Tampilkan postingan dengan label Torpedo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Torpedo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2026

Unsur KRI Koarmada II Tunjukkan Kekuatan Tempur

 ⚓️ Pada Puncak Latihan Operasi Laut Gabungan TA. 2026 KRI Sampari tembakan rudal C705 (Dispenal)

Unsur koarmada II, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Sampari-628 yang tergabung dalam Satgas Penembakan Senjata Khusus Kogaslagab berhasil menembakkan rudal pada latihan puncak Latopslagab TA. 2026 yang digelar di Laut Jawa, perairan Kepulauan Karimun Jawa, Kamis (23/4). Aksi ini menjadi momen krusial dalam menunjukkan kesiapan tempur prajurit Jalasena dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman di laut.

Dalam pelaksanaan latihan, Dansatkor Koarmada II Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S. selaku Dansatgas Baksus onboard di KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang di Komandani Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas menembakkan rudal Exocet MM 40 Blok III dengan sasaran eks KRI Teluk Hading-538 yang telah purna tugas sebagai alutsista TNI AL.

Sementara itu, KRI Sampari-628 yang di Komandani Letkol Laut (P) Eko Darmawan melaksanakan penembakan rudal C-705 juga berhasil mengenai sasaran Pulau Gundul di wilayah Kepulauan Karimun Jawa. Seluruh rangkaian penembakan berlangsung aman, dan sesuai rencana, menegaskan profesionalisme serta akurasi tinggi prajurit TNI Angkatan Laut.

Keberhasilan latihan ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsuddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sementara itu, Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., selaku Pangkogaslagab memimpin seluruh unsur yang tergabung dalam Kogaslagab dari KRI Brawijaya-320. Kehadiran pimpinan tertinggi pertahanan negara tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap kesiapan operasional TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Pada latihan ini melibatkan berbagai unsur kekuatan TNI AL yang terbagi dalam unsur tugas penembak, pengamanan, dan bantuan. Selain itu, pesawat udara, helikopter, serta drone turut dilibatkan untuk mendukung jalannya latihan secara terintegrasi, sehingga mampu mensimulasikan operasi laut modern yang kompleks dan realistis.

Sebelum mencapai puncak latihan, berbagai serial latihan telah dilaksanakan saat menuju daerah latihan (Rahlat). Seluruh rangkaian ini dirancang untuk mengasah kemampuan taktis, koordinasi, serta interoperabilitas antar unsur dalam menghadapi skenario operasi gabungan.

Latopslagab TA. 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan tempur, tetapi juga wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia. Momentum ini sekaligus mempertegas semangat juang serta profesionalisme prajurit Jalasena dalam menghadapi tantangan pertahanan maritim yang semakin dinamis.

 ⚓️ 
Aksara Indonesia  

Sabtu, 01 November 2025

[Video] Ujicoba Penembakan Torpedo KSOT

  Dipublikasikan PAL Indonesia 
Sejarah baru pertahanan Indonesia kembali terukir. Menteri Pertahanan RI Bapak Sjafrie Sjamsoeddin memimpin langsung penembakan Torpedo Piranha dari Kapal Selam Otonom, dimonitor oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui sistem komunikasi jarak jauh dari Jakarta.

Dalam uji coba bersejarah ini, KSOT berhasil melakukan manuver dan penembakan Torpedo Piranha dengan presisi tinggi.

PT PAL Indonesia tanpa henti memberikan inovasi dan bukti nyata kemajuan industri nasional yang terus mendukung visi ketahanan teritorial.

     Berikut video dari Youtube : 


  🎥  Youtube  

Sabtu, 25 Oktober 2025

KSOT Dikembangkan Agar Bisa Dilengkapi Senjata Torpedo

  KSOT produksi PAL KSOT-001 dalam ujicoba di Laut (Sekpres)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan PT PAL Indonesia untuk mengembangkan kapal selam autonomous (KSOT) atau kapal selam tanpa awak agar bisa dilengkapi senjata torpedo.

