Sabtu, 08 Februari 2025

Satgas Indobatt XXIII-R Laksanakan Foot Patrol di Lebanon Selatan

Foot Patrol di Lebanon Selatan​ dalam cuaca kabut (PPMP TNI) 🛡

Dalam upaya menjaga stabilitas di masa ceasefire dan mendukung implementasi Resolusi DK PBB 1701, Satgas Indobatt XXIII-R yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) melaksanakan foot patrol di Area of Responsibility (AOR), tepatnya di Al-Qantara dan Al-Qusayr Lebanon Selatan, Kamis (6/2/2025).

Peacekeeper Indobatt XXIII-R melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan semangat tinggi. Patroli ini tidak hanya bertujuan untuk mengamankan wilayah, tetapi juga untuk membangun kepercayaan masyarakat setempat agar kembali merasa aman di tanah kelahirannya.

Saat menyusuri jalan-jalan desa yang masih dipenuhi reruntuhan bangunan, Tim Patroli berinteraksi dengan beberapa warga yang telah kembali ke rumah mereka. Namun, bayang-bayang trauma masih jelas terlihat di wajah mereka.

Kasi Cimic Satgas Indobatt XXIII-R, Mayor Chk Eka Yudha Kurniawan, S.H., M.H., yang turut serta dalam patroli ini, menekankan bahwa kehadiran pasukan perdamaian tidak hanya sebatas menjalankan mandat UNIFIL, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak konflik.

Kami berupaya membangun komunikasi dengan warga yang ditemui selama patroli. Sebagai bentuk kepedulian, kami juga membagikan obat-obatan, buku, serta alat tulis untuk anak-anak yang kami temui,” ungkap Mayor Eka.

Sementara itu, Tim Patroli Delta Company yang dipimpin oleh Komandan Kompi D, Kapten Inf Dewa Made Windu Gosho, bersama Kapten Mar Akmal Hasibuan serta didampingi oleh Language Assistant (LA) Mr. Asmar, terus berupaya menjangkau wilayah-wilayah binaan mereka.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Satgas Indobatt XXIII-R dalam melaksanakan misi perdamaian di Lebanon Selatan.

  🛡 PMPP TNI  

KRI Matabongsang-873 Selamatkan Kapal Basarnas

 Mengalami Kerusakan Mesin Dan Kemudi https://patrolihukumindonesia.com/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250207-WA0004.jpgKRI Matabongsang 873 tiba di TKP ⛑
KRI Matabongsang-873, salah satu kapal perang jajaran Komando Armada (Koarmada) III yang sedang melaksanakan Operasi Perisai Sura-I di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) III, kembali menunjukkan profesionalismenya dalam operasi penyelamatan di laut.

Kali ini, KRI Matabongsang-873 berhasil menyelamatkan KN Pandudewanata, kapal milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang mengalami kerusakan mesin di perairan Halmahera, Maluku Selatan.

  Dramatis, Evakuasi di Tengah Arus Deras dan Angin Kencang 
KN Pandudewanata saat itu tengah melaksanakan misi pencarian wartawan Metro TV yang hilang pasca ledakan kapal milik Basarnas saat menjalankan operasi SAR terhadap kapal nelayan yang tenggelam. Dalam perjalanan, KN Pandudewanata mengalami gangguan kemudi, sehingga tidak dapat melanjutkan misi dan segera mengirimkan permintaan bantuan ke KRI Matabongsang-873 melalui radio channel 16.

Menerima permintaan bantuan, Komandan KRI Matabongsang-873, Mayor Laut (P) Mahmud Ridho Ardi, S.E., S.A.P., M.A.P., M.Tr.Opsla., langsung memerintahkan kapalnya untuk bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kondisi arus yang deras dan angin kencang membuat proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Namun, dengan profesionalisme dan kesigapan prajurit TNI AL yang melaksanakan prosedur dengan tepat, proses penyelamatan dapat berlangsung dengan aman dan berhasil.

Saat ini, KN Pandudewanata beserta seluruh ABK, wartawan, dan keluarga korban telah ditarik menuju Pelabuhan Trikora, Tidore, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

  Kronologi Penyelamatan 
https://peloporwiratama.co.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250207-WA0034.jpgPukul 07.15 WIT – KRI Matabongsang-873 bertolak dari Pelabuhan Trikora, Tidore untuk bergerak ke area SAR.

pukul 09.01 WIT – Pada posisi 00° 17’46” U – 127°35’31” T, KN Pandudewanata melaporkan mengalami trouble kemudi dan meminta bantuan KRI Matabongsang-873 melalui radio channel 16.

pukul 09.10 WIT – KRI Matabongsang-873 segera memutar haluan dan menempuh jarak 5 NM untuk melaksanakan bantuan.

