Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2026

KRI Canopus-936 Tiba di Indonesia

  KRI terbaru hasil produksi lokal KRI Canopus 936 tiba di Indonesia disambut KRI Bung Tomo 357 (Dispenal)

Kapal perang terbaru milik TNI AL, KRI Canopus-936, resmi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Selasa (6/5).

Kedatangan kapal Bantu hidro-oseanografi jenis ocean going atau penjelajah samudera tercanggih ini mendapat sambutan khusus melalui sinergi unsur laut dan udara di Selat Sunda.

Pesawat udara Casa 212-200 MPA P-8202 dari Wing Udara 1 melakukan flypast atau terbang rendah sebagai bentuk penghormatan saat kapal buatan Jerman tersebut melintasi batas laut kedaulatan nasional. Mayor Laut (P) Musmuliadi yang mengawaki pesawat tersebut juga melaksanakan komunikasi radio dan pengambilan foto udara (photo exercise) di atas dek kapal sepanjang 105 meter itu.

Sebelum menyentuh perairan nusantara, kapal hasil kolaborasi galangan Abeking & Rasmussen Jerman dengan PT Palindo Marine Batam ini telah menempuh misi panjang lintas benua sejak Maret 2026.

KRI Canopus-936 tercatat sukses menaklukkan ganasnya Samudra Atlantik Selatan sebelum menuntaskan etape terakhir di Mauritius pada akhir April lalu. Dalam pelayaran sejauh ribuan mil laut tersebut, seluruh sistem robotik dan perangkat riset bawah laut tetap berfungsi presisi.

Pesawat Casa 212-200 MPA P-8202 melakukan terbang rendah (flypast) sebagai penghormatan atas kedatangan KRI Canopus-936 di wilayah yurisdiksi Indonesia. (Dok. Wing Udara 1 Puspenerbal)

Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Dani Widjanarka, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keterlibatan awak pesawat dalam penyambutan alutsista maritim tersebut. Beliau menekankan pentingnya profesionalisme prajurit dalam mendukung kehadiran armada riset masa depan Indonesia.

Terima kasih atas pelaksanaan giat tersebut. Tetap perhatikan keselamatan terbang selama di daerah operasi,” tegas Dani mengapresiasi kinerja kru pesawat P-8202, dikutip dari keterangan Puspenerbal.

Kapal yang diawaki oleh 93 prajurit pilihan ini membawa teknologi mutakhir berupa kendaraan bawah air otomatis (Autonomous Underwater Vehicle) dan kendaraan bawah air kendali jarak jauh (Remotely Operated Vehicle) yang mampu memetakan dasar samudra hingga kedalaman 11.000 meter.

Kehadiran KRI Canopus-936 kini memperkuat tugas Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam memetakan kekayaan bawah laut serta menjaga kedaulatan maritim nasional dengan akurasi data yang lebih tajam. (at)

  👷  IDM  

Jumat, 01 Mei 2026

Peluncuran Rudal Exocet B3 KRI GNR 332

 ⚓️ 🚀 Latopslagab 2026 KRI GNR 332 menembakkan rudal Exocet B3 dalam Latopslagab 2026 menghancurkan target (eks KRI Teluk Hading) (Kodiklat)

Dalam menghadapi era peperangan modern, TNI melaksanakan Latihan Operasi Serangan Gabungan (Latopslagab) secara masif di Perairan Karimun Jawa, Kamis (23/4).

Latihan ini melibatkan 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan pesawat tempur F-16 TNI AU yang berhasil menghancurkan sasaran eks-KRI Teluk Hading dengan cepat melalui serangan terintegrasi.

Kegiatan diawali dengan penembakan Rudal Exocet MM40 Block 3 oleh unsur KRI, dilanjutkan Operasi Udara Lawan Laut (OULL) oleh tiga pesawat F-16 yang menjatuhkan bom MK-12 dengan presisi tinggi.

Selain itu, dilaksanakan pula Artillery Duel oleh Striking Force TNI AL yang berhasil menghancurkan sasaran darat di Pulau Gundul.

