Tampilkan postingan dengan label PT PAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT PAL. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2026

Indonesia Berupaya Mencapai Pencegahan Asimetris dengan Kapal Selam Otonom

  KSOT hasil rancangan & produk PT  PAL KSOT-001 dalam ujicoba di Laut (Sekpres)

Kapal selam otonom buatan dalam negeri Indonesia, yang diberi nama Kapal Selam Otonom (KSOT), telah beralih dari konsep ke pengadaan.

CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengkonfirmasi bahwa Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemhan) telah menandatangani kontrak untuk sejumlah unit KSOT yang tidak diungkapkan.

Unit-unit awal ini akan digunakan oleh Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) untuk evaluasi dan dapat mendukung pengembangan doktrin peperangan bawah laut, kata Djenod.

 Peperangan asimetris

Infogradis KSOT PAL (PAL)
Dikembangkan oleh perusahaan pembuat kapal milik negara PT PAL Indonesia, KSOT dimaksudkan untuk mengimbangi musuh yang lebih lengkap melalui skala, ambiguitas, dan pengenaan biaya.

Menurut Djenod, Indonesia menyadari bahwa mereka tidak dapat mengalahkan musuh yang lebih lengkap armada lautnya, yang dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat armada mereka dengan jumlah kapal selam dan kapal tempur modern yang lebih besar.

Sebagai pendukung konsep ini sejak lama, Djenod menggambarkan KSOT sebagai proyek pribadi. Sebelum bergabung dengan PT PAL, ia mengelola perusahaan swasta yang berfokus pada kendaraan bawah air, di mana ia membangun dan menguji prototipe awal.

Hanya di PT PAL saya akhirnya dapat mengimplementasikan KSOT,” katanya, mengutip dukungan dari Kementerian Pertahanan dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Latar belakang ini menempatkan KSOT sebagai puncak dari visi lama tentang peperangan laut nonkonvensional, yang dimungkinkan oleh kemajuan teknologi terkini dan pelajaran operasional dari konflik-konflik baru-baru ini.

Djenod menghubungkan program KSOT secara langsung dengan kemajuan pesat dan miniaturisasi chip yang dioptimalkan untuk kecerdasan buatan (AI), sensor bawah air, dan peralatan komunikasi.

Kemajuan dalam teknologi AI, sensor, dan kontrol berarti bukan hanya mungkin, tetapi juga perlu, untuk mengembangkan senjata yang tidak melibatkan manusia di dalamnya,” katanya.

   👷  Jane's  

Kamis, 18 Juni 2026

PT PAL Bersiap Luncurkan Landing Dock #1 Filipina

 👷 Dijadwalkan akhir Juni Kapal LPD ketiga pesanan Filipina dalam penyelesaian (Jane's)

Setelah sukses meluncurkan Frigate Merah Putih 140 meter pada penghujung Desember 2025, PT PAL Indonesia terus bergerak menyelesaikan amanah pembangunan alutsista strategis nasional dan ekspor.

Kini, perusahaan tengah mempersiapkan peluncuran Landing Dock (LD) Philippines #1 sepanjang 124 meter yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.

Kapal tersebut merupakan unit pertama dari kontrak pengadaan dua unit kapal Landing Dock generasi lanjutan untuk Philippine Navy yang diproduksi sepenuhnya di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan LD Philippines #1 mencerminkan kesiapan fasilitas produksi, optimalisasi manajemen rantai pasok, serta kompetensi sumber daya manusia PT PAL dalam memenuhi target proyek tanpa mengabaikan standar kualitas internasional.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari transformasi menyeluruh yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Penguatan fundamental keuangan, modernisasi fasilitas produksi, percepatan docktime, serta integrasi sistem digital telah mendorong perubahan budaya kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada produktivitas.

Dampak transformasi tersebut tercermin pada proses pembangunan LD Philippines #1 yang menunjukkan capaian impresif, yang berhasil memangkas dock time hanya dalam waktu enam bulan.

Pencapaian ini lebih efisien dibandingkan pembangunan dua kapal pendahulunya, yakni Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).

Kaharuddin menambahkan, “pembangunan LD Philippines #1 memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina.

Terlebih, proyek ini merupakan kontrak lanjutan (repeat order), yang menjadi indikator nyata kepuasan pengguna terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan dukungan layanan yang diberikan PT PAL” ujarnya.

Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari rekam jejak keberhasilan PT PAL dalam membangun dan menyerahkan dua unit kapal Landing Platform Dock sebelumnya, BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602), yang hingga kini menjadi tulang punggung armada angkut strategis Philippine Navy. Hal ini mempertegas posisi PT PAL dalam persaingan industri pertahanan global.

Memasuki tahap peluncuran, pembangunan LD Philippines #1 telah mencapai salah satu tonggak penting dalam siklus produksi kapal. Peluncuran ini menandai selesainya fase konstruksi utama platform kapal sekaligus mengonfirmasi kesiapan kapal untuk memasuki tahapan berikutnya.

Setelah diluncurkan, kapal akan menjalani serangkaian pekerjaan lanjutan, termasuk penyelesaian sistem dan integrasi peralatan, sebelum memasuki fase pengujian performa di laut (sea trial).

 👷  PAL Indonesia  

Rabu, 17 Juni 2026

Indonesia Mengincar Integrasi Rudal untuk Kapal Selam Scorpene Generasi Berikutnya

  👷 🤝 🚀  Ilustrasi kapal selam Scorpene (Naval Group)

Kapal selam Scorpene ketiga dan keempat Indonesia berpotensi dikirimkan dengan kemampuan peluncuran rudal dari tabung torpedo yang terintegrasi penuh sejak awal, didukung oleh kemampuan integrasi sistem kapal selam PT PAL yang terus berkembang.

Berbicara kepada Janes dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Surabaya, CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan ini akan memberi Jakarta pilihan untuk memasukkan integrasi rudal ke dalam konstruksi dan konfigurasi dasar kapal selam generasi berikutnya, daripada memperlakukannya sebagai kemampuan laten atau tertunda.

Kemampuan seperti itu bukanlah hal baru bagi keluarga Scorpene, yang telah lama dirancang untuk mengerahkan rudal anti-kapal yang diluncurkan dari tabung seperti SM39 Exocet MBDA selain torpedo 533 mm.

Namun, program ekspor saat ini dan sebelumnya – termasuk kontrak Indonesia untuk dua kapal selam Scorpene Evolved – tidak selalu mencakup integrasi dan sertifikasi rudal penuh dalam kontrak dasar.

Dengan latar belakang ini, komentar Djenod menunjukkan bahwa Angkatan Laut Indonesia mungkin berupaya memastikan bahwa kapal selam ketiga dan keempat dikirimkan dengan kemampuan rudal yang terintegrasi penuh ke dalam arsitektur sistem tempur sejak awal, termasuk pengendalian tembakan, perangkat lunak, dan pekerjaan sertifikasi yang diperlukan.

Djenod mengatakan kemampuan integrasi sistem PT PAL yang semakin berkembang akan mendukung pendekatan ini.

Perusahaan ini telah secara progresif memperluas perannya dalam integrasi sistem tempur, termasuk pekerjaan untuk menggabungkan sistem torpedo buatan dalam negeri ke platform kapal selam otonom.

Dengan memanfaatkan kompetensi ini, PT PAL berharap untuk lebih memperkuat kemampuan integrasinya di bawah program kapal selam masa depan, yang berpotensi memungkinkan persyaratan integrasi senjata yang lebih canggih untuk dipenuhi secara domestik.

Hal ini akan memungkinkan kapal selam masa depan untuk memiliki kemampuan tersebut pada saat mulai beroperasi, daripada bergantung pada peningkatan lanjutan atau keputusan pengadaan senjata terpisah, tambah Djenod.


   👷  Jane's  

PT PAL Perkirakan Kontrak Pengadaan Fregat Batch Kedua Ditandatangani Tahun 2026

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dalam penyelesaian di Surabaya (PAL)

PT PAL memperkirakan kontrak pengadaan fregat Red White ketiga dan keempat Indonesia akan ditandatangani pada tahun 2026, demikian disampaikan CEO perusahaan, Kaharuddin Djenod, kepada Janes dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Kapal-kapal lanjutan ini akan mempertahankan bentuk fregat Red White pertama, tetapi dirancang untuk mengakomodasi kemampuan tempur yang lebih baik, kata Djenod.

