Tampilkan postingan dengan label BNPP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BNPP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2017

[Foto] Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express

Petugas dari Badan SAR Nasional (Basarnas) melakukan pencarian korban kebakaran kapal penumpang Zahro Express menggunakan perahu karet di perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Senin (02/01/2017). Tim gabungan dari Basarnas, Polri dan TNI AL terus melakukan pencarian terhadap 17 orang penumpang kapal Zahro Express yang terbakar pada Minggu (01/01) kemarin. (rat)

Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express-0

Petugas dari Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) melakukan pencarian korban kebakaran kapal penumpang Zahro Express menggunakan perahu karet di perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Senin (02/01/2017).
Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express-1

Petugas gabungan melakukan pencarian korban kebakaran kapal Zahro Express di perairan Pulau Untung Jawa.
Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express-2

Petugas gabungan melakukan pencarian korban kebakaran kapal Zahro Express di perairan Pulau Untung Jawa.
Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express-3

Petugas gabungan melakukan pencarian korban kebakaran kapal Zahro Express di perairan Pulau Untung Jawa.
Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Kebakaran Kapal Zahro Express-4

Basarnas mengerahkan kapal SAR dalam proses pencarian korban kebakaran kapal Zahro Express di perairan Pulau Untung Jawa.
   SINDOnews  

Kamis, 15 Desember 2016

Helikopter AS 365 N3+ Dauphin Basarnas

Tiba di Atang Sanjaya http://channel-indonesia.com/wp-content/uploads/2016/12/DSC_4753.jpgDanlanud Atang Sendjaja Terima Pesawat Helikopter AS 365 N3+ Dauphin Basarnas. (TNI)

Satu pesawat Helikopter AS 365 N3+ Dauphin Basarnas, produksi dari PT. Dirgantara Indonesia Bandung, mendarat mulus di Lanud Atang Sendjaja. Pesawat diterbangkan oleh Komandan Wing Udara 2 Kolonel laut (P) Ludi Raharjo dan Letda Laut (P) Purmono dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsma TNI Hari Budianto beserta, Danwing 4 Kolonel Pnb Hendro Arief H,S.Sos, para Kepala Dinas, para Perwira staf serta seluruh anggota Lanud Atang Sendjaja turut menyaksikan kedatangan pesawat Helikopter AS 365 N3+ Dauphin Basarnas yang disambut dengan semprotan air dari dua arah, di main eperon Lanud Atang Sendjaja.

Kedatangan pesawat Helikopter AS 365 N3+ Dauphin Basarnas yang dilanjutkan acara tradisi tersebut sebagai tanda bahwa pesawat tersebut resmi memperkuat jajaran Basarnas yang penepatan dan pengoperasiannya di bawah Wing 4 Lanud Atang Sendjaja.

Dalam sambutannya Danlanud Atang Sendjaja mengatakan, dengan begitu luasnya wilayah indonesia, dengan beberapa faktor alam yang dapat menyebabkan bencana alam, maka sangat dibutuhkan pesawat yang mempunyai kemampuan SAR yang dimiliki oleh Basarnas. Kehadiran pesawat yang diproduksi oleh PT. Dirgantara Indonesia Bandung ini tentunya akan menambah kekuatan dan kesiapan Basarnas dalam mendukung tugas-tugas operasi ke depan. Danlanud Ats berharap kepada para Air Crew yang mengawaki pesawat tersebut untuk senantiasa menjaga dan memelihara pesawat yang baru ini, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

 ♖ TNI  

Rabu, 07 Desember 2016

TNI AU Terbangkan Tiga Hercules

Bawa Bantuan ke AcehPesawat Hercules TNI AU membawa bantuan logistik dan tenaga medis ke Aceh. [Mayor Sus Dodo/Kapentak Lanud Halim]

TNI Angkatan Udara telah menyiapkan tiga pesawat C-130 Hercules untuk mengangkut tenaga medis dan bantuan logisitk ke Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Jemi Trisonjaya menyatakan, apabila bantuan dan personel telah siap pesawat Hercules akan diterbangkan petang atau malam ini ke Aceh. Bantuan datang dari berbagai instansi, mulai dari TNI, BNPB, maupun Basarnas.

