Tampilkan postingan dengan label Den 81. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Den 81. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 November 2023

Koopssus TNI Latihan Bebaskan Dua Orang Warga Negara Asing

https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/p1/693/2023/11/07/57c2198c505684988790b5bf1a029eea-2807231719.jpgOperasi latihan pembebasan sandera yang dilakukan oleh Koopssus TNI. (Puspen TNI)

Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI menggelar Operasi Pembebasan sandera dua orang warga negara asing bertempat di kawasan hutan gunung daerah Situ Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa dini hari, 7 November 2023.

Didapatkan informasi bahwa dua orang warga negara asing yang sedang melaksanakan penelitian di kawasan gunung Tangkuban Perahu disendera oleh kelompok teroris yang menamakan dirinya "Laskar Burangrangrang Merdeka" (LBM) yang diduga berafiliasi dengan ISIS. Mendapat informasi ini, Komando atas mengeluarkan perintah direktif untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Operasi pembebasan sandera ini merupakan skenario dari Latihan Aksi Khusus Komando Operasi Khusus TNI Semester II Tahun 2023 yang dilaksanakan di daerah latihan Kopassus Situ Lembang dengan melibatkan pasukan elit Tri Matra yaitu Sat 81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, serta Sat Bravo 90 Kopasgat TNI AU.

Adapun latihan yang ditampilkan adalah teknik dan taktik infiltrasi darat dan udara, teknik menembak reaksi, teknik dan taktik pertempuran jarak dekat, teknik dan taktik perebutan cepat, operasi pembebasan sandera, teknik prosedur evakuasi, teknik eksfiltrasi, dan teknik menembak runduk, semua dapat dilakukan dengan sempurna.

Wadan Koopssus TNI Brigjen TNI (Mar) Supriyono selaku wakil Direktur Latihan (Wadirlat) mengatakan latihan ini merupakan wujud Sinergitas Tri Matra dalam rangka kesiapan dalam melakaanakan operasi-operasi khusus secara terpadu, terintegrasi dan profesionalisme dan siap digerakkan setiap saat. "Tidak ada prajurit yang profesional terbentuk tanpa latihan," tegasnya saat membacakan amanat Komandan Koopsus TNI Mayjen TNI Joko Putranto saat menutup latihan.

Lebih lanjut dia mengatakan, "Dedikasi semangat dan loyalitas yang telah ditunjukkan oleh prajurit dalam latihan ini merupakan bentuk pengabdian bagi kepentingan TNI sekaligus pertanggungjawaban TNI kepada negara, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengasah kemampuan dan keterampilan yang dimiliki melalui metode latihan." ***

 ♖
Jakarta Daily  

Rabu, 25 November 2020

338 Personel Pasukan Khusus TNI Latihan di Perairan Selat Malaka

Menjaga kehormatan dan kedaulatan NKRI.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_Mhymxv3LHOcBhEPjHGgFOkhGd2ov2YkyefymakQhIwxxH_D7FmnTBWDSTBSJcYIQN1oHb9a2MW0pbdiwZTWYY5r2ejwkcfrpE72uHBCrVio0MrfXu0-tyX9rCzUvBdb5Zpwt1Qm_WkU/s1600/Screenshot_2020-11-24-21-06-51-80.jpgKoopssus TNI

Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai komponen Pertahanan Negara, tidak akan membiarkan terorisme menghantui dan mengancam kehidupan masyarakat.

"Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya cegah dan daya tangkal serta kecepatan bertindak dalam menanggulangi terjadinya aksi terorisme," kata Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI Mayjen TNI Richard TH. Tampubolon saat memimpin Apel Gelar Pasukan Latihan Penanggulangan Anti-Teror (Latgultor) Satuan Aksi Khusus (Sataksus) TNI dalam Rangka Pengamanan VVIP TA 2020, di Pelabuhan JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin.

Richard mengatakan, latar belakang diselenggarakan latihan penanggulangan teror aksi khusus dalam rangka pengamanan VVIP TA 2020 adalah, sebagai implementasi strategis untuk menghadapi kemungkinan terjadinya serangan teror terhadap para Pejabat VVIP, salah satunya adalah Presiden dan Wakil Presiden RI serta tamu VVIP setingkat Kepala Negara atau Presiden dan Wakil Presiden negara sahabat sebagai wujud menjaga kehormatan dan kedaulatan NKRI.

