Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2026

TNI Gelar Latihan Operasi Gabungan di Kepri

 ⚓️ 🚀 Libatkan Hampir 13.000 Personel Kapal perang TNI AL, KRI Sampari 628 tembakkan rudal C-705 dalam Operasi TNI Terintegrasi 2026 (Dispenal)

Tentara Nasional Indonesia menggelar skenario Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Daerah Latihan TNI AL Dabo Singkep, Kepulauan Riau dengan menampilkan kemampuan tempur Perisai Trisula Nusantara dari Matra Darat, Laut dan Udara. Dalam simulasi tersebut, berbagai Alutsista dikerahkan, termasuk drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri, serta penembakan rudal C-705 dari KRI Sampari-628. Latihan ini dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin beserta Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan. Rabu (5/8).

Latihan terintegrasi ini menggabungkan antara teknologi dan strategi peperangan di era modern. Operasi diawali dengan pertahanan udara dari TNI AU yang mengerahkan pesawat tempur terbaru Rafale dan F-16 dengan muatan bom MK-82, kemudian dilanjutkan Operasi Khusus Matra Udara dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).

Dari segi laut, TNI AL mengerahkan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991 dengan sasaran di laut dilanjutkan dengan operasi peranjauan, serta infiltrasi pasukan khusus yang juga melaksanakan sabotase kabel bawah air oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska). Latihan ini juga melibatkan peperangan siber yang salah satunya diasumsikan pelumpuhan terhadap instalasi listrik musuh.

Setelah daerah musuh dipastikan lumpuh dari serangan siber, maka peluru kendali C-705 yang ada di KRI ditembakkan dengan sasaran musuh di darat sehingga fasilitas musuh lumpuh. Tidak hanya rudal, TNI juga menembakkan Bantuan Tembakan Kapal (BTK) dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331 serta tembakan Multi Launcher Rocket System (MLRS) dari Korps Marinir.

Selain unsur udara dan laut, operasi juga didukung oleh pasukan Lintas Udara (Linud) TNI AD juga melaksanakan penerjunan tempur dari Pesawat Hercules C-130. TNI AD juga mengerahkan intai drone tempur serta pasukan Artileri Medan. Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan operasi gabungan dalam menghadapi ancaman modern.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TNI telah menunjukkan kesiapan yang meyakinkan dalam menjalankan tugas menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, kemampuan yang ditampilkan dalam latihan ini menjadi bukti nyata meningkatnya kesiapan tempur TNI, baik dari aspek alutsista, kualitas prajurit, maupun dukungan amunisi.

Menhan juga menegaskan bahwa revitalisasi pertahanan negara pada tahun 2026 mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Berbagai kemampuan tempur yang diperagakan dalam latihan, termasuk penggunaan produk industri pertahanan dalam negeri, menjadi bukti bahwa Indonesia terus memperkuat kemandirian pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal dalam menghadapi berbagai ancaman.

Operasi TNI Terintegrasi 2026 menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalisme prajurit melalui latihan yang mengintegrasikan berbagai sistem persenjataan dan teknologi terkini. Materi latihan menitikberatkan pada kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi, serta efektivitas pelaksanaan operasi gabungan sesuai skenario yang telah direncanakan.

 Berikut video liputan dari antara :  


  🎥  TNI AL  

Rabu, 05 Agustus 2026

TNI AL Uji Drone Kamikaze dan Kapal Tanpa Awak di Dabo Singkep

 Latihan terintegrasi TNI 2026 USV produksi PAL ikut dalam latihan terintegrasi di Dabo Singkep (PAL)

TNI Angkatan Laut bersiap menguji deretan alutsista canggih dalam Latihan TNI Terintegrasi 2026 di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pada Rabu (5/8/2026).

Dalam latihan tempur ini, TNI AL memamerkan amunisi nirawak, mulai dari drone Kamikaze udara hingga unmanned surface vessel (USV) atau kapal permukaan tanpa awak berjenis penabrak peledak.

Persiapan manuver lapangan berskala besar tersebut ditinjau langsung oleh Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Muda Denih Hendrata saat menginspeksi ratusan prajurit dan kesiapan alutsista di Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026).

Pengecekan akhir ini memastikan seluruh prajurit dan alutsista yang terlibat dalam latihan operasi amfibi berada dalam kondisi siap tempur,” ujar Denih dalam keterangannya.

