Tampilkan postingan dengan label Kopassus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopassus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Januari 2026

Panglima Kopassus Beri Penghargaan 'Sangkur Perak' ke 8 Prajurit Berprestasi

(dispen Kopassus)

Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menganugerahkan Sangkur Perak kepada delapan prajurit berprestasi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan keteladanan para prajurit yang dinilai telah bekerja lebih.

Dalam upacara penganugerahan tersebut, perwakilan penerima penghargaan yang hadir secara langsung adalah Serma Wardoyo dan Serma Edi Sutono. Selain kedua prajurit tersebut, penghargaan juga diberikan kepada enam prajurit lainnya yang saat ini sedang menjalankan kewajiban di daerah penugasan.

Dalam amanatnya, Djon menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para prajurit. Dia menilai para prajurit telah menorehkan prestasi gemilang dan bisa menjadi motivasi seluruh jajaran.

"Teruslah berbuat yang terbaik, tulus, dan ikhlas pada setiap penugasan," ujar Djon Afriandi kepada seluruh peserta upacara, Rabu (14/1/2026).

Salah satu sorotan utama dalam penganugerahan ini adalah kisah keberanian Serma Edi Sutono. Penghargaan Pisau Komando Perak diberikan atas aksi heroik yang dilakukannya saat pelaksanaan Latma DOLPHINE XVI-2024, dalam penerjunan freefall dari ketinggian 10 ribu kaki.

Insiden bermula ketika Serma Edi Sutono melakukan penerjunan tandem bersama rekannya, Sgt. Sabado (anggota Socom Filipina). Pada ketinggian 5.000 hingga 4.500 kaki, Serma Edi masih mendampingi rekannya dengan posisi stabil. Namun situasi berubah jadi kritis ketika memasuki ketinggian 3.000 kaki. Serma Edi menyadari bahwa Sgt. Sabado tidak sadarkan diri (blackout) di udara.

Tanpa memedulikan keselamatan dirinya sendiri, Serma Edi Sutono melakukan pengejaran di udara (mid-air chase) untuk mendekati rekannya. Dengan kecepatan tinggi dan waktu yang sangat sempit, ia berhasil menjangkau dan menarik payung utama Sgt. Sabado hingga mengembang sempurna.

Akan tetapi, aksi penyelamatan tersebut membuat Serma Edi kehilangan ketinggian aman. Saat ia berupaya mengembangkan payung utamanya sendiri, payung tersebut tidak mengembang sempurna.

Upaya darurat dengan menarik payung cadangan pun mengalami kendala serupa. Akibatnya, Serma Edi mendarat keras menabrak pohon sebelum akhirnya jatuh ke tanah.

Pengorbanan dan keberanian mengambil risiko fatal demi menyelamatkan nyawa rekan inilah yang membuat Serma Edi Sutono dinilai layak menerima penghargaan tertinggi berupa Sangkur Perak.

Selain itu, mereka yang mendapat Sangkur Perak adalah para prajurit yang berhasil dalam beberapa penugasan di wilayah Papua.

Penganugerahan Sangkur Perak ini menjadi simbol kehormatan bagi prajurit Korps Baret Merah yang telah menunjukkan loyalitas dan kinerja luar biasa dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara. (azh/dhn)

  💂 
detik  

Sabtu, 03 Januari 2026

115 Personel Satgas Rajawali dan Koops Habema Dapat KPLB

  Rebut Markas OPM di 3 Lokasi 115 Personel Satgas Rajawali dan Koops Habema Terima KPLB

Sebanyak 115 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi (Koops) Habema menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas keberhasilan mereka menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tiga lokasi berbeda dalam rangkaian operasi militer sepanjang Oktober hingga November 2025.

Pemberian KPLB dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan disaksikan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di markas Koops Habema, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/1/2026) kemarin.

Para prajurit penerima KPLB berasal dari pasukan tempur lintas matra, meliputi Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), serta Korps Marinir TNI AL dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Mereka mengikuti upacara dengan mengenakan baret kebanggaan satuan masing-masing.

Prosesi penanggalan pangkat lama dan penyematan pangkat baru dipimpin Panglima TNI, kemudian dilanjutkan pemberian ucapan selamat oleh Menhan RI, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi, serta Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto.

KPLB diberikan kepada prajurit yang terlibat langsung dalam sejumlah operasi penting, di antaranya Operasi Kinetik 5 Oktober 2025 di Kampung Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Dalam operasi tersebut, Satgas Rajawali III berhasil menguasai markas kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya serta menetralkan tokoh kunci OPM, Mayu Waliya, yang menjabat Komandan Operasi Kodap XII.

Selanjutnya, pada Operasi Badai 15 Oktober 2025, Satgas Rajawali II dan III merebut markas kelompok bersenjata Kodap VIII Soanggama pimpinan Undius Kogoya di Kampung Soanggama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Operasi tersebut menewaskan 14 anggota OPM.

Operasi berlanjut melalui Operasi Badai Kasuari 9 November 2025, saat personel Yonif 10 Marinir, Denjaka, serta unsur pendukung lainnya menyergap markas OPM di wilayah Sungai Wariager, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam amanatnya menegaskan pemerintah tidak akan ragu memberikan penghargaan kepada prajurit yang menjalankan tugas dengan risiko tinggi.

Ada kebahagiaan tersendiri bagi seorang komandan ketika dapat memberikan penghargaan kepada prajuritnya. Negara tidak akan mengabaikan mereka yang berkeringat dan rela berkorban demi bangsa dan negara,” ujar Sjafrie.