"Ini juga bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas TNI, menguji kesiapsiagaan Satgultor TNI untuk melaksanakan Operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang akan terjadi dan juga untuk memberi rasa tenang, aman dan nyaman bagi seluruh warga," papar Richard.

Mantan Wakil Danjen Kopassus ini mengatakan, aksi terorisme adalah "act of war" (bentuk perang), sehingga TNI harus siap mulai dari penangkalan, penindakan, sampai dengan pemulihan.

"Terorisme adalah salah satu hideouse crime (kejahatan yang mengerikan), hal ini bisa terjadi setiap saat termasuk pada situasi pandemik COVID-19 seperti saat ini," ujarnya.

Komandan Koopssus TNI menerangkan bahwa terorisme tidak hanya menjadi ancaman bagi Indonesia saja, akan tetapi menjadi ancaman global, terbukti tidak saja menimbulkan korban jiwa yang cukup besar.

"Terorisme juga menyebabkan trauma psikologis yang berkepanjangan bagi masyarakat, serta menimbulkan dampak negatif yang cukup luas terhadap berbagai aspek kehidupan," ucap Richard.

Latihan Penanggulangan Teror Sataksus TNI dalam Rangka Pengamanan VVIP TA 2020, diselenggarakan oleh Koopssus TNI, melibatkan 338 Personel di antaranya dari Satuan 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Detasemen Bravo (Denbravo) 90 Paskhas TNI AU.

Keberangkatan Sataksus TNI menuju Medan Latihan akan dipusatkan di wilayah sekitaran Perairan Selat Malaka, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

 ♖ antara  

Rabu, 12 Agustus 2020

Koopssus TNI Gelar Latihan Penanggulangan Terorisme Ancaman Senjata Biologi

  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAYpOzpeUGsk23fyOt35lKI3Z9SL2J7nigJGFriQPvXJxaPps-30JXoH0z_RjirWQ-QThoBNCUn-jvYMjYrlgC0ycyiMKJ00G3FjU1wMO5xHb3pAYWTIhIK8MpCXl_jUzH-NgdyPWHZkkM/s1000/koopsus11386.jpgKomando Operasi Khusus (Koopssus) TNI menggelar latihan penanggulangan terorisme yang digelar di PT Indonesia Power, Banten, Selasa (11/8/2020).(Dokumen Puspen Mabes TNI)

Komando Operasi Khusus ( Koopssus) TNI menggelar latihan penanggulangan terorisme yang digelar di PT Indonesia Power, Banten, Selasa (11/8/2020).

Latihan tersebut melibatkan Satuan Penanggulangan Terorisme (Satgultor) TNI yang terdiri dari Sat-81 Kopassus TNI AD, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI AL, dan Satuan Bravo-90 (Satbravo-90) Paskhas TNI AU.

"Latihan ini juga melibatkan Kompi Nubika Pusziad yang memiliki kemampuan dekontaminasi terhadap personel maupun ruangan/tempat serta alat-peralatan yang digunakan baik oleh teroris maupun Satuan Gultor TNI," ujar Kabidpenum Puspen TNI, Letkol Sus Aidil dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).

https://i2.wp.com/topikonline.co.id/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200811_171054.jpg?fit=640%2C324&ssl=1Dalam latihan penanggulangan terorisme kali ini, kelompok teroris melakukan aksinya dengan menggunakan ancaman senjata biologi termasuk memanfaatkan Virus Covid-19 dan aksi teroris dilaksanakan pada saat Pandemi Virus sedang terjadi.

Latihan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Geladi Posko dan Lapangan. Geladi Posko dilaksanakan selama dua hari, yakni sejak 5 hingga 6 Agustus 2020 yang digelar di Mako Koopssus TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Sementara tahap kedua, yakni Geladi Lapangan tanggal 10-11 Agustus 2020 di Dermaga Pelabuhan Indah Kiat Cilegon, Banten.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpFT1m4xZzzwTQ8rRuHDNfNFtg8bB5obYScbm-DVYNda_jSFn284nIK44PiLjm1XxlZ6rqwpixZnlNbE1IlS_RQ1m1cRRfxm-d3bOfE0_eixYQWhHnnKecx11qro7hBAm-hE50lk2v5x8p/s600/koopsus+9e891b_1.jpgLatihan Satgultor TNI dipimpin langsung oleh Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard Tampubolon selaku direktur latihan.

