Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2026

Yonbekang 5/ARY Melaksanakan Latihan Muatan Gantung Helikopter

  Menggunakan helikopter Kamov  Penampakan helikopter Kamov yang digunakan penerbad (Skadron 31/AYC)

Yonbekang 5/ARY melaksanakan kegiatan latihan Mutunghel sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas pokok satuan.

Latihan tersebut dilaksanakan bersama dengan Skadron 31/AYC menggunakan Helikopter Kamov.

Melalui latihan yang terencana dan terukur, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin solid serta terwujud prajurit yang profesional, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas.

  ✪ Yonbekang 5/ARY   

Sabtu, 24 Oktober 2026

Indonesia Tests TRLG-122 Artillery Rocket from ITBM-600 MLRS

  🚀    (Yonarmed 22)

Indonesian Army tested the TRLG-122 laser-guided artillery rocket fired from ROKETSAN’s ITBM-600 MLRS, set to use the BORA TBM and various artillery rockets.

Indonesia has become the first known export customer of ROKETSAN’s TRLG-122 laser-guided artillery rocket with the test from ROKETSAN's MLRS platform.

The small-calibre artillery rocket was fired from the ITBM-600 MLRS, primarily acquired to use the BORA TBM, based on ROKETSAN’s flexible MLRS platform capable of using different types of artillery rockets.

TRLG-122 is the laser-guided variant of the TRG-122 GNSS-guided artillery rocket, also forming the basis for the UAV-122 short-range aeroballistic missile in terms of airframe.

The laser-guided artillery rocket with a CEP of two meters can reach a range of 35 km, and each vehicle can carry up to 24 rounds (12x2 pods).

With the presence of a UAV for terminal guidance, TRLG-122 can be used against point targets or moving ones thanks to laser guidance.

ROKETSAN has also developed the larger TRLG-230, the laser-guided variant of its TRG-230 medium-range artillery rocket with a range of 70 km.

  🚀  Turdef  

Minggu, 20 September 2026

TNI AD Beli Helikopter Mi-35M dari Rusia

  Antar logistik ke Papua hingga Bantuan Kemanusiaan Penampakan helikopter Mi35M penerbad (KERIS reborn)

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan alasan TNI AD membeli helikopter Mi-35M dari Rusia.

Menurut Maruli kehadiran helikopter ini mengakhiri ketergantungan TNI AD yang selama puluhan tahun menyewa helikopter dari pihak luar negeri.

“Helikopter Mi-35M adalah heli yang bisa membawa beban. Kalau dulu dibilangnya Kamov untuk di Papua. Jadi selama ini kita hanya bisa menyewa heli yang orang luar negeri punya. Sudah berpuluh tahun ya,” kata Maruli kepada wartawan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/9).

Maruli menjelaskan fungsi operasional Helikopter ini nantinya ditujukan untuk mendukung pergerakan personel, pasokan logistik, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di daerah terisolir, contohnya di Pegunungan Papua yang memiliki ketinggian di atas 2.000 mdpl.

“Sekarang kita punya heli yang bisa mengangkat beban secara spek bisa sampai 5 ton. Tapi kalau ketinggian, mungkin kita amannya 3 ton. Sehingga ini juga bisa sekalian mendukung personel kita, juga bisa membantu masyarakat. Selama ini masyarakat di pegunungan di Papua ini bantuan-bantuannya sulit, ya. Karena keterbatasan penerbangan. Nanti ke depan ini, operasional bulan 10 untuk membantu masyarakat,” kata Maruli.

Untuk diketahui, seperti dilansir dari Defence Security Asia, TNI AD baru saja kedatangan dua helikopter serang Mi-35M buatan Rusia. Helikopter ini masuk ke dalam jajaran penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad).

Keberadaan dua Helikopter Mi-35M itu terungkap ke publik pada awal September 2026 melalui foto yang beredar di media sosial.

Kedua helikopter tersebut nantinya akan bergabung dengan lima Mi-35P yang telah menjadi bagian dari kemampuan helikopter serang Indonesia sejak 2003..