Skenario latihan tempur gabungan tiga matra ini dirancang untuk menguji taktik perang modern secara intensif. Selain pengoperasian drone penyerang dan kapal permukaan tanpa awak, para prajurit mengasah kemampuan penembakan artileri, operasi siber, hingga latihan tembak cepat antiserangan udara (anti-air rapid open fire exercise) dengan sasaran wahana udara nirawak (unmanned aerial vehicle).

Di tingkat pasukan khusus, Komando Pasukan Katak (Satkopaska) menyusun taktik infiltrasi, pendaratan senyap, dan sabotase bawah air menggunakan metode lepas-jemput cepat (cast and recovery). Sementara itu, pasukan gabungan Marinir, penyelam, serta penerbang TNI AL menyimulasikan pendaratan amfibi untuk merebut tumpuan pantai musuh.

Denih menekankan pentingnya keterpaduan taktis antara jajaran Koarmada II bersama unsur TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara selama latihan berlangsung. “Sinergi antarmatra dan kesiapan teknis menjadi kunci utama keberhasilan Latihan TNI Terintegrasi 2026 ini,” tegasnya.

Rangkaian persiapan ditutup dengan pelepasan kapal perang KRI Prabu Siliwangi-321 dari jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II. Kapal perang terbaru TNI AL tersebut bertolak langsung menuju perairan Dabo Singkep untuk memimpin gelombang serangan amfibi.

  ★ Teras Batam  

Komandan KRI GNR 322 Kunjungi Pejabat Pemerintah & Militer di Osaka

 ⚓️ Naval Diplomacy KRI GNR 332 berlabuh di Yokosuka Naval Base, berdampingan dengan kapal fregat terbaru Jepang, Mogami class. (Ist)

Dalam rangka mempererat hubungan kerja sama militer antara Indonesia dan Jepang, Komandan KRI GNR-332 Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas melaksanakan kunjungan kehormatan kepada sejumlah pejabat pemerintah, aparat keamanan, dan militer di Kota Yokosuka, Jepang. Senin (3/8).

Kunjungan diawali dengan Courtesy Call kepada Deputy Mayor of Yokosuka City, Kazuhiro Hirasawa. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud penguatan hubungan persahabatan antara Pemerintah Kota Yokosuka dengan TNI AL.

Selanjutnya, rombongan melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Chief of Yokosuka Police Station, Superintendent Kobayasi Hitoshi. Pertemuan tersebut menjadi sarana untuk mempererat komunikasi serta membangun sinergi yang baik dalam mendukung keamanan dan kelancaran aktivitas maritim selama KRI GNR-332 berada di Yokosuka.

Tidakk lupa kunjungi kapal Destroyer Asagiri, yang diberitakan akan dihibahkan ke Indonesia (@junkst1)

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Courtesy Call kepada Chief of Coast Guard Yokosuka Office, Rear Admiral Kondo Shuji. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak saling bertukar informasi serta membahas pentingnya kerja sama dalam mendukung keselamatan pelayaran, keamanan laut, dan hubungan profesional antarpenjaga pantai serta angkatan laut.

Sebagai penutup, Komandan KRI GNR-332 beserta rombongan juga menyempatkan berkunjung kepada Commodore of Destroyer Squadron 15 United States Navy, CAPT David A. Huljack. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan baik, meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kunjungan kehormatan ini merupakan implementasi dari program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali di bidang Naval Diplomacy.

  🚀  Pelopor Wiratama  

Kamis, 30 Juli 2026

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Uji Tembak dan Halau Drone

  Latma Orruda 2026 (Dispenal)

Kapal perang TNI AL KRI I Gusti Ngurah Rai-332 merampungkan fase laut (sea phase) bersama armada tempur Rusia di perairan Vladivostok, Rabu (29/7). Kapal perang jenis fregat ini menguji kemampuan tempur dan pertahanan udara dalam latihan bersama Orruda 2026.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bergerak berdampingan dengan kapal perang Rusia Soversenny-333 usai bertolak dari pelabuhan. Kedua kapal perang tersebut menggelar formasi tempur di tengah cuaca ekstrem Samudra Pasifik.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda I Gung Putu Alit Jaya menegaskan latihan di Vladivostok ini mengasah kesiapsiagaan prajurit saat beroperasi di perairan Vladivostok.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersama kapal perang Rusia Soversenny-333 sukses melaksanakan serial latihan tahap sea phase Orruda 2026 di perairan Vladivostok. Latihan ini memperkuat kerja sama dan interoperabilitas TNI AL dan Angkatan Laut Rusia melalui berbagai serial latihan di laut,” ujar Alit, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (30/7).

