Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 November 2026

TNI AL Gelar Latihan Pengoperasian Helikopter Di Atas Kapal Induk

   Penerbal Kerahkan 5 Helikopter https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitV6Ly009RJqFIeStAe6vL2zxQ1WB0KnZeJ2WxnG8F78C3iKxc54OJUAWA9-qIlR89G0yl6yydcaRx6b-bYVRGdc4qE9127qmmSadlVyC6v9zNf-91M6tFDL4z8AWDqd6GxerYZjtclP3CI7-UtGDilTtmHhrDU72HFbERfqaJvf9CuAprHk1O2cf74D1b/s831/result_kri3.webp5 Helikopter TNI AL mengikuti latihan di atas deck KRI Sriwijaya-100, Senin (2/11/2026) (Ho-Humas TNI AL)

TNI AL menggelar latihan pengoperasian helikopter di atas kapal induk pertama Indonesia, KRI Siriwjaya-100 pada Senin (2/11).

Dalam siaran pers resmi TNI AL yang diterima di Jakarta, Selasa, dijelaskan kegiatan itu digelar untuk mempertajam kemampuan penerbang TNI AL dalam menerbangkan dan mendaratkan helikopter dari deck kapal induk.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan ada lima jenis helikopter yang terlibat dalam latihan ini.

"Latihan ini melibatkan lima unit helikopter, yang terdiri dari tiga helikopter AS565 MBe Panther dari Skuadron Udara 100 serta dua helikopter Bell 412 dari Skuadron Udara 400 Wing Udara 2," kata Tunggul.

Tunggul melanjutkan, ke lima helikopter itu tidak hanya dipakai untuk latihan take of dan landing saja tetapi juga dikerahkan untuk menjalani simulasi penanggulangan bencana dari kapal induk.

Seluruh rangkaian latihan, lanjut dia, berjalan dengan aman dan lancar. Dengan adanya kegiatan ini, Tunggul berharap kemampuan para penerbang TNI AL dalam melakukan operasi dari kapal induk semakin terasah.


  ⍟   antara    

Senin, 02 November 2026

Chess Dynamics Inggris Dapat Kontrak Tambahan Rp 72 Miliar

⚓️ Untuk Modernisasi Dua Kapal Bung Tomo class FCEO SeaEagle (Chess Dynamics)

Perusahaan pertahanan asal Inggris, Chess Dynamics, memperoleh kontrak tambahan senilai sekitar 3 juta poundsterling atau sekitar Rp 72 miliar dari PT Len Industri (Persero).

PT Len Industri adalah BUMN pertahanan dan elektronika Indonesia.

Kontrak ini untuk penyediaan sistem Fire Control Electro-Optical (FCEO) SeaEagle bagi dua kapal fregat ringan multiperan (MRLF) kelas Bung Tomo milik TNI Angkatan Laut.

Chess Dynamics, bagian dari Cohort Group, mengumumkan kontrak itu pada Rabu, 28 Oktober 2026, dari Horsham, Inggris.

Pesanan terbaru ini melanjutkan program kerja sama yang dimulai lewat pesanan awal untuk kapal pertama kelas Bung Tomo pada 2023.

Kontrak kali ini mencakup kapal kedua dan ketiga, sehingga seluruh tiga kapal yang direncanakan dalam program peningkatan kemampuan ini akan memakai SeaEagle FCEO.

Kapal kelas Bung Tomo mulai beroperasi pada awal 2000-an dan kini menjalani pembaruan untuk memperpanjang usia pakai serta menjaga kemampuan tempurnya.

SeaEagle FCEO akan menggantikan perangkat kendali tembak elektro-optik lama.

Sistem baru ini dirancang terintegrasi dengan meriam laut OTO Melara 76 mm yang sudah terpasang dan terhubung dengan sistem manajemen tempur Thales TACTICOS yang ditingkatkan.

Managing Director Chess Dynamics, Andy Smith, menyebut kontrak lanjutan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kinerja perusahaan di Indonesia selama ini.

"Modernisasi angkatan laut tidak selalu soal mengganti seluruh platform,” ujar Smith.

“Ada nilai besar dalam memperpanjang usia kapal yang ada dengan mengintegrasikan teknologi terkini yang sudah teruji.”

Chess Dynamics sebelumnya telah memasang SeaEagle FCEO pada kapal KCR-60 TNI AL, bagian dari sistem tempur yang dikirim dan diintegrasikan oleh Terma.

Perusahaan mengaku telah mendukung program angkatan laut di Asia Tenggara selama lebih dari 15 tahun, termasuk di Thailand dan Malaysia.

Di Australia, Chess bermitra dengan Owen International untuk pemeliharaan, perbaikan, dan peningkatan sistem SeaEagle.