Latihan ini merupakan demonstrasi kekuatan nyata (show of force) dan bukti interoperabilitas matra laut dan udara. Selain menguji kemampuan teknis, kegiatan ini juga berfungsi sebagai daya tangkal (deterrence) guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  🚀  Garuda Militer  

Jumat, 24 April 2026

Unsur KRI Koarmada II Tunjukkan Kekuatan Tempur

 ⚓️ Pada Puncak Latihan Operasi Laut Gabungan TA. 2026 KRI Sampari tembakan rudal C705 (Dispenal)

Unsur koarmada II, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Sampari-628 yang tergabung dalam Satgas Penembakan Senjata Khusus Kogaslagab berhasil menembakkan rudal pada latihan puncak Latopslagab TA. 2026 yang digelar di Laut Jawa, perairan Kepulauan Karimun Jawa, Kamis (23/4). Aksi ini menjadi momen krusial dalam menunjukkan kesiapan tempur prajurit Jalasena dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman di laut.

Dalam pelaksanaan latihan, Dansatkor Koarmada II Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S. selaku Dansatgas Baksus onboard di KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang di Komandani Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas menembakkan rudal Exocet MM 40 Blok III dengan sasaran eks KRI Teluk Hading-538 yang telah purna tugas sebagai alutsista TNI AL.

Sementara itu, KRI Sampari-628 yang di Komandani Letkol Laut (P) Eko Darmawan melaksanakan penembakan rudal C-705 juga berhasil mengenai sasaran Pulau Gundul di wilayah Kepulauan Karimun Jawa. Seluruh rangkaian penembakan berlangsung aman, dan sesuai rencana, menegaskan profesionalisme serta akurasi tinggi prajurit TNI Angkatan Laut.

Keberhasilan latihan ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsuddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sementara itu, Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., selaku Pangkogaslagab memimpin seluruh unsur yang tergabung dalam Kogaslagab dari KRI Brawijaya-320. Kehadiran pimpinan tertinggi pertahanan negara tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap kesiapan operasional TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Pada latihan ini melibatkan berbagai unsur kekuatan TNI AL yang terbagi dalam unsur tugas penembak, pengamanan, dan bantuan. Selain itu, pesawat udara, helikopter, serta drone turut dilibatkan untuk mendukung jalannya latihan secara terintegrasi, sehingga mampu mensimulasikan operasi laut modern yang kompleks dan realistis.

Sebelum mencapai puncak latihan, berbagai serial latihan telah dilaksanakan saat menuju daerah latihan (Rahlat). Seluruh rangkaian ini dirancang untuk mengasah kemampuan taktis, koordinasi, serta interoperabilitas antar unsur dalam menghadapi skenario operasi gabungan.

Latopslagab TA. 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan tempur, tetapi juga wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia. Momentum ini sekaligus mempertegas semangat juang serta profesionalisme prajurit Jalasena dalam menghadapi tantangan pertahanan maritim yang semakin dinamis.

 ⚓️ 
Aksara Indonesia  

Selasa, 21 April 2026

TNI AL Akan Kerahkan Drone dan Kapal Selam Otonom untuk Patroli Laut

 Dalam rangka efisiensi BBM https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia519IVCSEIsIIkRG4DQSKhu37pvsZ2BjqCFRCVq4oRsZBaIw3tlbgA6FqsenAwyRhjqn2gZ8YE2-HK-clkTGDhBC51y-dYZuGd3ry37tOGiJtpMx2gPHCc2DzlUUIGqM-ZC_yxLSdmoDlUev5TsxXZATMBPOgQ1khfAHR-jSGOXH5gTuHgdgiYiVjJho/s1026/FB_IMG_1776325613789.jpgIlustrasi kapal produksi PAL (PAL)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, TNI AL akan mengerahkan drone dan kapal selam autonomus (KSOT) untuk patroli laut.

Ali menyebutkan, dua teknologi itu digunakan dalam rangka menghemat peggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan mendukung peran kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang selama ini bertugas untuk patroli.

"Ke depan, kita akan mengedepankan juga penggunaan drone karena sangat efektif dan sangat efisien ya. Bahkan, nanti ke depan seperti KSOT (kapal selam otonomus) yang kalian mungkin tahu juga, itu juga akan kita gunakan untuk di bawah air," kata Ali di Markas Besar TNI AL, Jakarta, Kamis (16/4/2026), dikutip dari Antara.

Ali megnatakan, TNI AL sangat mendukung upaya pemerintah dalam memperkecil penggunaan BBM.

