Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2026

Korps Marinir Berencana Bentuk Batalyon Sniper

Berharap Punya Satuan Udara Dua anggota pasukan khusus Intai Para Amfibi-1 (IPAM-1) Marinir, melakukan latihan sniper dan kontra sniper di salah satu hutan latihan tempur, Bumi Marinir Karangpilang Surabaya, Rabu (12/3). Latihan penembak runduk dengan menggunakan senjata laras panjang jenis Truvelo kaliber 12,7mm ini untuk persiapan latihan bersama antara IPAM-1 Marinir dengan Force Recon dari US Marines Corps. (FOTO ANTARA/Eric)

Korps Marinir TNI AL berencana memiliki Batalyon Sniper untuk meningkatkan kemampuan tempur dan ketepatan dalam pelaksanaan operasi.

Hal tersebut terungkap dalam pembahasan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) bersama jajaran TNI AL pada Senin (12/10/2026).

“Selain itu, dibahas pula kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper guna meningkatkan kemampuan tempur serta ketepatan pelaksanaan operasi,” tulis Korps Marinir dalam keterangan pers.

Korps Marinir juga mengharapkan penambahan satuan bantuan udara yang dimiliki pasukan baret ungu.

Bukan hanya itu, pembahasan dengan KSAL itu juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.

“Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan, meningkatkan jangkauan operasi, serta mengoptimalkan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah yurisdiksi nasional,” tulis Korps Marinir.

Di sisi lain, Ali akan memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada prajurit Korps Marinir yang melumpuhkan tiga anggota OPM di kawasan hutan Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (9/10/2026).

“Dalam kegiatan tersebut, KSAL menyampaikan bahwa prajurit yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa dan kesempatan mengikuti pendidikan,” bunyi keterangan Marinir.

Menurut Korps Marinir, penghargaan merupakan bentuk pengakuan atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas operasi demi menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  💂 Kompas  

Sabtu, 03 Oktober 2026

Belanda Tertarik Perang Hutan

 Kirim Instruktur Belajar ke MarinirPrajurit Marinir Indonesia bersama Marinir AS mengikuti latihan perang hutan di Hutan Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (13/6/2021). (HO-Dispen Kormar, Serma Mar Kuwadi)

Korps Marinir TNI AL bakal kedatangan rombongan instruktur militer asal Belanda. Para prajurit Negeri Kincir Angin tersebut sengaja datang untuk berguru teknik bertahan hidup di hutan (jungle survival) dan taktik perang hutan (jungle warfare) milik Marinir Indonesia.

Rencana pengiriman instruktur tempur ini muncul saat Atase Pertahanan Kerajaan Belanda Kolonel Hans van Reenen menemui Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana membenarkan rencana kedatangan tim pelatih militer dari Belanda tersebut.

“Dua hingga tiga instruktur jungle training dari Marinir Belanda dijadwalkan datang untuk mempelajari secara langsung kemampuan jungle survival dan perang hutan yang menjadi keunggulan Korps Marinir kita,” kata Rana, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Sabtu (3/10).

Selain mengirim instruktur, Belanda dan Marinir TNI AL berencana membentuk wadah diskusi khusus antarsatuan bernama Marines-to-Marines Talk. Forum ini disiapkan untuk memperlancar pertukaran perwira, kunjungan pimpinan, hingga latihan bersama antarkorps.

Di luar agenda militer, delegasi Belanda juga berencana memboyong pasukannya untuk ikut ajang jalan santai lintas budaya Jogja International Heritage Walk di Yogyakarta untuk mempererat hubungan antarprajurit.

  💂  IDM  

Kamis, 01 Oktober 2026

Mobil Komunikasi Hilux Marinir

  Mampu Bikin Jaringan Sinyal Sendiri Prajurit Yonkomlek 1 Marinir memperagakan perangkat komunikasi punggung berantena panjang yang terhubung dengan kendaraan khusus Komob Self Networking Wireless (SNW). (Dok. Pasmar 1)

Batalion Komunikasi dan Elektronika (Yonkomlek) 1 Marinir memamerkan alutsista baru berupa kendaraan khusus Komob Self Networking Wireless (SNW). Mobil berbasis Toyota Hilux ini punya kemampuan unik: sanggup memancar jaringan internet dan komunikasi sendiri di daerah operasi.