Ia menambahkan, penghargaan akan terus diberikan kepada prajurit yang menunjukkan prestasi, integritas, serta pengabdian luar biasa.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan Kenaikan Pangkat Luar Biasa merupakan bukti nyata kehadiran negara bagi prajurit yang mengabdikan diri melampaui tugas dan tanggung jawabnya.

KPLB adalah penghargaan negara kepada prajurit TNI yang menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegas Panglima TNI.

Pemberian KPLB ini diharapkan dapat meningkatkan moril, semangat juang, dan profesionalisme prajurit TNI, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ron)

  💂 
Fajar Papua  

Jumat, 29 Agustus 2025

Indonesia Siap Bangun Industri Alutsista

Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Letjen TNI Djon Afriandi, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas industri pertahanan milik PT Len Industri (Persero). (dok Len Industri)

Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Letjen TNI Djon Afriandi, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas industri pertahanan milik PT Len Industri (Persero). Kedatangan perwira tinggi TNI ini disambut langsung oleh Direktur Bisnis PT Len Industri, Irwan Ibrahim, beserta jajaran direksi.

Agenda kunjungan berfokus pada eksplorasi teknologi pertahanan terbaru, termasuk sistem terintegrasi C5ISR (Command, Control, Communications, Computers, Combat, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance).

Rombongan juga meninjau fasilitas produksi perangkat pertahanan strategis seperti Night Vision Goggles (NVG) Generasi-4, Thermal Imaging, dan Laser Point, yang menjadi kebanggaan industri pertahanan nasional.

Letjen TNI Djon Afriandi mengapresiasi terhadap kemampuan PT Len Industri yang telah mampu memproduksi teknologi mutakhir tersebut di dalam negeri.

"Penguasaan teknologi yang andal merupakan elemen krusial dalam mendukung keberhasilan operasi militer. Bagi Kopassus, hal ini adalah keharusan agar selalu bisa bergerak cepat dengan akurasi tinggi," tegas Letjen TNI Djon Afriandi, dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Agustus 2025.

Menurut dia, keberadaan produk-produk seperti NVG Gen-4, Thermal, dan Laser Point akan sangat mendukung efektivitas operasi pasukan khusus TNI, terutama dalam menghadapi dinamika medan tempur modern yang membutuhkan kecepatan, presisi, serta kesiapan tinggi.

  Bangun kemandirian alutsista 
PT Len Industri juga menyediakan keberadaan service center untuk memudahkan perbaikan dan pemeliharaan perangkat, sehingga kesiapan operasional selalu terjamin.

Sementara itu, PT Len Industri menegaskan komitmennya untuk menyediakan solusi pertahanan yang andal sesuai kebutuhan TNI.

"Kami siap menghadirkan berbagai produk unggulan yang dirancang untuk mendukung operasi pasukan khusus, mulai dari sistem komunikasi, perangkat kendali, hingga teknologi elektronik militer generasi terbaru," ujar Irwan Ibrahim.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan industri pertahanan dalam negeri. Kehadiran produk berteknologi tinggi buatan anak bangsa menegaskan Indonesia semakin siap membangun kemandirian alutsista dan memperkuat ketahanan nasional di era modern.

  💥 
Metro TV News  

Minggu, 10 Agustus 2025

Panglima TNI Lebur Kopassus Jadi 6 Grup

  Daftar komandannya naik pangkat jadi Brigjen Validasi Kopassus (@zay.716)

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, melebur grup di Korps Baret Merah Kopassus menjadi 6 grup.

Agus juga merombak posisi komandan grup di Kopassus juga menjadi 6 dengan pangkat brigadir jenderal (Brigjen).

Penunjukan itu tertuang dalam TR Nomor Kep/1033/VIII/2025 yang ditetapkan pada 6 Agustus 2025.

Satuan elit TNI AD ini akan dipimpin panglima atau pati bintang tiga, bukan lagi komandan jenderal (danjen) atau perwira tinggi (pati) bintang dua, namun oleh Panglima Kopassus (Pangkopassus) yang dijabat oleh Letjen TNI Djon Afriandi.

Markas utama Kopassus (Mako Kopassus) tetap akan berada di Jakarta Bersama markas Sat 81 AT dan Sat Sandha Kopassus. Sedangkan Pusdiklatpassus Kopassus tetap di Batujajar, Bandung.

  Berikut 6 Dangrup Kopassus: 
● Dangrup 1 kini dijabat Kolonel Inf Raden Nashrul Fathurrohman. Sebelumnya, ia merupakan Danrindam III/Siliwangi.

● Dangrup 2 dijabat Kolonel Inf Edwin Apria Candra. Edwin sebelumnya menjabat Koorsmin Kasum TNI.

● Dangrup 3 dijabat Kolonel Inf Bram Pramudia. Sebelumnya, Bram menjabat Paban V/Pam Sintel TNI.

● Dangrup 4 Kopassus kini diemban Kolonel Inf Suharma Zunam. Sebelumnya ia menjabat Paban III/Binteman Spersad.

● Dangrup 5 dijabat Kolonel Inf Josep Dat Dariyamanta. Josep sebelumnya menjabat Paban V/Kermalat Asean Slatad.

● Dangrup 6 akan dijabat Kolonel Inf Richard Arnold Y. Sebelumnya ia menjabat Asintel Kasdam XVII/Cendrawasih.