Selama dua hari latihan, pada 29-30 Juli, para pelaut melakoni sejumlah skenario pertempuran. Materi latihan meliputi penembakan senjata ringan di laut (small arms firing at Sea/SAFAS), uji tembak meriam (gunnery exercise), pergerakan kapal bersama (joint maneuver exercise), hingga pertahanan udara (air defence exercise).

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 juga menguji teknik penghalauan pesawat tanpa awak (counter action against UAV exercise) untuk mengantisipasi serangan drone pengintai maupun drone kamikaze musuh.

Tak hanya simulasi tempur, kedua kapal perang menggelar pertukaran kru (cross deck). Prajurit TNI AL menyeberang ke kapal Soversenny-333, sementara pelaut Rusia menjajal geladak KRI I Gusti Ngurah Rai-332.

Selain latihan tempur, kedua angkatan laut menggelar pertukaran kru di masing-masing kapal. Langkah ini jadi sarana berbagi pengetahuan, pengalaman, serta memahami prosedur operasional masing-masing angkatan laut,” tambah Alit.

Latihan bersama ini turut melibatkan kekuatan udara dan pasukan khusus. TNI AL memboyong 145 prajurit, heikopter Panther HS-1310, serta satu tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) untuk berlatih bersama helikopter RN-Kamov (Ka-28) milik Angkatan Laut Rusia.

Rangkaian sea phase Orruda 2026 resmi berakhir lewat formasi perpisahan (farewell formation) di lepas pantai Vladivostok.

 ⚓️  IDM  

Kamis, 23 Juli 2026

Indonesia Mengerahkan Frigat ke Rusia untuk Latihan 'Orruda' 2026

 ⚓️ Sembari Mengurangi Partisipasi dalam 'RIMPAC' di AS KRI GNR 332 menembakkan rudal Exocet B3 dalam Latopslagab 2026 menghancurkan target (eks KRI Teluk Hading) (Kodiklat)

TNI Angkatan Laut (TNI AL) telah mengerahkan frigat KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ke Vladivostok untuk Latihan 'Orruda' 2026; ini merupakan pengerahan kapal perang Indonesia yang pertama kalinya ke Rusia untuk latihan bilateral tersebut.

Pengerahan ini dilakukan di saat Indonesia berpartisipasi dalam Latihan 'Rim of the Pacific' (RIMPAC) 2026 tanpa menyertakan kapal perang angkatan laut, sebagaimana tercantum dalam daftar peserta yang dirilis oleh Armada Pasifik AS.

Ini adalah kali pertama Indonesia tidak mengirimkan kapal ke RIMPAC sejak tahun 2014, tidak termasuk edisi tahun 2020 yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Partisipasi Indonesia dalam 'Orruda' 2026 dikonfirmasi melalui pernyataan TNI Angkatan Laut kepada Janes pada tanggal 21 Juli.

Selain KRI I Gusti Ngurah Rai-332, TNI Angkatan Laut juga telah mengirimkan personel pasukan khusus, penyelam, dan tim medis ke Vladivostok untuk latihan tersebut.

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pengiriman delegasi Indonesia ini merupakan kelanjutan dari kerja sama pertahanan yang dimulai melalui latihan perdana 'Orruda', yang diselenggarakan oleh Indonesia pada bulan November 2024.

Meskipun Indonesia masih tercantum sebagai salah satu dari 31 negara peserta 'RIMPAC' 2026, kontribusinya terbatas pada kontingen personel Korps Marinir Indonesia, menurut informasi yang dirilis oleh Armada Pasifik AS.

Kontingen tersebut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk latihan penembakan dengan peluru tajam, latihan infiltrasi fast-rope, latihan pertempuran jarak dekat, dan kegiatan latihan amfibi multinasional di Hawaii.

