Tampilkan postingan dengan label Latgab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latgab. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 September 2026

Indonesia dan AS Memulai Latihan Militer dengan 19 Negara

  Super Garuda Shield 2026 Latihan dimulai bersama 4 pasukan marinir dari 4 negara (US Marine corp)

Indonesia dan Amerika Serikat memulai latihan militer multinasional yang melibatkan 19 negara lainnya.

Upacara pembukaan "Super Garuda Shield" digelar di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (31/08/2026).

Panglima Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat AS Mayor Jenderal Patrick Ellis mengatakan latihan tahunan ini penting karena lanskap keamanan Indo-Pasifik sangat kompleks dan kesiapan tidak dapat ditingkatkan secara tiba-tiba ketika krisis dimulai.

Militer Indonesia mengatakan lebih dari 4.700 personel berpartisipasi dalam latihan tahun ini. India ikut serta dalam latihan ini untuk pertama kalinya. Jepang mengirimkan Pasukan Bela Diri (SDF) untuk tahun kelima berturut-turut. Mereka akan berlatih turun dari pesawat angkut dan menghadapi wahana nirawak.

Indonesia telah memperdalam kerja sama keamanan dengan negara-negara seperti AS dan Australia. Negara ini juga telah menyatakan minat untuk mengakuisisi kapal perusak SDF Maritim Jepang dan berharap untuk memulai pembicaraan mengenai kemungkinan transfernya.

Sementara itu, Indonesia tetap mempertahankan kebijakan diplomatik nonblok dan juga meningkatkan hubungan dengan Cina. Menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara mengadakan pembicaraan "dua plus dua" pada Agustus. Kedua negara sepakat untuk memperluas kerja sama pertahanan, termasuk mengadakan latihan bersama.

 ⚓️  NHK  

Jumat, 07 Agustus 2026

TNI AU Kerahkan 5 Alutsista Baru dalam Latihan Gabungan TNI

  Di Dabo Singkep, Kepri Alutsista terbaru TNI AU dalam latihan gabungan TNI di Kepri (Dispenau)

TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan lima alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam Latihan Integrasi TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan siaran pers dari Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau), kelima alutsista itu terdiri dari empat jet tempur Rafale dan satu pesawat angkut A400M.

Pada latihan tersebut, TNI AU mengerahkan berbagai unsur udara yang meliputi pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, helikopter, pesawat tanpa awak serta pasukan gerak cepat untuk mendukung pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.

Foto yang dirilis TNI AU turut memperlihatkan empat jet tempur Rafale tampak mengawal satu pesawat angkut strategis A400M yang terbang dalam formasi di atas langit Dabo Singkep.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), TNI menampilkan simulasi peperangan modern dalam Latihan Integrasi TNI 2026 di Dabo Singkep.

Dalam latihan itu, TNI AL menembakkan rudal C-705 dari KRI Sampari-628 dan mengoperasikan Unmanned Surface Vehicle (USV) atau drone laut untuk menyerang sasaran musuh.

Latihan dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI dan para kepala staf angkatan.

Skenario yang dimainkan menggambarkan operasi gabungan TNI dalam menghadapi ancaman modern dengan melibatkan kekuatan darat, laut, udara, hingga peperangan siber.

Operasi diawali dengan serangan udara menggunakan pesawat tempur Rafale dan F-16 yang membawa bom MK-82.

Setelah itu, Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) melaksanakan operasi khusus untuk membuka jalan bagi serangan berikutnya.

Di laut, TNI AL mengerahkan USV kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991, disusul operasi ranjau laut serta infiltrasi Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang mensimulasikan sabotase kabel bawah laut.

Dalam skenario yang sama, satuan siber juga melakukan serangan untuk melumpuhkan sistem kelistrikan lawan.

Setelah sasaran dinyatakan lumpuh, KRI Sampari-628 menembakkan rudal C-705 ke target di darat.

TNI AL juga mengerahkan Bantuan Tembakan Kapal dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331.

Korps Marinir turut memberikan dukungan tembakan menggunakan Multi Launcher Rocket System (MLRS).