  ✪ IDM   

Kamis, 10 September 2026

TNI AD Terima Dua Helikopter Mi-35M Baru dari Rusia

  Puspenerbad saat ini mengoperasikan Mi-35P varian lama Penampakan helikopter Mi35M penerbad (KERIS reborn)

Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) telah menerima helikopter tempur Mi-35M baru buatan Rusia, dengan gambar yang beredar di media sosial pada 3 September 2026. Dikutip dari Militarywatchmagazine pada Kamis (10/9/2026), TNI AD saat ini, mengoperasikan Mi-35P varian lama di Lanumad Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Helikopter Mi-35M adalah salah satu turunan yang paling dimodernisasi dari keluarga Mi-24. Dikembangkan oleh Rostvertol, helikopter tersebut menggabungkan konfigurasi dasar helikopter serang-angkut lapis baja berat dan helikopter serang Mi-24 dengan perubahan substansial pada propulsi, avionik, sistem penerbangan, dan konfigurasi senjatanya.

Salah satu perbedaan yang paling jelas adalah pemasangan meriam. Mi-35P Indonesia menggunakan meriam laras ganda GSh-30K 30mm yang dipasang secara kaku di sisi badan pesawat bagian depan. Sehingga helikopter itu sendiri perlu bermanuver untuk mengarahkan senjata ke sasaran.

Mi-35M menggunakan turet NPPU-23 yang dipasang di dagu, yang menggabungkan meriam laras ganda 23mm GSh-23V. Hal itu memungkinkan senjata untuk diarahkan secara independen dalam busur yang jauh lebih lebar. Mi-35M juga menggabungkan sejumlah perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja penerbangannya dan mengurangi bobot. Rotor utamanya menggunakan bilah komposit, sementara rotor ekor mengadopsi konfigurasi berbentuk X yang khas yang terkait dengan helikopter serang Mi-28 yang lebih baru.

Selain itu, avionik dan kemampuan pertempuran malam Mi-35M juga merupakan peningkatan signifikan dibandingkan varian sebelumnya. Helikopter itu kompatibel dengan sistem penglihatan malam dan menggabungkan sistem elektro-optik modern, memungkinkan senjatanya digunakan lebih efektif di malam hari dan dalam kondisi visibilitas buruk.

Hal itu memberikan kemampuan Mi-35M yang jauh lebih dekat dengan kemampuan yang diharapkan dari helikopter serang modern sambil mempertahankan kemampuan keluarga Mi-24 untuk mengangkut pasukan dan peralatan. Saat ini Rusia adalah satu-satunya negara yang memproduksi tiga jenis helikopter serang kelas berat secara bersamaan, yaitu Mi-35, Mi-28, dan Ka-52.

Tidak seperti dua jenis lainnya, Mi-35 bukanlah desain baru pasca-Perang Dingin, tetapi varian Mi-24 yang dimodernisasi secara besar-besaran. Tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang unggul, tetapi juga dapat berfungsi sebagai helikopter tempur dengan kemampuan pengangkutan personel terbatas.

Sebanyak 11 negara asing telah mengakuisisi Mi-35 sejak jenis itu mulai ditawarkan ke luar negeri pada awal tahun 2000-an, dengan lebih dari 180 unit telah diekspor. Belarus adalah operator baru terbaru, dan mulai menerima pesawat tersebut pada awal 2023.

  ✪ Republika   

Kamis, 06 Agustus 2026

TNI AD Latihan Integrasi Terjun Bekal di Dabo Singkep

  Terjunkan UTV Fin Komodo produk Cimahi Yonbekang 5/ARY persiapkan UTV Fin Komodo dalam latihan terintergrasi TNI di Kepri (Dispenad)

Yonbekang 5/ARY dalam latihan gabungan TNI menerjunkan UTV (Utility Terain Vehicle) Fin Komodo produk dalam negeri di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta kesiapan personel Yonbekang 5/ARY dalam melaksanakan operasi Aerial Delivery (Terjun Bekal) sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian latihan mulai dari tahap persiapan, pengepakan, pengiriman, penerjunan bekal, hingga pengumpulan dan evaluasi dapat terlaksana sesuai rencana.

Komandan Yonbekang 5/ARY, Letkol Cba Rizki Marhandi, S.H., turut terjun langsung dalam kegiatan latihan tersebut sebagai bentuk kepemimpinan di lapangan. Beliau memberikan arahan, pengawasan, serta motivasi kepada seluruh personel sehingga setiap tahapan latihan dapat dilaksanakan secara efektif, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi selama pelaksanaan latihan, kegiatan Latihan Integrasi Terjun Bekal Yonbekang 5/ARY berjalan dengan aman, tertib dan lancar tanpa adanya kecelakaan, kerugian personel maupun materiil, serta tidak ditemukan kejadian menonjol yang dapat menghambat jalannya latihan.