pukul 09.20 WIT – KRI Matabongsang-873 tiba di lokasi dan bertemu dengan KN Pandudewanata pada posisi 00° 22’40” U – 127° 34’01” T.

pukul 09.25 WIT – Sekoci KRI Matabongsang-873 dikerahkan untuk melakukan koordinasi dan briefing teknis pelaksanaan towing.

pukul 09.40 WIT – Tali towing sepanjang 150 meter dikirimkan ke KN Pandudewanata. Saat itu, kapal sempat hanyut mendekati daratan akibat angin kencang 15-25 knot.

pukul 09.56 WIT – KRI Matabongsang-873 mulai menarik KN Pandudewanata menuju Pelabuhan Trikora Tidore dengan kecepatan 7,6 knot. Jarak pelabuhan dengan lokasi kejadian sekitar 19 NM.

Keberhasilan penyelamatan ini menunjukkan komitmen TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada III, dalam menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran di wilayah perairan Indonesia Timur.

  🎯 Pelopor Wiratama  

Jumat, 07 Februari 2025

Prabowo Tekankan Pentingnya Kekuatan Pertahanan Jaga Keamanan NKRI

💥 Kita Tak Bisa Melindungi dengan Kata-kata, Tapi KekuatanITS Garibaldi, LHD bekas Italia yang diminati TNI AL, akankah direalisasi cepat (marina.difesa)

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya kekuatan pertahanan untuk menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pesan ini diberikan kepada para Komandan Satuan (Dansat) TNI dalam kegiatan pengarahan yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat.

"Kita tidak bisa melindungi dengan itikad baik, kita tidak bisa melindungi hanya dengan kata-kata, kita tidak bisa melindungi hanya dengan tulisan-tulisan, kita tidak bisa melindungi dengan teori. Melindungi adalah dengan kekuatan," kata Prabowo.

Menurutnya urgensi menjaga keamanan negara sudah tercantum dalam konstitusi Indonesia yaitu Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Melalui dasar negara itu para pendiri bangsa menjadikan pesan melindungi segenap bangsa Indonesia sebagai poin pertama yang disebutkan dalam pembentukan negara saat memperjuangkan kemerdekaan.

"Artinya, bapak-bapak pendiri bangsa mereka-mereka yang memperjuangkan kemerdekaan melalui perlawanan terhadap penjajahan, perlawanan fisik terhadap imperialisme. Sudah dari sejak awal menentukan dan menyampaikan bahwa fungsi negara adalah yang pertama adalah fungsi perlindungan, fungsi melindungi, berarti pertahanan," kata Prabowo.

Pesan untuk menjaga pertahanan negara menjadi penting melihat dinamika dari negara-negara lain yang kini kehilangan daya mempertahankan kemerdekaannya karena tidak memiliki pertahanan yang cukup.

Maka dari itu, Presiden berharap agar menjaga dan meningkatkan pertahanan negara bisa dijadikan pembelajaran bagi para perwira TNI yang jelas merupakan garda terdepan dalam melindungi bangsa Indonesia.

"Kita harus bersyukur bahwa pemimpin-pemimpin kita telah memelihara negara kita, memelihara NKRI tanpa terlalu terlibat, tanpa mengundang invasi dari negara lain," Prabowo menutup pernyataannya.

Pengarahan Dansat TNI di Istana Kepresidenan Bogor dilakukan usai Presiden memimpin sidang perdana Dewan Pertahanan Nasional.

Kegiatan pengarahan ini diikuti oleh 1.004 perwira menengah dan tinggi dari berbagai matra serta tingkatan, mulai dari pangkat mayor hingga jenderal berbintang empat.
 

  💂 antara  

Kementerian Pertahanan Masih Mengkaji Pengadaan Kapal Induk Tipe LHD

⚓ Keputusan pengadaan alutsista didasarkan prioritas strategis nasional, ketersediaan anggaran, serta kesiapan infrastruktur dan personel dalam pengoperasiannya.ITS Garibaldi, LHD bekas yang diminati TNI AL (marina.difesa)

Rencana Indonesia untuk membeli kapal induk perlu pengkajian yang komprehensif. Adanya kebutuhan untuk penanggulangan bencana alam serta kemampuan dan dukungan keuangan menjadi pertimbangan.

Kapal induk masih dalam pengkajian, tapi kelihatannya kita memerlukan kapal induk untuk kepentingan OMSP (Operasi Militer Selain Perang) terutama, ya,” kata Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali sebelum membuka Rapat Pimpinan TNI Angkatan Laut di Markas Besar Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (6/2/2025).