Di sisi lain, dia juga berupaya agar penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk patroli laut tidak mengendur karena adanya kebijakan efisiensi BBM.

Oleh karena itu, Ali berupaya agar alutsista yang mengandalkan tenaga listrik, seperti drone dan KSOT, bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk menjaga kawasan laut Indonesia.

Selain menggunakan drone dan KSOT, TNI AL juga akan menggunakan bahan bakar jenis B50 untuk jadi bahan bakar KRI.

"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. B50 nah ini tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya," kata Ali.

Bahan bakar B50 merupakan bahan bakar nabati yang memiliki campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak dari kelapa sawit (CPO).

Ali menyampaikan penggunaan B50 dapat mengurangi ketergantungan TNI AL akan bahan bakar yang berasal dari minyak mentah.

Selain itu, penggunaan B50 juga dianggap mampu untuk mendukung operasional kapal yang memiliki mobilitas tinggi seperti patroli laut hingga misi pengiriman logistik atau pasukan.

Ali melanjutkan penggunaan bahan bakar jenis B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat. "Untuk patroli sementara ini kita masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35 ya," kata Ali.

Dengan adanya upaya penggunaan bahan bakar jenis B50, Ali memastikan intensitas kapal dalam berpatroli di laut tidak akan berkurang di tengah masa efisiensi bahan bakar.

   Kompas  

Senin, 20 April 2026

Eks KRI Teluk Hading-538 Akan Jadi Sasaran Tembak Rudal

  Di Latopslagab 2026 KRI Teluk Hading 538 (TNI AL)

Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Dermaga Baru Kodaeral VI Siang ini. Di bawah langit biru yang saksi bisu pengabdiannya, Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI (Komandan Kodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M secara resmi memimpin tradisi pelepasan dan penghormatan terakhir bagi Eks Kapal Perang KRI Teluk Hading-538, kapal angkut tank legendaris ini kini purnatugas dari jajaran alutsista TNI Angkatan Laut. Kamis (16/04/2026).

Tradisi TNI AL ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi tanpa batas yang telah ditunjukkan oleh kapal perang ini selama puluhan tahun menjaga kedaulatan NKRI. Eks KRI Teluk Hading-538 dikenal tangguh, melintasi ribuan mil laut dalam berbagai operasi militer, misi kemanusiaan, hingga pengangkutan logistik ke pelosok negeri.

Komandan Kodaeral VI menyampaikan Penghormatan terakhir diberikan melalui jajar kehormatan sebagai simbol rasa hormat kepada "Sang Veteran Samudera". Kepergian Eks Kapal Perang KRI Teluk Hading-538 dari dermaga Kodaeral VI menandai akhir dari sebuah era, namun sejarah kegagahannya akan selalu tercatat dalam tinta emas sejarah maritim Indonesia.

"Selamat jalan, Eks Kapal Perang KRI Teluk Hading-538. Terima kasih atas darma baktimu. Jalesveva Jayamahe", ucap Komandan Kodaeral VI.

 Sasaran tembak rudal di Latopslagab 2026

Eks Kapal Perang KRI Teluk Hading-538 nantinya akan ditarik oleh Kapal Perang Republik Indonesia Leuser-924 menuju lautan lepas untuk dijadikan sasaran tembak dalam Latopslagab (Latihan Operasi Laut Gabungan) TNI AL Tahun 2026 guna menguji kesiapan tempur alutsista dan meningkatkan profesionalisme prajurit.

Dalam momen yang penuh nilai heroik ini, Komandan Kodaeral VI didampingi oleh jajaran pejabat teras Kodaeral VI, di antaranya Wadan Kodaeral VI Laksamana Pertama TNI Dr. Arya Delano, S.E., M.Pd., M.Han, Para Pejabat Utama (PJU) Kodaeral VI, Dansatlinlamil-3, Para Kadis/Kasatker Kodaeral VI, Para Staf Inspektorat Kodaeral VI, dan Para Sahli Poksahli Kodaeral VI serta tim merpluq Kodaeral VI.