Kapal ini tidak akan memiliki lebih dari 64 sel VLS [sistem peluncuran vertikal] karena itu adalah jumlah maksimum untuk desain ini,” katanya. “Tetapi setiap sel dan sistem ventilasi di VLS berpotensi mengakomodasi jenis rudal yang lebih besar.”

Pendekatan ini akan memungkinkan Angkatan Laut Indonesia untuk meningkatkan efek tempur keseluruhan kelas ini tanpa meningkatkan jumlah sel peluncuran.

Program FMP Indonesia didasarkan pada desain Arrowhead 140 milik Babcock, meskipun PT PAL telah memodifikasi konfigurasi dasar untuk memenuhi persyaratan Angkatan Laut Indonesia.

Di antara perubahan tersebut adalah integrasi susunan rudal yang lebih padat daripada yang dibawa oleh fregat Tipe 31 Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang juga berbasis pada desain Arrowhead 140.

Modifikasi ini dilakukan oleh PT PAL, dengan kapal-kapal tersebut dibangun sesuai standar klasifikasi Lloyd's Register.

Selain bentuk lambung secara keseluruhan, kapal ketiga dan keempat diharapkan mempertahankan dimensi, susunan propulsi, dan arsitektur sistem tempur umum dari dua fregat pertama, kata Djenod.

Indonesia meluncurkan FMP pertama, KRI Balaputradewa di galangan kapal PT PAL di Surabaya pada 18 Desember 2025. Kelas ini memiliki bobot sekitar 5.996 ton pada muatan penuh dan panjang 140 m..

  📝  Jane,s  

Minggu, 14 Juni 2026

Danantara Percepat Dukungan untuk Transformasi PT PAL Indonesia

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dan kapal LPD pesanan Filipina dalam penyelesaian di Surabaya (PAL)

Danantara Indonesia berkomitmen mempercepat realisasi dukungan bagi PT PAL Indonesia. Dukungan tersebut ditujukan untuk memperkuat peran PT PAL sebagai lead industri maritim nasional.

Komitmen itu disampaikan Managing Director Business 2 Danantara Indonesia, Setyanto Hantoro. Ia melakukan kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia.

Setyanto mengatakan dukungan Danantara diwujudkan melalui penguatan sumber daya dan investasi jangka panjang. Langkah itu mendukung transformasi serta pengembangan bisnis perusahaan.

Danantara berkomitmen penuh mengawal dukungan finansial dan investasi strategis yang tepat sasaran,” kata Setyanto, Sabtu, 13 Juni 2026. Ia menegaskan percepatan dukungan menjadi prioritas nasional.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Akeselerasi ini harus segera diwujudkan sebagaimana perintah Presiden dalam rapat terbatas Februari 2026,” ujarnya.

Setyanto menilai transformasi industri maritim 4.0 yang dijalankan PT PAL sejalan dengan visi pemerintah. Upaya itu diarahkan untuk membangun kemandirian industri nasional yang berdaya saing global.

Menurutnya, PT PAL memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan tersebut merupakan satu-satunya galangan kapal yang mampu membangun kapal selam.

Keunggulan kompetitif PT PAL harus terus diperkuat dan diakselerasi,” ucap Setyanto. Ia menambahkan, PT PAL telah membuktikan kemampuan menghasilkan produk unggulan secara mandiri.

Keterlibatan industri komponen dalam negeri juga memperkuat ekosistem maritim nasional. Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyatakan perusahaan telah menyiapkan fondasi yang kuat.

Fondasi tersebut mendukung peran PT PAL sebagai Konsolidator Nasional dan Lead Integrator industri maritim. “Kesiapan PT PAL dimulai dari penguatan keuangan dan modernisasi fasilitas produksi,” kata Kaharuddin.

Ia menjelaskan perusahaan juga mempercepat penyelesaian proyek strategis. Selain itu, PT PAL terus mendorong integrasi sistem digital secara menyeluruh.

Penguatan kapabilitas produksi dan teknologi menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya. Saat ini PT PAL berfokus pada kemandirian produksi dan penguasaan teknologi.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global. Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau sejumlah fasilitas strategis perusahaan.

