Tampilkan postingan dengan label Hankam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hankam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2026

Inggris-Indonesia Sepakati Kerja Sama Strategis di Bidang Pertahanan Maritim hingga Pendidikan

KRI BPD 322 frigate pertama PAL, hasil kerjasama Babcock (PAL)

Perusahaan pertahanan Inggris, Babcock International Group (Babcock), bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Kamar Dagang Inggris (Britcham), dan para mitra di Indonesia meluncurkan Maritime Partnership Programme (MPP).

Ini merupakan sebuah kesepakatan strategis guna memperdalam kerja sama Inggris–Indonesia di bidang pertahanan maritim, perikanan, kapabilitas industri, serta pengembangan keterampilan.

Chief Executive Babcock, David Lockwood OBE mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis utama bagi Babcock.

"Kemitraan ini akan mewujudkan komitmen tersebut, dan kami menantikan kelanjutan hubungan yang kuat dan berkelanjutan," kata David di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO OBE, mengatakan bahwa Maritime Partnership Programme memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berupa lapangan kerja, peluang, dan pertumbuhan.

Program ini mencerminkan komitmen bersama Inggris dan Indonesia terhadap stabilitas dan kemakmuran di Indo-Pasifik, menjunjung tinggi kebebasan navigasi serta mendukung tatanan internasional berbasis aturan.

"Melalui program ini, kita bersama-sama memperkuat ketahanan maritim, mendukung industri, dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi pemimpin Indonesia berikutnya. Kemitraan ini dibangun atas ambisi bersama danakan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia dan Inggris. Diplomasi, kolaborasi, dan prestasi!" ujarnya.

Ketua Kamar Dagang Inggris di Indonesia, Ian Betts, menyambut baik peluncuran UK–Indonesia Maritime Partnership Programme. Menurutnya program tersebut menjadi tonggak penting dalam memperdalam hubungan ekonomi dan industri antara kedua negara.

Ian menambahkan, Investasi Babcock, termasuk perannya dalam memperkuat kapabilitas fregat Indonesia melalui program Arrowhead 140, menunjukkan kuatnya keahlian maritim Inggris sekaligus komitmen jangka panjang terhadap ambisi maritim Indonesia.

Kemitraan tersebut dinilai melampaui sektor pertahanan, dengan mendorong pengembangan industri lokal, transfer keterampilan, serta pertumbuhan ekosistem maritim yang lebih luas di Indonesia. Hal ini mencerminkan visi bersama untuk infrastruktur maritim yang tangguh, berkelanjutan, dan aman di kawasan Indo-Pasifik.

Peluncuran Maritime Partnership Programme turut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Inggris untuk Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Keir Mather, Chief Executive Babcock David Lockwood OBE, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey CVO OBE, serta perwakilan sektor bisnis, pejabat pemerintah senior, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Babcock diketahui menandatangani empat Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan universitas-universitas terkemuka, mitra industri, dan pemangku kepentingan utama dari program MPP. MoU ini mencakup pengembangan tenaga kerja, pendidikan, beasiswa, serta kapabilitas industri guna mendukung tujuan maritim Indonesia dan implementasi MPP.

Salah satu MoU yang ditandatangani yakni terkait Beasiswa Chevening. Babcock berkomitmen mendanai total 30 beasiswa Chevening Pemerintah Inggris bagi mahasiswa Indonesia, yang akan diberikan secara bertahap selama periode tiga tahun untuk mendukung calon pemimpin masa depan di sektor maritim dan industri.

Selain itu, Babcock juga menyepakati kemitraan dengan enam universitas di Inggris dan Indonesia untuk memperkuat kapasitas pendidikan dan keterampilan maritim yang selaras dengan prioritas MPP, membuka peluang pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Konsorsium ini terdiri dari Newcastle University, University of Strathclyde, University of Edinburgh, University of Glasgow, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Selain itu Babcock dan PT Len Industri juga sepakat berkolaborasi dalam pengembangan teknologi angkatan laut dan maritim, termasuk potensi pemanfaatan fasilitas DEFEND ID.

Kemudian Babcock juga menjajaki kerja sama pembuatan kapal dengan PT Citra Shipyard, pengembangan keterampilan, transfer teknologi, dan rantai pasok.

MoU tersebut juga mencerminkan strategi yang terarah untuk berinvestasi di seluruh spektrum pembangunan maritim Indonesia, serta melanjutkan kesepakatan maritim senilai £4 miliar antara Inggris dan Indonesia yang ditandatangani pada November 2025.

Inisiatif ini juga memperkuat komitmen Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer di London pada 20 Januari 2026.