 👷 
TNI AL  

Kamis, 16 April 2026

TNI AL Gunakan Bahan Bakar Jenis B50

 Dalam rangka efisiensi BBM https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia519IVCSEIsIIkRG4DQSKhu37pvsZ2BjqCFRCVq4oRsZBaIw3tlbgA6FqsenAwyRhjqn2gZ8YE2-HK-clkTGDhBC51y-dYZuGd3ry37tOGiJtpMx2gPHCc2DzlUUIGqM-ZC_yxLSdmoDlUev5TsxXZATMBPOgQ1khfAHR-jSGOXH5gTuHgdgiYiVjJho/s1026/FB_IMG_1776325613789.jpgIlustrasi kapal produksi PAL (PAL)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pihaknya akan menggunakan bahan bakar jenis B50 untuk kapal patroli dalam rangka penghematan bahan bakar minyak (BBM).

"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. B50 nah ini tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya," kata Ali saat jumpa pers di Mabes Angkatan Laut (Mabes AL), Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Untuk diketahui, bahan bakar B50 merupakan bahan bakar nabati yang memiliki campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak dari kelapa sawit (CPO).

Ali menyampaikan penggunaan B50 dapat mengurangi ketergantungan TNI AL akan bahan bakar yang berasal dari minyak mentah.

Selain itu, penggunaan B50 juga dianggap mampu untuk mendukung operasional kapal yang memiliki mobilitas tinggi seperti patroli laut hingga misi pengiriman logistik atau pasukan.

Ali melanjutkan penggunaan bahan bakar jenis B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat.

"Untuk patroli sementara ini kita masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35 ya," kata Ali.

Dengan adanya upaya penggunaan bahan bakar jenis B50, Ali memastikan intensitas kapal dalam berpatroli di laut tidak akan berkurang di tengah masa efisiensi bahan bakar.

   antara  

[Video] KRI Brawijaya 320

⚓  Multi Purpose Combat ShipMPCS BWJ 320 (Ficantieri)

KRI Brawijaya-320 merupakan kapal perang tercanggih milik TNI Angkatan Laut yang didukung dengan berbagai komponen teknologi modern.

Tak hanya tercanggih, kapal ini juga dilabeli sebagai kapal fregat terbesar di Asia Tenggara.

Label ini membuat TNI Angkatan Laut berhasil menciptakan kekuatan berdaya gentar di kawasan.

  📹 Video from Youtube : 


 🎥 Youtube  

Rabu, 15 April 2026

KRI Canopus-936 Sukses Lintasi Jalur Samudra Atlantik Selatan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7nroj2S28qTYpz6Fskqbn-9lSd28GUwPXjeuabGNHN7SBE0MhiHo73f-Rj5Uip0OCKxUo2uuZqv6hmAlNhd90BhKZZ0tcCzgEh_nrHOanUuyYWGwQ_VpEtfIHR08FBLoGrar7Jj5IJHDeBb957mcVpCA7A5fenMDOB0-7THPN5kvT5XwDm75sKw5iEVs/s1200/FB_IMG_1776239414257.jpgKRI Canopus 936  (Dispenal)

Kapal survei Hidro-Oseanografi terbaru milik TNI AL KRI Canopus-936 (KRI CNP-936) berhasil melintasi Samudra Atlantik Selatan dengan keadaan selamat.

Perjalanan itu dilalui KRI CNP-936 setelah berangkat dari galangan kapal Abeking dan Rasmusen di Jerman pada 14 Maret 2026.

"Kapal sempat bertolak dari Lagos, Nigeria pada Sabtu lalu sukses melintasi Samudra Atlantik Selatan sepanjang 2.600 Nautical Miles (NM) dengan aman, lancar, dan tanpa kendala berarti," kata Kepala Dinas Penerangan TNI (Kadispenal) Tunggul dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Tunggul menjelaskan keberhasilan itu bisa diraih berkat koordinasi yang baik antara para awak kapal serta kepiawaian Komandan KRI CNP-936 Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W.

Setelah melalui jalur tersebut, KRI CNP-936 bersandar di Pelabuhan Cape Town, Afrika Selatan, Senin (13/04) untuk menjalankan misi diplomasi maritim.

Kedatangan KRI CNP-936 di Afrika Selatan disambut hangat oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Cape Town, Tudiono didampingi Atase Pertahanan (Athan) RI di Pretoria beserta staf.

"Kehadiran kami di sini adalah bagian dari misi besar untuk mempererat kerja sama maritim dan menunjukkan peran aktif diplomasi TNI AL di kancah internasional," kata Komandan KRI CNP-936 Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W dalam siaran pers resmi TNI AL.

