Tampilkan postingan dengan label BUMS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juli 2026

Kemhan Kunker ke Galangan Kapal Nasional

Meninjau perkembangan bridge kapal KRI BPD 322 frigate pertama PAL (Ditjen Pothan)

Direkktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., melaksanakan kunjungan kerja ke PT Teknik Tadakara Sumber Karya (TTS) dan galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, dalam rangka meninjau progres daripada pembangunan Kapal Frigate Merah Putih TNI-AL yang merupakan salah satu program strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Laksda TNI Sri Yanto, S.T., menegaskan pentingnya implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mekanisme self assessment sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional.

Setiap alutsista yang berhasil diselesaikan dan diserahkan kepada pengguna akan menjadi bagian dari realisasi pembangunan kekuatan pertahanan Republik Indonesia.

Melalui sinergi pemerintah dan industri pertahanan, pembangunan Frigate Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian teknologi, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mendukung terwujudnya postur pertahanan Indonesia yang tangguh.

  📝  Ditjen Pothan  

Selasa, 07 Juli 2026

Prabowo dan PM Modi Saksikan Kontrak Pembelian Rudal Brahmos

 Juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal AAM antara Bharat Dynamics dan Republikorp Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026) (antara)

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyaksikan kontrak penandantangan pembelian rudal Brahmos di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Kontrak itu diteken antara Brahmos Aerospace dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

Selain itu, juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal udara ke udara antara Bharat Dynamics Limited dan Republikorp.

Presiden RI Prabowo menjelaskan, kedua pihak sepakat semakin memperkuat kemitraan melalui peningkatan intenstitas kunjungan tingkat tinggi.

"Koordinasi lebih erat melalui konsultasi bilateral dan penguatan kerja sama antarlembaga, termasuk lembaga think tank dan parliamentary friendship group yang baru dibentuk," kata Prabowo.

Sementara PM Modi menjelaskan, kerja sama angkasa antara India dan Indonesia akan membawa manfaat besar bagi kedua negara. "Kita juga akan kerja sama meningkatkan teknologi dan kapasitas," kata Modi.

Dia juga menyampaikan, India dan Indonesia menjalin kemitraan baru terkait baja dan tanah jarang. "Kami juga sangat senang sistem pembayaran di India akan diimplementasikan di Indonesia. Ini akan semakin memudahkan pembayaran," ujar Modi.

Sebelumnya, iring-iringan kendaraan PM Modi memasuki halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat sekitar pukul 10.23 WIB. Dia dikawal 17 motoris dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan 120 pasukan berkuda.

Presiden Prabowo yang telah berada di Serambi Barat Istana Merdeka lalu menyambut langsung ketibaan PM Modi setelah turun dari kendaraan yang ditumpanginya. Kedua pemimpin negara saling bersalaman dan berpelukan lalu menuju beranda Istana Merdeka.

Upacara penyambutan diawali dengan dikumandangkan lagu kebangsaan kedua negara, yaitu lagu kebangsaan India dan dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya". Setelah itu, Prabowo memperkenalkan delegasi dari Indonesia yang turut mendampinginya.

Di antaranya, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Prabowo kemudian mempersilakan PM Modi memasuki Ruang Kredensial untuk melakukan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Selanjutnya, keduanya melangsungkan pertemuan empat mata di ruang kerja RI 1, dilanjutkan pertemuan bilateral, jamuan kenegaraan di Istana Negara, serta ditutup dengan pernyataan bersama.

  🚀 
Republika  

Jumat, 03 Juli 2026

Konstruksi Lokal Pertama Scorpène Evolved Akan Dimulai Bulan Ini di Indonesia

  👷 🤝 Dengan menggandeng perusahaan lokal PT PAL kerjasama dengan perusahaan lokal dalam membangun kapal selam di Surabaya ( Naval News)

P ada tanggal 2 Juli, PT PAL Indonesia dan Naval Group menyelenggarakan tur pers ke fasilitas konstruksi dan pemeliharaan kapal selam PT PAL di Surabaya, Jawa Timur, untuk memamerkan persiapan dimulainya pembangunan dua kapal selam Scorpène Evolved untuk Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) di bawah program Scorpène Republik Indonesia (SRI).