Unjuk ketangguhan rantis tersebut berlangsung di Lapangan Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (30/9).

Pengenalan ini bertujuan memperlihatkan kesiapan perangkat komunikasi bergerak milik Marinir dalam mendukung tugas lapangan.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana membeberkan, pengembangan dan integrasi sistem kendaraan khusus Komob SNW melibatkan industri pertahanan dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60 persen.

Rana menyebut mobil ini bertindak sebagai pemancar sinyal bergerak ketika infrastruktur komunikasi umum di lokasi pertempuran tidak tersedia atau mengalami gangguan.

Perangkat di dalamnya sanggup menyalurkan pertukaran data suara, teks, hingga kiriman video secara real-time (waktu nyata) melalui konektivitas jaringan lokal.

“Sederhananya, Komob SNW merupakan simpul komunikasi bergerak yang dapat membawa dan membangun jaringan komunikasinya sendiri untuk menjaga konektivitas prajurit di medan operasi,” kata Rana saat dihubungi Indonesia Defense Magazine di Jakarta, Kamis (1/10).

Melalui kehadiran armada Hilux modifikasi ini, Yonkomlek 1 Marinir memastikan jalur perintah dan kendali pasukan di lapangan tetap terhubung tanpa hambatan.

  📡 
IDM  

Senin, 28 September 2026

KSAL Sebut Pengadaan AAV7 M-35 Gunakan Skema Foreign Military Sales

  Akan bertambah hingga 105 unit secara berkala hingga 2028 12 Ranpur Amfibi AAV7-M35 batch 1 telah berganti warna, sesuai warna kamuflase terbaru marinir  (Tribunnews)

Menteri Pertahanan (Menhan) RI memimpin penyerahan 12 unit kendaraan tempur amfibi (assault amphibious vehicle/AAV)7 M-35 ke Pasukan Marinir (Pasmar) 1 di Mako Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).

AAV tersebut tiba dari Amerika Serikat (AS) dan menjalani proses pembongkaran di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/09/2026).

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menjelaskan, AAV7 tersebut dibeli dari US Marine Corps melalui skema foreign military sales (FMS). Dengan begitu, Marinir mendapatkan harga diskon atas ranpur tersebut. Terkait alokasi anggaran, ia meminta hal itu ditanyakan langsung kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

"Jadi ini merupakan foreign military sales dari Amerika. Kita diberi harga khusus karena kita dekat dengan Marinir Amerika Serikat. Hubungan dengan Marinir Indonesia sangat baik," kata Ali di lapangan Markas Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.

Ali menjelaskan, ranpur tersebut jauh lebih modern daripada LVT-7A1 produksi Korea Selatan (Korsel) yang sudah dimiliki Marinir sejak Desember 2009. Keunggulan AAV7, sambung dia, bisa menampung 21 prajurit plus tiga awak kendaraan yang terdiri dari pengendara, pemberi komando dan pemegang senjata.

"Kendaraan ini juga mampu melewati perairan atau laut dengan sea state 5. Jadi makanya diberi nama M35 ya," kata Ali.

Dia menjelaskan, saat ini Korps Marinir TNI AL baru kedatangan 12 unit dari total 35 AAVyang sudah dibeli. Meski begitu, menurut Ali, total pengadaan ranpur itu mencapai 105 AAV. "Akan hadir lagi 23 (ranpur) di akhir bulan November 2026," jelas Ali.

Dia melanjutkan, nantinya, seluruh AAV ditempatkan di Pasmar I, II, dan III untuk memperkuat pertahanan wilayah maritim Indonesia. Dengan adanya kendaraan itu, Ali berharap, Korps Marinir TNI AL dapat semakin maksimal dalam menjalankan misi perang dan kemanusiaan.

  ♞
 Republika   

Kamis, 24 September 2026

12 Ranpur Amfibi AAV Gelombang Pertama Tiba di Tanah Air

 Untuk Korps Marinir TNI AL 12 AAV7-A1 batch 1 tiba di Indonesia (Dispenal)

Sebanyak 12 unit Ranpur Amfibi AAV tiba di Indonesia dan menjalani proses pembongkaran di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/09/2026).