Richard mengatakan latihan kali ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan Satgultor TNI. Termasuk untuk melaksanakan operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang akan terjadi.

"Khususnya teroris yang melakukan aksinya dengan menggunakan senjata biologi maupun saat terjadi Pandemi Virus Covid-19," kata dia.

Ia mengatakan, latihan ini juga merupakan wujud tanggung jawab TNI untuk memberikan jaminan keamanan setiap saat, setiap tempat dan keadaan bagaimanapun juga.

"Satuan Penanggulangan Teror TNI akan terus berlatih dan mengasah kemampuannya guna siap siaga setiap saat," tegas dia.

 ♖ Kompas  

Selasa, 17 Mei 2016

TNI Diapresiasi Brunai dan Singapura

http://defence.pk/attachments/aadm1-jpg.303841/Aksi pasukan TNI  (def.pk)

Keikutsertaan prajurit TNI, khususnya unsur KRI Sultan Iskandar Muda-367, prajurit Denjaka yang onboard dan prajurit Sat-81 Gultor Kopassus, mendapat pengakuan dan apresiasi baik dari prajurit Angkatan Bersenjata negara Brunai Darussalam dan Singapura.

Demikian disampaikan Waasops Panglima TNI Laksma TNI Hadjo Susmoro bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Penerimaan Satuan Tugas (Satgas) Latihan Bersama (Latma) Defence Minister Meeting (ADMM) Plus Maritime Security Task Force Head Quarter dan Maritime Security Exercise Planning Control Team (EPCT) di Dermaga JITC Pelindo 2, Jakarta Utara, Selasa (17/5/2016).

Menurut Waasops Panglima TNI Laksma TNI Hadjo Susmoro, latihan bersama yang telah dilaksanakan oleh 18 negara merupakan upaya untuk mengantisipasi, menjawab dan memberikan aksi nyata dalam lingkup kerjasama multi-nasional terhadap tantangan dan ancaman non-tradisional (non-conventional threats) yang berupa aksi terorisme, keamanan Maritim dan perompakan laut.

Kemajuan teknologi sebagai salah satu dari hasil perkembangan riset inovasi baru, tidak dipungkiri telah memberikan kemajuan pada kehidupan manusia. Namun pada sisi lain, teknologi juga telah mendorong terjadinya pergeseran hakekat ancaman ke arah berkembangnya ancaman non-tradisional, dan berbentuk asimetris,” kata Laksma TNI Hadjo Susmoro.

Ancaman non-tradisional tersebut telah berkembang menjadi kejahatan lintas negara yang menuntut kita semua untuk merespon dengan sungguh-sungguh,” tegas Waasops Panglima TNI.

Diakhir sambutannya Laksma TNI Hadjo Susmoro juga menyampaikan bahwa guna memerangi aksi terorisme dalam konteks Bilateral dan Regional memerlukan kerjasama yang terkoordinasi secara strategis dan komprehensif. “Dalam hubungan lintas angkatan bersenjata atau lintas nasional dan secara simultan bersifat pre-emtif, preventif, represif dan prasyarat kemampuan yang harus dimiliki oleh satuan dan prajurit TNI,” pungkasnya. (*)