Kunjungan tersebut menyoroti kemajuan yang telah dicapai kedua perusahaan dalam hal infrastruktur, pelatihan tenaga kerja, dan kesiapan produksi seiring Indonesia semakin mendekati pembangunan kapal selam rancangan Prancis tersebut di dalam negeri.

Direktur Program Naval Group SRI, Vincent Vimont, mengungkapkan bahwa pemotongan baja pertama untuk kapal selam Scorpène utama akan dilakukan bulan ini, dengan pengujian dan uji coba laut dijadwalkan antara tahun 2030 dan 2032 sebelum pengiriman pada tahun 2032.

Pembangunan kapal selam kedua dijadwalkan dimulai pada tahun 2027, diikuti oleh pengujian dan uji coba laut antara tahun 2031 dan 2033, dengan pengiriman direncanakan pada tahun 2033.

Seperti yang dilaporkan Naval News sebelumnya pada tahun 2024, PT PAL akan membangun kedua kapal selam tersebut secara paralel, dengan jeda satu tahun di antaranya. PT PAL juga menyatakan bahwa jadwal tersebut dapat dipercepat jika pembangunan berjalan lancar.

Kedua perusahaan tersebut mengatakan proyek ini akan menciptakan sekitar 2.250 lapangan kerja, termasuk peran dalam layanan pendukung dan pemeliharaan pasca-pengiriman. Mereka menambahkan bahwa pesanan lebih lanjut untuk kapal selam Scorpène akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja lagi.

Selain itu, Naval Group mengatakan timnya dalam program di Indonesia mencakup personel yang sebelumnya mendukung produksi lokal Scorpène di India dan Brasil, sehingga Indonesia dapat mengambil manfaat dari pelajaran yang diperoleh dari kedua negara tersebut.

Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL, Agus Rifai, ruang produksi yang dimiliki perusahaan saat ini dapat mendukung pembangunan atau pemeliharaan (MRO) hingga empat kapal selam Scorpène secara bersamaan.

Ia menambahkan bahwa PT PAL juga akan menggunakan peralatan, fasilitas, dan pengalaman dari program kapal selam Tipe-209 sebelumnya untuk proyek Scorpène.

 Teknologi, Sensor dan Senjata

Naval Group mengatakan kapal selam tersebut akan dilengkapi teknologi peredaman akustik yang serupa dengan yang digunakan pada kapal selam rudal balistik nuklir (SSBN) Prancis.

Desainnya juga akan mencakup sistem tempur SUBTICS, sensor akustik dan non-akustik yang terintegrasi penuh, rangkaian sonar yang disempurnakan dengan susunan planar, dan pemrosesan sinyal tingkat lanjut.

Dengan konfigurasi baterai lithium-ion penuh, kapal selam ini akan memiliki daya tahan misi hingga 80 hari.

Kapal selam tersebut akan mampu membawa muatan campuran hingga 18 torpedo kelas berat dan rudal SM39 Exocet. Menanggapi pertanyaan dari Naval News, Naval Group mengkonfirmasi bahwa Scorpène Evolved akan mampu menembakkan rudal Exocet generasi berikutnya yang diluncurkan dari kapal selam, yaitu SM40, yang saat ini sedang dikembangkan oleh MBDA.

Selain itu, selama tur pers, terungkap bahwa Angkatan Laut Indonesia bergabung dengan Scorpène Club pada tahun 2025, menjadi anggota terbaru bersama Brasil, Chili, India, dan Malaysia.

 Potensi Ekspor dan Kerjasama

Direktur Program PT PAL RDI, Laksamana Madya (Purn.) Wiranto, yang pernah bertugas di kapal selam kelas Whiskey dan Tipe-209 Angkatan Laut Indonesia, mengatakan bahwa proyek Scorpène Evolved merupakan bagian dari Fase II Program Penguasaan Teknologi Kapal Selam Nasional Indonesia, yang bertujuan untuk memungkinkan negara ini merancang, membangun, dan akhirnya mengekspor kapal selam buatan dalam negerinya sendiri antara tahun 2042 dan 2050.

PT PAL dan Naval Group mengungkapkan bahwa mereka telah membahas kemungkinan menggunakan Indonesia sebagai lokasi produksi bersama untuk kapal selam Scorpène yang dipesan oleh negara lain, serta sebagai pusat pekerjaan MRO (
Maintenance, Repair, and Overhaul) pada armada Scorpène angkatan laut negara lain.