Sementara itu, TNI AD mengerahkan pasukan lintas udara yang diterjunkan dari pesawat Hercules C-130, drone pengintai, drone tempur, serta satuan Artileri Medan untuk mendukung operasi gabungan.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TNI telah menunjukkan kesiapan yang meyakinkan dalam menjalankan tugas menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” bunyi keterangan.

Menurut dia, kemampuan yang diperagakan mencerminkan peningkatan kesiapan tempur, baik dari sisi alutsista, kualitas prajurit, maupun dukungan amunisi.

Sjafrie juga menilai penggunaan alutsista buatan dalam negeri dalam latihan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal Indonesia terhadap berbagai ancaman.

Latihan Integrasi TNI 2026 dirancang untuk menguji kemampuan operasi gabungan antarmatara, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan dalam menghadapi dinamika peperangan modern.

 Berikut video liputan IDN Times :


 ✈️ 
Kompas  

Kamis, 06 Agustus 2026

Pesud CN-235 Skuadron 800 Ikut Andil Dalam Latopsfib TNI 2026

 Di Dabo Singkep, Kepri https://www.tnial.mil.id/brt/img/IMG-20260805-190828.jpegCN235 MPA TNI AL (Dispenal)
U
nsur pesawat udara CN-235/220 MPA Skuadron Udara 800 Wing Udara 3 turut ambil bagian dalam Latihan Operasi Amfibi Terintegrasi TNI 2026 yang dilaksanakan di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Selasa (04/08/2026).

Pesud CN-235 MPA Wing Udara 3 memegang fungsi peran sebagai mata di udara dengan melaporkan situasi medan latihan dengan koordinasi secara real time bagi unsur KRI sebagai operasi laut dan Marinir sebagai operasi amfibi.

Selain melaporkan situasi dan koordinasi antar unsur, Pesud CN-235 juga memberikan tampilan visual melalu VDL yang di kirimkan secara realtime yang terintegrasi dengan pusat komando latihan. Sehingga dapat menampilkan kegiatan latihan dari udara.

    TNI AL  

TNI Gelar Latihan Operasi Gabungan di Kepri

 ⚓️ 🚀 Libatkan Hampir 13.000 Personel Kapal perang TNI AL, KRI Sampari 628 tembakkan rudal C-705 dalam Operasi TNI Terintegrasi 2026 (Dispenal)

Tentara Nasional Indonesia menggelar skenario Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Daerah Latihan TNI AL Dabo Singkep, Kepulauan Riau dengan menampilkan kemampuan tempur Perisai Trisula Nusantara dari Matra Darat, Laut dan Udara. Dalam simulasi tersebut, berbagai Alutsista dikerahkan, termasuk drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri, serta penembakan rudal C-705 dari KRI Sampari-628. Latihan ini dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin beserta Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan. Rabu (5/8).

Latihan terintegrasi ini menggabungkan antara teknologi dan strategi peperangan di era modern. Operasi diawali dengan pertahanan udara dari TNI AU yang mengerahkan pesawat tempur terbaru Rafale dan F-16 dengan muatan bom MK-82, kemudian dilanjutkan Operasi Khusus Matra Udara dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).

Dari segi laut, TNI AL mengerahkan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991 dengan sasaran di laut dilanjutkan dengan operasi peranjauan, serta infiltrasi pasukan khusus yang juga melaksanakan sabotase kabel bawah air oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska). Latihan ini juga melibatkan peperangan siber yang salah satunya diasumsikan pelumpuhan terhadap instalasi listrik musuh.

Setelah daerah musuh dipastikan lumpuh dari serangan siber, maka peluru kendali C-705 yang ada di KRI ditembakkan dengan sasaran musuh di darat sehingga fasilitas musuh lumpuh. Tidak hanya rudal, TNI juga menembakkan Bantuan Tembakan Kapal (BTK) dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331 serta tembakan Multi Launcher Rocket System (MLRS) dari Korps Marinir.

