Tampilkan postingan dengan label LEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2026

Kesepakatan Rp 61 Triliun dari Prancis

🛰 Salah satunya bangun pabrik radar📡 (Bakom.ri)

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari memaparkan sejumlah hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang menghasilkan kesepakatan bisnis dan investasi senilai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 61,25 triliun.

Menurut Qodari, kunjungan tersebut sejak awal diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Prancis melalui kerja sama konkret di sektor pertahanan, pendidikan, energi, dan pengembangan mineral kritis.

"Jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari dalam konferensi pers PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Jakarta, seperti dikutip CNNIndonesia.

Ia menjelaskan lawatan itu merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025.

Qodari mengatakan pemerintah sebelumnya telah menetapkan sejumlah target kerja sama yang ingin dicapai selama kunjungan tersebut, termasuk penguatan sektor pertahanan melalui transfer teknologi.

"Yang pertama adalah di bidang ketahanan, karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis. Karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut," ujarnya.

Selain pertahanan, pemerintah juga mendorong penguatan kerja sama pendidikan, khususnya di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

"Jadi tidak sebatas membeli saja, tapi juga melakukan transfer teknologi," kata Qodari. Dari rangkaian pertemuan tersebut, Indonesia dan Prancis menyepakati sejumlah kerja sama strategis.

Berikut rinciannya,

 1.Kadin dan MEDEF Bentuk Dewan Bisnis

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama MEDEF International meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC). Forum tersebut akan menjadi wadah dialog tingkat tinggi antara pelaku usaha kedua negara untuk memperkuat investasi dan perdagangan bilateral. Melalui FI-HLBC, kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada 2035 dari posisi saat ini sebesar US$ 2,6 miliar.

 2.Pertamina Gandeng Schlumberger.

PT Pertamina menandatangani kerja sama dengan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara untuk pengembangan teknologi migas dan energi bersih. Kolaborasi tersebut mencakup penerapan enhanced oil recovery (EOR), pengembangan migas nonkonvensional, digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta program penurunan emisi melalui carbon capture and storage (CCS), efisiensi energi, dan pengembangan panas bumi.

 3.Perluas Kemitraan dengan TotalEnergies.

Pertamina juga memperluas kerja sama dengan perusahaan energi Prancis, TotalEnergies. Kesepakatan tersebut mencakup sektor hulu migas, LNG, perdagangan energi, biofuel, energi terbarukan, hingga pengembangan bisnis rendah karbon. Kedua perusahaan juga akan menjajaki proyek kilang hijau, CCS/CCUS, dan berbagai pengembangan energi masa depan.

 4.Danantara-Thales Bangun Pabrik Radar.

Di sektor pertahanan, Danantara melalui PT Len Industri memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales. Kesepakatan itu mencakup rencana pembangunan pabrik radar "Made in Indonesia", pengembangan tactical data link, sistem komando dan kendali, fasilitas pemeliharaan, serta program pelatihan radar. (DH)
 

  📡
IDN Financials  

Jumat, 29 Mei 2026

Laba Bersih BUMN Industri Pertahanan Melonjak 430 %

 👷 💰  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia519IVCSEIsIIkRG4DQSKhu37pvsZ2BjqCFRCVq4oRsZBaIw3tlbgA6FqsenAwyRhjqn2gZ8YE2-HK-clkTGDhBC51y-dYZuGd3ry37tOGiJtpMx2gPHCc2DzlUUIGqM-ZC_yxLSdmoDlUev5TsxXZATMBPOgQ1khfAHR-jSGOXH5gTuHgdgiYiVjJho/s1026/FB_IMG_1776325613789.jpgIlustrasi kapal produksi PAL (PAL)

DEFEND ID mencetak kinerja gemilang. Holding BUMN industri pertahanan itu, membukukan lonjakan laba bersih konsolidasian sebesar 430,1 persen pada tahun buku 2025 dengan nilai mencapai Rp 913,05 miliar.

Data yang ada menunjukkan pertumbuhan eksponensial dari laba tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 172,24 miliar ini dipicu oleh efisiensi operasional dan optimalisasi proyek strategis nasional.

Direktur Utama Len Industri DEFEND ID Joga Dharma Setiawan menyampaikan hal tersebut dalam keterangan yang dikutip Kamis (28/5/2026).

Capaian performa keuangan tersebut resmi ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun buku 2025 di Bandung, Selasa (26/5/2026). Rapat dihadiri Badan Pengelola (BP) BUMN dan PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham.