Berkurangnya kontribusi unsur angkatan laut ini berbeda dengan penyelenggaraan 'RIMPAC' sebelumnya.

Indonesia mengerahkan frigat KRI Raden Eddy Martadinata-331 ke 'RIMPAC' 2024, sementara latihan-latihan sebelumnya melibatkan kapal kombatan permukaan utama TNI Angkatan Laut, termasuk KRI I Gusti Ngurah Rai.

  🚀  Jane’s  

Rabu, 08 Juli 2026

Pelepasan Satgas Orruda 2026

  Perkuat Diplomasi Maritim TNI AL Bersama Russian Navy (Dispenal)

TNI Angkatan Laut melalui Koarmada II secara resmi melepas Satuan Tugas (Satgas) Latihan Bersama ORRUDA 2026 yang akan mengikuti pelayaran dan latihan bilateral bersama Russian Navy di Vladivostok, Rusia. Pelepasan dipimpin Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., di Markas Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/7/2026).

Satgas ORRUDA 2026 akan melaksanakan pelayaran selama 42 hari, mulai 7 Juli hingga 18 Agustus 2026, dengan menggunakan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 serta diperkuat 145 personel yang terdiri dari prajurit KRI, personel Kopaska, penyelam, kru heli, dokter, safety officer, dan penerangan. Latihan ini merupakan implementasi kerja sama Navy to Navy Talks (NTNT) antara TNI AL dan Russian Navy serta menjadi penyelenggaraan ORRUDA kedua setelah kembali diaktifkan pada tahun 2024.

Dalam amanatnya, Pangkoarmada II menegaskan bahwa para prajurit yang tergabung dalam Satgas ORRUDA bukan sekadar melaksanakan latihan militer, tetapi juga mengemban amanah sebagai duta bangsa yang membawa nama baik TNI Angkatan Laut dan Indonesia di forum internasional. Melalui latihan ini, diharapkan terjalin hubungan kerja sama yang semakin erat sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi dinamika operasi maritim.

Pangkoarmada II juga menekankan agar seluruh personel memanfaatkan latihan secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan Maritime Interdiction Operation (MIO), penanganan ancaman Unmanned Surface Vessel (USV), Search and Rescue (SAR), serta Medical Evacuation (MEDEVAC). Selain itu, para prajurit diminta mengoptimalkan kegiatan Subject Matter Expert Exchange (SMEE) sebagai sarana bertukar pengetahuan, pengalaman, dan memperkuat interoperabilitas kedua angkatan laut.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Pangkoarmada II memberikan penekanan kepada seluruh personel agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mengutamakan zero accident melalui penerapan prinsip safety first, menjaga nama baik TNI Angkatan Laut, bangsa dan negara, serta menyerap ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya selama pelaksanaan latihan sebagai bekal untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme prajurit.

Keikutsertaan Satgas ORRUDA 2026 sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam memperkuat diplomasi pertahanan, meningkatkan interoperabilitas dengan angkatan laut negara sahabat, serta memperkokoh kesiapan operasional prajurit guna mendukung stabilitas dan keamanan maritim di kawasan maupun tingkat global.

 ⚓️  TNI AL  

Minggu, 17 Mei 2026

KRI Canopus-936 Resmi Perkuat Armada Survei TNI AL

  KRI terbaru hasil produksi Palindo KRI Canopus 936 tiba di Indonesia (antara)

Sebagai garda terdepan pertahanan negara di laut, TNI AL dalam hal ini Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) terus memperkuat kemampuan survei, pemetaan, dan pengelolaan data kelautan nasional guna mendukung keamanan serta kedaulatan wilayah perairan Indonesia dengan hadirnya KRI Canopus-936.

Kedatangan KRI Canopus-936 disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Marsekal TNI (HOR) (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., Para Kepala Staf Angkatan termasuk Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali beserta sejumlah pejabat tinggi TNI dan TNI AL di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/05/2026).