Namun, menanggapi pertanyaan Naval News , Naval Group mengatakan bahwa kerja sama tersebut memerlukan perjanjian formal baru, karena kontrak saat ini tidak memberikan hak kepada Indonesia untuk memasarkan atau menjual Scorpène ke negara ketiga.

Perwakilan PT PAL dan Naval Group mengatakan bahwa mereka sedang menjajaki kerja sama yang lebih luas di luar program Scorpène, karena Naval Group juga telah menawarkan produk lain, termasuk transfer teknologi terkait sistem senjata seperti rudal dan torpedo.

Mengenai kemungkinan Indonesia memesan kapal selam Scorpène Evolved tambahan, kedua perusahaan tersebut mengkonfirmasi bahwa negosiasi masih berlangsung. (*)


   👷  Naval News   

Kamis, 02 Juli 2026

PT PAL Segera Bangun Kapal Selam Kelas Scorpene

  👷 🤝 Pemotongan Baja Pertama di Akhir Juli  Ilustrasi kapal selam Scorpene (Naval Group)

PT PAL Indonesia bersiap membangun dua kapal selam serbu kelas Scorpene untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia.

Proyek Kapal Selam Scorpene merupakan kerja sama antara PT PAL dengan perusahaan pertahanan asal Prancis, Naval Group. Proses konstruksi kapal selam serang itu akan dimulai akhir bulan ini, yang ditandai dengan proses pemotongan baja pertama (first steel cutting) yang dilakukan di bengkel PHPL PT PAL Indonesia di Surabaya.

Berbeda dengan kapal selam yang dimiliki Indonesia sebelumnya, kapal selam Scorpene memiliki keunggulan di bidang operasi. Kapal tersebut dilengkapi teknologi baterai Lithium-Ion (LiB) penuh.

Baterai jenis baru ini memungkinkan Scorpene memiliki jarak dan ketahanan menyelam yang lebih lama, yakni hingga 80 hari. Scorpene juga mampu menyelam hingga kedalaman 400 meter.

Dalam misinya, kapal selam Scorpene membawa total 18 persenjataan, meliputi kombinasi torpedo kelas berat dan rudal anti-kapal SM39.

Project Director kapal selam kelas Scorpene Laksda TNI (Purn) Wiranto mengatakan, proyek ini akan menjadi penanda kemajuan kemandirian industri pertahanan dalam negeri, khususnya dalam kemampuan SDM dan infrastruktur pendukung dalam membangun kapal selam sendiri.

PT PAL juga telah membangun kapal selam KRI Alugoro-405 pada 2019 lalu, yang bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan.

Pembangunan kapal selam sebelumnya kami masih tahap joint section. Tapi untuk kapal Scorpene ini, PT PAL sudah masuk tahap joint production,” kata Wiranto. Artinya proses pembuatan kapal selam dilakukan mulai dari awal hingga akhir di dalam negeri.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa menjabarkan proyek dua kapal selam ini menjadi pembuktian kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Sebelum memulai proyek di Surabaya, PT PAL telah mengirimkan sebanyak 42 teknisi terbaiknya ke Naval Group di Prancis untuk pelatihan. Dari sana tim teknisi Indonesia mendapat pujian karena berhasil meraih predikat zero weld defect atau hasil pengelasan sempurna tanpa cacat.

Prestasi ini sangat krusial mengingat kerumitan sistem pipa dan keterbatasan ruang pada kapal selam modern. Selain itu, puluhan teknisi asal Prancis akan didatangkan ke Surabaya untuk mendampingi proses manufaktur guna memastikan transfer teknologi berjalan.

Proyek ini bukan sekadar hubungan kerja sama bisnis antara PT PAL dan Naval Group. Tapi juga langkah untuk meningkatkan hubungan kedua negara antara Indonesia dan Prancis,” papar Diana.