Fasilitas tersebut meliputi Graving Dock ORCA 50.000, pembangunan shiplift, dan pengembangan Kapal Selam Otonom (KSOT). Peninjauan tersebut memperlihatkan kesiapan infrastruktur PT PAL, untuk mendukung penguatan industri maritim dan pertahanan nasional.

  📝  RRI   

Jumat, 12 Juni 2026

PT PAL Akan Meluncurkan LPD Ketiga AL Filipina

 👷 Kembali berjalan sesuai rencana Kapal LPD ketiga pesanan Filipina dalam penyelesaian (Jane's)

PT PAL Indonesia akan meluncurkan kapal pengangkut strategis atau strategic sealift vessel (SSV) jenis landing platform dock (LPD) ketiga Angkatan Laut Filipina pada 30 Juni, dengan program yang kini kembali berjalan sesuai rencana setelah penundaan sebelumnya dan revisi tahapan kontrak.

Berbicara kepada Janes selama kunjungan baru-baru ini ke fasilitas perusahaan di Surabaya, CEO Kaharuddin Djenod mengatakan gangguan jadwal sebelumnya telah diselesaikan melalui penyesuaian yang disepakati bersama dengan pemerintah Filipina.

Penyesuaian ini memungkinkan pembangunan untuk dilanjutkan dengan jadwal yang dipercepat, dengan kapal tersebut berkembang dari pemasangan blok lambung hingga peluncuran yang direncanakan dalam waktu enam bulan, kata Djenod.

Kapal tersebut, yang pertama dari dua kapal yang dipesan berdasarkan kontrak lanjutan tahun 2022, diperkirakan akan menjalani peluncuran dan pemasangan perlengkapan sebelum pengiriman pada tahun 2027.

Kontrak tersebut sebelumnya mengalami penundaan yang pertama kali dilaporkan oleh Janes pada Agustus 2025. Pada saat itu, dokumen menunjukkan bahwa PT PAL telah melewatkan empat tonggak penting, termasuk tanggal peluncuran dan pengiriman untuk kedua kapal.

Berdasarkan jadwal awal, kapal ketiga akan diluncurkan pada 22 Agustus 2024 dan dikirim pada 22 Januari 2025, sedangkan kapal keempat dijadwalkan untuk diluncurkan pada 22 Februari 2025 dan dikirim pada 22 Juli 2025.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada September 2025, PT PAL mengakui adanya keterlambatan jadwal. Perusahaan tersebut menghubungkan penundaan tersebut dengan kondisi geopolitik global yang memengaruhi rantai pasokan dan produksi, termasuk gangguan terhadap ketersediaan bahan baku, yang diperparah oleh distorsi terkait tarif dan kemacetan pelabuhan.

Kontrak lanjutan untuk SSV ketiga dan keempat ini mengulangi pesanan sebelumnya senilai USD92 juta yang diberikan pada tahun 2014. Dua SSV dari kontrak tersebut dioperasikan sebagai BRP Tarlac pada Juni 2016 dan BRP Davao del Sur pada Mei 2017.

 👷  Jane's  

PT PAL Raih Kontrak Kapal Selam Otonom KSOT

  KSOT hasil rancangan PT  PAL KSOT-001 dalam ujicoba di Laut (Sekpres)

PT PAL Indonesia telah meraih kontrak dari Kementerian Pertahanan Indonesia untuk sejumlah kapal selam otonom (KSOT) yang jumlahnya tidak diungkapkan, demikian disampaikan CEO perusahaan, Kaharuddin Djenod, kepada Janes.

Djenod mengungkapkan kontrak tersebut dalam sebuah wawancara baru-baru ini di kantor perusahaan di Surabaya. Komentarnya menandai konfirmasi pertama bahwa KSOT telah melewati tahap prototipe dan demonstrasi menuju pengadaan evaluasi.

Detailnya masih terbatas, tetapi Djenod mengatakan varian yang dikontrak akan jauh lebih besar daripada prototipe yang didemonstrasikan pada Oktober 2025 dan akan membawa delapan torpedo ringan.

Detail tambahan tentang kontrak dan kapal selam yang akan dipasok akan diungkapkan pada Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan 81 tahun Tentara Nasional Indonesia, kata Djenod.

Program KSOT Indonesia diresmikan oleh PT PAL di Indo Defence 2022 sebagai bagian dari upaya pengembangan kemampuan perang bawah laut dalam negeri.