Kedatangan tahap pertama ini menjadi bagian dari pemenuhan 35 unit AAV untuk memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Kedatangan Ranpur disambut Aslog Pangkormar Brigadir Jenderal TNI (Mar) Efhardian, M.Tr.Opsla., didampingi Sahli A Bid Ops Pangkormar Kolonel Marinir Didiet Hendra Wijaya, M.Mp., Danmenkav 1 Marinir Kolonel Marinir Agus Setiyo Budi, M.Tr.Opsla., serta Danyon Ranratfib 1 Marinir Letkol Marinir Muhan Solihan, M.M.Tr.Opsla. Rombongan meninjau kondisi dan proses penerimaan Ranpur yang kemudian diturunkan ke truk oplegger untuk diberangkatkan ke Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, dengan sistem pengikatan guna menjamin keamanan selama perjalanan.

Kehadiran AAV menjadi tonggak penting bagi Korps Marinir setelah sebelumnya menerima 10 unit LVT-7A1 dari Korea Selatan pada 7 Desember 2009. Sebagai kendaraan pendarat amfibi, AAV memperkuat kemampuan pasukan dalam melaksanakan operasi dari laut menuju pantai hingga mencapai sasaran di darat.

AAV dirancang membawa pasukan melintasi zona tempur perairan dan mampu menghadapi gelombang serta arus hingga
Sea State 5. Ranpur ini menggunakan mesin Cummins V903 berdaya 525 horsepower, memiliki panjang 7,94 meter, lebar 3,27 meter, tinggi 3,26 meter, dan bobot 23 ton, dengan kecepatan hingga 15 km/jam di laut dan 75 km/jam di darat.

AAV diawaki tiga personel dan mampu membawa 21 prajurit infanteri Marinir beserta perlengkapan siap tempur. Kehadirannya bukan sekadar penambahan alutsista, tetapi juga meningkatkan mobilitas laut ke darat, perlindungan lapis baja, daya angkut pasukan, dan kecepatan manuver dalam mendukung kemampuan amfibi Resimen Kavaleri Korps Marinir di negara kepulauan.

Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menegaskan bahwa kehadiran AAV akan semakin memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir, khususnya.

  ♞
 TNI AL  

Selasa, 01 September 2026

Indonesia dan AS Memulai Latihan Militer dengan 19 Negara

  Super Garuda Shield 2026 Latihan dimulai bersama 4 pasukan marinir dari 4 negara (US Marine corp)

Indonesia dan Amerika Serikat memulai latihan militer multinasional yang melibatkan 19 negara lainnya.

Upacara pembukaan "Super Garuda Shield" digelar di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (31/08/2026).

Panglima Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat AS Mayor Jenderal Patrick Ellis mengatakan latihan tahunan ini penting karena lanskap keamanan Indo-Pasifik sangat kompleks dan kesiapan tidak dapat ditingkatkan secara tiba-tiba ketika krisis dimulai.

Militer Indonesia mengatakan lebih dari 4.700 personel berpartisipasi dalam latihan tahun ini. India ikut serta dalam latihan ini untuk pertama kalinya. Jepang mengirimkan Pasukan Bela Diri (SDF) untuk tahun kelima berturut-turut. Mereka akan berlatih turun dari pesawat angkut dan menghadapi wahana nirawak.

Indonesia telah memperdalam kerja sama keamanan dengan negara-negara seperti AS dan Australia. Negara ini juga telah menyatakan minat untuk mengakuisisi kapal perusak SDF Maritim Jepang dan berharap untuk memulai pembicaraan mengenai kemungkinan transfernya.

Sementara itu, Indonesia tetap mempertahankan kebijakan diplomatik nonblok dan juga meningkatkan hubungan dengan Cina. Menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara mengadakan pembicaraan "dua plus dua" pada Agustus. Kedua negara sepakat untuk memperluas kerja sama pertahanan, termasuk mengadakan latihan bersama.

 ⚓️  NHK  

Sabtu, 22 Agustus 2026

Kemhan Tinjau Harwat Ranpur Marinir

♞  Pastikan ranpur PT 76M berjalan lancar PT 76 Marinir (Ist)

Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan mendampingi Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kabaharwathan Kemhan RI) Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, S.T., M.Tr.Opsla., IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., ASEAN Eng., meninjau perbaikan Kendaraan Tempur (Ranpur) Korps Marinir TNI AL jenis Tank PT-76 M di PT Lumindo Artha Sejati, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/08/2026).