Diana menambahkan, proyek pembangunan dua kapal selam Scorpene ini akan dilakukan secara paralel. Unit pertama akan rampung pada 2032, sementara unit kedua akan selesai pada 2033.(*)


   👷  Harian Disway   

Selasa, 30 Juni 2026

PT PAL Serah Terimakan Kapal Landing Dock ke-3 Pesanan AL Filipina

 👷 Dibangun dalam waktu 6 bulan Kapal Landing Dock ke-3 Pesanan AL Filipina diluncurkan di Surabaya (KERIS reborn)

PT PAL Indonesia resmi meluncurkan sekaligus menyerahterimakan kapal ekspor Landing Dock (LD) Philippines #1 (LD-603) kepada Angkatan Laut Filipina. Seremoni penyerahan alutsista strategis ini berlangsung di Graving Dock 50.000 DWT 'Orca', kawasan PT PAL Indonesia Ujung, Surabaya, Selasa (30/6/2026) malam.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB, acara serah terima kapal sepanjang 124 meter tersebut dihadiri oleh belasan perwakilan Flag Officer in Command of The Philippine Navy, jajaran direksi PT PAL, serta perwakilan dari Danantara. Pelepasan kapal hasil produksi anak bangsa ini juga dimeriahkan dengan pesta kembang api.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem industri maritim nasional.

Dalam proyek kapal LD-603 ini, PT PAL melibatkan berbagai industri dalam negeri, baik sektor BUMN maupun swasta, untuk memasok komponen kapal guna mendongkrak nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Kaharuddin juga menjelaskan bahwa proses produksi di dalam dok (dock time) berhasil dipangkas secara signifikan berkat percepatan manajemen.

"Sehingga waktu di dalam dok atau dock time-nya hanya 6 bulan kita bisa launching. Kapal ini memiliki fungsi yang bermacam-macam. Selain support untuk peperangan, tapi sekaligus support ketika kondisi bencana, mobilisasi tentara, evakuasi korban, hingga pengiriman logistik dalam jumlah besar," ujar Kaharuddin, Selasa (30/6/2026).

Kapal LD-603 ini merupakan kapal ketiga yang diproduksi PT PAL untuk Filipina. Kaharuddin menambahkan, kapal keempat (LD-604) ditargetkan akan diluncurkan pada tahun ini juga.

Sementara itu, Flag Officer in Command (FOIC) of The Philippine Navy, Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta, menyatakan bahwa kedatangan kapal LD-603 ini sudah sangat dinantikan oleh rakyat dan militer Filipina.

Sebagai sesama negara kepulauan yang rawan bencana alam, kapal multi-fungsi ini dinilai sangat krusial untuk mendukung misi kemanusiaan dan distribusi logistik ke wilayah terpencil.

"Kami sangat puas dengan kinerja Landing Dock yang kami miliki sebelumnya, hasilnya sangat berguna dan efektif. Itulah mengapa kami sangat menantikan kedatangan kapal LD-603 dan 604 ini," kata Jose.

Meski belum mengumumkan nama resmi untuk kapal LD-603 tersebut, Jose menegaskan bahwa Angkatan Laut Filipina memandang PT PAL Indonesia sebagai mitra senior yang tepercaya dan tidak meragukan kualitas produksi galangan kapal asal Surabaya tersebut. (prf/adq)


 👷  detik  

Sabtu, 20 Juni 2026

Roket WAFAR RD70 Karya Anak Bangsa di Uji Coba di Tepi Laut Selatan

🚀produksi PTDI bersama PT SAS Roket Wafar RD70 (dispen Kormar)

Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto menyaksikan uji coba penembakan roket Wrap Around Fin Aerial Rocket (Wafar) RD70 di Lapangan Tembak Nanggala Depohar 60 Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kamis (18/06/2026)

Roket Wafar RD70 merupakan karya anak bangsa, diproduksi dan dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia.

Komoditas ini merupakan bagian vital dari alutsista TNI dan sedang dikembangkan menuju kemandirian penuh melalui proyek roket berpemandu.

Roket produksi PT Dirgantara Indonesia dirancang untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.

Dengan teknologi canggih, roket ini memiliki daya ledak tinggi dan presisi yang akurat, menjadikannya efektif untuk operasi militer dalam berbagai kondisi medan. PTDI memastikan bahwa setiap roket diproduksi dengan standar kualitas tinggi 

  🚀  Pelopor Wiratama  

Jumat, 19 Juni 2026

Fincantieri and REPUBLIKORP Establish Strategic Partnership for Multi-role Naval Shipbuilding in Indonesia

 @ Eurosatory 2026 Fincantier picture from the signing ceremony at Eurosatory 2026 in Paris

At the Eurosatory defense and security exhibition in Paris, Fincantieri, one of the world’s largest shipbuilding groups, and REPUBLIKORP, Indonesia’s largest privately owned defense industrial holding company, through its subsidiary PT Republik Palindo Internasional (RPAL), announced the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) establishing a strategic partnership between the two groups.