Selain unsur udara dan laut, operasi juga didukung oleh pasukan Lintas Udara (Linud) TNI AD juga melaksanakan penerjunan tempur dari Pesawat Hercules C-130. TNI AD juga mengerahkan intai drone tempur serta pasukan Artileri Medan. Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan operasi gabungan dalam menghadapi ancaman modern.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TNI telah menunjukkan kesiapan yang meyakinkan dalam menjalankan tugas menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, kemampuan yang ditampilkan dalam latihan ini menjadi bukti nyata meningkatnya kesiapan tempur TNI, baik dari aspek alutsista, kualitas prajurit, maupun dukungan amunisi.

Menhan juga menegaskan bahwa revitalisasi pertahanan negara pada tahun 2026 mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Berbagai kemampuan tempur yang diperagakan dalam latihan, termasuk penggunaan produk industri pertahanan dalam negeri, menjadi bukti bahwa Indonesia terus memperkuat kemandirian pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal dalam menghadapi berbagai ancaman.

Operasi TNI Terintegrasi 2026 menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalisme prajurit melalui latihan yang mengintegrasikan berbagai sistem persenjataan dan teknologi terkini. Materi latihan menitikberatkan pada kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi, serta efektivitas pelaksanaan operasi gabungan sesuai skenario yang telah direncanakan.

 Berikut video liputan dari antara :  


  🎥  TNI AL  

Rabu, 05 Agustus 2026

TNI AL Uji Drone Kamikaze dan Kapal Tanpa Awak di Dabo Singkep

 Latihan terintegrasi TNI 2026 USV produksi PAL ikut dalam latihan terintegrasi di Dabo Singkep (PAL)

TNI Angkatan Laut bersiap menguji deretan alutsista canggih dalam Latihan TNI Terintegrasi 2026 di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pada Rabu (5/8/2026).

Dalam latihan tempur ini, TNI AL memamerkan amunisi nirawak, mulai dari drone Kamikaze udara hingga unmanned surface vessel (USV) atau kapal permukaan tanpa awak berjenis penabrak peledak.

Persiapan manuver lapangan berskala besar tersebut ditinjau langsung oleh Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Muda Denih Hendrata saat menginspeksi ratusan prajurit dan kesiapan alutsista di Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026).

Pengecekan akhir ini memastikan seluruh prajurit dan alutsista yang terlibat dalam latihan operasi amfibi berada dalam kondisi siap tempur,” ujar Denih dalam keterangannya.

Skenario latihan tempur gabungan tiga matra ini dirancang untuk menguji taktik perang modern secara intensif. Selain pengoperasian drone penyerang dan kapal permukaan tanpa awak, para prajurit mengasah kemampuan penembakan artileri, operasi siber, hingga latihan tembak cepat antiserangan udara (anti-air rapid open fire exercise) dengan sasaran wahana udara nirawak (unmanned aerial vehicle).

Di tingkat pasukan khusus, Komando Pasukan Katak (Satkopaska) menyusun taktik infiltrasi, pendaratan senyap, dan sabotase bawah air menggunakan metode lepas-jemput cepat (cast and recovery). Sementara itu, pasukan gabungan Marinir, penyelam, serta penerbang TNI AL menyimulasikan pendaratan amfibi untuk merebut tumpuan pantai musuh.

Denih menekankan pentingnya keterpaduan taktis antara jajaran Koarmada II bersama unsur TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara selama latihan berlangsung. “Sinergi antarmatra dan kesiapan teknis menjadi kunci utama keberhasilan Latihan TNI Terintegrasi 2026 ini,” tegasnya.

Rangkaian persiapan ditutup dengan pelepasan kapal perang KRI Prabu Siliwangi-321 dari jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II. Kapal perang terbaru TNI AL tersebut bertolak langsung menuju perairan Dabo Singkep untuk memimpin gelombang serangan amfibi.