"Masih dipelajari oleh PT PAL, dibantu oleh Angkatan Laut untuk mewujudkan KSOT yang bisa menembak torpedo," kata Ali saat ditemui awak media di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Jumat.

Menurut Ali, pengembangan itu perlu dilakukan agar kapal selam tanpa awak pertama milik Indonesia itu bisa berfungsi untuk mendeteksi musuh dengan radar, sekaligus melakukan penyerangan.

Terkait uji tembak KSOT yang rencananya dilakukan pekan depan, Ali mengatakan pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut.

"Belum tahu waktunya (uji tembak), tapi akan kita coba terus," ujarnya.

Infogradis KSOT PAL (PAL)
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan TNI AL akan mengerahkan KSOT atau kapal selam tanpa awak untuk melakukan uji tembak pertama kali pada pekan depan.

"Minggu depan kita akan melakukan penembakan kapal selam tanpa awak," kata Sjafrie saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta Pusat, Rabu (22/10).

Sjafrie menjelaskan uji tembak itu akan dilakukan di kawasan laut Surabaya yang berada di bawah wilayah Komando Armada (Koarmada) II.

Menurut Menhan, Indonesia patut berbangga dengan adanya keberadaan KSOT ini karena Indonesia menjadi negara keempat yang memilik kapal selam tanpa awak ini.

Dia melanjutkan kegiatan uji coba penembakan dengan KSOT itu terbuka untuk disaksikan masyarakat dan meminta awak media untuk ikut meliput agar dapat disaksikan seluruh masyarakat.

"Yang mau ikut (wartawan) daftar, daftar, nanti diangkut sama pesawat Hercules-nya Panglima TNI," kata Sjafrie.

   👷  antara  

Kamis, 09 Mei 2024

'Bravo Zulu' KRI TNI AL Tembakkan Rudal & Torpedo di Selat Bali

⚓🚀 Latopslagab 2024  KSAL monitor operasi dari KRI dr Soeharso-990. (Dispenal)

Kapal selam TNI Angkatan Laut, KRI Alugoro-405 berhasil menembakkan Torpedo Black Shark di Selat Bali. Penembakan senjata khusus itu dilakukan dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) 2024 yang dilaksanakan di sekitar perairan Laut Bali pada tanggal 8 - 9 Mei 2024.

Selain KRI Alugoro, sejumlah kapal perang TNI AL lainnya juga berhasil menembakkan rudal atau senjata khusus miliknya dan berhasil mengenai target yang telah disasar secara bersamaan dari arah berbeda.

Rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3 meluncur dari KCR 60M. (Dispenal)

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang menyaksikan secara langsung latihan penembakan senjata khusus mengaku sangat bangga dengan keberhasilan penembakan sejumlah senjata khusus kapal perang TNI AL yang dilakukan secara serentak tersebut.

"Selaku pimpinan TNI AL saya ucapkan “Bravo Zulu” kepada seluruh prajurit Jalasena yang tergabung dalam Latihan Operasi Laut Gabungan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa Allah Subhanahu Wattaala selalu melindungi langkah pengabdian kita kepada TNI, TNI AL bangsa dan negara, dan tentunya terus kibarkan bendera kewajiban," kata Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali dari Kapal Markas KRI dr. Soeharso–990.

Rudal anti kapal C-802 meluncur dari KRI Yos Sudarso 353. (Dispenal)

Untuk diketahui, penembakan senjata khusus (rudal) dalam Latopslagab 2024 itu melibatkan sejumlah kapal perang TNI AL. KRI Halasan-630 dan KRI Kapak-625 menembakkan rudal Exocet MM40 Block 3, kemudian KRI Yos Sudarso-373 menembakkan rudal C-802, Kapal Selam KRI Alugoro-405 menembakan Torpedo Black Shark dan KRI Sultan Hasanuddin-366 menembakan torpedo A244S.

Objek sasaran penembakan rudal berjarak 35 NM dari unsur penembak. Penembakan dan rudal-rudal tersebut mengenai sasaran secara bersamaan dari arah yang berbeda, dan sasaran berhasil ditenggelamkan.