Infogradis KSOT PAL (PAL)
Konsep awal berpusat pada platform berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk melakukan misi termasuk pengawasan, pengintaian, dan serangan, sambil mengurangi risiko terhadap personel.

Sistem ini kemudian dibingkai sebagai kemampuan perang asimetris berbasis bawah laut, memungkinkan Angkatan Laut Indonesia untuk menghadapi musuh yang lebih besar dengan platform berbiaya rendah yang mampu meluncurkan torpedo dari jarak jauh.

Varian KSOT dengan panjang sekitar 15 m, dengan bobot sekitar 37 ton, telah digunakan dalam uji coba baru-baru ini, termasuk penembakan torpedo yang dilakukan di fasilitas Angkatan Laut Indonesia di Surabaya pada Oktober 2025.

Demonstrasi tersebut melibatkan peluncuran torpedo ringan dari apa yang tampak seperti tabung yang dipasang di luar.

Djenod mengatakan PT PAL juga mengantisipasi kontrak terpisah untuk torpedo ringan Piranha yang dikembangkan di dalam negeri..

   👷  Jane's  

Kamis, 11 Juni 2026

PT PAL Siapkan Empat Kapal Raksasa Tahun Ini

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dalam penyelesaian dan kapal LPD pesanan Filipina merupakan 2 kapal yang akan diluncurkan tahun ini di Surabaya (PAL)

PT PAL Indonesia menandai lima tahun perjalanan transformasi Industri Maritim 4.0 (IM4) dengan capaian sejumlah proyek strategis nasional dan target peluncuran empat kapal berukuran besar pada tahun 2026 ini.

Kaharuddin Djenod Direktur Utama PT PAL Indonesia mengatakan, transformasi yang dijalankan sejak 2021 itu untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi dan mempercepat penyelesaian berbagai proyek strategis nasional.

Kami telah tunjukkan bahwa insan-insan PT PAL mampu bersatu dan membangun bersama dalam satu kekuatan yang luar biasa. Kami berhasil menghasilkan Frigate Merah Putih, menghasilkan Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT), dan tahun ini kita akan melaunching empat kapal raksasa,” katanya, Minggu (7/6/2026).

Ia menjelaskan, percepatan pengerjaan proyek-proyek tersebut tidak lepas dari implementasi transformasi IM4 yang berfokus pada modernisasi proses bisnis, peningkatan efisiensi produksi, dan penguatan daya saing industri maritim nasional.

Tidak hanya berdampak pada perusahaan, ia mengatakan bahwa proyek-proyek yang dikerjakan PAL juga memberikan efek ekonomi yang luas.

Dalam setiap pembangunan kapal, PT PAL melibatkan berbagai industri dalam negeri, mulai dari galangan kapal, manufaktur komponen, jasa pendukung, hingga pelaku usaha kecil yang menjadi bagian rantai pasok industri maritim.

Setiap proyek yang dikerjakan PT PAL tidak hanya menghasilkan produk strategis bagi negara, tetapi juga menggerakkan ekonomi. Di dalamnya terdapat ribuan tenaga kerja yang terlibat serta industri pendukung yang ikut bertumbuh,” kata Kaharuddin.

Pada momentum peringatan HUT ke-46 PT PAL Indonesia, Kaharuddin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas kontribusi mereka selama lima tahun perjalanan transformasi perusahaan. Menurutnya, berbagai pencapaian yang diraih merupakan hasil kerja keras, inovasi, dan kolaborasi seluruh insan perusahaan.

Hasil kerja keras satu tahun terakhir adalah hasil dari semua usaha-usaha, inovasi-inovasi dari semua,” ucapnya.

Dengan mengusung tema “United, Transformed, Unstoppable”, peringatan ulang tahun galangan tersebut menurutnya jadi penegasan komitmen perusahaan untuk melanjutkan transformasi, memperkuat industri maritim nasional, serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian dan kemandirian industri pertahanan Indonesia. (ris/iss).

  📝  Suara Surabaya  

Kamis, 04 Juni 2026

Indonesia-Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat

  Di sepakati di Moskow Indonesia-Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat (ist)

Pemerintah Indonesia dan Rusia menyepakati perluasan kerja sama infrastruktur maritim antara kedua negara.

