Tampilkan postingan dengan label PT Dahana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT Dahana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2026

Dislitbangau Akan Kembangkan Bom BNL-1000

  Setelah Sukses Kembangkan Bom BNT-250 Ilustrasi BNT-250, Menilik dari namanya, jika BNT-250 serupa dengan Mk-82 bom tanpa pemandu seberat 500 pon (sekitar 227 kg) maka BNL-1000 akan serupa dengan Mk-84 bom tanpa pembandu seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) (Sari Bahari)

PT Dahana memberikan penghargaan kepada Perwira Dislitbangau atas keberhasilan dalam pengembangan bom BNT-250, sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi penelitian dan inovasi pengembangan bom udara high explosion 250 Kg.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan kepada Kadislitbangau dan Perwira Dislitbangau yang terlibat dalam pengembangan tersebut. Hal ini menandai pencapaian penting dalam kemampuan teknologi bom udara high explosive 250 Kg. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lobi Gedung Utama R.J. Salatun Dislitbangau, Senin (11/5/2026).

Keberhasilan pengembangan BNT-250 menunjukkan komitmen bersama antara Dislitbangau dan PT Dahana serta PT Sari Bahari dalam rangka memperkuat kemandirian pertahanan. Program pengembangan ini dimulai sejak tahun 2022 dan berhasil dilaksanakan uji coba operasional pada tahun 2025 menggunakan pesawat F-16 Skadron Udara 3 dengan hasil memenuhi syarat secara operasional.

Direktur Utama PT Dahana menyatakan penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas profesionalisme, integritas, dan dedikasi tim Dislitbangau dalam pengembangan BNT-250. Sementara itu, Dislitbangau menegaskan bahwa capaian ini diharapkan dapat mendorong Perwira Dislitbangau untuk meningkatkan inovasi dalam mendukung kemandirian pertahanan.

Pemberian sertifikat penghargaan oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan ini diberikan kepada delapan perwira Dislitbangau.

Acara pemberian penghargaan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama untuk pengembangan teknologi bom udara yang selanjutnya.

  💣 
Dislitbangau  

Senin, 27 April 2026

Kampus Muhammadiyah Sukses Buat Rudal Anti-Pesawat

🚀 Gandeng TNI Rudal Merapi (UAD)

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Prof Muchlas, mengungkapkan perkembangan signifikan dalam proyek pengembangan rudal anti-pesawat Merapi-R yang digarap bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Rudal tersebut bahkan dinilai berpotensi menjadi embrio sistem pertahanan udara mirip “Iron Dome” versi Indonesia.

Prof Muchlas menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari tim peneliti, uji fungsi rudal Merapi-R telah menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Secara uji fungsi, Rudal Merapi siap dikembangkan menjadi senjata untuk keperluan perang, bahkan sangat taktis untuk dikembangkan menjadi embrio Iron Dome versi Indonesia,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (30/3/2026).

Meski demikian, dia menegaskan bahwa tidak semua spesifikasi teknis dapat dipublikasikan secara terbuka.

Hal ini berkaitan dengan aspek strategis dan keamanan nasional. Namun, sejumlah spesifikasi umum telah diungkap kepada publik.

"Spesifikasi tidak dapat disampaikan secara terbuka, tetapi secara umum telah dirilis," ucapnya.

Rudal Merapi-R diketahui merupakan jenis rudal panggul atau Man Portable Air Defence System (MANPADS)/dengan kaliber 70 mm.

Sistem ini dirancang untuk digunakan secara mobile oleh prajurit di lapangan. Dengan bobot sekitar 10 kilogram, rudal ini tergolong ringan dan mudah dibawa.

Dari sisi performa, rudal ini memiliki jangkauan efektif hingga 3.000 meter dan mampu melesat dengan kecepatan lebih dari 650 kilometer per jam.

Sistem pemandunya menggunakan teknologi penjejak inframerah (infrared seeker) dengan fitur fire and forget, yang memungkinkan rudal mengunci target secara otomatis setelah diluncurkan.

Secara desain, Merapi-R dilengkapi sirip lipat (canard dan fin-tail) yang akan terbuka setelah keluar dari tabung peluncur, guna menjaga stabilitas dan akurasi saat menuju sasaran.