 ♖ Citra Indonesia  

Selasa, 09 Juni 2015

[Foto] Aksi pasukan elite TNI lumpuhkan teroris di Gedung Kekayaan Negara

Aksi ini merupakan serangkaian simulasi dalam Latihan Penanggulangan Anti Teror (Latgultor)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKh4XICXU5OImifh_n4obeVSSXRTLMnWcw7ZDDfNO8Ve_RV0p8vFbEHZ99n4WBLvMfamXskSX9J_l_l2_RITns6tH69l8wjp7rMfYHX3s4OI-lMq7XO4IMwtLO0SNCtRhDo0T3QL3Rq91R/s1600/20150609113025-aksi-pasukan-elite-tni-lumpuhkan-teroris-di-gedung-kekayaan-negara-001-nfi.jpg
Aksi pasukan elite TNI AD menuruni helikopter menggunakan tali alias rappeling saat hendak melumpuhkan teroris di Gedung Dirjen Kekayaan Negara, Jakarta, Selasa (9/6). Aksi ini merupakan serangkaian simulasi dalam Latihan Penanggulangan Anti Teror (Latgultor).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhweOgKPrAf1ZOPzsOJExkS2jmrg8JCYvFCyUhrN1QPtXgw_bAU1tq5gWKonvAJ9sOz5ktzPvMOxkijtyQAFxfvgunFMBP9d_jXEgdWV9COAHlza4DOmzASpawyVV9tgY3Q4pO7SEj7dImq/s1600/20150609113027-aksi-pasukan-elite-tni-lumpuhkan-teroris-di-gedung-kekayaan-negara-002-nfi.jpg
Latgultor kali ini diikuti oleh 418 personel gabungan yang terdiri dari 180 personel dari satuan pasukan elite dan 238 personel pendukung.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkDYtPggzcffeEF426VqWjmzV_VOn4woyLSrwBNeorJuurF5aGABbFh9CP13RSrHVIDeMnu88DzZ0HgtKmrY62Or7JVy-kTVPwKuBkWcF5hjXhTj7AqKFEQ2nrerGoNjUgYLV1dzMD_nmL/s1600/20150609113028-aksi-pasukan-elite-tni-lumpuhkan-teroris-di-gedung-kekayaan-negara-003-nfi.jpg
Pasukan elite yang berpartisipasi dalam latihan ini di antaranya adalah Denjaka, Den Bravo, dan Den 81.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5iLDJ4Nevm0Bw9fxJhsbZJ2esyPjvpUo6XV_doiWtzUAuMRt9WdYWgMssKYPPYhCmtdFEs6eNpgQhrNwQhCvrMPns0uPrDU65L8wlY3aqTTwC0TJYiwKZTdrhD4xKytiQgtYqac0DSAPW/s1600/20150609113031-aksi-pasukan-elite-tni-lumpuhkan-teroris-di-gedung-kekayaan-negara-004-nfi.jpg
Aksi pasukan Denjaka TNI AL menuruni helikopter menggunakan tali di atap Gedung Dirjen Kekayaan Negara, Jakarta, Selasa (9/6).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdmuLZ5KiwuUcCW2azLDpukMi2a14OQkqujp-b_Mo-IK2hj4CLUA5EP1S5EYT6I5cSynW9f9RfKMCjQNsoD4tXDaE0SeATUGw2MFbJ3-sZkm4HXo5W1Eo1C2P13mJrf50ssugn0JQ92Sl5/s1600/20150609113033-aksi-pasukan-elite-tni-lumpuhkan-teroris-di-gedung-kekayaan-negara-005-nfi.jpg
Aksi pasukan Denjaka TNI AL saat menyerbu Gedung Dirjen Kekayaan Negara, Jakarta, Selasa (9/6).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwBdGGRWaSfnSD-FfG38k3mNTOiHs-5OqlA1niDtNFKOuRuhNaFCk-BnNEjBj20ccwrj9kiShODOoqPjnYEvkYW9mMoYDJWvzLUCDx9a7oIJG5esFrzKzng3_nWceQbw_stb8ARgAhstFh/s1600/20150609113034-aksi-pasukan-elite-tni-lumpuhkan-teroris-di-gedung-kekayaan-negara-006-nfi.jpg
Dari jarak jauh, beberapa sniper ikut beraksi dalam penyergapan teroris di Gedung Dirjen Kekayaan Negara.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPYyalTzBi_pQIHIJUqHWMFDAJ8zn_-uvfjCNr0EpvAibSmnlInCTS5NgsffFA9HwsosAICczpFFyfrN5D-2v4MG-S81pghp75bfLJH8M2s1jYyXMUqCDJIauWg77H9QvFTOopl2E60Rl2/s1600/20150609113036-aksi-pasukan-elite-tni-lumpuhkan-teroris-di-gedung-kekayaan-negara-007-nfi.jpg
Aksi sniper ikut beraksi dalam penyergapan teroris di Gedung Dirjen Kekayaan Negara.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkLXl0ZS1B8nyKzo53-v1IYwuavO6PyUm1Yp_oCmZmsBa7LrVj59jIjCHdOjDiaUcLBNjBOBrgwQKmE9iS-F_le2CGnPxpgvB2dT6GVCdJWQtPzIPY2vBX1MBEbQ0oDJnr9dKOZybIExcC/s1600/20150609113042-aksi-pasukan-elite-tni-lumpuhkan-teroris-di-gedung-kekayaan-negara-009-nfi.jpg
Pasukan Denjaka TNI AL saat melakukan penyergapan teroris di Gedung Dirjen Kekayaan Negara.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhk82e8Dzfn09CcEFJp_Bu8Z8V3_nZbHwy_TgUf2Sc5w_oI_Nqh1tsmCO-rysnCLMj7l2SwjWW3MedfOjFzs-xfVzcPm0VRgRW-Ut7PoGI6Z0BUwM3DwXqZNxesAKtJFA4CRXqCwYqCPdSc/s1600/20150609113044-aksi-pasukan-elite-tni-lumpuhkan-teroris-di-gedung-kekayaan-negara-010-nfi.jpg
Seorang pria yang memerankan teroris tergeletak setelah dilumpuhkan oleh pasukan Denjaka TNI AL di Gedung Dirjen Kekayaan Negara.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEG2Ecp7FnmrWR-0Rz6RtOMFEwvu_-4_le-LpKino-9Cxn41773tRfbqwunxElHc1ErlgO_FccT8BI_25o_s0W2KWSJEd96qyR5kVnIXgZbZeIUsFb-Zm9qiziNz6d4_F5x1FP7Okl-y3K/s1600/20150609113047-aksi-pasukan-elite-tni-lumpuhkan-teroris-di-gedung-kekayaan-negara-012-nfi.jpg
Aksi pasukan Denjaka TNI AL menyelamatkan tawanan di Gedung Dirjen Kekayaan Negara.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglRd1ZJ8R_Ji2yBkii3JfV2tJfKJfXXH_ZB632ArfaJm5T3jjE1G3qXvJRlXCgaTbXXRcRbLc1tnXGmIBXCA9ArNEG3QFRmVLxWKWlVPambBjbKZWx2jdbDmJvPDlv2yB9sg7heRFLIfef/s1600/20150609113051-aksi-pasukan-elite-tni-lumpuhkan-teroris-di-gedung-kekayaan-negara-014-nfi.jpg
Aksi pasukan Denjaka TNI AL menyelamatkan tawanan di Gedung Dirjen Kekayaan Negara. [©2015 merdeka.com/arie basuki]