  ★ Teras Batam  

Jumat, 01 Mei 2026

Peluncuran Rudal Exocet B3 KRI GNR 332

 ⚓️ 🚀 Latopslagab 2026 KRI GNR 332 menembakkan rudal Exocet B3 dalam Latopslagab 2026 menghancurkan target (eks KRI Teluk Hading) (Kodiklat)

Dalam menghadapi era peperangan modern, TNI melaksanakan Latihan Operasi Serangan Gabungan (Latopslagab) secara masif di Perairan Karimun Jawa, Kamis (23/4).

Latihan ini melibatkan 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan pesawat tempur F-16 TNI AU yang berhasil menghancurkan sasaran eks-KRI Teluk Hading dengan cepat melalui serangan terintegrasi.

Kegiatan diawali dengan penembakan Rudal Exocet MM40 Block 3 oleh unsur KRI, dilanjutkan Operasi Udara Lawan Laut (OULL) oleh tiga pesawat F-16 yang menjatuhkan bom MK-12 dengan presisi tinggi.

Selain itu, dilaksanakan pula Artillery Duel oleh Striking Force TNI AL yang berhasil menghancurkan sasaran darat di Pulau Gundul.

Latihan ini merupakan demonstrasi kekuatan nyata (show of force) dan bukti interoperabilitas matra laut dan udara. Selain menguji kemampuan teknis, kegiatan ini juga berfungsi sebagai daya tangkal (deterrence) guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  🚀  Garuda Militer  

Jumat, 24 April 2026

Unsur KRI Koarmada II Tunjukkan Kekuatan Tempur

 ⚓️ Pada Puncak Latihan Operasi Laut Gabungan TA. 2026 KRI Sampari tembakan rudal C705 (Dispenal)

Unsur koarmada II, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Sampari-628 yang tergabung dalam Satgas Penembakan Senjata Khusus Kogaslagab berhasil menembakkan rudal pada latihan puncak Latopslagab TA. 2026 yang digelar di Laut Jawa, perairan Kepulauan Karimun Jawa, Kamis (23/4). Aksi ini menjadi momen krusial dalam menunjukkan kesiapan tempur prajurit Jalasena dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman di laut.

Dalam pelaksanaan latihan, Dansatkor Koarmada II Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S. selaku Dansatgas Baksus onboard di KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang di Komandani Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas menembakkan rudal Exocet MM 40 Blok III dengan sasaran eks KRI Teluk Hading-538 yang telah purna tugas sebagai alutsista TNI AL.

Sementara itu, KRI Sampari-628 yang di Komandani Letkol Laut (P) Eko Darmawan melaksanakan penembakan rudal C-705 juga berhasil mengenai sasaran Pulau Gundul di wilayah Kepulauan Karimun Jawa. Seluruh rangkaian penembakan berlangsung aman, dan sesuai rencana, menegaskan profesionalisme serta akurasi tinggi prajurit TNI Angkatan Laut.

Keberhasilan latihan ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsuddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sementara itu, Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., selaku Pangkogaslagab memimpin seluruh unsur yang tergabung dalam Kogaslagab dari KRI Brawijaya-320. Kehadiran pimpinan tertinggi pertahanan negara tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap kesiapan operasional TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Pada latihan ini melibatkan berbagai unsur kekuatan TNI AL yang terbagi dalam unsur tugas penembak, pengamanan, dan bantuan. Selain itu, pesawat udara, helikopter, serta drone turut dilibatkan untuk mendukung jalannya latihan secara terintegrasi, sehingga mampu mensimulasikan operasi laut modern yang kompleks dan realistis.

Sebelum mencapai puncak latihan, berbagai serial latihan telah dilaksanakan saat menuju daerah latihan (Rahlat). Seluruh rangkaian ini dirancang untuk mengasah kemampuan taktis, koordinasi, serta interoperabilitas antar unsur dalam menghadapi skenario operasi gabungan.

Latopslagab TA. 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan tempur, tetapi juga wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia. Momentum ini sekaligus mempertegas semangat juang serta profesionalisme prajurit Jalasena dalam menghadapi tantangan pertahanan maritim yang semakin dinamis.