  📝  Investor Trust  

Jumat, 24 April 2026

Unsur KRI Koarmada II Tunjukkan Kekuatan Tempur

 ⚓️ Pada Puncak Latihan Operasi Laut Gabungan TA. 2026 KRI Sampari tembakan rudal C705 (Dispenal)

Unsur koarmada II, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Sampari-628 yang tergabung dalam Satgas Penembakan Senjata Khusus Kogaslagab berhasil menembakkan rudal pada latihan puncak Latopslagab TA. 2026 yang digelar di Laut Jawa, perairan Kepulauan Karimun Jawa, Kamis (23/4). Aksi ini menjadi momen krusial dalam menunjukkan kesiapan tempur prajurit Jalasena dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman di laut.

Dalam pelaksanaan latihan, Dansatkor Koarmada II Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S. selaku Dansatgas Baksus onboard di KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang di Komandani Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas menembakkan rudal Exocet MM 40 Blok III dengan sasaran eks KRI Teluk Hading-538 yang telah purna tugas sebagai alutsista TNI AL.

Sementara itu, KRI Sampari-628 yang di Komandani Letkol Laut (P) Eko Darmawan melaksanakan penembakan rudal C-705 juga berhasil mengenai sasaran Pulau Gundul di wilayah Kepulauan Karimun Jawa. Seluruh rangkaian penembakan berlangsung aman, dan sesuai rencana, menegaskan profesionalisme serta akurasi tinggi prajurit TNI Angkatan Laut.

Keberhasilan latihan ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsuddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sementara itu, Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., selaku Pangkogaslagab memimpin seluruh unsur yang tergabung dalam Kogaslagab dari KRI Brawijaya-320. Kehadiran pimpinan tertinggi pertahanan negara tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap kesiapan operasional TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Pada latihan ini melibatkan berbagai unsur kekuatan TNI AL yang terbagi dalam unsur tugas penembak, pengamanan, dan bantuan. Selain itu, pesawat udara, helikopter, serta drone turut dilibatkan untuk mendukung jalannya latihan secara terintegrasi, sehingga mampu mensimulasikan operasi laut modern yang kompleks dan realistis.

Sebelum mencapai puncak latihan, berbagai serial latihan telah dilaksanakan saat menuju daerah latihan (Rahlat). Seluruh rangkaian ini dirancang untuk mengasah kemampuan taktis, koordinasi, serta interoperabilitas antar unsur dalam menghadapi skenario operasi gabungan.

Latopslagab TA. 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan tempur, tetapi juga wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia. Momentum ini sekaligus mempertegas semangat juang serta profesionalisme prajurit Jalasena dalam menghadapi tantangan pertahanan maritim yang semakin dinamis.

 ⚓️ 
Aksara Indonesia  

Kamis, 16 April 2026

TNI AL Gunakan Bahan Bakar Jenis B50

 Dalam rangka efisiensi BBM https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia519IVCSEIsIIkRG4DQSKhu37pvsZ2BjqCFRCVq4oRsZBaIw3tlbgA6FqsenAwyRhjqn2gZ8YE2-HK-clkTGDhBC51y-dYZuGd3ry37tOGiJtpMx2gPHCc2DzlUUIGqM-ZC_yxLSdmoDlUev5TsxXZATMBPOgQ1khfAHR-jSGOXH5gTuHgdgiYiVjJho/s1026/FB_IMG_1776325613789.jpgIlustrasi kapal produksi PAL (PAL)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pihaknya akan menggunakan bahan bakar jenis B50 untuk kapal patroli dalam rangka penghematan bahan bakar minyak (BBM).

"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. B50 nah ini tentunya ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya," kata Ali saat jumpa pers di Mabes Angkatan Laut (Mabes AL), Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Untuk diketahui, bahan bakar B50 merupakan bahan bakar nabati yang memiliki campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak dari kelapa sawit (CPO).

Ali menyampaikan penggunaan B50 dapat mengurangi ketergantungan TNI AL akan bahan bakar yang berasal dari minyak mentah.

Selain itu, penggunaan B50 juga dianggap mampu untuk mendukung operasional kapal yang memiliki mobilitas tinggi seperti patroli laut hingga misi pengiriman logistik atau pasukan.

Ali melanjutkan penggunaan bahan bakar jenis B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat.

"Untuk patroli sementara ini kita masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35 ya," kata Ali.

Dengan adanya upaya penggunaan bahan bakar jenis B50, Ali memastikan intensitas kapal dalam berpatroli di laut tidak akan berkurang di tengah masa efisiensi bahan bakar.

   antara  

Selasa, 14 April 2026

Indonesia-AS Teken Kerja Sama Pertahanan MDCP

  Akses Teknologi Alutsista Canggih Terbuka (kemhan)

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Republik Indonesia resmi menyepakati pembentukan Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Kesepakatan strategis ini diteken langsung oleh U.S. Secretary of War dan Menteri Pertahanan Indonesia pada 13 April 2026.

Pengumuman resmi Kementerian Perang Amerika Serikat atau U.S. Department of War, yang dirilis hari Senin (13/4) ini, menjadi sinyal kuat atas peran krusial Indonesia dalam menjaga stabilitas regional, sekaligus mempertegas potensi kemitraan pertahanan bilateral kedua negara.