 ♖ merdeka  

Panglima TNI resmikan komando operasi khusus gabungan

Setiap saat diterjunkan dalam proses penanggulangan antiteror http://img.antaranews.com/new/2015/06/ori/20150609antarafoto-latihan-anti-teror-090615-sgd-1.jpgPanglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (tengah) meninjau pasukan saat Latihan Penanggulangan Anti Teror (Latgultor) di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (9/6). Latihan oleh Satuan Pasukan Khusus TNI yang terdiri dari Sat 81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka Marinir TNI AL, Sat Bravo 90 Paskhas TNI AU tersebut untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan penanggulangan teror guna mewujudkan kesiapsiagaan Satgultor TNI yang handal. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko meresmikan satuan baru, Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI yang terdiri atas pasukan elite TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

"Dalam kesempatan ini, saya resmikan Komando Operasi Khusus Gabungan TNI," kata Panglima TNI saat meresmikan satuan baru itu di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa.

Sebelum diresmikan, 90 orang Pasukan Khusus TNI itu melakukan latihan penanggulangan terorisme di Hotel Borobudur dan Gedung Dirjen Kekayaan Negara, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

"Intinya 60 orang. Tapi bagian-bagiannya sehingga semua kekuatannya 90 orang. Posisinya standby di Sentul dengan status operasi," kata Panglima TNI.