Seluruh sasaran latihan berhasil dicapai dengan baik sehingga tujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam penyelenggaraan operasi terjun bekal dapat terwujud secara optima.

  🛺  TNI AD  

Sabtu, 25 Juli 2026

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Laksanakan Latihan Angkut Barang

  Mendukung mobilitas logistik Helikopter Mi17V5 702 baru Skadron 31/AYC latihan angkut barang (Skadron 31/AYC)

Latihan sling load merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan awak dan alutsista untuk mendukung mobilitas logistik serta berbagai misi operasi.

Setiap prosedur dilaksanakan dengan standar keselamatan tinggi demi tercapainya keberhasilan tugas.

Skadron Udara 31/Amur Yudha Cakti (atau Skadron 31/Serbu) merupakan skadron udara dibawah kendali Pusat Penerbangan Angkatan Darat yang bermarkas di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Skadron 31/Amur Yudha Cakti selain berperan sebagai satuan penerbangan TNI Angkatan Darat dalam Operasi Militer Perang (OMP), juga berperan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

  🚁 
Skadron 31/AYC  

Rabu, 10 Juni 2026

Yonarmed 22 Latihan Incountry Training Transfer of Knowledge Trak MLRS ITBM

 Tahun 2026 (Yonarmed 22)

DDanyonarmed 22/Kesumawira, Letkol Arm Novihardi, S.E., M.H.I., memimpin acara pembukaan latihan Incountry Training Transfer of Knowledge Trak MLRS ITBM (Indonesia Tactical Ballistic Missile) secara resmi dimulai.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan kompetensi teknis, serta memperkuat pemahaman operasional dalam pengoperasian dan pemeliharaan sistem MLRS ITBM.

Melalui transfer ilmu dan pengalaman yang berkelanjutan, diharapkan seluruh peserta mampu menguasai teknologi yang ada secara optimal guna mendukung kesiapan satuan dalam menjalankan setiap tugas yang diemban.

  🚀 
 Yonarmed 22   

Sabtu, 07 Maret 2026

Kostrad Pamerkan Seragam Baru

Seragam baru Kostrad (antara)

Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) memperkenalkan seragam baru.

Dilansir ANTARA, seragam baru ditampilkan dalam perayaan HUT ke-65 Kostrad yang digelar di Markas Divisi 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).

Seragam baru yang dipakai Kostrad bercorak hijau gelap layaknya daun laurel, berbeda dengan seragam prajurit Mabes TNI yang bercorak hijau sedikit bernada coklat.

Berdasarkan siaran pers resmi Penerangan Kostrad, warna hijau daun laurel itu dipilih untuk menunjukkan kesan ketangguhan dari Kostrad.

"Prajurit Kostrad juga mengenakan PDL Kostrad terbaru dengan corak daun laurel, yang melambangkan kehormatan, ketangguhan, kemenangan, dan prestasi. Hal tersebut menjadi simbol semangat baru dalam meningkatkan profesionalisme prajurit serta memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa demi mendukung pembangunan nasional," seperti dikutip siaran pers tersebut.

Dengan kehadiran seragam baru tersebut, diharapkan pasukan Kostrad semakin semangat dalam menjalankan tugas memperkuat pertahanan negara. Upacara HUT ke-65 Kostrad.

Dalam upacara perayaan HUT Kostrad Ke-65, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto hadir sebagai pembina upacara, memimpin 1.500 pasukan dalam lapangan upacara.

Upacara itu juga dihadiri beberapa pejabat diantaranya kepala staf TNI AD, AU, panglima Komando Pasukan Khusus, Panglima Korps Marinir dan Panglima Korpasgat.

Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan unjuk keahlian bela diri pasukan. Kostrad menampilkan kemampuan prajurit di bidang silat militer, bela diri menggunakan toya hingga aksi debus.

Tidak hanya itu, Kostrad juga menunjukkan kemampuan bela diri prajurit wanita melalui simulasi perkelahian satu melawan lima musuh.

Kegiatan dilanjutkan dengan ajang defile pasukan Kostrad dari lima Satuan Tingkat Batalyon (STY) dengan total pasukan sebanyak 1.500 orang.

  💂 
Kompas  

Kamis, 19 Februari 2026

PT E-System Solutions Indonesia Memilih MD Helicopters

MD Helikopter (PT ESS)

PT E-System Solutions Indonesia Memilih MD Helicopters untuk Program Penelitian dan Pengembangannya, yang menggabungkan helikopter berawak dengan sistem tanpa awak untuk mengembangkan solusi spesifik untuk Manned Unmanned Teaming (MUM-T).