TNI AU telah menyiapkan tiga pesawat Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma dan dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh. Saat ini masih menunggu bantuan siap semua,” kata Jemi melalui telepon.

Kasubdispenum Dispenau Kolonel Sus Bintang Yudianta yang berada di Lanud Halim menginformasikan, pengiriman bantuan ke Aceh akan dilepas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Ditambahkan oleh Kepala Penerangan Lanud Halim Mayor Sus Dodo Agus Priyo Susilo, saat ini tiga pesawat telah disiagakan di apron Lanud Halim Perdanakusuma. “Satu dari Skadron 31, dua dari Skadron 32,” ujarnya. “Personel dan Logistik mulai dinaikkan ke pesawat.

Gempa 6,5 Skala Richter yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (7/12) pukul 05.03 WIB telah memorak-porandakan sejumlah bangunan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh menyebutkan, hingga pukul 13.00 WIB jumlah korban jiwa yang telah dievakuasi sebanyak 40 orang, sementara korban luka-luka mencapai 190 orang.

Terkait pengiriman personel medis dan logistik ke Aceh, Kadispenau menyatakan, hal itu menjadi prioritas utama untuk segera bisa diberangkatkan. Sejumlah alat kesehatan dan tim medis dari Puskes TNI dan Diskes Angkatan akan diberangkatkan.

Sementara itu Kadispenad Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah menjelaskan, dari Jakarta TNI AD telah menyiapkan 80 personel tenaga medis dari Yonkes 1 Kostrad dipimpin Letkol Ckm dr. Bernard Damia untuk diberangkatkan ke Aceh. Selain tenaga medis, TNI AD juga menyertakan materiil medis berupa rumah sakit lapangan guna mendukung pengobatan di sana. TNI AD juga telah menyiapkan kendaraan ambulance apabila dibutuhkan dan dapat diangkut ke Aceh.

Pantauan di lapangan, tim dari TNI AU dan Korps Marinir TNI AL juga ikut dikirimkan sebagai tenaga bantuan dalam operasi kemanusiaan ini.

 TNI AD Kerahkan 740 Personel
Prajurit TNI AD mengevakuasi korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya. [TNI AD]

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengerahkan 740 personelnya guna membantu evakuasi korban gempa yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Nangroe Aceh Darussalam, Rabu (7/12/16). Tiga kecamatan yakni Meureudu (Pidie Jaya), Trienggadeng (Pidie Jaya), dan Samalanga (Bireuen) mengalami dampak cukup parah akibat gempa 6,5 Skala Richter yang terjadi sekira pukul 05.03 WIB.

Sejumlah alat berat turut dikerahkan personel TNI AD gabungan dari Kodim Pidie, Armed 17/Rencong Cakti, Denkesyah Iskandar Muda, Kesdam Iskandar Muda, dan Denbekang Lhokseumawe.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah menyampaikan, ke-740 personel yang dikerahkan merupakan bantuan tahap pertama dan masih akan ditambah lagi sekira 400 orang dari Yonkav 11/Serbu Macan Setia Cakti dan Yon Zipur 16/Dhika Anoraga. Para prajurit tersebut butuh waktu 2-3 jam untuk sampai ke lokasi terdampak gempa.

Ini sebagai pengerahan awal. Dinamika perkembangan akan diinfokan kemudian,” kata Fadhilah melalui pesan singkatnya.

Gempa berkekuatan 6,4 SR telah melanda Kabupaten Pidie Jaya, NAD dengan pusat gempa terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT atau berjarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh. Pusat gempa yang berada di kedalaman 10 km di Kabupaten Pidie Jaya tersebut dirasakan goyangannya hingga ke Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Kota Sabang.

Author: Roni Sontani
 

  angkasa  

Selasa, 06 Desember 2016

[Foto] Tim SAR Gunakan Sonar

Cari Korban Pesawat JatuhTim Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang melepas alat Like Autonomus Underwater Vehicle (LAUV) untuk melakukan scan sonar mencari potongan pesawat M28 Skytruck milik Polri serta jenazah korban di dasar laut perairan Senayang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Senin (5/12/2016). Hingga pukul 19.00 malam, tim SAR gabungan yang terdiri atas 4 unit KN SAR, KRI, KPLP, Polair, BNPB, dan sejumlah nelayan belum menemukan satu pun korban.

