Tampilkan postingan dengan label ITS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ITS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2026

Inggris-Indonesia Sepakati Kerja Sama Strategis di Bidang Pertahanan Maritim hingga Pendidikan

KRI BPD 322 frigate pertama PAL, hasil kerjasama Babcock (PAL)

Perusahaan pertahanan Inggris, Babcock International Group (Babcock), bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Kamar Dagang Inggris (Britcham), dan para mitra di Indonesia meluncurkan Maritime Partnership Programme (MPP).

Ini merupakan sebuah kesepakatan strategis guna memperdalam kerja sama Inggris–Indonesia di bidang pertahanan maritim, perikanan, kapabilitas industri, serta pengembangan keterampilan.

Chief Executive Babcock, David Lockwood OBE mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis utama bagi Babcock.

"Kemitraan ini akan mewujudkan komitmen tersebut, dan kami menantikan kelanjutan hubungan yang kuat dan berkelanjutan," kata David di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO OBE, mengatakan bahwa Maritime Partnership Programme memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berupa lapangan kerja, peluang, dan pertumbuhan.

Program ini mencerminkan komitmen bersama Inggris dan Indonesia terhadap stabilitas dan kemakmuran di Indo-Pasifik, menjunjung tinggi kebebasan navigasi serta mendukung tatanan internasional berbasis aturan.

"Melalui program ini, kita bersama-sama memperkuat ketahanan maritim, mendukung industri, dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi pemimpin Indonesia berikutnya. Kemitraan ini dibangun atas ambisi bersama danakan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia dan Inggris. Diplomasi, kolaborasi, dan prestasi!" ujarnya.

Ketua Kamar Dagang Inggris di Indonesia, Ian Betts, menyambut baik peluncuran UK–Indonesia Maritime Partnership Programme. Menurutnya program tersebut menjadi tonggak penting dalam memperdalam hubungan ekonomi dan industri antara kedua negara.

Ian menambahkan, Investasi Babcock, termasuk perannya dalam memperkuat kapabilitas fregat Indonesia melalui program Arrowhead 140, menunjukkan kuatnya keahlian maritim Inggris sekaligus komitmen jangka panjang terhadap ambisi maritim Indonesia.

Kemitraan tersebut dinilai melampaui sektor pertahanan, dengan mendorong pengembangan industri lokal, transfer keterampilan, serta pertumbuhan ekosistem maritim yang lebih luas di Indonesia. Hal ini mencerminkan visi bersama untuk infrastruktur maritim yang tangguh, berkelanjutan, dan aman di kawasan Indo-Pasifik.

Peluncuran Maritime Partnership Programme turut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Inggris untuk Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Keir Mather, Chief Executive Babcock David Lockwood OBE, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey CVO OBE, serta perwakilan sektor bisnis, pejabat pemerintah senior, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Babcock diketahui menandatangani empat Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan universitas-universitas terkemuka, mitra industri, dan pemangku kepentingan utama dari program MPP. MoU ini mencakup pengembangan tenaga kerja, pendidikan, beasiswa, serta kapabilitas industri guna mendukung tujuan maritim Indonesia dan implementasi MPP.

Salah satu MoU yang ditandatangani yakni terkait Beasiswa Chevening. Babcock berkomitmen mendanai total 30 beasiswa Chevening Pemerintah Inggris bagi mahasiswa Indonesia, yang akan diberikan secara bertahap selama periode tiga tahun untuk mendukung calon pemimpin masa depan di sektor maritim dan industri.

Selain itu, Babcock juga menyepakati kemitraan dengan enam universitas di Inggris dan Indonesia untuk memperkuat kapasitas pendidikan dan keterampilan maritim yang selaras dengan prioritas MPP, membuka peluang pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Konsorsium ini terdiri dari Newcastle University, University of Strathclyde, University of Edinburgh, University of Glasgow, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Selain itu Babcock dan PT Len Industri juga sepakat berkolaborasi dalam pengembangan teknologi angkatan laut dan maritim, termasuk potensi pemanfaatan fasilitas DEFEND ID.

Kemudian Babcock juga menjajaki kerja sama pembuatan kapal dengan PT Citra Shipyard, pengembangan keterampilan, transfer teknologi, dan rantai pasok.

MoU tersebut juga mencerminkan strategi yang terarah untuk berinvestasi di seluruh spektrum pembangunan maritim Indonesia, serta melanjutkan kesepakatan maritim senilai £4 miliar antara Inggris dan Indonesia yang ditandatangani pada November 2025.

Inisiatif ini juga memperkuat komitmen Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer di London pada 20 Januari 2026.

  📝  Investor Trust  

Rabu, 24 September 2025

Kemhan Buka Workshop Transfer Teknologi Kapal Selam

(Dittekindhan)

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., membuka Workshop Submarine dengan tema Dive Into Innovation: Transferring Submarine Technology For Future Generations yang berlangsung di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta.

