Tampilkan postingan dengan label USV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label USV. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2026

TNI AL Bakal Memastikan Penggunaan Drone untuk Jaga Selat Strategis

 ⚓️ Lebih efisien KRI BPD 322, Frigate pertama dan drone kapal selam produksi PT PAL (FMI fb)

TNI AL mulai mengalihkan fokus pengamanan laut dengan memanfaatkan teknologi robotik. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan penggunaan pesawat dan kapal tanpa awak (drone) bakal menjadi kunci efisiensi dalam menjaga wilayah perairan Indonesia yang sangat luas.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pemenuhan jumlah alutsista ideal di tanah air.
Ali mengamini bahwa Indonesia sebenarnya membutuhkan hingga 300 kapal perang untuk mengawal wilayah dari Aceh hingga Papua.

Kebutuhan 300 kapal itu betul, tapi kita tidak membutuhkan semuanya fregat (kapal tempur besar). Yang kita butuhkan justru banyak kapal-kapal patroli dan kapal kecil untuk menjaga selat-selat serta kawasan pesisir (litoral),” ujar Ali di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3).

 Andalkan Teknologi Tanpa Awak

Ali memproyeksikan penggunaan sistem tanpa awak (unmanned system) secara masif sebagai solusi cerdas di masa depan. Menurutnya, teknologi drone jauh lebih efektif dan hemat biaya untuk mengawasi celah-celah laut strategis dibanding hanya mengandalkan kapal berawak.

Kita butuh lebih banyak unmanned system. Drone ini sangat efektif dan efisien untuk menjaga perairan kita yang sangat luas karena lebih hemat dalam penggunaan operasional,” jelasnya.

TNI AL membidik tiga jenis armada robotik sekaligus untuk memperkuat pengawasan, seperti kapal tanpa awak (USV) yaitu robot yang bergerak di atas permukaan air untuk patroli.

Kemudian, pesawat tanpa awak (UAV) atau drone udara untuk pengintaian dari langit. Lalu, robot bawah laut (UUV) merupakan perangkat robotik yang beroperasi di bawah air untuk mendeteksi ancaman kapal selam atau ranjau.

 Dorong Produksi Dalam Negeri

Ali menaruh harapan besar agar seluruh perangkat teknologi tanpa awak tersebut lahir dari tangan anak bangsa. Ia mendorong industri pertahanan lokal untuk segera menguasai teknologi robotik laut dan udara ini.

Harapannya drone-drone ini sudah bisa kita buat di dalam negeri. Baik yang di permukaan, di udara, maupun di bawah laut, semuanya kalau bisa kita bangun sendiri,” tegas Ali.

Selain drone, Ali menyebut kapal-kapal patroli berukuran kecil memiliki peran vital di kawasan pesisir. Kapal jenis ini lebih lincah bermanuver di selat-selat padat dan perairan dangkal yang sulit dijangkau oleh kapal perang berukuran raksasa.

Kehadiran kapal patroli dan drone ini nantinya melengkapi keberadaan kapal-kapal tempur utama seperti KRI Prabu Siliwangi-321 dan KRI Brawijaya-320 yang baru saja memperkuat jajaran armada laut Indonesia. (at)

  👷 
IDM  

Senin, 05 Mei 2025

[Global] Kapal Nirawak Ukraina Tembak Jatuh Su-30 Flanker Rusia

 Pertama kali di dunia 
https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2025/05/04/41/1563163/pertama-kali-di-dunia-kapal-nirawak-ukraina-tembak-jatuh-jet-tempur-su30-flanker-rusia-xdh.webpSebuah kapal nirawak Ukraina tembak jatuh jet tempur Su-30 Flanker Rusia. (Foto/Telegram/HUR) 💥

S
ebuah kapal nirawak (drone maritim) Ukraina telah menembak jatuh jet tempur Su-30 Flanker Rusia di atas Laut Hitam pada Jumat lalu. Menurut militer Kyiv, ini menjadi yang pertama di dunia sebuah drone maritim berhasil menjatuhkan jet tempur Flanker Moskow.

Drone maritim atau uncrewed surface vessel (USV), yang dioperasikan oleh "Group 13" intelijen militer Ukraina (HUR), menembak jatuh jet tempur tersebut di dekat pangkalan Angkatan Laut strategis Rusia Novorossiysk di Laut Hitam bagian timur.

"Ini adalah penghancuran pesawat tempur pertama di dunia oleh drone maritim," bunyi pernyataan HUR, yang dilansir Kyiv Independent, Minggu (4/5/2025).

Jet tempur Rusia seharga USD 50 juta (lebih dari Rp 800 miliar) itu dikirim diduga untuk mencegat USV yang mengancam pangkalan Angkatan Laut di Novorossiysk dan Kerch. Ia terbang rendah untuk menyerang USV dengan meriam atau roket tanpa kendali.

Group 13 HUR sebelumnya dikaitkan dengan USV Magura V5 yang dipersenjatai dengan dua rudal AA-12 Archer yang disebut sebagai Sea Dragon. Namun tidak dapat dipastikan jenis rudal yang digunakan untuk menjatuhkan Su-30 Flanker Rusia pada Jumat lalu.