Menurut perusahaan, lebih dari 150 unit SeaEagle FCEO telah dikirim ke seluruh dunia dan digunakan, atau segera digunakan, oleh 12 angkatan laut di empat benua.***

  ⚓️ Konteks  

Rabu, 21 Oktober 2026

PT PAL Tangani MRO Dua KRI

  👷 Dukung Kesiapan Armada TNI AL KRI Oswald Siahaan-354 tengah docking di Dock Beluga PT PAL Indonesia  (PAL)

PT PAL Indonesia (Persero) tengah menangani pemeliharaan dan perbaikan dua kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL), yakni KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Fatahillah-361.

Pekerjaan maintenance, repair, and overhaul (MRO) ini menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi teknis kapal agar tetap mampu mendukung berbagai kebutuhan operasional TNI AL.


Pada KRI Oswald Siahaan-354, pekerjaan mencakup pemeliharaan dan perbaikan badan kapal, terutama pada bagian bawah garis air (BGA). Sementara itu, KRI Fatahillah-361 menjalani docking rutin, perawatan BGA, serta perbaikan sistem bantu kapal. Penanganan setiap kapal disesuaikan dengan kondisi teknis dan kebutuhan pemeliharaannya.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, mengatakan pemeliharaan terencana berperan penting dalam menjaga keandalan kapal sepanjang masa operasionalnya. Pemeriksaan menyeluruh dan penanganan sesuai standar teknis diperlukan untuk memastikan setiap bagian kapal berfungsi sebagaimana mestinya.

“Pemeliharaan kapal harus memastikan kondisi fisik, mesin, dan sistem pendukung tetap berfungsi sesuai standar teknis. Melalui pemeriksaan menyeluruh dan penanganan yang tepat, keandalan kapal dapat dipertahankan untuk mendukung kebutuhan operasional,” ujar Rosa.

KRI Fatahillah-361 sedang menjalani perawatan dan perbaikan di PT PAL (PAL)

Berbeda dari pembangunan kapal baru, pekerjaan MRO menuntut pemeriksaan terhadap kondisi aktual kapal untuk menentukan penanganan yang sesuai pada setiap bagian dan sistem. Proses ini membutuhkan ketelitian, pengalaman, serta kompetensi teknis yang memadai.

Berbekal pengalaman lebih dari empat dekade, PT PAL terus mengembangkan kapabilitas MRO untuk menangani kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan kapal perang maupun kapal komersial. Kemampuan ini turut mendukung upaya mempertahankan aset pertahanan di dalam negeri sekaligus memperkuat kemandirian industri maritim nasional.

Pentingnya pemeliharaan kapal juga terlihat dalam penugasan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang menjalankan port visit di kawasan Pasifik pada 14 September–12 November 2026. Pelayaran lintas kawasan membutuhkan kondisi kapal dan sistem pendukung yang andal agar misi dapat berjalan sesuai rencana.

“Bagi kami, kemampuan merawat dan memperbaiki kapal di dalam negeri sangat penting. Dengan begitu, kesiapan armada tetap terjaga dan kemampuan industri maritim nasional juga terus berkembang,” pungkas Rosa.

  👷  PAL  

Sabtu, 17 Oktober 2026

Helikopter VVIP/VIP TNI AU Touch and Go di Kapal Induk KRI Sriwijaya-100

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDGRcRnq36cYTg2ZW1rjm_ERrtVS6DhgWMttJy8eGl821jgVUycW2CJ4o0oinN2LfnKLoVvU8-qALJfsfjP5ONxd708l3NI-XwXC6MnKYcaSxw4j1UJ0VfH0i0lT6X7LIQ4KA6guOk-t2scjEdT0xe157NuzsM0Bgznb8PjPa6sfI9MLvcGzsbUDFSXTy4/s1200/IMG_0783.jpegHelikopter VVIP/VIP TNI Angkatan Udara (AU) menjalani latihan take off landing di atas kapal induk TNI Angkatan Laut (AL), KRI Sriwijaya-100, di perairan Teluk Jakarta, Jumat (16/10/2026)(dok. Dispenal)

Helikopter VVIP/VIP TNI Angkatan Udara (AU) menjalani latihan take off landing di atas kapal induk TNI Angkatan Laut (AL), KRI Sriwijaya-100, di perairan Teluk Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Latihan tersebut merupakan bagian dari pelatihan penerbangan helikopter TNI AD dan TNI AU di atas platform KRI Sriwijaya-100. Memasuki hari keempat, seluruh rangkaian latihan berjalan aman dan lancar.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, mengatakan, latihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas antarmatra TNI.

 1. Tingkatkan interoperabilitas TNI

Yayan menjelaskan, pelatihan take off landing helikopter di atas platform kapal telah dilakukan jauh sebelum KRI Sriwijaya-100 datang dan bergabung dengan jajaran TNI AL.

