Tampilkan postingan dengan label Infografis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infografis. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Maret 2023

TNI AU Berhasil Upgrade 7 Jet Tempur F-16

  🛩 Program Falcon Star Enhanced Mid Life Update (eMLU) Infografis (INews)

Sebanyak 7 pesawat F-16 A/B TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil diupgrade di Skadron Teknik 042 (Skatek 042), Lanud Iwahjudi, Magetan.

Upgrade ini bagian dari program Falcon Star Enhanced Mid Life Update (eMLU).

Falcon Star eMLu merupakan upaya modernisasi pesawat F-16 TNI AU, di antaranya dengan meningkatkan masa pakai (service life), kemampuan avionik (sistem elektronik pesawat) serta persenjataan secara signifikan.

"Hingga saat ini, Skatek 042 telah berhasil melaksanakan upgrade 7 pesawat F-16 A/B dari 10 pesawat yang masuk dalam program Falcon Star eMLU," bunyi siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau), dikutip Minggu (12/3/2023).

Program ini dapat memperpanjang usia pakai pesawat. Selain itu, peningkatan juga dilakukan pada sistem persenjataan dan kemampuan radar.

  🛩
INews  

Senin, 20 Juni 2022

[Infografis] Peningkatan Produksi Pesawat Dalam Negeri

✈ Produksi PTDI Kementerian Pertahanan mendorong peningkatan kapasitas produksi pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Terdapat dua jenis pesawat yang akan ditambah produksinya, yakni pesawat CN235 dan N219.


  antara  

Kamis, 14 Oktober 2021

Infografis Kendaraan Tempur Rakitan Indonesia

 Bisa Deteksi Asal Suara Ledakan Rantis Indonesia Atav P6 memiliki kemampuan mendeteksi suara ledakan. [iNews]

Indonesia terus memperkuat armada tempur untuk menjaga keamanan negara.

Terbaru, Indonesia menghadirkan kendaraan rantis offroad yang bisa menjelajah berbagai medan.

Bagaimana spesifikasinya? Mobil tempur ringan ini memiliki mekanisme dan pola pengendalian berbeda dengan kendaraan biasa.

Mobil tempur Atav P6 dilengkapi tiga tombol terpisah terdiri atas power cut off, power switch dan ignition starter yang harus dilakukan secara berurutan.

Jika terbalik mesin tidak akan menyala. Kendaraan ini dirancang untuk kebutuhan offroad dengan suspensi sangat empuk.

Armada tempur ini juga dilengkapi fitur Gun Shot Detaction yang berfungsi mendeteksi suara tembakan, suara ledakan, sumber arah suara.

Selanjutnya, akan dikontrol dan muncul pada panel instrumen yang terletak di sebelah kiri penumpang.

  ⍟ iNews  

Sabtu, 14 Agustus 2021

[Infografis] Produk Pertahanan Tersertifikasi TKDN

Optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) terus diupayakan pemerintah bersama dunia usaha kepada industri alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam).

Dengan sertifikasi TKDN diharap dapat mendorong pengembangan usaha lokal pada industri yang memiliki potensi besar ini.


  ★ antara  

Sabtu, 20 Maret 2021

Infographics From Semar Sentinel

Procure AAR & AEW&C aircrafts While Indonesia is focusing on the last phase of its MEF plan, several issues are hampering procurement process of what is considered as force multipliers. In our 39th edition of Archipelago Monitor, we decided to focus on Indonesian Air Force (TNI-AU) project to procure AAR and AEW&C aircrafts.

While these assets are less shinny than combat aircrafts, they are the real force multipliers of modern Air Power. We argue that local lobbies and power struggles have affected the roadmap of major actors such as Boeing and Saab, while budget constraints further complicate the process.

Additionally, this edition of Archipelago Monitor also discusses the recent concerns related to the narrative displayed during Indonesia’s disaster management, as well as the controversy regarding President Widodo’s call for criticism.


 
Semar Sentinel 

Jumat, 05 Februari 2021

Kehebatan Senjata SS2 Terbaru PT Pindad

 SS2 V5 A1 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitXhv8z9XDlfYTiywGKBN_aryW0CUdWvhc7H_POdQ1o0l9ED3ecBD1ibCGl7jBvUljFqSb1n7CLiW7gT3-4rQnSg_Jv7XP_cX8BDjKoCOHpa09TmL23ymLRGdbSwgl1Ab6gngFiRyHYfk/w320-h400/infografis_kehebatan_senjata_ss2_terbaru_pindad.jpegInfografis SS2 terbaru PT Pindad

L
atihan tembak Detasemen Kawal Khusus Kementerian Pertahanan RI di Pusat Pendidikan dan Latihan Kopassus, Batujajar menggunakan senjata produksi PT Pindad keluaran terbaru SS2-V5 A1.

Senjata versi paling canggih kelas SS2 ini mampu memuntahkan hingga 700 peluru per menit dan kecepatan peluru dapat mencapai hingga 720 meter per detik.

Plt Sekretaris Perusahaan PT Pindad Krisna Cahyadianus menyebutkan, senjata buatan Pindad yang digunakan dalam program pelatihan merupakan SS2-V5 A1 dan pistol G2 Combat. Senjata ini akan digunakan selama 40 hari, sejak 27 Januari 2021 lalu.