Sepanjang 2025, holding yang mengintegrasikan kapabilitas industri matra darat, laut, udara, amunisi, hingga elektronika pertahanan ini mengantongi total nilai kontrak raksasa sebesar Rp 113,85 triliun.

Jumlah tersebut ditopang oleh kontrak bawaan (carry over) senilai Rp 94,78 triliun dan perolehan kontrak baru sebesar Rp 19,07 triliun.

Bagusnya, struktur fundamental perusahaan juga mencatatkan penguatan signifikan. Nilai aset DEFEND ID melonjak 18,3 persen menjadi Rp 66,05 triliun, diiringi pertumbuhan ekuitas sebesar 8,2 persen ke angka Rp 15,23 triliun.

 Tingkat Kesehatan Keuangan Kategori BBB+

Sementara itu, berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kesehatan keuangan holding berada pada kategori BBB+ dengan pendapatan usaha riil menyentuh Rp 20,71 triliun.

Kekuatan manufaktur holding ini didukung penuh oleh 11.022 sumber daya manusia, dengan porsi lebih dari 60 persen ditempatkan khusus di bidang produksi dan teknis (engineering).

Menyikapi tren positif ini, PT Len Industri (Persero) DEFEND ID menegaskan arah baru korporasi melalui cetak biru "Astacita Len Industri".

Fokus tersebut diarahkan pada penguasaan delapan teknologi masa depan, meliputi kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, sistem komando dan kendali (command & control system), radar, perang elektronik, siber, satelit, elektro-optik, hingga sistem otonom (autonomous system).

Joga Dharma Setiawan menyampaikan bahwa capaian perusahaan sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi Len sebagai perusahaan teknologi strategis nasional.

"Kinerja positif yang berhasil dicapai pada tahun 2025 merupakan hasil dari transformasi bisnis, penguatan sinergi ekosistem industri pertahanan, serta komitmen seluruh insan perusahaan dalam mendorong kemandirian teknologi nasional," kata Yoga Dharma Setiawan.

   Emiten News  

Minggu, 24 Mei 2026

Kemampuan Link PT Len Meningkat karena Bisa Terhubung Antarpesawat Tempur TNI AU

 Berkat “Offset” Rafale Link ID dari PT Len (infographic: Len)

Kemampuan PT Len Industri (Persero) dalam hal interoperabilitas meningkat berkat pengadaan 42 unit jet tempur Rafale dari Dassault Aviation, Prancis.

Interoperabilitas merupakan kemampuan berbagai sistem, perangkat, atau aplikasi yang berbeda untuk berkomunikasi, bertukar data, dan menggunakan informasi tersebut dalam militer.

Sebelumnya, kemampuan link dari PT Len hanya difokuskan untuk komunikasi antarkapal perang dan pesawat
surveillance atau patroli.

Setelah ini, interoperabilitas Link ID yang dimiliki PT Len bisa terhubung ke komunikasi antarpesawat tempur TNI Angkatan Udara.

Sepasang Rafale TNI AU (Skuadron 12)

Kemampuan Link ID yang dimiliki Len sebelumnya difokuskan untuk komunikasi antarkapal perang dan pesawat surveillance. Ke depan, kemampuan tersebut akan berkembang hingga mampu mendukung komunikasi data link antarpesawat tempur, sehingga memperkuat integrasi sistem pertahanan udara nasional secara lebih menyeluruh,” tulis siaran pers PT Len, dikutip Rabu (20/5).

Peningkatan kemampuan interoperabilitas ini merupakan bagian dari program training
offset jet tempur Rafale.

Offset
merupakan kewajiban produsen senjata asing, dalam hal ini Dassault Aviation, untuk memberikan kompensasi atau investasi timbal balik seperti alih teknologi, produksi lokal suku cadang, atau pelatihan kepada negara pembeli.

Momentum ini juga menegaskan peran strategis PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding industri pertahanan DEFEND ID dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguasaan teknologi dan penguatan interoperabilitas antarsistem pertahanan,” kata Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan dalam keterangannya..

  ★  
IDM  

Selasa, 19 Mei 2026

Radar GCI Buatan Bandung Perkuat Sistem Pertahanan Udara RI

🛰 LEN Industri📡 Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional. (antara)

Radar Ground Control Intercept (GCI) buatan PT Len Industri Bandung resmi mulai dioperasikan sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan udara nasional Indonesia, Senin (18/5/2026).

Radar ini merupakan unit kedua dari total 13 sistem radar yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat pertahanan udara.