  💂 
Okezone  

Jumat, 07 Februari 2025

Kisah Intelijen Kopassus 100 Prajurit Berambut Gondrong Bergerak di Pedalaman Timor Timur

Satgas Intelijen Kopassus dipimpin Mayor TNI Yunus Yosfiah yang beranggotakan 100 personel berambut gondrong diturunkan di pedalaman Timor-Timur awal 1975. (Foto/Ist)

SATGAS Intelijen Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dipimpin Mayor TNI Yunus Yosfiah yang beranggotakan 100 personel diturunkan di wilayah pedalaman Timor-Timur (Timtim) pada awal 1975 silam.

Satgas ini dibagi menjadi tiga tim yang diberi sandi nama perempuan yakni, Susi, Tuti dan Umi. Setiap tim beranggotakan 100 personel sebagai bagian dari tim Operasi Flamboyan.

Tim Susi dipimpin Mayor Infanteri Yunus Yosfiah dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sunarto.

Sedangkan Tim Tuti dipimpin Mayor Infanteri Tarub dengan wakilnya Kapten Infanteri Agus Salim Lubis.

Sementara Tim Umi dipimpin Mayor Infanteri Sofian Effendi dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sutiyoso.

Satgas Intelijen Kopassus ini merupakan pasukan intelijen tempur dalam Operasi Flamboyan.

Ketiga tim tersebut disusupkan dengan penyamaran. Setiap personel memiliki ciri khas berambut gondrong, berpakaian sipil, kemeja dan celana jeans. Dilengkapi dengan topi dan selendang khas Timor Portugis.

Di kemudian hari, ketiga tim ini dikenal dengan sebutan The Blue Jeans Soldiers yang melegenda.

Letjen TNI (Purn) Sutiyoso mengabadikan perjuangannya dalam tugas di medan operasi Timor Timur dalam buku “Sutiyoso The Field General, Totalitas Prajurit Para Komando”.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengisahkan ketika menjalankan tugas rahasia ke perbatasan Timor Portugis atau Timor-Timur (Timtim) yang saat ini disebut Timor Leste.

Sutiyoso yang saat itu berpangkat Kapten dipanggil Ketua G-1/Intelijen Hankam Mayjen TNI LB Moerdani untuk menjalankan tugas penting ke Timor Timur.

Dia ditugasi oleh LB Moerdani untuk memantau perkembangan situasi politik dan keamanan daerah tersebut yang semakin genting. Sutiyoso ditugaskan secara klandestin atau rahasia pra Operasi Sandiyudha terbatas yang kemudian dikenal dengan sandi Operasi Flamboyan.

 Nama Samaran
Semua anggota Satgas diberi nama samaran. Sebagai Kasi Intel Satgas, Sutiyoso memilih nama Manix. Nama tersebut terinspirasi dari film mata-mata. Hingga akhirnya Sutiyoso dikenal dengan panggilan Kapten Manix.

Tepat pada 27 Agustus 1975 Tim Umi yang dipimpin Mayor Infanteri Sofian Effendi dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sutiyoso kemudian diterbangkan ke Kupang untuk selanjutnya ke Atambua, kota terdekat Indonesia ke Timor Portugis.

Setibanya di Atambua, upaya penyusupan yang rencananya dilakukan melalui Kefamenanu untuk menguasai Ambeno dibatalkan.

Hingga akhirnya Tim Umi diperintahkan melanjutkan perjalanan ke Motaain sebuah desa pantai di wilayah RI yang hanya berjarak 3 Km sebelah barat Kota Batugede, wilayah Timor Portugis.

Dalam situasi yang tidak memungkinkan, akhirnya Tim Umi diperintahkan untuk menyusup jauh ke daerah pedalaman pegunungan di selatan Viquque.

Saya dan pasukan mungkin tidak dapat kembali setelah melakukan penyerangan Viquque yang terletak jauh dari basis. Tapi sebagai seorang prajurit, kita selalu siap melaksanakan tugas itu sebaik-baiknya apapun risikonya,” kenang Sutiyoso.

Karena keterbatasan pasukan, Tim Umi saat di Kotabot kemudian dibagi dua, Tim Umi di bawah Mayor Inf Sofian Effendi menyusup ke Tilomar.

Sedangkan Tim Umi dipimpin Sutiyoso menyusup ke Suai. Inilah penyusupan terjauh saat Operasi Flamboyan.

Menjelang tengah malam, ketika mendekati Suai, pasukan kemudian dibagi dua mengingat ada dua sasaran yang menjadi target yakni markas polisi dan markas tentara.

Sutiyoso menyasar markas tentara. Sedangkan, pasukan kecil dipimpin Letnan Bambang bergerak menuju markas polisi.

Tepat pukul 01.00 waktu setempat, Sutiyoso memberi isyarat dengan melepas tembakan. Kedua tim kemudian secara serentak melakukan penyerangan ke markas polisi dan tentara.

Terjadi perlawanan sengit. Setelah pertempuran selama 20 menit, Sutiyoso melepas tembakan sebagai isyarat untuk mundur sesuai strategi hit and run.

Saat itu, Sutiyoso mendapat laporan Sersan Parman yang bertugas sebagai penembak roket launcher tertembak di kakinya. Begitu pula pembantunya Sarwono tertembak sehingga satu jari tangannya putus. Termasuk empat anggota lainnya yang tertembak.

Praktis upaya pergerakan Tim Umi yang dipimpin Sutiyoso untuk kembali ke Kotabot terhambat karena harus bertempur dan membopong empat anggotanya yang tertembak.