Sekadar diketahui, Magura V5 yang dilengkapi dengan kamera, GPS, dan sistem navigasi otonom dapat beroperasi secara mandiri atau di bawah kendali manusia jarak jauh, menjadikannya alat yang tangguh untuk serangan presisi.

Profilnya yang rendah dan penampang radar yang kecil memungkinkannya untuk menghindari deteksi oleh sistem pertahanan udara tradisional, keuntungan penting di Laut Hitam tempat Angkatan Laut dan Angkatan Udara Rusia memiliki kehadiran yang kuat.

Pengembangan drone maritim tersebut, yang sebagian didukung oleh bantuan teknologi dari sekutu Barat, termasuk Inggris Raya, mencerminkan adaptasi cepat Ukraina terhadap tuntutan peperangan modern.

Sejak diperkenalkan, Magura V5 telah terbukti menenggelamkan atau merusak banyak kapal perang dan kapal pendukung Rusia, termasuk penenggelaman kapal penjelajah Moskva pada tahun 2022, yang merupakan pukulan telak bagi Armada Laut Hitam Rusia.

Rudal R-73, yang dikenal dengan sebutan NATO-nya; AA-11 Archer, adalah rudal udara-ke-udara jarak pendek era Soviet yang mulai beroperasi pada tahun 1984. Dirancang oleh Biro Desain Vympel, rudal ini terkenal karena kemampuan manuvernya yang tinggi dan sistem pelacak inframerah, yang mengunci tanda panas mesin pesawat.

Rudal ini berbobot sekitar 230 pon, memiliki jangkauan hingga 18 mil, dan dapat menyerang target pada sudut hingga 60 derajat dari garis bidik, sehingga sangat efektif terhadap lawan yang gesit. Hulu ledaknya, yang berisi 16 pon bahan peledak berkekuatan tinggi, dirancang untuk menghancurkan pesawat dengan satu serangan.

Menurut laporan media Ukraina, dalam operasi Jumat lalu, teknisi Ukraina memodifikasi R-73, yang biasanya diluncurkan dari jet tempur seperti MiG-29 atau Su-27, untuk ditembakkan dari Magura V5. Adaptasi ini kemungkinan melibatkan rel peluncuran yang dibuat khusus dan sistem penargetan yang disederhanakan yang kompatibel dengan perangkat elektronik di dalam drone.

Keberhasilan integrasi rudal udara-ke-udara ke dalam drone maritim menggarisbawahi kecerdikan Ukraina dalam menggunakan kembali teknologi yang ada untuk melawan Angkatan Udara Rusia yang unggul. (mas)

  🚀 sindonews  

Rabu, 19 Februari 2025

Milanion dan Republikorp (RDI) Akan Memasok Kapal USV untuk TNI AL

 Unmanned Surface Vessel 20 meter (Global Defence Insight)

Kemitraan ini telah berkomitmen untuk mengirimkan lima Unmanned Surface Vessel (USV) 20 meter pertama dengan mengintegrasikan Autonomous Conversion Kit canggih Milanion.

Tim gabungan akan bekerja sama erat dengan galangan kapal lokal Indonesia yang telah ditugaskan untuk merancang, membangun, dan memasok kapal, sesuai spesifikasi pelanggan, untuk menyesuaikan dan mengintegrasikan solusi kit konversi canggih guna memenuhi persyaratan pelanggan.

Ilustrasi Unmanned Surface Vessel [© Republikorp]
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Davinder Dogra, CEO Milanion Group, dan Norman Joesoef, CEO Republikorp di IDEX 2025, yang diadakan di ADNEC, Abu Dhabi, tempat Milanion memamerkan berbagai solusi pertahanan dan keamanan yang canggih.

Berdasarkan perjanjian yang baru ditandatangani, kedua perusahaan berkomitmen untuk memperluas kolaborasi mereka dan membangun kerangka kerja untuk mengeksplorasi peluang potensial di Indonesia untuk solusi yang sangat mobile dan canggih, yang disesuaikan dengan persyaratan operasional lokal.

CEO Milanion, Davinder Dogra mengatakan, “Kolaborasi ini merupakan bukti kekuatan pelengkap dari kedua perusahaan kami dan hubungan kami yang terus berkembang akan membuka peluang di domain maritim, darat, dan udara tri-layanan.

Kami yakin bahwa kami dapat menciptakan solusi baru dan inovatif yang akan meningkatkan kemampuan pelanggan berdasarkan kebutuhan lokal.

  🛥 Joint Forces  

Jumat, 27 September 2024

TNI AL Jajaki Teknologi Otonom Untuk Bangun Kekuatan Tempur ke Depan

https://www.navalnews.com/wp-content/uploads/2023/08/Ukraine-Sea-Drones-2023-08-29.jpgIlustrasi drone laut Ukraina (Navalnews)

M
arkas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal) menjajaki penggunaan teknologi otonom (autonomous technology) untuk membangun postur kekuatan tempur TNI AL setidaknya sampai 20 tahun ke depan.

Oleh karena itu, TNI AL mengumpulkan berbagai ahli dan pakar untuk membahas teknologi otonom dan tren peperangan berbasis teknologi otonom (autonomous warfare) dalam sebuah forum diskusi kelompok (FGD) di Jakarta, Rabu.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam sambutannya saat membuka acara itu di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Rabu, menyampaikan penggunaan teknologi otonom dalam perang Rusia-Ukraina mengubah cara berperang sekaligus strategi bertempur terutama di laut.