Indragiri berserta personelnya dijadwalkan berada di Afrika Selatan selama tiga hari untuk mengisi bahan bakar kapal, mengisi ulang logistik perjalanan sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Indonesia.

Dia berharap kunjungan ini bisa mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan. Dia juga berharap perjalanan menuju Indonesia bisa dilalui dengan lancar dan aman.

   antara  

Senin, 30 Maret 2026

KRI Prabu Siliwangi Taklukkan Dua Samudra

 ⚓️ Ditempuh dalam 44 hari, pertama dalam 30 tahun MPCS KRI PSL 321. (Ficantieri)

Samudra Atlantik Utara dan hantaman gelombang Tanjung Harapan menjadi saksi bisu ketangguhan KRI Prabu Siliwangi-321. Kapal perang ini mengukir sejarah sebagai unit TNI AL pertama dalam tiga dekade terakhir yang berlayar melintasi Benua Afrika melalui Cape Town, Afrika Selatan.

Misi pelayaran lintas samudra selama 44 hari dari Italia ini bukan sekadar perpindahan unit. Rute sejauh ribuan mil laut ini sengaja dipilih untuk menguji durabilitas mesin dan mental prajurit melalui jalur yang dikenal sebagai salah satu titik laut paling ganas di dunia.

 Terjang Ombak 6 Meter di Titik Temu Dua Samudra

Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja, menceritakan pengalaman saat kapal berhadapan dengan alam di Cape Town. Wilayah ini merupakan pertemuan arus Samudra Atlantik dan Samudra Hindia dengan karakter ombak yang tak terduga.

Kondisi ombak berubah-ubah dengan ketinggian mencapai di atas 5 sampai 6 meter. Ini menguji apakah ketangguhan teknologi kapal ini mampu bertahan dalam cuaca buruk yang jarang ada di Indonesia,” cerita Kurniawan saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3).

Hasilnya, kapal jenis Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) ini tetap stabil menjinakkan gelombang ekstrem tersebut. Pilihan rute jauh ini juga menjadi strategi jitu untuk menghindari risiko keamanan di Laut Merah yang sedang memanas, meski harus memutar jauh lewat Maroko, Nigeria, hingga Mauritius.

 Bisa Angkut 2 Helikopter, Solusi Kirim Bantuan Bencana

Selain ketahanan lambung dan persenjataan meriam 127mm, KRI Prabu Siliwangi-321 membawa kemampuan yang krusial bagi kondisi geografis Indonesia, yakni dukungan logistik skala besar. Kapal sepanjang 143 meter ini dirancang multifungsi untuk misi kemanusiaan.

Kemarin kejadian bencana beberapa kali kita kesulitan mengirim bantuan. Kapal ini memiliki kemampuan pengangkutan logistik yang cukup besar, termasuk sanggup membawa dua helikopter ukuran di atas Sea Panther,” jelas Kurniawan.

Tak hanya itu, kapal ini dilengkapi unit sea rider yang bisa diluncurkan langsung dari buritan untuk mempercepat pengiriman bantuan di area terpencil. Kemampuan ini menjadi nilai tambah strategis bagi TNI AL dalam mendukung penanggulangan bencana nasional di masa depan.

 Misi Diplomasi di Jalur ‘Baru

Selama pelayaran, KRI Prabu Siliwangi juga menjalankan misi diplomatik di wilayah Afrika yang selama ini jarang terjangkau armada Indonesia. Persinggahan di sejumlah negara menjadi wahana mengenalkan profil kekuatan maritim Indonesia di kancah global melalui diplomatic reception.

Kini, dengan jam terbang menaklukkan Samudra Atlantik di pundaknya, KRI Prabu Siliwangi-321 siap memperkuat Satuan Kapal Eskorta (Satkor) di bawah Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya, Jawa Timur. Kapal yang tiba lebih cepat dari prediksi awal ini akan segera menjalani latihan tempur untuk menguji seluruh sistem sensor dan persenjataannya secara optimal. (at)

  ⚓️  IDM  

Jumat, 27 Maret 2026

KSAL Sebut Kemampuan TNI AL Setara Australia-Singapura

  Fregat Baru Tiba di Jakarta 
MPCS KRI Prabu Siliwangi 321 tiba di Lampung (Dispenal)
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kemampuan TNI Angkatan Laut (AL) semakin menguat, usai kedatangan dua kapal fregat buatan Italia. TNI AL resmi menerima KRI Prabu Siliwangi-321, usai melalui 44 hari perjalanan dari Eropa, Kamis (26/3/2026). Sementara, pada 2025, TNI AL telah menerima KRI Brawijaya-320.

