Telkom University ciptakan UGV (Unmanned Ground Vehicle) atau kendaraan darat nirawak yang bisa dioperasikan tanpa operator untuk keperluan logistik militer hasil karya kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik Elektro dan Fakultas Industri Kreatif.
UGV Kawbra Malaysia, yang dikembangkan oleh Science and Technology Research Institute for Defence (STRIDE) [Jane's] 👮
Institut Riset Sains dan Teknologi Malaysia untuk Pertahanan (Science and Technology Research Institute for Defence- STRIDE) telah meluncurkan kendaraan darat tak berawak (UGV) baru yang sedang dikembangkan untuk Angkatan Bersenjata Malaysia (MAF).
Seorang perwakilan dari STRIDE – sebuah lembaga di bawah Kementerian Pertahanan (MoD) – mengatakan kepada Janes pada 30 Maret di pameran DSA di Kuala Lumpur bahwa UGV 'Kawbra' baru telah dikembangkan sejak 2019. Menurut lembaga tersebut, proyek tersebut pertama dari jenisnya di Malaysia.
Pekerjaan STRIDE pada program Kawbra telah dilakukan bekerja sama dengan perusahaan teknik digital lokal DreamEdge. Para mitra berencana untuk memulai uji coba lapangan MAF dari UGV akhir tahun ini. Peningkatan lebih lanjut dari UGV diharapkan untuk mengikuti.
Kawbra beserta sistem kendalinya [BHarian] 👮
“Tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi kendaraan tak berawak secara lokal,” kata seorang pejabat STRIDE. “UGV ini akan memiliki kemampuan untuk pengawasan, pengintaian, logistik, dan mungkin pertempuran.”
Kemampuan tempur disediakan melalui proyek STRIDE terpisah untuk mengembangkan kanon 7,62 mm yang dikendalikan dari jarak jauh. Akhirnya, STRIDE bermaksud untuk mengintegrasikan dua program untuk mengembangkan UGV Kawbra tempur khusus.
STRIDE mengatakan UGV bertenaga motor listrik ini memiliki daya tahan empat jam, dan mampu membawa muatan hingga 400 kg. UGV dilengkapi dengan sensor inframerah dan GPS, memiliki kamera di semua sudut, dan dapat mencapai kecepatan tertinggi 50 km/jam. Kendaraan Ini memiliki panjang 2,5 m dan berat kendali 400 kg.
Unmaned Ground Vehicle (UGV) dimaksud merupakan kendaraan tempur tanpa awak atau nirawak yang dilengkapi persenjataan dan dikendalikan secara otomatis menggunakan program tertentu atau dikendalikan jarak jauh oleh personil yang berada di lokasi atau kendaraan lain.
Konsep UGV ini digunakan untuk :
1 Support pasukan dalam opersi khusus yang membutuhkan adanya UGV untuk meminimalkan resiko pada pasukan.
2 Mempermudah pasukan dalam membawa perlengkapan logistik dan/atau perbekalan tempur.
3 Dapat digunakan sebagai Banteng pertahanan wilayah.
4 Pengintaian (survellance).
Unmaned Ground Vehicle (UGV)) dapat berupa drone kendaraan roda ban, kendaraan roda rantai dan lain sebagainya
Diposkan Penerangan Poltekad"ROBOT TEMPUR RODA RANTAI" ini merupakan hasil karya Kolonel Arh Dr. Ir. Nurrachman SM, M.T. yang menjabat sebagai Kepala Kelompok Dosen (Kapokdos) Poltekad Kodiklatad.
Dalam ajang lomba Karya Cipta Teknologi Tingkat Mabes TNI Tahun 2021,
UCGV Uran 9Tank robot Rusia Uran-9. [Foto/ukdefencejournal]
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan Angkatan Darat negara itu akan membentuk unit pertama yang dipersenjatai dengan robot penyerang.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memeriksa pemenuhan rencana pengadaan pertahanan di Perusahaan Produksi dan Teknologi ke-766 di Nakhabino di luar Moskow yang mengembangkan dan memproduksi kendaraan robotik dengan berbagai tujuan.
"Seperti yang dilaporkan Kepala Staf Utama Angkatan Darat Vasily Tonkoshurov kepada menteri pertahanan, unit pertama dengan robot penyerang akan dibentuk di Angkatan Bersenjata Rusia untuk mengoperasikan lima sistem robotik Uran-9 atau 20 kendaraan tempur," kata kementerian itu seperti dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, Minggu (11/4/2021).
Kementerian itu mengatakan untuk tujuan menguraikan metode dan bentuk mempekerjakan regu dengan sistem robotik, sebuah unit eksperimental sedang didirikan di lokasi salah satu pusat penelitian ilmiah Kementerian Pertahanan.
"Pusat ini selanjutnya akan melatih personel yang akan mengoperasikan kendaraan robotik Uran-9 di unit operasional militer," tambah kementerian itu.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kendaraan robotik Uran-9 sebelumnya hanya digunakan sebagai sistem terpisah.
Robot tempur Uran-9 diproduksi oleh Perusahaan Produksi dan Teknologi ke-766. Senjata ini dipersenjatai dengan meriam otomatis 30mm, rudal anti-tank Ataka dan penyembur api Shmel. (ian) ♖Sindonews
Produksi PT Ansa Solusitama Indonesia Prototipe Ranpur Robotik UGCV (Unmanned Ground Combat Vehicle) karya PT Ansa Solusitama Indonesia ★
Unmanned Ground Combat Vehicle (UGCV) adalah kendaraan darat tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang secara khusus untuk misi pengintaian, pengawasan dan akuisisi target guna meningkatkan keamanan personel.
Mengutip Kemhan, UGCV adalah terobosan teknologi sistem robotik yang berada di garis depan untuk menjaga prajurit pada jarak yang aman dari tembakan musuh secara efektif.
Disamping itu juga UGCV ini dapat dilengkapi dengan sistem senjata sesuai kebutuhan.
Dengan berkerjasama dengan PT. Ansa Solusitama Indonesia untuk membangun platfrom sistem persenjataan sentry gun pada ranpur robotik nasional.
Berikut video ujicoba tahap II sentry Gun UGCV :
Uji litbang sistem persenjataan Sentry Gun (UGCV) Tahap II TA 2020
Uji alat angkut UGCV, program kerjasama penelitian PT Ansa Solusitama Indonesia dan Balitbang Kemhan RI tahun 2020
Have already been sold in the Netherlands, Norway, Germany, Indonesia, the UK and the United States.The system by FN Herstal and Milrem Robotics has already been deployed with positive results at the largest Estonian military exercise Spring Storm 2017. (Business Wire) ★
Milrem Robotics will deliver two unmanned ground vehicles to the Defense Science and Technology Laboratory (DSTL) of the United Kingdom.
DSTL whose purpose is to maximise the impact of science and technology for the defence and security of the UK, is procuring the unmanned vehicles to explore the capabilities and limitations of these autonomous systems in areas such as mobility, vulnerabilities and safety.
In cooperation with QinetiQ, Milrem Robotics is participating in two UK’s large-scale robotic programs – JTARR (Joint Tactical Autonomous Resupply and Replenishment) and RPV (Robotic Platoon Vehicle), both worth over £ 50 million per program.
“The United Kingdom has a clear view on the importance of robotics on the battlefield and its impact on defence capabilities. This is illustrated by the two large-scale robotics programs in which Milrem Robotics is currently participating in the UK,” said Kuldar Väärsi, CEO of Milrem Robotics.
Milrem Robotics THeMIS unmanned vehicles have already been sold in the Netherlands, Norway, Germany, Indonesia, the UK and the United States.