MDCP dirancang sebagai kerangka kerja utama untuk memandu kerja sama pertahanan di masa depan. Melalui kesepakatan ini, kedua negara menegaskan kembali komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Secara struktural, MDCP bertumpu pada tiga pilar utama yang diimplementasikan berlandaskan penghormatan bersama dan kedaulatan nasional:

Pertama, Modernisasi Militer dan Peningkatan Kapasitas; Kedua, Pelatihan dan Pendidikan Militer Profesional; serta Ketiga Latihan Gabungan dan Kerja Sama Operasional.

Di bawah payung MDCP, Amerika Serikat dan Indonesia bakal mengeksplorasi berbagai inisiatif mutakhir yang telah disepakati. Hal ini mencakup pengembangan bersama kemampuan asimetris yang canggih, merintis teknologi pertahanan generasi berikutnya di ranah maritim, bawah laut (subsurface), dan sistem otonom.

Selain itu, kedua negara sepakat bekerja sama dalam dukungan pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) guna mengerek kesiapan operasional alutsista.

Sebagai simbol penguatan kemitraan dan refleksi kepercayaan mendalam antarnegara, kedua pemimpin juga berkomitmen meningkatkan latihan pasukan khusus gabungan.

Langkah ini diharapkan mampu memajukan kepentingan keamanan bersama dan memperkuat hubungan antara personel militer AS dan Indonesia melalui perluasan peluang pendidikan militer profesional serta pembentukan jaringan alumni pertahanan.

Kemitraan ini merupakan representasi dari perkembangan berkelanjutan hubungan pertahanan bilateral RI-AS yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Kedua negara mengakui satu sama lain sebagai mitra penting dan menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama berdasarkan saling menghormati, kedaulatan, dan kepentingan bersama dalam mewujudkan perdamaian serta stabilitas regional.

U.S. Department of War dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyatakan kesiapannya untuk memperdalam investasi dalam kerja sama yang lebih intensif di bawah kerangka MDCP.

 Kontroversi Kedaulatan

Kesepakatan MDCP ini sebelumnya menuai isu sensitif di bidang kedaulatan wilayah Udara, karena Indonesia dikabarkan akan membuka akses bebas bagi pesawat militer Amerika Serikat untuk melintas di wilayah udaranya.

Kabar ini ramai setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat mengajukan permintaan akses luas, bahkan disebut sebagai “blanket overnight access” atau izin melintas yang fleksibel, termasuk untuk operasi mendadak. Bahkan, sempat beredar narasi bahwa Indonesia sudah menyetujui proposal tersebut.

Kementerian Pertahanan Indonesia langsung Menanggapi pemberitaan sejumlah media asing yang menyiratkan adanya persetujuan final terkait akses lintas udara militer Amerika Serikat di wilayah udara Indonesia tersebut.

Melalui pernyataan tertulis Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa dokumen yang beredar saat ini merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi.

Dokumen tersebut bukan merupakan perjanjian final, belum memiliki kekuatan hukum mengikat, serta belum dapat dijadikan dasar kebijakan resmi Pemerintah Republik Indonesia, Senin (13/4/2026).

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa setiap pembahasan kerja sama pertahanan dengan negara lain senantiasa dilaksanakan dalam kerangka mengutamakan kepentingan nasional, menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara penuh, serta berpedoman pada ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang berlaku.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa otoritas, kontrol, dan pengawasan atas wilayah udara Indonesia sepenuhnya berada pada negara Indonesia.

Setiap kemungkinan pengaturan tetap menjamin kewenangan penuh Indonesia untuk menyetujui atau menolak setiap aktivitas di ruang udara nasional.

Kemhan RI juga menegaskan bahwa setiap rencana kegiatan harus sesuai dengan hukum nasional masing-masing negara.

Dalam konteks Indonesia, hal ini berarti seluruh proses harus mengikuti peraturan perundang-undangan, mekanisme kelembagaan, dan keputusan politik negara. Tidak ada ruang bagi implementasi sepihak di luar hukum Indonesia.

  💥 
Kontan  

Senin, 13 April 2026

Media Asing Sebut Indonesia Berencana Beri Akses Transit (Blanket Overflight) bagi Pesawat Militer AS

Psawat kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo Subianto dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Pangkalan Udara Adisutjipto, Kabupaten Sleman mendapat pengawalan udara dari TNI AU. (Foto/TNI AU)

Media asing The Sunday Guardian mengungkapkan sebuah dokumen rahasia pertahanan Amerika Serikat yang menjabarkan rencana untuk mengamankan akses penerbangan menyeluruh bagi pesawat militer Amerika melalui wilayah udara Indonesia.

Kesepakatan tersebut sebagai langkah signifikan dalam memperluas jangkauan operasional A.S. di seluruh Indo-Pasifik.

Disebutkan, konsensus telah terjadi saat pertemuan bulan Februari antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Donald Trump pada Februari 2026 lali di Washington.

