Tampilkan postingan dengan label Kendaraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kendaraan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juni 2026

Indonesia Targetkan 300 Ribu Unit Mobnas

  Proyek Mobil Nasional  
Kendaraan lapis baja Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Pemerintah Indonesia semakin serius memperkuat kemandirian industri otomotif dalam negeri.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung progres pembangunan proyek National Car (Mobil Nasional) di Subang, Jawa Barat, pada Rabu (10/6/2026).

Proyek strategis ini ditargetkan menjadi pusat manufaktur otomotif terintegrasi dengan kapasitas produksi mencapai 300.000 kendaraan per tahun.

Dalam kunjungannya, Menteri Sjafrie didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo B. Revita dan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Marsda Yusuf Jauhari. Ia menegaskan industri manufaktur strategis merupakan pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta penguasaan teknologi.

"Kawasan Mobil Nasional ini adalah instalasi strategis yang berperan penting dalam memperkuat industri nasional, penguasaan teknologi, dan pengembangan ekosistem manufaktur yang terintegrasi," ujar Sjafrie, seperti dikutip Antara, Rabu.

Pemerintah memproyeksikan kawasan seluas 539 hektare (Ha) ini tidak hanya menjadi pabrik perakitan, tetapi juga mencakup pusat rekayasa kendaraan, fasilitas pengujian, hingga pusat riset dan pengembangan (R&D). Selain itu, proyek ini diproyeksikan mampu menyerap 2.000 tenaga kerja ahli dan lulusan universitas.

 Tahapan Pembangunan dan Target Produksi

Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa menjelaskan, pembangunan akan dilakukan dalam tiga fase sepanjang 2026 hingga 2028. Pada tahap awal, konstruksi difokuskan pada lahan seluas 60 Ha dengan target kapasitas produksi sebesar 50.000 unit per tahun pada 2028. Setelah itu, kapasitas akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai target maksimal 300.000 unit per tahun.

"Kami telah berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia selama beberapa tahun terakhir, mulai dari perencana, teknisi, hingga tenaga ahli untuk mendukung skala besar pembangunan industri ini," tutur Sigit.

Selain mendorong kebangkitan industri otomotif konvensional, proyek ini juga menjadi ujung tombak Indonesia dalam memperkuat kemampuan teknologi kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) serta menciptakan rantai pasok lokal yang lebih luas di wilayah Subang dan sekitarnya.

Upaya pengembangan mobil nasional merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor kendaraan dan komponen otomotif asing. Dengan memanfaatkan keunggulan geografis Subang yang strategis sebagai hub industri baru di Jawa Barat, proyek ini diharapkan mampu mengakselerasi transfer teknologi otomotif global ke dalam negeri.

Selain itu, sejalan dengan tren global transisi energi, proyek ini dirancang untuk menjawab tantangan masa depan melalui pengembangan kendaraan listrik yang berkelanjutan.

Keterlibatan PT Pindad sebagai pelaksana utama mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendayagunakan BUMN untuk menggerakkan ekosistem industri manufaktur yang mandiri, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

  ♞ Investor  

Kamis, 11 Juni 2026

Pindad Desain Mobil Listrik Nasional

  TKDN mencapai 70%  
Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan perkembangan terbaru proyek mobil nasional yang tengah dipersiapkan pemerintah.

Kendaraan tersebut saat ini masih berada dalam tahap desain dan diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia.

"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang nanti kita harapkan Mobnas yang sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.

Pembahasan mengenai mobil nasional muncul ketika Kementerian Perindustrian menjelaskan tantangan yang masih dihadapi industri manufaktur Indonesia.

Persoalannya tidak hanya soal produk akhir yang diproduksi di dalam negeri, tetapi juga kemampuan industri nasional dalam membuat mesin produksi sendiri.

Agus menilai tidak cukup hanya mengejar angka TKDN pada produk jadi. Di balik sebuah produk, masih terdapat ketergantungan yang cukup besar terhadap teknologi dan mesin yang berasal dari luar negeri.