Workshop menghadirkan narasumber utama Admiral Leibert dari Drass Italia, seorang mantan submariner Angkatan Laut Italia, serta Mr. Petar Dumicic representatif dari Excalibur International. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Kemhan, TNI Angkatan Laut, Universitas Pertahanan, Institut Teknologi Sepuluh November dan Industri Pertahanan (PT PAL, PT. Palindo Marine dan PT. Robomarine).

Workshop yang diselenggarakan selama lima hari ini merupakan bagian dari program ofset Kementerian Pertahanan dalam rangka alih teknologi sistem kapal selam dari indirect offset pengadaan Alpalhankam melalui Excalibur International. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperdalam pengetahuan mengenai sistem dan teknologi kapal selam yang kelak bermanfaat untuk mendukung pengembangan teknologi pertahanan nasional.

Dalam sambutannya Dirjen Pothan menekankan pentingnya program ofset sebagai salah satu mekanisme akuisisi teknologi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Selain pembelian Alpalhankam dari luar negeri, ofset dianggap sebagai cara efektif untuk memperoleh pengetahuan dan teknologi baru dengan investasi yang lebih terjangkau.

Pengetahuan yang diperoleh dari workshop ini diharapkan dapat diaplikasikan di lingkungan kerja masing-masing, khususnya dalam mendukung pengembangan kemampuan industri pertahanan nasional, termasuk rencana pembangunan kapal selam di Indonesia.

Kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

  👷  Dittekindhan  

Minggu, 08 Januari 2023

ITS Turut Serta Kembangkan dan Uji Roket Pertahanan Karya Anak Bangsa

Uji coba roket pertahanan R-Han 450 (Detik) 🚀

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut serta dalam pengembangan hingga uji statis roket buatan anak bangsa.

Kegiatan dilakukan di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (BUTPAAG-LAPAN), Garut, Jawa Barat.

Pengujian roket yang dinamai R-Han 450 itu dimaksudkan untuk mengetahui kapasitas pada beberapa bagian roket yang telah dikembangkan sebelumnya.

Kegiatan pengujian dilakukan bersama tim gabungan Puslitbang Alpahan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, PT Dahana, Pusat Riset Teknologi Roket Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA).

  Pengujian R-Han 450 Dilakukan pada Oktober Lalu 

DR Widyastuti SSi MSi selaku Wakil Ketua Pusat Penelitian Internet of Thing dan Teknologi Pertahanan (IoTTP) Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS menuturkan pengujian statis pada R-Han 450 dilakukan pada Oktober lalu.

Nah, pengujian tersebut berfokus pada bagian tabung dan nosel. Kala itu, roket dikunci statis dan propelan di dalam bagian tabung roket dibakar serta diberlakukan kondisi operasi.

"Dari pengujian tersebut, secara bersamaan perilaku tabung dan nosel diamati," ujar Widya, dikutip dari laman resmi ITS pada Selasa (3/1/2023).

Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui kesesuaian konstruksi, kemampuan kerja, waktu pembakaran, gaya dorong, nilai tekanan, dan kapasitas lainnya dari roket R-Han 450.

  Dua Tim dari ITS Terlibat dalam Pengembangan 
Peluncuran Roket RX 200 TC Seri 01 di Garut (LAPAN BRIN) 🚀

Di hari berikutnya, dilakukan peluncuran RX200-TC. Sayangnya, karena ada kendala pada detektor yang tengah digunakan, maka uji terbang dari roket eksperimental harus ditunda.

Namun, tes peluncuran kembali dilakukan di Pantai Karang Papak, Garut, pada 21 Desember 2022 lalu. Selain mengikuti jalannya uji coba, sebanyak dua tim dari ITS juga terlibat dalam pengembangan program tersebut.

Tim pertama adalah Riset Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) yang diketuai oleh Widya sendiri. Tim tersebut berfokus pada pengembangan material tipnosecone R-Han 450 yang berbahan Thermal Barrier Coating atau TBC dan tidak mengganggu telemetri.

Sementara itu, tim kedua dari ITS terdiri dari Prof Hamzah Fansuri SSi MSi PhD dan Alief Wikarta ST MSc Eng PhD. Mereka bertanggung jawab atas program Riset Produktif INvitasi LPDP terkait penelitian Extruded Double Base (EDB) Folding Fin Aerial Rocket (FFAR) 70.

Fokus utama dari tim ini adalah pengembangan bahan pendorong dari roket FFAR-70 yang disebut propelan, nantinya pengujian dilakukan pada tahun ketiga penelitian.

Oleh karenanya, tim tersebut turut serta dalam melihat uji statis R-Han 450 dan uji terbang RX200-TC. Tujuannya sendiri untuk mengobservasi proses uji statis dan uji terbang dalam mempersiapkan EDB FFAR-70.

BRIN dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut membiayai pengembangan tersebut.

  Produk-produk Inovasi Sebagai Produk Pertahanan Keamanan 

Usai pengujian roket tersebut, dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS itu berharap ke depannya produk-produk inovasi yang telah diteliti dan dikembangkan ITS dapat diaplikasikan pada produk pertahanan keamanan (hankam) sesungguhnya.