Korban keganasan rudal dan torpedo TNI AL. (Dispenal)

Dalam Latopslagab 2024 kali ini, TNI AL mengerahkan puluhan unsur Kapal Perang Republik Indonesia yang terdiri dari KRI Unsur Tugas Penembak, KRI Unsur Tugas Pengamanan, KRI Unsur Tugas Peperangan Elektronika (Pernika), serta Unsur Tugas Bantuan dan Pesawat Udara serta Helikopter.

Lebih dari 2.000 prajurit TNI AL dilibatkan dalam latihan tersebut. Selain itu sejumlah drone dari Pusat Penerbang TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) juga ikut serta dalam skenario latihan yang digelar secara besar-besaran tersebut.

"TNI AL menggelar latihan ini merupakan sebagai bentuk pembinaan, sekaligus wahana dalam mengukur kemampuan Alutsista maupun prajurit TNI AL, untuk mewujudkan kesiapsiagaan operasional dalam mengawal kedaulatan laut Indonesia," tegas Kasal.

 Berikut video liputan indomiliter dari Youtube : 


  🎥 Vivanews  

Sabtu, 04 Mei 2024

Persiapan Penembakan Torpedo Black Shark

⚓️ Pada Latihan Operasi Laut Gabungan 2024 KRI Alugoro 405 melaksanakan Loading Torpedo Black Shark, dimana akan ditembakan dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) TA 2024. Selain itu TNI AL juga diberitakan akan menembakan torpedo lainnya dan rudal.

Berikut penampakannya diberitakan Lembaga KERIS.


 ⚓️  Garuda Militer  

Rabu, 29 November 2023

Pembangunan Kapal Selam U-214, Frigat Merah Putih, dan Reverse Engineering Torpedo

 KKIP Kunjungi PT PAL(KKIP)

Ketua Tim Pelaksana (Katimlak) KKIP, Dr. Yoedhi Swastanto, MBA, pagi ini (15/11) sambangi PT. PAL Indonesia di Surabaya dalam rangkaian lawatannya ke sejumlah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) industri pertahanan hingga Kamis esok. Didampingi oleh Koorsahli Laksda TNI (Purn) Dr. Mulyadi, MAP dan Staf Tim Ahli, Kolonel Laut (T) Doddy W. Laksono, MMT, Katimlak KKIP diterima langsung oleh Direktur Utama PT. PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang, dan Direktur Produksi, Iqbal Fikri.

Dalam rangka melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan industri pertahanan secara berkala, KKIP memandang perlu untuk mengetahui perkembangan terkini kesiapan PT. PAL Indonesia dalam program pembangunan kapal selam U-214, Frigat Merah Putih, dan reverse engineering torpedo.

Bapak Kaharuddin Djenod melaporkan bahwa PT. PAL telah mencapai sejumlah tahapan realisasi program pengadaan 2 (unit) Frigat Merah Putih seperti first steel cutting dan keel laying. Kedua kapal tersebut ditargetkan akan di-delivery pada Februari 2027 mendatang.

Sementara itu, PT. PAL kini tengah berusaha untuk menginisiasi program penguasaan teknologi dengan sasaran torpedo A244S Mod-3 dan Torpedo Black Shark. Bapak Kaharudin Djenod menyampaikan bahwa masih diperlukan kajian administrasi, teknis, dan komersial untuk merealisasikan program tersebut.

Torpedo A244S Mod-3 (Ist)
Disamping bertujuan untuk mengimplementasikan amanat penguasaan teknologi penginderaan bawah air pada Jakumhanneg (Kebijakan Umum Pertahanan Negara) 2020-2024, program tesebut akan membawa manfaat yang besar bagi Indonesia seperti meningkatkan keamanan maritim, mendukung operasional hidrografi dan oseanografi, menciptakan keahlian khusus bagi PT. PAL, dan membuka peluang litbang.

Katimlak menggarisbawahi beberapa hal yang mesti menjadi perhatian seperti pembinaan dan pemberdayagunaan sumber daya manusia yang sudah mengikuti kegiatan alih teknologi, koordinasi dengan pengguna, klasifikasi dan standardisasi produk, dan penyusunan peta kerja (roadmap). Katimlak juga mengharapkan Frigat Merah Putih nantinya dapat di-delivery tepat waktu.