Di tengah kejaran pasukan musuh, pertempuran sengit terus terjadi. Sutiyoso dengan tiga anggota kemudian membopong mereka yang terluka sambil memanggul senjata.

Bahkan, anggota yang dipapah Sutiyoso meminta supaya dia ditinggal dan dibekali granat. Tapi Sutiyoso tidak tega.

Mereka terus bergerak. Sutiyoso bersama timnya belum makan. Rasa lapar dan haus mulai menyerang. Hingga di suatu tempat yang cukup aman, Sutiyoso kemudian membuka radio dan meminta dikirim bantuan helikopter.

Namun karena terbang terlalu tinggi sehingga isyarat kepulan asap yang dibuat Sutiyoso tidak terlihat. Tapi Sutiyoso tidak mau menyerah, Kolonel Dading kembali dihubungi untuk mengirim helikopter lagi.

Namun lagi-lagi helikopter tidak dapat melihat titik kepul asap yang dibuat pasukan Sutiyoso.

Akhirnya, Sutiyoso menembakkan pistol dengan tembakan isyarat warna hijau. Meski upaya tersebut berhasil. Namun hal itu juga membuat pasukan Fretilin mengetahui keberadaan pasukan Sutiyoso.

Di tengah serangan pasukan Fretilin, Sutiyoso meletakkan senjata dan ransel untuk membopong anggotanya yang terluka naik ke helikopter. Setelah berjuang keras, keempat anggota yang tertembak berhasil dievakuasi menggunakan helikopter.

Sutiyoso dan pasukannya kembali bergerak mencari jalan menuju perbatasan. Namun karena Fretilin sudah menyebar di mana-mana sehingga perjalanan yang semula direncanakan selama 10 hari harus ditempuh dalam waktu 15 hari.

Selama 5 hari Sutiyoso dan personel Tim Umi yang tersisa sudah kehabisan logistik. Ditambah lagi makanan tidak ada, begitu juga air minum. Di tengah keletihan, rasa lapar dan haus yang luar biasa itu, Sutiyoso tidak mau mengendorkan kewaspadaan.

Dalam upaya melepaskan diri dari kejaran Fretilin, Sutiyoso juga melarang anggotanya untuk melepaskan tembakan kecuali sangat diperlukan untuk mempertahankan diri karena peluru mereka masing-masing tinggal 20 butir dari semula 250 butir.

Sutiyoso bersama pasukannya bergerak menyusuri jalur pantai mengingat beberapa jalur telah di sekat oleh Fretilin. Satu per satu pasukannya bergerak pada malam hari.

Akhirnya mereka selamat sampai di perbatasan dan masuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Semua anggota pasukan selamat meski kondisinya terlihat amat kurus tak terkecuali Sutiyoso karena selama lima hari tidak makan. (shf)

  💥 sindonews  

Sabtu, 03 Agustus 2024

Kopassus Latihan Bersama Pasukan Khusus Thailand

  Latma Tiger-XXVKopassus dan Pasukan Khusus Thailand, Royal Thai Army Special Warfare Command berkolaborasi mengasah keterampilan dalam Latma Tiger-XXV. (Penkopassus)

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Pasukan Khusus Thailand, Royal Thai Army Special Warfare Command berkolaborasi mengasah keterampilan dalam Latma Tiger-XXV.

Dilansir dari keterangan Penkopassus, Jumat, (2/8) Latma Tiger-XXV/TA 2024 antara Komando Kopassus TNI AD dan Royal Thai Army Special Warfare Command telah sukses digelar di Markas Komando Pasukan Khusus (Makopassus) Cijantung pada 16-30 Juli 2024.

Selama dua pekan, prajurit elit kedua negara berlatih berbagai skenario operasi khusus, seperti infiltrasi, penyergapan, dan urban warfare. Latihan ini bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan operasional kedua pasukan,” tulis keterangan Penkopassus.

Latma Tiger merupakan latihan yang telah rutin dilaksanakan setiap tahunnya antara Kopassus dan RTASF. Di tahun 2023 lalu, Latma ini digelar di Markas 5th Regiment RTA Special Forces (RTASF).

Pada saat itu, para komandan latihan berharap para prajurit memanfaatkan latihan bersama ini untuk meningkatkan pengetahuan dan bertukar pengalaman yang dapat menambah bekal dalam penugasan di medan operasi khususnya dalam bidang taktik dan tehnik pertempuran secara perorangan maupun kelompok.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan hubungan baik antara Kopassus TNI AD dengan RTASF serta kerjasama antara kedua negara Indonesia dan Thailand. (rr)

  💂 IDM  

Kamis, 25 April 2024

Prajurit Kopassus dan Kopasgat Berlatih dengan Kopaska

 Dankodikopsla Kodiklatal Buka Kursus Peperangan Laut Khusus 
https://peloporwiratama.co.id/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240424-WA0065.jpg(TNI) 💥

S
elama tiga bulan Pasukan Khusus Sat-81 Gultor Kopassus dan Sat Bravo -90 Kopasgat akan menjalani latihan di Sekolah Komando Pasukan Katak (Sekopaska) Pusdiksus Kodikopsla Kodiklatal. Program Pendidikan Kursus Peperangan Laut Khusus TA. 2024 secara resmi di buka oleh Komandan Kodikopsla (Dankodikopsla) Kodiklatal Laksma TNI Muhammad Iwan Kusumah, bertempat di Lapangan Dewa Ruci Kodikopsla Kodiklatal Surabaya. Rabu (24/04/2024).