"Semoga dari produk tipescone R-Han 450 yang telah dibuat dan FFAR-70 yang sedang dilakukan penelitian dapat berguna untuk sistem pertahanan Indonesia," pungkasnya. (aeb/nwk)

  🚀 detik  

Minggu, 16 Oktober 2022

PT Dahana – ITS Jalin Kerja Sama Penelitian Propelan

➶ Untuk Bahan Bakar Roket(dok Dahana) ★

PT Dahana bersama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penelitian dan Pengembangan Bahan Berenergi Tinggi di Kantor Dahana, Subang, Jumat (14/10).

Kerja sama ini merupakan tindaklanjut program penelitian RISPRO INVITASI LPDP tentang EDB FEAR 70 berjudul Pengembangan Propelan Extruded Double Base (EDB) untuk Bahan Bakar Folding Fin Aerial Rocket (FFAR). ITS Surabaya dengan para peniliti lintas keilmuan nantinya akan melaksanan penelitian dalam rentang waktu tiga tahun.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Suhendra Yusuf RPN menyampaikan, penelitian dan inovasi sudah menjadi bagian dalam setiap industri terutama PT Dahana. Menurutnya, kolaborasi bersama banyak pihak, terlebih ITS merupakan langkah baik untuk mewujudkan kemandirian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) nasional.

PT Dahana akan selalu siap memberikan dukungan agar proses riset dapat menjadi nafas dalam setiap proses industri,” kata Suhendra melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi IDM.

Roket FFAR ★

Lebih lanjut, Suhendra pun mengungkap salah satu produk yang mendesak diproduksi secara mandiri adalah propelan. Oleh karenanya, ia mengaku PT Dahana membuka diri untuk berkolaborasi dengan universitas dalam rangka menjalankan penelitian dan pengembangan.

Di sisi lain, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian ITS, Bambang Pramujati mengatakan, kolaborasi ini merupakan kesempatan luar biasa yang akan menjaga kesinambungan antara penelitian yang dilakukan peneliti kampus dengan kemajuan industri di tanah air. Ia pun mengaku ITS akan memberikan dukungannya kepada PT Dahana dalam penggunanaan fasilitas-fasilitas penelitian dan sumber daya manusianya.

Kami ingin menggandeng rekan-rekan industri untuk bekerjasama berinovasi untuk membuat produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bambang. (un)

  Indonesia Defense  

Rabu, 03 Agustus 2022

ITS Surabaya Gandeng BTI Defence

Kembangkan Teknologi PertahananKerja sama ITS Surabaya dengan BTI Defence menggarap sektor pertahanan. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kerja sama dengan perusahaan swasta, BTI Defence bakal meningkatkan dan pengembangan inovasi baru dalam memperkuat pertahanan nasional.

BTI Defence merupakan perusahaan yang bergerak dibidang persenjataan, sistem kendali, dan navigasi yang fokus utamanya bergerak dibidang pertahanan maritim nasional.

"Indonesia membutuhkan transformasi teknologi dibidang ini untuk meningkatkan pertahanan negara serta meminimalisir risiko kecelakaan akibat malfunction alat. Diperlukan kreativitas dan inovasi anak-anak muda yang paham di bidang ini," ujar Co-founder sekaligus Director BTI Defence Peter Tjahjono, usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Gedung Rektorat ITS, Selasa (2/8/2022).

Rektor ITS Mochamad Ashari menyampaikan, inovasi yang ingin dikembangkan oleh BTI Defence khususnya dibidang maritim ini memiliki fokusan ilmu yang sangat dekat dengan pengembangan ilmu di ITS.
 

  Liputan 6  

Minggu, 31 Juli 2022

Doktor ITS Kembangkan Radar Jarak Jauh

Dengan Biaya Murah Dr Devy Kuswidiastuti ST MSc saat mempresentasikan disertasinya mengenai radar jark jauh dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Departemen Teknik Elektro ITS

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menambah daftar lulusannya yang bergelar doktor. Kali ini, Dr Devy Kuswidiastuti ST MSc dari Program Studi S3 Teknik Elektro yang berhasil meraih gelar doktor lewat penelitiannya mengenai radar jarak jauh yang dapat mencapai resolusi tinggi dalam sudut, jangkauan, dan kecepatan yang dipaparkan pada Sidang Terbuka Promosi Doktor, Selasa (26/7).

Berdasarkan keterangan perempuan kelahiran Gresik tersebut, teknologi radar phased array konvensional yang dipakai selama ini mempunyai kekurangan yaitu hanya mampu memancarkan sinyal untuk ke arah tertentu. “Namun, ketika ingin memperbesar jangkauan, radar menjadi kurang mampu untuk membedakan dari arah mana sinyal itu yang diterima oleh beam,” terangnya. Oleh karena itu, melalui disertasinya yang berjudul Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) Multiple-input Multiple-output (MIMO) Radar with Circulating Codes (CC), Devy berfokus untuk mengatasi permasalahan radar dalam spesifikasi arah datang sinyal dan jangkauan yang sempit.