Peresmian dan pengoperasian radar tersebut dilakukan dalam rangka penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis nasional dari Kementerian Pertahanan kepada TNI di Apron Pandawa, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang turut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penambahan alutsista ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya tangkal atau deterrent pertahanan nasional.

"Kita ingin memastikan keamanan wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pertahanan yang kuat adalah syarat utama menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa," ujar Prabowo dalam keterangan resmi di Bandung.

Radar GCI tersebut dirancang untuk memperkuat sistem pengawasan udara nasional melalui kemampuan deteksi dini serta pengendalian intersepsi yang terintegrasi.

Penyerahan sistem radar dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan, yang didampingi Direktur Bisnis & Kerja Sama Irwan Ibrahim.

Joga menyebut pengoperasian Radar GCI menjadi bukti nyata kontribusi industri pertahanan dalam negeri dalam memperkuat sistem pertahanan nasional yang modern dan terintegrasi.

"Radar GCI ini tidak hanya memperkuat kemampuan pengawasan ruang udara nasional, tetapi juga menunjukkan kemampuan industri dalam negeri dalam menguasai teknologi strategis pertahanan. Kami berkomitmen terus mendukung interoperabilitas sistem pertahanan nasional melalui pengembangan teknologi yang andal dan berkelanjutan," kata Joga.

Selain penguatan sistem radar, program modernisasi pertahanan juga mencakup pengadaan pesawat tempur Rafale yang turut meningkatkan kemampuan interoperabilitas komunikasi dan data link melalui program pelatihan dan offset industri pertahanan.

Sebelumnya, teknologi Link ID yang dikembangkan PT Len difokuskan untuk komunikasi antar kapal perang dan pesawat surveillance. Ke depan, teknologi ini akan dikembangkan untuk mendukung komunikasi data link antar pesawat tempur guna memperkuat integrasi sistem pertahanan udara nasional.

Selain Radar GCI dan Rafale, penyerahan alutsista strategis nasional pada hari yang sama juga mencakup sejumlah platform pertahanan modern seperti A400M MRTT, Falcon 8X, Meteor, dan Hammer. Seluruh perangkat tersebut diharapkan memperkuat kesiapan operasional TNI dalam menghadapi dinamika ancaman global di masa mendatang.
 

  📡
Harian Jogja  

Sabtu, 25 April 2026

Inggris-Indonesia Sepakati Kerja Sama Strategis di Bidang Pertahanan Maritim hingga Pendidikan

KRI BPD 322 frigate pertama PAL, hasil kerjasama Babcock (PAL)

Perusahaan pertahanan Inggris, Babcock International Group (Babcock), bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Kamar Dagang Inggris (Britcham), dan para mitra di Indonesia meluncurkan Maritime Partnership Programme (MPP).

Ini merupakan sebuah kesepakatan strategis guna memperdalam kerja sama Inggris–Indonesia di bidang pertahanan maritim, perikanan, kapabilitas industri, serta pengembangan keterampilan.

Chief Executive Babcock, David Lockwood OBE mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis utama bagi Babcock.

"Kemitraan ini akan mewujudkan komitmen tersebut, dan kami menantikan kelanjutan hubungan yang kuat dan berkelanjutan," kata David di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO OBE, mengatakan bahwa Maritime Partnership Programme memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berupa lapangan kerja, peluang, dan pertumbuhan.

Program ini mencerminkan komitmen bersama Inggris dan Indonesia terhadap stabilitas dan kemakmuran di Indo-Pasifik, menjunjung tinggi kebebasan navigasi serta mendukung tatanan internasional berbasis aturan.

"Melalui program ini, kita bersama-sama memperkuat ketahanan maritim, mendukung industri, dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi pemimpin Indonesia berikutnya. Kemitraan ini dibangun atas ambisi bersama danakan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia dan Inggris. Diplomasi, kolaborasi, dan prestasi!" ujarnya.

Ketua Kamar Dagang Inggris di Indonesia, Ian Betts, menyambut baik peluncuran UK–Indonesia Maritime Partnership Programme. Menurutnya program tersebut menjadi tonggak penting dalam memperdalam hubungan ekonomi dan industri antara kedua negara.

Ian menambahkan, Investasi Babcock, termasuk perannya dalam memperkuat kapabilitas fregat Indonesia melalui program Arrowhead 140, menunjukkan kuatnya keahlian maritim Inggris sekaligus komitmen jangka panjang terhadap ambisi maritim Indonesia.

Kemitraan tersebut dinilai melampaui sektor pertahanan, dengan mendorong pengembangan industri lokal, transfer keterampilan, serta pertumbuhan ekosistem maritim yang lebih luas di Indonesia. Hal ini mencerminkan visi bersama untuk infrastruktur maritim yang tangguh, berkelanjutan, dan aman di kawasan Indo-Pasifik.