PT E System Solutions akan membeli armada hingga 14 helikopter MD-530F, di mana dua helikopter dialokasikan untuk pengujian penerbangan dan pengembangan, dan 12 unit lainnya akan digunakan untuk menyediakan Ekosistem Pelatihan Lanjutan yang menggabungkan drone dan platform tanpa awak.

  ⌽ ESS  

Sabtu, 07 Februari 2026

BRIN Kawal Riset Tank Ringan Nasional melalui Kolaborasi Industri

 🤝 Hingga tahap sertifikasi BRIN riset tank ringan nasional (BRIN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional melalui pengembangan riset kendaraan tempur tank ringan. Riset ini dikawal secara komprehensif hingga tahap kesiapan dan sertifikasi, serta dilaksanakan melalui skema kolaborasi dengan mitra industri.

Perkembangan riset tersebut disampaikan dalam rangkaian International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA) 2026 yang digelar di Hotel Trembesi BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Lukman Shalahuddin, menjelaskan bahwa riset kendaraan tempur tank ringan merupakan bagian dari prioritas riset strategis industri pertahanan.

“BRIN mengawal pengembangan kendaraan ini hingga mencapai tahapan sertifikasi. Masih terdapat sejumlah tantangan teknis, sehingga kami memastikan kendaraan benar-benar siap sebelum dinyatakan ready,” ujar Lukman pada Selasa (3/2).

Menurutnya, tahap awal riset difokuskan pada optimasi kinerja kendaraan, meliputi desain dan struktur bodi, pemilihan material, serta sistem penggerak. Pengembangan ini ditujukan untuk memastikan kendaraan mampu beroperasi secara andal dalam berbagai kondisi ekstrem.

P8 Light Tank (SSE)

Lukman menambahkan, cakupan riset ke depan akan diperluas tidak hanya pada kendaraan tempur tank ringan, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai varian kendaraan taktis lainnya. Setelah fase optimasi tank ringan, pengembangan akan dilanjutkan pada varian seperti Armoured Personnel Carrier (APC) yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional militer, termasuk evakuasi dan dukungan medis.

Skema kolaborasi riset ini dirancang melibatkan tiga pihak, yakni BRIN, TNI Angkatan Darat, dan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE). Saat ini, kerja sama antara BRIN dan PT SSE telah berjalan, sementara penjajakan kolaborasi dengan TNI AD masih berlangsung dan ditargetkan terealisasi dalam tahun ini, imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager PT SSE, Mardjuki, menyampaikan apresiasi terhadap peran BRIN sebagai mitra riset strategis. Menurutnya, BRIN memberikan dukungan keilmuan yang signifikan, mulai dari pengembangan mesin hingga struktur kendaraan.

“Kolaborasi dengan BRIN memberikan kontribusi penting dalam memastikan aspek teknis kendaraan dikembangkan secara ilmiah dan terukur. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke pengembangan kendaraan lainnya,” ujar Mardjuki.

Melalui kolaborasi riset ini, BRIN menegaskan komitmennya dalam menjembatani riset dan kebutuhan industri, sekaligus mendorong lahirnya inovasi teknologi pertahanan yang siap diimplementasikan dan berdaya saing nasional. (aj/ed:ugi)

  ♞  BRIN  

Rabu, 31 Desember 2025

Pangkohanudnas Terima Paparan Hasil Pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense bagi Personel TNI AD

  Di Belarusia (Kohanudnas)

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono P., S.I.P. menerima paparan hasil pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training bagi personel TNI AD yang dilaksanakan di Belarusia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025), sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan modernisasi kemampuan satuan pertahanan udara TNI AD.

Dalam paparan disampaikan bahwa sistem pertahanan udara BUK merupakan salah satu unsur strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.

Personel yang telah mengikuti pelatihan internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan satuan Arhanud, khususnya dalam aspek taktik penggelaran, integrasi sistem radar peringatan dini, serta penerapan prosedur komando dan pengendalian tingkat batalyon dalam menghadapi spektrum ancaman udara modern.

Pangkohanudnas menegaskan bahwa hasil pelatihan ini harus ditindaklanjuti secara nyata melalui penguatan doktrin, prosedur, dan kesiapan satuan di lapangan.

Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari Belarusia dinilai memberikan nilai tambah dalam pengembangan kemampuan pertahanan udara nasional. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Kohanudnas Mayjen TNI Trias Wijanarko, S.I.P., M.H.I. beserta para pejabat utama Kohanudnas.