 ⚓️ 
Aksara Indonesia  

Senin, 20 April 2026

Eks KRI Teluk Hading-538 Akan Jadi Sasaran Tembak Rudal

  Di Latopslagab 2026 KRI Teluk Hading 538 (TNI AL)

Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Dermaga Baru Kodaeral VI Siang ini. Di bawah langit biru yang saksi bisu pengabdiannya, Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI (Komandan Kodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M secara resmi memimpin tradisi pelepasan dan penghormatan terakhir bagi Eks Kapal Perang KRI Teluk Hading-538, kapal angkut tank legendaris ini kini purnatugas dari jajaran alutsista TNI Angkatan Laut. Kamis (16/04/2026).

Tradisi TNI AL ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi tanpa batas yang telah ditunjukkan oleh kapal perang ini selama puluhan tahun menjaga kedaulatan NKRI. Eks KRI Teluk Hading-538 dikenal tangguh, melintasi ribuan mil laut dalam berbagai operasi militer, misi kemanusiaan, hingga pengangkutan logistik ke pelosok negeri.

Komandan Kodaeral VI menyampaikan Penghormatan terakhir diberikan melalui jajar kehormatan sebagai simbol rasa hormat kepada "Sang Veteran Samudera". Kepergian Eks Kapal Perang KRI Teluk Hading-538 dari dermaga Kodaeral VI menandai akhir dari sebuah era, namun sejarah kegagahannya akan selalu tercatat dalam tinta emas sejarah maritim Indonesia.

"Selamat jalan, Eks Kapal Perang KRI Teluk Hading-538. Terima kasih atas darma baktimu. Jalesveva Jayamahe", ucap Komandan Kodaeral VI.

 Sasaran tembak rudal di Latopslagab 2026

Eks Kapal Perang KRI Teluk Hading-538 nantinya akan ditarik oleh Kapal Perang Republik Indonesia Leuser-924 menuju lautan lepas untuk dijadikan sasaran tembak dalam Latopslagab (Latihan Operasi Laut Gabungan) TNI AL Tahun 2026 guna menguji kesiapan tempur alutsista dan meningkatkan profesionalisme prajurit.

Dalam momen yang penuh nilai heroik ini, Komandan Kodaeral VI didampingi oleh jajaran pejabat teras Kodaeral VI, di antaranya Wadan Kodaeral VI Laksamana Pertama TNI Dr. Arya Delano, S.E., M.Pd., M.Han, Para Pejabat Utama (PJU) Kodaeral VI, Dansatlinlamil-3, Para Kadis/Kasatker Kodaeral VI, Para Staf Inspektorat Kodaeral VI, dan Para Sahli Poksahli Kodaeral VI serta tim merpluq Kodaeral VI.

 👷 
TNI AL  

Senin, 25 Agustus 2025

Super Garuda Shield 2025 Dimulai

 6.501 Serdadu dari 13 Negara Jadi Peserta 
https://asset.kompas.com/crops/Jpn9SIWNSHhkRL62zQH8s-V26JA=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2025/08/25/68abe96c60330.jpg(Kompas)

T
entara Nasional Indonesia (TNI) resmi membuka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2025.

Latihan multinasional tahunan ini diikuti 6.501 personel dari TNI dan 12 negara sahabat, serta menghadirkan pengamat dari 12 negara lain.

Tahun ini, latihan berlangsung hingga 4 September 2025 di sejumlah lokasi, mulai dari Jakarta, Baturaja (Sumatera Selatan), hingga Dabo Singkep (Kepulauan Riau).

"Dengan semangat dan penuh kebanggaan, saya nyatakan latihan gabungan bersama Super Garuda Shield tahun 2025, secara resmi saya nyatakan dibuka," kata Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang dibacakan oleh Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi Revita di Gedung Yos Soedarso, Seskoal, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Turut hadir dalam pembukaan SGS 2025, yaitu Komandan Komando Indo Pasifik Amerika Serikat (US INDOPACOM) Laksamana Samuel Paparo.

Panglima TNI menilai, latihan ini bukan sekadar manuver militer, tetapi juga wadah membangun kepercayaan, jembatan persahabatan, dan komitmen bersama menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.