Peluncuran Maritime Partnership Programme turut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Inggris untuk Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Keir Mather, Chief Executive Babcock David Lockwood OBE, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey CVO OBE, serta perwakilan sektor bisnis, pejabat pemerintah senior, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Babcock diketahui menandatangani empat Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan universitas-universitas terkemuka, mitra industri, dan pemangku kepentingan utama dari program MPP. MoU ini mencakup pengembangan tenaga kerja, pendidikan, beasiswa, serta kapabilitas industri guna mendukung tujuan maritim Indonesia dan implementasi MPP.

Salah satu MoU yang ditandatangani yakni terkait Beasiswa Chevening. Babcock berkomitmen mendanai total 30 beasiswa Chevening Pemerintah Inggris bagi mahasiswa Indonesia, yang akan diberikan secara bertahap selama periode tiga tahun untuk mendukung calon pemimpin masa depan di sektor maritim dan industri.

Selain itu, Babcock juga menyepakati kemitraan dengan enam universitas di Inggris dan Indonesia untuk memperkuat kapasitas pendidikan dan keterampilan maritim yang selaras dengan prioritas MPP, membuka peluang pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Konsorsium ini terdiri dari Newcastle University, University of Strathclyde, University of Edinburgh, University of Glasgow, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Selain itu Babcock dan PT Len Industri juga sepakat berkolaborasi dalam pengembangan teknologi angkatan laut dan maritim, termasuk potensi pemanfaatan fasilitas DEFEND ID.

Kemudian Babcock juga menjajaki kerja sama pembuatan kapal dengan PT Citra Shipyard, pengembangan keterampilan, transfer teknologi, dan rantai pasok.

MoU tersebut juga mencerminkan strategi yang terarah untuk berinvestasi di seluruh spektrum pembangunan maritim Indonesia, serta melanjutkan kesepakatan maritim senilai £4 miliar antara Inggris dan Indonesia yang ditandatangani pada November 2025.

Inisiatif ini juga memperkuat komitmen Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer di London pada 20 Januari 2026.

  📝  Investor Trust  

Kamis, 12 Maret 2026

LEN Pamerkan CMS Mandhala Mk2 & TDL Link ID

 👷 Dengan TKDN yang tinggi PT Len Industri memamerkan teknologi Combat Management System (CMS) Mandhala Mk2 di hadapan Kementerian Pertahanan di Jakarta, Rabu (11/3/2026). (ANTARA/HO PT Len)

PT Len Industri memamerkan teknologi Combat Management System (CMS) Mandhala Mk2, sebuah sistem cerdas yang bertindak sebagai "otak" pengendali sistem tempur kapal perang TNI Angkatan Laut pada Kementerian Pertahanan.

Peragaan teknologi inti ini, langsung dilihat oleh Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Marsdya TNI Yusuf Jauhari di Jakarta, sebagai bagian dari upaya modernisasi alutsista berbasis inovasi anak bangsa.

"Pengembangan teknologi CMS, NDDU (Navigation Data Distribution Unit), dan TDL (Tactical Data Link) ini merupakan bagian dari komitmen Len untuk mendukung modernisasi alutsista sekaligus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional," kata Direktur Utama Len Joga Dharma Setiawan dalam keterangan di Bandung, Rabu.

CMS Mandhala Mk2 berfungsi mengintegrasikan seluruh instrumen mulai dari sensor, radar, sistem komunikasi, navigasi, hingga persenjataan ke dalam satu platform terpadu. Sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan taktis dilakukan secara real time di tengah palagan operasi tempur.

Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemenhan RI Marsdya TNI Yusuf Jauhari menilai demonstrasi ini menjadi bukti nyata kemajuan teknologi pertahanan yang dikelola oleh engineer lokal.

"Forum seperti ini sangat penting karena memberikan ruang bagi industri pertahanan nasional untuk menunjukkan kemajuan teknologi yang telah dicapai. Kami juga mengapresiasi industri, termasuk Len, yang telah membuka ruang bagi para engineer Indonesia untuk berkarya dan berinovasi," kata Yusuf.

Selain "otak" kapal, Len juga memperkenalkan Tactical Data Link (TDL) LINK ID. Teknologi ini menjadi jembatan komunikasi data taktis antarplatform militer, mulai dari kapal perang, pesawat, hingga kendaraan tempur, guna mendukung operasi gabungan lintas matra yang lebih aman dan efektif.