Dankodikopsla dalam amanatnya menyampaikan bahwa, adapun pendidikan yang dibuka pada hari ini, pada hakikatnya merupakan pendidikan integrasi bagi pasukan khusus TNI yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki kualifikasi dalam peperangan laut khusus serta nantinya mampu mendukung operasi-operasi TNI baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Selama mengikuti pendidikan ini, para siswa akan dibekali berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan tentang renang laut, penyelaman, teknis dan taktis peperangan laut khusus sehingga nantinya dapat dijadikan bekal dalam penugasan di daerah operasi”, jelas Laksma Muhammad Iwan Kusumah.

Kepada Komandan Pusdiksus khususnya Komandan Sekopaska beserta staf, Instruktur dan Bingsis, Dankodikopsla mengucapkan selamat bekerja, laksanakan program pendidikan ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Perhatikan rambu-rambu dalam operasional pendidikan dengan tetap mengutamakan keselamatan para siswa hingga pendidikan ini selesai.

Dan kepada para siswa, Laksma Iwan mengucapkan selamat belajar dan berlatih. pesan saya, jangan lupa untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dan kembangkan kemampuan kalian untuk berkompetisi secara sehat dan positif serta pupuk rasa persaudaraan diantara para siswa, wujudkan kekompakan dan saling membantu selama mengikuti program pendidikan ini hingga selesai.

 
💂 Pelopor Wiratama  

Sabtu, 09 September 2023

Pasukan Khusus 4 Negara Berhasil Ambil Alih Bandara Banyuwangi dari Musuh

 Super Garuda Shield 2023. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiSBi9Ndc0tYp2psysLTUimliwxtvUl_LaHbneUeJPjlXKxLGKH-pLScjKSCcdT8MIdhAh_uFkQSqFhy0j6A1lLgX8m8H8a94NIkXigEHNdGMHsc41E8-06sOwzgD3WD4W5RL76ymMhzYBsdUuCTUdA5C2otK2wEXbz0TcXRv5mThrHnOWLvRVn9ICGmXJ/s626/Garuda-pancasila-flying-logo_518337-9.pngPasukan khusus dari 4 negara merebut Bandar Banyuwangi (Ist)

P
ersonel militer gabungan empat negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat (United States Special Force), Australia (Special Air Service Regiment, dan Jepang (Special Forces Group) melumpuhkan kawanan musuh di di Bandara Udara Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (9/9).

Sejak dini hari para pasukan khusus ini diterjunkan menggunakan pesawat milik TNI AU, C-130 Hercules dan pesawat milik AU Amerika Serikat, C-130J Super Hercules.

Para prajurit tersebut terdiri dari 6 orang Detaesemen Khusus 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), 4 orang Denmatra 2 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), 4 orang SASR Australia, 4 dari Jepang, 11 dari Special Force Amerika dari Grup 1.

Setibanya usai mengudara, para prajurit tersebut langsung terpencar terbagi dalam beberapa kelompok.

Namun, tujuan utamanya satu, yakni mengambil alih menara Air Traffic Controller (ATC) yang sudah dikuasai musuh. Para pasukan pun berjalan perlahan mendekat ke arah menara dengan tenang.

Tak berselang lama, aksi tembak-menembak jarak dekat terjadi, para prajurit berhasil menembak kawanan musuh yang berjaga di halaman depan menara ATC.

Usai memastikan musuh tak berdaya, para pasukan yang tergabung dalam latihan puncak Super Garuda Shield 2023 menyelinap masuk secara cepat ke lantai atas dan berhasil melumpuhkan musuh, misi perebutan objek vital bandara pun berhasil.

Tak lupa, para pasukan khusus juga melakukan operasi Hi-rain/Ci-rain untuk menguasai landasan pacu. Operasi ini dikenal dengan nama Austere Airfield Operation.

https://pbs.twimg.com/media/F5leV3-bYAAvULW?format=jpg&name=largeSetelah semua steril, pasukan khusus menginformasikan kepada markas untuk mengirimkan pasukan lain dari radio di atas menara.

Tak lama kemudian, pesawat C-130 Hercules membawa Howitzer Caesar milik TNI AD, lalu C-130J Super Hercules membawa roket peluncur HI-Mars milik AS.

Titik-titik (rawannya) banyak, di ujung-ujung landasan itu critical, dan paling critical adalah tower. Jadi harus kita rebut supaya bisa mengoperasikan,” kata Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama (Marsma) TNI Wastum yang mewakili Panglima Komando Operasi Udara II di lokasi, Sabtu (9/9).

Bila dihitung secara total, operasi perebutan kembali bandara dari musuh berlangsung kurang lebih 50 menit.

"50 menit kami gunakan itu adalah batasan untuk kami menguasai bandara, bahasa sananya kami sendiri adalah untuk melaksanakan pengoperasian bandara, kami rebut," jelas dia.

Terakhir, Wastum menyebut latihan gabungan ini bisa menjadi ajang sharing dalam menjalankan operasi pembebasan kawasan lintas negara.

"Saya pikir itu cukup bagus untuk kita semua, sehingga bisa meningkatkan kapabilitas kita dalam pertempuran," jelasnya lagi.

"Kita sharing dengan rekan-rekan dalam satu kawasan, kita tahu dalam kemampuan kita, karena kalau kita lihat kemampuan kita sendiri kadang-kadang kita tidak tahu, bagai katak dalam tempurung," tandas Wastum.