Kapal sepanjang 105 meter ini memiliki kemampuan operasi hingga 60 hari pelayaran serta mampu melaksanakan survei dari perairan dangkal hingga kedalaman laut mencapai 11.000 meter, kemampuan ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia membangun kemandirian data laut sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Kehadirannya juga diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan data laut nasional yang akurat guna menjamin keselamatan pelayaran, mendukung eksplorasi sumber daya laut, serta memperkuat kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

KRI Canopus-936 di wilayah yurisdiksi Indonesia. (Dok. Wing Udara 1 Puspenerbal)

Dalam pelayaran perdananya menuju Indonesia dengan sandi “Operasi Dhruva Samudra-26”, KRI Canopus-936 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Indragiri Y. Wardhono menempuh jarak kurang lebih 12.798,5 Nautical Mile (Nm) dari galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman sejak 14 Maret 2026, dengan sejumlah persinggahan internasional sebelum akhirnya tiba di Jakarta. Selain memastikan kesiapan operasional, pelayaran tersebut juga mengemban misi diplomasi TNI AL di berbagai negara sahabat.

Di hadapan awak media, Kasal menyampaikan bahwa selain fungsi ilmiah, KRI Canopus merupakan kapal survei yang juga dapat difungsikan sebagai kapal SAR kapal selam atau submarine rescue pertama yang dimiliki TNI AL.

Kapal ini memiliki kemampuan mendukung operasi militer dan keamanan laut, termasuk pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau laut, patroli keamanan, serta dukungan intelijen maritim.

Kasal juga menegaskan bahwa TNI AL juga telah melaksanakan berbagai pelatihan bagi para pengawak KRI Canopus-936 guna meningkatkan profesionalisme serta penguasaan teknologi modern kapal survei. Selain di luar negeri, pelatihan juga dilaksanakan di Indonesia yang telah memiliki sekolah hidrografi sebagai sarana pendidikan dan pengembangan kemampuan personel TNI AL di bidang hidro-oseanografi.

  👷  TNI AL  

Minggu, 10 Mei 2026

TNI Kerahkan Pesawat F-16 hingga Kapal Perang untuk Keamanan KTT ASEAN

⚓ 💂KRI REM 331 bersandar di Cebu (PSSS)

TNI menggelar kesiapsiagaan di wilayah nasional di Sulawesi Utara untuk mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan KTT ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5).

Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan ada lima pesawat F-16, Hercules dan A400M yang dikerahkan untuk operasi kesiapsiagaan itu.

Lalu ada tiga KRI yang juga dikerahkan yakni Brawijaya, Siliwangi dan RE Martadinata.

Pesawat F16 standby di Manado (Dispenau)

"Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi di kawasan ASEAN," kata Rico dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5).

Rico mengatakan kegiatan tersebut melibatkan unsur darat, laut, dan udara untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, serta respons cepat terhadap kondisi darurat.

Ia menjelaskan seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat.

"Indonesia memandang stabilitas dan keamanan kawasan sebagai tanggung jawab bersama negara-negara ASEAN, karena itu, kesiapsiagaan TNI dalam konteks ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia untuk mendukung terciptanya situasi kawasan yang aman, kondusif, dan mendukung suksesnya agenda-agenda strategis ASEAN," ujar dia. (yoa/gil)
 

 🎥 CNN  

Kamis, 07 Mei 2026

KRI Canopus-936 Tiba di Indonesia

  KRI terbaru hasil produksi lokal KRI Canopus 936 tiba di Indonesia disambut KRI Bung Tomo 357 (Dispenal)

Kapal perang terbaru milik TNI AL, KRI Canopus-936, resmi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Selasa (6/5).

Kedatangan kapal Bantu hidro-oseanografi jenis ocean going atau penjelajah samudera tercanggih ini mendapat sambutan khusus melalui sinergi unsur laut dan udara di Selat Sunda.

Pesawat udara Casa 212-200 MPA P-8202 dari Wing Udara 1 melakukan flypast atau terbang rendah sebagai bentuk penghormatan saat kapal buatan Jerman tersebut melintasi batas laut kedaulatan nasional. Mayor Laut (P) Musmuliadi yang mengawaki pesawat tersebut juga melaksanakan komunikasi radio dan pengambilan foto udara (photo exercise) di atas dek kapal sepanjang 105 meter itu.

Sebelum menyentuh perairan nusantara, kapal hasil kolaborasi galangan Abeking & Rasmussen Jerman dengan PT Palindo Marine Batam ini telah menempuh misi panjang lintas benua sejak Maret 2026.