Untuk urusan akurasi posisi, raksasa pertahanan ini menyiagakan Navigation Data Distribution Unit (NDDU) CENTRINAV. Alat ini berfungsi memastikan seluruh sistem di kapal, termasuk persenjataan dan radar surveilans, beroperasi secara sinkron dengan tingkat akurasi data navigasi yang tinggi.

Joga menambahkan bahwa seluruh produk ini dirancang dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi serta jaminan layanan purna jual domestik.

"Kami terus mengembangkan teknologi yang mampu mengintegrasikan sensor, komunikasi, navigasi, hingga sistem persenjataan dalam satu sistem terpadu, sehingga dapat meningkatkan efektivitas operasi militer," tutur Joga.

  👷 
antara  

Sabtu, 14 Februari 2026

Defend ID Bakal Serap Rp 30 Triliun

  Untuk modernisasi alutsista di 2026 (Defend.id)

PT Len Industri (Persero)/ Defend ID, holding BUMN industri pertahanan memproyeksikan menyerap Rp 30 triliun di tahun 2026 untuk pengembangan alat utama sistem senjata (Alutista).

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan anggaran pertahanan sekitar Rp 337 triliun, salah satu yang terbesar dalam sejarah postur fiskal Indonesia.

Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan mengatakan sebagian dari anggaran tersebut akan digunakan untuk modernisasi alutsista, peningkatan kapasitas fasilitas pendukung produksi, research & inovation, dan skema spend to invest untuk kemandirian industri pertahanan.

Dia menyebut bahwa anggaran modernisasi alutsista 2026 berada dalam kerangka Kementerian Pertahanan yang telah disetujui Rp 187,1 triliun dengan arahan pemanfaatan untuk modernisasi alutsista, penguatan organisasi, personel, serta dukungan industri nasional.

"Dalam konteks modernisasi alutsista Defend ID menargetkan kurang lebih Rp30 triliun di tahun 2026," katanya kepada Bisnis, Rabu (11/2/2026).

Di sisi lain, dalam rapat bersama Komisi VI, Joga membahas mengenai kinerja operasional dan keuangan BUMN industri pertahanan, rencana kerja dan roadmap industri pertahanan, riset dan pengembangan, serta kolaborasi antar ekosistem industri pertahanan.

Joga menjelaskan bahwa Defend ID akan memanfaatkan 30% dari anggaran tersebut yang digunakan untuk pengembangan peralatan dan investasi.

"Mungkin Defend ID di 30-an persen gitu. Tapi itu bukan untuk peralatan semuanya, ya. Itu termasuk untuk investasi," tuturnya.

Joga menegaskan akan menggunakan komponen dalam negeri agar menekan ketergantungan produk luar negeri atau impor. Nantinya Defend ID menunjang sekitar 60%-70% kebutuhan Kementerian Pertahanan.

"Jadi memang kita harus buat sendiri. Jadi tadi didukung kita memang harus buat sendiri. Misalnya untuk amunisi, propelannya harus kita buat sendiri," terangnya.

Joga menyampaikan guna memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri, Defend ID merencanakan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara intens.

Sebab, kata Joga, BRIN juga fokus melakukan riset di sektor pertahanan, tidak hanya di bidang energi hingga kesehatan.

"Strategi ke depannya kita harus lebih komprehensif pengembangan sumber daya manusia dan lebih banyak kolaborasi dengan BRIN. Karena BRIN sekarang mendukung kuat untuk preset-presetnya untuk pengembangan industri pertahanan," tandasnya..

  👷 
Bisnis  

Senin, 09 Februari 2026

BRIN dan PT LEN Kembangkan Teknologi NVG dan Thermal Imaging

(LEN)

Melalui BRIN Goes to Industry, Len - BRIN berupaya untuk mempercepat riset, pengembangan, dan hilirisasi teknologi agar siap dimanfaatkan oleh industri strategis nasional.

Salah satunya adalah Teknologi NVG dan Thermal Imaging yang merupakan komponen krusial dalam operasi pertahanan, keamanan, dan perlindungan wilayah strategis Indonesia.

Untuk itu, Len bersama BRIN menghadirkan teknologi "mata malam" pertahanan nasional melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan teknologi Night Vision Goggle dan Thermal Imaging Devices.

Kolaborasi antara Len dan BRIN menjadi penting karena menyatukan kekuatan riset nasional dengan kapabilitas industri strategis dalam satu ekosistem inovasi terintegrasi.

BRIN berperan sebagai pusat unggulan riset dan penguasaan teknologi dasar, sementara Len memiliki pengalaman dan kapasitas dalam rekayasa sistem, industrialisasi, serta integrasi teknologi pertahanan.