Ali ditanya wartawan terkait adanya rencana pembelian kapal induk pada tahun 2025 seperti yang disampaikan di dalam Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan 2025.

"Untuk masalah pembangunan kekuatan itu kan memang ranahnya Kemhan, tapi kita mengusulkan. Dari Angkatan mengusulkan apa yang akan dikembangkan di TNI Angkatan Laut terkait dengan alutsista terutama," kata Ali.

Dikonfirmasi tentang hal ini, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Frega Wenas mengatakan, rencana pembelian kapal induk ini dilatarbelakangi konstelasi geografis Indonesia yang berbentuk negara kepulauan yang sering ada bencana alam. Kapal induk menjadi sarana yang memudahkan untuk memberikan bantuan secara lebih cepat.

Ia menggarisbawahi, yang dimaksud dengan kapal induk bukanlah kapal induk berdimensi panjang yang memiliki runway untuk menerbangkan pesawat tempur. Indonesia juga tidak merencanakan kapal induk ini untuk proyeksi kekuatan ke luar wilayah Indonesia.

Akan tetapi, kapal induk ini lebih pada kapal induk yang memungkinkan untuk short take off and vertical landing (STOVL), seperti helikopter untuk mengangkut logistik ketika ada bencana.

"Semua masih dalam kajian. Salah satu opsinya memang LHD, Landing Helicopter Dock," kata Frega.


 💂 Kompas  

Kisah Intelijen Kopassus 100 Prajurit Berambut Gondrong Bergerak di Pedalaman Timor Timur

Satgas Intelijen Kopassus dipimpin Mayor TNI Yunus Yosfiah yang beranggotakan 100 personel berambut gondrong diturunkan di pedalaman Timor-Timur awal 1975. (Foto/Ist)

SATGAS Intelijen Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dipimpin Mayor TNI Yunus Yosfiah yang beranggotakan 100 personel diturunkan di wilayah pedalaman Timor-Timur (Timtim) pada awal 1975 silam.

Satgas ini dibagi menjadi tiga tim yang diberi sandi nama perempuan yakni, Susi, Tuti dan Umi. Setiap tim beranggotakan 100 personel sebagai bagian dari tim Operasi Flamboyan.

Tim Susi dipimpin Mayor Infanteri Yunus Yosfiah dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sunarto.

Sedangkan Tim Tuti dipimpin Mayor Infanteri Tarub dengan wakilnya Kapten Infanteri Agus Salim Lubis.

Sementara Tim Umi dipimpin Mayor Infanteri Sofian Effendi dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sutiyoso.

Satgas Intelijen Kopassus ini merupakan pasukan intelijen tempur dalam Operasi Flamboyan.

Ketiga tim tersebut disusupkan dengan penyamaran. Setiap personel memiliki ciri khas berambut gondrong, berpakaian sipil, kemeja dan celana jeans. Dilengkapi dengan topi dan selendang khas Timor Portugis.

Di kemudian hari, ketiga tim ini dikenal dengan sebutan The Blue Jeans Soldiers yang melegenda.

Letjen TNI (Purn) Sutiyoso mengabadikan perjuangannya dalam tugas di medan operasi Timor Timur dalam buku “Sutiyoso The Field General, Totalitas Prajurit Para Komando”.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengisahkan ketika menjalankan tugas rahasia ke perbatasan Timor Portugis atau Timor-Timur (Timtim) yang saat ini disebut Timor Leste.

Sutiyoso yang saat itu berpangkat Kapten dipanggil Ketua G-1/Intelijen Hankam Mayjen TNI LB Moerdani untuk menjalankan tugas penting ke Timor Timur.

Dia ditugasi oleh LB Moerdani untuk memantau perkembangan situasi politik dan keamanan daerah tersebut yang semakin genting. Sutiyoso ditugaskan secara klandestin atau rahasia pra Operasi Sandiyudha terbatas yang kemudian dikenal dengan sandi Operasi Flamboyan.

 Nama Samaran
Semua anggota Satgas diberi nama samaran. Sebagai Kasi Intel Satgas, Sutiyoso memilih nama Manix. Nama tersebut terinspirasi dari film mata-mata. Hingga akhirnya Sutiyoso dikenal dengan panggilan Kapten Manix.

Tepat pada 27 Agustus 1975 Tim Umi yang dipimpin Mayor Infanteri Sofian Effendi dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sutiyoso kemudian diterbangkan ke Kupang untuk selanjutnya ke Atambua, kota terdekat Indonesia ke Timor Portugis.

Setibanya di Atambua, upaya penyusupan yang rencananya dilakukan melalui Kefamenanu untuk menguasai Ambeno dibatalkan.

