Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2026

HUT ke-81 TNI, Modernisasi Alutsista Perkuat Pertahanan Indonesia

   12 Ranpur Amfibi AAV7-M35 batch 1 telah berganti warna, sesuai warna kamuflase terbaru marinir  (Tribunnews)

Penguatan pertahanan nasional terus dilakukan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dilakukan di berbagai matra.

Mulai dari penguatan kekuatan laut dan udara hingga peningkatan kemampuan kendaraan tempur Korps Marinir.

Sejumlah alutsista yang menjadi bagian dari penguatan tersebut antara lain KRI Sriwijaya-100, kapal selam Scorpène, kendaraan tempur amfibi AAV M-35, hingga pesawat tempur Rafale.

Peringatan HUT ke-81 TNI pada tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Penambahan dan modernisasi alutsista tersebut diarahkan untuk mendukung kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat kemampuan dalam membantu masyarakat melalui berbagai operasi selain perang.

Peringatan tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Pembaruan kekuatan pertahanan diarahkan untuk mendukung kesiapan menjaga kedaulatan sekaligus memperluas kemampuan TNI membantu masyarakat.

Di sektor udara, Indonesia memesan 42 pesawat tempur Rafale dari Dassault Aviation, Prancis. Enam unit telah diterima TNI AU, terdiri atas tiga pesawat yang tiba pada awal 2026 dan tiga lainnya pada Mei 2026.

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi mengatakan sebanyak 18 Rafale berikutnya akan datang bertahap mulai 2027 hingga 2029.

“Tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 (unit pesawat) secara bertahap. Secara bertahap, sampai dengan diperkirakan pada tahun 2029,” kata Tedi, Minggu (4/10/2026).

Tedi memastikan fasilitas pendukung pengoperasian dan perawatan Rafale telah disiapkan. Pengoperasian pesawat tersebut di Skadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, disebut berjalan baik.

Pengguatan pertahanan juga menyasar kemampuan produksi dalam negeri. Dua kapal selam Scorpène dibangun di galangan PT PAL Indonesia melalui kerja sama dengan Naval Group.

Transfer teknologi dalam program tersebut mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

Di laut, KRI Sriwijaya-100 menambah kekuatan sebagai kapal induk pertama TNI AL.

Korps Marinir juga menerima 12 kendaraan tempur amfibi AAV M-35 dari rencana pengadaan 35 unit.

Rangkaian pengadaan tersebut memperlihatkan pembaruan kekuatan TNI pada berbagai matra.

Penguatan industri nasional turut menjadi bagian dari pembangunan pertahanan dalam periode pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kesiapan alutsista dan personel menjadi penopang pelaksanaan tugas pertahanan serta kemanusiaan.

Di tengah modernisasi itu, peringatan HUT TNI disiapkan secara sederhana. Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI sekaligus Ketua Panitia Acara Doa Bersama Brigjen TNI Chandra Adibrata mengatakan acara puncak berupa upacara tanpa parade alutsista.

Menurut Chandra, sebagian besar pasukan masih bertugas di daerah, termasuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan serta evakuasi korban Kapal Virgo.

Kebutuhan dukungan prajurit di lapangan menjadi pertimbangan penyelenggaraan peringatan tahun ini.

“Jadi kita banyak melaksanakan kegiatan membantu perbantuan ke SAR dan lain-lain. Jadi makanya kita laksanakan lebih sederhana untuk tahun ini,” katanya. .

  ♞
 SINDOnews   

Selasa, 15 September 2026

Naval Parade di Teluk Jakarta Diikuti 102 KRI, Garibaldi Tampil Perdana

  Rangkaian HUT ke-81 TNI akan dimeriahkan naval parade atau sailing pass dan fly pass https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXqCBIR0ip6eKp3P9K76WxQ1MYYAdlkob1z90mlXmAaMLQ6iYXrAVKQaa5v6rdC1l38kWmJNMdifnAnlnmsZyrxUy64s7_g0g601JMzZUzPZsOnqyiFcQYD4IOOgiajlhjDDQ3YEHACcLKVU_vYw9lR4WWYYPTprDaV6GZswpzqfTZyGVKfOAbg_81gIWB/s1500/IMG_0741.jpegITS Garibaldi ketika bersiap menuju Indonesia (Srilanka Navy)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Berbagai kegiatan telah dimulai sejak Agustus hingga berlangsung pada Oktober 2026, dengan puncak peringatan pada 5 Oktober 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Pada 20 September 2026, Mabes TNI menggelar TNI Fair dilanjutkan dengan TNI Run 10K dan 5K serta Fun Walk 6,4 kilometer yang masing-masing ditargetkan diikuti sekitar 10 ribupeserta. Menjelang puncak HUT TNI, juga dilaksanakan Ziarah Rombongan pada 21-26 September 2026, Ziarah Nasional pada 28 September 2026, serta Doa Bersama Lintas Agama pada 1 Oktober 2026 yang diikuti 3.000 peserta dan disertai pembagian 3.000 paket sembako.

"Rangkaian HUT ke-81 TNI juga akan dimeriahkan naval parade atau sailing pass dan fly pass pada 4 Oktober 2026 di perairan Teluk Jakarta," kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurut Agung, kegiatan yang direncanakan dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto tersebut akan menampilkan sailing pass, fly pass serta demonstrasi pasukan khusus, dan alutsista baru. "Data perencanaan mencatat 102 KRI terlibat dalam rangkaian Naval Parade," katanya.