Pesawat M-28 Sky Truck milik Polri dengan nomor registrasi P-4201 yang membawa 13 polisi tersebut jatuh dan hilang pada Sabtu (3/12) lalu. (ary)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA1GlvLzqsS76SHyDTcEB-2sDMA1fXyDxHDSlP02DLDgwqjLVMpjl1S8vXCa-FC4yxkUJBz3nCkg287iDQAOv0TUS2O9jANnTIhaBE0AKFliAIch7EzBdNqTtXU_4ZLO7DLBBstCNCoFHC/s1600/81390-tim-sar-gunakan-sonar-cari-korban-pesawat-jatuh-81n_highres.jpg

Kapal dan heli Basarnas (BNPP) terus melakukan pencarian.
Tim SAR Gunakan Sonar Cari Korban Pesawat Jatuh-0

Tim Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang melepas alat Like Autonomus Underwater Vehicle (LAUV).
Tim SAR Gunakan Sonar Cari Korban Pesawat Jatuh-1

Alat Like Autonomus Underwater Vehicle (LAUV) melakukan scan sonar.
Tim SAR Gunakan Sonar Cari Korban Pesawat Jatuh-2

Kapal sekoci digunakan untuk membawa tim pelepas LAUV.
Tim SAR Gunakan Sonar Cari Korban Pesawat Jatuh-3

Tim SAR mengecek koordinat saat melakukan pencarian.
Tim SAR Gunakan Sonar Cari Korban Pesawat Jatuh-4

Penyelam bersiap mencari korban.
Tim SAR Gunakan Sonar Cari Korban Pesawat Jatuh-5

Penyelam bersiap mencari korban.
  ☠ SINDOnews  

Selasa, 22 November 2016

★ BNPP Luncurkan Kapal KN SAR Bhisma

➶ KN SAR Bhisma 239 (basarnas)

Badan SAR Nasional melakukan kerja sama dengan PT Karimun Anugrah sejati dalam pengadaan Kapal Negara. Kapal tersebut telah siap di operasikan guna menunjang kinerja kantor SAR dalam tugas pencarian dan penyelamatan.

Bertempat di PT. Karimun Anugrah Sejati di daerah Tanjung Uncang Batam pada hari jumat tanggal 11 November 2016, Kapal negara sepanjang 40 meter dan berbahan Alumunium yang memiliki kelebihan teknisi dan non teknisi yang mampu bergerak cepat, bermanuver tinggi, olah gerak kapal yang baik dan stabilitas yang sangat dinamis yang bernama KN SAR Bhisma resmi diluncurkan.

Acara peluncuran di Pimpin Langsung Oleh Kepala Badan SAR Nasional yang diwakili oleh Sekretaris Utama Badan SAR Nasional Dadang Arkuni, S.E.,M.M. Hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Potensi Badan SAR Nasional,Direktur Sarana dan Prasarana Badan SAR Nasional, Kepala Biro Perencanaan dan KTLN, Kepala Kantor SAR Tanjung Pinang, Pejabat Eselon II, III dan IV, serta para tim Kontruksi dari PT. Karimun Anugrah sejati.

Acara dimulai dengan sambutan dari Direktur PT Karimun Anugrah Abadi,Jecky Sucipto dan sambutan kedua oleh Sekretaris Utama Badan SAR Nasional. Dalam sambutannya, Sekretaris Utama mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara Maritim dengan cakupan laut yang cukup luas serta cuaca ekstreem pada musim-musim tertentu, maka Badan SAR Nasional perlu meningkatkan perannya dalam melayani masyarakat dengan melengkapi alat utama SAR.

Sekarang kapal yang akan diluncurkan ini adalah KN SAR Bhisma dengan nomor lambung 239 untuk Kantor SAR Tanjungpinang nantinya kapal tersebut dapat bermanuver dengan baik dan didalam kapal tersebut terdapat peralatan Survey Hidrografi, Side Scan Sonar serta ROV (Remotely Operated Vehicle). Jenis Kapal pencarian dan pertolongan ini sudah lebih unggul dan ditambah lagi dapat menggunakan sonar pada kapal tersebut.