Pengembangan rudal ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga, yakni tim CIRNOV UAD bersama PT Dahana, Dislitbangad, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kolaborasi ini menjadi bukti kontribusi perguruan tinggi dalam penguatan teknologi pertahanan nasional.

Dia berharap pengembangan Merapi-R dapat terus berlanjut hingga tahap produksi dan operasional, sehingga mampu memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia di masa depan.

Project Leader sekaligus Kepala CIRNOV UAD, Prof Hariyadi menyampaikan bahwa penyempurnaan akan selalu dilakukan agar kualitas produk riset itu dapat memenuhi standar industri pertahanan dan keamanan (hankam) dan digunakan oleh TNI sebagai suatu persembahan anak bangsa kepada negara Indonesia tercinta.

   🚀 Republika  

Minggu, 22 Februari 2026

PT Dahana Siap Produksi Massal Bom BNT-250 untuk TNI AU

  Resmi siap mengudara Bom BNT-250 produk Dahana(Dispenau)

PT Dahana menerima penyerahan Design Approval Type Certificate (TC) Bomb BNT-250 serta Sertifikat Defence Production Facility dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan (Puslaik Kemhan). Penyerahan dilaksanakan di kantor Puslaik Kemhan pada Jumat (20/2).

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana Yusep Nugraha Rubani beserta jajaran, serta pejabat Puslaik Kemhan, di antaranya Kepala Puslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng, Kabidlaik Udara Kol. Tek BRP Sianturi, MBA, serta para Perwira Kelaikan Udara.

Penyerahan Type Certificate Bomb BNT-250 menandai bahwa produk bom BNT-250 yang dikembangkan melalui kerja sama antara PT Dahana, Dislitbangau, dan PT Sari Bahari telah melalui seluruh tahapan verifikasi dokumen dan lapangan, meliputi evaluasi desain, analisis teknis, serta witnessing pada uji operasional. Berdasarkan hasil proses tersebut, bom BNT-250 dinyatakan telah lolos sertifikasi dan siap digunakan oleh user, khususnya TNI Angkatan Udara.

Selain itu, PT Dahana juga menerima Sertifikat Defence Production Facility yang menyatakan bahwa fasilitas produksi bom perusahaan telah memenuhi standar kelaikan dari Puslaik Kemhan. Sertifikasi ini mencakup fasilitas produksi bom P-Series (P-100L, P-250L, P-500L) serta fasilitas produksi bom BNT-250, yang telah diverifikasi melalui pemeriksaan dokumen dan lapangan meliputi aspek peralatan, sumber daya manusia, keselamatan, serta sistem pendukung lainnya.

Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan pertahanan nasional.

Sertifikasi ini menegaskan bahwa Bom BNT-250 dan fasilitas produksi PT Dahana telah memenuhi standar kelaikan Kementerian Pertahanan. PT Dahana siap mendukung produksi massal guna memenuhi kebutuhan alutsista nasional, khususnya TNI Angkatan Udara,” ungkap Yusep.

Sertifikat fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari proses sertifikasi berkala yang dilakukan setiap tahun oleh Puslaik Kemhan guna memastikan kesiapan fasilitas produksi pertahanan tetap memenuhi standar kualitas dan keselamatan.

Melalui pencapaian ini, PT Dahana menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas, keselamatan, serta kesiapan produksi dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

  🤝 
antara  

Rabu, 26 November 2025

[Video] Rhan 122B Arjuna

➶ Sukses diujicobaMLRS Arjuna (Medef)

MLRS Arjuna adalah Kendaraan Peluncur Multi Roket (Multiple Launch Rocket System) buatan Indonesia yang dirancang oleh PT SAS Aero Sishan & PT Dahana, menggunakan peluncur roket R-Han-122B dan berbasis truk KAMAZ 8x8.

Sistem ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 66% dan merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan kemandirian di sektor industri pertahanan.

Rhan 122B Arjuna menggunakan truk KAMAZ 8x8 sebagai sasisnya.

Dilengkapi dengan peluncur roket R-Han-122B kreasi lokal, dibuat oleh PT SAS Aero Sishan bersama PT Dahana dengan TKDN mencapai 66%.