Perwira tinggi TNI AL itu mengatakan dua kapal fregat itu memiliki ukuran paling besar dibandingkan fregat sejenis di kawasan Asia Tenggara.

"Tapi dari segi kemampuan hampir samalah dengan apa yang dimiliki oleh negara-negara tetangga. Mulai dari Australia, Singapura, Vietnam, dan beberapa negara lainnya. Kemampuannya mirip-mirip," ujar Ali di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ketika menjawab pertanyaan IDN Times, Kamis.

Ali tak menampik kemampuan dua kapal fregat buatan Fincantieri itu akan menjadi amunisi tambahan bagi TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia. Sebab, mereka memiliki sensor-sensor dengan kualitas lebih baik dibandingkan kapal perang lainnya milik TNI AL.

Ke depan, kata Ali, TNI AL akan melakukan latihan bersama dengan mengerahkan kapal-kapal mereka. Tujuannya untuk menguji coba seluruh sistem senjata yang ada di kapal-kapal yang dimiliki TNI AL.

 KRI Prabu Siliwangi-321 akan ditempatkan di Koarmada II Surabaya

KRI PBS-321 berlabuh di Lampung. (Dispenal)
KRI Prabu Siliwangi-321 akan ditempatkan di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur. Di sana juga ditempatkan KRI Brawijaya-320. Menurut Ali, hal itu lantaran fasilitas dermaga yang dimiliki Koarmada II cukup lengkap.

"Karena ini kapal baru maka kapal ini harus ditaruh di tempat yang fasilitas dermanya lengkap. Beberapa kapal dari Koarmada II mungkin akan dipindahkan ke Koarmada I atau Koarmada III," ujar Ali.

Sementara, terkait persenjataan rudal yang akan digunakan KRI Prabu Siliwangi-321, Ali masih mempertimbangkan. Ia pun menyebut ada beberapa pilihan rudal.

"Ada rudal dari Italia, ada rudal dari MBDA Prancis, ada juga rudal-rudal dari Turki. Itu semua masih kami pertimbangkan," katanya.

Terkait peluru meriam, Ali mengatakan, KRI Prabu Siliwangi-321 menggunakan meriam dengan diameter 127 mm dan meriam Sovraponte dengan diameter 76 mm.

  💥  IDN Times  

Kamis, 26 Maret 2026

TNI AL Pertimbangkan Rudal dari Italia-Turki untuk KRI Prabu Siliwangi (321)

MPCS KRI Prabu Siliwangi 321 tiba di Lampung (Dispenal)
TNI Angkatan Laut mempertimbangkan rudal buatan Italia, Prancis, hingga Turki untuk memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) di kapal perang terbaru Indonesia, KRI Prabu Siliwangi-321, yang akhirnya tiba di Jakarta pada Kamis ini.

Rudalnya rencananya masih dalam pertimbangan, ya. Ada beberapa pilihan. Ada rudal dari Italia, ada rudal dari MBDA Prancis, ada rudal-rudal juga dari Turki, mungkin. Itu masih kita pertimbangkan, kata Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali dalam jumpa pers.

Menurut dia, perihal rudal masih dalam pertimbangan, begitu pula dengan jenis sensor kapal yang akan dilengkapi dalam waktu dekat. Tapi kalau meriam-meriamnya sudah fiks itu yang digunakan, imbuh dia.

KRI Prabu Siliwangi-321 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, usai berlayar dari dermaga Pangkalan Angakatan Laut La Spezia, Italia, pada 11 Februari 2026. Sebelum bersandar di Jakarta, kapal itu sempat bersandar di Lampung pada Senin (23/3).

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana TNI Tunggul menjelaskan kapal perang produksi galangan kapal asal Italia, Fincantieri, ini dirancang untuk menjalankan berbagai macam misi.