Kesepakatan ini dicapai dalam agenda Konsultasi Bilateral Kedua antara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan Penasihat Presiden sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai Patrushev, di Moskow, Senin, 1 Juni 2026.

Pertemuan ini menitikberatkan pada realisasi sejumlah rencana proyek strategis.

Di sektor energi dan manufaktur, PT PAL Indonesia dan perusahaan pelat merah Rusia, Rosatom, tengah merampungkan nota kesepahaman untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terapung (Floating Nuclear Power Plant/FNPP), menyusul penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) pada April 2026.

Pada sektor galangan dan logistik, PT PAL juga mematangkan kerja sama pembuatan kapal dengan Ak Bars Shipbuilding Corporation. Sementara itu, PT Pelindo tengah menindaklanjuti pengembangan armada kapal berkecepatan tinggi bersama Cifrex.

Dari sisi pemenuhan tenaga kerja, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sedang menyiapkan skema pengiriman tenaga terampil dari sektor galangan kapal ke Rusia.

AHY menegaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kebutuhan mendesak atas integrasi konektivitas antarmoda guna menekan tingginya biaya logistik nasional. Pengalaman Rusia di bidang teknologi maritim dan transportasi dinilai sejalan dengan kebutuhan infrastruktur Nusantara.

Guna memastikan seluruh rencana kerja tersebut tidak mandek, Indonesia dan Rusia resmi membentuk tiga kelompok kerja (Pokja) operasional. Pokja pertama ditugaskan untuk memacu pengembangan industri galangan kapal dan pelabuhan yang berkelanjutan.

Pokja kedua mengatur tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan. Sedangkan Pokja ketiga difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset, serta pelatihan maritim.

Rangkaian kesepakatan ini merupakan manifestasi langsung dari Deklarasi Kemitraan Strategis yang sebelumnya disahkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Juni 2025.

  🤝 
Sindonews  

Rabu, 27 Mei 2026

Laba PT PAL Indonesia Melonjak 108,58% Berkat Transformasi Industri Maritim

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dalam penyelesaian sistem tempur dan kapal LPD pesanan Filipina dalam penyelesaian di Surabaya (ss PAL)

Kinerja keuangan PT PAL Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang tahun buku 2025 seiring percepatan transformasi industri dan efisiensi operasional yang dijalankan perseroan dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyampaikan laba bersih PT PAL meningkat 108,58% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Menurut Kaharuddin, peningkatan laba tersebut ditopang percepatan proses produksi, efisiensi operasional, serta akselerasi digitalisasi yang memperkuat efektivitas kinerja perusahaan.

Dia menyebut, capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi perusahaan yang dijalankan dalam 5 tahun terakhir. “Capaian ini merupakan hasil transformasi yang telah kami jalankan selama 5 tahun terakhir,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Transformasi yang dijalankan PT PAL Indonesia mencakup implementasi Industri Maritim 4.0 melalui perubahan model bisnis, budaya kerja, hingga arah strategi perusahaan.

Salah satu fokus utama perusahaan ialah transformasi digital yang mengintegrasikan manajemen proyek, pengelolaan sumber daya manusia, dan rantai pasok ke dalam sistem terpadu.

Perseroan juga melakukan modernisasi fasilitas produksi, reorganisasi alur kerja, serta peningkatan kapasitas fabrikasi untuk mempercepat penyelesaian proyek.

Kaharuddin mengungkapkan kapasitas produksi perusahaan kini mencapai 50 blok kapal per bulan. Selain itu, waktu pengerjaan di dock berhasil dipangkas menjadi 6 bulan dari sebelumnya mencapai 2 tahun.

Dia menambahkan produk pertahanan masih menjadi kontributor utama pertumbuhan pendapatan usaha perseroan. Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kemampuan engineering dan kapasitas produksi PT PAL.

Di sisi lain, peningkatan aktivitas produksi PT PAL dinilai turut memberikan efek berganda terhadap industri penunjang nasional. Sejumlah sektor yang terdampak antara lain industri baja, manufaktur komponen, sistem kelistrikan, elektronik pertahanan, hingga teknologi maritim nasional.

Perseroan menilai keterlibatan industri domestik dalam proyek strategis perusahaan dapat memperkuat transfer teknologi, meningkatkan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN), memperluas penyerapan tenaga kerja, serta memperkuat rantai pasok maritim nasional.