Ransus ini merupakan wujud kemandirian industri pertahanan Indonesia

  Berikut video X Markicap :  


  Garuda MIliter  

PT Dahana Akan Bangun Fasilitas Energetic Material

  Bersama Rheinmentall Denel Munition (RDM) MoU pembangunan fasilitas energetic material. (Dahana)

PT Dahana menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) strategis dengan raksasa industri pertahanan Rheinmetall Denel Munition (RDM) untuk pembangunan fasilitas energetic material di Indonesia.

Penandatanganan yang disaksikan oleh Wakil Menteri Keuangan RI, Thomas A.M. Djiwandono dan Kepala Kamar Dagang Indonesia, Anindya Novyan Bakrie itu dilakukan dalam rangkaian acara Indonesia-Afrika CEO Forum 2025 di Saxon Hotel, Johannesburg, Afrika Selatan, pada 21 November 2025.

Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting bagi industri pertahanan tanah air.

Menurutnya, langkah ini diambil untuk menjawab tantangan kedaulatan industri pertahanan yang selama ini masih sangat bergantung pada rantai pasok luar negeri untuk kebutuhan bahan baku energetik.

Ketergantungan impor yang tinggi selama ini melemahkan daya saing dan kemandirian Alpalhankam kita. Melalui kolaborasi dengan RDM, kita tidak hanya membangun pabrik, tetapi juga memastikan kedaulatan material strategis berada di tangan bangsa sendiri,” ujar Hary di sela-sela acara.

MoU Pengembangan Fasilitas Energetic Material ini hadir sebagai solusi konkret atas ketiadaan fasilitas produksi energetic material di dalam negeri. Padahal, bahan energetik merupakan komponen vital untuk memproduksi alutsista TNI, Polri, dan lembaga terkait, khususnya sebagai bahan baku Munisi Kaliber Besar (MKB) dan isian hulu ledak. Tanpa kemampuan produksi mandiri, kapabilitas pertahanan negara menjadi terbatas dan rentan.

Lebih dari sekadar kebutuhan militer, fasilitas ini akan memiliki kapabilitas dual use. Selain memperkuat pertahanan, produksi energetic material dalam negeri akan menyuplai kebutuhan bahan peledak komersial untuk industri pertambangan. Hal ini menjadikan proyek tersebut sangat strategis karena mampu mendorong peningkatan kapabilitas industri dalam negeri sekaligus mendukung perekonomian nasional.

Dalam skema kerja sama ini, RDM Afrika Selatan bertindak sebagai penyedia teknologi yang berkomitmen melakukan alih teknologi (transfer of technology) kepada Indonesia. Fasilitas produksi canggih ini direncanakan akan segera dibangun di area Energetic Material Center (EMC) Dahana di Subang, Jawa Barat, sebagai pusat kemandirian bahan peledak nasional.

Hary Irmawan menambahkan bahwa pembangunan fasilitas ini adalah bentuk nyata dari komitmen pembangunan berkelanjutan dalam industri pertahanan. Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi produksi energetic material adalah kunci utama untuk melepaskan diri dari bayang-bayang impor yang selama ini membelenggu percepatan kemandirian alutsista Indonesia.

Kami menargetkan, dengan berdirinya pabrik ini, Indonesia tidak hanya mandiri, tetapi mampu bersaing di kancah industri pertahanan global. Ini adalah dedikasi Dahana untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui kemandirian alpalhankam yang nyata,” tegas Hary.

Penandatanganan bersejarah ini dilakukan dalam rangkaian Indonesia-Afrika CEO Forum 2025, yang merupakan bagian integral dari G20 Leaders Summit 2025, di mana delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming beserta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartanto. Selain Hary Irmawan, delegasi PT Dahana turut diperkuat oleh Wildan Widarman, Erwin Cipta Mulyana, Anggaria Maharani, dan Jodi Widjanarko yang mengawal langsung proses kesepakatan strategis antara perwakilan bisnis Indonesia dan Afrika Selatan tersebut.

Saat ini Dahana telah memiliki pabrik Nitrogliserin, Ammonium Nitrat, serta sedang mengembangkan pabrik Propelan. Dengan kehadiran teknologi fasilitas ini, tentunya akan melengkapi kemampuan Dahana sebagai perusahaan kiblat bahan peledak Indonesia dengan fasilitas terlengkap di kawasan ASEAN.