Sementara itu, informasi yang didapatkan Republika, kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) yang bakal berubah nama menjadi KRI Sriwijaya akan tampil perdana dalam acara di Teluk Jakarta. Garibaldi akan melintas dikawal armada tempur TNI AL di hadapan RI 1.

Puncak HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 di Monas, diawali upacara yang dipimpin Presiden RI. Sebagai inspektur upacara, Prabowo sekaligus bakal meresmikan satuan baru. Kegiatan dilanjutkan dengan parade dan defile pasukan serta alutsista, melibatkan 81 Satuan Setingkat Batalyon (SSB), terdiri 51 SSB pasukan TNI dan 30 SSB non-TNI.

Defile akan menampilkan 520 unit alutsista dan kendaraan, terdiri atas 420 unit alutsista atau kendaraan TNI, serta 100 kendaraan antik dan non-TNI. Selain parade dan defile, puncak peringatan akan dimeriahkan demo gabungan yang menampilkan demonstrasi udara serta gabungan udara dan darat.

"TNI juga menyiapkan kegiatan sosial berupa pembagian 40 ribu paket sembako dan 40 ribu porsi makan gratis bagi masyarakat. Seluruh rangkaian HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kedekatan TNI dengan rakyat serta menunjukkan kontribusi TNI bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," kata Agung.

  ⍟  Republika   

Selasa, 08 September 2026

Prabowo Ingin TNI AL Perbanyak Pengadaan Kapał LCM dan LCVP

 Untuk antisipasi berbagai macam bencana Ilustrasi KRI TNI AL [TNI AL] ☆

Presiden RI Prabowo Subianto berencana menambah lebih banyak kapal-kapal berjenis kapal pendarat mekanis (landing craft mechanized/LCM) dan kapal pendarat kendaraan dan personel (landing craft, vehicle, personnel/LCVP). Hal itu mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak gugusan pulau-pulau yang kecil.

Prabowo menjelaskan keberadaan kapal-kapal itu berguna untuk mengirimkan bantuan dan personel ke pulau-pulau kecil manakala daerah tersebut terdampak bencana. Hal itu belajar dari pengalaman pengiriman bantuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa belum lama ini.

"Catatan bagi kita, bagi Angkatan Laut ya, saya kira dari sekarang kita perlu pesan lebih banyak LCVP ya, dan LCM, saya kira kita butuh lebih banyak karena pulau-pulau kita banyak dan kecil-kecil, supaya (terbuka) aksesnya," kata Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026), membahas penanggulangan bencana gempa NTT.

Pembahasan mengenai rencana pembelian LCM dan LCVP itu diawali dengan permintaan tambahan kapal untuk kepentingan mitigasi bencana di NTT, yang disampaikan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Permintaan kapal itu kemudian dijelaskan lebih rinci oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VII Laksda Joni Sudianto.

"Saat ini, kami di Kodaeral VII ada dua kapal patroli, Pak. Namun, posisinya dua kapal tersebut ada di Surabaya. Kami mohon dapatnya ada paling tidak dua kapal patroli jenis FPB yang stand by di Kupang sehingga apabila terjadi sesuatu dan butuh bantuan kita bisa gerakkan dua kapal tersebut," kata Joni dalam laporan kepada Prabowo.

Mendapat saran itu, Prabowo yang duduk didampingi Kabaloghan Kemenhan Marsdya Yusuf Jauhari langsung memerintahkan jajarannya untuk mencatat permohonan dari Dankodaeral VII tersebut. "Baik, ya tolong dicatat," ujar Prabowo yang juga didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Letkol Inf Teddy Indra Wijaya.

Prabowo mengatakan, pengerahan itu nanti di bawah perintah langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. "Ya nanti kita koordinasi dengan Panglima TNI ya. Di sini ada Kepala (Badan) Logistik (Pertahanan) nanti bisa dikirim ya? Jadi dua kapal patroli jenis FPB 57 ya. Itu cukup? Dua kapal itu cukup?" ucap Prabowo kepada Joni.

Menurut Joni, dua kapal patroli FPB 57 cukup untuk kebutuhan mitigasi dampak bencana. "Di NTT dan NTB sendiri kondisinya pulau-pulau kecil sehingga apabila kapalnya terlalu besar kesulitan untuk fasilitas labuhnya sehingga menurut kami dengan analisis operasional dua kapal FPB sudah cukup Bapak Presiden," ujar Joni VII menjawab pertanyaan Prabowo.

Dalam rapat yang sama, Prabowo juga menanyakan keberadaan LCM kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. "Di LPD itu dua LCM, biasanya stand by di dalam LPD. Sekarang, ada KRI Semarang, kalau tidak salah dia ada di sana (perairan NTT)," kata Ali menjawab pertanyaan RI 1.

Ali menyebutkan, total ada dua kapal yang bersiaga di perairan NTT untuk penanganan pascabencana disekitar wilayah Manggarai. Keduanya adalah KRI Semarang-594 dan satu LST berjenis Frosch.
 