PT PAL saat ini bukan hanya produsen kapal, tetapi juga berperan sebagai lead integrator dan national consolidator ekosistem galangan nasional dengan melibatkan industri-industri pendukung dalam negeri agar dapat tumbuh bersama,” kata Kaharuddin.

Melalui sinergi dalam Defend ID, PT PAL optimistis dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan industri maritim regional sekaligus mempercepat pengembangan industri pertahanan nasional yang mandiri dan berdaya saing global.

  📝  Bisnis   

Senin, 25 Mei 2026

Kapal Selam Scorpene Masuk Tahap Praproduksi

⚓️ Tonggak Sejarah Industri Pertahanan RI PAL Indonesia akan membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolved berkonfigurasi LiB di Surabaya. (Naval Group)

Pembangunan kapal selam Scorpene Evolved oleh PT PAL Indonesia bersama Naval Group disebut menjadi tonggak penting sejarah industri pertahanan nasionale sekaligus penanda masuknya Indonesia ke era baru penguasaan teknologi strategis bawah laut.

Proyek strategis untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tersebut kini telah memasuki tahap pra-produksi atau pre-production sebagai bagian dari persiapan teknis sebelum produksi utama dimulai.

Tahapan tersebut meliputi kesiapan desain, sistem produksi, penguatan sumber daya manusia, hingga pembangunan infrastruktur pendukung agar proses produksi berjalan sesuai standar internasional.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan proyek Scorpene Evolved memiliki arti strategis bukan hanya bagi sektor pertahanan, tetapi juga bagi masa depan industri teknologi nasional.

Indonesia tercatat sebagai negara pertama di ASEAN yang mampu membangun kapal selamnya sendiri, termasuk pengembangan kapal selam Scorpene Evolved dengan teknologi Advanced and Improved Propulsion (AIP). Kemampuan ini menegaskan kemajuan penguasaan teknologi strategis nasional sekaligus memperlihatkan kesiapan industri pertahanan Indonesia untuk bersaing di tingkat global,” ujar Kaharuddin.

Menurutnya, di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan dunia di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik, keberadaan industri pertahanan nasional yang kuat menjadi modal strategis bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat posisi sebagai negara maritim utama di regional.

Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas nasional, puluhan engineer PT PAL telah diberangkatkan ke Cherbourg, Prancis, untuk mengikuti program transfer teknologi dan penguatan keterampilan bersama Naval Group.

Program transfer of technology (ToT) tersebut menjadi langkah penting agar tenaga ahli Indonesia mampu menguasai pembangunan kapal selam modern berstandar global secara mandiri.

Bahkan, proses fabrikasi qualification section untuk “pilot hull sub-section” pertama Scorpene Evolved telah dimulai dan ditandai secara resmi di Surabaya pada 12 Desember 2025.

Direktur Program SRI Naval Group, Vincent Vimont, menyebut kerja sama dengan PT PAL menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri pertahanan Indonesia secara berkelanjutan.

Dengan bermitra dengan Naval Group dalam program transfer keterampilan yang ambisius, Indonesia bertujuan meningkatkan ekonomi lokal dan memperkuat kemampuan ekosistem industrinya. Perjanjian dengan PT PAL sebagai galangan kapal berpengalaman akan mewujudkan ambisi ini,” kata Vincent.

Pembangunan Scorpene Evolved dinilai bukan sekadar proyek pengadaan alutsista, melainkan simbol transformasi besar industri pertahanan nasional menuju industri berbasis teknologi tinggi, riset, dan inovasi.

Kolaborasi ini juga memperlihatkan bahwa penguatan pertahanan negara dapat berjalan seiring dengan pengembangan SDM unggul, transfer teknologi, dan pertumbuhan industri dalam negeri menuju kemandirian strategis Indonesia.

  👷  Indonesia Inside  

Sabtu, 23 Mei 2026

Pembangunan Kapal LPD Hanya Enam Bulan, AHY Puji Transformasi Industri Maritim PT PAL

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dalam penyelesaian sistem tempur dan kapal LPD pesanan Filipina yang dalam 5 bulan sudah mulai terlihat bentuknya di Surabaya (ss PAL)

Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau PT PAL Indonesia untuk memperkuat sinergi pengembangan industri galangan kapal nasional dan ekosistem maritim.