  💣 
Dahana  

Rabu, 19 November 2025

TNI AU Uji Coba Operasional Bom BNT-250 di Langit Jawa Timur

Bom BNT-250 diujicoba TNI AU (Dispenau)

TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah sukses melaksanakan uji coba operasional Bom BNT-250 sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan dan kelaikan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) sebelum digunakan dalam satuan operasional.

Pengujian ini berlangsung di dua lokasi terpisah di Jawa Timur, yaitu Lanud Iswahjudi, Magetan, dan Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Lumajang.

Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI Muchtadi Anjar Legowo, dalam keterangannya pada Selasa (waktu setempat), menjelaskan bahwa tujuan utama uji coba ini adalah untuk mengumpulkan data teknis yang krusial.

Uji coba ini bertujuan untuk memperoleh data teknis sebagai dasar penilaian kelayakan dan pemanfaatan operasional,” tegasnya.

Secara spesifik, pengujian ini berfokus pada pengukuran fungsi, akurasi, serta integrasi Bom BNT-250 pada pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3. Seluruh proses pengujian dipastikan berjalan sesuai dengan standar keselamatan penerbangan dan prosedur uji yang berlaku di lingkungan TNI AU.

Pada kesempatan tersebut, Danlanud Iswahjudi juga menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan terbang dan kerja, serta mendokumentasikan hasil pengujian secara lengkap dan akurat kepada seluruh personel pelaksana.

Kegiatan uji coba ini dihadiri oleh Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau), Marsma TNI Teguh Dharmawan, selaku pengendali uji. Turut hadir juga Dangrup Tempur Marsekal TNI David Yohan Tamboto, serta Presiden Direktur PT. Sari Bahari, Ricky Hendrik Egam, yang merupakan mitra industri pertahanan pembuat Bom BNT-250.(wa/ar)

  💥
Analisa Publik  

Senin, 06 Oktober 2025

MLRS Arjuna

➶ Kendaraan Peluncur Mulri Roket LokalMLRS Arjuna (Medef)

MLRS Arjuna adalah Kendaraan Peluncur Multi Roket (Multiple Launch Rocket System) buatan Indonesia yang dirancang oleh PT SAS Aero Sishan & PT Dahana, menggunakan peluncur roket R-Han-122B dan berbasis truk KAMAZ 8x8.

Sistem ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 66% dan merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan kemandirian di sektor industri pertahanan.

Fitur Utama MLRS Arjuna:

➶​ Basis Kendaraan: Menggunakan truk KAMAZ 8x8 sebagai sasisnya.
➶​ Sistem Peluncur: Dilengkapi dengan peluncur roket R-Han-122B.
➶​ Produk Dalam Negeri: Dibuat oleh PT SAS Aero Sishan & PT Dahana dengan TKDN mencapai 66%.
➶​ Kemandirian Pertahanan: Merupakan wujud kemandirian industri pertahanan Indonesia dan penggunaan teknologi anak bangsa, seperti yang dilaporkan akun Instagram tersebut.

 
Garuda MIliter  

RI Jajaki Kerja Sama Industri Pertahanan dengan Prancis

  Amunisi MBT Leopard (Ist)

Indonesia menjajaki kerja sama industri pertahanan dengan perusahaan Eropa KNDS setelah delegasi Kementerian Pertahanan (Kemhan), TNI AD, dan industri dalam negeri melakukan kunjungan ke Prancis dan Portugal pada Mei 2025. Agenda ini meliputi uji tembak amunisi 120mm untuk Tank Leopard di Lisboa serta pembahasan transfer teknologi persenjataan hingga riset bersama.

"Hasil uji tembak menunjukkan kualitas produk KNDS yang sangat baik dan memenuhi standar internasional," kata Kepala Badan Teknologi Pertahanan (BATEKHAN) Mayjen TNI Djoko Purwanto dalam keterangannya, Jumat (3/10/2025).

Ia menambahkan, kesuksesan uji coba tersebut menjadi indikator penting bagi Indonesia untuk menilai potensi kerja sama teknologi persenjataan dengan KNDS. Uji coba dilakukan dengan tiga jenis amunisi berbeda, yakni HE, HEAT-TP, dan SHARD, dengan total 21 peluru yang berhasil mengenai sasaran sesuai standar NATO.