Acara dilanjutkan dengan di tekan nya tombol Sirine Oleh Sekretaris Utama ditemani Oleh Direktur PT Palindo Marine sebagai tanda bahwa KN SAR Bhisma resmi diluncurkan. Pemotongan tali tross tambat kapal, dilakukan oleh langsung Sekretaris Utama Badan SAR Nasional. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.

   Basarnas  

Selasa, 15 November 2016

Basarnas Akan Beli 13 Heli Dauphin Lagi dari PT DI

൬ 2 Helikopter Dauphin pesanan BNPP [def.pk]

Basarnas akan beli 13 unit helikopter AS365 Dauphin lewat PT Dirgantara Indonesia. Heli jenis ini dipilih untuk melengkapi tiga helikopter yang kini sudah dimiliki sehingga jumlahnya akan genap jadi satu skadron. Komitmen ini diambil sebagai upaya untuk ikut mendukung pengembangan industri strategis dalam negeri. Demikian ungkap Kepala Basarnas Marsdya TNI F.H. Bambang Soelistyo dalam jumpa pers usai Serah Terima Dua Helikopter AS365N3+ Dauphin, Selasa (15/11) di Hanggar DI, Bandung.

Bagaimana pun dari hitungan kebutuhan operasional selama ini, minimal kami memang butuh satu skadron, yang mana jumlahnya adalah 16 unit. Hingga saat ini kami baru memiliki tiga unit, yakni dua AS365 dan satu AW 139. Heli-heli ini akan ditempatkan di wilayah operasi Indonesia Barat, Tengah-Barat, Tengah-Timur, dan Timur. Heli AW139 sendiri dipilih karena performanya dinilai tepat untuk misi SAR di Papua, dan heli ini memang akan ditempatkan di sana,” ungkap Bambang Soelistyo.

Hadir dalam acara Serah Terima Helikopter Dauphin hari Selasa ini, Dirut DI Budi Santoso serta jajaran pimpinan Basarnas dan DI. Pada kesempatan sama, Bambang Soelistyo menyatakan pula kehadiran pesawat terbang dan kapal dengan teknologi modern adalah suatu keharusan bagi Basarnas demi mempermudah dan mempermudah misi dan tugas SAR di dalam negeri. Di lain pihak, untuk keperluan yang sama, Basarnas juga tengah membangun Flight Monitoring System untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam operasi percarian dan pertolongan kecelakaan serta musibah.

Tampilan kokpit AS365 Dauphin Basarnas. [Angkasa]

Bagi DI, seperti diungkap Budi Santoso, menyiapkan Dauphin sendiri adalah hal baru. Selain mampu merakit pesawat jenis baru, enjinir pabrikan pesawat yang terletak di Bandung, Jawa Barat ini, ini selanjutnya beroleh kemampuan merancang sistem yang diperlukan untuk tugas-tugas SAR. Pengetahuan dan pengalaman serupa juga akan diperoleh lewat perancangan sistem internal untuk 11 heli AS565 Panther pesanan TNI AL yang sebentar lagi akan dikerjakan.

Panther dan Dauphin sendiri sosoknya serupa, namun Airbus Helicopters merancangnya untuk kebutuhan berbeda. Jika Panther untuk keperluan militer, Dauphin untuk sipil. “Selanjutnya property right dari sistem internal Dauphin dan Panther akan jadi milik PT DI. Dengan demikian jika Airbus Helicopters (Perancis) dapat pesanan lagi untuk helikopter dengan sistem yang sama, DI berhak atas royaltinya. Kami pikir, heli-heli dengan sistem serupa akan banyak dibutuhkan banyak negara, karena telah disesuaikan dengan trend kapal-kapal perang yang kian mengecil,” ujar Budi Santoso.