Hingga akhirnya Tim Umi diperintahkan melanjutkan perjalanan ke Motaain sebuah desa pantai di wilayah RI yang hanya berjarak 3 Km sebelah barat Kota Batugede, wilayah Timor Portugis.

Dalam situasi yang tidak memungkinkan, akhirnya Tim Umi diperintahkan untuk menyusup jauh ke daerah pedalaman pegunungan di selatan Viquque.

Saya dan pasukan mungkin tidak dapat kembali setelah melakukan penyerangan Viquque yang terletak jauh dari basis. Tapi sebagai seorang prajurit, kita selalu siap melaksanakan tugas itu sebaik-baiknya apapun risikonya,” kenang Sutiyoso.

Karena keterbatasan pasukan, Tim Umi saat di Kotabot kemudian dibagi dua, Tim Umi di bawah Mayor Inf Sofian Effendi menyusup ke Tilomar.

Sedangkan Tim Umi dipimpin Sutiyoso menyusup ke Suai. Inilah penyusupan terjauh saat Operasi Flamboyan.

Menjelang tengah malam, ketika mendekati Suai, pasukan kemudian dibagi dua mengingat ada dua sasaran yang menjadi target yakni markas polisi dan markas tentara.

Sutiyoso menyasar markas tentara. Sedangkan, pasukan kecil dipimpin Letnan Bambang bergerak menuju markas polisi.

Tepat pukul 01.00 waktu setempat, Sutiyoso memberi isyarat dengan melepas tembakan. Kedua tim kemudian secara serentak melakukan penyerangan ke markas polisi dan tentara.

Terjadi perlawanan sengit. Setelah pertempuran selama 20 menit, Sutiyoso melepas tembakan sebagai isyarat untuk mundur sesuai strategi hit and run.

Saat itu, Sutiyoso mendapat laporan Sersan Parman yang bertugas sebagai penembak roket launcher tertembak di kakinya. Begitu pula pembantunya Sarwono tertembak sehingga satu jari tangannya putus. Termasuk empat anggota lainnya yang tertembak.

Praktis upaya pergerakan Tim Umi yang dipimpin Sutiyoso untuk kembali ke Kotabot terhambat karena harus bertempur dan membopong empat anggotanya yang tertembak.

Di tengah kejaran pasukan musuh, pertempuran sengit terus terjadi. Sutiyoso dengan tiga anggota kemudian membopong mereka yang terluka sambil memanggul senjata.

Bahkan, anggota yang dipapah Sutiyoso meminta supaya dia ditinggal dan dibekali granat. Tapi Sutiyoso tidak tega.

Mereka terus bergerak. Sutiyoso bersama timnya belum makan. Rasa lapar dan haus mulai menyerang. Hingga di suatu tempat yang cukup aman, Sutiyoso kemudian membuka radio dan meminta dikirim bantuan helikopter.

Namun karena terbang terlalu tinggi sehingga isyarat kepulan asap yang dibuat Sutiyoso tidak terlihat. Tapi Sutiyoso tidak mau menyerah, Kolonel Dading kembali dihubungi untuk mengirim helikopter lagi.

Namun lagi-lagi helikopter tidak dapat melihat titik kepul asap yang dibuat pasukan Sutiyoso.

Akhirnya, Sutiyoso menembakkan pistol dengan tembakan isyarat warna hijau. Meski upaya tersebut berhasil. Namun hal itu juga membuat pasukan Fretilin mengetahui keberadaan pasukan Sutiyoso.

Di tengah serangan pasukan Fretilin, Sutiyoso meletakkan senjata dan ransel untuk membopong anggotanya yang terluka naik ke helikopter. Setelah berjuang keras, keempat anggota yang tertembak berhasil dievakuasi menggunakan helikopter.

Sutiyoso dan pasukannya kembali bergerak mencari jalan menuju perbatasan. Namun karena Fretilin sudah menyebar di mana-mana sehingga perjalanan yang semula direncanakan selama 10 hari harus ditempuh dalam waktu 15 hari.

Selama 5 hari Sutiyoso dan personel Tim Umi yang tersisa sudah kehabisan logistik. Ditambah lagi makanan tidak ada, begitu juga air minum. Di tengah keletihan, rasa lapar dan haus yang luar biasa itu, Sutiyoso tidak mau mengendorkan kewaspadaan.

Dalam upaya melepaskan diri dari kejaran Fretilin, Sutiyoso juga melarang anggotanya untuk melepaskan tembakan kecuali sangat diperlukan untuk mempertahankan diri karena peluru mereka masing-masing tinggal 20 butir dari semula 250 butir.

Sutiyoso bersama pasukannya bergerak menyusuri jalur pantai mengingat beberapa jalur telah di sekat oleh Fretilin. Satu per satu pasukannya bergerak pada malam hari.