  ⚓ Republika  

Senin, 07 September 2026

Garibaldi Akan Diubah Jadi Kapal Induk Helikopter dan Drone

 Untuk penanganan bencana alam https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTQdcM_TbYuEHrSA9IOFQt7Pst9ky9Ywc2Muj_8KolznFD_4_5GcVRQboij5bcOS1XaQv5zB6LDL5kKfJ9oZJoqe4kXZ9R8rLDRRv5nd037-vqdSAVsQ6vC_xlWm7q7wY8A40dnYGGL-KB1bBAxh7WlO2UQUFQ0DQC-3lFE3FY9hQIXvm7i3Eb3WRXJESU/s1170/Gelar%20Tactical%20Floor%20Game,%20Koarmada%20II%20Latihkan%20Rencana%20Pergerakan%20Unsur%20Pada%20Sailing%20Pass%20Nava.webpTNI AL menggelar Tactical Floor Game dalam pelaksanaan Sailing Pass Naval Parade yang direncanakan digelar di perairan Teluk Jakarta (Koarmada II)

Pemerintah akan menyulap kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada asal Italia menjadi kapal induk untuk helikopter dan pesawat nirawak (drone).

"Sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter, dan untuk drone," kata Presiden RI Prabowo Subianto dalam Ratas Penanganan Bencana Alam, Jakarta, Senin (7/9).

Prabowo menyebut kapal induk perdana milik Indonesia itu bisa menampung sekitar 10 unit helikopter kelas menengah. Ia mencontohkan misalnya helikopter berjenis Black Hawk dan MI-17.

"Yang rata-rata bisa mengangkut 4-5 ton air. Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak, ini juga akan sangat membantu respons kita," ucap dia.

Giuseppe Garibaldi yang merupakan kapal Induk pertama Indonesia dijadwalkan sampai di Tanah Air pada pertengahan September mendatang.

TNI Angkatan Laut menyebut kapal induk yang akan menyandang nama KRI Gajah Mada berangkat dari Italia pada awal pekan ini.

"Dan kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit, Jakarta Timur, Senin (24/8), dikutip dari Detikcom.

"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera menjadi KRI Gajah Mada," imbuhnya.

Giuseppe Garibaldi merupakan salah satu dari dua kapal induk yang dimiliki oleh Angkatan Laut Italia. Kapal ini mencetak sejarah sebagai kapal penerbangan bergeladak penuh pertama yang dibangun untuk Italia.

Sepanjang masa tugasnya, kapal ini sudah terlibat dalam berbagai operasi udara tempur di wilayah Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya. Bobotnya diperkirakan sekitar 13,8 ribu ton.

Kapal ini mampu menampung kru yang besar, yakni sekitar 600 kru inti kapal, 230 personel grup udara, sekitar 100 personel komando, dan dalam kondisi tertentu dapat mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan. (mnf/wis)
.

  ⍟ CNN   

Selasa, 01 September 2026

Indonesia dan AS Memulai Latihan Militer dengan 19 Negara

  Super Garuda Shield 2026 Latihan dimulai bersama 4 pasukan marinir dari 4 negara (US Marine corp)

Indonesia dan Amerika Serikat memulai latihan militer multinasional yang melibatkan 19 negara lainnya.

Upacara pembukaan "Super Garuda Shield" digelar di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (31/08/2026).

Panglima Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat AS Mayor Jenderal Patrick Ellis mengatakan latihan tahunan ini penting karena lanskap keamanan Indo-Pasifik sangat kompleks dan kesiapan tidak dapat ditingkatkan secara tiba-tiba ketika krisis dimulai.

Militer Indonesia mengatakan lebih dari 4.700 personel berpartisipasi dalam latihan tahun ini. India ikut serta dalam latihan ini untuk pertama kalinya. Jepang mengirimkan Pasukan Bela Diri (SDF) untuk tahun kelima berturut-turut. Mereka akan berlatih turun dari pesawat angkut dan menghadapi wahana nirawak.

Indonesia telah memperdalam kerja sama keamanan dengan negara-negara seperti AS dan Australia. Negara ini juga telah menyatakan minat untuk mengakuisisi kapal perusak SDF Maritim Jepang dan berharap untuk memulai pembicaraan mengenai kemungkinan transfernya.

Sementara itu, Indonesia tetap mempertahankan kebijakan diplomatik nonblok dan juga meningkatkan hubungan dengan Cina. Menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara mengadakan pembicaraan "dua plus dua" pada Agustus. Kedua negara sepakat untuk memperluas kerja sama pertahanan, termasuk mengadakan latihan bersama.

 ⚓️  NHK  

Senin, 17 Agustus 2026

Deretan Alutsista Baru TNI yang Datang pada 2026

  Tercatat sebelum HUT RI Pesawat Rafael dan A400M TNI AU terlibat dalam latihan gabungan TNI (Dispenau)

Indonesia terus memperbesar dan memodernisasi kekuatan militernya selama delapan puluh satu tahun setelah merdeka.

Langkah tersebut terlihat dari kedatangan berbagai alat utama sistem persenjataan atau alutsista baru sepanjang 2026. Mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut, radar pertahanan udara, hingga kapal perang.

Modernisasi diperlukan karena TNI masih mengoperasikan sejumlah alutsista yang telah berusia puluhan tahun. Indonesia juga memiliki wilayah darat, laut, dan udara yang sangat luas sehingga membutuhkan kemampuan pengawasan, mobilitas, serta pertahanan yang memadai.