The MoU, signed by Eugenio Santagata, General Manager Fincantieri Naval Vessels Division, and Norman Joesoef, group Chairman and Founder REPUBLIKORP on behalf of RPAL, provides for the creation of a joint venture, aimed at supporting Indonesia’s domestic shipbuilding capabilities and fostering a long-term industrial cooperation. The initiative represents a decisive step in enhancing Indonesia’s national mandate for defense self-reliance by leveraging Fincantieri’s industrial expertise.

The partnership focuses on the local construction of advanced naval vessels tailored specifically to Indonesia’s unique geographic and operational demands. The envisaged joint venture will support the development of solid domestic production capabilities, enabling the delivery of a range of platforms, including high-value LPDs/LHDs, multi-role frigates and corvettes for high-end naval deterrence, offshore patrol vessels for Exclusive Economic Zone enforcement, fast attack crafts, and submarines.

A key element of the agreement is a structured approach to the transfer of technology and know-how. Leveraging Fincantieri’s expertise, the initiative will support the development of local capabilities through engineering cooperation, training programs and the progressive strengthening of design, system integration and production competencies. By fostering a skilled workforce and supporting the development of local suppliers, the partnership aims to progressively integrate Indonesia into the global shipbuilding value chain. The MoU also provides for closer industrial and operational cooperation, contributing to the development of Indonesia’s naval capabilities.

Pierroberto Folgiero, CEO and Managing Director of Fincantieri commented: “Building on our established cooperation with the Indonesian Navy, this MoU marks a further step in strengthening a long-term strategic partnership between Fincantieri and Indonesia. By leveraging our expertise in high-complex naval shipbuilding and system integration, we are committed to supporting the development of local industrial capabilities and contributing to a more resilient maritime ecosystem. At the same time, this initiative reflects our commitment to developing sustainable industrial capabilities in Indonesia.”

“Exploring this partnership reflects our commitment to advancing Indonesia’s defense industry independence while building a strong and balanced international collaboration. Together with Fincantieri, we see an opportunity to strengthen Indonesia’s maritime capabilities, develop national talent, and contribute to a more resilient regional defense ecosystem,” said Norman Joesoef, Chairman of REPUBLIKORP Group.

  ⚓️  Naval News  

Rabu, 17 Juni 2026

PT Republik Motor Internasional (RMI) Kerjasama dengan Arquus Prancis

  @ Eurosatory 2026 
Republikorp melalui PT Republik Motor Internasional (RMI) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Arquus, perusahaan manufaktur kendaraan militer asal Prancis dan bagian dari John Cockerill Group, dalam ajang Eurosatory 2026 di Paris.

Kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan kemampuan produksi kendaraan taktis di Indonesia guna mendukung kebutuhan operasional pertahanan nasional sekaligus memperkuat kapasitas industri dalam negeri.

Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan mendorong pengembangan kemampuan manufaktur lokal, peningkatan kompetensi industri nasional, transfer pengetahuan dan teknologi, serta penguatan dukungan pemeliharaan dan siklus hidup kendaraan di Indonesia.

Kerja sama ini mencerminkan komitmen Republikorp dalam membangun ekosistem industri pertahanan yang mandiri, berkelanjutan, dan siap menjawab kebutuhan pertahanan Indonesia di masa depan.


  ♞  Republikorp  

Sabtu, 13 Juni 2026

Infoglobal Dapatkan Kontrak Ekspor Avionik C-130 Hercules AU Bangladesh

 Infoglobal berhasil mendapatkan pesanan 6 unit EFD-5.5 ke Bangladesh ( Infoglobal))

Pada 11 Juni 2026 di Dhaka, Bangladesh, Infoglobal resmi menandatangani kontrak ekspor avionik untuk pesawat C-130 milik Angkatan Udara Bangladesh.

Melalui kontrak ini, Infoglobal akan mengekspor 6 unit Electronic Flight Display 5.5 (EFD-5.5), sebuah instrumen avionik yang menyediakan informasi penerbangan utama bagi pilot untuk meningkatkan keselamatan, kesadaran situasional, dan efektivitas operasi pesawat.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa teknologi avionik yang dikembangkan dan diproduksi di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pengguna internasional serta bersaing di pasar global.