  🚀 
Kohanudnas  

Minggu, 30 November 2025

Alutsista TNI Dikerahkan untuk Tangani Bencana Sumatra

 🚑 Kerahkan 21.707 Personel dan Beragam Alutsista TNI AU kerahkan beberapa pesawat (Dispenau)

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mengerahkan kekuatan penuh lintas matra untuk mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, banjir lahar dingin, dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 24 November 2025.

Operasi ini melibatkan alutsista (alat utama sistem senjata) udara, laut, dan darat secara terpadu.

  Peran TNI Angkatan Darat (TNI AD)  
Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) langsung mengerahkan dua unit helikopter heavy-lift dan medium-lift dari Skadron 21/Angkut Berat dan Skadron 11/Serbu:

⍟ Helikopter Mi-17 V5
Kapasitas angkut hingga 4 ton atau 30 personel, dilengkapi winch untuk evakuasi korban di medan sulit.

⍟ Helikopter Bell 412 EP
Lebih lincah untuk pendaratan di area terbatas, kapasitas 13 personel plus peralatan medis.

Kedua helikopter ini diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, menuju Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada 28 November 2025 pagi.

Dari Pekanbaru, helikopter tersebut langsung terbang ke titik-titik krisis di Aceh (Bireuen, Aceh Utara, Pidie), Sumatera Utara (Karo, Dairi, Toba), dan Sumatera Barat (Tanah Datar, Agam, Padang Panjang).

Tugas utama:

▷ Distribusi logistik darurat (makanan, obat-obatan, selimut, tenda keluarga)
▷ Evakuasi udara warga dari desa-desa terisolir
▷ Pengangkutan material tower listrik darurat PLN bersama helikopter Super Puma TNI AU

  Peran TNI Angkatan Laut (TNI AL)  
Koarmada I dan II mengerahkan unsur laut dan udara secara bersamaan:

Kapal perang
KRI Teluk Bintuni-520 dan KRI Teluk Lada-521 (kapal angkut tank kelas Teluk Bintuni) dikerahkan ke perairan barat Sumatera untuk mengakses wilayah pesisir dan muara sungai yang terendam banjir. Kapal ini membawa truk, alat berat, dan perahu karet untuk penyaluran bantuan ke daerah yang tidak bisa dijangkau jalur darat.

Helikopter angkut dan serbu TNI AL
Helikopter AS565 Panther dan EC725 Caracal dari Skadron Udara 200 Wing Udara 1 Puspenerbal dikerahkan untuk evakuasi medis dan pengiriman bantuan ke dataran tinggi yang terisolir akibat longsor.

Tim medis dan penyelamatan
Batalyon Kesehatan Marinir dan Detasemen Jalamangkara (Denjaka) diturunkan ke Padang, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan (Sumbar) serta wilayah Danau Toba (Sumut) untuk penanganan korban luka berat dan pencarian korban hilang di aliran sungai.

Kehadiran alutsista TNI secara terpadu telah berhasil:

💥 Mengevakuasi lebih dari 2.800 warga dari daerah terisolir dalam 48 jam terakhir

💥 Mendistribusikan 48 ton bantuan logistik

💥 Membantu PLN mengangkut 3 dari 7 tower emergency ke lokasi kritis di Aceh

Operasi gabungan TNI, Basarnas, BNPB, Polri, dan relawan ini akan terus berlangsung hingga status tanggap darurat dicabut. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan karena BMKG masih memprakirakan hujan ekstrem hingga 5 Desember 2025.

  👷 
Garuda TV  

Senin, 22 September 2025

Rudal Balistik Pertama Indonesia di Kaltim

Indonesia kini menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki sistem rudal balistik modern yang biasanya hanya dimiliki kekuatan militer besar di luar kawasan Rudal Khan Turkiye (Roketsan)

TNI Angkatan Darat (AD) untuk pertama kalinya secara terbuka mengungkap keberadaan rudal balistik taktis KHAN buatan Turkiye yang telah didatangkan ke Indonesia.

Konfirmasi resmi ini menegaskan laporan CNA Indonesia pada 12 Agustus 2025 lalu mengenai sistem rudal jarak pendek produksi Roketsan yang terlihat di Kalimantan Timur dan disebut berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di Asia Tenggara.

Sistem rudal KHAN pertama kali diketahui publik ketika penghobi militer menemukan keberadaannya di Mako Raipur A Yonarmed 18 Buritkang (Yonarmed 18) di Tenggarong, Kalimantan Timur.