Pertemuan di PT. PAL berlangsung hingga pukul 12.00. Selanjutnya rombongan KKIP diagendakan akan melanjutkan agenda lawatan ke Industri Pertahanan yang ada di Bandung, Jawa Barat.
 

  KKIP  

Senin, 23 Oktober 2023

TNI AL Sukses Latihan Penembakan Dua Torpedo Kapal Selam

(TNI AL)

Dua torpedo Kapal Selam TNI Angkatan Laut (TNI AL) yaitu Torpedo dari KRI Cakra-401 dan Wet Firing Test Torpedo dari KRI Alugoro-405 berhasil ditembakkan dan tepat mengenai sasaran saat latihan penembakan torpedo di sekitar perairan Sapudi pada Minggu (22/10).

Unsur-unsur yang terlibat dalam latihan peperangan ini antara lain KRI Cakra-401, KRI Alugoro-405, KRI Raden Eddy Martadinata- 331, KRI Soputan-923, KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Sultan Iskandar Muda-367, Heli Panther AKS, dan Drone Scan Eagle.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyaksikan di Pusat informasi Tempur (PIT) KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM 331) atas keberhasilan latihan peperangan kapal selam dengan uji penembakan dua torpedo kepala latihan tersebut, dengan disimulasikan KRI REM 331 sebagai sasaran tembak kapal permukaan.

Latihan ini merupakan salah satu implementasi program prioritas Kasal dalam membangun kekuatan Angkatan Laut yang bertumpu pada Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) sebagai kekuatan yang siap dioperasikan, sehingga pengembangan dan modernisasi alutsista guna meningkatkan kekuatan dan kesiapan tempur.

Keberhasilan latihan penembakan dua torpedo tersebut merupakan wujud keberhasilan TNI AL dalam menguji kekuatan dan kesiapan kapal selam pada peperangan Kapal Selam (Submarine Warfare) dan sekaligus peperangan Anti Kapal Selam (Anti-Submarine Warfare).

 ⚓️  TNI AL  

Jumat, 08 Juli 2022

KRI REM 331 dan KRI DPN 365 TNI AL Melaksanakan Latihan Penembakan Torpedo A244S Kepala Latihan dan Peluncuran Tracking SCRAB II

Penembakan Torpedo A244S [TNI] ⚓️

KRI Raden Eddy Martadinata (KRI REM)-331 dan KRI Diponegoro (KRI DPN)-365 merupakan 2 Alutsista TNI AL dari jajaran Satkor Koarmada II melaksanakan penembakan Torpedo A244S kepala latihan dengan sasaran CTS106D di perairan utara Situbondo Jawa Timur, Kamis (7/7/2022).

Setelah penembakan Torpedo A244S kepala latihan dengan sasaran CTS106D oleh 2 KRI tersebut selanjutnya KRI REM-331 melaksanakan tracking SCRAB II TDX-217 dan tracking SCRAB II TDX-218 di perairan utara Pasuruan Jawa Timur. Latihan ini juga dalam rangka mendukung uji fungsi Alutsista yang dimiliki Puspenerbal.

Selain melibatkan KRI REM-331 dan KRI DPN-365, latihan ini juga melibatkan KRI Pulau Rupat-712, KRI Tombak-629, Helikopter Panther 1303 dari Puspenerbal sebagai unsur pengamanan.

Latihan ini ditinjau langsung Asops Kasal Laksda TNI Dadi Hartanto, Danguspurla Koarmada II Laksma TNI Deny Prasetyo onboard di KRI REM-331, sedangkan pejabat lainya Kadisopslatal Laksma TNI Eko Wahjono, dan Kadissenlekal Laksma TNI Teguh Prasetyo onboard di KRI DPN- 365.