Menurut dia, latihan tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan penerbang TNI dalam melaksanakan operasi menggunakan platform kapal.

"Pelatihan ini sebagai bentuk interoperabilitas TNI," ujar Yayan.

Berbagai materi diberikan dalam pelatihan tersebut untuk meningkatkan kesiapan penerbang dalam menghadapi situasi operasi di atas kapal.

 2. Ada latihan touch and go hingga full stop

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOkMKj4QkTRC8EW7coYnMEc3Tqiih6eTxTOp0tosfC6SigZC4M48yAlJibjx8Z2JRDAibAnhpAz9Xfw6Ky9p0vDBTXJHt6gB5IsRbtsNZ6I5a7I-ROW1F56xPEgXpR_UJPK6XgpxYvtYNdhyphenhyphenOs-SqQfeHmNtLc4rdemYnRTsXwh2YhelqW4jeQQtrenbEE/s1044/IMG_0784.webp
Sejumlah materi yang dilatihkan meliputi high recce, low recce, dummy approach, touch and go, hingga full stop.

High recce dan low recce merupakan tahapan pengenalan serta pendekatan terhadap area pendaratan dari ketinggian berbeda. Sementara dummy approach melatih penerbang melakukan pendekatan terhadap kapal tanpa melakukan pendaratan penuh.

Adapun touch and go dilakukan dengan menyentuhkan helikopter ke permukaan dek kapal sebelum kembali lepas landas. Sedangkan full stop merupakan latihan pendaratan penuh di atas platform kapal.

"Adapun pelatihan yang dilaksanakan antara lain, high recce, low recce, dummy approach, touch and go, full stop," kata Yayan.

 3. Sesuai arahan KSAL

Pelaksanaan latihan tersebut sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali agar interoperabilitas TNI terus ditingkatkan.

Peningkatan kemampuan interoperabilitas dinilai penting untuk menghadapi perkembangan karakter peperangan modern yang menuntut kemampuan antarmatra untuk beroperasi secara terpadu.

Latihan take off landing helikopter di KRI Sriwijaya-100 pun menjadi salah satu bentuk implementasi peningkatan kemampuan tersebut, khususnya dalam mengintegrasikan kemampuan penerbang dengan kapal perang sebagai platform operasi.

  ⍟   IDN Times    

Rabu, 14 Oktober 2026

TNI AL Uji Meriam KRI Raja Haji Fisabilillah di Teluk Semangka 14-15 Oktober

💥  Nelayan Diimbau MenjauhOPV 98 KRI RHF 391 (Ist)

TNI Angkatan Laut (TNI AL) akan menggelar latihan penembakan meriam kaliber 76 mm dan 40 mm menggunakan KRI Raja Haji Fisabilillah-391 di perairan Teluk Semangka, Lampung, pada 14-15 Oktober 2026.

Latihan live firing test tersebut dilakukan untuk menguji sistem persenjataan kapal perang jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) berukuran 90 meter tersebut.

Komandan Satgas FFBNW OPV, Teguh Rumiyarto, mengimbau nelayan dan masyarakat maritim agar tidak mendekati lokasi latihan selama kegiatan berlangsung.

“Imbauan untuk nelayan bahwa besok dan Kamis ada pelatihan TNI di tengah laut. Jadi, diimbau untuk nelayan jangan mendekati lokasi tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan surat pemberitahuan Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan melalui Satgas FFBNW OPV, latihan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, 14-15 Oktober 2026.

Masyarakat dan pengguna laut di sekitar perairan Teluk Semangka, termasuk kawasan Teluk Kiluan, diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area latihan demi keselamatan pelayaran.

Mereka juga diimbau mematuhi pemberitahuan serta arahan dari pihak berwenang.

Pemberitahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat nelayan setempat agar mereka dapat menghindari lokasi latihan selama kegiatan berlangsung.
 

  ⚓
Lampung Geh News  

Jumat, 18 September 2026

TNI AL Siapkan 310 Personel untuk Jadi Awak Kapal Induk KRI Sriwijaya

   https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNWD-c9Q3xCRxJqs_XTc07pVJGoIsgZlH9ReGaMjw8yDqgX1pmGcamxApxRmt_nEuddd0GQOwrZIbGftc0PYT2OK2Te5ClGjKQBcf7tGCilPZrS5VyertemC-dMF0JMfXzXHQVE6sz0YQtq63C3k5yh2EE0dbUe8-wKHNjJJUXeCcqesAepEwdvi0DKcvn/s1200/IMG_0755.jpegITS Garibaldi ketika dikawal 2 Brawijaya class di perairan Indonesia (Dispenal)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyiapkan 310 personel untuk menjadi calon awak kapal induk KRI Sriwijaya.