Kapal perang itu, imbuh dia, juga didesain untuk mampu mengemban misi patroli, peperangan permukaan, bawah laut, maupun udara; pengawalan aset penting, operasi penegakan hukum laut, hingga misi kemanusiaan.

Tunggul mengatakan KRI Prabu Siliwangi-321 yang memiliki ukuran panjang 143 meter dan lebar 16,5 meter ini telah melaksanakan uji penguatan kemampuan alutsista dan kesiapan tempur sebelum tiba di tanah air.

Uji penguatan dilakukan melalui uji tembak struktural (structural firing) meriam 127 milimeter dalam rangkaian pelayaran terakhir sebelum bertolak menuju Indonesia, Selasa (27/1).

Menurut dia, kegiatan ini sekaligus menjadi uji coba penembakan perdana meriam 127 milimeter yang merupakan bagian dari pengujian sistem senjata dan struktur kapal.

Pencapaian tersebut menandai pertama kalinya kapal perang TNI Angkatan Laut mengoperasikan meriam dengan kategori Large Caliber Gun, kaliber di atas 120 milimeter, secara operasional, tutur Tunggul, sebagaimana siaran persnya.

Ia menambahkan, kapal perang itu juga dilengkapi meriam utama OTO Melara 127 milimeter, meriam 76 milimeter Strales untuk target udara jarak menengah, 16 peluncur rudal vertikal untuk serangan udara, rudal Teseo Mk-2E untuk target permukaan, torpedo antikapal selam, hingga senjata otomatis jarak dekat.

Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 diharapkan dapat memperkuat postur pertahanan laut nasional serta mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  💥 
 antara  

Senin, 23 Maret 2026

KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Tanah Air

  Segera diresmikan akhir Maret 
MPCS KRI Prabu Siliwangi 321 tiba di Lampung (Dispenal)
Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut (AL), KRI Prabu Siliwangi-321, telah tiba di perairan Indonesia setelah menyelesaikan pelayaran panjang lintas samudra.

Kapal tersebut kini dijadwalkan akan diresmikan pada akhir Maret 2026 di Jakarta.

"Rencananya, KRI Prabu Siliwangi-321 akan diresmikan secara langsung di Jakarta pada akhir Maret 2026 sebelum akhirnya memperkuat Komando Armada Republik Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul, dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Tunggul mengatakan, KRI Prabu Siliwangi-321 telah memasuki wilayah perairan Selat Sunda sebagai bagian akhir dari Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26.

Saat memasuki perairan Indonesia, kapal tersebut disambut oleh KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I melalui manuver laut passing exercise (Passex).

Pelaksanaan Passex berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan interoperabilitas serta soliditas antar unsur dalam melaksanakan prosedur taktis di laut," ujar dia.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

KRI PBS-321 berlabuh di Lampung. (Dispenal)
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di laut, KRI Prabu Siliwangi-321 melanjutkan pelayaran menuju Dermaga Panjang, Lampung untuk melakukan pengisian bekal ulang sebelum melanjutkan agenda berikutnya.

"Kedatangan kapal ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat postur pertahanan maritim nasional serta menandai keberhasilan pelayaran lintas samudra yang telah dilaksanakan dengan melewati Samudera Atlantik dan Samudera Hindia," ungkap Tunggul.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan, KRI Prabu Siliwangi akan segera memperkuat jajaran armada TNI AL pada awal 2026.

Ali menuturkan, pengiriman kru kapal ke Italia dijadwalkan pada Oktober 2025.

Setelah itu, proses pengiriman kapal akan berlangsung pada 17 Desember 2025.

Untuk KRI Prabu Siliwangi itu Oktober sudah mulai pengiriman kru ke Italia. Kemudian 17 Desember, delivery, kemungkinan awal tahun Januari 2026 sudah bisa memperkuat jajaran armada," kata Ali, yang ditemui di atas geladak KRI Brawijaya-320 yang baru bersandar di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/9/2025).

KRI Prabu Siliwangi menjadi kapal fregat kedua yang dibangun melalui kerja sama Indonesia dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, setelah KRI Brawijaya-320.

Kehadiran kedua kapal tersebut disebut sebagai bagian dari program modernisasi alutsista TNI AL dan implementasi kebijakan Perisai Trisula Nusantara untuk memperkuat postur pertahanan maritim Indonesia.

  💥 
Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...