Kegiatan diawali dengan paparan oleh Project Manager PT Lumindo Artha Sejati, Arif Mei Subiyanto, S.T., yang memaparkan berbagai hal terkait pelaksanaan pengerjaan serta perkembangan perbaikan Ranpur Tank PT-76 M. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kabaharwathan Kemhan RI, peninjauan perbaikan Ranpur, penyerahan cenderamata dan plakat, penulisan kesan dan pesan, serta diakhiri dengan foto bersama.

Dalam sambutannya, Kabaharwathan Kemhan RI menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melihat secara langsung kemampuan, kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, metode kerja, serta kualitas pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan (harwat) Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

“Dalam pembinaan harwat Alpalhankam, kita tidak hanya dituntut untuk menjaga kondisi materiel agar tetap laik digunakan, tetapi juga harus mampu memastikan bahwa setiap proses harwat dilaksanakan secara terencana, terukur, memenuhi standar teknis, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kemhan mendorong agar industri pertahanan nasional tidak hanya menjadi pelaksana pengadaan dan pemasangan suku cadang, tetapi juga secara bertahap mampu membangun kemandirian harwat Alpalhankam nasional, sehingga ketergantungan terhadap dukungan dari luar negeri dapat dikurangi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aslog Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Efhardian, M.Tr.Opsla., Kapusrenharwat Alpalhan Laksma TNI Saepudin Hidayat, S.E., M.Tr.Hanla., Kadisharmat Kormar Kolonel Marinir Ukik Ari Nursanto, M.Tr.Hanla., M.M., Kabid Alpalhan Matra Udara Kolonel Tek Suparman, S.T., M.Tr.(Han)., dan Kabid Sarhan Matra Udara Kolonel Tum Achmad Fauzi, S.T., M.Eng. (Benta)


  ♞  Bernasindo  

Selasa, 04 Agustus 2026

PM Thailand Tawarkan 36 Kendaraan Amfibi untuk Marinir

🐴Thai Chaiseri AWAV (Tankporn)

Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul menawarkan kerja sama industri pertahanan yang lebih erat dengan Indonesia, termasuk kesiapan Thailand memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi (Amphibious Wheeled Armoured Vehicle/AWAV) untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Komitmen tersebut disampaikan Anutin saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dalam sambutannya, Anutin memuji rekam jejak Presiden Prabowo di bidang militer. Dia mengaku para petinggi Angkatan Bersenjata Thailand memiliki penghormatan tinggi terhadap Prabowo sehingga ingin turut hadir dalam kunjungan kenegaraan tersebut.

"Saya pikir Anda telah memberikan perhatian yang sangat tinggi pada kerja sama pertahanan kita. Saya harus mengatakan bahwa sebelum saya melakukan perjalanan ke sini, ketika saya meminta para pejabat senior militer saya untuk memberi pengarahan kepada saya untuk kunjungan kita kali ini, Anda benar-benar seorang ikon militer dan banyak jenderal muda kami yang mengagumi kinerja Anda," ujar Anutin.

Menurutnya, apresiasi tersebut bahkan diwujudkan dengan pemberian medali kehormatan dari jajaran Angkatan Darat Thailand kepada Presiden Prabowo.

"Mereka semua bersumpah untuk menemani delegasi saya menemui Anda hari ini. Jadi saya telah membawa beberapa medali yang dengan sepenuh hati ingin diberikan oleh jenderal angkatan darat kami kepada Anda karena Anda adalah tokoh militer yang sangat mereka hormati," katanya.

Anutin menegaskan hubungan pertahanan yang erat antara kedua negara perlu terus diperkuat melalui latihan militer bersama, pertukaran informasi, hingga peningkatan kerja sama keamanan maritim.

"Dengan persahabatan yang kuat dan hubungan pertahanan yang erat ini, angkatan bersenjata kita akan dengan senang hati melanjutkan latihan gabungan secara rutin, berbagi informasi, dan kerja sama keamanan maritim dengan angkatan bersenjata Indonesia," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan rasa senangnya mengetahui bahwa Prabowo pernah menjalani latihan bersama pasukan khusus Thailand ketika masih bertugas di pasukan khusus Indonesia.