Ini mengubah cara berperang secara umum, betapa ringkihnya, betapa fragile-nya kapal-kapal di atas air dari gangguan unmanned system. Kita lihat kapal penjelajah Rusia Kelas Moskwa pun terkena serangan dari USV Ukraina,” kata Laksamana Ali.

Dia melanjutkan kapal-kapal dagang dan kapal induk Amerika Serikat di Laut Merah dan Teluk Aden juga menghadapi serangan-serangan drone, salah satunya dari kelompok Houthi Yaman.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFEOXSTekleNDJgoHlnUgow_bkdCO5ypuFsZBYE-k07WEg2kv79yQo7u-1LGXa00eU9VZ0YusmOtxhapilek7Kmgry3NicQKCOQTl_FOjr_6zYNEBMmdwAFVYt80jUiDdJLpwKA4IUwBRHsY_JH1VD3R2r6srcQqQxF0SnuVOgO6pgGnfBm7oE_boHMWxS/s1022/Screen-Shot-2022-10-11-at-3.11.57-PM.pngUSV Ukraina (Navalnews)

Senjata-senjata drone ini senjata kecil, murah, tetapi punya efek getar tinggi. Ini menjadikan kita harus berpikir bagaimana mengelola alutsista ke depan, menyiapkan perkembangan teknologi untuk memajukan kemampuan tempur unsur-unsur TNI Angkatan Laut,” kata Ali.

TNI AL pada 2024 dalam proses menyusun Rencana Strategis TNI AL 2025–2029 dan Postur Pembangunan Kekuatan TNI AL 2025–2044. Dua dokumen itu, yang menjadi pedoman membangun kekuatan TNI AL dalam jangka menengah dan jangka panjang, ditargetkan rampung disusun pada tahun ini.

FGD yang mengangkat tema “Autonomous Warfare for Revolution Maritime Operation Affair” menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu Asisten Khusus Menteri Pertahanan RI Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf, Ridwan Prasetyarto, Wakil Kepala BRIN Prof. Amarulla Octavian, dan Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI Laksamana Muda TNI Kresno Buntoro. Kegiatan itu diikuti jajaran pimpinan TNI AL baik di lingkungan Komando Armada RI, Pangkalan Utama TNI AL, maupun Pangkalan TNI AL.

Dalam sesi pertama diskusi, Asisten Menhan itu memaparkan presentasinya berjudul “Autonomous Warfare for Revolution Maritime Operation Affair”, kemudian pakar bidang kecerdasan buatan (AI), Ridwan, memaparkan presentasi berjudul “AI and Multi-Agent System in Autonomous Maritime Warfare”.

Dalam sesi kedua, Wakil Kepala BRIN memaparkan presentasi berjudul “Senjata Cerdas untuk Perang Laut”, dan Kababinkum TNI memaparkan presentasi berjudul “Maritime Autonomous/Unmanned Vessel (MAV): Perspektif Hukum Internasional”.

 
🛥 antara  

Jumat, 03 Maret 2023

Proyek Kedepan PAL Indonesia

⚓️ Menampilkan kapabilitas dan inovasi Miniatur LPD 163 m desain PAL Indonesia dipesan UEA. (TvOne)

PT PAL Indonesia telah menandatangani berbagai perjanjian kerja sama strategis dengan berbagai negara.

Pada bulan lalu di Abu Dahbi, PAL Indonesia telah menyetujui kerjasama dengan perusahaan UEA dalam pengembangan alutsista, seperti diungkap CEO PAL, Kaharuddin Djenot.

Perusahaan strategis UEA mendanai program pemesana kapal LPD 163 meter desain PAL dengan opsi pengembangan lebih lanjut sesuai kebutuhan militer negeri UEA.

Kerjasama ini menjadi titik awal kerja sama pengembangan alutsista dengan Uni Emirat Arab,” tutur Kaharuddin Djenod.

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada combat management system & integration, melainkan juga memberikan ruang berkembang bagi kedua belah pihak, khususnya PT PAL Indonesia untuk mengembangkan desain, pengembangan underwater vehicles, dan submarines, serta unmanned surface vehicle.

Sebelumnya juga di kabarkan dari negeri tetangga, Filipina juga telah memesan Strategic Sealift Vessel (SSV) 123 meter pada bulan Juni tahun 2022 sebanyak 2 unit, yang mana diminta ada perubahan minor pada platform kapal sesuai kebutuhan militer Filipina.

Nantinya kapal SSV ini diharapkan akan siap bertugas hingga sea state 6, serta kapabilitas pengoperasian perlengkapan fasilitas kapal pada sea state 4.

Upacara cutting steel atau pemotongan baja kapal frigate Merah Putih yang dilakukan di galangan kapal PT PAL Surabaya. (Ist)

Selain itu PAL Indonesia juga akan memproduksi kapal frigate Merah Putih kerjasama dengan perusahhan Inggris, Babcock.

CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan kepada Jane's, proyek frigate Merah Putih merupakan cermin bahwa status kapal perang tersebut buatan lokal.

Dia pun memastikan seperti diberitakan sindonews, bahwa frigate akan mempunyai panjang 140 meter, bukan lagi 143 meter dan bukan juga 138 meter sebagai varian yang identik Iver Huitfeldt milik AL Denmark.