Tahun 2026 menjadi salah satu periode penting bagi modernisasi pertahanan Indonesia.

TNI AU menerima pesawat tempur Rafale pertamanya, serta kedatangan pesawat angkut Airbus A400M kedua.

TNI AL juga menerima KRI Prabu Siliwangi-321 serta KRI Canopus-936, kapal pertama Indonesia yang memiliki kemampuan mendukung penyelamatan kapal selam.

 Enam Rafale Resmi Memperkuat TNI AU

Salah satu kedatangan paling besar pada 2026 adalah pesawat tempur Dassault Rafale buatan Prancis.

Tiga Rafale pertama tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada 23 Januari 2026. Kedatangan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan Rafale.

Tiga unit berikutnya datang menjelang acara penyerahan alutsista oleh Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma pada 18 Mei 2026. Dengan tambahan tersebut, TNI AU telah menerima enam dari total 42 Rafale yang dipesan.

Rafale sendiri merupakan pesawat tempur multirole yang dapat menjalankan misi pertempuran udara, serangan terhadap sasaran di darat, pengintaian, dan patroli wilayah udara.

Pesawat tersebut memperkuat Skadron Udara 12 di Lanud Roesmin Nurjadin. Sebelumnya, skadron tersebut mengoperasikan pesawat Hawk 109/209 yang kemudian dipindahkan ke Skadron Udara 1.

Penyerahan Rafale juga dilengkapi rudal udara-ke-udara jarak jauh Meteor serta AASM HAMMER. Sistem persenjataan tersebut memungkinkan Rafale menyerang sasaran di udara ataupun darat dari jarak jauh.

Dalam acara pada Mei 2026, pemerintah secara simbolis menyerahkan satu rudal Meteor dan enam AASM HAMMER kepada TNI AU.

 Airbus A400M Kedua Tiba dari Spanyol

TNI AU juga menerima pesawat angkut strategis Airbus A400M kedua pada 2026.

Pesawat dengan nomor registrasi A-4002 tersebut mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada 28 Maret 2026 setelah menempuh penerbangan dari fasilitas Airbus di Sevilla, Spanyol.

A-4002 melengkapi pesawat pertama bernomor A-4001 yang telah tiba pada November 2025.

Dengan demikian, dua A400M yang dipesan Indonesia telah berada di dalam negeri.

A400M mampu mengangkut personel, kendaraan militer, alat berat, logistik, dan perlengkapan kemanusiaan. Pesawat ini juga dapat beroperasi dari landasan yang relatif pendek serta menjalankan misi pengisian bahan bakar di udara.

Kemampuan tersebut memperluas jangkauan operasi TNI AU, terutama untuk mengirimkan pasukan dan logistik ke berbagai wilayah Indonesia. A400M juga dapat digunakan dalam operasi penanganan bencana serta misi kemanusiaan ke luar negeri.

Pesawat kedua kemudian diserahkan secara resmi oleh Prabowo kepada TNI dalam acara di Lanud Halim Perdanakusuma pada 18 Mei 2026.

 Enam T-50i Golden Eagle Tambahan

Selain Rafale, TNI AU menerima enam pesawat T-50i Golden Eagle baru dari Korea Selatan.

Pengiriman dimulai pada Februari 2026 dan diselesaikan pada akhir Juni. Korea Aerospace Industries (KAI) kemudian mengumumkan penyelesaian proses penerimaan seluruh pesawat pada 16 Juli 2026.

Enam pesawat tersebut merupakan bagian dari kontrak senilai sekitar US$ 240 juta yang ditandatangani pada 2021. Kontrak juga mencakup dukungan teknis dan paket logistik.

T-50i merupakan pesawat latih jet supersonik yang juga dapat digunakan untuk menjalankan misi tempur ringan. Pesawat ini digunakan untuk melatih calon penerbang sebelum mengoperasikan pesawat tempur dengan kemampuan lebih tinggi.

Indonesia sebelumnya telah menerima 16 T-50i berdasarkan kontrak pertama yang ditandatangani pada 2011. Dengan kedatangan enam unit terbaru, jumlah T-50i yang pernah dikirim kepada Indonesia menjadi 22 pesawat.

 Dua Radar GM403 Perkuat Pengawasan Udara

Kemampuan pengawasan udara Indonesia juga diperkuat dengan kedatangan radar Ground Master 403 atau GM403 buatan Thales, Prancis.

Thales secara resmi menyerahkan dua radar GM403 pertama kepada TNI AU pada 18 Mei 2026. Salah satu sistem ditampilkan dalam acara penyerahan alutsista di Lanud Halim Perdanakusuma.

Kedua radar tersebut merupakan bagian dari pengadaan 13 GM403 yang dijalankan bersama PT Len Industri. Sebanyak 11 radar berikutnya dijadwalkan diserahkan secara bertahap.

GM403 merupakan radar pengawas udara tiga dimensi jarak jauh. Radar ini dapat mendeteksi serta melacak pesawat tempur, pesawat tanpa awak, rudal, dan berbagai objek lain di udara.

Sistem tersebut juga memiliki fungsi Ground Controlled Interception. Data yang dihasilkan radar dapat digunakan untuk membantu mengarahkan pesawat tempur menuju sasaran yang memasuki wilayah udara Indonesia.