Kontrak ini juga memperkuat rekam jejak ekspor Infoglobal sekaligus menjadi langkah penting dalam memperluas kehadiran teknologi pertahanan Indonesia di dunia.

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Infoglobal. Kami akan terus berinovasi untuk menghadirkan solusi avionik dan teknologi pertahanan yang andal bagi pengguna di dalam maupun luar negeri.
 

  ✈️  Infoglobal  

Selasa, 09 Juni 2026

Dislitbangau Akan Kembangkan Bom BNL-1000

  Setelah Sukses Kembangkan Bom BNT-250 Ilustrasi BNT-250, Menilik dari namanya, jika BNT-250 serupa dengan Mk-82 bom tanpa pemandu seberat 500 pon (sekitar 227 kg) maka BNL-1000 akan serupa dengan Mk-84 bom tanpa pembandu seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) (Sari Bahari)

PT Dahana memberikan penghargaan kepada Perwira Dislitbangau atas keberhasilan dalam pengembangan bom BNT-250, sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi penelitian dan inovasi pengembangan bom udara high explosion 250 Kg.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan kepada Kadislitbangau dan Perwira Dislitbangau yang terlibat dalam pengembangan tersebut. Hal ini menandai pencapaian penting dalam kemampuan teknologi bom udara high explosive 250 Kg. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lobi Gedung Utama R.J. Salatun Dislitbangau, Senin (11/5/2026).

Keberhasilan pengembangan BNT-250 menunjukkan komitmen bersama antara Dislitbangau dan PT Dahana serta PT Sari Bahari dalam rangka memperkuat kemandirian pertahanan. Program pengembangan ini dimulai sejak tahun 2022 dan berhasil dilaksanakan uji coba operasional pada tahun 2025 menggunakan pesawat F-16 Skadron Udara 3 dengan hasil memenuhi syarat secara operasional.

Direktur Utama PT Dahana menyatakan penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas profesionalisme, integritas, dan dedikasi tim Dislitbangau dalam pengembangan BNT-250. Sementara itu, Dislitbangau menegaskan bahwa capaian ini diharapkan dapat mendorong Perwira Dislitbangau untuk meningkatkan inovasi dalam mendukung kemandirian pertahanan.

Pemberian sertifikat penghargaan oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan ini diberikan kepada delapan perwira Dislitbangau.

Acara pemberian penghargaan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama untuk pengembangan teknologi bom udara yang selanjutnya.

  💣 
Dislitbangau  

Senin, 08 Juni 2026

Batam Sambut Delegasi Militer 19 Negara

 Intip Industri Galangan Kapal Nasional https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1UCNN7HPJU9LXLNSAWdqzQXtFQUZDwRkrtJZPl3hPt-pXc9-TijEGg1vq5d2ebRyfeX7Up7-G7mjmx8oU_uIEVeCkMncUF_UFeVQNjEZJyQM9zIbe1V6uN2uIXPcjg5PkzEaaJaBo0DFPONnqFIJVzlW_mpZLtRYsPfkUFp2qr39p6ckSB2tbjEDaWsw/s1280/FB_IMG_1776743894473.jpgIlustrasi Galangan kapal di Batam (Aselsan)

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota (Walkot) Batam Li Claudia Chandra menerima kunjungan kehormatan 22 atase pertahanan yang berasal dari 19 negara sahabat dalam rangkaian Defence Attache Tour 2026 di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan itu menjadi momentum untuk mengenalkan posisi strategis Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, pusat investasi, serta wilayah perbatasan yang berperan penting dalam mendukung stabilitas dan kerja sama.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) itu juga merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan perkembangan industri pertahanan nasional, khususnya sektor galangan kapal.

Adapun negara yang berpartisipasi adalah Rusia, Brunei Darussalam, Prancis, Selandia Baru, Inggris, Kenya, Laos, Pakistan, Jepang, Myanmar, Jerman, Polandia, Uni Emirat Arab, Serbia, China, Yordania, Australia, dan Maroko. Li Claudia Chandra pun mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Batam sebagai salah satu tujuan kunjungan para atase pertahanan negara sahabat.

Li Claudia menjelaskan, Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Kondisi tersebut menjadikan aspek keamanan sebagai faktor penting dalam mendukung pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah.