Bagi TNI AL, Panther selanjutnya memang akan kerap “disiagakan” di kapal-kapal perang terbarunya yang berasal dari kelas Sigma yang bersosok kecil dibandingkan kapal-kapal perang dari era terdahulu. Selain mampu merakit/membuat Dauphin dan Panther, DI juga telah fasih merakit/membuat helikopter jenis BO105, Bell 412, AS 332 Super Puma, EC 725 Cougar, serta AS350 Ecureuil dan AS 550/5 Fennec. Kedua tipe heli terakhir, sementara ini sedang digarap DI untuk kebutuhan Dinas Penerbangan TNI AD.
 

  Angkasa  

PT DI Serahkan Dua Helikopter Kepada Basarnas

൬ Helikopter medium class AS365N3 Dauphin buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) khusus Search and Rescue pesanan Badan SAR Nasional (Basarnas). [KOMPAS.com/Putra Prima Perdana]

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan dua helikopter medium class AS365N3+Dauphin khusus Search and Rescue pesanan dari Badan SAR Nasional (Basarnas).

Serah terima dilakukan di Hanggar Rotary Wing KP II PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (15/11/2016).

Direktur Utama PTDI Budi Santoso mengatakan, helikopter AS365N3+Dauphin ini dilengkapi dengan fitur-fitur yang sangat memudahkan rescuer dan pilot dalam proses evakuasi SAR, baik untuk evakuasi korban bencana alam ataupun mencari korban kecelakaan pesawat terbang.

"Pesawat ini kami pakaikan hoist. Selain itu, kami juga pakai fitur autopilot empat exsist agar proses hoisting lebih stabil. Dengan dibantu autopilot empat exsist, untuk rescue lebih mudah. Jadi untuk rescue yang paling penting adalah stabilitas waktu covering," ujar Budi seusai serah terima, Selasa siang.

Budi menambahkan, secara konstruksi, helikopter AS365N3+Dauphin merupakan produk kerjasama PTDI dengan perusahaan Airbus Helicopters, Perancis.

Meski bukan produk asli PTDI, teknologi dan fitur-fitur SAR yang disematkan pada helikopter ini sah menjadi produk asli buatan PTDI.

"Belum banyak (unsur) lokalnya. Nanti kami targetkan (produk) berikutnya lebih banyak lokalnya. Properti right untuk sistemnya milik PTDI. Meskipun helikopter milik Airbus, kalau ada yang perlu tipe sama dengan peralatan sama Airbus harus bayar royalti ke PTDI untuk sistemnya, karena kita yang mengembangkan teknologi pesawat ini," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Basarnas FH Bambang Sulistyo mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk kembali memesan kembali helikopter buatan PTDI sebagai bentuk dukungan terhadap industri lokal.

"Basarnas punya komitmen untuk mendorong kekuatan industri strategis agar bisa berkembang bersama-sama menjadi kebanggaan bangsa," tuturnya.

Bambang menambahkan, dua helikopter AS365N3+Dauphin yang sebelumnya telah diserahkan oleh PTDI kepada Basarnas pada tanggal 18 Februari 2014 silam sudah banyak membantu kinerja Basarnas.

"Harapan ke depan mudah-mudahan bisa menggunakan kembali hasil produk buatan PTDI. Kalau sesuai spesifikasi kita akan manfaatkan hasil produk dari PTDI,"
 

  Kompas  

Selasa, 08 November 2016

Helikopter AW139 BNPP

Helikopter paling canggih di Indonesia Heli AW139 Basarnas saat menjalani uji coba penerbangan di Milan, Italia. [Cahyo Wibowo]

Kalau ada helikopter yang masuk katagori paling canggih di Indonesia, maka AgustaWestland AW139 milik Basarnas adalah salah satunya. Dikatakan paling canggih karena selain telah menggunakan avionik digital dan dilengkapi sistem kendali empat sumbu otomatis, heli ini juga dilengkapi peralatan pendukung seperti penjejak infra merah FLIR Star SAFIRE 380-HDc dan searchlight TrakkaBeam A-800.

Di Basarnas sendiri, dibandingkan dengan heli Dauphin AS365N3+, lompatan teknologi AW139 terbilang cukup jauh. AW139 sudah fully integrated 4-axis autopilot. Secara ekstrem dapat dikatakan, AW139 bisa terbang dan mendarat sendiri hanya dengan memasukkan data flight plan. Pilot pun dapat membiarkan heli terbang diam (hovering) secara otomatis. Pada saat kondisi darurat, pilot bisa menset kemampuan ini dan beranjak ke kabin untuk membantu pertolongan udara.