Akhirnya mereka selamat sampai di perbatasan dan masuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Semua anggota pasukan selamat meski kondisinya terlihat amat kurus tak terkecuali Sutiyoso karena selama lima hari tidak makan. (shf)

  💥 sindonews  

Panglima TNI Rekrut Hacker Bentuk Satuan Siber

💥 Sudah mulai beroperasiIlustrasi (Ist)

Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan kepala staf dari tiga matra TNI.

Dalam rapat tersebut, Agus mengungkapkan sudah melakukan rekrutmen untuk menambah pasukan siber.

Saya sudah membentuk satuan siber yang mana saya rekrut dari hacker-hacker dan masyarakat yang memiliki kemampuan siber dan sudah mulai beroperasi,” kata Agus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/2).

Meski begitu, pasukan siber itu tidak akan menambah matra yang sudah ada saat ini. Namun, menjadi divisi khusus.

Pasukan siber itu juga beberapa kali sempat diwacanakan menjadi salah satu matra baru selain Angkatan Darat, Laut, dan Udara.

Selain itu, Agus mengatakan, TNI juga merekrut dari jalur sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI).

Demikian juga dokter, hukum, orang psikologi itu juga samangat dibutuhkan tni, nah kita berkoordinasi dengan universitas memberikan penyuluhan supaya juga adik-adik yang lulus dari universitas bisa lulus dari TNI,” ungkapnya.
 

  🕵 Kumparan  

Kamis, 06 Februari 2025

TNI AL Mulai Kajian Kebutuhan Kapal Induk untuk Operasi Selain Perang

⚓ Akan nambah kapal fregatITS Garibaldi diminati TNI AL (marina.difessa.it)

TNI Angkatan Laut (TNI AL) tengah mengkaji kebutuhan kapal induk untuk operasi militer selain perang (OMSP).

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, kajian ini dilakukan dalam rangka pembangunan kekuatan TNI AL ke depan.

Kapal induk masih dalam pengkajian, tapi kelihatannya kita memerlukan kapal induk untuk kepentingan OMSP terutama ya,” ujar Ali, kepada wartawan di Mabes TNI AL, Kamis (6/2/2025).

Ali menegaskan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan merupakan ranah Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Namun, TNI AL tetap mengusulkan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) yang perlu dikembangkan.

"Untuk masalah pembangunan kekuatan itu kan memang ranahnya Kemhan, tapi kita mengusulkan. Dari Angkatan mengusulkan apa yang akan dikembangkan di TNI Angkatan Laut terkait dengan alutsista terutama," kata Ali.

Saat ini, lanjut Ali, TNI AL telah mendapatkan sejumlah kapal perang baru, baik dari luar negeri maupun hasil produksi dalam negeri.

Ali menyebut bahwa Indonesia telah menerima dua kapal jenis Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) dari Italia.

"Kemarin di Italia kita mendapatkan dua PPA, dua fregate-nya, walaupun itu OPV, tapi itu kelasnya fregat," ungkap Ali.

Selain itu, dua fregat Merah Putih sedang dibangun di dalam negeri, dan dua light frigate dari Lampung telah diluncurkan.

TNI AL juga menerima beberapa kapal cepat rudal (KCR) dari Turki.

Ali mengungkapkan bahwa ada kemungkinan penambahan fregat dari beberapa negara di masa mendatang.

"Mungkin nanti akan ada tambahan lagi fregat dari beberapa negara mungkin," pungkas dia.


 💂 Kompas  

Rabu, 05 Februari 2025

Kapal Perang Baru KRI Brawijaya Bakal Tugas di Surabaya Hingga Papua

⚓ KRI Prabu Siliwangi Beroperasi di Jakarta Sampai Natuna Utara320 (Fincantieri)

TNI AL telah memutuskan untuk membagi penugasan dua kapal perang baru yang mereka datangkan dari Italia. KRI Brawijaya-320 akan bertugas di wilayah Komando Armada (Koarmada) II dan Koarmada III di wilayah Timur Indonesia.

Sementara KRI Prabu Siliwangi-321 bakal ditugaskan di Koarmada I yang berbasis di wilayah barat Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan hal itu saat diwawancarai di sela-sela syukuran Hari Hidrografi TNI AL pada Selasa (4/2). ”KRI Brawijaya-320 akan ditempatkan di Koarmada II tapi operasinya bisa sampai ke Koarmada III,” kata dia. Karena itu, meski berbasis di Surabaya, kapal perang itu bisa beroperasi sampai Papua.