"Kalau saya mengunjungi pabrik-pabrik, pasti yang saya tanya TKDN-nya berapa persen. Ketika saya masuk dan melihat mesinnya, ternyata mesinnya impor. Itu challenge kita," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa Indonesia memasuki fase baru dalam perjuangan panjang mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menyoroti pentingnya kawasan industri, rantai pasok, pengembangan teknologi yang terintegrasi, serta membentuk industri nasional yang punya daya saing yang kuat.

Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, menyampaikan bahwa proyek mobil nasional tidak boleh berhenti pada slogan. Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang dan menargetkan kapasitas produksi 500.000 unit per tahun, dimulai dengan 100.000 unit pada 2028 sebagai tahap awal fase produksi.

"Pesan yang sama dari semua komisi kepada Pindad adalah jangan jadi euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya," katanya beberapa waktu lalu. (fys/wur)

  ♞ CNBC  

Minggu, 08 Februari 2026

Pindad Gandeng Perusahaan Ashok Leyland, asal India

  Kembangkan Bus Listrik (Pindad)

Perusahaan otomotif asal India yang merupakan bagian dari Hinduja Group, Ashok Leyland, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pindad pada Rabu (4/2) di kantor pusat Pindad Bandung. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia dan India di sektor mobilitas berkelanjutan dan teknologi pertahanan.

Ashok Leyland dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan komersial dan pertahanan global. Sementara itu, PT Pindad merupakan BUMN yang bergerak di bidang peralatan pertahanan dan industri. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan dan manufaktur bersama Bus Listrik (EV) serta kendaraan pertahanan yang dirancang sesuai kebutuhan mobilitas dan keamanan nasional Indonesia.

Kerja sama tersebut menggabungkan pengalaman global Ashok Leyland dalam platform kendaraan listrik komersial dan solusi mobilitas pertahanan dengan kapabilitas rekayasa serta kekuatan manufaktur lokal PT Pindad. Sinergi ini juga diharapkan memperkuat ekosistem industri pertahanan dan otomotif nasional.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P Santosa; Presiden Operasi Internasional, Pertahanan, LCV & PSB Ashok Leyland, Amandeep Singh; serta Advisor to the Board Hinduja Auto, Lord Tariq.

Indonesia saat ini tengah mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan sekaligus memodernisasi kemampuan pertahanannya. Kerja sama ini dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong adopsi kendaraan listrik, efisiensi energi, serta peningkatan produksi platform pertahanan di dalam negeri.

Fokus utama dalam MoU mencakup pelaksanaan pengembangan bersama bus listrik dan kendaraan pertahanan. Produk yang dikembangkan nantinya ditargetkan mampu menjawab tantangan kondisi geografis, infrastruktur, dan kebutuhan operasional di Indonesia.

Kemitraan dengan Pindad memungkinkan kami untuk bersama-sama mengembangkan produk yang secara khusus sesuai dengan kondisi medan, infrastruktur, dan kebutuhan operasional Indonesia,” ungkap Amandeep Singh melalui keterangan resminya. (UDA)

  🤝 
Medcom  

Kamis, 11 Desember 2025

Pindad Siapkan Pabrik Mobil Nasional di Subang

  Produksi 500.000 unit 
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian PPN/Bappenas, Himpunan Kawasan Industri (HKI), dan PT Pindad untuk memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas dalam RPJMN 2025?2029. (dok.Bappenas)
PT Pindad dilaporkan telah menyiapkan lahan industri di Subang, Jawa Barat sebagai upaya mendorong program mobil nasional yang tengah didorong pemerintah RI.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung produksi kendaraan hingga mencapai kapasitas 500.000 unit per tahun, dengan tahap awal produksi direncanakan mulai bergulir pada 2028, sebanyak 100.000 unit.

Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,” kata Direktur Utama Pindad, Sigit P. Santosa, Selasa (9/12/2025).

Langkah Pindad ini berjalan berdampingan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian PPN/Bappenas, Himpunan Kawasan Industri (HKI), dan PT Pindad untuk memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas dalam RPJMN 2025–2029.