Seperti diketahui, Prabowo mengunjungi Washington D.C. pada tanggal 18 hingga 20 Februari 2026 untuk menghadiri Board of Peace Summit.

Selama kunjungan ini, beliau menyetujui proposal untuk mengizinkan izin penerbangan pesawat AS melalui wilayah udara Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Trump, sesuai dengan rincian yang terkandung dalam dokumen rahasia AS.

The Sunday Guardian memaparkan, untuk melaksanakan komitmen ini, Departemen Perang AS mengirimkan dokumen berjudul “Operasionalisasi Penerbangan AS” ke Kementerian Pertahanan Indonesia pada tanggal 26 Februari.

Dokumen tersebut mengusulkan kesepakatan formal yang menyatakan bahwa Indonesia akan mengizinkan pesawat militer AS transit di wilayah udaranya untuk operasi darurat, misi tanggap krisis, dan latihan militer yang disepakati bersama.

Konsensus tersebut kemungkinan besar mempunyai implikasi geopolitik yang lebih luas. Hal ini dapat mengubah keseimbangan mobilitas militer di Asia Tenggara dan dapat berkontribusi pada peningkatan ketegangan strategis, khususnya di tengah persaingan yang sedang berlangsung di antara negara-negara besar di Indo-Pasifik.

Lebih lanjut, di dalam teks dokumen menyatakan bahwa tujuan dari pengaturan ini adalah agar pemerintah Indonesia memberikan izin penerbangan penuh (blanket overflight) bagi pesawat AS yang melewati wilayah udara Indonesia untuk operasi darurat, tujuan tanggap krisis, dan kegiatan terkait latihan yang disepakati bersama.”

Peraturan ini lebih lanjut menetapkan bahwa “pesawat AS dapat transit langsung setelah adanya pemberitahuan hingga pemberitahuan penonaktifan berikutnya oleh Amerika Serikat,” yang secara efektif memungkinkan akses berkelanjutan setelah mekanisme tersebut diaktifkan.

Sistem berbasis pemberitahuan dan bukan izin kasus per kasus, sehingga secara signifikan mengurangi kendala prosedural pada mobilitas militer AS.

Perjanjian ini juga menguraikan mekanisme koordinasi, termasuk hotline langsung antara Angkatan Udara AS di Pasifik dan pusat operasi udara Indonesia, serta saluran komunikasi diplomatik dan militer paralel.

Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, disebut akan mengunjungi Washington pada tanggal 15 April mendatang, di mana ia diharapkan menandatangani perjanjian dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang meresmikan mekanisme tersebut.

The Sunday Guardian menghubungi Departemen Luar Negeri AS, Departemen Perang dan Kementerian Luar Negeri Indonesia serta kantor terkait lainnya untuk memberikan tanggapan terhadap perkembangan ini.

Menurut The Sunday tanggapan belum diterima ketika cerita itu dicetak. “Belum ada konfirmasi publik baik dari Washington maupun Jakarta terkait dokumen tersebut,” bunyi pernyataan tersebut.

Namun, serangkaian peristiwa yang diuraikan dalam naskah tersebut, termasuk persetujuan politik tingkat tinggi, konsensus antar pemerintah, dan jadwal penandatanganan yang akan segera dilakukan, menunjukkan bahwa perjanjian tersebut mendekati finalisasi.

Posisi geografis Indonesia, yang mencakup jalur laut penting dan jalur udara antara Samudera Pasifik dan Hindia, menjadikan wilayah udaranya sangat strategis dan penting untuk penempatan pasukan dan proyeksi kekuatan secara cepat.

Di kawasan Indo-Pasifik, Amerika Serikat telah menetapkan akses pangkalan dan pengaturan penerbangan dengan sekutu utamanya termasuk Australia, Filipina, dan Jepang.

Penambahan Indonesia ke dalam jaringan ini akan memperluas kelangsungan operasional secara signifikan di seluruh kawasan.

  ✈️
Intip 24 news  

Kamis, 09 April 2026

Nelayan Temukan Drone UUV di Perairan Gili Trawangan

⚓️ Akan Dikirim ke Mabes TNI AL Nelayan temukan drone bawah laut di perairan Gili Trawangan (Republika)

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram akan mengirim benda asing berbentuk silinder yang disebut mirip torpedo ke Markas Besar TNI AL di Jakarta. Benda seberat sekitar dua ton itu ditemukan di kawasan wisata Gili Trawangan.

Komandan Lanal Mataram Letnan Kolonel Laut Asep Tri Wibowo mengatakan, pengiriman dilakukan untuk kepentingan penelitian lebih lanjut. “Benda ini akan dibawa ke Jakarta untuk diteliti guna mengetahui asal-usul dan fungsinya,” kata dia, Rabu 8 April 2026.

Benda tersebut ditemukan nelayan pada Selasa 6 April 2026, sekitar 10 mil laut dari Gili Trawangan. Setelah dilaporkan ke petugas, benda itu dievakuasi ke darat dan diamankan di Lanal Mataram dengan pengawasan ketat.