Proyek frigate Merah Putih disebut sebagai milestone Indonesia menapak level baru dalam kapasitas membangun kapal perang sekaligus kekuatan matra laut.

Dari sisi kapasitas knowledge, PT PAL memang pernah membangun light frigate / PKR 105 kerjasama dengan Damen, tapi prosesnya lebih banyak dilakukan perusahaan asal Belanda, dan hanya sebagian yang dibangun di Tanah Air.

  Focus Group Discussion PAL 
Desain PAL kapal dengan panjng 106 meter (Defend.id)

Pada forum yang di selenggarakan PAL, Focus Group Discussion (FGD), potensi besar dunia maritim Indonesia, CEO PAL mengatakan nantinya UEA akan memesan kembali LPD batch kedua desain PAL.

Selain itu juga akan memesan kapal BRS (Bantuan Rumah Sakit) dan 4 unit kapal Korvet dengan nilai billion dollar.

Juga dalam video yang beredar, nantinya PAL akan menampilkan desain kapal induk Merah Putih, menurut CEO PAL, desain kapal tersebut akan di publikasikan bulan Agustus tahun ini.

Dari berbagai proyek PAL ini, diharapkan menjadikan industri pertahanan yang berlokasi di Surabaya ini dapat menyelesaikan pesanan tepat waktu dan berkualitas.

 ✪ 
Garuda Militer  

PT PAL Tandatangani Kerja Sama Bidang Alutsista dengan Perusahaan UEA

⚓️ IDEX 2023 Abu Dhabi Penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT PAL Indonesia dengan perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) Marakeb Technologies LLC. (PAL Indonesia)

PT PAL Indonesia tandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan perusahaan lokal Uni Emirat Arab (UEA) Marakeb Technologies LLC di bidang sistem persenjataan untuk proyek Kapal Landing Platform Dock (LPD).

Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Kaharuddin Djenod CEO PT PAL Indonesia dan Basel Shuhaiber CEO Marakeb Technologies LLC di hari kedua pameran bertajuk International Defence Exhibition & Conference (IDEX) 2023 di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC) UEA yang diikuti oleh PT PAL Indonesia.

Kerjasama ini menjadi titik awal kerja sama pengembangan alutsista dengan Uni Emirat Arab,” tutur Kaharuddin Djenod.

Pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat besar dalam pencapaian global PT PAL Indonesia. Kerja sama bilateral tersebut dapat terwujud karena adanya hubungan diplomasi yang terjalin sangat baik antara Indonesia dengan UEA.

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada combat management system & integration, melainkan juga memberikan ruang berkembang bagi kedua belah pihak, khususnya PT PAL Indonesia untuk mengembangkan desain, pengembangan underwater vehicles, dan submarines, serta unmanned surface vehicle.

Selain itu, dengan adanya kerja sama ini akan memperkuat proyek-proyek strategis di wilayah Indonesia, UAE, Asia Timur Tengah dan Afrika.

Miniatur model LPD 163 m desain PAL (Ist)

Melalui kerja sama ini akan membuka jalan bagi kerja sama di masa depan antara kedua negara maupun dengan negara sahabat lainnya,” imbuh Kaharuddin.

Peran PT PAL Indonesia untuk turut serta dalam pemenuhan Alutsista Global telah dibuktikan dengan suksesnya pembangunan kapal jenis LPD untuk Philippines Navy yang lebih dikenal dengan Strategic Sealift Vessel (SSV) pada tahun 2016 dan 2017.

Kemudian, pada 2022 silam DND Philippines kembali memberikan kepercayaan kepada PT PAL untuk membangun kapal jenis yang sama untuk memperkuat alutsista dalam negeri Filipina.

Selain Filipina, ketertarikan negara-ngeara lain kepada produk kapal perang PT PAL semakin menguat seperti negara kawasan Asia Timur Tengah, juga negara-negara sahabat di Asia Tenggara.

Perlu diketahui, PT PAL Indonesia tengah mengikuti ajang pameran internasional di Uni Emirat Arab bertajuk, International Defence Exhibition & Conference (IDEX) 2023 yang berlangsung pada tanggal 20-24 Februari 2023. (ihz/ipg)

 ⚓️ 
Suara Surabaya  

Senin, 04 Januari 2021

TNI AL Ungkap Fungsi Seaglider

Benda Mirip Rudal di Selayarhttps://akcdn.detik.net.id/visual/2021/01/01/benda-mirip-rudal-di-selayar_169.jpeg?w=650Seaglider yang ditemukan nelayan di Selayar, Sulawesi Selatan. (Arsip Istimewa via Detikcom)

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono menyebut seaglider adalah salah satu peralatan di bidang kelautan yang memang bisa digunakan di industri pertahanan dan militer.

Salah satu kegunaan peralatan ini di bidang militer dijelaskan Yudo yakni sebagai pembuka jalan kapal selam di wilayah laut dalam. Kegunaan ini juga berlaku untuk alat yang ditemukan di perairan Selayar, Sulawesi Selatan oleh seorang nelayan yang telah dipastikan sebagai seaglider.

"Kalau dipakai pertahanan, mungkin bisa digunakan data kedalaman ataupun layer lautan tadi, supaya kapal selam tidak dideteksi," kata Yudo saat menggelar konferensi pers di Markas Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidrosal) TNI AL, Ancol, Jakarta Utara, Senin (4/1).