Selain itu, Anutin mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan pertemuan High Level Committee (HLC) Sekretariat Bersama Indonesia-Thailand di Bangkok pada Februari 2026. Pada kesempatan tersebut, Anutin mengusulkan agar kedua negara memperluas kolaborasi di sektor industri pertahanan.

"Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan dan Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi atau AWAV untuk Korps Marinir Indonesia. Model ini saat ini aktif dalam dinas di Korps Marinir Kerajaan Thailand dan saya sangat berterima kasih karena Anda memberi kami kesempatan ini agar produk kami digunakan di negara Anda," tuturnya.

Selain menawarkan kendaraan tempur amfibi, Anutin juga mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang Defense & Security Exhibition yang akan digelar di Thailand pada November tahun depan sebagai wadah memperluas kerja sama industri pertahanan kedua negara.

Di bidang keamanan, Anutin menyambut keikutsertaan Dewan Keamanan Nasional Thailand dalam Dialog Keamanan ke-3 yang akan diselenggarakan Indonesia bulan depan.

"Mengenai kerja sama keamanan, saya senang Dewan Keamanan Nasional Thailand akan berpartisipasi dalam dialog keamanan ketiga yang akan diselenggarakan Indonesia bulan depan," katanya.

Lebih lanjut, dia menilai Indonesia dan Thailand perlu memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang semakin kompleks.

"Kedua negara kita harus meningkatkan kerja sama untuk memerangi kejahatan transnasional, khususnya penipuan online, perdagangan manusia, dan narkoba," ujar Anutin.

  ♘ Kabar 24  

Senin, 03 Agustus 2026

Kogabwilhan I dan Pasmar 1 Kembangkan Drone Serbu Otomatis

 ⍜ Drone serbu otomatis hasil kolaborasi Kogabwilhan I dan Pasmar 1 (PasMar1)

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) bersama Pasmar 1 berkolaborasi mengembangkan drone serbu otomatis sebagai inovasi teknologi pertahanan. Alutsista ini rencananya akan diuji pada Latihan TNI Terintegrasi 2026 di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Pengembangan drone ini ditujukan untuk mendukung operasi di medan sulit dijangkau, mempercepat respons terhadap sasaran, dan mengoptimalkan teknologi modern bagi prajurit. Uji coba difokuskan pada keandalan sistem, mobilitas, dan efektivitas di berbagai medan dengan melibatkan unsur darat, laut, dan udara.

Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo bersama Danpasmar 1 Mayjen TNI (Mar) Ili Dasili, S.E., meninjau langsung uji coba di Lapangan Tembak Jusman Puger, Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (29/07/2026). Kolaborasi ini wujud sinergi modernisasi pertahanan untuk meningkatkan kesiapan operasional prajurit menghadapi tantangan tugas yang dinamis.

  ★
Pasmar 1  

Selasa, 14 Juli 2026

Marinir Uji Fungsi Roket 122 mm Buatan Serbia di Baluran

 ➶  (Dispen Marinir)

Korps Marinir TNI Angkatan Laut menggelar uji fungsi amunisi roket kaliber 122 milimeter (mm) buatan Serbia di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (11/7/2026).

Pengujian dilakukan oleh Laboratorium Induk Senjata TNI Angkatan Laut (Labinsenal) dengan melibatkan Batalyon Roket 2 Marinir sebagai pelaksana penembakan.

Menurut siaran pers Dinas Penerangan (Dispen) Korps Marinir, sejumlah roket 122 mm ditembakkan ke sasaran dan seluruhnya mencapai target serta meledak di daerah sasaran.

Hasil penembakan selanjutnya dievaluasi untuk menilai fungsi dan kelayakan amunisi.

“Pengujian ini dilaksanakan untuk memastikan amunisi yang digunakan memenuhi fungsi dan kelayakan serta siap mendukung kebutuhan operasional satuan dalam pelaksanaan tugas,” kata Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan, dikutip Senin (13/7/2026).

Menurut dia, uji fungsi amunisi merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan material tempur dan sistem persenjataan Korps Marinir sebelum digunakan dalam pelaksanaan tugas.

Turut hadir Waasintel Pangkormar Kolonel Marinir Teguh Santoso, Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, Aslog Danpasmar 2 Kolonel Marinir Bakti Dasasasi Penanggungan, dan Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto.