Menurut Asep, secara kasat mata bentuk benda itu menyerupai torpedo, namun belum dapat dipastikan jenisnya. Ia menegaskan, penentuan fungsi dan asal benda menjadi kewenangan Mabes TNI AL setelah melalui pemeriksaan mendalam.

Yang berwenang menilai itu dari Mabes, kita menunggu hasil investigasi dari pimpinan,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan awal oleh tim Gegana Polda Nusa Tenggara Barat menunjukkan benda tersebut tidak mengandung bahan peledak maupun zat radioaktif. Meski demikian, aparat tetap memasang garis polisi dan membatasi akses selama proses pengamanan berlangsung.

Benda itu memiliki panjang sekitar 3,7 meter dengan diameter 65 sentimeter. Saat ditemukan, kondisinya mengapung di laut dan belum diketahui sudah berapa lama berada di perairan tersebut.

TNI AL menyatakan terus berkoordinasi dengan satuan terkait serta meningkatkan patroli di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan perangkat bawah laut tanpa izin.

Kami tidak akan mentolerir segala aktivitas tanpa izin termasuk menggunakan perangkat bawah air yang tidak berkepentingan,” ungkap Asep.a

 ⚓️ RRI   

Sabtu, 04 April 2026

[Teror] PBB Konfirmasi 3 Personel TNI Jadi Korban Lagi di Lebanon

  👹Ilustrasi pasukan konga (Ist) 🛡

Tiga penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Indonesia kembali menjadi korban ledakan di Lebanon selatan saat Israel terus menggempur wilayah tersebut. Insiden terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah tiga personel Indonesia lainnya tewas dalam peristiwa terpisah di wilayah yang sama.

Pejabat PBB mengatakan tiga penjaga perdamaian yang terluka dalam ledakan pada Jumat (3/3/2026) di Lebanon selatan berasal dari Indonesia.

Misi United Nations Interim Lebanon (UNIFIL) menyatakan ledakan terjadi di dalam fasilitas PBB dekat El Adeisse pada Jumat sore. Tiga penjaga perdamaian mengalami luka dan segera dilarikan ke rumah sakit, dengan dua di antaranya dilaporkan mengalami luka serius.

Pusat Informasi PBB di Jakarta mengatakan "asal-usul ledakan" belum diketahui, namun mengonfirmasi bahwa penjaga perdamaian yang terluka merupakan warga negara Indonesia.

Insiden Jumat itu terjadi hanya beberapa hari setelah seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas akibat proyektil yang meledak pada 29 Maret di Lebanon selatan. Wilayah tersebut menjadi medan pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah sejak Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret.

Seorang sumber keamanan PBB mengatakan kepada AFP secara anonim pada Selasa bahwa tembakan dari tank Israel menjadi penyebab ledakan tersebut.

Sehari setelah kejadian itu, penjaga perdamaian Indonesia lainnya kembali tewas ketika ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL, juga di Lebanon selatan.

Militer Indonesia menyatakan jenazah tiga penjaga perdamaian yang gugur dijadwalkan tiba di Jakarta pada Sabtu malam. (luc/luc)

  👹 CNBC  

Selasa, 31 Maret 2026

[RIP] Kemhan Konfirmasi 2 Prajurit TNI Gugur Lagi di Lebanon

  2 luka beratIlustrasi pasukan konga (Ist) 🛡

Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi 2 prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, meninggal dunia akibat meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut. Sebelumnya, pada 29 Maret, satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi.

"Perkembangan terbaru yang diterima pada 30 Maret 2026 menunjukkan kembali terjadinya insiden di wilayah Lebanon Selatan yang berdampak pada personel Satgas TNI yang sedang melaksanakan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL," kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).

Rico menjelaskan salam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat.

Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut.

"Insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut, dan hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.

Rico mengatakan Kementerian Pertahanan dan TNI terus melakukan koordinasi erat dengan markas besar UNIFIL untuk memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban.

Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kemhan menegaskan keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama.

"Seluruh pihak yang terlibat dalam konflik diharapkan menghormati hukum humaniter internasional serta menjamin keamanan personel penjaga perdamaian. Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB," katanya. (yoa/gil)

  👹 CNN  

Senin, 30 Maret 2026

[Teror] Pasukan Perdamaian TNI Gugur Akibat Serangan di Lebanon

  🛡

Seorang anggota TNI yang menjadi pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon tewas akibat serangan. Selain itu ada anggota TNI lainnya terluka akibat serangan tersebut.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," demikian keterangan Sekjen PBB António Guterres lewat akun X-nya, Senin (30/3/2026).

Dia menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Guterres juga berharap penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya.

"Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ujarnya.

Dia menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya seorang penjaga perdamaian Indonesia dan tiga orang lainnya cedera. Para anggota TNI mengalami serangan pada Minggu (29/3) kemarin.