Sinergi ini memungkinkan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasi menjadi produk siap pakai yang memenuhi kebutuhan pengguna dalam negeri.

Melalui kerja sama ini diharapkan lahir inovasi pertahanan yang andal, kompetitif, dan siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun kemandirian teknologi, memperkuat ketahanan nasional, serta menjaga kedaulatan Indonesia di tengah dinamika global.

  🤝 
LEN Industri  

Rabu, 04 Februari 2026

LEN Kembangkan Alutsista Modern

Drone Kumbang LEN mampu bawa bom (Fokus Satu)

PT Len Industri (Persero) terus meningkatkan inovasi pengembangan dan integrasi teknologi elektronika pertahanan.

"Len secara aktif berfokus dalam inovasi dan pengembangan kapabilitas untuk mendukunginteroperabilitas alutsista yang menghubungkan berbagai platform darat, laut, dan udara dalam satu sistem operasi terpadu," jelas Senior General Manager Corporate Secretary PT Len Industri (Persero), Dewanda Dwi Putera.

Dengan penguasaan teknologi C4ISR, sistem komando dan kendali, komunikasi militer terenkripsi, combat management system, serta tactical data link, Len Industri memastikan alutsista dari berbagai solusi sistem dan lintas matra dapat saling berkomunikasi dan bertukar data secara real-time, aman, dan andal.

Selain itu, Len Industri terus mengembangkan teknologi pendukung operasi militer, termasuk motor listrik taktis (SPRINT) untuk mobilitas senyap dan efisien di medan operasi, serta pengembangan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk misi pengintaian, pengawasan, dan pendukung keputusan taktis, yang seluruhnya dirancang terintegrasi dalam ekosistem pertahanan nasional guna memperkuat efektivitas operasi dan kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

"Len mungkin tidak selalu tampak di permukaan sebuah produk, tetapi perannya sangat menentukan. Kami bekerja di balik layar sebagai ‘otak’ yang membuat sistem saling terhubung dan bekerja dengan baik," ungkap Putera.

Sementara itu, Senior Vice President Business Development & Global Partnership PT Len Industri (Persero), Sena Maulana, menegaskan kontribusi Len dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Program ASTA CITA, khususnya pada penguatan kemandirian industri strategis, percepatan transformasi teknologi, serta peningkatan ketahanan dan pertahanan nasional.

Inovasi transportasi modern yang dikembangkan Len tidak hanya menjawab kebutuhan operasional jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kapabilitas teknologi jangka panjang yang berdaya saing dan berkelanjutan.

"Peningkatan kekuatan komponen utama pertahanan merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk mewujudkan sistem pertahanan negara yang kuat, berdaulat, dan berkelanjutan. Menjawab arah kebijakan tersebut, PT Len Industri (Persero) menetapkan ASTA CITA Len sebagai pedoman strategis perusahaan,” jelas Sena.

Program ASTA CITA Len secara substansial selaras dan mendukung ASTA CITA Presiden, dengan fokus pada penguatan kemandirian teknologi pertahanan, peningkatan kapabilitas industri nasional, serta pembangunan sumber daya manusia unggul di bidang sains dan teknologi.

ASTA CITA Len kami arahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi pertahanan, meningkatkan kapabilitas industri nasional, serta membangun SDM unggul di bidang sains dan teknologi sebagai fondasi ketahanan bangsa di masa depan,” tutupnya.***(011)

 
Fokus Satu  

Selasa, 09 Desember 2025

Komisi VII Dukung PT LEN Wujudkan Teknologi Pertahanan

Link ID, Tactical Data Link LEN (LEN Industry)

Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT LEN Industri (Persero) kota Bandung, Selasa (8/12/2025). Kunker dalam rangka meninjau pengembangan teknologi pertahanan serta kesiapan industri strategis nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI, Eva Monalisa, menegaskan pentingnya PT LEN untuk berdiri kuat sebagai garda depan teknologi pertahanan di bawah kendali negara. Eva menilai, sejumlah infrastruktur digital nasional saat ini masih bergantung pada jaringan luar negeri, termasuk jalur fiber optik yang melewati Singapura.

Kondisi ini, menurutnya, berpotensi melemahkan keamanan data nasional. “Kita dorong PT LEN berdiri kuat di bawah negara karena ini menyangkut pertahanan nasional. Banyak jalur fiber optik lewat Singapura, sehingga keamanan data kita harus diperkuat sebagai bagian dari ketahanan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, PT LEN tengah mengembangkan berbagai teknologi strategis, mulai dari motor listrik, teknologi untuk Angkatan Udara, hingga teknologi pertahanan seperti tank, yang seluruhnya berada di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan.