Dikutip dari siaran pers Komando Armada (Koarmada) RI di Jakarta, Kamis, dijelaskan upaya penyiapan itu dilakukan dengan cara memberikan berbagai pelatihan kepada para calon awak kapal.

"Materi diberikan sebagai bekal pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme yang harus dimiliki setiap prajurit, sebelum mengemban tugas sebagai pengawak KRI Sriwijaya," ujar Kepala Dinas Penerangan Koarmada RI Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah.

Para pengajar yang dihadirkan dipastikan memiliki latar belakang yang relevan dengan kebutuhan pengetahuan para calon awak kapal.

Salah satu yang telah memberikan pengarahan kepada para calon awak kapal, yakni Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata di Gedung Canopus, Kolat Armada RI, Jakarta Utara, Rabu (16/9).

Kendati demikian, Wishnu tidak menjelaskan secara rinci materi apa saja yang diberikan kepada para personel.

Dia juga tidak menjelaskan secara rinci sejak kapan proses pendidikan tersebut berlangsung. "Dapat dipastikan pembentukan calon pengawak dilaksanakan melalui pelatihan yang terarah, disiplin dan berorientasi pada kesiapan operasional," kata dia.

Dengan adanya pelatihan tersebut, TNI AL berharap para calon awak kapal KRI Sriwijaya mendapatkan ilmu yang cukup agar mampu mengawaki kapal induk dengan lebih maksimal. .

  ⍟  antara   

Kamis, 17 September 2026

ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Indonesia

  Dikawal Brawijaya dan Prabu Siliwangi https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNWD-c9Q3xCRxJqs_XTc07pVJGoIsgZlH9ReGaMjw8yDqgX1pmGcamxApxRmt_nEuddd0GQOwrZIbGftc0PYT2OK2Te5ClGjKQBcf7tGCilPZrS5VyertemC-dMF0JMfXzXHQVE6sz0YQtq63C3k5yh2EE0dbUe8-wKHNjJJUXeCcqesAepEwdvi0DKcvn/s1200/IMG_0755.jpegITS Garibaldi ketika dikawal 2 Brawijaya class di perairan Indonesia (Dispenal)

Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, akhirnya memasuki perairan Tanah Air.

Kedatangan kapal dengan nomor lambung 551 itu terlihat dalam sejumlah foto yang diterima dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal).

Garibaldi terlihat berlayar di tengah laut dengan dua fregat TNI Angkatan Laut (AL) berada di sisi kiri dan kanannya.

Kedua kapal pengawal tersebut merupakan fregat kelas Brawijaya, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Ketiganya berlayar dalam satu formasi saat Garibaldi memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Dari udara, Garibaldi tampak menempati posisi di tengah formasi.

Dua fregat TNI AL bergerak di sisi kanan dan kiri kapal dengan jarak tertentu.

Jejak putih dari buritan ketiga kapal terlihat membelah permukaan laut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaeGkfFAqf8BLCBcKa0vhtzcPbYCLlmjaf5UvY3xf91Twbw5ikmeESEqGdHbfMp4VNwMnf6hKf4JKY6w7ulp9Frkk76Kq16L8bSf0jUodOA_bYPI-UlxTgZysLTV_AY1-xWy2rdOMEUvXn0oNJj4ru5JyxOwvvH3gisKn2rYUtN7-LqBBhkLeb0XwOxHOe/s720/IMG_0750.jpegFormasi tersebut memperlihatkan pengawalan terhadap Garibaldi sepanjang pelayarannya memasuki wilayah perairan Indonesia.

Di bagian atas bangunan kapal, nomor lambung 551 terlihat jelas. Bendera Italia juga berkibar di dekat struktur anjungan kapal.

Sementara itu, salah satu foto memperlihatkan sebuah pesawat angkut bermesin turboprop terbang rendah di atas laut, tepat di depan Garibaldi.

Pesawat tersebut terlihat berada dalam satu rangkaian kegiatan pelayaran dengan kapal.

“Kapal induk ini akan tiba di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026,” kata keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), dikutip Kamis (17/9/2026).

Menurut rencana, kedatangan kapal induk akan disambut oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Ada juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny, serta para pejabat pemerintah lainnya.

“Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi ke Tanah Air menjadi bagian penting dalam perjalanan penguatan kemampuan TNI AL dalam memperkuat Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan seperti yang telah menjadi prioritas Presiden RI,” jelas Dispenal.