Dalam penelitian yang telah menerima paten pada Maret 2022 lalu dengan judul Sistem Radar Jarak Jauh dengan Sorot Jamak Serentak Menggunakan Teknik CC-OFDM MIMO tersebut, Devy memanfaatkan sinyal OFDM yang kerap kali digunakan dalam bidang komunikasi untuk diterapkan dalam teknologi radar yang ia kembangkan.

Sinyal OFDM ini akan digabungkan dengan CC MIMO yang dapat menghasilkan beam yang mengarah ke sudut tertentu dengan memberikan beda fase pada elemen yang memancarkan sinyal. “Setiap sinyal OFDM akan dikodekan dengan kode tertentu, sehingga ketika sinyal ditangkap kembali oleh penerima sinyal dapat diketahui dari arah beam mana sinyal tersebut berasal,” jelas perempuan yang juga dosen Departemen Teknik Elektro ITS ini.

Dengan begitu, lanjutnya, penambahan fitur OFDM pada CC MIMO radar ini memungkinkan untuk membuat 63 beam guna dipancarkan secara serentak. Hal tersebut yang membedakan dengan radar phased array konvensional yang hanya memancarkan sinyal ke satu arah tertentu. “Sehingga ketika radar konvensional digunakan untuk mendeteksi benda yang berada di lain arah, maka perlu adanya rotor untuk memutar radar tersebut,” ungkapnya.

Menurut Devy, untuk mengubah arah pancaran sinyal dari radar tanpa menggunakan rotor, maka beda fase dari setiap pemancar sinyal harus dimodifikasi. Saat ini, untuk mengubah beda fase, radar menggunakan komponen phase shifter. “Namun komponen phase shifter ini sangatlah mahal,” imbuh alumnus Hochschule Darmstadt, Jerman ini.

Devy meyakini, keunggulan lain dari radar rancangannya adalah dapat mengeliminasi penggunaan phase shifter yang mahal tersebut. Hal ini disebabkan beda fase yang diperlukan untuk memutar arah pancaran sinyal dapat diperoleh dari sinyal OFDM. “Dengan begitu, harga radar yang menggunakan teknik CC-OFDM MIMO ini menjadi lebih murah,” tandasnya meyakinkan.

Dengan keunggulan-keunggulan yang ditawarkan oleh penelitiannya tersebut, Devy berhasil keluar dinyatakan lulus sebagai doktor Teknik Elektro. Devy berharap penelitiannya ini dapat lanjut dalam tahap prototyping dan komersialisasi. “Dengan begitu, Indonesia mampu memproduksi radar berteknologi OFDM ini dengan biaya murah,” pungkasnya optimistis. (HUMAS ITS)

  ♔
ITS  

Kamis, 04 November 2021

Menhan Prabowo Dukung Penuh Teknologi Pertahanan

 Sambangi ITB Radar Pasif LAPI ITB [Kemhan] 

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Rabu (3/11) menyambangi Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk bertukar pikiran dengan para ahli teknologi pertahanan terkait kontribusi yang bisa diberikan untuk kemajuan pertahanan negara.

Dalam pertemuan tersebut Menhan Prabowo menegaskan dukungan Kementerian Pertahanan bagi usaha dan inovasi dari para ahli teknologi dari ITB melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Kemhan dan ITB tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Penelitian, Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang Mendukung Pertahanan Negara.

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani oleh Menhan Prabowo dan Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah. Kesepakatan dimaksudkan untuk mewujudkan pertahanan negara Indonesia yang tangguh dan mandiri melalui kegiatan kerjasama pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kemajuan teknologi pertahanan tergantung dengan para ilmuwan. Kami sangat membutuhkan Anda. Kami siap berusaha mendukung usaha-usaha dan inovasi saudara,” kata Menhan Prabowo di Kampus ITB, Bandung, Rabu.

Ilustrasi Radar Pasif LAPI ITB [GM]

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Institut ITB Prof. Widjaja Martokusumo, Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Dr. Joko Sarwono, Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Prof. Tatacipta Dirgantara, Kepala Pusat Teknologi Teknologi Pertahanan dan Keamanan Djarot Widagdo, Ph.D, dan peneliti bidang Teknologi Pertahanan Dr. Joko Suryana dan Prof. Suhono Harso Supangkat.

Pada acara tersebut, Menhan Prabowo juga berkesempatan melihat beberapa hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh ITB antara lain pengembangan AESA Radar dan Radar Pasif yang merupakan hasil penelitian dan pengembangan bersama dengan Balitbang Kemhan.

ITB juga mengembangkan simulator pesawat tempur dan simulator pesawat tanpa awak bersama dengan Balitbang Kemhan dan PT DI dan mengembangkan bahan material dari alam untuk pembuatan rompi anti peluru, juga bahan baku propelan untuk roket. Selain itu, ITB juga mengembangkan wahana udara tanpa awak untuk keperluan serial suveillance sumber daya alam dan batas wilayah NKRI.

Selain ITB, sebelumnya pada September, Menhan Prabowo telah menyambangi Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan menandatangani kerja sama serupa di bidang penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pertahanan negara. (Biro Humas Setjen Kemhan)

  ♔
Kemhan  

Jumat, 10 September 2021

Menhan Ajak PTN Kerjasama Perkuat Pertahanan Indonesia

[Kemhan]

M
enteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Senin (6/9), melaksanakan kunjungan kerja ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), sekaligus menyaksikan acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan Kedua Perguruan Tinggi tersebut.