Yudo mengatakan seaglider bekerja sepenuhnya di bawah laut. Alat ini akan menyelam untuk mencari data, pemetaan jalan hingga berbagai informasi berkaitan dengan oseanografi yang dibutuhkan oleh pengguna atau operator alat tersebut.

Setelah data terkumpul, seaglider akan mengirim dengan cara naik beberapa saat ke permukaan untuk memancarkan sinyal yang bisa ditangkap satelit pendeteksi. Meski begitu menurut Yudo, data yang didapat alat ini juga tak begitu rahasia, lantaran semua data bisa diakses di situs web yang disediakan berkaitan dengan alat ini.

Namun Yudo tak merinci dengan jelas laman situs web yang bisa diakses untuk mengetahui hasil tangkapan data dari alat-alat yang disebut banyak menyelam di perairan lepas.

Lebih lanjut, Yudo juga merinci bila memang alat ini digunakan untuk mencari jalan kapal selam, alat ini akan menyelam ke wilayah perairan pekat. Sebab kata dia, kondisi laut yang pekat dapat menghindarkan pergerakan kapal selam dari deteksi sonar.

Oleh karena itu, secara logika dan hitung-hitunganan kapal selam dapat melenggang bebas tanpa takut terdeteksi siapa pun.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0zP5sRSlqTzrWHeyNGK7rpvzY8isJYerRgmRgUxE9oipkBv5ktjowVoKsx0M98SrWeWaypmCXZjlQSpeae3st7ADtwTfj2QTfJFC1rYzF0ysdOg2VaOktsu_QwZoupFkqEDyCdYm4uX9a/s320/Screenshot_2021-01-04+135757020_3640463486039130_812044152226760665_o+jpg+%2528JPEG+Image%252C+1339+%25C3%2597+692+pixels%2529+%25E2%2580%2594+Scaled+%252891%2525%2529.pngSea Glide buatan China [navalnews]

"Dicari kedalaman dan layer-nya yang pekat atau tidak. Kalau pekat, biasanya kapal selam tersebut tidak dideteksi oleh sonar kapal laut. Mereka bisa bertahan melalui rute-rute yang dia lihat di data tersebut (bahwa) kedalaman air lautnya sangat pekat," kata Yudo.

Dalam kesempatan itu, Yudo juga mengakui hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan negara asal pemilik seaglider yang ditemukan di perairan Selayar itu. Dia juga memberi waktu satu bulan kepada anak buahnya untuk meneliti dan mencari tahu negara asal hingga kegunaan apa seaglider yang kini disimpan di Markas Pushidrosal itu.

"Saya beri waktu satu bulan pak Kapushidros untuk bisa menentukan atau membuka hasilnya biar ada kepastian," kata Yudo.

Seaglider yang kemudian disebut sebagai drone bawah laut ditemukan seorang nelayan di Selayar, Desa Majapahit, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Nelayan itu disebut tengah memancing saat menemukan alat tersebut terombang-ambing di perairan Selayar.

Sebelumnya Ahli pertahanan dan keamanan Australian Strategic Policy Institute, Malcolm Davis menduga benda tersebut adalah drone bawah laut yang dikirim China untuk memahami oseanografi dan sifat batimetri bawah laut wilayah tersebut.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap remeh penemuan UUV (unmanned underwater vehicle) itu.

Drone tersebut diduga milik China. Pemerintah diminta segera menetapkan langkah-langkah strategis terkait hal itu.

"Kemenhan, Mabes TNI dan Mabes TNI AL tidak boleh memandang remeh hasil temuan ketiga UUV beberapa waktu yang lalu. Jangan sampai konsentrasi menghadapi Covid-19 kemudian mengurangi Kewaspadaan Nasional terhadap bahaya perang besar di Laut Cina Selatan," kata Susaningtyas di Jakarta, Senin (4/1).

Nuning, sapaannya, mengatakan penemuan UUV itu merupakan fakta bahwa penggunaan unmanned system (sistem tanpa awak) telah dilakukan oleh berbagai negara maju di laut. (tst/sur)

 TNI Diminta Waspada Perang Besar 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlw11DEz0Z4damplwzCdWjsldZoZwLJL2wok1Ts9MeFhxqcYp0Wp582HZ-ou4Wlm2f0AcmxIZht3xRrlEidXg77Qj4dzQAUaxLfxB5WIgeMo2M5Z7rsBaLmteYOFFi1ADw5xCSmhQtV64W/s1181/Screenshot_2021-01-04+135489084_3640462692705876_6572657522440466330_o+jpg+%2528JPEG+Image%252C+1200+%25C3%2597+643+pixels%2529+%25E2%2580%2594+Scaled+%252898%2525%2529.pngSea Wing Glider China [covertshores]

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap remeh penemuan UUV (unmanned underwater vehicle) atau drone di Pulau Tenggol, Masalembu dan Kepulauan Selayar.

Drone tersebut diduga milik China. Pemerintah diminta segera menetapkan langkah-langkah strategis terkait hal itu.

"Kemenhan, Mabes TNI dan Mabes TNI AL tidak boleh memandang remeh hasil temuan ketiga UUV beberapa waktu yang lalu. Jangan sampai konsentrasi menghadapi Covid-19 kemudian mengurangi Kewaspadaan Nasional terhadap bahaya perang besar di Laut Cina Selatan," kata Susaningtyas di Jakarta, Senin (4/1).