Kesepakatan tersebut juga menjadi motor percepatan Program Mobil Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) serta pondasi awal penyelarasan kebijakan industri otomotif nasional.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebut kolaborasi ini sebagai fase baru dalam perjalanan menuju kemandirian industri otomotif. Ia menekankan bahwa membangun pabrik belum cukup tanpa dukungan kawasan industri dan rantai pasok yang kuat.

Ini sejarah baru untuk melanjutkan milestone yang belum selesai. Membuat mobil bisa, membuat pabrik mobil bisa, tapi membuat industri mobil nasional belum tentu bisa," kata dia.

"Tanpa ada kawasan, pembangunan industri mobil nasional yang baik harus juga membangun ekosistem rantai pasoknya,” lanjut Rachmat.

Ketua HKI Ahmad Ma’ruf Maulana turut menegaskan bahwa 170 kawasan industri siap mendukung pelaksanaan PSN dan hilirisasi.

Ia berharap MoU tersebut dikawal hingga tahap implementasi agar hambatan lapangan dapat diselesaikan lebih cepat, sambil mengiringi pembahasan regulasi dan promosi kawasan Indonesia secara global.

Melalui MoU ini, ketiga pihak sepakat membangun kawasan industri berwawasan lingkungan, memperkuat rantai pasok otomotif dalam negeri, serta mengembangkan teknologi manufaktur berstandar tinggi.

  ♘ Kompas  

Jumat, 31 Oktober 2025

[Video] PT. Pindad Siap Produksi Mobil Maung Terbaru untuk Para Menteri

  Liputan CNN  
Maung MV3 Pindad (Pindad)
PT Pindad tengah melakukan persiapan untuk memproduksi mobil Maung terbaru.

Mobil ini akan digunakan oleh para menteri.

Versi terbaru Maung akan memiliki desain mirip dengan model sebelumnya, yakni MV3.

 Berikut video dari Youtube : 


  🎥 Youtube  

Rabu, 22 Oktober 2025

Mengenal Mobil Maung

  Diperintahkan Prabowo Dipakai Semua Menteri 
Presiden Prabowo Subianto berkelakar kepada semua menteri di Kabinet Merah Putih untuk menggunakan mobil Maung buatan PT Pindad (Persero).

Kelakar Prabowo kepada para menterinya itu disampaikan dalam sidang kabinet paripurna, yang juga bertepatan dengan satu tahun pemerintahannya, pada Senin (20/10/2025).

"Sebentar lagi saudara-saudara harus pakai Maung semua. Saya enggak mau tahu," kelakar Prabowo, diikuti tepuk tangan dan tawa dari para menterinya.

Para menteri disebut Prabowo tetap dibolehkan menggunakan mobil selain Maung, tetapi diizinkan pada hari libur saja.

"Mobil-mobil bagus pakai kalau libur saja. Ya pada saat saya enggak panggil, kau bolehlah kau pakai mobil itu," lanjut Prabowo sambil tertawa.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut bahwa Indonesia akan memiliki mobil buatan sendiri dalam tiga tahun yang akan datang.

Prabowo menjelaskan, dirinya sudah mengalokasikan dana dan menyiapkan lahan untuk pabrik mobil buatan dalam negeri itu.

"Belum merupakan prestasi, tapi sudah kita mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang," ujar Prabowo.

"Saya sudah alokasikan dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang tim. Kita sudah menghasilkan jip buatan Indonesia," sambungnya.


  Mobil Maung MV3 Garuda 
Sebagai informasi, mobil Maung yang kerap digunakan Prabowo dalam banyak agenda adalah Maung MV3 Garuda.

Secara spesifikasi, Pindad MV3 Maung Garuda memiliki bobot 2,95 ton, dimensi panjang sekitar 5,05 m, lebar 2,06 m, dan tinggi 1,87 m.

Pindad mengklaim Maung MV3 Garuda mampu melaju pada kecepatan maksimal 100 Kpj dan memiliki jarak tempuh hingga 500 km.