  ★ RMOL  

Selasa, 14 Maret 2023

Latihan Penanggulangan Terorisme Malindo Darsasa 11AB/2023 Resmi Dibuka

Di Pahang, MalaysiaPasukan khusus Indonesia dan Malaysia (twitter Jatosint) 🗡

Asisten Ketua Staf (AKS J3) Mejar Jeneral Dato’ Nur Hafiz bin Abdul Karim didampingi oleh Asops Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Agus Suhardi, secara resmi membuka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malindo Darsasa-11AB/2023 yang diikuti sebanyak 610 personel (149 personel TNI dan 461 personel ATM), bertempat di Kem PKLN Semarak, Pahang, Malaysia, Senin (13/3/2023).

Dalam sambutannya AKS J3 Mejar Jeneral Dato’ Nur Hafiz bin Abdul Karim mengatakan bahwa, Latgabma Malindo memiliki sasaran objektif untuk mewujudkan dan meningkatkan kemampuan serta interoperability dalam melaksanakan operasi bersama penanggulangan terorisme dan berusaha untuk mengaplikasikan serta memantapkan pemahaman prosedur keselamatan pasukan kedua negara.

Saya percaya melalui Latgabma ini, kedua pihak akan dapat berbagi ilmu pengetahuan, kemampuan serta pertukaran informasi di antara Angkatan Tentera Malaysia (ATM) dan TNI”, ungkap Mejar Jeneral Dato’ Nur Hafiz.

Dalam kesempatan tersebut Asops Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Agus Suhardi menyampaikan bahwa, secara geografis dan demografis Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan persaudaraan yang sangat erat, maka perlu adanya sebuah mekanisme kerjasama yang solid antara ATM dan TNI.

Kita bersama harus mampu membangun sebuah jaringan (network) yang terstruktur dengan baik di bidang operasi gabungan bersama khususnya dalam operasi Counter Terorisme (CT)”, Kata Mayjen TNI Agus.

Lebih lanjut dikatakan oleh Mayor Jenderal TNI Agus Suhardi bahwa, penyelenggaraan latihan kali ini berfokus pada operasi gabungan bersama pemberantasan terorisme.

Kita akan saling berbagi dan mengambil pelajaran berharga dari berbagai macam latihan yang telah dilaksanakan, sehingga apabila suatu ketika, pada keadaan sebenarnya, kita dituntut untuk terjun menghadapi tantangan yang timbul, TNI dan ATM siap bekerja sama sesuai dengan protap Malindo yang telah disepakati”, tutup Asops Panglima TNI.

  💂 Indonesia Daily  

Kamis, 09 Februari 2023

Danjen Kopassus Tinjau Produk Hankam Terbaru Pindad

Rantis Maung V3 produksi Pindad [Pindad]

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose didampingi Wakil Direktur Utama Sigit P. Santosa, Direktur Produksi Budhiarto, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM Kemal Sudiro, dan Direktur Komersil Atih Nurhayati beserta jajaran pejabat eselon I menerima kunjungan Komandan Jendral (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Iwan beserta rombongan pada Senin, 06 Februari 2023 di Auditorium PT Pindad Bandung. Danjen Kopassus didampingi oleh Danpusdiklatpassus Brigjen TNI Agus Sasmita beserta jajaran petinggi Kopassus.

Tujuan dari kunjungan Kopassus untuk melihat lebih dekat produk Pertahanan dan Keamanan kebanggaan Indonesia yang dapat mendukung dan memenuhi kebutuhan alutsista, khususnya Kopassus sekaligus melihat fasilitas produksi yang dimiliki oleh PT Pindad.

Kegiatan kunjungan diawali oleh penyambutan dan ramah tamah oleh Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose. Beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan dan waktunya untuk mengunjungi PT Pindad kepada jajaran rombongan Kopassus.

Diharapkan dengan adanya kunjungan ini dapat terus memberikan saran dan masukan serta koreksi terhadap produk – produk yang di produksi oleh Pindad agar menjadi lebih baik yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. PT Pindad juga memiliki 2 Core Business yaitu di bidang produk Pertahanan dan Keamanan yang memproduksi Kendaraan Khusus, Senjata, Munisi dan alutsista lainnya serta memproduksi produk – produk Industrial seperti alat berat, alat pertanian dan lainnya.“ Jelas Abraham Mose dalam sambutannya.

Danjen Kopassus, Mayjen TNI Iwan Setiawan menyampaikan apresiasi atas sambutan yang telah diberikan oleh PT Pindad. Beliau juga menyampaikan bahwa kunjungan seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan guna memperat lagi kerja sama antara Kopassus dan PT Pindad.

Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Pindad karena selalu mendukung dan membantu Kopassus dalam operasi – operasi yang dilakukan. Saya juga berharap PT Pindad semakin sukses kedepannya dan menjadi perusahaan yang terdepan di bidang Alutsista.” Jelas Mayjen TNI Iwan Setiawan.

Kegiatan kunjungan dilanjutkan dengan sesi diskusi antara PT Pindad dengan Perwira dari jajaran Kopassus. Kemudian kegiatan diakhiri dengan kunjungan ke fasilitas produksi PT Pindad.

  Pindad  

Kamis, 26 Januari 2023

Danjen Kopassus Tinjau Langsung Produksi Senjata di Abu Dhabi

 Untuk Korps Baret Merah  
https://indonesiadefense.com/wp-content/uploads/2023/01/Mayjen-Iwan-Setiawan-.jpegDanjen Kopassus, Mayjen Iwan Setiawan berangkat ke Abu Dhabi melihat langsung kesiapan produksi dan pengadaan senjata Kopassus. (Penkopassus)

K
omandan Jenderal Korps Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Iwan Setiawan didampingi tim dari Kemhan, TNI AD dan PT Pindad melakukan kunjungan resmi ke Caracal International LLC di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Senin (23/1).