Latgabma Super Garuda Shield 2025 diikuti pasukan dari 13 negara pengirim personel, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Brasil, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Selandia Baru.

Selain itu, 12 negara lain mengirimkan pengamat, di antaranya India, Malaysia, Kamboja, Timor Leste, dan Papua Nugini.

Latihan kali ini juga lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari jumlah pasukan maupun materi yang dilibatkan.

Dunia saat ini menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, dari bencana alam hingga ancaman siber, dari ketegangan kawasan hingga ketidakpastian global," tutur Wakil Panglima.

"Latihan gabungan bersama Super Garuda Shield tahun 2025 hadir sebagai wadah untuk berlatih bersama, berdiri, bahu-membahu, serta merespons setiap tantangan dengan cepat dan tepat," tambahnya.

  Menu latihan Garuda Shield 

Super Garuda Shield 2025 mengusung tema Komando Gabungan Bersama Melaksanakan Operasi Gabungan Multinasional.

Materi latihan di antaranya Staff Exercise (Staffex) atau pengambilan keputusan kepemimpinan dan perintah operasi hingga Cyber Exercise (Cyberex) atau penguatan pertahanan siber.

Ada pula latihan Airborne Ops and Jungle Field Training Exercise (FTX), Special Operation Force (SOF) berupa infiltrasi militer hingga operasi lintas udara.

Para prajurit berbagai negara juga akan latihan Amphibious Operation, yakni operasi pendaratan oleh marinir.

Kemudian Engineer Civil Action Project yang merupakan latihan pembangunan sarana dan prasarana desa.

Terakhir, ada latihan Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX) di mana para prajurit berlatih tembakan munisi tajam terintegrasi.

Dalam kesempatan itu, Laksamana Paparo menyampaikan apresiasi kepada Indonesia sebagai tuan rumah, sekaligus menekankan pentingnya membangun ikatan persahabatan lintas negara melalui latihan bersama.

Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada 12 negara yang bergabung bersama Amerika Serikat dalam bermitra dengan Indonesia untuk menyelenggarakan Super Garuda Shield terbesar yang pernah ada," kata Paparo.

"Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjadikannya yang terbaik, dan tahun depan menjadikannya lebih besar dan lebih baik lagi," tambahnya.

  🤝 Kompas  

Selasa, 22 Juli 2025

Kopasgat Turut Latihan Gabungan Talisman Sabre 2025

  Bersama pasukan khusus TNI lainnya di Australia Latihan Gabungan Talisman Sabre 2025 (TNI)

Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU menunjukkan profesionalisme tinggi dalam latihan gabungan multinasional Talisman Sabre 2025 yang digelar di wilayah New South Wales dan Queensland, Australia.

Bersama pasukan khusus TNI lainnya yakni Kopassus dan Denjaka, Kopasgat ambil bagian dalam skenario latihan intensif yang melibatkan lebih dari 35.000 personel militer dari 19 negara.

Dalam sesi Joint Terminal Attack Controller (JTAC) di Evans Head Air Weapons Range, New South Wales, personel Detasemen Matra (Denmatra) Kopasgat berlatih langsung bersama unsur udara Australian Defence Force (ADF), mengasah kemampuan mengarahkan serangan udara secara presisi dari darat.

Latihan ini merupakan bagian krusial dari operasi lintas domain yang menuntut kecepatan, akurasi, dan koordinasi tingkat tinggi.

Partisipasi Kopasgat menegaskan kesiapan operasional TNI AU dalam mendukung skenario pertempuran modern, sekaligus memperkuat interoperabilitas Indonesia di tengah dinamika pertahanan kawasan.

Kolaborasi pasukan khusus tiga matra TNI juga mencerminkan soliditas dan kapasitas gabungan dalam menjawab tantangan keamanan global.

Dengan semangat TNI AU AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis), keikutsertaan Kopasgat dalam Talisman Sabre 2025 tak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga mempertegas komitmen TNI AU untuk terus menjadi bagian dari solusi keamanan regional dan mitra strategis komunitas internasional.