Nuning, sapaannya, mengatakan penemuan UUV itu merupakan fakta bahwa penggunaan unmanned system (sistem tanpa awak) telah dilakukan oleh berbagai negara maju di laut.

UUV yang ditemukan oleh prajurit TNI AL berlabel Shenyang Institute of Automation Chinese Academic of Sciences merupakan platform khusus yang dirancang untuk mendeteksi kapal-kapal selam Non-Chinese. Alat itu juga bisa merekam semua kapal-kapal yang beroperasi di perairan Asia Tenggara dan Laut Cina Selatan.

Menurut Nuning penemuan UUV ini menunjukkan bukti bahwa perairan Indonesia menjadi "spill over" adu kekuatan militer antara China dan Amerika Serikat berikut sekutunya.

"UUV ini masuk ke dalam kategori platform penelitian bawah laut. Namun tidak menutup kemungkinan China atau negara lainnya sudah meluncurkan USSV (Unmanned Sub-Surface Vehicle) yang sudah membawa persenjataan. USSV ini lebih berbahaya daripada UUV," katanya.

https://akcdn.detik.net.id/visual/2021/01/01/benda-mirip-rudal-di-selayar-2_169.jpeg?w=650Penemuan Sea Wing Glider di Sulawesi Selatan

Wanita yang biasa disapa Nuning ini menjelaskan, semua UUV yang ditemukan dalam kondisi malfunction dan bukan expired, yang artinya ada kendala teknis internal di dalam sistemnya.

Dari analisa awal, ketiga UUV diperkirakan sudah memiliki jam selam lebih dari 25.000 atau mendekati 3 tahun. Kemungkinan besar UUV tersebut diluncurkan November 2017.

Menurut dia, langkah-langkah strategis yang dilakukan pemerintah terkait penemuan UUV itu, yakni pertama, dari aspek hukum, perlu segera ditetapkan peraturan penggunaan semua jenis unmanned system di wilayah Indonesia baik UAV di udara, USV di permukaan laut maupun UUV di bawah permukaan laut.

Sejalan dengan itu, lanjut Nuning, juga dibutuhkan peraturan pemerintah yang menentukan tata cara menghadapi "illegal research" (penelitian ilegal) di perairan Indonesia, mulai dari perairan kepulauan hingga zona ekonomi eksklusif (ZEE).

Selain itu, Kementerian Pertahanan dapat mengajak Kementerian Perhubungan untuk segera memasang underwater detection device (UUD/alat deteksi di dalam laut) di seluruh Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan semua selat strategis untuk memantau semua lalu lintas bawah laut, utamanya di Selat Malaka, Laut Natuna, Selat Makassar, Selat Sunda dan Selat Lombok.

"TNI AL harus segera melengkapi Puskodal-nya dengan sistem pemantauan bawah laut diperkuat dengan 'Smart mines' yang dapat dikendalikan secara otomatis atau manual. Kapal-kapal perang TNI AL juga harus dilengkapi dengan Anti-USSV System yang dapat menghadapi serangan USSV," papar Nuning.

TNI AL juga harus meningkatkan sistem pendidikan bagi prajurit TNI AL agar memiliki kecakapan melakukan peperangan Anti-USSV sebagai bagian dari kemampuan peperangan anti-unmanned system. (Antara/wis)

 ♖
CNN  

Rabu, 30 Desember 2020

Benda Asing Mirip Drone di Selayar

Dibawa Kapal Perang ke Komando Armada II TNI ALhttps://pict.sindonews.net/dyn/620/pena/news/2020/12/30/174/285134/benda-asing-mirip-drone-di-selayar-dibawa-kapal-perang-ke-komando-armada-ii-tni-al-owp.jpgBenda berbentuk mirip drone yang ditemukan di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan oleh nelayan setempat pada 26 Desember 2020 lalu. Kini tengah diteliti Surabaya. [Foto Ist]

Benda berbentuk mirip drone yang ditemukan di Kabupaten Kepulauan Selayar , Sulawesi Selatan oleh nelayan setempat pada 26 Desember 2020 lalu. Kini tengah diteliti Komando Armada II Surabaya.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal VI Makassar Kapten Laut Suparman Sulo mengatakan benda asing yang ditemukan oleh nelayan setempat tersebut sempat dievakuasi di Kantornya.

"Sudah dibawa ke Surabaya untuk diteliti di Komando Armada II . Mabes TNI AL yang punya kewenangan langsung. Kemarin langsung dibawa, pakai kapal perang. Mau dicari tahu benda apa dan sebagainya. Kita tunggu hasilnya," paparnya kepada SINDOnews, Rabu (30/12/2020).

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan benda itu ditemukan nelayan bernama Saeruddin (60) saat memancing di perairan Selayar.

"Kemudian masyarakat itu melaporkan ke Kodim. Nanti Kodim yang jelaskan prosedur penanganannya. Dia bentuknya logam memanjang berbentuk seperti peluru tetapi mempunyai sayap. Benda itu terapung," jelas Ibrahim.