Adapun Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, mulai berlayar dari Italia menuju Tanah Air pada Senin (24/8/2026) malam waktu Italia atau Selasa (25/8/2026) dini hari waktu Indonesia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbaAl76nivNfoRqpKcFBWaCTVzq02LqxB9b4WiK6AsNnDskvVhwltmPmYXYwD1U1kl7s74-zJSzxgmx3fLJ8e6tJATVwy-H5tHZE5A8QdnITxQeZyEfOmfajov53l2WFG1tvtC-Rfu3Vm84OVPfxStUysd2cDO53QP7ORROGzsaA6xdejqFxP7S8Q2VYJS/s1726/IMG_0744.jpeg “Benar, sesuai rencana kapal Garibaldi akan bertolak dari Italia (Senin) malam ini,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2026) malam.

Dalam perjalanan menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez dan singgah di Jeddah, Arab Saudi, serta Colombo, Sri Lanka. Setelah itu, kapal akan melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.

Menurut rencana, pelayaran akan memakan waktu selama 3 pekan sehingga kapal diperkirakan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.

Sebelum pelayaran ini, TNI Angkatan Laut (AL) mengonfirmasi bahwa sebanyak 100 prajuritnya telah bertolak ke Italia untuk menjemput Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Marsekal Pertama Tunggul mengatakan, 100 prajurit TNI AL ini berlatih sebelum mengawaki kapal induk pertama Indonesia itu.

“Saat ini perkembangannya, kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan,” ujar Tunggul saat dihubungi Kompas.com, 14 Juli 2026.

Setelah itu, mereka akan membawa Giuseppe Garibaldi berlayar ke Indonesia dengan skema joint crew, yakni pengawak gabungan yang terdiri atas personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia.

“Kemudian setelah tiba di Indonesia akan dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut,” jelas dia. .

  ⍟  Kompas   

Selasa, 15 September 2026

Naval Parade di Teluk Jakarta Diikuti 102 KRI, Garibaldi Tampil Perdana

  Rangkaian HUT ke-81 TNI akan dimeriahkan naval parade atau sailing pass dan fly pass https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXqCBIR0ip6eKp3P9K76WxQ1MYYAdlkob1z90mlXmAaMLQ6iYXrAVKQaa5v6rdC1l38kWmJNMdifnAnlnmsZyrxUy64s7_g0g601JMzZUzPZsOnqyiFcQYD4IOOgiajlhjDDQ3YEHACcLKVU_vYw9lR4WWYYPTprDaV6GZswpzqfTZyGVKfOAbg_81gIWB/s1500/IMG_0741.jpegITS Garibaldi ketika bersiap menuju Indonesia (Srilanka Navy)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Berbagai kegiatan telah dimulai sejak Agustus hingga berlangsung pada Oktober 2026, dengan puncak peringatan pada 5 Oktober 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Pada 20 September 2026, Mabes TNI menggelar TNI Fair dilanjutkan dengan TNI Run 10K dan 5K serta Fun Walk 6,4 kilometer yang masing-masing ditargetkan diikuti sekitar 10 ribupeserta. Menjelang puncak HUT TNI, juga dilaksanakan Ziarah Rombongan pada 21-26 September 2026, Ziarah Nasional pada 28 September 2026, serta Doa Bersama Lintas Agama pada 1 Oktober 2026 yang diikuti 3.000 peserta dan disertai pembagian 3.000 paket sembako.

"Rangkaian HUT ke-81 TNI juga akan dimeriahkan naval parade atau sailing pass dan fly pass pada 4 Oktober 2026 di perairan Teluk Jakarta," kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurut Agung, kegiatan yang direncanakan dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto tersebut akan menampilkan sailing pass, fly pass serta demonstrasi pasukan khusus, dan alutsista baru. "Data perencanaan mencatat 102 KRI terlibat dalam rangkaian Naval Parade," katanya.

Sementara itu, informasi yang didapatkan Republika, kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) yang bakal berubah nama menjadi KRI Sriwijaya akan tampil perdana dalam acara di Teluk Jakarta. Garibaldi akan melintas dikawal armada tempur TNI AL di hadapan RI 1.

Puncak HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 di Monas, diawali upacara yang dipimpin Presiden RI. Sebagai inspektur upacara, Prabowo sekaligus bakal meresmikan satuan baru. Kegiatan dilanjutkan dengan parade dan defile pasukan serta alutsista, melibatkan 81 Satuan Setingkat Batalyon (SSB), terdiri 51 SSB pasukan TNI dan 30 SSB non-TNI.

Defile akan menampilkan 520 unit alutsista dan kendaraan, terdiri atas 420 unit alutsista atau kendaraan TNI, serta 100 kendaraan antik dan non-TNI. Selain parade dan defile, puncak peringatan akan dimeriahkan demo gabungan yang menampilkan demonstrasi udara serta gabungan udara dan darat.