Selain uji tembak, delegasi Indonesia dan KNDS juga membahas peluang kerja sama di bidang produksi amunisi, kendaraan lapis baja, artileri, hingga kendaraan darat tak berawak.

"Kami menjajaki peluang kerja sama penelitian dan pengembangan pertahanan, khususnya pada sektor kendaraan lapis baja, sistem artileri, amunisi sedang hingga besar, sistem persenjataan, dan kendaraan darat tak berawak," jelas Djoko.

MBT Leo 2A4 TNI AD sedang mengaum (Dispenad)
KNDS disebut siap mendukung lewat transfer of manufacture (TOM) dan pelatihan untuk industri pertahanan nasional, termasuk pemanfaatan propelan PT Dahana untuk amunisi Pindad.

Kerja sama ini disebut membawa manfaat strategis, mulai dari transfer teknologi yang bebas ITAR, pengembangan SDM pertahanan, hingga implementasi perjanjian Indonesia-Prancis dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi. KNDS sebelumnya telah meneken lima nota kesepahaman (MoU) dalam ajang Indo Defence 2025, termasuk dengan PT Pindad, PT DI, PT SSE, dan Balitbang Kemhan.

CEO KNDS Nicolas Chamussy menegaskan, "KNDS merasa terhormat menjadi mitra yang dipercaya Kemhan dan TNI selama lebih dari 40 tahun, dan akan terus mendukung pengembangan sistem pertahanan Indonesia agar tercapai kemandirian."

Sebelum ke Portugal, delegasi juga mengunjungi fasilitas produksi KNDS di Prancis. Mereka mendapat paparan langsung tentang proses produksi amunisi Tank Leopard 120mm dari bahan mentah hingga pengujian balistik.

KNDS memaparkan portofolionya yang meliputi sistem artileri, kendaraan tempur, turret, hingga sistem CBRN. Perusahaan ini berdiri sejak 1690 dan kini mengoperasikan 12 fasilitas di Prancis, Belgia, dan Italia.

Delegasi Indonesia dipimpin Kepala Badan Teknologi Pertahanan (BATEKHAN) Mayjen TNI Djoko Purwanto, didampingi Wakil Komandan Pussenkav TNI AD Brigjen TNI Rayen Obersyl. Ikut serta pula VP Pemasaran dan Penjualan PT Pindad Yanto Sugiharto, Kepala Bagian Program dan Laporan (Kabag Proglap) Kolonel Kav. R. Herdianto Nuringtyas, dan sejumlah pejabat serta staf Balitbang Kemhan, Pussenkav TNI AD, dan Atase Pertahanan RI. Kehadiran delegasi tingkat tinggi ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam mengembangkan industri pertahanan nasional. (igo/fdl)

  👷 
detik  

Jumat, 03 Oktober 2025

Dahana Teken Perjanjian Kerjasama dengan Dislitbangau dan PT Sari Bahari

💣  Kembangkan alutsista standard NATO Bom standard NATO, BNT-250 (Dahana)

PT Dahana menandatangani perjanjian kerja sama (Perjama) Penelitian dan Pengembangan Materiel bersama Dislitbangau dan PT Sari Bahari.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, Kepala Dislitbangau, Marsekal Pertama TNI Ir. Teguh Dharmawan, M.T., dan Direktur Utama PT Sari Bahari, Ir. Ricky Hendrik Egam di Dislitbangau, Bandung, pada Senin, 15 September 2025.

Dalam sambutannya, Hary Irmawan menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya agenda penting ini.

Ia mengingatkan bahwa PT Dahana erat kaitannya dengan TNI AU karena awal mulanya lahir dari proyek TNI AU hingga mampu berkembang sebagai perusahaan kiblat bahan peledak Indonesia seperti saat ini.

Sejarah panjang PT Dahana yang tahun ini memasuki usia ke-59, tidak bisa dilepaskan dari TNI AU, dimana pada 22 oktober 1966 Kepala Staf TNI AU saat itu, Marsekal TNI Rusmin Nurjadin meresmikan Proyek Menang II menjadi pabrik dinamit di Pangkalan TNI AU Tasikmalaya, yang menjadi cikal bakal lahirnya PT Dahana, dimana tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahir PT Dahana,” ujar Hary.