Heli AW139 basarnas di Apron Hanggar Indopelita, Pondok Cabe. Sumber gambar: Suharso RahmanHeli AW139 basarnas di Apron Hanggar Indopelita, Pondok Cabe. [Suharso Rahman]

Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsdya TNI FHB Soelistyo pada saat heli AW139 dengan nomor registrasi HR-1301 ini diluncurkan penggunaanya 28 Februari 2016 bertepatan dengan HUT Basarnas di Buperta Cibubur mengatakan, AW139 menjadi kekuatan baru Basarnas yang akan hadir ke berbagai pelosok dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dalam peluncuran tersebut, Kabasarnas didampingi antara lain oleh Panglima TNI, Dubes Italia untuk Indonesia, perwakilan dari Kementerian Perhubungan, DPR RI, serta sejumlah gubernur di Indonesia.

Kokpit AW139 basarnas dengan konfigurasi full glass cockpit. Sumber gambar: Suharso rahmanKokpit AW139 basarnas dengan konfigurasi full glass cockpit. [Suharso rahman]

Soelistyo menegaskan, Basarnas terus berkomitmen melaksanakan operasi SAR yang efektif, efisien, cepat, andal, dan aman. Itu pula sebabnya mengapa Basarnas butuh helikopter yang pas dan sesuai kemampuan, yakni AW139. “Basarnas membutuhkan helikopter AW139 untuk operasi penyelamatan yang semakin meningkat, terutama untuk operasi SAR di medan atau di daerah yang sulit dijangkau,” kata Soelistyo.

 Kapasitas besar 

Ditengok dari sisi kapasitas, AW139 yang masuk heli katagori kelas medium memiliki kemampuan angkut yang besar. Heli mampu membawa 15 penumpang dan dua pilot. Dalam konfigurasi medis udara, heli mampu membawa empat tandu pasien (stretcher) dan empat kru medis. Sementara Dauphin hanya mampu membawa dua pilot dan 12 penumpang. Atau dua pilot, dua tandu, dan satu personel medis.

Kabin heli AW139 Basarnas mampu membawa empat tandu dan empat personel medis. Sumber gambar: Cahyo WibowoKabin heli AW139 Basarnas mampu membawa empat tandu dan empat personel medis. [Cahyo Wibowo]

Ruang kabin AW139 cukup lapang dan dirancang agar personel mudah melakukan pergerakan. Ini terlihat dari panel-panel yang sangat kompak dan tidak membuat sempit ruangan. Dari sisi kenyamanan, standar AW139 sudah dilengkapi pendingin udara (AC). Sementara heli lainnya masih mengandalkan kipas angin.

Pintu geser pada kabin AW139 juga terbilang lebar. Hal ini memberikan keleluasan bagi pergerakan loading maupun unloading. Uniknya, di bagian belakang AW139 juga terdapat ruang bagasi yang cukup besar dimana terdapat pula pintu di bagian belakang untuk memasukkan atau menurunkan bagasi.

Perangkat hoist untuk mendukung proses operasi SAR. Sumber gambar: Suharso RahmanPerangkat hoist untuk mendukung proses operasi SAR. [Suharso Rahman]

Beranjak ke mesin, AW139 menggunakan dua mesin Pratt & Whitney Canada PT6C turboshaft dengan sistem kontrol FADEC (full authority digital engine control) yang terbilang handal. Masing-masing mesin menghasilkan tenaga 1.531 HP.

AW139 mampu terbang hingga ketinggian 20.000 kaki. Bila satu mesin mati, heli masih tetap bisa beroperasi dan bahkan melakukan hovering pada ketinggian 12.000 kaki. Kemampuan ini jelas yang tertinggi dibandingkan helikopter lain di jajaran Basarnas.