Mari kita sama-sama mewujudkan pertahanan negara Indonesia yang kuat, tangguh dan mandiri melalui kegiatan kerja sama pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi”, kata Menhan dalam sambutannya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini, jelas Menhan lebih jauh, bertujuan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki oleh Kemhan dan Perguruan Tinggi Negeri dalam hal ini Unair dan ITS secara maksimal, demi mendukung upaya penyelenggaraan pertahanan negara.

Dengan penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Menhan menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada pihak Unair dan ITS atas terwujudnya jalinan hubungan kerja sama, yang diharapkan dapat membangun komitmen dan sinergitas melalui penyelenggaraan kegiatan pendidikan, penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Desain Produk Pertahanan & Keamanan Nasional 2021 kategori Akademis [Kemhan]

Sementara ruang lingkup Nota Kesepahaman antara Kemhan RI dengan Unair dan ITS antara lain,

⍟ Pertama, Penyelenggaraan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan,
⍟ Kedua, Penyelenggaraan Kolaborasi Riset dan Pengembangan Sumber Daya,
⍟ Ketiga, Penyelenggaraan Kegiatan Ilmiah, Kajian Ilmiah, Seminar dan Lokakarya,
⍟ Keempat, Penyediaan Komponen Pendidikan dan Tenaga Ahli,
⍟ Kelima, Kegiatan lainnya yang disepakati oleh Kemhan RI, Unair serta ITS.

Dalam kunjungan ini, Menhan juga mengapresiasi hasil-hasil penelitian yang diperlihatkan oleh dua universitas tersebut, di antaranya vaksin yang dikembangkan oleh Unair dan ventilator, oksigen konsentrator, sepeda motor listrik, dan teknologi kapal selam yang dikembangkan oleh ITS.

Bersama Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., dan Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Menhan Prabowo Subianto selama kunjungan kerja tersebut didampingi Rektor UNHAN RI Laksdya TNI Prof. Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD., CIQnR., CIQaR., IPU., Asisten Khusus Menhan Bidang Manajemen Pertahanan Negara Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, Kabaranahan Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari, M.Eng., dan Kabalitbang Kemhan Marsda TNI Julexi Tambayong. (Biro Humas Setjen Kemhan)

 
Kemhan  

Kamis, 16 April 2020

Inhan Akan Produksi Ventilator

Erick Thohir coba sinergikan penemu ventilator dan industri pertahananIlustrasi Portable Ventilator karya BPPT [BPPT]

Menteri BUMN Erick Thohir akan mensinergikan para penemu ventilator lokal dengan BUMN-BUMN industri pertahanan dalam rangka menanggulangi pandemi Virus Corona baru atau COVID-19.

"Saya berharap, kami di Kementerian BUMN terus bersinergi dengan segala Kementerian, kita tidak punya ego sektoral. Dan hari ini mudah-mudahan juga apa yang dilakukan oleh para penemu ventilator lokal juga akan kita sinergikan dengan industri pertahanan kita," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis.

Erick Thohir sudah mencoba kontak pihak-pihak yang berada di industri pertahanan untuk coba mensinergikan hal tersebut.

"Saya kemarin sudah coba kontak yang ada di industri pertahanan untuk coba mensinergikan," ujar Menteri BUMN itu.

Menurut Erick Thohir, tidak mudah membangun industri nasional tapi mestinya bisa. Kalau hari ini bisa 10 persen, tahun depan 30 persen, kemudian tahun depannya lagi 50 persen.

Namun dia meminta bahwa upaya membangun industri nasional tersebut jangan diartikan bahwa bangsa Indonesia anti impor.

"Kita juga tidak anti impor. Memang beberapa tidak ada yang bisa dilakukan tetapi untuk yang bisa kita lakukan harus bisa," ujar Erick Thohir.

Erick juga meminta bahwa sekarang bukan eranya saling menyalahkan namun eranya saling bergotong royong.

Sebelumnya tiga perusahaan domestik milik pemerintah siap untuk memproduksi ribuan ventilator, atau alat bantu pernapasan, yang kerap dibutuhkan oleh pasien terpapar COVID-19.

 Siap produksi ribuan ventilator

Tiga perusahaan domestik milik pemerintah siap untuk memproduksi ribuan ventilator, atau alat bantu pernapasan, yang kerap dibutuhkan oleh pasien terpapar virus corona jenis baru atau COVID-19.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, mengatakan tiga perusahaan yang merupakan industri strategis itu adalah PT Len Industri (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia/PTDI (Persero).

Hal itu juga sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk mengoptimalkan sumber daya domestik dalam penanganan COVID-19. Presiden juga memerintahkan untuk mengoptimalkan penggunaan komponen bahan baku dari dalam negeri.