  ⚓️ TNI  

Jumat, 15 Oktober 2021

KRI Malahayati-362 Latihan Tembakan Torpedo

 Dalam operasi siaga tempur di Selat Bali KRI USH 359 Bung Tomo ⚓️

Di bawah kendali operasi Guspurla Koarmada 2, KRI Malahayati-362 Unsur Satkor Koarmada II yang sedang melaksanakan Operasi Siaga Tempur Laut berhasil menenggelamkan kapal selam musuh yang terdeteksi Sonar KRI Malahayati-362 melakukan tindakan _"Hostile Intent"_ di laut Selat Bali. Rabu 13/10/2021.

Diskenariokan, Latihan Peperangan Anti Kapal Selam (AKS) tersebut dilaksanakan oleh KRI Malahayati-362 untuk melatih prajurit KRI Malahayati-362 sebagai langkah antisipatif apabila dalam melaksanakan Operasi Siaga Tempur Laut menemukan kapal selam asing yang melakukan pelanggaran wilayah di Perairan Yurisdiksi NKRI dan dengan nyata menunjukkan niatan yang mengarah ke tindakan _"Hostile Intent"_.

Prajurit KRI Malahayati memasukkan torpedo ke tabung peluncur

Komandan KRI Malahayati-362 Letkol Laut (P) Nurulloh Zemy Prasetyo, M.Sc. menjelaskan, "Skenario latihan telah direncanakan dengan baik oleh Kapten Laut (P) Eben Haezer, S.H., yang menjabat sebagai Kadep Ops KRI Malahayati-362 sekaligus perwira PWO. Dimulai dengan terdeteksinya kapal selam musuh sampai dengan tertembaknya kapal selam musuh _"Hit on Target"_ oleh torpedo KRI Malahayati-362," ungkapnya.

"Tim Anjungan dan Tim PIT dapat melaksanakan komunikasi dengan baik sehingga dengan kerjasama Tim yang solid tersebut tidak membutuh waktu lama untuk menemukan keberadaan kapal selam musuh dan berhasil menghancurkannya dengan menggunakan Torpedo MK-46," lanjutnya.

Rangkaian skenario latihan Peperangan Anti Kapal Selam tersebut merupakan salah satu perintah Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II, Laksma TNI Hersan, S.H., M.Si., pada saat _Pre Sail Brief_ sebelum KRI Malahayati-362 bertolak ke daerah operasi.

Selain itu latihan antar unsur di daerah operasi tersebut sebagai tindak lanjut dari perintah Pangkoarmada II, Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr(Han)., untuk meningkatkan profesionalisme prajurit KRI Koarmada II agar dapat terbentuk melalui kegiatan latihan yang dilaksanakan dalam setiap kesempatan baik di daerah operasi maupun di pangkalan. (Edi Sulton)

  ⚓️ Merdeka Jaya Pos  

Rabu, 21 April 2021

Menjelang Latihan Penembakan Senjata Strategis Koarmada II

Pangkoarmada II onboard di KRI GNR-332 monitor penembakan rudal & torpedoPangkoarmada II onboard di KRI GNR-332 [TNI AL]

Agar seluruh rangkaian kegiatan latihan penembakan senjata strategis TNI Angkatan Laut berjalan lancar dan sukses, Panglima Koarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan memastikannya dengan onboard di KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332, pada Selasa (20/4).

Dengan bermarkas sementara di KRI GNR-332, Pangkoarmada II memonitor langsung pergerakan seluruh unsur gugus tugas penembakan senjata strategis TNI AL yang akan dilaksanakan di perairan Laut Bali pada minggu ini.

Menurut rencana pada hari “ H “ penembakan akan disaksikan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono.

Penembakan rudal C802 pertama KRI Layang 805 [TNI AL]

Ketiganya akan berada di KRI dr.Soeharso (SHS)-990 untuk menyaksikan penembakan rudal oleh dua unsur KRI jajaran Koarmada II, yakni KRI Hiu-634 dan KRI Layang-635 serta penembakan torpedo SUT oleh KRI NGL-402.

Pangkoarmada II berharap latihan penembakan kali ini dapat mendulang sukses seperti penembakan rudal C-705 dalam Latihan Pra Armada Jaya Tahun 2021 di perairan Natuna.