Terkait performa, mesin yang digunakan Maung MV3 Garuda diklaim mampu menyemburkan daya maksimum 202 PS atau setara dengan 199 TK dan torsi maksimal 441 Nm.

Pindad juga menyatakan bahwa Maung MV3 Garuda dirancang sebagai mobil yang dapat digunakan untuk menjelajahi segala medan.

Maung dibekali suspensi depan independent coil spring dan suspensi belakang rigid/independent with shock absorber.

Disebutkan bahwa proses produksi Maung MV3 Garuda dimulai dengan penyusunan spesifikasi teknis yang dituangkan dalam dokumen System Requirement Specification (SRS) dan Test & Evaluation Master Plan.

  ♘ Kompas  

Senin, 18 Agustus 2025

Puan Maharani Ganti Alphard dengan 'Maung'

  Pesan Nasionalisme di Sidang MPR  
Mobil Dinas Puan Maharani berpelat nomor RI 6 digunakan saat menghadiri Sidang Tahunan di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Firda Cynthia/detikcom)
Ada yang tak biasa dari kehadiran Ketua DPR RI Puan Maharani di Sidang Tahunan MPR RI 2025.

Bukan dengan Toyota Alphard khas pejabat, Puan memilih tiba di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan menaki mobil 'Maung' berwarna hitam doff buatan PT Pindad.

Pemandangan ini sontak menarik perhatian. Saat ditanya wartawan mengenai pilihan kendaraannya yang unik, Puan dengan santai namun tegas menyampaikan pesan nasionalisme.

"Ya, nggak apa-apa, produk Indonesia," kata Puan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Pilihannya menggunakan Maung, yang dalam bahasa Sunda berarti harimau, merupakan simbol dukungan nyata terhadap industri dalam negeri, khususnya di sektor pertahanan dan otomotif.

Rantis Maung yang dikembangkan Pindad memang dirancang sebagai kendaraan taktis ringan yang andal di segala medan.

Ketika didesak apakah akan lebih sering menggunakan mobil buatan anak bangsa tersebut, Puan membuka peluang.

"Mungkin, kita dukung produk Indonesia," jawabnya singkat.

Puan juga memberikan kesan positifnya setelah menjajal langsung ketangguhan Maung.

Baginya, mobil tersebut tidak hanya fungsional tetapi juga memberikan citra yang kuat.

"Oke, kelihatan gagah," katanya sambil tersenyum.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo memberikan arahan agar Maung dipakai oleh para menteri, wakil menteri hingga pejabat eselon I sebagai kendaraan dinas.

Kepala Staf Kepresidenan, AM Putranto, mengatakan penggunaan Maung sebagai mobil dinas bakal diwajibkan bagi pejabat di tanah air.


  10.000 Maung Akan Diproduksi 
Puan Maharani naik Maung Komando saat sidang tahunan DPR/MPR (Firda Cynthia/detikcom)
Ia mengemukakan, kemungkinan Maung akan diproduksi 10 ribu mobil Maung MV3 Garuda secara bertahap.

"Oh ya mobil itu diwajibkan semuanya," katanya.

"Tapi itu program 10 ribu ke depan, untuk yang 100 hari kerja 5.000 sekian dan itu akan berlanjut," katanya.

Menurut Putranto, bahan pembuatan Maung MV3 itu 70 persen berasal dari komponen dalam negeri. Sedangkan 30 persennya dari luar negeri.

"Bagus mobil itu, luar biasa, sampean harus punya ya," kata Putranto.


 Prabowo-Gibran Naik Maung ke Sidang Tahunan MPR RI 
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kompak menggunakan mobil lokal Maung Garuda Limousine buatan PT Pindad. Keduanya menghadiri Sidang Tahunan MPR RI.

Prabowo memang sudah sering menggunakan mobil Pindad Maung Garuda Limousine di dalam negeri. Sementara Gibran, beberapa kali menggunakan mobil Lexus LM 500h atau Kijang Innova Zenix berkelir putih.