Sementara itu, KRI Prabu Siliwangi-321 akan beroperasi di wilayah perairan yang menjadi tanggung jawab Koarmada I. Termasuk diantaranya Laut Jakarta, Selat Malaka, sampai Laut Natuna Utara. ”Sesuai namanya, KRI Prabu Siliwangi-321 dia akan di wilayah Indonesia bagian barat. Jadi, dia mengamankan perairan di wilayah barat, termasuk sampai ke Laut Cina Selatan,” ungkap Ali.

KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-320 dibangun di galangan kapal milik Fincantieri, Italia. Pada Rabu pekan lalu (29/1), kedua kapal perang jenis Offshore Patrol Vessels atau Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) resmi melalui fase ship naming. Kedua kapal itu didatangkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk memperkuat Angkatan Laut.

Penamaan KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 terinspirasi dari raja-raja Nusantara. Angkatan Laut dan Pemerintah Indonesia memilih nama tersebut dengan harapan agar kapal-kapal perang itu kelak menjadi legenda baru yang berkontribusi besar bagi kejayaan bangsa. Dari segi teknologi, kapal perang itu sudah dilengkapi sistem persenjataan modern.

Saya yakin kapal-kapal ini akan berhasil menyelesaikan setiap misi yang diberikan kepada mereka,” ungkap Ali.

KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 memiliki panjang 143 meter, lebar 16,5 meter, draft 5,2 meter, maksimum speed 32 knots dengan pendorongan combine diesel, electric dan gas turbin. Selain itu, senjata yang dimiliki terdiri atas SAM : 16 VL Sistem, SSM : 8 Teseo Mk-2E, Meriam 127 milimeter, Meriam 76 milimeter dan torpedo.


  ⚓ Jawa Pos  

TNI AD Bakal Naikkan 5 Korem Jadi Kodam

 Riau-Kepri hingga Papua SelatanIlustrasi (Ist)

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan rencana penambahan komando daerah militer (kodam) baru. Dia mengatakan ada lima kodam baru yang merupakan peningkatan status dari komando resor militer (korem) menjadi Kodam.

Peningkatan status tersebut merupakan kelanjutan program satu provinsi satu kodam yang telah direncanakan sejak 2024. Wahyu mengatakan ada lima kodam baru yang bakal dibentuk.

"Memang ini kodam-kodam baru, tapi formasinya itu ditingkatkan statusnya dari korem yang sudah ada. Satu ada di Papua Selatan, ada di Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, ada Riau dengan Kepri, ada Lampung dengan Bengkulu," ujar Brigjen Wahyu di Mabes TNI Angkatan Darat, Rabu (5/2/2025).

Wahyu mengatakan kodam baru tak sekadar dibentuk untuk urusan pertahanan. Dia mengatakan kodam baru juga bakal mendukung program swasembada pangan.

"Karena kodam baru itu, selain berkaitan dengan gelar kekuatan kita untuk sistem pertahanan keamanan, juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan," ujar Wahyu.

"Berkaitan dengan program-program pemerintah pada pencapaian swasembada pangan dan juga masalah makan bergizi dan juga program-program yang lain dan akhirnya diprioritaskan, diprioritaskan lima kodam ini, lima Kodam ini, peningkatan status ini," tambahnya.

Wahyu menjelaskan akan ada restrukturisasi untuk keperluan penambahan Kodam baru. Dia mengatakan restrukturisasi dilakukan agar fungsi TNI AD lebih maksimal.

"Perlu ada suatu kondisi yang disebutkan restrukturisasi. Restrukturisasi sehingga nantinya TNI Angkatan Darat dalam men-support mencapai program itu bisa lebih maksimal," ujar Wahyu. (haf/haf)


 
detik  

Prajurit Yonif 411 Kostrad Tingkatkan Kemampuan Operator Drone

Yonmek Raider 411 Kostrad mulai operasikan drone senjata Songar (Yonmek Raider 411 Kostrad)

P
ada era digital saat ini, perkembangan teknologi semakin pesat dan membawa dampak yang signifikan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Salah satu inovasi teknologi yang muncul dan membawa dampak besar adalah drone.

Drone adalah sebuah pesawat tanpa awak yang dikendalikan secara remote oleh seseorang atau secara otomatis menggunakan perangkat lunak khusus. Dengan adanya perkembangan teknologi, penggunaan drone telah meluas ke berbagai bidang.

Kemampuan pengoperasian drone inilah yang terus di tingkatkan oleh Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad, hal ini senada dengan perintah Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 411/Pandawa/6/2 Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang, kemajuan teknologi saat ini harus diikuti terkhusus dalam hal pengoperasian pesawat tanpa awak atau drone. Salatiga, Senin (3/2/2025).