Koarmada II selama ini tetap menjadi tulang punggung TNI Angkatan Laut, dimana seluruh kapal dan senjata strategis ada di Koarmada II. Untuk itu saya minta kita tetap menjaga profesionalitas dalam uji coba penembakan kali ini, agar tugas yang dibebankan kepada kita dapat terlaksana dengan baik sesuai prosedur. Keberhasilan penembakan rudal C-705 dapat menjadi motivasi bagi kita semua,“ tegas Laksda Sudihartawan. (Pen2)
 

  ⚓️ Koarmada II  

Minggu, 24 Januari 2021

Mengenal Torpedo SUT Buatan Dirgantara Indonesia

Di antara banyak alat utama sistem pertahanan atau alutsista terkenal buatan Indonesia adalah Torpedo SUT Dirgantara Indonesia. Ia pun punya ciri khusus yang membedakannya dengan torpedo lain. Torpedo SUT Dirgantara Indonesia punya ciri khusus yang membedakan dengan torpedo lainnya. [KKIP] ⚓️

Di antara banyak alat utama sistem pertahanan atau alutsista terkenal buatan Indonesia adalah Torpedo SUT Dirgantara Indonesia. Ia pun punya ciri khusus yang membedakannya dengan torpedo lain.

Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero) ini menjalani uji tembak dari KRI Cakra-401 saat Latgab TNI Juni 2008. Senjata taktis ini pun sukses menghantarkan eks-KRI Karang Galang ke peraduan terakhirnya di dasar laut.

"Dengan berat hulu ledak 260 Kg, Torpedo SUT mampu menjangkau sasaran dengan jarak tembak efektif maksimal 40 Km," seperti dikutip dari keterangan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Sabtu (16/1/2021).

Torpedo SUT punya ciri khusus yang membedakan dengan torpedo lainnya. Salah satu yang paling menonjol bisa dilihat dari adanya kabel sebagai pemandu bidikan ke target. Kabel berfungsi memberikan data-data akustik guna mengendalikan arah tujuan torpedo, dan berfungsi sebagai penangkal jamming karena datalink dipandu dua arah.

Torpedo SUT digerakkan dengan motor listrik, dengan tingkat kebisingan rendah. Setelah torpedo dirasa aman dari reduksi jamming sonar lawan, kabel akan terlepas dan kendali diambil alih secara mandiri oleh data prosesor yang ada di dalamnya.

Sebagai perusahaan besar dalam industri pertahanan, Dirgantara Indonesia memang membuat produk torpedo yang memiliki spesifikasi hebat. SUT Torpedo ini dirancang untuk menghadapi target kapal selam dan kapal permukaan.

Torpedo SUT tidak hanya dapat diluncurkan dari kapal selam dengan metode swim-out, melainkan juga dari kapal permukaan dengan metode pneumatic push-out.

Berikut ini spesifikasi Torpedo SUT Dirgantara Indonesia :

- Panjang tanpa casket : 6,150mm (6.620mm dengan casket)
- Diameter : 533mm
- Berat versi tempur : 1,413.6Kg (tempur), 1,224.00Kg (latihan)
- Berat isian tempur : 255Kg
- Pendorong : motor listrik
- Jarak jangkau maks. : 12Km (kecepatan 35Kts)
- Jarak jangkau optimal : 28Km (kecepatan 23Kts)
- AEG SUT 533mm : Heavyweight Torpedo Dengan Pemandu Sonar Pasif Dan Aktif

Dalam industri teknologi alutsista, SUT hasil karya PT Dirgantara Indonesia ini adalah salah satu pengembangan teknologi terbaik. Dengan modal lisensi dari AEG (Allgemeine Elektrizitäts-Gesellschaft), Telefunken, Jerman, membuat teknologi dari SUT ini sangat diperhitungkan.

 Bagaimana cara kerja torpedo? 
Sesaat setelah ditembakkan dari dalam peluncur torpedo, tangki muatan pendorong akan memberikan muatannya kepada mesin pendorong dan mesin akan bekerja memutar twin screw counter rotating propeller.