Meski begitu, Ibrahim belum bisa berkomentar lebih jauh, terkait kabar benda tersebut merupakan alat pengintai dari luar negeri. "Karena memang minim sekali data di alat itu. Nomor dan sebagainya. Tidak ada identitasnya," ungkapnya.

Dia menyampaikan belum ada indikasi benda tersebut membahayakan Kamtibmas. "Penilaian yang ada ketika anggota Kodim periksa tidak ada alat peledak maka tidak ada gegana yang kita turunkan," papar Ibrahim. (sms)

 ♖ Sindonews  

Rabu, 16 Desember 2020

[Dunia] Turki Pamerkan Kapal Perang Tanpa Awak

⚓️ Dilengkapi Rudal KendaliKapal perang tanpa awak pertama produksi Turki. [Foto/Anadolu]

Turki memamerkan prototipe kapal perang tanpa awak pertama yang dibuat di dalam negeri.

Perusahaan pembuat kapal Ares Shipyard menyebut kapal canggih itu dengan nama SIDA. CEO Ares Shipyard Utku Alanc mengatakan kapal itu akan mulai berlayar akhir bulan ini.

Kemudian pada bulan Maret, uji tembak akan dilakukan dengan rudal kendali yang diproduksi pembuat roket Turki Roketsan,” ungkap Alanc kepada Anadolu Agency.

SIDA merupakan kapal pertama dalam seri kapal tak berawak ULAQ Ares dan Meteksan.

SIDA, Ilustrasi kapal perang tanpa awak pertama produksi Turki. [turkishdefencenews]

Kapal itu menawarkan daya jelajah 400 kilometer dan kecepatan maksimum 65 km per jam, serta komunikasi terenkripsi, serta kemampuan penglihatan siang dan malam.

Kapal itu dirancang untuk dikerahkan di Laut Aegea dan Mediterania,” papar Alanc, seraya menambahkan kapal itu juga dapat dikerahkan dalam misi pengumpulan intelijen.

Wakil Presiden Meteksan Defense Erdal Torun mengatakan kapal itu juga menampilkan sistem komando dan kontrol yang memungkinkan semua gerakannya dikendalikan dan dikelola dari jarak jauh.

"SIDA diproduksi agar tahan terhadap peperangan elektronik. Platform ini juga akan dilengkapi dengan sistem anti-GPS jamming," ujar dia.

Roketsan didirikan pada 1988 untuk merancang, mengembangkan, dan memproduksi roket dan rudal. (sya)


  ⚓️ sindonews  

Jumat, 07 Agustus 2020

Rencana Besar Prabowo

Saat Blusukan ke Galangan Kapal Bekasi Prabowo melihat produk alutsista di Galangan Kapal Bekasi, salah satunya melihat produk USV 10M yang didisain mampu diluncurkan dari KCR60​ [kemhan]

Rektor Universitas Pertahanan Laksdya TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD mengungkap rencana Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto terkait kunjungan kerja ke PT Tesco Indomaritim di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/8/2020). Menurut Amarulla, menhan menginginkan agar teknologi tinggi mewarnai alutsista TNI Angkatan Laut.

"Pak menhan ini kan inginnya hi tech (teknologi tinggi). Jadi Indonesia dengan keterbatasan anggaran ini harus memanfaatkan secara maksimal teknologi yang dimiliki," ujarnya kepada CNBC Indonesia via sambungan telepon di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

"Jadi intinya malah justru dengan teknologi tinggi itu kita ingin efisiensinya kan gitu. Jadi anggaran bisa lebih dihemat dan banyak kan program-program Kemhan ini dan juga ditujukan membantu pemerintah menghadapi Covid-19. Itu salah satunya tujuannya kunjungan kemarin itu." PT Tesco Indomaritim merupakan perusahaan galangan kapal swasta nasional yang juga termasuk dalam perusahaan industri strategis pertahanan dalam negeri.

Menurut Amarulla, PT Tesco Indomaritim merupakan galangan kapal yang bisa memproduksi kapal dengan kategori unmanned surface vehicle (USV). Ia bilang kalau hal itu tergolong unik.

"Masih satu-satunya galangan kapal yang sudah fokus kepada upaya efisiensi. Jadi kapalnya tidak terlalu besar tapi dimanfaatkan dengan USV-nya. Tapi dengan USV ini teknologinya jadi lebih tinggi. Nah kemudian juga PT Tesco memiliki kelebihan lain, yaitu konsentrasinya kepada kapal yang terbuat alumunium. Alumnium kan jauh lebih sulit dibandingkan baja baik untuk desainnya maupun polanya maupun pengelasannya," kata Amarulla.


Prabowo melihat produk USV (Unmanned Surface Vehicle) Tesco Indomaritim [kemhan]

"Selaku rektor Universitas Pertahanan, saya menilai penting kunjungan kali ini untuk melihat peluang kerja sama Fakultas Teknologi Pertahanan Unhan untuk mengembangkan berbagai prototype unmanned system dengan industri perkapalan," lanjutnya.

Kemarin, laman resmi Kemenhan merilis kunjungan kerja Prabowo ke PT Tesco Indomaritim. Selain Amarulla, turut hadir Wakasal Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono. Mereka disambut langsung oleh Direktur Utama PT Tesco Indomaritim Jamin Basuki.