  ➶ Kompas  

Rabu, 20 Mei 2026

Marinir Sukses Laksanakan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 BMP-3F Asal China

  Amunisi alternatif   Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China dibandingkan amunisi 3UOF17 dari Rusia pada Ranpur Tank BMP-3F (photos: Menkav 2)

Untuk mengetahui kondisi dan kemampuan Amunisi kaliber 100 mm BTE1 China, Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir terpilih sebagai pelaksana dalam penyelenggaraan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China yang di aplikasikan langsung pada Ranpur Tank BMP-3F di Daerah Latihan (Rahlat) Puslatpurmar 5 Baluran, Kab. Situbondo. Selasa (12/05/2026).

Turut hadir meninjau langsung kesiapan material dan pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi tersebut, Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan, S.E., M.M., M.Sc., CHRMP., didampingi oleh Asintel Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Nanang Saefulloh, S.E., M.M., Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, S.E., M.M., M.Tr.Hanla., serta Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto, CRMP.

Disamping itu dalam Uji Fungsi Amunisi ini juga melibatkan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AL sebagai lembaga utama TNI AL yang bertanggung jawab atas penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi material serta teknologi peralatan Angklatan Laut.


Uji Fungsi Amunisi diawali dengan pengecekan data dimensi amunisi kaliber 100 mm BTE1 China sebagai amunisi uji serta amunisi kaliber 100 mm 3UOF17 Rusia sebagai amunisi pembanding.

Kegiatan dilanjutkan pengecekan Sistem Kendali Senjata yang terintegrasi pada Ranpur Tank BMP-3F, kemudian pelaksanaan penembakan amunisi uji yang seluruhnya berfungsi dengan baik dan tepat sasaran dijarak 1000 m, 1200 m, hingga 4000 dalam rangka zeroing, uji Fuze (pemicu ledak) dan uji Safety Distance sebagai parameter jarak aman ledakan.

Komandan Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Hayat Tegar, M.Tr.Opsla., selaku Palak Uji menyampaikan bahwa, kegiatan Uji Fungsi Amunisi yang dilakukan saat ini merupakan langkah penting untuk menjamin keselamatan personel dan material yang dimiliki Korps Marinir dimasa yang akan datang.

Kesiapan kru pengawak Ranpur dan material tempur sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi, di sisi lain dengan berhasilnya Uji Fungsi Amunisi ini diharapkan kedepanya dapat menunjang efektivitas operasional.


  ♞ Menkav II  

Rabu, 06 Mei 2026

Marinir Bidik AlAV di AS

Menindaklanjuti rencana modernisasi alutsista Ilustrasi LVT7 Marinir (Wikipedia)

Korps Marinir menindaklanjuti rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memastikan kelanjutan pengadaan kendaraan tempur Amphibious Assault Vehicle (AAV) serta penjajakan teknologi militer terbaru.

Asisten Logistik Panglima Korps Marinir (Aslog Pangkormar) Brigjen (Mar) Efhardian hadir mewakili Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi dalam ajang Modern Day Marine 2026. Pameran ini merupakan kiblat inovasi teknologi operasi pesisir yang digelar di Washington D.C., pada 28-30 April 2026.

 Progres Pengadaan AAV


Dalam agenda tersebut, Efhardian mengadakan pertemuan khusus dengan Direktur Pengadaan Alutsista Korps Marinir AS (USMC), Brigjen Tamara Campbell. Diskusi ini membahas kepastian lini masa pengiriman dan teknis pengadaan kendaraan pengangkut personel amfibi tersebut.

“Kami hadir untuk memastikan kerja sama alutsista antara Korps Marinir Indonesia dan USMC berjalan lancar, termasuk keberlanjutan program AAV untuk memperkuat kesiapan operasional satuan,” kata Efhardian, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (5/5).

Efhardian menambahkan, Indonesia menitikberatkan pada aspek peningkatan kapabilitas pengawak melalui pelatihan dan transfer teknologi. “Kerja sama ini bukan sekadar pengadaan unit, tapi mencakup transfer ilmu agar personel kami memiliki kesetaraan kemampuan teknis dengan mitra internasional,” tegasnya.

Pihak USMC melalui Campbell menyatakan komitmennya untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati kedua belah pihak.