"TNI juga menyiapkan kegiatan sosial berupa pembagian 40 ribu paket sembako dan 40 ribu porsi makan gratis bagi masyarakat. Seluruh rangkaian HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kedekatan TNI dengan rakyat serta menunjukkan kontribusi TNI bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," kata Agung.

  ⍟  Republika   

Kamis, 03 September 2026

Koarmada II Latihkan Rencana Pergerakan Unsur Pada Sailing Pass Naval Parade HUT Ke-81 TNI

 Gelar Tactical Floor Game https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTQdcM_TbYuEHrSA9IOFQt7Pst9ky9Ywc2Muj_8KolznFD_4_5GcVRQboij5bcOS1XaQv5zB6LDL5kKfJ9oZJoqe4kXZ9R8rLDRRv5nd037-vqdSAVsQ6vC_xlWm7q7wY8A40dnYGGL-KB1bBAxh7WlO2UQUFQ0DQC-3lFE3FY9hQIXvm7i3Eb3WRXJESU/s1170/Gelar%20Tactical%20Floor%20Game,%20Koarmada%20II%20Latihkan%20Rencana%20Pergerakan%20Unsur%20Pada%20Sailing%20Pass%20Nava.webpGelar Tactical Floor Game dalam pelaksanaan Sailing Pass Naval Parade yang direncanakan digelar di perairan Teluk Jakarta (Koarmada II)

Panglima Koarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., memimpin Tactical Floor Game (TFG) Sailing Pass Naval Parade dalam rangka memperingati HUT Ke-81 TNI, bertempat di Gedung Panti Tjahaya Armada (PTA) Koarmada II, Surabaya, Rabu (2/9).

TFG dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan dan pemahaman seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Sailing Pass Naval Parade yang akan digelar di perairan Teluk Jakarta. Kegiatan ini membahas secara detail manuver unsur KRI, Pesawat udara serta kesiapan seluruh prajurit pendukung demo laut, udara, dan Pasukan Khusus Laut (Pasusla).

Dalam arahannya, Pangkoarmada II menekankan pentingnya seluruh peserta memahami rangkaian kegiatan secara menyeluruh, sekaligus menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur.

“Secara umum seluruh kegiatan rangkaian harus dipahami, sehingga setiap unsur mengerti tahapan pelaksanaan dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” tegas Pangkoarmada II.

Lebih lanjut disampaikan bahwa setiap tim dan unsur, baik KRI, Pesud maupun unsur pendukung lainnya, harus mempersiapkan diri secara matang sehingga tercipta orkestrasi yang tepat dan mampu bekerja sebagai satu kesatuan. Setiap unsur juga dituntut memahami setiap perubahan situasi dan manuver yang telah direncanakan.

Pangkoarmada II juga menekankan aspek keselamatan dan kesiapsiagaan. Seluruh unsur, termasuk pesawat yang terlibat, diminta senantiasa dalam kondisi siap dan memastikan seluruh perlengkapan telah diperiksa serta dipersiapkan dengan baik sesuai waktu yang tersedia.

Selain kesiapan unsur, komunikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan Naval Parade.

Pangkoarmada II mengingatkan agar jaring komunikasi antara Pengendali Utama dengan seluruh unsur demo laut, udara, dan Pasusla dapat terjalin dengan baik serta tidak mengalami kendala maupun kepadatan komunikasi.

“Kunci terakhir adalah komunikasi. Pengendali utama harus yakin bahwa komunikasi benar-benar terjalin dengan seluruh unsur,” tegasnya.

  ⍟ Koarmada II  

Rabu, 26 Agustus 2026

Giuseppe Garibaldi Dikawal Fregat Italia Belayar ke Indonesia

   2 KRI Siap Sambut Saat Masuk Perairan Indonesia https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhZhtXJRrvUiH9njjQwKBc2gp6qfAwSApaJw5InWT5PlLNPNbV7fmiDF16KNYCpgQ7IMVk7A8_e35f3TujN5uHB1YFSuRTEo9SGPzZ81TALfBTpe-2NtVzeEXnTw1TeiNZ6lV8WWL4rjSmrBbawLGoX6AaHfRlCRRRhyzTFlaHsYpRt4xAigdpAT-LE3nB/s596/Garibaldi.jfifKapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir bulan September  (marina military)
TNI Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang tengah berlayar dari Italia menuju Indonesia mendapat pengawalan kapal fregat Italia selama melintasi Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Arab.

“Selama melintasi Laut Merah-Teluk Aden-Laut Arab akan dikawal oleh beberapa kapal Fregat Italia,” kata Kadispenal Laksma TNI Tunggul, saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).

Setelah memasuki perairan Indonesia, Giuseppe Garibaldi juga akan mendapat pengawalan dari minimal dua kapal fregat TNI AL.