Dirut Dahana juga menyoroti capaian penelitian dan pengembangan bom BNT-250 yang saat ini sudah memasuki tahap akhir. Uji fragmentasi dan uji pengembangan telah dilakukan dengan hasil baik, sehingga dapat dilanjutkan dengan uji operasional menggunakan bom BNT-250 live.

Dia berharap uji operasional dapat terlaksana tahun ini dan dapat dilakukan proses sertifikasi, sehingga dapat membantu pemenuhan kebutuhan Alutsista udara Indonesia.

Menurut Hary, kerja sama ini menjadi bukti konsistensi Dahana dalam mendukung litbang alutsista, khususnya bom untuk pesawat NATO seperti F-16 dan Rafale.

Dia menekankan pentingnya riset tersebut agar TNI AU memiliki produk yang mumpuni sesuai kebutuhan operasional. Perjanjian kerja sama yang berlaku selama dua tahun ini diharapkan tidak berhenti pada pengembangan BNT-250 semata.

Lebih lanjut, ia berharap bahwa kolaborasi dengan Dislitbangau dan PT Sari Bahari dapat membuka jalan bagi litbang produk alutsista lainnya. Dahana memiliki komitmen besar menjadi salah satu industri pertahanan yang dapat diandalkan dalam mewujudkan kemandirian Alpalhankam nasional, dan perusahaan penting dalam penelitian pengembangan energetic materials.

Hasil-hasil litbang ini akan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Dahana siap secara SDM maupun fasilitas untuk melanjutkan berbagai riset material pertahanan ke depan.

Dengan adanya sinergi lintas lembaga dan industri, Dahana optimis produk yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan strategis TNI AU,
” katanya. (Rls)

   💥
  Jabar Press  

Jumat, 19 September 2025

Vietnam Jajaki Pembelian Alutsista dari Indonesia

 💥 Juga ingin menjalin kerja sama dalam program pelatihan militer bersama, pertukaran personel, dan pendidikan. REM-331 dan WSH-991, Kapal PKR & BRS produk PAL Indonesia (Dispenal)

Kepercayaan Vietnam terhadap produk industri pertahanan Indonesia semakin menguat.

Setelah menjadi pengguna bom latih buatan dalam negeri, Vietnam kini secara serius menjajaki kemungkinan pengadaan alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang lebih strategis, termasuk kapal perang dari PT PAL Indonesia.

Peningkatan potensi kerja sama ini menjadi salah satu hasil utama pertemuan antara Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Marsekal Madya (Purn) Donny Ermawan dan Wamenhan Vietnam Letnan Jenderal Senior Hoang Xuan Chien di Kompleks Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Kamis (18/9/2025). Pertemuan petinggi pertahanan dua negara tersebut berlangsung sekurang-kurangnya 40 menit.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigadir Jenderal Frega Wenas Inkiriwang menyampaikan, pertemuan Wamenhan RI-Vietnam merupakan tindak lanjut konkret dari Dialog Kebijakan Pertahanan (Defence Policy Dialogue) yang telah berlangsung selama dua hari.

Pembicaraan mengerucut pada penjajakan beberapa potensi kerja sama, termasuk pengadaan kapal dengan PT PAL, alat senjata dengan PT Pindad, dan juga kerja sama di bidang elektronika antara PT LEN dan mitranya di Vietnam,” ujar Frega seusai pertemuan.

Dasar dari penjajakan tersebut, lanjut dia, adalah kepuasan Vietnam atas kerja sama yang telah terjalin. Saat ini, Vietnam telah menggunakan bom latih produksi industri pertahanan Indonesia, yakni PT Dahana, untuk memperkuat armada angkatan udaranya. Hubungan tersebut bahkan berkembang dari sekadar jual-beli menjadi kemitraan jangka panjang.

Ada pembicaraan bagaimana nantinya akan ada pendampingan untuk meningkatkan masa pakai (lifetime) bom tersebut. Ini menunjukkan adanya hubungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

 Makin luas 
Selain fokus pada industri pertahanan, kedua wakil menteri juga sepakat untuk meningkatkan interaksi dan interoperabilitas di antara angkatan bersenjata kedua negara. Kerja sama akan dijajaki di tingkat Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara, yang meliputi program pelatihan militer bersama, pertukaran personel, serta pendidikan.