  🪂 
TNI  

Minggu, 22 Desember 2024

Menhan Sjafrie Tinjau Daerah Latihan di Nunukan, Kalimantan Utara

 Perisai Trisula Nusantara  
https://www.kemhan.go.id/wp-content/uploads/2024/12/1734753359124-768x512.jpgMenhan Sjafrie meninjau daerah latihan (rahlat) di Nunukan, Kalimantan Utara dari helikopter (Kemhan) 🚁

U
sai berencana membangun kawasan pertahanan di Pulau Morotai, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (20/12/2024).

Dalam kunjungan kerjanya ini Sjafrie meninjau rencana pembangunan daerah latihan (rahlat) di wilayah Kalimantan Utara.

Guna mendukung program Perisai Trisula Nusantara, maka kolaborasi antar sektor terkait perencanaan strategis, kolaborasi internasional dan pendekatan terintegrasi untuk mengembangkan infrastruktur serta pelaksanaan latihan di daerah latihan Kalimantan Utara menjadi salah satu hal esensial guna melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan negara,” tulis Sjafrie dalam akun media sosialnya.

Diketahui, program Perisai Trisula Nusantara yang digagas oleh Menteri Pertahanan Sebelumnya, Prabowo Subianto bertujuan untuk mendukung pertahanan wilayah dan memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Perisai Trisula Nusantara sendiri merupakan kekuatan tiga matra untuk melindungi kedaulatan negara dari ancaman luar. Untuk itu, penguatan program ini akan diutamakan di daerah rawan konflik juga bencana.

Selain melakukan kunjungan ke Tarakan, di hari yang sama Sjafrie langsung bergeser ke daerah Nunukan, Kalimantan Utara. Kedatangan eks Pangdam Jaya ini sekaligus meninjau terkait rencana pembangunan daerah latihan gabungan matra darat, laut dan udara dengan medan yang menantang.

Dengan kolaborasi bersama, kita wujudkan pengembangan infrastruktur untuk mendukung latihan TNI yang lebih optimal,” kata Sjafrie. (Pram/Fajar)

  ★ Fajar  

Senin, 18 November 2024

Latihan Puncak Penembakan Munisi Tajam Terintegrasi Pada Latgabma Keris Woomera 2024

Di Situbondo(Puspen TNI)

Komandan Kodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr.(Han)., selaku Direktur Latihan memimpin secara langsung pelaksanaan Latihan Puncak Combined Arms Life Fire Exercise (CALFEX) atau Latihan Tembakan Munisi Tajam Terintegrasi pada Latgabma Keris Woomera 2024, bertempat di Titik Tinjau (T12) Puslatpur Marinir 5 Baluran, Situbondo Jawa Timur. Sabtu (16/11/2024).

Jumlah personel yang terlibat dalam CALFEX terdiri dari 1000 prajurit-prajurit terbaik pilihan dari 3 Matra baik dari TNI maupun ADF, termasuk di dalamnya terdapat prajurit penembak jitu (Sniper) dari militer kedua negara.

Adapun jenis Alutsista yang terlibat pada kegiatan CALFEX Keris Woomera tahun 2024 terdiri dari Alutsista TNI Angkatan Darat berupa persenjataan Artileri tembakan lintas datar dan lintas lengkung yang terdiri dari 2 pucuk Meriam Howitzer kaliber 105 mm dan 84 mm, Javeline, Mortir 81 dan berbagai senjata Infanteri ringan serta senjata mesin lainnya seperti 100 pucuk senjata ringan terdiri dari 80 pucuk senjata SS2 v2, 2 pucuk SMR, 6 pucuk Minimi dan 4 pucuk SPR 2.

Selain itu TNI AD juga menerjunkan 2 unit Heli Serbu Apache dan 2 unit tank Leopard serta pesawat tempur F-16 milik TNI AU.

Sedangkan Alutsista yang diterjunkan militer negeri Kangguru di antaranya Heli Tiger, tank Abrams M1A1, Howitzer dan Mortir ADF.