“Dan rencananya akan ada pengawalan minimal 2 KRI fregat Indonesia dan pesawat udara Puspenerbal pada saat memasuki perairan Indonesia,” ucap dia.

Pesawat Puspenerbal juga direncanakan melakukan on board ke Giuseppe Garibaldi sebagai bagian dari rangkaian penyambutan kapal tersebut.

Sementara itu, Giuseppe Garibaldi akan dilibatkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI.

Kapal perang eks Angkatan Laut Italia itu direncanakan ikut dalam kegiatan sailing pass yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI ke-81.

“Sesuai rencana awal Garibaldi rencananya akan dilibatkan sebagai salah satu unsur Sailing Pass dalam rangka HUT TNI ke-81,” kata Tunggul.

Kendati demikian, Tunggul belum menjelaskan lebih lanjut terkait rencana itu. Keterlibatan Giuseppe Garibaldi dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda awal setelah kapal itu berlayar dari Italia menuju Indonesia.

Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia pada Senin (24/8/2026) malam waktu setempat atau Selasa (25/8/2026) dini hari WIB. Perjalanan kapal tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar tiga pekan dan ditargetkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.

“Dalam pelayarannya menuju Indonesia, Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez, dengan agenda singgah di Jeddah, Arab Saudi, dan Colombo, Sri Lanka, sebelum melanjutkan pelayaran menuju Indonesia,” ungkap Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Kompas.com, Selasa (25/8/2026).

Setibanya di Indonesia, Giuseppe Garibaldi akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dan bakal menjalani proses penyesuaian sebelum nantinya digunakan oleh TNI Angkatan Laut.

Diberitakan sebelumnya, rapat paripurna DPR RI menyetujui permohonan pemerintah untuk menerima hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia, Selasa (21/7/2026).

Persetujuan itu diambil setelah DPR mendengarkan laporan Komisi I DPR RI mengenai hasil pembahasan permohonan penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri.


  ⍟ Kompas   

Selasa, 18 Agustus 2026

Prabowo Ajukan KRI Ki Hajar Dewantara Dijual

 ⚓️ 🤝 Bersurat ke DPR ilustrasi KRI Ki Hajar Dewantara (Dispenal) 

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan ke DPR agar kapal perang latih milik TNI AL, KRI Ki Hajar Dewantara dijual.

Hal itu diketahui lewat pengajuan surat Presiden (Surpres) ke DPR RI.

Surpres tersebut dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam forum Rapat Paripurna DPR ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2026-2027 yang digelar Selasa (18/8/2026).

"Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli, hal Permohonan Persetujuan DPR RI Terhadap Penjualan Barang Milik Negara berupa 1 unit Kapal Eks KRI Ki Hajar Dewantara," kata Dasco.

Selain itu, Prabowo turut mengirim Surpres mengenai calon Gubernur Bank Indonesia (BI), calon Deputi Gubernur Senior BI, dan calon Deputi Gubernur BI.

Selanjutnya, ada pula Supres mengenai calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

"Surat-surat tersebut telah dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib dan Mekanisme yang Berlaku," ujarnya. (cip)

 ⚓️  sindonews  

Rabu, 12 Agustus 2026

Taiwan Sebut Latihan Angkatan Laut China dan Indonesia Provokatif

 ⚓️ 🤝 ilustrasi KRI GNR 332 ketika latihan menembakan rudal Exocet (Dispenal) 

Kementerian Pertahanan Cina menyatakan bahwa salah satu kapal perangnya dan sebuah fregat Indonesia akan melakukan "latihan pelayaran bersama" di sebelah timur Taiwan.

Kegiatan ini disebut akan "meningkatkan kemampuan operasional gabungan kedua angkatan laut" serta "bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan tersebut".

Merespons hal tersebut, pemerintah Taiwan mengecam rencana latihan Cina yang disebutnya "berbahaya". Taipei menyebut bahwa Beijing berusaha menciptakan kesan palsu kepada komunitas internasional seolah-olah mereka menguasai perairan tersebut.

Cina menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan demokratis sebagai wilayahnya. Pada Juni 2026, Beijing memulai patroli penjaga pantai di lepas pantai timur wilayah administrasi Taipei. Langkah ini memicu kemarahan Taiwan serta kekhawatiran Amerika Serikat (AS) dan beberapa pihak Barat lainnya.

Pada Selasa (11/08) Kementerian Pertahanan Cina menyatakan bahwa latihan tersebut akan berlangsung pada pertengahan Agustus di sebuah lokasi yang belum dijelaskan, tetapi terletak di sebelah timur Taiwan. Kegiatan ini merupakan "latihan navigasi" bersama kapal angkatan laut Indonesia. Langkah ini dianggap sangat tidak biasa karena Cina pada umumnya tidak mengadakan latihan bersama militer asing di dekat Taiwan.