Menurut dia, 90 Orang tersebut sebagai orang-orang terbaik dari Kopassus, Denjaka AL, dan Paskhas AU. Mereka akan siaga di wilayah Sentul dengan berlatih dan belajar, namun mereka berstatus operasi sehingga bisa setiap saat diterjunkan dalam proses penanggulangan antiteror.

"Mereka posisinya status operasi dalam hitungan detik bisa digerakkan," ucapnya.

Di luar 90 orang itu, kata dia, pasukan khusus lainnya akan di bina di satuannya masing-masing. Sebanyak 90 orang itu, tak lagi memiliki kemampuan standar, mereka memiliki kemampuan yang disebutnya sebagai "sangat baik".

Ia berharap, Komando Operasi Khusus Gabungan bisa menyusun doktrin dan "mapping", sehingga bila ancaman muncul, pasukan itu bisa digerakkan dengan cepat.

"Saya perintahkan para komandan satuan pasukan khusus agar menyusun doktrin penguatan soft power dan hard power Koopssusgab TNI," katanya.
Jenderal Moeldoko menghadap Presiden Panglima TNI Jenderal Moeldoko menghadap Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, melaporkan mengenai pembentukan Kesatuan Operasi Khusus Gabungan (Satopsusgab) sebagai tindak lanjut tantangan terhadap militer.

"Iya kita laporkan, intinya itu kekuatan panglima harus mempunyai kekuatan di tangan yang setiap saat bisa digerakkan dalam hitungan menit kalau bisa detik," ujar Moeldoko di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa.

Sebelumnya Moeldoko meresmikan pembentukan Satopsusgab di Monas setelah mereka melakukan simulasi penanganan teror di Gedung Kekayaan Negara dan Hotel Borobudur.

Menurut Moeldoko, pasukan tersebut merupakan satuan permanen yang bentuknya Task Force (satuan kerja).

Moeldoko juga menegaskan bahwa pembentukan satuan gabungan khusus ini merupakan bagian dari pembinaan upaya yang sangat keras untuk membangun soliditas dan meninggalkan ego sektoral .

"Itu merupakan upaya saya dari waktu ke waktu yang selalu saya tegakkan di lingkungan TNI sendiri," ujar Moeldoko.

Mengenai calon penggantinya, Moeldoko menyatakan bahwa siapa saja dapat menjabat Panglima TNI untuk menggantikan dirinya yang akan mengakhiri masa tugasnya sebentar lagi.

Moeldoko juga mengaku dirinya berniat untuk menjadi dosen seusai masa kerjanya dan tidak berniat untuk terjun ke dunia politik.

"Sementara ini pikir-pikir dulu lah untuk masuk ke dunia politik," ujar Moeldoko. (A050/E001)

 ♖ antara  

Senin, 08 Juni 2015

Panglima TNI akan Resmikan Komando Gabungan Pasukan Elite Anti Teror Besok

Pasukan itu bisa digerakkan ke seluruh Indonesia dalam waktu sesingkat-singkatnya Ilustrasi Pasukan Khusus [sidarta studio]

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menggabungkan pasukan-pasukan elite dalam satuan operasi komando khusus. Satuan gabungan yang akan diresmikan Selasa (8/6) besok tersebut direncanakan bermarkas di Sentul.

"Besok, Panglima TNI akan meresmikan, kalau Presiden bisa hadir, akan resmikan satuan operasi komando khusus gabungan. Terdiri dari Den 81, Den Jaka, Den Bravo. Pasukan itu stand by di Sentul," kata Moeldoko di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2015).

Detasemen 81 adalah satuan penanggulangan teror dari Kopassus, Detasemen Jala Mengkara adalah pasukan khusus TNI AL, sementara Detasemen Bravo 90 Anti Teror adalah pasukan khusus dari TNI AU. Satuan operasi itu nantinya bisa digerakkan ke seluruh Indonesia.

"Pasukan itu bisa digerakkan ke seluruh Indonesia dalam waktu sesingkat-singkatnya," ucap Moeldoko.

Dalam peresmiannya nanti, satuan gabungan ini juga akan langsung mengadakan latihan. Latihan itu bertujuan untuk menangkal ancaman terorisme.

"Besok sekaligus kita latihan satuan operasi komando itu untuk atasi ancaman terorisme dalam skala masif," ungkapnya. (imk/vid)

  ♔ detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...