Radar GM403 akan diintegrasikan dengan sistem komando dan pengendalian SkyView. Integrasi tersebut memungkinkan informasi dari sejumlah radar disatukan untuk membentuk gambaran situasi udara nasional.

 KRI Prabu Siliwangi Tiba dari Italia

Modernisasi tidak hanya terjadi di udara. TNI AL menerima kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 pada Maret 2026.

Kapal tersebut sebelumnya diserahkan oleh galangan Fincantieri kepada TNI AL di Muggiano, Italia, pada 22 Desember 2025. KRI Prabu Siliwangi kemudian memulai pelayaran menuju Indonesia pada Februari 2026.

Setelah menempuh perjalanan mengelilingi Afrika, kapal tiba di wilayah perairan Indonesia pada 22 Maret. KRI Prabu Siliwangi kemudian bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 26 Maret 2026.

Kapal ini memiliki panjang sekitar 143 meter dan bobot penuh sekitar 6.270 ton. Kecepatan maksimumnya dapat mencapai 32 knot.

KRI Prabu Siliwangi dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari peperangan permukaan, pertahanan udara, patroli, hingga operasi kemanusiaan.

Kapal tersebut menjadi kapal kedua dari kelas yang sama setelah KRI Brawijaya-320, yang telah tiba di Indonesia pada September 2025. Keduanya ditempatkan untuk memperkuat jajaran Komando Armada II di Surabaya.

KRI Prabu Siliwangi dilengkapi meriam utama kaliber 127 milimeter, sistem radar, sensor, dan fasilitas penerbangan untuk helikopter. TNI AL juga mempertimbangkan pemasangan rudal antikapal dan rudal pertahanan udara tambahan.

 KRI Canopus, Kapal Penyelamat Kapal Selam Pertama

TNI AL kembali mendapat tambahan kekuatan dengan kedatangan KRI Canopus-936 pada 11 Mei 2026.

Kapal tersebut diterima di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali.

KRI Canopus merupakan kapal pertama milik Indonesia yang dirancang untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan kapal selam.

Kapal tersebut merupakan hasil kolaborasi galangan kapal Jerman Abeking & Rasmussen dengan PT Palindo Marine. Tingkat komponen dalam negerinya disebut mencapai 60%.

KRI Canopus dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle, Remotely Operated Vehicle, perangkat survei hidrografi, dan pesawat tanpa awak.

Peralatan tersebut dapat digunakan untuk melakukan survei hidrografi, oseanografi, geofisika, serta pemetaan dasar laut secara terperinci.

Kapal ini juga dapat menjalankan pencarian objek di bawah laut, mendeteksi sinyal darurat, memetakan jalur kapal selam, mendeteksi ranjau, serta mendukung kegiatan intelijen maritim.

 NC212i Terbaru Buatan PTDI

Alutsista terbaru lainnya datang dari industri pertahanan dalam negeri. PT Dirgantara Indonesia menyerahkan satu pesawat NC212i kepada TNI AU pada 30 Juli 2026.

Pesawat bernomor AX-2135 tersebut merupakan unit kedelapan dari total sembilan NC212i yang dipesan Kementerian Pertahanan untuk TNI AU.

Unit terbaru memiliki konfigurasi untuk mengangkut pasukan, menjalankan operasi modifikasi cuaca, dan melakukan pemotretan udara.

NC212i dapat digunakan untuk mengangkut personel ataupun barang menuju wilayah yang memiliki landasan terbatas. Fleksibilitas tersebut membuat pesawat dapat digunakan untuk operasi militer, distribusi logistik, penanganan bencana, dan evakuasi.

Pesawat diterbangkan dari fasilitas PTDI di Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. PTDI masih harus menyelesaikan satu NC212i terakhir untuk memenuhi kontrak sembilan pesawat.

  ★  
CNBC  

Minggu, 16 Agustus 2026

Prajurit Koops TNI Habema Amankan Senjata Kelompok Bersenjata di Gamagai

🛩  Melalui observasi menggunakan drone Prajurit Koops TNI Habema kembali menunjukkan ketangguhan, kewaspadaan, dan profesionalisme melalui pelaksanaan penguasaan wilayah terhadap kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Apeni Kobogau di sekitar Kampung Gamagai, Distrik Ugimba, Kab. Intan Jaya , Provinsi Papua Tengah, (Habema)

Dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, prajurit Koops TNI Habema kembali menunjukkan ketangguhan, kewaspadaan, dan profesionalisme melalui pelaksanaan penguasaan wilayah terhadap kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Apeni Kobogau di sekitar Kampung Gamagai, Distrik Ugimba, Kab. Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Papua Tengah, Sabtu (15/08/26).

Patroli tersebut bermula ketika personel Koops TNI Habema diKampung Gamagai melaksanakan pengamanan wilayah. Di tengah kondisi medan yang gelap dan terjal, suhu dingin ekstrim 3 derajat, prajurit tetap menjalankan tugas dengan penuh kewaspadaan. Suara anjing serta cahaya senter yang terpantau di sekitar sungai menjadi petunjuk awal yang kemudian ditindaklanjuti melalui observasi menggunakan drone.

Hasil pemantauan udara menunjukkan adanya tiga orang yang bergerak menyusuri sungai menuju wilayah Distrik Ugimba dan kemudian berhenti di sebuah honai yang diduga menjadi tempat persinggahan. Informasi tersebut segera dilaporkan secara berjenjang untuk menentukan langkah selanjutnya. Koordinasi yang cepat dan terukur kemudian dilakukan dengan menambah kekuatan personel dari TK Gamagai untuk melaksanakan penyergapan.