KRI Canopus-936 tercatat sukses menaklukkan ganasnya Samudra Atlantik Selatan sebelum menuntaskan etape terakhir di Mauritius pada akhir April lalu. Dalam pelayaran sejauh ribuan mil laut tersebut, seluruh sistem robotik dan perangkat riset bawah laut tetap berfungsi presisi.

Pesawat Casa 212-200 MPA P-8202 melakukan terbang rendah (flypast) sebagai penghormatan atas kedatangan KRI Canopus-936 di wilayah yurisdiksi Indonesia. (Dok. Wing Udara 1 Puspenerbal)

Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Dani Widjanarka, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keterlibatan awak pesawat dalam penyambutan alutsista maritim tersebut. Beliau menekankan pentingnya profesionalisme prajurit dalam mendukung kehadiran armada riset masa depan Indonesia.

Terima kasih atas pelaksanaan giat tersebut. Tetap perhatikan keselamatan terbang selama di daerah operasi,” tegas Dani mengapresiasi kinerja kru pesawat P-8202, dikutip dari keterangan Puspenerbal.

Kapal yang diawaki oleh 93 prajurit pilihan ini membawa teknologi mutakhir berupa kendaraan bawah air otomatis (Autonomous Underwater Vehicle) dan kendaraan bawah air kendali jarak jauh (Remotely Operated Vehicle) yang mampu memetakan dasar samudra hingga kedalaman 11.000 meter.

Kehadiran KRI Canopus-936 kini memperkuat tugas Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam memetakan kekayaan bawah laut serta menjaga kedaulatan maritim nasional dengan akurasi data yang lebih tajam. (at)

  👷  IDM  

Jumat, 01 Mei 2026

Peluncuran Rudal Exocet B3 KRI GNR 332

 ⚓️ 🚀 Latopslagab 2026 KRI GNR 332 menembakkan rudal Exocet B3 dalam Latopslagab 2026 menghancurkan target (eks KRI Teluk Hading) (Kodiklat)

Dalam menghadapi era peperangan modern, TNI melaksanakan Latihan Operasi Serangan Gabungan (Latopslagab) secara masif di Perairan Karimun Jawa, Kamis (23/4).

Latihan ini melibatkan 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan pesawat tempur F-16 TNI AU yang berhasil menghancurkan sasaran eks-KRI Teluk Hading dengan cepat melalui serangan terintegrasi.

Kegiatan diawali dengan penembakan Rudal Exocet MM40 Block 3 oleh unsur KRI, dilanjutkan Operasi Udara Lawan Laut (OULL) oleh tiga pesawat F-16 yang menjatuhkan bom MK-12 dengan presisi tinggi.

Selain itu, dilaksanakan pula Artillery Duel oleh Striking Force TNI AL yang berhasil menghancurkan sasaran darat di Pulau Gundul.

Latihan ini merupakan demonstrasi kekuatan nyata (show of force) dan bukti interoperabilitas matra laut dan udara. Selain menguji kemampuan teknis, kegiatan ini juga berfungsi sebagai daya tangkal (deterrence) guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  🚀  Garuda Militer  

Jumat, 24 April 2026

Unsur KRI Koarmada II Tunjukkan Kekuatan Tempur

 ⚓️ Pada Puncak Latihan Operasi Laut Gabungan TA. 2026 KRI Sampari tembakan rudal C705 (Dispenal)

Unsur koarmada II, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Sampari-628 yang tergabung dalam Satgas Penembakan Senjata Khusus Kogaslagab berhasil menembakkan rudal pada latihan puncak Latopslagab TA. 2026 yang digelar di Laut Jawa, perairan Kepulauan Karimun Jawa, Kamis (23/4). Aksi ini menjadi momen krusial dalam menunjukkan kesiapan tempur prajurit Jalasena dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman di laut.

Dalam pelaksanaan latihan, Dansatkor Koarmada II Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S. selaku Dansatgas Baksus onboard di KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang di Komandani Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas menembakkan rudal Exocet MM 40 Blok III dengan sasaran eks KRI Teluk Hading-538 yang telah purna tugas sebagai alutsista TNI AL.

Sementara itu, KRI Sampari-628 yang di Komandani Letkol Laut (P) Eko Darmawan melaksanakan penembakan rudal C-705 juga berhasil mengenai sasaran Pulau Gundul di wilayah Kepulauan Karimun Jawa. Seluruh rangkaian penembakan berlangsung aman, dan sesuai rencana, menegaskan profesionalisme serta akurasi tinggi prajurit TNI Angkatan Laut.