"Setelah tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026, di tengah laporan permusuhan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan," kata Kemlu di akun @Kemlu_RI.

Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Kemlu menyampaikan penghormatan tertinggi kami kepada penjaga perdamaian yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya untuk perdamaian dan keamanan internasional.

  🛡 detik  

Sabtu, 28 Maret 2026

TNI AL Bakal Memastikan Penggunaan Drone untuk Jaga Selat Strategis

 ⚓️ Lebih efisien KRI BPD 322, Frigate pertama dan drone kapal selam produksi PT PAL (FMI fb)

TNI AL mulai mengalihkan fokus pengamanan laut dengan memanfaatkan teknologi robotik. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan penggunaan pesawat dan kapal tanpa awak (drone) bakal menjadi kunci efisiensi dalam menjaga wilayah perairan Indonesia yang sangat luas.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pemenuhan jumlah alutsista ideal di tanah air.
Ali mengamini bahwa Indonesia sebenarnya membutuhkan hingga 300 kapal perang untuk mengawal wilayah dari Aceh hingga Papua.

Kebutuhan 300 kapal itu betul, tapi kita tidak membutuhkan semuanya fregat (kapal tempur besar). Yang kita butuhkan justru banyak kapal-kapal patroli dan kapal kecil untuk menjaga selat-selat serta kawasan pesisir (litoral),” ujar Ali di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3).

 Andalkan Teknologi Tanpa Awak

Ali memproyeksikan penggunaan sistem tanpa awak (unmanned system) secara masif sebagai solusi cerdas di masa depan. Menurutnya, teknologi drone jauh lebih efektif dan hemat biaya untuk mengawasi celah-celah laut strategis dibanding hanya mengandalkan kapal berawak.

Kita butuh lebih banyak unmanned system. Drone ini sangat efektif dan efisien untuk menjaga perairan kita yang sangat luas karena lebih hemat dalam penggunaan operasional,” jelasnya.

TNI AL membidik tiga jenis armada robotik sekaligus untuk memperkuat pengawasan, seperti kapal tanpa awak (USV) yaitu robot yang bergerak di atas permukaan air untuk patroli.

Kemudian, pesawat tanpa awak (UAV) atau drone udara untuk pengintaian dari langit. Lalu, robot bawah laut (UUV) merupakan perangkat robotik yang beroperasi di bawah air untuk mendeteksi ancaman kapal selam atau ranjau.

 Dorong Produksi Dalam Negeri

Ali menaruh harapan besar agar seluruh perangkat teknologi tanpa awak tersebut lahir dari tangan anak bangsa. Ia mendorong industri pertahanan lokal untuk segera menguasai teknologi robotik laut dan udara ini.

Harapannya drone-drone ini sudah bisa kita buat di dalam negeri. Baik yang di permukaan, di udara, maupun di bawah laut, semuanya kalau bisa kita bangun sendiri,” tegas Ali.

Selain drone, Ali menyebut kapal-kapal patroli berukuran kecil memiliki peran vital di kawasan pesisir. Kapal jenis ini lebih lincah bermanuver di selat-selat padat dan perairan dangkal yang sulit dijangkau oleh kapal perang berukuran raksasa.

Kehadiran kapal patroli dan drone ini nantinya melengkapi keberadaan kapal-kapal tempur utama seperti KRI Prabu Siliwangi-321 dan KRI Brawijaya-320 yang baru saja memperkuat jajaran armada laut Indonesia. (at)

  👷 
IDM  

Minggu, 22 Maret 2026

Persiapan TNI AL Menuju Blue Water Navy

  Kemhan pastikan Indonesia tak punya pangkalan di luar negeri  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfRhxWtOCT-hF4OOJzAqz1Dq5UkcxAhIYn4drkMkU7nGRjLbV9DmZM1KDdIGVSOSJjjMtyU6mfp4B83YKm9G-FMkKsTw1Cri8Ko4q2pAdvjN48W_a9NFnJX-mV4Vl62-zKIsUXXBGgxtlTz9f4hW5NVWgVI215MhNxjAz36B08YR8Bb2SWCgk7t3TKliIH/s1080/637413158_122303287586211399_5174186909837662085_n.jpg
KRI REM-331, KRI BWJ-320 dan KRI JOL-358 dalam tugas pengamanan laut di Babel (Dispenal)

Kementerian Pertahanan RI memastikan, Indonesia tidak akan memiliki pangkalan militer di luar negeri apabila TNI Angkatan Laut menganut konsep blue water navy.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, strategi yang paling realistis bagi Indonesia adalah membangun akses jejaring tanpa permanent basing atau pangkalan militer di luar negeri.

Artinya, Indonesia tidak perlu memiliki pangkalan militer permanen di luar negeri,” ujar Rico kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), beberapa waktu lalu.

Negara-negara penganut konsep blue water navy memiliki pangkalan militer di luar wilayah kedaulatan mereka. Amerika Serikat (AS) misalnya, dikutip dari data Al Jazeera pada 2021, memiliki sekitar 750 pangkalan (besar maupun kecil) yang tersebar di 80 negara. Negara penganut blue water navy bisa beroperasi jauh dari wilayah kedaulatan mereka.