Dalam keterangannya di hadapan media, Dankodiklatal menyampaikan bahwa Latgabma Keris Woomera ini merupakan Stepping Stone atau batu loncatan yang sangat bagus karena latihan ini adalah latihan bilateral pertama dan terbesar yang dilaksanakaan oleh TNI dan ADF.

  💂 TNI  

Kamis, 14 November 2024

Ratusan Prajurit Marinir dan Militer Australia Gelar Operasi Amfibi di Pantai Banongan

 Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024Latihan bersama pendaratan amfibi Keris Woomera 2024 (TNI)

Dua pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara tiba-tiba melancarkan serangan udara ke wilayah Pantai Banongan, Situbondo pada Rabu pagi, 13 November 2024.

Serangan jet tempur F-16 TNI AU yang menargetkan kekuatan Artileri Pertahanan Udara musuh itu diikuti dengan Operasi Gabungan Amfibi yang dilaksanakan oleh 300 pasukan pendarat gabungan yang terdiri dari pasukan Amfibi Marinir TNI AL dan pasukan dari 1st Combat Ground Infantry Battalion Angkatan Darat Australia.

Operasi Amfibi ini merupakan salah satu rangkaian puncak dari Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2024 antara TNI dan Australian Defense Force (ADF) yang digelar di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur.

Komandan Kodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah selaku Direktur Latihan Keris Woomera 2024 mengatakan, bahwa latihan gabungan Keris Woomera 2024 ini merupakan latihan militer bilateral terbesar antara TNI dan Angkatan Bersenjata Australia yang melibatkan sekitar 3000 personel.

"Dia menambahkan, tujuan dari latihan bersama ini untuk menyamakan teknik dan prosedur dari operasi gabungan Amfibi yang dimiliki oleh kedua Angkatan Bersenjata dalam hal ini dari Korps Marinir TNI AL dan ADF.

Saya sangat bangga melihat prajurit berlatih bersama, bahu membahu meyelesaikan seluruh rangkaian latihan ini. Semoga latihan ini akan dapat dilaksanakan di tahun tahun mendatang untuk memupuk kebersamaan utamanya untuk menjaga stabilitas di kawasan,
" kata Dankodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah dalam keterangan resminya yang diterima VIVA Militer.

Sementara itu, Panglima Operasi Gabungan Angkatan Bersenjata Australia Vice Admiral Justin Jones, AO., CSC., mengungkapkan bahwa apa yang disaksikan hari ini merupakan salah satu dari bentuk latihan peperangan yang begitu kompleks, yakni peperangan amfibi yang melibatkan berbagai unsur.

"Saya sangat terkesan dan melihat perkembangan yang signifikan dari demonstrasi kemampuan militer tiga matra antar kedua Angkatan Bersenjata dalam latihan gabungan ini," Panglima Operasi Gabungan ADF Vice Admiral Justin Jones.

Sejumlah Alutsista andalan militer dua negara sahabat pun ikut terlibat dalam latihan gabungan operasi Amfibi ini. Diantaranya adalah kapal perang KRI Makassar-590 dari Satuan Kapal Amfibi dan KRI RE Martadinata-331 dari Satuan Kapal Eskorta TNI Angkatan Laut, serta dua pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara. Sedangkan Alutsisa milik ADF yang dilibatkan antara lain dua Kapal Perang Angkatan Laut Australia yakni HMAS Adelaide dan HMAS Stuart, Helikopter serbu MI-17, Heli Apache AH-64E, Heli Panther serta tank M1A1 Abrams milik Angkatan Darat Australia.

Untuk diketahui, selain latihan gabungan Operasi Amfibi, Latgabma Keris Woomera 2024 ini juga akan melaksanakan latihan puncak lainnya, seperti latihan Operasi Gabungan Evakuasi Warga Sipil atau Non-combatant Evacuation Operations (NEO) dan Latihan Penembakan Munisi Tajam Terintegrasi atau Combined Joint Live Fire Exercise (CALFEX).

  💂 VIVA.co.id  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...