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Commander Inspection ke fasilitas produksi untuk melihat kesiapan produksi dari pengadaan senjata Kopassus yang merupakan hasil kerjasama Caracal International LLC dan perusahaan alutsista kebanggaan bangsa PT Pindad,” kata Iwan dikutip dari keterangan resminya Penkopassus, Rabu, (25/1).

Iwan beserta rombongan diterima langsung oleh CEO Caracal International LLC, Mr Hamad Alameri. Ia pun berharap kerjasama ini akan dapat memacu dan menambah mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional.

Selain itu dengan adanya senjata produksi Caracal Internasional LLC ini dapat meningkatkan kemampuan tempur prajurit kopassus,” kata Iwan. (rr)

  ★ Indonesia Defense  

Jumat, 23 September 2022

Mayjen TNI Iwan Setiawan Tutup Latma Kopassus dan Pasukan Elite GGK Malaysia

Latma Harimau Satya 9https://pict.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2022/09/23/14/893647/mayjen-tni-iwan-setiawan-tutup-latma-kopassus-dan-pasukan-elite-ggk-malaysia-kxm.jpgDanjen Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan menutup Latma Harimau Satya ke-9 antara Kopassus dan pasukan elite GGK Malaysia. [Foto/Pen Kopassus]

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan menghadiri kegiatan Senior officer Visit Programme (SOVP). Dalam kesempatan itu, Danjen Kopassus juga menutup Latma Harimau Satya ke-9 di Teluk Murau, Kem Iskandar Mersing, Johor, Malaysia pada Kamis, 22 September 2022.

Dalam kesempatan itu, Danjen Kopassus didampingi Paban II/Minlat Slatad, Asops Kopassus Kolonel Inf Eko Setyawan, Dangrup 1 Kopassus Letkol Inf Romel Jangga Wardana, dan Katud Slatad Letkol Inf Edy Supriadi.

Kehadiran Danjen Kopassus di tengah tengah prajurit untuk menambah semangat. Selain itu juga untuk meninjau langsung Latihan puncak yang disajikan dengan demonstrasi gabungan antara Kopassus dengan GGK,” bunyi keterangan tertulis dikutip SINDOnews, Jumat (23/9/2022).

Dalam Upacara penutupan Latma Harimau Satya 9 juga dilakukan pertukaran Wing FreeFall dan Brevet Sniper antara peserta latihan dari Kopassus dan GGK yang disematkan langsung oleh Danjen Kopassus dan Ketua Staf GGK Brigadir Jenderal Adi Ridzwan Bin Abdullah sebagai tanda kemahiran yang telah diraih bersama.

Untuk membakar semangat prajuritnya, kegiatan diakhiri dengan teriakan sorak sorai yel-yel Komando dibarengi dengan tangan mengangkat junjung Danjen beserta Ketua Staf di sebagai bukti kecintaan Prajurit kepada pimpinan. (cip)

 ♖
Sindonews  

Minggu, 11 September 2022

Legenda Kopassus Bungkam Tak Mau Bocorkan Rahasia Negara

Dianugerahi medali "Bintang Sakti" pada 1987 Legenda Kopassus Kolonel Inf. Agus Hernoto. [Foto/istimewa]

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan pasukan elite TNI AD yang selalu melahirkan prajurit-prajurit pemberani dan patriotik di medan operasi. Salah satu prajurit yang melegenda karena aksi heroiknya adalah Kolonel Inf. Agus Hernoto.

Sepak terjangnya di palagan pertempuran mampu membuat gentar dan ciut nyali musuh. Keberanian dan sikap teguhnya dalam menjalankan misi operasi, menjadikan Agus Hernoto sebagai legenda Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang sekarang bernama Kopassus.

Tidak hanya itu, keberanian pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 1 Agustus 1930 menyabung nyawa dalam mengemban tugas operasi membuatnya disegani dan dihormati oleh para senior serta komandannya di Korps Baret Merah.

Bahkan, tokoh militer dan intelijen Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin Moerdani atau dikenal dengan sebutan Benny Moerdani rela dikeluarkan dari Kopassus karena membela Agus Hernoto. Saat itu, Komandan RPKAD Kolonel Moeng Parhadimoeljo memindahkan Agus Hernoto ke Staf Umum Angkatan Darat III Bagian Organisasi karena cacat seusai pulang dari operasi.

Dalam buku biografinya berjudul "Kolonel Inf. Agus Hernoto: Legenda Pasukan Komando dari Kopassus Sampai Operasi Khusus” diceritakan, Agus Hernoto yang saat itu berpangkat Letnan Dua (Letda) mendapat tugas untuk memimpin Operasi Banteng I untuk membebaskan Irian Barat sekarang Papua dari cengkeraman Belanda.

Operasi Banteng I merupakan operasi infiltrasi atau penyusupan ke belakang garis musuh melalui udara. Operasi militer ini sebagai tindak lanjut dari Tri Komando Rakyat (Trikora) yang dikumandangkan Presiden Soekarno pada 9 Desember 1961.

Operasi ini terbilang berbahaya dan taruhannya adalah nyawa. Panglima Mandala Mayjen TNI Soeharto yang melepas keberangkatan pasukan di Lapangan Udara Lahat, Amahai, Ambon, menyebut misi ini sebagai one way ticket (misi tanpa ada jaminan bisa selamat kembali pulang).