Teknologi seperti drone saat ini sudah lazim dimanfaatkan untuk menunjang pelaksanaan tugas baik latihan maupun di daerah penugasan. Mayor Inf Ilham dalam sebuah kesempatan mengatakan, kemampuan inilah yang terus didalami oleh prajurit Yonif 411/Pandawa dengan menyiapkan operator drone yang semakin handal dan mahir dalam mengawakinya.

Saat ini kita memiliki beberapa jenis drone yang bisa dioperasionalkan, sehingga latihan rutin guna meningkatkan kemampuan operator drone terus kita genjot seminggu 2 kali,” ucap Danyon.

Lanjutnya, tak hanya mampu mengoperasikan drone prajurit juga harus menjaga dan merawat drone, agar masa pakainya lebih lama dan tentunya demi keamanan saat terbang.

Dari kegiatan latihan rutin bagi operator drone tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan IT prajurit Pandawa,” terang Abituren Akmil tahun 2006 tersebut.

Latihan yang dilaksanakan meliputi penerbangan, take off dan landing, manuver, kalibrasi, pemeriksaan drone secara umum, prosedur saat menghadapi situasi darurat dan materi lainnya.

Salah satu operator drone, Praka Relawanto mengatakan kegiatan rutin latihan bagi operator drone merupakan perintah lisan Danyonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang melalui Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Lettu Inf Novian Chandra Aditama, S.Tr.Han. untuk pelaksanaannya terjadwal 2 kali seminggu.

Tentunya bagi kami operator drone dengan kegiatan latihan rutin ini akan meningkatkan kemampuan guna menghadapi tugas-tugas kedepan, terlebih saat ini beberapa jenis drone yang dimiliki oleh Yonif 411/Pandawa kita sebagai awak drone harus mahir,” tuturnya.

  🚁 Yonmek Raider 411 Kostrad  

Jepang Hibahkan Kapal Patroli Baru 18 M

 Bakal Ditempatkan di IKN Ilustrasi X18 ATC Lundin, kapal cepat 18 meter (Lundin)

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menyebutkan, TNI Angkatan Laut (AL) bakal mendapatkan kapal patroli atau patrol boat hibah dari Jepang.

Berdasarkan informasi yang ia terima dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, kapal tersebut bakal ditempatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Kembali kepada alutsista ini, maka penerimaan hibah patrol boat ini yang dari Jepang ini untuk mendukung pengamanan choke point kita, khususnya saya dengar dari KSAL akan diproyeksikan di IKN," kata Menhan, saat rapat kerja (raker) bersama Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Sjafrie menerangkan bahwa kapal tersebut tidak dilengkapi dengan senjata.

Oleh karenanya, kata Menhan, Indonesia bakal melengkapi kapal patroli itu dengan senjata.

Ia pun juga mengumbar spesifikasi kapal buatan Jepang ini.

"Sedikit spesifikasi mengenai teknis patrol boat ini, sebetulnya patrol boat ini biasanya kita ditanya berapa sih panjangnya. Kalau kita punya Fregat Merah Putih, Pak, panjangnya itu lebih dari 140 meter, tapi kita menerima bantuan hibah ini panjangnya 18 meter," ujar Menhan.

"Jadi, berarti kita pakai patroli antar kepulauan. Lebarnya ya hampir 5 meter, kecepatannya ya 40 knot, dan dia mempunyai mesin diesel, belum mesin listrik, Pak. Memang kapasitasnya ini dua awak kapal dan 14 penumpang," tambah dia.

Ia menambahkan, Jepang juga memberikan hibah kapal tidak hanya untuk Indonesia, melainkan juga negara sahabat seperti Malaysia, Filipina, Bangladesh, hingga Fiji pada 2023.

Menhan juga memastikan, kapal yang akan diterima itu bukanlah kapal bekas.

"Tapi material ini bukan bekas, Pak, ini baru. Dan kapal ini dibuat di Jepang, jadi Jepang ingin menunjukkan produksi di dalam negerinya dan kita menghormati," tegas Sjafrie.

  🛥 Kompas  

Selasa, 04 Februari 2025

Enam Pesawat Tempur Rafale dari Perancis Akan Tiba Pada 2026

(Dassault Aviation)

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Tonny Harjono, menuturkan bahwa ada enam unit jet tempur Rafale yang bakal tiba di Indonesia pada tahun 2026.

Tonny mengatakan, enam pesawat tempur Rafale dari Perancis itu akan datang secara bertahap. Tiga pesawat akan datang pada Februari 2026.

"Di tahun depan, sekitar bulan Februari atau Maret, kita sudah mulai datang pesawat Rafale, tiga pesawat, dan tiga bulan kemudian itu tiga pesawat lagi," kata Tonny usai memimpin Rapim TNI AU di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (3/2/2025).