Torpedo akan meluncur menuju sasaran dengan kecepatan minimal sekitar 20 knot. Torpedo akan berjalan lurus, sesuai arah, kecepatan dan kedalaman menuju sasaran yang telah diprogramkan terlebih dahulu melalui bilik hitung penembakan torpedo.

Peluncuran torpedo ke arah sasarannya didorong oleh twin screw counter rotating propeller-nya, yang dapat menjamin torpedo tidak akan mengalami momen puntir dari putaran motornya sendiri, dan ditahan pada kedalaman yang dikehendaki dengan diatur oleh membrane pengukur kedalaman yang dilaksanakan oleh sirip horisontalnya, serta dijaga pada arah haluannya dengan dikendalikan oleh gyro kompas, yang pelaksanaanya dilakukan oleh kemudi tegaknya.

Ledakan torpedo sendiri akan dipicu dari beberapa macam fuze detonator, baik contact, proximity fuze, maupun magnetic fuze.

Terkadang beberapa fuze diaktifkan bersama untuk memperoleh 100 persen kepastian ledak. Hulu ledaknya yang berisi sekitar 200 kg TNT, dipastikan akan dapat menjebol dan mematahkan hull kapal perang jenis manapun yang kena hantamannya.

Apalagi bila ledakkannya itu disetel pada suatu jarak kedalaman tertentu dari lunas kapal sasaran dalam rangka memperoleh keuntungan double blast effect.

  ⚓️
Bisnis  

Jumat, 23 Oktober 2020

Indonesia Takes Delivery of Torpedo Countermeasures from Turkey

A consignment of acoustic torpedo countermeasure jammers and decoys meant for the Indonesian Navy’s (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut: TNI-AL’s) Nagapasa (Type 209/1400)-class diesel-electric submarines has arrived in-country. An effector from Aselsan’s Zoka range of torpedo countermeasure jammers and decoys. (Aselsan) ⚓️

The equipment, which was delivered by Turkish defence company Aselsan as part of a contract signed in 2019, arrived in Indonesia on 22 October, Janes has confirmed with an industry source close to the matter.

Citing an official from Aselsan, Janes first reported in March 2019 that Indonesia had selected the Zoka range of jammers and decoys for the Nagapasa class.

The jammers work by emitting noises that saturate the acoustic operating frequencies of known torpedoes on the market, while the decoys can be programmed to simulate the acoustic and hydrographic characteristics of its host submarine.

These effectors are launched from Aselsan’s Zargana dispenser system, which can deploy up to 24 decoys or jammers in single-shot or salvo modes, without generating any air bubbles that may compromise the host submarine’s position.

This dispenser system is platform- and system-agnostic, and can be integrated into the host vessel’s existing combat management systems without the need for dedicated consoles.

State-owned shipbuilder PT PAL will be working with engineers from Aselsan to integrate the system onboard all three Nagapasa-class boats.

Indonesia signed for three Type 209/1400 boats with South Korean company Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) in 2011. The TNI-AL has inducted two boats in the class, Nagapasa (403) and Ardadedali (404), and is awaiting the commissioning of the final boat, Alugoro (405).

  ⚓️
Jane's  

Selasa, 02 April 2019

Torpedo Black Shark Telah Ditembakkan

Di Perairan Utara Bali https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEje1I6DjtOM26rLqEoeV63caLcT98_Aoc2PjdeskjMm_uhr0wN5M68VbE8FwLMsRyNwAU-HhfphDHanm803YtaQSTjX3HKdruy_1rzL1WBYeDLmG6_gYLdtKXj8rrc2JIRxUoukYxjMqK0r/s1600/KRI+Nagapasa+403+menjalani+sea+trial+%2528defence.pk%2529.jpgKRI Nagapasa 403 [TNI AL]

TNI AL diberitakan telah selesai melakukan Uji Penembakan Torpedo Black Shark dengan kapal selam terbarunya, KRI Nagapasa – 403. Beberapa unsur KRI turut serta dalam Pengujian Torpedo ini.