Keberhasilan latihan ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsuddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sementara itu, Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., selaku Pangkogaslagab memimpin seluruh unsur yang tergabung dalam Kogaslagab dari KRI Brawijaya-320. Kehadiran pimpinan tertinggi pertahanan negara tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap kesiapan operasional TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Pada latihan ini melibatkan berbagai unsur kekuatan TNI AL yang terbagi dalam unsur tugas penembak, pengamanan, dan bantuan. Selain itu, pesawat udara, helikopter, serta drone turut dilibatkan untuk mendukung jalannya latihan secara terintegrasi, sehingga mampu mensimulasikan operasi laut modern yang kompleks dan realistis.

Sebelum mencapai puncak latihan, berbagai serial latihan telah dilaksanakan saat menuju daerah latihan (Rahlat). Seluruh rangkaian ini dirancang untuk mengasah kemampuan taktis, koordinasi, serta interoperabilitas antar unsur dalam menghadapi skenario operasi gabungan.

Latopslagab TA. 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan tempur, tetapi juga wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia. Momentum ini sekaligus mempertegas semangat juang serta profesionalisme prajurit Jalasena dalam menghadapi tantangan pertahanan maritim yang semakin dinamis.

 ⚓️ 
Aksara Indonesia  

Selasa, 21 April 2026

TNI AL Akan Kerahkan Drone dan Kapal Selam Otonom untuk Patroli Laut

 Dalam rangka efisiensi BBM https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia519IVCSEIsIIkRG4DQSKhu37pvsZ2BjqCFRCVq4oRsZBaIw3tlbgA6FqsenAwyRhjqn2gZ8YE2-HK-clkTGDhBC51y-dYZuGd3ry37tOGiJtpMx2gPHCc2DzlUUIGqM-ZC_yxLSdmoDlUev5TsxXZATMBPOgQ1khfAHR-jSGOXH5gTuHgdgiYiVjJho/s1026/FB_IMG_1776325613789.jpgIlustrasi kapal produksi PAL (PAL)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, TNI AL akan mengerahkan drone dan kapal selam autonomus (KSOT) untuk patroli laut.

Ali menyebutkan, dua teknologi itu digunakan dalam rangka menghemat peggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan mendukung peran kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang selama ini bertugas untuk patroli.

"Ke depan, kita akan mengedepankan juga penggunaan drone karena sangat efektif dan sangat efisien ya. Bahkan, nanti ke depan seperti KSOT (kapal selam otonomus) yang kalian mungkin tahu juga, itu juga akan kita gunakan untuk di bawah air," kata Ali di Markas Besar TNI AL, Jakarta, Kamis (16/4/2026), dikutip dari Antara.

Ali megnatakan, TNI AL sangat mendukung upaya pemerintah dalam memperkecil penggunaan BBM.

Di sisi lain, dia juga berupaya agar penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk patroli laut tidak mengendur karena adanya kebijakan efisiensi BBM.

Oleh karena itu, Ali berupaya agar alutsista yang mengandalkan tenaga listrik, seperti drone dan KSOT, bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk menjaga kawasan laut Indonesia.

Selain menggunakan drone dan KSOT, TNI AL juga akan menggunakan bahan bakar jenis B50 untuk jadi bahan bakar KRI.

"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. B50 nah ini tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya," kata Ali.

Bahan bakar B50 merupakan bahan bakar nabati yang memiliki campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak dari kelapa sawit (CPO).

Ali menyampaikan penggunaan B50 dapat mengurangi ketergantungan TNI AL akan bahan bakar yang berasal dari minyak mentah.

Selain itu, penggunaan B50 juga dianggap mampu untuk mendukung operasional kapal yang memiliki mobilitas tinggi seperti patroli laut hingga misi pengiriman logistik atau pasukan.

Ali melanjutkan penggunaan bahan bakar jenis B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat. "Untuk patroli sementara ini kita masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35 ya," kata Ali.

Dengan adanya upaya penggunaan bahan bakar jenis B50, Ali memastikan intensitas kapal dalam berpatroli di laut tidak akan berkurang di tengah masa efisiensi bahan bakar.

   Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...