Eva juga menekankan pentingnya kedaulatan digital Indonesia, termasuk dalam pembangunan sistem basis data nasional serta infrastruktur fiber optik. “Basis data Indonesia harus aman. Fiber optik harus dibangun dan dikelola oleh negara, bukan negara lain, ini penting agar ketahanan data kita tetap terjaga,” tegasnya.

Terkait kebutuhan anggaran untuk penguatan PT LEN, Eva memastikan DPR RI siap memberikan dukungan penuh.

Segala yang menyangkut ketahanan negara harus diproteksi sedini mungkin, dan tentu membutuhkan anggaran yang memadai. DPR akan mendukung penuh,” katanya.

Direktur PT LEN Industri (Persero), Prof. Joga Dharma Setiawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi VII DPR RI yang terus mendorong percepatan pengembangan industri pertahanan dalam negeri.

Kami bersyukur atas dukungan Komisi VII DPR RI, mereka akan merumuskan kebutuhan PT LEN agar pengembangan teknologi bisa semakin cepat. Teknologi pertahanan sangat vital bagi kedaulatan negara, dan dukungan dalam hal R&D sangat kami butuhkan,” jelas Joga.

Saat ini PT LEN tengah mencanangkan pengembangan delapan bidang strategis, meliputi: Semi konduktor, Keamanan siber, Kecerdasan buatan (AI), Radar, Teknologi observasi bumi berbasis satelit dan beberapa bidang unggulan lainnya.

Joga mengakui bahwa komponen radar PT LEN masih mengandalkan impor. Namun ia menegaskan bahwa perusahaan telah berkomitmen untuk memproduksi radar secara mandiri dalam waktu dekat.

Ke depan kita akan produksi sendiri radar sesuai kebutuhan TNI dan sektor sipil seperti BMKG, navigasi penerbangan, dan lainnya, dengan fasilitas yang kita punya,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah dan DPR RI, PT LEN optimistis mampu mempercepat kemandirian teknologi pertahanan nasional serta memperkuat posisi Indonesia di sektor industri strategis global.

  📡 
RRI  

Jumat, 21 November 2025

Nevesbu Modernisasi MRLF Bung Tomo Class

Bung Tomo class (Nevesbu)

TNI AL sedang melakukan modernisasi besar-besaran di pertengahan masa pakai frigat ringan multiperan kelas Bung Tomo. Menyusul modernisasi KRI Usman Harun yang sedang berlangsung, dua kapal tersisa di kelasnya (KRI Bung Tomo dan KRI John Lie) kini juga akan menjalani modernisasi komprehensif.

PT Len Industri kembali menunjuk Nevesbu sebagai integrator sistem platform untuk program ini.

Pekerjaan ini mencakup seluruh cakupan integrasi sistem platform, mulai dari survei pemetaan kondisi aktual dan pekerjaan desain serta rekayasa yang kompleks hingga dukungan di lokasi selama konstruksi. Dengan proyek ini, Nevesbu semakin memperkuat perannya sebagai mitra pengetahuan strategis, memastikan frigat ringan Angkatan Laut Indonesia yang telah dimodernisasi tetap siap bertugas di tahun-tahun mendatang.

  Memenuhi tuntutan operasional yang terus berkembang  
Modernisasi frigat menjadi keharusan karena sistem yang menua dan tuntutan operasional yang terus berkembang. Seiring dengan semakin kompleks dan canggihnya misi angkatan laut, frigat akan ditingkatkan dengan sistem mutakhir untuk memastikan armada Indonesia tetap menjadi salah satu yang paling tangguh di kawasan.

PT Len Industri bertindak sebagai Integrator Sistem Misi untuk program modernisasi, mengoordinasikan integrasi kapabilitas misi tingkat lanjut.

Thales Netherlands bertindak sebagai Integrator Sistem Tempur dan memasok sebagian besar sistem misi baru.

Nevesbu bertanggung jawab atas Integrasi Sistem Platform, sebuah tugas kompleks yang membutuhkan presisi teknis yang luar biasa dan keahlian interdisipliner.

  Membangun solusi yang telah terbukti  
Modernisasi sedang dilaksanakan secara bertahap. Pengerjaan fregat pertama, KRI Usman Harun, saat ini sedang berlangsung. Nevesbu juga melakukan rekayasa Integrasi Sistem Platform untuk kapal ini dan menyediakan dukungan galangan kapal selama konstruksi. Tahap kedua proyek ini (modernisasi KRI Bung Tomo dan KRI John Lie) dibangun berdasarkan solusi rekayasa dan desain tervalidasi yang dikembangkan untuk KRI Usman Harun.