 Diplomasi Militer dan Hubungan Bilateral

Selain membedah teknologi dari 350 industri pertahanan, delegasi Marinir juga menyambangi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. untuk bertemu Duta Besar RI Indroyono Soesilo. Pertemuan ini bertujuan melaporkan progres diplomasi militer yang sedang dilakukan di AS.

Indroyono menilai langkah Korps Marinir ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam kerangka kerja sama pertahanan Major Defense Cooperation Partnership.

“Pemerintah mendukung penuh komunikasi strategis ini. Selain urusan alutsista, ini adalah bagian dari penguatan interoperabilitas atau kemampuan untuk bekerja sama dalam operasi gabungan antara TNI AL dan USMC,” ujar Indroyono.

 Pantau Teknologi Lintas Domain

Selama pameran, delegasi juga berdiskusi dengan Direktur Program Kerja Sama Material Internasional Angkatan Laut AS William Carty, serta Aslog USMC Letjen Stephen Sklenka. Pihak AS membuka peluang kerja sama seluas-luasnya, termasuk pada teknologi multi-domain operations yang menggabungkan kekuatan darat, laut, dan udara dalam satu sistem terintegrasi.

Langkah maraton di Washington ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Korps Marinir untuk terus memperbarui sistem persenjataan sesuai dengan dinamika keamanan kawasan saat ini. (at)

  ♞
IDM  

Sabtu, 03 Januari 2026

115 Personel Satgas Rajawali dan Koops Habema Dapat KPLB

  Rebut Markas OPM di 3 Lokasi 115 Personel Satgas Rajawali dan Koops Habema Terima KPLB

Sebanyak 115 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi (Koops) Habema menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas keberhasilan mereka menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tiga lokasi berbeda dalam rangkaian operasi militer sepanjang Oktober hingga November 2025.

Pemberian KPLB dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan disaksikan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di markas Koops Habema, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/1/2026) kemarin.

Para prajurit penerima KPLB berasal dari pasukan tempur lintas matra, meliputi Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), serta Korps Marinir TNI AL dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Mereka mengikuti upacara dengan mengenakan baret kebanggaan satuan masing-masing.

Prosesi penanggalan pangkat lama dan penyematan pangkat baru dipimpin Panglima TNI, kemudian dilanjutkan pemberian ucapan selamat oleh Menhan RI, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi, serta Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto.

KPLB diberikan kepada prajurit yang terlibat langsung dalam sejumlah operasi penting, di antaranya Operasi Kinetik 5 Oktober 2025 di Kampung Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Dalam operasi tersebut, Satgas Rajawali III berhasil menguasai markas kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya serta menetralkan tokoh kunci OPM, Mayu Waliya, yang menjabat Komandan Operasi Kodap XII.

Selanjutnya, pada Operasi Badai 15 Oktober 2025, Satgas Rajawali II dan III merebut markas kelompok bersenjata Kodap VIII Soanggama pimpinan Undius Kogoya di Kampung Soanggama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Operasi tersebut menewaskan 14 anggota OPM.

Operasi berlanjut melalui Operasi Badai Kasuari 9 November 2025, saat personel Yonif 10 Marinir, Denjaka, serta unsur pendukung lainnya menyergap markas OPM di wilayah Sungai Wariager, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam amanatnya menegaskan pemerintah tidak akan ragu memberikan penghargaan kepada prajurit yang menjalankan tugas dengan risiko tinggi.

“Ada kebahagiaan tersendiri bagi seorang komandan ketika dapat memberikan penghargaan kepada prajuritnya. Negara tidak akan mengabaikan mereka yang berkeringat dan rela berkorban demi bangsa dan negara,” ujar Sjafrie.

Ia menambahkan, penghargaan akan terus diberikan kepada prajurit yang menunjukkan prestasi, integritas, serta pengabdian luar biasa.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan Kenaikan Pangkat Luar Biasa merupakan bukti nyata kehadiran negara bagi prajurit yang mengabdikan diri melampaui tugas dan tanggung jawabnya.

“KPLB adalah penghargaan negara kepada prajurit TNI yang menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegas Panglima TNI.

Pemberian KPLB ini diharapkan dapat meningkatkan moril, semangat juang, dan profesionalisme prajurit TNI, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ron)

  💂 
Fajar Papua  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...