Sea King dan the Agusta Bell AB212, atau 16 jet tempur AV-8B yang bisa melakukan lepas landas dan mendarat jarak pendek (STOVL).
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C 551) diluncurkan pada tahun 1985, akan menjadi salah satu kapal perang terbesar di Angkatan Laut Indonesia jika jadi diakusisi oleh TNI AL.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C 551) memiliki panjang 800 kaki atau setara 243,84 meter, dengan dek untuk lintasan penerbangan sepanjang 174 meter dengan lebar 30,5 meter.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C 551) menggunakan sistem propulsi Gabungan Gas dan Gas (COGAG), yang memanfaatkan empat turbin gas LM2500 yang memiliki kecepatan maksimum 30 knot.
Dek kapal induk Giuseppe Garibaldi telah ditingkatkan untuk mendukung operasi yang melibatkan helikopter canggih EH101 yang digunakan Angkatan Laut Italia.
Kementerian Pertahanan RI memperkuat kerja sama dengan Kementerian Pertahanan Vietnam dalam bidang pengadaan persenjataan dan perlengkapan perang.
Kerja sama itu dibahas kala Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Pertahanan Vietnam Phan Van Giang di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Senin.
"Salah satu poin yang dibahas terkait dengan kerjasama industri pertahanan di mana sampai dengan saat ini kedua negara juga telah bekerjasama dalam pemeliharaan pesawat kemudian juga helikopter termasuk juga dengan untuk bom," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin.
Menurut Frega, kerja sama bidang alat utama sistem senjata (alutsista) itu dibangun guna memperkuat kekuatan militer antara Indonesia maupun Vietnam.
Walau demikian, Frega tidak menjelaskan secara spesifik apa jenis pesawat tempur maupun helikopter yang lahir dari kerja sama antara Indonesia dan Vietnam.
Selain itu, Frega menjelaskan, ke dua belah pihak juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama patroli wilayah laut guna menciptakan stabilitas keamanan di kawasan.
Walau membahas soal patroli laut, Frega memastikan tidak ada pembahasan khusus mengenai kondisi di Laut China Selatan.
Di akhir pertemuan, lanjut Frega, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengundang Menhan Vietnam Phan Van Gian untuk datang ke ajang pameran alutsista tingkat internasional Indo Defense 2025 yang digelar pada Juni mendatang.
Phan Van Gian pun menyambut baik undangan tersebut dan memutuskan akan mengutus Wakil Menteri Pertahanan Vietnam untuk mengunjungi pameran itu.
Frega berharap kerja sama antara Indonesia dan Vietnam ini dapat berdampak pada penguatan pertahanan militer masing-masing negara serta semakin mempererat hubungan bilateral yang sudah terjalin baik sejak lama.
🚁 🚩Pasukan MTF Indonesia dan MTF Jerman menggelar latihan bersama di bidang pengendalian helikopter di atas laut Mediterania, Sabtu (8/3/2025) (Ho-Humas TNI AL)
TNI AL melalui Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) XXVIII-P/UNIFIL mengadakan latihan bersama di bidang pengoperasian helikopter atau Helicopter Operation dengan kapal personel MTF dari Jerman FGS Baden Wuerttemberg F-222 di sela-sela tugas misi perdamaian.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama I Made Wira Hady saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengasah kemampuan tempur kedua pasukan MTF serta mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas antara kedua angkatan laut khususnya unsur helikopter," kata Wira.
Berdasarkan siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin, mencatat kegiatan latihan bersama itu diadakan pada Sabtu (8/3).
Wira menjelaskan, dalam latihan tersebut satgas MTF Indonesia menggunakan helikopter AS 565 MBe Panther HS-1306 yang berada di atas KRI Sultan Iskandar Muda-367. Sedangkan satgas MTF Jerman menggunakan helikopter FGS BWG F-222.
Kedua helikopter itu, lanjut Wira, melakukan beragam rangkaian latihan seperti pendaratan atau Deck Landing Practice (DLP), Vertical Replenishment (Vertrep) dan Ship Control Approach (SCA).
"Selain itu kedua Angkatan Laut juga berkesempatan untuk bertatap muka dan saling bertukar informasi seputar operasi heli saat sesi Static Display di atas geladak heli FGS BWG F-222," jelas Wira.
Dengan adanya kegiatan ini, Wira berharap kemampuan ke dua satgas MTF di bidang pengendalian helikopter semakin terasah.
Wira juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama antara angkatan laut Indonesia dan Jerman dalam mengemban tugas perdamaian di laut Mediterania, Lebanon.
◎ Momok Baru bagi AS dan SekutunyaKorea Utara membangun kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir. Pakar memperingatkan kapal selam itu akan menjadi ancaman baru yang mengerikan bagi AS dan Korea Selatan. (Foto/KCNA)
Korea Utara (Korut) telah menunjukkan bahwa mereka sedang membangun kapal selam bertenaga nuklir yang dapat membawa senjata berkemampuan nuklir.
Seorang pakar mengatakan senjata tersebut akan menjadi ancaman baru yang mengerikan bagi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya; Korea Selatan.
Gambar-gambar yang dirilis media pemerintah Pyongyang menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sedang mengunjungi galangan kapal Angkatan Laut untuk melihat kapal perang besar tersebut, yang oleh media pemerintah disebut sebagai "kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir".
Kapal selam itu didugga memiliki berat hingga 7.000 ton dan dapat membawa sekitar 10 rudal serta senjata berkemampuan nuklir. Demikian disampaikan Moon Keun-sik, seorang ahli kapal selam Korea Selatan yang mengajar di Universitas Hanyang Seoul, kepada Associated Press, Minggu (9/3/2025).
"Itu akan benar-benar mengancam kami dan AS," katanya lagi.
Moon memperkirakan kapal selam itu dapat diluncurkan untuk uji coba dalam satu atau dua tahun sebelum pengerahan sebenarnya.
Selama kunjungannya, Kim Jong-un menekankan bahwa Korea Utara perlu membuat kapal perang yang sangat kuat itu memenuhi misinya. ”Untuk menahan diplomasi kapal perang yang tak kenal ampun dari pasukan musuh,” tulis media pemerintah Korea Utara, mengutip Kim Jong-un.
Korea Utara telah lama bersaing untuk mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir, yang akan memungkinkannya untuk menembakkan rudal dari bawah air.
Deteksi senjata tingkat lanjut sulit dilakukan, sehingga pembangunan kapal perang negara itu mengkhawatirkan.
Bagaimana negara yang sangat dikenai sanksi, yang menggunakan kapal selam Soviet bertenaga diesel kuno, memperoleh sumber daya dan teknologi untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir masih menjadi misteri. Namun Moon berteori bahwa negara itu mungkin telah menerima bantuan dari Rusia.
Rusia mungkin telah menawarkan bantuan teknologi untuk membangun reaktor nuklir sebagai imbalan atas pasokan senjata dan pasukan Korea Utara dalam perang yang sedang berlangsung melawan Ukraina, kata Moon.
Korea Utara dalam beberapa hari terakhir telah meningkatkan retorika anti-Amerika-nya—dan berjanji meningkatkan program senjata nuklirnya—menjelang latihan militer tahunan AS dan Korea Selatan yang akan diadakan pada hari Senin.
Presiden Trump telah berulang kali mengatakan bahwa dia akan menghubungi Kim Jong-un untuk menghidupkan kembali hubungan mereka, tetapi Korea Utara mengeklaim permusuhan antara kedua negara telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. (mas)