Partisipasi aktif Vietnam dalam latihan multilateral yang diinisiasi Indonesia, seperti Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) pada Februari 2025 lalu, menjadi bukti nyata dari eratnya hubungan militer kedua negara.

Bapak Wamenhan tadi secara khusus mengapresiasi kontribusi dan partisipasi Vietnam dalam MNEK. Interaksi seperti ini penting untuk membangun hubungan antarpersonel militer,” kata Frega.

Lebih lanjut, Vietnam juga mengusulkan perluasan kolaborasi untuk menjawab tantangan keamanan modern. ”Pihak Vietnam menyampaikan apabila memungkinkan untuk berkolaborasi dalam bidang kedokteran militer, keamanan siber, serta operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue), yang tentunya menjadi kebutuhan sangat konkret saat ini,” tuturnya.

Seluruh penguatan kerja sama ini, menurut Frega, merupakan wujud nyata dari nota kesepahaman (MoU) bidang pertahanan yang akan terus diperpanjang. Sebagai sesama anggota ASEAN, komitmen ini menjadi penting untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan.

Ini menjadi sebuah komitmen nyata bahwa Indonesia dan Vietnam berupaya untuk terus bekerja sama dan berkontribusi dalam mewujudkan stabilitas dan perdamaian, khususnya di Asia Tenggara,” tuturnya.

  Terobosan 
Pengamat militer dari Binus University, Tangguh Chairil, menilai, penjajakan kerja sama pertahanan yang lebih mendalam ini merupakan sebuah langkah positif. Ini menjadi terobosan penting di tengah minimnya kolaborasi industri pertahanan antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Menurut saya baik karena selama ini kerja sama industri pertahanan antarnegara Asia Tenggara sangat minim. Pernah ada inisiatif ASEAN Defence Industry Collaboration (ADIC), tetapi terkendala karena kapasitas industri pertahanan negara-negara Asia Tenggara sangat berbeda,” tuturnya.

Minimnya kolaborasi tersebut, lanjut dia, juga tecermin dalam rekam jejak hubungan Indonesia dan Vietnam. Ia mencatat, transaksi jual-beli alutsista strategis di antara kedua negara selama ini belum signifikan.

Indonesia-Vietnam juga termasuk yang minim kerja sama industri pertahanan. Jual-beli alutsista antara kedua negara ini juga sangat minim. Indonesia pernah jual pesawat C-212 ke Vietnam tahun 2010-an dan ada transaksi-transaksi minor, tetapi tidak banyak,” katanya menjelaskan.

Oleh karena itu, jika penjajakan pembelian alutsista strategis, seperti kapal perang, kali ini berhasil direalisasikan, hal tersebut akan menandai sebuah lompatan dan babak baru dalam kemitraan pertahanan kedua negara. Langkah ini sekaligus menjadi pengakuan penting bagi kapasitas industri pertahanan Indonesia di tingkat regional.

  💥 
Kompas  

Senin, 30 Juni 2025

Kemenhan Akselerasi Industri Propelan Antisipasi Situasi Geopolitik

💣 💥 👷 Bom produksi PT Dahana (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang menegaskan kembali komitmen Kemenhan dalam mengakselerasi industri pertahanan dalam rangkaian mengantisipasi situasi geopolitik global.

Brigjen Frega mengatakan salah satu industri strategis tersebut adalah industri propelan untuk roket pertahanan dan sejumlah alutsista lainnya, yang digarap oleh BUMN PT Dahana (Persero).

"Salah satunya adalah propelan, apalagi kalau kita melihat sekarang dengan kondisi yang ada saat ini, geopolitik dan rivalitas antar negara, tentunya mau tidak mau kita harus membangun postur pertahanan negara dan melakukan modernisasi," kata Brigjen Frega saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan akselerasi terhadap industri pertahanan tersebut adalah bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kemandirian industri pertahanan.

"Jadi memang sesuai dengan komitmen Bapak Presiden Prabowo sejak beliau menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), sekarang juga dilanjutkan dan dikembangkan oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, komitmen untuk membangun kemandirian," ujarnya.

Frega mengatakan akselerasi kemandirian industri pertahanan dalam negeri juga dilakukan berkaca dari pengalaman embargo terhadap Indonesia beberapa tahun silam.