Karena setiap kapal bersifat unik, modernisasi KRI Bung Tomo dan KRI John Lie dimulai dengan survei terperinci di atas kapal untuk memetakan situasi terkini dan mengidentifikasi perbedaan antar kapal. Nevesbu baru-baru ini mempresentasikan hasil survei pendahuluan KRI Bung Tomo dan menguraikan pendekatannya untuk modernisasi fregat kelas Bung Tomo di pertengahan masa pakai. Pendekatan ini dibangun berdasarkan solusi yang disepakati untuk KRI Usman Harun dengan menerapkan prinsip 'satu solusi untuk kelas'. Tujuan utamanya adalah meningkatkan ketersediaan kapal, memudahkan pelatihan awak, dan meningkatkan kinerja galangan kapal.

  Menyeimbangkan Kompleksitas  
Memodernisasi kapal yang sudah ada sambil mempertahankan filosofi desain aslinya merupakan tantangan yang kompleks. Ini bukan sekadar mengganti satu sistem dengan sistem lain. Dalam beberapa kasus, modifikasi harus dilakukan pada platform dan sistemnya untuk mendukung kemampuan misi yang baru. Sebagai mitra integrasi sistem platform, Nevesbu memastikan interaksi yang lancar antara komponen baru dan yang sudah ada. Tantangannya terletak pada penyediaan desain kapal yang seimbang dan menjaga kelaikan kapal, sembari menavigasi tuntutan disiplin teknis dan persyaratan operasional yang seringkali saling bertentangan.

  Meningkatkan kemampuan menghadapi masa depan  
Dengan memodernisasi kelas Bung Tomo, Angkatan Laut Indonesia tidak hanya memperpanjang umur operasional fregatnya tetapi juga memperkuat postur maritimnya di kawasan. Keterlibatan Nevesbu dalam setiap fase proyek memposisikan perusahaan sebagai mitra pengetahuan tepercaya. Dengan fase berikutnya yang sedang berjalan, Nevesbu terus mendukung Angkatan Laut Indonesia dalam menghadirkan kapal-kapal canggih yang memenuhi tuntutan operasi angkatan laut modern.

   👷 
Nevesbu   

Selasa, 21 Oktober 2025

Radar GCI Retia Czech

  12 Radar pesanan Kemhan  Radar GCI Retia Ceko akan perkuat Indonesia (defeence magazine)

Radar GCI Retia adalah bagian dari kerja sama Indonesia dengan Ceko untuk pengadaan 12 unit radar Ground Controlled Interception (GCI) yang akan dioperasikan secara interoperabel dengan 13 radar GCI Thales Prancis.

Radar ini berfungsi untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengarahkan pesawat tempur untuk mencegat ancaman udara, berperan penting dalam sistem pertahanan udara nasional dan Network Centric Warfare (NCW).

  Fungsi dan kemampuan  
📡 Mendeteksi ancaman udara: Dapat mendeteksi objek di udara dengan akurasi tinggi.

📡 Identifikasi kawan atau lawan (IFF): Dilengkapi fungsi Identification Friend or Foe (IFF) untuk mengidentifikasi objek secara tepat.

📡 Mengendalikan pesawat tempur: Memberikan arahan dan pengawalan kepada pesawat tempur untuk melakukan pencegatan (interception).

📡 Membangun Network Centric Warfare (NCW): Berperan krusial dalam doktrin peperangan berbasis jaringan komunikasi real-time untuk menghubungkan data dari markas ke unit tempur.

  Kerjasama dengan perusahaan lain  
🤝 Mitra kerja sama:
Retia (Ceko) merupakan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Indonesia untuk pengadaan radar GCI.

🤝 Interoperabilitas: Radar buatan Retia akan bekerja sama dan terintegrasi dengan radar buatan Thales Prancis.

🤝 Kapasitas nasional: PT Len Industri (Persero) berperan dalam produksi dan perakitan komponen radar, seperti "octopath," serta menjadi mitra dalam proyek ini.

  Peta jalan pengembangan  
👷 Indonesia, melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan), terus mengembangkan teknologi radar GCI melalui berbagai tahapan litbang.

👷 Kemhan juga bekerja sama dengan PT Len Industri dan institusi lain seperti LAPI ITB untuk penelitian dan pengembangan prototipe.

  🛰 
Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...