Nantinya, enam pesawat Rafale yang akan tiba di Indonesia pada tahun 2026 ini bakal ditempatkan di Lanud Rusmin Nuryadin, Pekanbaru.

"Kami laksanakan di Pekanbaru, karena memang nanti homebase-nya akan ada di sana. Di Pekanbaru kita sudah membangun simulator, kemudian hanggar-hanggar yang kita bilang smart building," jelasnya.

Tonny menyampaikan bahwa TNI AU akan terus menyiapkan kemampuan personel serta fasilitas pendukung untuk pesawat Rafale.

"Fasilitas-fasilitas penerbangan di sana pun kita perbaiki, sistem logistik juga sedang berproses kita bangun, kemudian software, peranti lunaknya juga sudah kami siapkan," ucapnya.

Tonny mengatakan, personel penerbang juga sudah siap dipilih untuk melaksanakan pendidikan calon penerbang pesawat Rafale.

"Tentunya dilihat dari berbagai background penugasan di pesawat-pesawat yang sekarang kita punya," ucap dia.

Selain Rafale, TNI AU bakal diperkuat pesawat angkut jenis Airbus A400 yang akan datang pada November tahun ini dan ditempatkan di Lanud Halim Perdanakusuma.

"Rencana kedatangan pesawat itu, kalau tidak ada perubahan, di bulan November, kemudian nanti di 2026 akan selanjutnya. Sementara kami alokasikan di Halim, di bawah Skadron 31," imbuhnya.

Tonny menyebut, saat ini penempatan pesawat angkut tersebut ada di Mako Wing 1.

"Nanti kalau memang ada anggaran untuk pembuatan hanggar, Angkatan Udara akan menyiapkan hanggar tersendiri, karena cukup besar hanggarnya, pesawatnya cukup besar," tandasnya.

 
Kompas  

Pesawat Airbus A400M Pesanan TNI AU Akan Tiba November 2025

 Perkuat Skadron 31 Halimhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_ZVipnIF4Cr0PFsL99UT4IN-KlQF47BpZqYrSR3bGEIm1X_LeVcHG8oGgsiv6KjKB1OlPnaiioSwDUZNrzj894X30twjd2mJVU_6kEhcQJiCmg3izH_dQFsCM5LjZwJEEkWiC_kzCU_0T4BspnSzsnQQx5-nvLekBR3g8Pp1HVlG-8xe2en4rWjG_/s750/63612389f40e3.jpgAirbus A400M (Airbuss)

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Tonny Harjono, menuturkan bahwa TNI AU bakal kedatangan pesawat angkut Airbus A400M yang akan tiba di Tanah Air pada November 2025.

Tonny menuturkan bahwa pesawat angkut yang akan meningkatkan fleksibilitas operasional TNI Angkatan Udara ini akan ditempatkan di Lanud Halim Perdanakusuma.

"Rencana kedatangan pesawat itu kalau tidak ada perubahan di bulan November, kemudian nanti di 2026 selanjutnya. Sementara kami alokasikan di Halim, di bawah Skadron 31," kata Tonny usai memimpin Rapim TNI AU di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (3/2/2025).

Tonny menyebut bahwa saat ini penempatan pesawat angkut tersebut ada di Mako Wing 1.

"Nanti kalau memang ada anggaran untuk pembuatan hanggar, Angkatan Udara akan menyiapkan hanggar tersendiri, karena cukup besar hanggarnya, pesawatnya cukup besar," ucap dia. Sebagai informasi, Airbus A400M adalah pesawat transport militer bermesin empat turboprop.

Pesawat ini dirancang oleh divisi militer Airbus untuk mengganti atau melengkapi pesawat yang digunakan dalam peran angkutan udara taktis. Pesawat ini juga beberapa kali pernah dipamerkan oleh Airbus di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, seperti pada Maret 2017 dan Agustus 2018.

Bahkan, A400M milik AU Perancis juga pernah dipakai untuk mengirim bantuan ke Lombok saat dilanda gempa bumi pada Agustus 2018.

A400M dipesan guna meningkatkan fleksibilitas operasional TNI Angkatan Udara, mendukung berbagai misi strategis dan taktis, bantuan kemanusiaan, evakuasi medis, serta misi pengisian bahan bakar di udara.

Pesawat A400M mampu mengangkut muatan hingga 30 ton, termasuk helikopter dan kendaraan militer, sejauh 2.400 mil laut.

Pesawat ini juga dapat beroperasi di landasan yang tidak beraspal, sehingga andal dalam mendukung misi tanggap bencana.

Selain itu, A400M juga berfungsi sebagai platform pengisian bahan bakar di udara yang kompatibel dengan berbagai jenis pesawat, mendukung keberlangsungan operasi di udara.

 ✈️
Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...