"Kita juga harus meningkatkan kemandirian, kita tidak ingin masa lalu kita ketika diembargo akhirnya berdampak pada supply chain kita, perawatan kemudian pemeliharaan," ujarnya.

Terkait kemandirian industri pertahanan dalam negeri, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana (Persero) Yusep Nugraha Rubani mengungkapkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk bom militer yang diproduksi PT Dahana sudah melampaui 70 persen.

"Kalau untuk bom, itu lebih dari 70 persen TKDN-nya. Untuk bom itu, karena casing-nya sudah dibuat di dalam negeri, produksinya juga di dalam negeri," kata Yusep di Kantor Pusat PT Dahana, Subang, Jawa Barat, Selasa (23/6).

TKDN untuk produk bom militer buatan Dahana, kata Yusep, terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya fasilitas manufaktur, serta hasil riset dan pengembangan PT Dahana.

Produk bom militer buatan PT Dahana, antara lain, Bom NATO Tajam (BNT) 250 berbobot 250 kilogram yang didesain untuk kompatibel dengan pesawat NATO.

Kemudian bom varian P-100L berbobot 100 kilogram, P250L yang berbobot 250 kilogram, dan P-500L berbobot 500 kilogram yang diproduksi khusus untuk pesawat tempur Suhkoi, kemudian juga Roket Pertahanan R-Han122B, R-Han45 dan roket portabel antitank dan antihelikopter.

 💥 
antara  

Rabu, 25 Juni 2025

PT Dahana Ungkap TKDN Produk Bom Militer Lebih dari 70 persen

💣 💥 👷 Salah seorang jurnalis melihat dari dekat bom replika yang ditampilkan di Kantor Pusat PT Dahana di Subang, Jawa Barat, Selasa (24/6/2025). (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana (Persero) Yusep Nugraha Rubani mengungkapkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk bom militer yang diproduksi PT Dahana sudah melampaui 70 persen.

"Kalau untuk bom, itu lebih dari 70 persen TKDN-nya. Untuk bom itu, karena casing-nya sudah dibuat di dalam negeri, produksinya juga di dalam negeri," kata Yusep di Kantor Pusat PT Dahana, Subang, Jawa Barat, Selasa.

Produk bom militer buatan PT Dahana, antara lain, Bom NATO Tajam (BNT) 250 yang didesain untuk kompatibel dengan pesawat NATO dan bom varian P-100L, P250L, dan P-500L yang diproduksi khusus untuk pesawat tempur Suhkoi, kemudian roket jenis R-Han122B dan roket portabel antitank dan helikopter.

TKDN untuk produk bom militer buatan Dahana, kata Yusep, terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Tahun depan kami berharap akan lebih besar lagi TKDN-nya," kata dia.

Dijelaskan pula bahwa produk Dahana tidak hanya digunakan oleh kalangan militer, mayoritas produk PT Dahana digunakan untuk keperluan nonmiliter, antara lain, pertambangan umum, kuari, konstruksi, serta minyak dan gas.

Selain bahan peledak, lanjut dia, salah satu produk PT Dahana adalah berbagai varian detonator dengan TKDN saat ini mencapai 50 persen dan terus meningkat setiap tahunnya.

"Kami selalu meng-improve support dari produk dalam negeri yang bisa men-support produk kami sehingga diharapkan produknya akan meningkat. Misalnya, pada tahun ini 50, bisa saja tahun depan menjadi 60 persen," kata Yusep.

Untuk diketahui, Kementerian Pertahanan RI melalui Biro Informasi Pertahanan menggelar kunjungan eksplorasi industri pertahanan ke PT Dahana di Subang, Jawa Barat, Selasa.

Kegiatan tersebut juga merupakan kelanjutan program eksplorasi industri pertahanan yang telah dilaksanakan sebelumnya di beberapa industri pertahanan strategis.

Tim Biro Infohan dipimpin Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang disambut langsung oleh jajaran PT Dahana.

"Jadi, kunjungan kali ini memang adalah bentuk sinergi dari Kementerian Pertahanan," katanya.

Brigjen TNI Fregas melanjutkan, "Ini menjadi komitmen dari Kementerian Pertahanan dan Pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, bagaimana kita meningkatkan kemandirian industri pertahanan."

 💥 
antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...