Sementara itu, melalui konsep blue water navy, Indonesia akan memperluas akses melalui port visit arrangements, replenishment support, repair and maintenance understanding, latihan bersama, serta pengaturan bantuan logistik dengan negara-negara sahabat.

Praktisnya, strategi tersebut dapat dibangun melalui tiga jalur. Pertama, jalur bilateral, yakni pengaturan teknis dengan negara mitra untuk akses pelabuhan dan dukungan logistik. Kedua, jalur multilateral melalui forum maritim dan latihan gabungan. Ketiga, jalur industrial-logistical diplomacy yaitu mengaitkan kerja sama industri pertahanan dan maintenance dengan dukungan operasional saat deployment jauh.

Dengan cara itu, Indonesia tetap dapat membangun endurance armada tanpa harus menganut model overseas bases,” kata Rico.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan bahwa arah pembangunan kekuatan TNI AL saat ini difokuskan untuk memperkuat posisi sebagai green water navy sebelum bertransformasi menuju blue water navy.

Green water navy merujuk pada kekuatan laut yang mampu beroperasi efektif di perairan nasional dan kawasan regional, dengan fokus pada pertahanan kedaulatan, patroli keamanan, serta operasi kemanusiaan di sekitar wilayah Indonesia.

Sementara blue water navy berarti angkatan laut yang dapat beroperasi lintas samudra dan secara global, umumnya didukung oleh kapal induk, kapal logistik jarak jauh, dan sistem tempur terintegrasi. (nma)


   IDM  

Rabu, 11 Maret 2026

[Global] 20 Update Baru Perang Iran

140 Tentara AS Luka & Trump Omong Doang Tel aviv black out (Ist)

Perang masih terus berkecambuk di Timur Tengah. Sejak serangan Amerika Serikat (AS) bersama Israel ke Iran 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei pertempuran terus berkecamuk.

Lalu bagaimana updatenya di hari ke-11 perang? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Rabu (11/3/2026).

  1.140 Tentara AS Terluka
Pentagon mengatakan bahwa sekitar 140 personel militer AS telah terluka dalam serangan dalam perang Iran. Sebelumnya, tujuh anggota militer AS di awal konflik yang telah diberikan oleh militer AS.

  2.Tidak Ada Gencatan Senjata
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan di media sosial tak negara itu tak akan mau melakukan gencatan senjata. "Kami tidak mencari gencatan senjata," tegasnya.

Ia mengatakan Amerika dan Israel harus "diberi pelajaran". Ini, ujarnya, akan membuat mereka kapok menyerang Iran lagi.

  3.Ledakan di Teheran
Tiga ledakan terjadi di Teheran Selasa malam. Namun belum ada informasi langsung tentang target yang dituju.

  4.Israel Umumkan Serangan Baru
Rabu pagi, militer Israel mengatakan bahwa mereka telah melancarkan "gelombang serangan" baru terhadap Teheran. Ini dikatakan setelah serangkaian ledakan terdengar di Teheran.

"IDF (militer) telah memulai gelombang serangan tambahan terhadap target rezim teror Iran," tulis militer Israel di saluran Telegram resminya.

  5.Iran Luncurkan Serangan Balasan Baru
Iran meluncurkan rentetan rudal baru. Menurut Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) kota-kota Israel termasuk Tel Aviv menjadi target, termasuk kepentingan AS di wilayah tersebut.

  6.Pertemuan Darurat IEA
Negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) bertemu untuk pembicaraan krisis. Ini guna menilai keamanan pasokan minyak dan potensi pelepasan stok darurat karena perang di Timur Tengah mengganggu pasar.

  7.Trump Warning Ranjau di Selat Hormuz
Trump memberi peringatan agar Iran tidak memasang ranjau di Selat Hormuz. Ini dikatakannya saat mengumumkan bahwa pasukan AS telah menghancurkan 10 kapal pemasang ranjau Iran.

Ia pun mengancam Teheran tentang konsekuensi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya jika menargetkan Selat Hormuz. Komentar Trump muncul setelah Teheran bersumpah bahwa tidak ada minyak Teluk yang akan melewati selat tersebut, karena harga minyak tetap sangat fluktuatif akibat terhentinya pengiriman barang.

  8.Harga Minyak Anjlok
Harga minyak mentah turun dan sebagian besar saham naik karena negara-negara pengimpor minyak membahas kemungkinan pelepasan cadangan sambil memantau Selat Hormuz, jalur air minyak utama yang sepi lalu lintas. Patokan harga minyak internasional, Brent anjlok 11,3% menjadi US$ 87,80 per barel, sehari setelah mendekati US$ 120.

  9.Drone Ukraina
Para ahli militer Ukraina di bidang pertahanan drone akan pergi ke Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi minggu inI. Mereka akan datang guna membantu negara-negara Teluk menangkis serangan Iran.