Palaksa KRI I Gusti Ngurah Rai Letkol Rudi yang ikut mengawal proses uji coba penembakan tersebut mengatakan uji coba Torpedo Black Shark tersebut ditembakkan sekitar pukul 03.00 dini hari.

Sudah selesai latihannya tanggal 30/3/2019 kemarin. Kalkulasi latihannya ada banyak, sejak tanggal 29 – 30 itu. Uji coba penembakan cuma satu torpedo yang dilakukan Kapal Selam Nagapasa sekitar jam 3 pagi,” kata Rudi saat dikonfirmasi tribun-bali.com, malam, Minggu (31/3/2019), kemarin.

Dia menuturkan, lokasi uji coba digelar di perairan utara Bali.

Di utara perairan Bali. Sekitar utaranya Celukan Bawang kalau tidak salah. Letak pastinya kurang tahu karena bukan kita yang uji coba penembakan.”

Kita hanya mengamankan sektor sekitar lokasi saja. Biar saat penembakkan kapal-kapal nelayan dan niaga tidak melintasi lokasi uji coba penembakan sehingga tidak salah sasaran.Kan biasanya ada kapal-kapal yang mungkin mau ke Celukan Bawang jadi kita amankan saja sektornya,” tuturnya.

Dia menjelaskan, senjata yang diujicobakan itu merujuk torpedo jenis baru, Black Shark yang dibeli dari Italia.

Rinciannya tidak tahu pasti. Spesifikasinya juga kami kurang tahu karena sepertinya senjata itu khusus untuk kapal selam saja, bukan semacam kapal jenis kita. Mungkin senjata ini pernah diujicobakan, cuma yang ini ke berapa kali saya kurang mengetahuinya. Itu karena kapal baru dan senjatanya baru, jadi masih diujicobakan,” jelas dia.

Ditanya mengenai lama proses latihan, pihaknya pun tidak mengetahui pasti.

Tidak tahu berapa lama, karena masing-masing kapal datangnya tidak bersamaan. Tapi sejak tanggal 29/3/2019 kami sudah tiba di lokasi untuk mensterilisasi dan mengawal latihan. Untuk pengamanan seperti kita, harus duluan menjaga agar tidak ada unsur lain yang memasuki area. Setelah itu pun kita langsung mencar masing-masing,” jawabnya.

Dia membeberkan ada dua kapal yang mengawal dan satu kapal sebagai observer latihan tersebut.

Sementara itu, Palaksa Lanal Denpasar Letkol Laut (P) Bambang Abdullah Basuki Rahmad saat dikonfirmasi mengenai adanya latihan uji coba itu, juga membenarkan kegiatan tersebut.

Dia menuturkan latihan uji coba sudah berlangsung tanggal 29/3/2019 lalu, dan menembakkan torpedo black shark tersebut pada tanggal 30/3/2019 sekitar pukul 03.00 dini hari.

Kurang lebih ungkap dia, kegiatan itu hanya uji coba senjata baru.

Kapal selam yang menembakkan itu, KRI Nagasapa 403. Memang itu kapal yang dilengkapi dengan persenjataan baru, jadi persenjataannya dicoba. Artinya ini senjata barunya kapal selam itu,” kata dia menuturkan.

Dia melanjutkannya, ada beberapa kapal yang mengawal proses percobaan latihannya yakni KRI Sultan Iskandar Muda, KRI I Gusti Ngurah Rai dan beberapa kapal lainnya.

Sementara in, ujarnya, kapal KRI Nagasapa telah bertolak ke Surabaya.

KRI I Gusti Ngurah Rai masih sandar di Benoa untuk melanjutkan operasi selanjutnya. Pengawalan yang dilakukan sesungguhnya untuk menghindarkan kapal-kapal nelayan menjauh dari area penembakan.

Torpedonya tidak sampai diledakkan karena ini Kepala Latihan bukan Kepala Perang. Torpedo kepala latihan itu seperti drone gitu, dikendalikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, torpedo Black Shark merupakan buatan Whitehead Sistemi Subacquei (WASS), Finmeccanica Company, Italia, yang diketahui sebagai torpedo jenis baru dan modern untuk kapal selam.


  ★ Tribunnews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...