 Stabilitas dan keamanan kawasan

Kepala Delegasi Kemenhan Troy Hutagalung mengatakan, pihaknya mendampingi 22 atase pertahanan dari 19 negara sahabat yang mengikuti program tersebut.

Troy menjelaskan, para atase pertahanan memiliki peran penting sebagai mitra bilateral dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Oleh karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan kemampuan industri pertahanan nasional, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antarnegara. (ADV)

   Kompas  

Kamis, 04 Juni 2026

Indonesia-Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat

  Di sepakati di Moskow Indonesia-Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat (ist)

Pemerintah Indonesia dan Rusia menyepakati perluasan kerja sama infrastruktur maritim antara kedua negara.

Kesepakatan ini dicapai dalam agenda Konsultasi Bilateral Kedua antara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan Penasihat Presiden sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai Patrushev, di Moskow, Senin, 1 Juni 2026.

Pertemuan ini menitikberatkan pada realisasi sejumlah rencana proyek strategis.

Di sektor energi dan manufaktur, PT PAL Indonesia dan perusahaan pelat merah Rusia, Rosatom, tengah merampungkan nota kesepahaman untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terapung (Floating Nuclear Power Plant/FNPP), menyusul penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) pada April 2026.

Pada sektor galangan dan logistik, PT PAL juga mematangkan kerja sama pembuatan kapal dengan Ak Bars Shipbuilding Corporation. Sementara itu, PT Pelindo tengah menindaklanjuti pengembangan armada kapal berkecepatan tinggi bersama Cifrex.

Dari sisi pemenuhan tenaga kerja, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sedang menyiapkan skema pengiriman tenaga terampil dari sektor galangan kapal ke Rusia.

AHY menegaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kebutuhan mendesak atas integrasi konektivitas antarmoda guna menekan tingginya biaya logistik nasional. Pengalaman Rusia di bidang teknologi maritim dan transportasi dinilai sejalan dengan kebutuhan infrastruktur Nusantara.

Guna memastikan seluruh rencana kerja tersebut tidak mandek, Indonesia dan Rusia resmi membentuk tiga kelompok kerja (Pokja) operasional. Pokja pertama ditugaskan untuk memacu pengembangan industri galangan kapal dan pelabuhan yang berkelanjutan.

Pokja kedua mengatur tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan. Sedangkan Pokja ketiga difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset, serta pelatihan maritim.

Rangkaian kesepakatan ini merupakan manifestasi langsung dari Deklarasi Kemitraan Strategis yang sebelumnya disahkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Juni 2025.

  🤝 
Sindonews  

Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan

  Mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini Founder Republikorp Norman Joesoef, dan Chief Executive Officer Barzan Holdings Mohamed Alsadah menandatangani kerja sama pertahanan. (Foto/istimewa)

Republikorp dan Barzan Holdings menandatangani perjanjian Joint Venture strategis di Jakarta. Perjanjian ini menandai tonggak penting dalam penguatan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Qatar.

Perjanjian tersebut ditandatangani Founder Republikorp Norman Joesoef, dan Chief Executive Officer Barzan Holdings Mohamed Alsadah. Penandatanganan ini disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, serta Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Negara Qatar, H.E. Sheikh Saoud Al Thani.

Founder Republikorp Norman Joesoef mengatakan, perjanjian Joint Venture ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya telah terjalin antara Republikorp dan Barzan Holdings, perusahaan industri pertahanan milik negara Qatar pada 20 Januari 2026 dalam ajang Doha International Maritime Defence Exhibition & Conference (DIMDEX) 2026.

Perjanjian Joint Venture ini menjadi landasan pembentukan Republik Barzan, sebuah entitas strategis yang dibentuk untuk mendorong kolaborasi industri pertahanan antara Indonesia dan Qatar.

Melalui Republik Barzan, Republikorp dan Barzan Holdings akan mengembangkan kapabilitas industri dan produksi strategis pada sejumlah sektor pertahanan utama, termasuk senjata ringan, kapal tanpa awak permukaan (unmanned surface vessels), kapal selam mini (midget submarines), serta berbagai teknologi pertahanan canggih lainnya,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan, mempercepat kolaborasi teknologi, serta mendukung kerja sama strategis jangka panjang antara dua negara.

 ⚓️  Sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...