"Peluang memproduksi ventilator dalam negeri ini untuk mencukupi kebutuhan alat bantu pernapasan bagi pasien COVID-19,” ujar Moeldoko dari rapat koordinasi rencana produksi ventilator dalam negeri itu yang digelar melalui konferensi video.

Moeldoko juga mengajak seluruh industri untuk mengaplikasikan pesan dari Presiden agar industri dalam negeri lebih optimal untuk menangani COVID-19.

Saya bangga karena sejumlah pihak baik perusahaan dan universitas sudah maju dan memiliki inisiatif memikirkan produksi ventilator,” ujarnya.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Elfien Goentoro mengatakan pihaknya mampu memproduksi 1000 ventilator dalam satu pekan. Dalam produksi ventilator, PTDI bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) sebagai pihak inovator untuk membuat ventilator.

Kami memastikan agar prototype (purwarupa) lulus uji BPFK, proses produksi, set up' lini produksi di PTDI agar lulus uji Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Dirut PT Len Zakky Gamal menargetkan bisa memproduksi ventilator hingga 50 unit per hari pada Mei 2020.

Kami mengharapkan dukungan KSP (Kantor Staf Presiden) untuk percepatan pengembangan dalam penerbitan izin produksi dan izin edar ventilator ini," ujar Zakky.

Saat ini, PT Len sedang menyiapkan produksi massal ventilator yang lolos uji Badan Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK). Selain itu, PT Len juga menyiapkan desain industri purwarupa yang dikembangkan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dirut Pindad Abraham Mose menargetkan bisa produksi 40 unit ventilator per hari. Semua komponen ventilator menggunakan produk lokal.

Dirancang untuk menjadi alternatif solusi terhadap kekurangan alat ventilator di rumah sakit. Vendor komponen sementara dari Pindad sendiri." ujar Abraham.

Sementara itu, Direktur Pengawas Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Sodikin Sadek mengatakan saat ini sudah terdapat 18 tim riset khusus untuk ventilator yang berasal dari ITS, ITB dan UGM. Kemudian, terdapat juga dari LIPI dan perusahaan-perusahaan produsen alat kesehatan.

Saat ini, BPFK yang bertugas memberikan lisensi terhadap alat kesehatan sedang mendampingi beberapa universitas dan perusahaan dalam proses produksi ventilator.

Rata-rata daya tahan ventilator yang diajukan tidak hanya 1 x 24 jam, namun 3 x 24 jam. BPFK tidak mempersulit izin tetapi memastikan keamanan alat tersebut tetap menjadi prioritas,” kata Kepala BPFK Prastowo Nugroho.

 Akhir April RI miliki 200 ventilator produksi lokal

Jadi diharapkan pada 25 April 2020 kita bisa, mudah-mudahan, mendapatkan 200 unit pertama ventilator buatan Indonesia.

Indonesia akan mendapat tambahan pasokan 200 alat bantu pernafasan ventilator portabel produksi dalam negeri yang ditujukan untuk pasien terjangkit COVID-19, selambat-lambatnya pada akhir April 2020.

Hal itu ditegaskan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers virtual usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

Ventilator portabel itu didesain oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknonologi (BPPT) dan diproduksi dua perusahaan dalam negeri. Masing-masing perusahaan itu memiliki kapasitas produksi 100 unit ventilator portabel.

Jadi diharapkan pada 25 April 2020 kita bisa, mudah-mudahan, mendapatkan 200 unit pertama ventilator buatan Indonesia,” ujar dia.

Saat ini purwarupa (prototipe) dari ventilator buatan lokal itu sedang diuji di Kementerian Kesehatan. Pengujian itu akan rampung pada pekan ini, sehingga pekan depan sudah memasuki tahapan produksi.

BPPT berencana menambahkan dua lagi mitra perusahaan domestik, sehingga pembuat ventilator portabel dalam negeri ini menjadi empat perusahaan. Dengan begitu kapasitas produksinya pun menjadi 400 ventilator portabel.

"Dua lagi sudah menyatakan siap, salah satunya BUMN, yakni Indofarma, sehingga kita harapkan nanti bisa 400 unit per minggu. Kebutuhan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19,“ tambahnya.

Selain ventilator domestik yang dikembangkan BPPT, saat ini ujar Bambang, terdapat 15 usulan lainnya terkait ventilator dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, pihak swasta, maupun kelompok masyarakat.

Saat ini tentu mereka harus melakukan penggujian terlebih dahulu di Kementerian Kesehatan. Kami minta dukungan dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian BUMN agar ada mitra atau mitra industri yang bisa memproduksi prototipe yang sudah diuji,” ujarnya.

  antara  

Rabu, 04 Maret 2020

[Video] ITS Bangun Kapal "Croc'

Bisa Menyelam & Melayang Institut teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, segera merampungkan pembuatan kapal perang canggih bernama, The Croc. Kapal perang yang dapat berubah menjadi tiga mode sekaligus ini, diperkirakan selesai pada 2020.

Liputan CNN



  Youtube  

Kamis, 19 Oktober 2017

BPPT dan ITS Selesaikan Model Kapal Selam Mini

Model kapal selam mini buatan Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH). (Viva) ★

Kementerian Pertahanan memberi mandat kepada Balai Teknologi Hidrodinamika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya untuk mendesain, pengujian dan pembuatan kapal selam.