Aksi berani prajurit Kopassus juga membuat heran Belanda. Mereka tidak menyangka, tentara Indonesia berani melakukan penerjunan di pedalaman hutan rimba Papua yang ganas di pagi buta. Bagi mereka hanya orang-orang gila dan punya nyali nekat yang berani melakukan misi ini.

Selanjutnya, Benny Moerdani melakukan perekrutan dan Agus mengajukan diri untuk ikut dalam operasi tersebut. Agus kemudian terpilih menjadi komandan karena pernah mengikuti pendidikan komando di Amerika Serikat.

Saat Kapten Benny Moerdani bertanya siapa yang mau jadi komandan dan terlibat dalam operasi ini, saya lihat Pa Agus salah satu dari segelintir yang maju. Sementara yang lain hanya saling menatap satu sama lain,” kata Pratu Tambeng Tamto, anak buah Agus Hernoto dikutip SINDOnews Minggu (4/9/2022).

Tepat pukul 03.30 dini hari waktu setempat, tiga pesawat Dakota C-47 dipimpin Mayor Udara Y.E. Nayoan, Komandan Skuadron 2 Transport lepas landas mengangkut pasukan yang akan diterjunkan di daerah Fakfak. Meski sempat mendapat serangan dari pesawat Neptune Belanda, Agus Hernoto dan pasukannya berhasil melakukan penerjunan.

Menjelang pagi, pasukan Agus mendarat di sebelah utara Fakfak. Namun nahas, daerah penerjunan merupakan hutan belantara yang belum terjamah manusia. Akibatnya, tidak sedikit pasukan Agus yang tersangkut di pohon dengan ketinggian 20-30 meter. Tali yang dibawa pasukannya ternyata tidak cukup membantu mereka untuk turun. ”Beberapa prajurit ada yang patah kakinya karena meloncat dari pohon yang tinggi,” ucap Tambeng.

Lebatnya hutan rimba di belantara Papua membuat mereka tidak dapat membedakan siang dan malam. Kondisi medan yang sulit diperparah dengan rusaknya radio komunikasi. Akibatnya, komunikasi Agus dan pasukannya dengan komando pusat di Ambon terputus. Kondisi ini membuat Agus bersama anak buahnya bertahan dengan perbekalan seadanya.

Setelah sebulan bertahan dan melakukan konsolidasi di Kampung Urere, Agus dan pasukannya memutuskan untuk bergerak. Namun baru saja meninggalkan kampung tersebut tiba-tiba tentara Belanda menyerang. Serangan mendadak itu membuat lima anak buahnya gugur.

Pertempuran demi pertempuran melawan tentara Belanda semakin intensif. Satu persatu anak buahnya gugur ditembak musuh. Dua anggotanya kembali gugur saat kontak tembak di dekat Kampung Nemboektep.

  Kehilangan Satu Kaki karena Diamputasi 
Presiden Soeharto menyalami Kolonel Inf. Agus Hernoto. [Foto/istimewa]

Agus dan pasukannya yang terus bergerak menemukan sebuah gubuk. Saat tengah beristirahat, tentara Belanda kembali menyerang Agus secara mendadak. Beberapa anak buah Agus gugur dalam pertempuran tersebut. Karena kekuatan tidak sebanding, Agus bersama pasukannya kembali masuk ke hutan.

Namun demikian, tentara Belanda terus mengejar dan mengepung sisa pasukan yang dipimpin Agus. Nahas, timah panas menembus kaki kiri Agus. Tidak hanya itu, pecahan granat juga menancap di punggung kanannya. Seketika Agus tersungkur.

Beberapa anak buahnya mencoba membopong dan menyelamatkan Agus, komandannya. Di tengah situasi kritis, Agus memaksa anak buahnya untuk meninggalkannya sendiri. Agus tak ingin pergerakan pasukan terhambat karena harus menyelamatkannya.

Beberapa hari kemudian, pasukan Belanda yang melakukan pembersihan daerah pertempuran menemukan Agus bersimbah darah. Agus kemudian dibawa ke Kamp Militer Belanda. Di Kamp tersebut, Agus mengalami penyiksaan yang cukup berat.

Agus diinterogasi agar memberitahu kapan TNI akan menyerang Papua. Bahkan, di tengah interogasi luka tembak di kakinya ditusuk bayonet agar Agus mau membocorkan lokasi pasukannya. Namun Agus bergeming dan memegang prinsip tidak mau membocorkan informasi. “Lebih baik mati daripada membocorkan rahasia negara,” kenang Agus.

Siksaan demi siksaan dialami Agus, hingga membuat kaki kirinya yang hancur karena tertembak peluru yang masih bersarang membusuk hingga muncul belatung. Saat itu, tentara Belanda memutuskan untuk mengamputasi atau memotong kaki kirinya Agus. Tindakan ini membuat Agus kehilangan sebagian kaki kirinya dan cacat selama-lamanya.

Upaya TNI merebut Papua dari tangan Belanda membuahkan hasil. Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia dan menyerahkan wilayah tersebut kepangkuan Ibu Pertiwi. Agus kemudian diterbangkan kembali ke Jakarta untuk menjalani perawatan medis RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Karena jasa-jasanya kepada negara, Presiden ke 2 RI Soeharto menganugerahi Agus sebuah medali "Bintang Sakti" pada 1987. Sebuah penghargaan kepada mereka yang yang menunjukkan keberanian dan ketabahan tekad melampaui dan melebihi panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas operasi militer. (cip)

 💂  sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...