Kini, baik Prabowo maupun Gibran sama-sama menggunakan mobil lokal Maung Garuda Limousine. Gibran lebih dulu tiba di Gedung MPR-DPR RI ditemani istrinya Selvi Ananda. Gibran menaiki Maung Garuda Limousine dengan pelat merah 'Indonesia 2'.

Menyusul kemudian rombongan Prabowo yang juga menggunakan Maung Garuda Limousine. Prabowo menumpangi mobil lokal yang hampir setiap hari menemani perjalanan daratnya di dalam negeri. Mobil itu mengenakan pelat nomor 'Indonesia 1'.

Mobil Pindad Maung atau MV3 Garuda Limousine pertama kali dipakai sebagai mobil kepresidenan ketika Prabowo-Gibran dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu.

MV3 Garuda Limousine merupakan varian pengembangan terbaru dari MV3 yang didesain dan dikembangkan untuk mengakomodir secara langsung arahan dari Presiden Prabowo.

MV3 Garuda Limousine dikembangkan khusus dari MV3 untuk kendaraan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Kendaraan ini berwarna putih dengan tampilan eksklusif dan maskulin yang memiliki proteksi tinggi serta memberikan kenyamanan dengan material berkualitas dan fitur-fitur mutakhir.

MV3 Garuda Limousine memiliki bobot 2,95 ton, dimensi panjang sekitar 5,05 m, lebar 2,06 m, tinggi 1,87 m serta desain long wheelbase yang nyaman dan lega.

Kendaraan ini memiliki daya mesin 202 PS/199 dk, dan transmisi AT dengan 8 percepatan, dan memiliki kecepatan maksimum 100 km/jam.

Dengan portofolio produsen alpalhankam, PT Pindad menerapkan proteksi kendaraan sebagai prioritas utama dengan dibekali fitur keamanan seluruh area kendaraan meliputi body dengan material composite armor yang memiliki ketahanan terhadap munisi kal. 7,62 x 51 mm NATO ball & kal. 5,56 x 45 mm M193, kaca antipeluru level B5/B6, serta dilengkapi ban berukuran R21 dengan tipe Run Flat Tyre (RFT) yang bisa tetap melaju meski mengalami kebocoran di perjalanan.

Di bagian belakang, dual exhaust diterapkan buat mendongkrak performa kendaraan. Interior premium memakai material wood finish accents, dilengkapi kursi penumpang captain seat dengan pengaturan elektrik disertai leg rest serta limo touch control panel.

Kendaraan ini juga dilengkapi dengan Head Unit 12 inci, kamera 360°, LED smart TV, cooled storage, dan portable WiFi. (rgr/din)


  ♘  Detik  

Sabtu, 17 Mei 2025

Pabrikan Korea Suplai 1.060 Unit SsangYong buat Mobil Nasional Pindad

 Tahun ini nambah lagi 
Rexton Summit merupakan hasil rekayasa perusahaan otomotif asal Korea, KG Mobility Corp. (KG Mobility)
Pabrikan mobil asal Korea Selatan, KG Mobility, yang memproduksi mobil merek SsangYong, menyuplai ribuan unit mobil SsangYong ke Indonesia untuk mobil Pindad. SsangYong mengapalkan kit knock-down (KD kit) mobilnya untuk dijadikan mobil Maung buatan PT Pindad.

Dikutip dari siaran pers yang ditayangkan di situs resminya, KG Mobility mengungkapkan telah mengirimkan ribuan unit KD kit mobilnya ke Indonesia. Bahkan, tahun ini pengiriman mobil SsangYong dalam bentuk terurai akan bertambah lagi.

"KGM telah mengekspor 1.060 KD (SsangYong) Rexton ke Indonesia tahun lalu dan berencana untuk mengekspor 3.000 unit tahun ini," demikian dikutip dari siaran pers KG Mobility, dikutip Rabu (14/5/2025).

Bukan cuma Pindad, mobil SsangYong juga dimanfaatkan oleh perusahaan milik negara di bawah Angkatan Darat Peru untuk perluasan pasokan kendaraan dinas Peru. Mobil SsangYong telah dipakai di beberapa negara seperti Inggris, Bulgaria dan Peru sebagai kendaraan dinas.