Menurut Perekayasa Utama BTH, Muhamad Ridwan Utina, proyek tersebut sudah dikerjakan sejak 2015. Oleh karena itu, tahap pengujian dan pembuatan model juga sudah selesai tahun lalu.

Sudah sampai uji coba kemampuan, kinerja uji bergelombang, dan tenaga penggerak utama. Tinggal pembangunannya (kapal selam),” ujar Ridwan kepada VIVA.co.id di Surabaya, Rabu 18 Oktober 2017.

Ia menyebut proyek kapal selam itu belum bisa dilanjutkan ke tahap pembangunan akibat kendala pendanaan. Soal pembuatan model sampai pengujian, Ridwan menjelaskan hal yang tersulit adalah membuat propeller atau baling-baling kapal selam.

Ridwan menegaskan pihaknya harus lebih detail membuat propeller sampai bunyi baling-baling ‘halus’ dan tidak meninggalkan jejak gelombang.

Bahan baku propeller sendiri, lanjut Ridwan, dibuat dari alumunium, kuningan, timbal dan perunggu. “Kapal selam membutuhkan getaran kecil supaya tidak terdeteksi oleh musuh,” kata Ridwan.

Lalu, proses yang menghabiskan waktu adalah pembuatan model. Untuk desain bisa dalam waktu seminggu, tapi pembuatan model bisa satu bulan.

Proyek kapal selam milik Kementerian Pertahanan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 2007. Waktu itu desain yang dibuat oleh BTH adalah desain kapal selam mini.

Akan tetapi, program strategis ini mandek karena faktor dana. Delapan tahun kemudian dilanjutkan kembali, di mana kali ini ITS dilibatkan untuk melanjutkan desain desain kapal selam mini.

  Vivanews  

Selasa, 29 Agustus 2017

Indonesia Kembangkan Kapal Selam Mini

Konsep kapal selam mini Indonesia [Panji M]

Indonesia akan membentuk konsorsium untuk mengembangkan kapal selam mini yang ditargetkan selesai pada 2025, kata Deputi Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Wahyu W Pandoe.

"Saat ini konsorsium tersebut sedang dijajaki dan akan dibentuk dalam waktu dekat," katanya di sela Seminar BPPT-Saab "Meraih Pertahanan yang Tangguh melalui Teknologi Pertahanan Bawah Air" di Jakarta, Selasa.

Konsorsium yang akan melibatkan BPPT, TNI, PT PAL, ITS, ITB, PT Risea, dan lembaga lain itu akan mengembangkan industri pertahanan bawah laut guna membangun kemandirian bangsa.

Prototipe kapal selam mini tersebut rencananya dibangun dengan dimensi 32 meter x 3 meter yang mampu menyelam di kedalaman 150 meter di bawah laut selama 2-3 hari dengan kapasitas 11 awak.

"Ini hanya sasaran antara, tujuan berikutnya adalah mengembangkan kapal selam ukuran besar jenis U209. Penguasaan teknologi bawah laut sangat penting untuk negara maritim sehingga harus dimulai dari sekarang," kata Wahyu.

Untuk mengembangkan kapal selam ini, BPPT mulai menjajaki kerja sama dengan Saab, industri pertahanan Swedia yang bersedia melakukan alih teknologi pertahanan bawah air.

Kepala Bagian Program dan Anggaran Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan BPPT Dr Fadilah Hasim mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menguasai teknologi bawah laut.

BPPT, ia menjelaskan, juga memiliki berbagai laboratorium yang mendukung alih teknologi bawah laut seperti Balai Teknologi Hidrodinamika, Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika, Balai Besar Kekuatan Struktur, Balai Teknologi Mesin Perkakas Produksi dan Otomasi, Balai Teknologi Polimer dan Balai Teknologi Termodinamika Motor Propulsi.

"Negara yang mengembangkan teknologi kapal selam tidak banyak di dunia, misalnya AS, Rusia, Perancis, Jepang, dan Korea Selatan dan cukup sulit untuk melakukan alih teknologi, khususnya negara anggota NATO. Sedangkan Swedia karena bukan anggota NATO, sehingga lebih terbuka dalam alih teknologi," katanya.

Manajer Teknologi Saab Kockums Swedia, Roger Berg, mengatakan perusahaannya telah 100 tahun mendesain dan memproduksi kapal angkatan laut dan telah 100 tahun mengembangkan kapal selam serta sedang mengembangkan program kapal selam modern, A26 Kockum Class.

Teknologi kapal selam terbaru yang dikembangkan Swedia adalah kemampuan tinggal di kedalaman laut dalam waktu lama dengan nyaman, kemampuan dalam menghadapi tekanan dan kemampuan mendeteksi ancaman serta penggunaan energi ramah lingkungan, kata Berg.
 