AHY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat mengapresiasi efisiensi produksi yang memangkas waktu pembangunan kapal secara signifikan. Kunjungan berlangsung di galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (21/5/2026).

AHY menyoroti pemangkasan durasi pembangunan kapal jenis Landing Platform Dock (LPD), yaitu kapal pengangkut pasukan dan kendaraan tempur.

Dulu membangun satu LPD (Landing Platform Dock) memerlukan waktu kurang lebih dua tahun. Sekarang, berkat transformasi dan modernisasi yang dilakukan, bisa dikerjakan hanya dalam enam bulan. Artinya, dalam durasi yang sama, kita bisa membangun empat LPD,” kata AHY di PT PAL Indonesia, Surabaya, Kamis (21/5/2026).

Ia menyatakan tujuan pemerintah sejalan dengan visi mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri dan berdaulat.

Kami memiliki tujuan yang sama sesuai visi dan misi Presiden, yakni mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri dan berdaulat melalui penguatan sektor industri yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh insan PT PAL dan bangga melihat transformasi yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

AHY menyebut permintaan internasional terhadap produk PT PAL terus meningkat, baik untuk kapal perang maupun kapal niaga.

Penguatan industri galangan kapal dinilai memberikan efek gentar (deterrence effect) dalam menjaga keutuhan wilayah RI sebagai negara kepulauan.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyebut kunjungan tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan industri maritim nasional.

PT PAL terus berkomitmen dalam menumbuhkan dan memperkuat industri maritim nasional. Tidak hanya kapal sebagai pendukung konektivitas, namun jembatan antar pulau merupakan infrastruktur industri maritim yang perlu diperkuat dan dikembangkan,” kata Kaharuddin Djenod di Surabaya, Kamis (21/5/2026).

Kaharuddin menyatakan pengembangan industri maritim perlu didukung peningkatan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan kolaborasi strategis.

Dalam kunjungan kerja ini, AHY juga merespons proyek tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) di Pantai Utara Jawa, yang cetak birunya ditargetkan selesai pada 2027.

  📝  Berita Jatim  

Jumat, 22 Mei 2026

PT PAL Jadi Pilar Kemandirian Maritim dan Pertahanan Indonesia

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dalam penyelesaian sistem tempur dan kapal LPD pesanan Filipina yang dalam beberapa bulan sudah mulai terlihat bentuknya di Surabaya (ss Markicap)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya peran PT PAL Indonesia mengambil peran sebagai pilar kemandirian maritim dan pertahanan nasional.

Hal tersebut dilakukan saat melakukan kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia, Jawa Timur, Surabaya, Kamis (21/05/2026).

Dalam kunjungannya, AHY menilai transformasi yang dilakukan PT PAL Indonesia telah membawa industri strategis nasional itu naik kelas hingga mampu bersaing di tingkat internasional.

Menurutnya, sejak awal berdiri, PT PAL Indonesia menjadi simbol harapan bangsa untuk mewujudkan kedaulatan maritim Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Ia menilai penguatan industri maritim sangat penting untuk menjaga wilayah laut sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi nasional.

Lebih lanjut, AHY menyebut kemampuan PT PAL Indonesia kini tidak hanya terbatas pada desain dan manufaktur kapal, melainkan telah berkembang menjadi pusat produksi untuk kebutuhan sipil, komersial, hingga pertahanan negara.

Transformasi tersebut, lanjut AHY, turut tercermin dari meningkatnya kapasitas produksi perusahaan. Ia menyebut proses pembangunan kapal kini dapat dilakukan lebih cepat dibanding sebelumnya.

Dulu pengerjaannya membutuhkan waktu lebih lama, sekarang dalam waktu sekitar enam bulan sudah bisa dikerjakan lebih cepat dengan kapasitas yang semakin besar,” ujarnya. Menurut AHY, peningkatan produktivitas PT PAL Indonesia juga membawa dampak positif terhadap perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan kerja baru dan penguatan industri dalam negeri.

AHY menegaskan bahwa penguatan PT PAL Indonesia menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan kemandirian maritim Indonesia di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.

  📝  Lentera  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...