Main rotor heli AW139 terdiri dari lima bilah baling-baling utama berbahan komposit dan hub berbahan titanium. Sementara pada bagian ekor, baling-baling hanya berjumlah empat dengan bahan material yang sama.

aw139 BasarnasTampak depan heli AW139 Basarnas di Hanggar Indopelipta, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. [Cahyo Wibowo]

Dengan gabungan mesin dan konfigurasi lima baling-baling utama, AW139 mampu digeber hingga kecepatan 310 km/jam. Jarak jelajah terbang heli ini mencapai 1.250 km (pada kecepatan 306 km/jam) dan lama terbang mencapai enam jam.

Untuk roda pendarat, W139 menggunakan tiga roda yang dapat dilipat. Dua roda utama disimpan di bagian sponson yang juga berfungsi sebagai ruang untuk menyimpan perangkat emergensi.

 FLIR 380 

Sedikit mengenai kemampuan FLIR Star SAFIRE 380-HDc, di Indonesia FLIR ini merupakan yang tercanggih, bahkan dibandingkan dengan FLIR yang digunakan pada heli H225M Cougar maupun heli Bell 412EP TNI AD.

FLIR Star SAFIRE 380-HDc di hidung heli AW139 Basarnas. Sumber gambar: Roni SontaniFLIR Star SAFIRE 380-HDc di hidung heli AW139 Basarnas. [Roni Sontani]

Star SAFIRE 380-HDc mampu menyajikan gambar dan video yang jernih dan anti goyang pada jarak deteksi yang cukup jauh secara realtime. Perangkat ini terdiri dari tiga bagian yakni Turret FLIR Unit (TFU), Universal Hand Control Unit (UHCU), dan Laser Interlock Unit (LIU). Sistem FLIR 380-HDc dirancang secara khusus untuk penggunaan airborne atau dalam penerbangan, meskipun bisa digunakan pula pada kondisi yang lain.

SAFIRE 380-HDc dilengkapi sensor HD EO (High Definition Electro-Optic) terdiri dari sensor primer dan sekunder, kemudian sensor Short-Wave Infra-Red (SWIR), sensor High Definition Low Light (HD LL), dan Communications Interface Options. Sensor-sensor tersebut bekerja sesuai kondisi yang dihadapi. Misal SWIR, dapat digunakan untuk mendeteksi lebih detail huruf dan warna pada ekor pesawat atau tulisan di kapal pada kondisi cuaca yang buruk. Sensor ini juga dapat mendeteksi nomor kendaraan yang sedang melaju kencang di jalan raya.

Perangkat FLIR ini dilengkapi dengan searchlight TrakkaBeam A-800 untuk memudahkan pencarian objek SAR terutama pada malam hari atau kondisi cuaca yang gelap.

Lampu pencarian atau searchlight trakkabeam pada heli AW139 Basarnas. Sumber gambar: Suharso RahmanLampu pencarian atau searchlight trakkabeam pada heli AW139 Basarnas. [Suharso Rahman]

 770 unit 

Sejak diperkenalkan tahun 2003 dan mulai diproduksi sejak 2005, hingga saat ini AW139 tercatat telah dibuat sebanyak 770 unit. AW139 dioperasikan oleh satuan-satuan militer di 16 negara dan oleh instansi-instansi sipil di 23 negara.

Heli ambulance AW139 New South Wales, Australia. Sumber gambar: wikipediaHeli ambulance AW139 New South Wales, Australia. [wikipedia]

Kesuksesan AW139 dalam produksi dan penggunaannya di berbagai negara ini menjadi cerminan kalau heli ini merupakan heli tangguh. Dua negara adidaya, AS dan Rusia, yang masing-masing telah mampu membuat helikopter sendiri pun, turut berkolaborasi memproduksi AW139. Di AS heli AW139 dibuat di Philadelphia, sementara di Rusia di buat di Tomilino, Moskow.