 Merusak status quo

Pada Selasa (11/08) malam, Dewan Urusan Daratan Taiwan, lembaga yang bertanggung jawab terhadap kebijakan terkait Cina, menyatakan bahwa latihan tersebut merupakan "provokasi militer" dan Beijing harus "segera menghentikan perilaku berbahaya yang merusak status quo ini."

Dalam pernyataannya, dewan tersebut menyebut bahwa Cina kini berusaha menggelar latihan bersama "negara-negara terkait" di perairan sebelah timur Taiwan. Langkah ini menyusul serangkaian tindakan Cina belakangan ini, termasuk kegiatan yang disebut Taiwan sebagai "patroli penegakan hukum rutin" di wilayah administrasi Taipei.

"Hal ini, pada kenyataannya, merupakan manipulasi politik, 'tindakan yang hanya sekadar nama, tetapi pada kenyataannya merupakan ekspansi', yang bertujuan menciptakan kesan palsu di hadapan komunitas internasional bahwa komunis Cina memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan," ujar dewan tersebut.

Dewan tersebut juga menegaskan bahwa Taiwan akan terus memantau dengan cermat perkembangan di wilayah sekitarnya dan mengambil "langkah-langkah yang diperlukan dan tepat".

Terkait informasi latihan gabungan Cina dan Indonesia ini, kantor berita Reuters dan AFP menyebut belum ada respons dari Angkatan Laut dan Kementerian Pertahanan Indonesia.

Tim DW Indonesia juga telah meminta keterangan terkait hal tersebut kepada Kementerian Pertahanan. Namun, masih belum ada respons hingga artikel ini diterbitkan.

 Taiwan gelar latihan perang tahunan

Saat ini, Taiwan sedang menggelar latihan militer tahunan Han Kuang, tempat mereka melakukan simulasi terkait cara memukul mundur upaya serangan Cina.

Pengumuman Cina muncul ketika Wakil Menteri Pertahanan (Menteri Perang) Amerika Serikat bidang Kebijakan, Elbridge Colby, bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta pada Selasa (11/08).

Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kepada Colby bahwa perluasan kerja sama pertahanan tidak bertujuan untuk mendirikan pangkalan militer AS di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh pernyataan dari Kementerian Pertahanan Indonesia.

Cina sendiri tidak mengakui klaim kedaulatan pemerintahan Taiwan dan militer Beijing beroperasi hampir setiap harinya di sekitar Taipei.

Seperti kebanyakan negara, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, tetapi pulau itu adalah rumah bagi lebih dari 300.000 pekerja migran Indonesia.

Taipei mengatakan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka dan telah berulang kali mengecam tekanan militer Cina.

 Bukan Latihan Perang

TNI AL angkat bicara terkait rencana latihan pelayaran antara militer China dan Indonesia di lepas pantai timur Taiwan. TNI AL mengatakan latihan tersebut bukanlah bersifat war fighting, melainkan tradisi navy secara universal.

"Passing exercise yang dilaksanakan bukan bersifat war fighting, tetapi sebagai tradisi navy secara universal apabila melintas wilayah perairan suatu negara," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dimintai konfirmasi, Rabu (12/8/2026).

Diketahui, berdasarkan siaran pers Kemlu, Kapal Perang Indonesia KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 tiba di Pier 33, Vladivostok, Federasi Rusia pada 23 Juli 2026. Kedatangan KRI Gusti Ngurah Rai tersebut untuk mengikuti Latihan Bersama (Latma) ORRUDA (Orel Garuda) 2026 antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut Federasi Rusia. Latihan itu dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Harbour Phase pada 24-26 Juli 2026 dan Sea Phase pada 27-28 Juli 2026.

Sementara itu, menurut Laksma Tunggul, selama perjalanan Lintas Laut (linla) KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-333 dari Vladivostok Rusia sampai kembali ke tanah air, akan dilaksanakan latihan passing exercise dengan negara-negara yang akan dilewati. Passing exercise adalah latihan bersama untuk menyambut dan mengantarkan kapal perang asing.

Laksma Tunggul mengatakan latihan tersebut merupakan bentuk kerja sama hubungan diplomatik di bidang maritim yang melekat pada kapal perang. Ia menegaskan kembali sikap politik Indonesia yang bebas aktif sehingga membuka peluang untuk bekerja sama dengan negara mana pun, termasuk latihan bersama.

"Passex ini juga merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut di dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang," tuturnya.

"Politik luar negeri Indonesia bebas aktif memberikan peluang kerja sama menguntungkan dengan negara mana pun, termasuk giat Passex dengan sejumlah negara," katanya. (yld/imk)

 ⚓️  Detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...