Pada sabtu dini hari, personel melaksanakan penguasaan wilayah terhadap honai yang menjadi lokasi persinggahan kelompok tersebut. Saat penindakan dilakukan, kelompok yang diduga OPM tersebut memilih melarikan diri menuju kawasan hutan dan ketinggian, yang mengarah ke Kampung Kulapa.

Dari hasil pemeriksaan, personel berhasil mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok besenjata OPM, antara lain satu senjata rakitan, satu pistol revolver standar, tujuh butir munisi, satu kotak munisi senapan angin, satu panah beserta lima anak panah, dua noken, satu bendera Bintang Kejora, satu senter, serta sembilan baterai.

Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menyampaikan bahwa keberhasilan penguasaan wilayah tersebut merupakan hasil dari kesiapsiagaan, kecermatan, dan koordinasi personel di lapangan. “Prajurit Koops TNI Habema akan terus melaksanakan tugas secara selektif, terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah Papua,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut menjadi gambaran nyata ketangguhan prajurit Koops TNI Habema dalam melaksanakan tugas di tengah medan Papua yang berat dan penuh tantangan. Patroli tersebut dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan tetap mengutamakan keselamat masyarakat serta nilai-nilai kemanusiaan, para prajurit terus hadir untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di Wilayah Papua.

Operasi di Kampung Gamagai juga menunjukkan bahwa keberhasilan dalam menghadapi situasi keamanan tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan, tetapi oleh kesiapsiagaan, kecermatan, koordinasi, dan kemampuan prajurit mengambil keputusan secara terukur di lapangan. Di balik beratnya medan dan panjangnya waktu penugasan, para prajurit tetap menjalankan amanah dengan satu tujuan menjaga keamanan wilayah, melindungi masyarakat, dan memastikan tugas negara terlaksana dengan penuh tanggung jawab. (***)

  🛩 Lintas Papua  

Kamis, 13 Agustus 2026

2 Pesawat Tempur Rafale TNI AU Debut di Atraksi Udara HUT ke-81 RI

 81 Pesawat dan Helikopter Akan Atraksi Saat Upacara HUT RI Dua pesawat Rafael TNI AU terlacak terbang di ibukota Jakarta (Dispenau)

Dua pesawat tempur Rafale milik TNI Angkatan Udara (AU) untuk pertama kalinya akan dilibatkan dalam atraksi udara pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan dua Rafale tersebut dipersiapkan untuk tampil dalam rangkaian atraksi udara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Hal tersebut disampaikan Prasetyo setelah menyaksikan latihan demonstrasi udara dalam gladi kotor di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

"Iya, Rafale juga ikut. Ini pertama kali ya dua Rafale yang dimiliki Indonesia diterjunkan untuk atraksi," katanya, dikutip dari Antara.

Atraksi udara pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi tahun ini melibatkan sekitar 81 unit pesawat dan helikopter.

Alutsista udara tersebut berasal dari TNI AU, TNI AD, TNI AL, Polri, hingga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Pesawat dan helikopter yang dikerahkan terdiri atas berbagai jenis, mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, pesawat latih, hingga helikopter.

Sejumlah pesawat yang dipersiapkan antara lain Rafale, F-16, Sukhoi Su-27/30, Hawk 100/200, T-50i Golden Eagle, Airbus A400M, CN-295, dan Boeing 737-200.

Sementara helikopter yang turut dilibatkan yakni Super Puma, Caracal, Apache milik TNI AD, Panther milik TNI AL, AW-169 milik Polri, serta AS365 Dauphin dan AW-139 milik Basarnas.

Selain berbagai alutsista tersebut, Jupiter Aerobatic Team TNI AU dengan pesawat KT-1B Woong Bee juga dijadwalkan tampil.

Tim demonstrasi udara Dynamic Pegasus TNI AU yang menggunakan helikopter juga dipersiapkan untuk ambil bagian dalam rangkaian atraksi.

 Prasetyo Ingin Jumlah Rafale Ditambah

Prasetyo berharap jumlah pesawat Rafale yang dapat dilibatkan dalam atraksi udara pada peringatan kemerdekaan berikutnya dapat bertambah.

"Penginnya sih lebih banyak lagi, doakan saja," ujarnya.

Menurut Prasetyo, pemerintah terus mendorong penyediaan alat utama sistem senjata (alutsista) terbaik untuk mendukung kemampuan sumber daya manusia di bidang pertahanan.

Ia menilai kemampuan sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dan perlu didukung dengan peralatan yang memadai.

"Ternyata kita tidak kalah secara sumber daya manusia, yang penting kita siapkan peralatan-peralatan yang terbaik. Seluruh anak bangsa akan memberikan karya terbaik untuk bangsa dan negaranya," katanya.

Selain mempersiapkan atraksi udara, pelaksanaan gladi kotor pertama Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka masih menyisakan sejumlah evaluasi.

Prasetyo mengatakan salah satu hal yang menjadi perhatian adalah koordinat penerbangan pesawat dan helikopter ketika melakukan manuver udara.