Indonesia menjadi salah satu negara yang mengoperasikan heli AW yang dari sisi performa sangat bagus, namun kadang kalah pamor karena belum banyak orang tahu tentang heli ini. Selain itu di Indonesia pun masalah harga selalu menjadi sorotan karena pada umumnya pembelian barang dengan harga mahal akan diperdebatkan tanpa membandingkan masalah kelengkapan dan keunggulan performa. Beli apapun yang pertama ditanya adalah soal harga. Sementara beli alutsista dengan harga murah biasanya didapat dalam bentuk hibah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEWgTOhG6ZUFBM9lxUg5YmKvhIZsGZd-Fi9kGbTQv60w5V_EWOIo60HjC93SnRc7qVK-zZyUJ1N3tq1FGF8XDeaOU5mM7MyGXULX-VQcm3JPgOgtfV2koDmTeEmgc5hJvXh6wcMw-QEjs9/s1600/IMG-20161106-WA0024Tim+Rescuer+Basarnas+tengah+berlatih+dengan+heli+AW139.++%255BDok.+Basarnas%255D.jpgTim Rescuer Basarnas tengah berlatih dengan heli AW139. [Dok. Basarnas]

Selain Basarnas, beberapa perusahaan swasta di Indonesia turut mengoperasikan heli AW termasuk heli untuk pengangkutan VVIP/VIP.

Basarnas dan Leonardo induk perusahaan AgustaWestland telah bersepakat menunjuk PT Indopelita untuk perakitan, perawatan, dan pengintegrasian sistem AW139. Satu unit AW139 untuk Basarnas dikirimkan ke Indonesia pada akhir tahun 2015 dan kemudian dirakit di Indopelita pada akhir Januari 2016 selama dua minggu hingga berhasil diujiterbang ulang.

Heli AW139 dipamerkan dalam ajang Indo Defence 2016 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Sumber gambar: Roni SontaniHeli AW139 dipamerkan dalam ajang Indo Defence 2016 di Kemayoran, Jakarta Pusat. [Roni Sontani]

AgustaWestland juga telah mengirimkan pilot-pilot dan teknisi TNI AU yang mengoperasikan heli AW139 Basarnas ke Italia beberapa waktu lalu. Pihak AW juga mendatangkan pilot dan teknisinya ke Indonesia untuk memberikan supervisi dan pelatihan. Sebagaimana diketahui, untuk pengoperasian AW139, Basarnas bekerja sama dengan TNI AU khususnya Lanud Atang Sendjaja, Bogor.

Di ajang Indo Defence 2016, Basarnas memamerkan heli AW139 bersebelahan dengan heli Dauphin AS365N3+.

Author: Roni Sontani

 Simak video perakitan heli AW139 di Indopelita : 


  Angkasa  

Jumat, 04 November 2016

Basarnas Embraces Unmanned Technology

Indonesia’s Basarnas national SAR agency is seeing its investment in unmanned technologies pay off, with the new systems now proving themselves on operations.

The outfit, which also operates a fleet of AW139 and Dauphin SAR helicopters, has recently embraced the unmanned concept, inducting four UAVs and ten ROVs over the past 24 months, according to Basarnas representatives.

On the airborne front, the organisation has introduced the SDO 50V2 UAV from SwissDrone Operating, with four platforms now operated by six Basarnas pilots.

With an intermeshing rotor system, the SDO 50V2 has a maximum take-off weight of 85kg and can carry a payload of 50kg. The gimbal sensor’s day camera has an optical zoom of X30 and gives a field of view of 63.7°.

This is ideal for SAR operations, with a range of 16km. The great thing about the system is in the case of signal loss, the UAV automatically directs itself back to base,’ one representative explained.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhatX828F0zjhdCysqJ_ZRONRP7gr7W9efTj1HhfAMq9otgP6pnuOecM9CFu9SMLpOyfxMNSbvCle1sj8gUQbv5_gybG1uA4mLyAZmHBOyWJtdxxaRR0JBj2GiPp3h5Tly6VNXq-fjWOtIN/s1600/heli.jpgFor underwater search operations, Basarnas employs the SEA-SAR small ROV from US manufacturer JW Fishers. Capable of diving to 1300m, the unit has four cameras, providing stills and video images, and a 360° scanning sonar.

On December 28 2014, the use of the ROV was put to the test AirAsia Flight QZ8501 was lost after flying out of Surabaya, Indonesia, and Basarnas led recovery operations.

Since then, the organisation has also purchased two ACA100 medium ROVs for hydrographic surveys.

The representative explained that the organisation had established a task force, the Basarnas Search Group, whose members were capable of operating all elements of the new technology available to them.

  Shephardmedia  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...