Maung MV3 produksi Pindad, diketahui menggunakan mesin, chassis dan komponen lainnya dari Korea Selatan (Pindad)
"Musso Sports dan Rexton telah dikenal atas keunggulan produk mereka di pasar global dan telah dipasok sebagai kendaraan dinas ke negara-negara seperti Inggris, Bulgaria, dan Peru.. Indonesia, khususnya, merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dan pasar yang menarik dengan potensi pertumbuhan yang tinggi. KGM akan berupaya keras untuk memperluas penjualan dengan kemampuan produk dan strategi pemasarannya yang berbeda," kata Chairman KGM Kwak Jae-seon.

Kini, KGM telah menandatangani kerja sama dengan PT Pindad untuk sama-sama menggarap mobil listrik nasional Indonesia. Penandatanganan kerja sama itu dilakukan di markas PT Pindad di Bandung, Jawa Barat.

Melalui kerja sama ini, KGM berencana untuk mempromosikan pengembangan bersama proyek mobil nasional dan produksi lokal bus listrik. KGM berperan untuk memberikan dukungan teknis dan rekayasa, termasuk tinjauan daya jual kendaraan.

Secara khusus, keduanya sepakat untuk bekerja sama secara aktif satu sama lain untuk secara bertahap mempromosikan proyek pengembangan bersama terkait dengan 'Proyek Mobil Nasional Indonesia & Proyek Produksi Lokal Bus Listrik' yang saat ini sedang digarap oleh Pindad. (rgr/din)

  ♘ detik  

Sabtu, 10 Mei 2025

PT Pindad Tandatangani HoA dengan KG Mobility

 Terkait Proyek Mobil Nasional 
Pindad menandatangani Head of Agreement (HoA – Perjanjian Induk) dengan KG Mobility Corp, perusahaan otomotif asal Korea Selatan, pada Kamis, 8 Mei 2025 di Auditorium PT Pindad, Bandung. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, dan Chairman KG Mobility, Kwak Jae-sun.

Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis yang telah terjalin antara kedua belah pihak. Penandatanganan Perjanjian Induk ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi jangka panjang dalam mendukung pengembangan industri manufaktur dalam negeri.

Ruang lingkup kerja sama dalam Perjanjian ini mencakup pengembangan dan produksi bersama kendaraan terkait Proyek Mobil Nasional dan bus listrik. Dalam perjanjian ini juga mengatur mekanisme transfer teknologi (Transfer of Technology/ToT), pengadaan suku cadang, pengembangan dan produksi komponen, serta layanan purna jual. Dalam hal hak kekayaan intelektual (HAKI), masing-masing pihak tetap memegang lisensi eksklusif atas teknologi yang dimiliki.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit Santosa, menyampaikan bahwa kerja sama ini bernilai strategis, tidak hanya bagi pengembangan bisnis PT Pindad tetapi juga bagi penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan.

Maung MV3 produksi Pindad diketahui menggunakan mesin dan chassis dari Korea Selatan (Pindad)
Saya selaku Direktur Utama PT Pindad menyampaikan terima kasih atas kerja sama bersifat strategis dan dukungan yang diberikan kepada kami. Hari ini menandai momentum kelanjutan kerja sama dan komitmen kolaborasi jangka panjang antara PT Pindad dengan KG Mobility. Kerja sama ini memungkinkan adanya pengembangan dan produksi bersama untuk produk kendaraan terkait proyek mobil nasional hingga transfer of technology (ToT) yang bernilai besar bagi PT Pindad.” Jelas Sigit P. Santosa.

Sementara itu, Chairman KG Mobility, Kwak Jae-sun, menyambut positif kelanjutan kemitraan ini dan menyatakan optimisme terhadap hasil kolaborasi dalam proyek mobil nasional.

Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dan menyambut baik kolaborasi strategis ke depan dengan PT Pindad. Kerja sama ini juga bermakna strategis bagi hubungan bilateral antara Indonesia dengan Korea Selatan yang terjalin sejak 2017. Saya optimis KG Mobility menjadi partner yang tepat dan kami mendukung pengembangan PT Pindad.” Jelas Kwaek Jae-sun.