Ukraina sendiri berpengalaman dengan serangan drone Shahed Iran. Drone tersebut dipakai Rusia menyerang Ukraina.

  10.Peretasan Kamera
Direktorat keamanan siber Israel mengatakan telah mengidentifikasi puluhan peretasan yang dilakukan Iran ke kamera keamanan Israel untuk tujuan spionase sejak awal perang. Israel mendesak masyarakat untuk memperbarui kata sandi dan perangkat lunak mereka.

  11.Iran Tangkap 30 Mata-Mata
Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan 30 orang yang dituduh memata-matai negara itu "atas nama musuh Amerika-Zionis". Mereka yang ditangkap termasuk seorang warga negara asing, yang kewarganegaraannya tidak diungkapkan.

  12.Diplomat Tewas
Iran menuduh Israel membunuh empat diplomatnya dalam serangan akhir pekan di sebuah hotel di Beirut. Hal ini terungkap dalam sebuah surat yang ditujukan kepada kepala PBB.

  13.Kilang Minyak Ditutup
Salah satu kilang minyak terbesar di dunia, fasilitas Ruwais di UEA, menghentikan operasinya sebagai "tindakan pencegahan". Ini setelah serangan pesawat tak berawak terhadap kompleks industri tempatnya berada, kata sebuah sumber kepada AFP.

  14.Bencana Minyak
Raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah dapat memiliki "konsekuensi bencana" pada pasar minyak. Perusahaan itu menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang biasanya membawa sekitar 20% pasokan minyak global tetapi telah ditutup oleh konflik tersebut.

  15.Putin Minta Setop Perang
Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan "de-eskalasi" konflik Iran. Hal ini terungkap dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, kata Kremlin.

"Pezeshkian berterima kasih kepada Rusia atas dukungannya, khususnya atas bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada Iran," tambah Kremlin, membenarkan bahwa Moskow telah mengirimkan bantuan kepada sekutunya, Teheran.

  16.Evakuasi Kedutaan
Denmark dan Belanda mengumumkan bahwa mereka memindahkan staf kedutaan mereka di Teheran ke Azerbaijan. Evakuasi sebelum ya juga dilakukan AS ke staf-staf nya di negara Arab.

  17.Tidak Ada Agenda Berbicara dengan Amerika
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan kepada stasiun televisi AS PBS bahwa negerinya "tidak memasukkan agenda berbicara dengan AS". "Saya rasa berbicara dengan Amerika tidak akan ada dalam agenda kami lagi", ujarnya menambahkan bahwa Teheran memiliki "pengalaman yang sangat pahit" selama negosiasi sebelumnya.

  18.Belum Selesai
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan terhadap Iran "belum selesai". Ia tiba-tiba menyinggung rakyat Iran, menyebut keinginan Israel membebaskan Iran dari pemerintah saat ini.

"Aspirasi kami adalah untuk membawa rakyat Iran melepaskan diri dari belenggu tirani; pada akhirnya, itu tergantung pada mereka," ujarnya.

"Tetapi tidak diragukan lagi bahwa dengan tindakan yang telah diambil sejauh ini, kami sedang menghancurkan mereka... dan kami belum selesai," tambahnya lagi.

  19.Serangan Israel Menghantam Lebanon
Serangan Israel terbaru menghantam pinggiran selatan Beirut dan Lebanon selatan setelah tentara Israel memperingatkan warga untuk mengungsi. Otoritas Lebanon mengatakan hampir 760.000 orang telah terdaftar sebagai pengungsi.

Lebanon terseret ke dalam perang pekan lalu ketika kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, menyerang Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel.

  20.Trump "Omong Doang"
Pernyataan Trump yang mengatakan AS akan mengawal kapal tanker minyak apapun melalui Selat Hormuz belum terbukti. Kemarin, Gedung Putih bahkan menghapus postingan di akun media sosial menteri energi mereka.

Awalnya Menteri Energi AS Chris Wright mengunggah pernyataan yang menyebut bahwa Angkatan Laut AS telah mengawal sebuah kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, Selasa. Tapi ternyata, postingan itu tiba-tiba dihapus, hanya beberapa menit setelah akunnya mengunggahnya.

"Saya dapat mengkonfirmasi bahwa Angkatan Laut AS belum mengawal kapal tanker atau kapal apa pun saat ini, meskipun tentu saja itu adalah pilihan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah konferensi pers.

Militer Iran IRGC juga mengatakan pada hari Selasa bahwa tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang "berani" mendekati Selat Hormuz. Iran mengatakan klaim AS adalah kebohongan.

"Tidak satu pun kapal perang AS yang berani mendekati bahkan Laut Oman, Teluk Persia, atau Selat Hormuz selama perang," kata juru bicara Garda, Ali Mohammad Naini, menyebut klaim tersebut sebagai "kebohongan belaka". (sef/sef)

  👹  CNBC  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...