Temuan itu kini dipastikan kebenarannya oleh TNI AD, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki sistem rudal balistik modern yang biasanya hanya dimiliki kekuatan militer besar di luar kawasan.

  Konfirmasi TNI AD 
Asisten Logistik (Aslog) KSAD Mayjen TNI Adisura Firdaus Tarigan menjelaskan rudal dengan jangkauan hingga 280 kilometer itu sudah dikerahkan di Batalion Artileri Medan 18 di bawah Komando Kodam VI/Mulawarman.

“Sebenarnya ada, sudah dikirim ke Kalimantan Timur Roket KHAN ITBM-600, itu ada di Kalimantan Timur, baru tiba juga satu baterai. Di sini kita tidak bisa hadirkan, merujuknya ke pameran TNI AD Fair 2025 di Monas, Jakarta Pusat,” kata Adisura saat ditemui di Silang Monas, Sabtu (20/9), dikutip dari Kompas.com.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menambahkan bahwa pengiriman rudal KHAN yang datang ke Indonesia baru batch pertama dan masih dalam tahap proses.

“Memang sudah ada pengiriman, saya yakin teman-teman juga sudah tahu. Sudah ada pengiriman dan sudah ada deploy di Batalion Artileri Medan 18 yang ada di Kalimantan Timur. Kenapa tidak dikirim ke sini? Karena itu masih berproses,” ungkap Wahyu.

Menurutnya, rudal KHAN belum diserahterimakan kepada TNI AD. Penyerahan resmi direncanakan pada awal 2026, bersamaan dengan kedatangan gelombang kedua.

“Nanti kalau sudah diserahterimakan, bisa totally operational deploy ke TNI AD,” kata Wahyu seperti dilansir Tempo.

Wahyu tidak merinci jumlah pasti rudal yang diterima, namun menegaskan batch pertama setara kekuatan satu batalion.

“Batch pertama itu kekuatan sesuai dengan satu kekuatan batalion. Batalion itu kan ada satu baterai markas dan empat baterai operasional. Satu kekuatan satu batalion, empat baterai,” ujarnya.

  Alasan di Kalimantan Timur 
TNI AD menjabarkan penempatan rudal KHAN di Kalimantan Timur didasari pertimbangan strategis.

Wilayah tersebut dinilai mampu menjangkau seluruh Tanah Air dan menjaga konsep pertahanan lima pulau besar yang menjadi doktrin nasional.

“Dipertimbangkan pada konsep pertahanan, yaitu bisa menjangkau seluruh wilayah Tanah Air,” urai Wahyu.

Ia menambahkan, jarak jangkau rudal dari Kaltim memungkinkan Indonesia menjaga perbatasan sekaligus memperkuat gelar pertahanan nasional.

“Kita bisa menjaga perbatasan karena pada prinsipnya kita menganut politik bebas dan aktif. Artinya, kita bersahabat dengan semua negara, dengan semua bangsa, tapi kita juga harus siap setiap saat untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang jelas tujuannya adalah memperkuat gelar sistem pertahanan Indonesia,” tegasnya.

Rudal KHAN yang dikerahkan Indonesia memiliki jarak tembak hingga 280 kilometer. Bobotnya sekitar 2.500 kilogram dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi seberat 470 kilogram. Sistem pemandu menggunakan teknologi inersia yang didukung GNSS, sementara kendali dilakukan dengan aktuasi elektromekanis dan kontrol aerodinamis.

Rudal ini dapat diluncurkan dari Sistem Senjata KHAN buatan Roketsan maupun platform lain yang kompatibel dengan antarmuka integrasi. Roketsan mengklaim KHAN tahan segala cuaca dan medan, cepat dipersiapkan, serta memiliki akurasi tinggi.

Dalam pertempuran, rudal ini digunakan untuk menghancurkan artileri, sistem pertahanan udara, radar, konsentrasi pasukan, fasilitas logistik, dan target prioritas musuh lainnya.

Menurut Defence Security Asia, jangkauan rudal KHAN memungkinkan serangan hingga ke perairan sengketa, memperluas cakupan pertahanan sekaligus memberi dampak geopolitik signifikan.

Indonesia telah memesan rudal KHAN sejak 2022. Wakil General Manager Roketsan, Murat Kurtulus, saat itu menyebut Indonesia sebagai negara pertama di luar Turki yang membeli sistem tersebut.

  🚀 
CNA  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...