Evaluasi dilakukan agar posisi manuver pesawat dan helikopter tepat sesuai koordinat yang telah ditentukan, terutama jika dilihat dari podium utama tempat Presiden Prabowo Subianto bersama para tamu undangan menyaksikan upacara.

"Tadi beberapa kali sudah langsung coba kita evaluasi. Misalnya dari sisi koordinat ya, koordinat supaya betul-betul center posisi dari manuver baik pesawat maupun heli dari sisi podium utama di mana nanti Bapak Presiden beserta dengan para tamu menyaksikan," ujar Prasetyo.

Menurut dia, evaluasi terhadap koordinat tersebut langsung dilakukan setelah latihan berlangsung.

Penyesuaian diperlukan agar seluruh rangkaian manuver udara dapat berjalan tepat sesuai perencanaan saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus mendatang.

Dalam gladi kotor tersebut, latihan demonstrasi udara melibatkan sekitar 81 pesawat dan helikopter.

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi kepada para personel TNI, khususnya para pilot yang terlibat dalam latihan untuk mempersiapkan atraksi udara pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

  ★  
Kompas  

Minggu, 09 Agustus 2026

Alutsista Terbaru TNI Menjelang HUT RI ke 81

  ✈  🚀  💂 Alutsista terbaru TNI dalam latihan gabungan TNI (Dispenau)

Indonesia, yang akan berusia 81 tahun, terus memperkuat sekaligus memodernisasi kekuatan pertahanan nasional. Terbaru, pemerintah menyetujui pembelian rudal BrahMos dan Astra dari India.

India menyepakati ekspor sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dan rudal udara-ke-udara Astra kepada Indonesia dengan nilai sekitar US$ 630 juta atau setara Rp 11,3 triliun (asumsi kurs Rp 17.980 per dolar AS). Kesepakatan tersebut dicapai saat Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi melakukan kunjungan resmi ke Jakarta pada Selasa dan bertemu Presiden Prabowo Subianto.

BrahMos adalah rudal jelajah supersonik hasil pengembangan bersama India dan Rusia yang dikenal memiliki kemampuan diluncurkan dari berbagai platform, baik darat, laut, maupun udara. Sementara itu, Astra adalah rudal udara-ke-udara buatan India yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tempur pesawat tempur.

Pembelian BrahMos dan Astra memperpanjang daftar pengadaan alutsista strategis Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2019, saat Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), pemerintah secara agresif melakukan modernisasi alutsista dengan menggandeng berbagai negara mitra, mulai dari Amerika Serikat (AS), Prancis, Italia, Turki, Korea Selatan (Korsel), hingga India. Penguatan dilakukan mencakup pesawat angkut, jet tempur, drone, radar, kapal perang, kapal selam, hingga sistem rudal.

Sejumlah alutsista yang telah dipesan Indonesia antara lain pesawat angkut C-130J Super Hercules, Airbus A400M Atlas, jet tempur Rafale, dan drone TAI Anka-S. Ada pula radar pertahanan udara Thales Ground Master 403, fregat Merah Putih, serta kapal kepresidenan Bung Karno Class.

Di sektor pengadaan strategis, Indonesia juga memesan 42 unit jet tempur Dassault Rafale F4 dari Prancis senilai sekitar US$ 8,1 miliar. Ada juga dua kapal selam Scorpène Evolved dengan estimasi nilai US$ 2 miliar, serta dua kapal perang Brawijaya Class dari Fincantieri Italia senilai sekitar US$ 1,39 miliar.

Selain BrahMos dan Astra, Indonesia juga memperkuat kemampuan sistem persenjataannya melalui pengadaan rudal balistik jarak pendek Khan SRBM, rudal pertahanan udara Hisar-O MRSAM, serta rudal antikapal Roketsan Atmaca. Langkah ini menunjukkan strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pengadaan alutsista sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan nasional di tengah dinamika keamanan kawasan yang semakin kompleks.

 Sumber Dana Modernisasi Alutsista

Rudal BrahMos dari India akan memperkuat pertahanan NKRI (missilethreat) 

Belanja alutsista seperti pesawat tempur, kapal perang, radar, drone, hingga rudal bukan pengeluaran kecil. Sebagian besar kontraknya juga menggunakan mata uang asing, sehingga kebutuhan anggarannya ikut dipengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS maupun euro.

Dalam anggaran Kemhan, terutama untuk program modernisasi alutsista, sumber pembiayaan belanja pertahanan berasal dari Rupiah Murni APBN, serta juga dapat berasal dari pinjaman luar negeri, pinjaman dalam negeri, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), hingga Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dan, pada 2026, anggaran Kemhan ditetapkan sebesar Rp 187,1 triliun.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 yang diundangkan pada 28 November 2025. Anggaran tersebut dibagi ke dalam dua fungsi utama, yakni fungsi pertahanan dan fungsi pendidikan.

Fungsi pertahanan menjadi porsi terbesar dengan alokasi Rp 186,6 triliun. Sementara itu, fungsi pendidikan mendapat anggaran Rp 490 miliar.

Jika dilihat dari programnya, pos terbesar berada pada Program Modernisasi Alutsista, Non Alutsista, dan Sarana Prasarana Pertahanan. Nilainya mencapai Rp  84,48 triliun atau sekitar 45,1% dari total anggaran Kemhan 2026.