  Antara  

Rabu, 10 Juni 2015

Kapal Motor Cepat Untuk Kodam VI/Mulawarman

Kapal berbobot 19 ton itu adalah kapal pertama yang dimiliki Kodam VI/Mulawarman http://cdn-2.tstatic.net/kaltim/foto/bank/images/kmc_20150604_162618.jpgKMC Komando melakukan manuver di Perairan Pantai Manggar pada uji coba serah terima kapal bantuan dari KASAD kepada Kodam VI Mulawarman yang diterima langsung oleh Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Puji Hastono, Rabu (3/6/2015).

Kapal Motor Cepat (KMC) Komando bergerak lincah di perairan Pantai Manggar Segar Sari. Kapal militer milik Kodam VI Mulawarman itu mampu berputar 360 derajat meski berada dalam satu titik.

"Hati-hati, pegangan, kecepatan kapal ini sampai 35 knot, nanti bisa rem mendadak," ucap Direktur Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Dirbekangad), Brigjen TNI Pasenga Talilah kepada Tribun saat berada di atas Kapal Motor Cepat (KMC) Komando.

Rabu (3/6/2015) pagi itu, Kodam VI Mulawarman menguji KMC Komando, kapal canggih buatan anak negeri. Sambil tersenyum dan berpegangan di tiang pembatas kapal, Brigjen TNI Pasenga tak mampu menutupi kebanggaannya berada di atas kapal tercanggih milik TNI tersebut.

Jenderal bintang satu ini takjub, menurutnya kapal yang menyerupai CB (Combat Boat) 90 buatan Swedia, ternyata merupakan asli rancangan anak bangsa.

"Rancang bangun kapal berasal dari para perwira Ditbekang TNI-AD dan melibatkan tenaga ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS). Lalu yang membantu produksinya yaitu PT. Tesco Indomaritim," katanya dalam acara serah terima KMC Komando dari Dirbekangad kepada Pangdam VI/Mulawarman.

Sementara itu, PangdamVI/Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono sangat mengapresiasi alutsista terbaru ini.

Ia berujar dengan adanya KMC Komando, TNI AD mampu mengoptimalkan dan memberdayakan produksi dalam negeri demi membangun pertahanan negara. Hal ini sangat bermanfaat mengingat anggaran peremajaan alutsista TNI amatlah terbatas.

Kapal berbobot 19 ton itu adalah kapal pertama yang dimiliki Kodam VI/Mulawarman. Sebelumnya kendaraan air yang dimiliki hanya berjenis speedboat bukan kapal.

Sebagai alutsista tercanggih dan terbaru, butuh spesifikasi tersendiri dalam pengoperasiannya.

Kodam VI/Mulawarman sebelumnya telah mengirim tiga prajuritnya dalam pelatihan operasional KMC Komando di bawah asuhan Ditbekangad. Namun, tak lupa Pangdam mengajak prajuritnya belajar dan berlatih militan tentang cara penggunaan kapal.

"Saya harap human error dan teknis jangan sampai terjadi lagi pada alat kita. Maka, prajurit Kodam VI/Mulawarman harus belajar sama angkatan yang sudah lebih dulu menguasai peralatan air. POMAL, Lanal, dan Polair, tidak usah ragu-ragu berbagi ilmu," jelas Jenderal bintang dua dalam pidatonya.

Tentang penggunaan, Pangdam Benny mengaku belum bisa memberikan kepastian kapan kapal tersebut akan difungsikan.

Kapal bermesin penggerak Waterjet twin Hamilton ini, menurut Pangdam Benny, rencananya akan digunakan sebagai patroli terbatas dan pengendalian di wilayah perbatasan Kaltim dan Kaltara.

Dalam kegiatan penyerahan kapal tersebut, KMC Komando memamerkan beberapa kehebatannya. Manuver yang dilakukan antara lain Crasheed Stop Open Rampdoor, berputar 360 derajat dalam satu titik, membentuk angka 0 dan 8 dengan kecepatan 20 knot, free stop and go.

Crasheed Stop Open Rampdoor, yakni pada saat pendaratan prajurit, kapal dapat secara teknis dan taktis cepat merebut suatu pulau.

Berputar 360 derajat dalam satu titik, maneuver ini menggambarkan bahwa dengan alur sungai yang sempit sekalipun, kapal dapat berubah haluan tanpa memerlukan waktu lama. Membentuk angka 0 dan 8 dengan kecepatan 20 knot, manuver ini menggambarkan begitu lincah dan gesitnya kapal tersebut.

Free stop and go, kapal dapat berhenti menghindari rintangan dan secepatnya bergerak kembali. Ini bermanfaat untuk menghindari hambatan alam maupun buatan yang terjadi di perairan.

Acara dihadiri oleh para mitra TNI AD, yaitu TNI AU, AL, dan Kepolisian yang turut dalam uji coba KMC Komando di Perairan Manggar.

Tampak Danlanud Balikpapan, Kolonel Pnb Zulfahmi mengenakan kacamata hitam, berdiri di badan kapal. Ia amat menikmati uji coba tersebut. "Saya berpikir dengan manuver itu akan membuat mual, ternyata tidak mual, jadi oke banget lah," ucapnya. (*)

  Tribunnews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...