"Melalui kunjungan ini, Menhan ingin melihat secara langsung kapasitas, kemampuan dan kesiapan Industri pertahanan swasta salah satunya adalah PT Tesco Indomaritim dalam turut serta memenuhi kebutuhan alutsista TNI khususnya kapal perang," tulis laman resmi Kemenhan seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (6/8/2020).

"Pemenuhan Alutsista TNI memprioritaskan produksi industri pertahanan dalam negeri sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, dalam upaya mewujudkan kemandirian industri pertahanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional."

Menhan berkesempatan berkeliling meninjau fasilitas produksi dan menerima penjelasan singkat beberapa produk kapal yang telah berhasil diproduksi PT Tesco Indomaritim.

Beberapa kapal pesanan dari TNI AD telah dikerjakannya, yakni Kapal Cepat KMC Komando, termasuk TNI AL seperti Landing Craft Vehicle Personel 12 Meter, Fast Patrol Boat 28 Meter, Landing Carrier Utilities 24 Meter, KAL 28 meter, RFIB dan kapal pesanan TNI panjang 38 meter
.

  ★ CNBC  

Kamis, 06 Agustus 2020

Prabowo Tiba-Tiba Blusukan ke Bekasi

Kunjungi PT Tesco Indomaritim OPV 90 Desain Tesco Indomaritim

Menteri Pertahanan (Menhan) Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke PT Tesco Indomaritim di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/8/2020). PT Tesco Indomaritim merupakan perusahaan galangan kapal swasta nasional yang juga termasuk dalam perusahaan industri strategis pertahanan dalam negeri.

"Melalui kunjungan ini, Menhan ingin melihat secara langsung kapasitas, kemampuan dan kesiapan industri pertahanan swasta salah satunya adalah PT Tesco Indomaritim dalam turut serta memenuhi kebutuhan alutsista TNI khususnya kapal perang," tulis laman resmi Kemenhan seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (6/8/2020).

"Pemenuhan Alutsista TNI memprioritaskan produksi industri pertahanan dalam negeri sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, dalam upaya mewujudkan kemandirian industri pertahanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional."

Dalam kunjungan itu, Prabowo didampingi Rektor Universitas Pertahanan Laksdya TNI Dr. A. Octavian, S.T., M.Sc., DESD dan Wakasal Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono. Mereka disambut langsung oleh Direktur Utama PT Tesco Indomaritim Jamin Basuki.


Prabowo melihat produksi USV di galangan PT Tesco Indmaritim [kemhan]

"Menhan berkesempatan berkeliling meninjau fasilitas produksi dan menerima penjelasan singkat beberapa produk kapal yang telah berhasil diproduksi PT Tesco Indomaritim," tulis laman resmi Kemenhan.

PT Tesco Indomaritim adalah perusahaan galangan kapal nasional mampu membuat kapal plat baja dan aluminium berkinerja tinggi yang ditenagai dengan sistem Waterjet atau sistem Propeller.

Galangan kapal yang terletak di Desa Muarabakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi ini produksi kapalnya selama ini telah digunakan secara baik di lingkungan TNI.


Beberapa kapal pesanan dari TNI AD telah dikerjakannya, yakni Kapal Cepat KMC Komando, termasuk TNI AL seperti Landing Craft Vehicle Personel 12 Meter, Fast Patrol Boat 28 Meter, Landing Carrier Utilities 24 Meter, KAL 28 meter, RFIB dan kapal pesanan TNI panjang 38 meter.

  ★ CNBC  

Sabtu, 09 November 2019

Uji Dinamis Mission System USV Tahap I-II

 Unmanned Surface Vehicles (USV) Buatan STTAL Indonesia  

Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan melaksanakan uji dinamis Mission System Unmanned Surface Vehicle (USV) tahap I-II di Pelabuhan Pelindo III (North Quai), Surabaya.

Uji coba diawali sambutan oleh Direktur Marketing PT. Infoglobal Teknologi Semesta Tomi Dwinanto, dilanjutkan sambutan oleh Kabalitbang Kemhan yang diwakili oleh Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan Laksma TNI Arif Harnanto, S.T., M.Eng., kemudian pembacaan doa dan pelaksanaan uji coba.

Litbang Unmanned Surface Vehicle (USV) tahap I-II TA. 2019 merupakan program litbang yang bekerjasama dengan PT. Infoglobal Teknologi Semesta, yang sebelumnya program ini dilaksanakan oleh Puslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan dengan output rancang bangun di tahun 2018.

Unmanned Surface Vehicle (USV) merupakan wahana/ kapal yang beroperasi di permukaan air tanpa awak.

USV menjadi alternatif solusi dalam operasi di perairan dalam mendukung kegiatan dalam bidang militer dan non militer. Dengan kemampuan jelajah (saat ini) sejauh 15 km dan akan terus ditingkatkan, serta kemampuan autopilot menjadikan USV sebagai solusi alternatif dalam pengamanan wilayah laut Indonesia.

USV diwujudkan melalui beberapa tahapan, secara umum penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya, dan tujuan/hasil dari uji coba ini meliputi:

☆ Konstruksi perangkat mission system untuk USV.

☆ Konstruksi sistem kendali USV (Remote System).

☆ Konstruksi sistem komunikasi USV (Communication System).

☆ Pengujian perangkat mission system, termasuk fungsi autopilot meliputi detection dan obstacle avoidance.
 

  Kemhan  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...