Menariknya, sumber dana terbesar untuk program modernisasi tersebut justru berasal dari pinjaman luar negeri. Dari total Rp 84,48 triliun, pinjaman luar negeri mencapai Rp 46,5 triliun, lalu Rupiah Murni sebesar Rp 33,44 triliun, pinjaman dalam negeri Rp 3,69 triliun, SBSN Rp 800 miliar, serta Pendapatan Negara Bukan Pajak sekitar Rp 60 miliar.

MPCS BWJ 320 (Ficantieri)

Komposisi ini menunjukkan bahwa modernisasi alutsista Indonesia tidak hanya bertumpu pada belanja langsung dari kas negara. Untuk pengadaan besar seperti pesawat tempur, kapal perang, radar, hingga sistem rudal, pemerintah juga menggunakan skema pembiayaan lain, terutama pinjaman luar negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, anggaran Kemhan sendiri bergerak naik. Pada APBN 2024, Kemhan mendapatkan alokasi sekitar Rp 139,26 triliun. Pada APBN 2025, angkanya naik menjadi sekitar Rp 166,26 triliun.

Namun, angka 2025 itu kemudian mengalami penyesuaian besar menjadi Rp 364,1 triliun. Mengutip dari Kehman, kenaikan tersebut diarahkan untuk modernisasi alutsista, peningkatan kesejahteraan prajurit, kemandirian industri pertahanan, serta validasi organisasi.

Rencana 2027 juga tidak kalah besar. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp195 triliun untuk tahun anggaran 2027.

Usulan itu muncul karena kebutuhan anggaran pertahanan nasional disebut mencapai Rp 667 triliun, sementara pagu indikatif yang diberikan pemerintah hanya sekitar Rp 139 triliun. Jika tambahan Rp 195 triliun disetujui, anggaran Kemhan 2027 dapat naik ke kisaran Rp 334 triliun.

Besarnya kebutuhan anggaran itu memperlihatkan bahwa modernisasi pertahanan bukan hanya soal daftar belanja alutsista, tetapi juga soal ruang pembiayaan. Makin besar kebutuhan pengadaan, makin besar pula kebutuhan pemerintah untuk membiayainya.


   🚀  CNBC    

Jumat, 07 Agustus 2026

TNI AU Kerahkan 5 Alutsista Baru dalam Latihan Gabungan TNI

  Di Dabo Singkep, Kepri Alutsista terbaru TNI AU dalam latihan gabungan TNI di Kepri (Dispenau)

TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan lima alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam Latihan Integrasi TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan siaran pers dari Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau), kelima alutsista itu terdiri dari empat jet tempur Rafale dan satu pesawat angkut A400M.

“Pada latihan tersebut, TNI AU mengerahkan berbagai unsur udara yang meliputi pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, helikopter, pesawat tanpa awak serta pasukan gerak cepat untuk mendukung pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.

Foto yang dirilis TNI AU turut memperlihatkan empat jet tempur Rafale tampak mengawal satu pesawat angkut strategis A400M yang terbang dalam formasi di atas langit Dabo Singkep.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), TNI menampilkan simulasi peperangan modern dalam Latihan Integrasi TNI 2026 di Dabo Singkep.

Dalam latihan itu, TNI AL menembakkan rudal C-705 dari KRI Sampari-628 dan mengoperasikan Unmanned Surface Vehicle (USV) atau drone laut untuk menyerang sasaran musuh.

Latihan dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI dan para kepala staf angkatan.

Skenario yang dimainkan menggambarkan operasi gabungan TNI dalam menghadapi ancaman modern dengan melibatkan kekuatan darat, laut, udara, hingga peperangan siber.

Operasi diawali dengan serangan udara menggunakan pesawat tempur Rafale dan F-16 yang membawa bom MK-82.

Setelah itu, Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) melaksanakan operasi khusus untuk membuka jalan bagi serangan berikutnya.

Di laut, TNI AL mengerahkan USV kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991, disusul operasi ranjau laut serta infiltrasi Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang mensimulasikan sabotase kabel bawah laut.

Dalam skenario yang sama, satuan siber juga melakukan serangan untuk melumpuhkan sistem kelistrikan lawan.

Setelah sasaran dinyatakan lumpuh, KRI Sampari-628 menembakkan rudal C-705 ke target di darat.

TNI AL juga mengerahkan Bantuan Tembakan Kapal dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331.

Korps Marinir turut memberikan dukungan tembakan menggunakan Multi Launcher Rocket System (MLRS).

Sementara itu, TNI AD mengerahkan pasukan lintas udara yang diterjunkan dari pesawat Hercules C-130, drone pengintai, drone tempur, serta satuan Artileri Medan untuk mendukung operasi gabungan.

“Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TNI telah menunjukkan kesiapan yang meyakinkan dalam menjalankan tugas menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” bunyi keterangan.

Menurut dia, kemampuan yang diperagakan mencerminkan peningkatan kesiapan tempur, baik dari sisi alutsista, kualitas prajurit, maupun dukungan amunisi.

Sjafrie juga menilai penggunaan alutsista buatan dalam negeri dalam latihan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal Indonesia terhadap berbagai ancaman.

Latihan Integrasi TNI 2026 dirancang untuk menguji kemampuan operasi gabungan antarmatara, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan dalam menghadapi dinamika peperangan modern.

 Berikut video liputan IDN Times :


 ✈️ 
Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...