Kegiatan penandatanganan diakhiri dengan sesi diskusi antara kedua belah pihak dan KG Mobility berkesempatan untuk mengunjungi fasilitas produksi PT Pindad. Melalui kerja sama internasional bersifat strategis ini juga terdapat Transfer of Manufacture/ToM yang akan mendorong kapabilitas perusahaan. PT Pindad berkomitmen menghadirkan inovasi berkelanjutan untuk mendukung kemandirian industri pertahanan dan industri manufaktur dalam negeri.

  ♘ Pindad  

Minggu, 04 Mei 2025

MAB Akan Uji Sertifikasi Jip Listrik Militer Birawa

Kendaraan militer EV Birawa (CNN)
PT Mobil Anak Bangsa (MAB) memamerkan jip listrik militer buatannya pada Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025 di JIExpo Kemayoran.

Jip listrik militer buatan MAB diberi nama Birawa. Desainnya memiliki karakter yang tangguh, dengan bodi yang mengotak, seperti jip militer pada umumnya.

Birawa memiliki dimensi panjang 4.490 mm, lebar 1.825 mm, tinggi 1.950 mm, dan jarak sumbu rodanya 2.600 mm. Jarak terendah ke tanah mencapai 225 mm. Jip listrik ini memiliki kapasitas penumpang lima orang dewasa.

Bagian atapnya dibuat terbuka, begitu pula dengan bagian belakangnya. Secara fitur, Birawa juga sangat sederhana, tidak ada head unit seperti di mobil modern. Begitu pula dengan kaca jendela yang masih manual.

Direktur Utama PT MAB Kelik Irwantono, mengatakan, jip listrik militer buatan MAB tersebut baru mau diuji sertifikasinya.

"Ini kita baru mau uji di Litbang Angkatan Darat setelah pameran. Iya, karena kan perlu diuji sertifikasi," ujar Kelik, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kelik menambahkan, Birawa yang dipamerkan pada PEVS 2025 ini merupakan final prototype. Artinya, versi produksinya tidak akan jauh berbeda dengan yang sekarang dipamerkan.

Birawa dibekali dengan baterai berkapasitas 43 kWh, dengan jarak tempuh diklaim mencapai 150 km. Motor listriknya bisa menghasilkan tenaga hingga 120 kW dan kecepatan maksimumnya tembus 150 km/jam.

Jip listrik militer ini jadi salah satu daya tarik di booth MAB untuk pengunjung PEVS 2025. Selain itu, MAB juga memamerkan truk listrik, mobil listrik, dan motor listrik.

  ♘ Kompas  

Sabtu, 15 Februari 2025

Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) AM Putranto Kunjungi Pindad

  Monitor produksi MV3 di Bekasi  
Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn) AM Putranto melaksanakan kunjungan di fasilitas produksi kendaraan Maung di Bekasi, Jawa Barat (12/2).

Kunjungan tersebut diterima oleh Direktur Produksi dan Direktur Komersial PT Pindad beserta jajarannya.

Kepala Staf Kepresidenan mengapresiasi upaya PT Pindad menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk menyiapkan kendaraan Maung dalam rangka mendorong penggunaan produk dalam negeri (PDN).


Kepala Staf Kepresidenan berpesan bahwa kerja cerdas dan inovasi yang selama ini dilakukan PT Pindad sangat dibutuhkan untuk penyelesaian target produksi Maung tepat waktu.

Ketersediaan sparepart yang terstandarisasi dan aksesibel penting untuk disiapkan.

Selain terlibat dalam penyempurnaan prototipe dan membumikan Maung, Kepala Staf Kepresidenan juga mengusulkan penggunaan Maung dalam momentum pelantikan Presiden Prabowo dan kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia pada 2024 silam.

KSP berharap produksi massal Maung tidak hanya untuk kebutuhan militer, tetapi juga mampu bersaing untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global.

    Berikut video dari Youtube:


  🎥 KSP  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...