Senjata SS2-V5 A1 menjadi salah satu varian SS2 terbaru, memiliki desain yang ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi. Kemudian, memiliki beban yang lebih ringan dan dapat menambah kenyamanan pengguna.

SS2-V5 A1 ini merupakan versi terbaru dari SS2-V5. Desainnya yang paling kontras terdapat pada popor lipat SS2-V5 yang diganti menjadi popor dengan model teleskopik.

Senjata SS2-V5 A1 dibuat untuk memenuhi kebutuhan operasi pada aspek kecepatan tembakan dan bidikan. Senjata ini dilengkapi dengan fasilitas picatinny rail baik pada bagian samping maupun atas. Fungsinya untuk lasser point maupun senter yang efektif pada pertempuran dalam ruangan yang minim cahaya.

  ★ INews  

Jumat, 13 November 2020

[Infografis] KRI Fatahillah 361

Masih menjadi andalan TNI ALInfografis

Di awal kedatangannya, korvet Fatahillah Class tergolong kapal perang modern. Namun, seiring waktu berjalan, sistem elektronik, navigasi dan persenjataannya sudah terbilang usang. Memang telah mengalami program upgrade, itupun hanya pada aspek sistem elektonik dan navigasi. Sedangkan sistem senjata di korvet ini tidak mengalami upgrade sama sekali.

Meski ada sejumlah keterbatasan, korvet Fatahillah Class masih punya kemampuan lawan serangan udara. Dalam kondisi tidak dibekali kanon reaksi cepat dan juga tidak dilengkapi rudal hanud (pertahanan udara), lantas apa yang dapat digunakan awak korvet Fatahillah Class dalam menghadapi serangan udara, khususnya dari jet tempur?

Walau ada titik lemah, pada dasarnya korvet buatan Wilton-Fijenoord, Belanda ini sudah dirancang untuk mengantisipasi serangan dari rudal anti kapal dan rudal udara ke permukaan yang diluncurkan dari pesawat tempur.

   sindonews  

Kamis, 12 November 2020

[Dunia] Redback-Korsel Ditantang Lynx KF41-Jerman di Vendor AD Australia

InfografisRedback ★

H
anwha Defense mengirimkan ranpur Redback untuk diuji cobakan dalam program Land 400 Phase 3, disusul Rheinmetall yang meluncurkan unit ranpur pertama dari tiga unit Lynx KF41 yang dirancang, dikembangkan, dan diproduksi untuk program Land 400 Phase 3 yang bernilai Aus$ 18,1 miliar atau setara 11,1 miliar euro.

Rheinmetall akan mengirimkan unit tank Lynx KF41 ke Negeri Kangru untuk bersaing dalam uji coba pengujian dan evaluasi sebagai bagian dari Risk Mitigation Activity (RMA) yang akan dilakukan di medan Australia selama jangka waktu 12 bulan, mulai November 2020.

Pengujian RMA pada tank peserta vendor akan diadakan dalam kondisi ekstrem, kemampuan menahan efek ledakan, kemampuan balistik, kemudahan pengangkutan hingga mobilitas.


  sindonews  

Rabu, 11 November 2020

[Infografis] Drone Indonesia Elang Hitam Akan Dipadu Amunisi Presisi Turki


Amunisi presisi ringan MAM (Mini Akilli Muhimmat) atau Smart Micro Munition berpandu laser Indonesia sedang mengembangkan drone kombatan Elang Hitam, dikabarkan tertarik dengan amunisi presisi buatan perusahaan Turki untuk menambah daya serang drone terebut.Indonesia tertarik memperoleh amunisi berpemandu buatan Roketsan untuk mempersenjatai kendaraan udara tak berawak (UAV) elang hitam.

Indonesia mencari perlengkapan persenjataan untuk kendaraan udara tak berawak, sehingga memiliki permintaan tinggi untuk pengadaan amunisi pintar mini MAM-L dan MAM-C, sistem senjata utama seperti yang terpasang di UAV Turki.

Amunisi presisi ringan MAM (Mini Akilli Muhimmat) atau Smart Micro Munition adalah amunisi pintar berpandu laser yang diproduksi oleh pabrikan pertahanan Rokestan.

Senjata ringan ini telah terbukti efektif ketika digunakan dengan Bayraktar TB2, UAV buatan Turki yang lebih kecil, di Suriah dan Libya.

  sindonews  

[Infografis] CN-235 PTDI Siap Bersaing dalam Tender Pesawat Patroli Malaysia

✈ CN235 MPA Infografis

Tender terbuka internasional dipersiapkan AU Malaysia untuk akuisisi pembelian Pesawat Patroli Maritim (MPA) baru. Arahan akan dilakukan secara online di Kuala Lumpur, yang diikuti oleh para perwakilan dari perusahaan lokal dan internasional yang ingin memasok pesawat MPA, anggota Divisi Industri Pertahanan (BIP) MOD, Tim Proyek Akuisisi MPA RMAF.

Pesawat Patroli Maritim malaysia saat ini tidak memiliki jangkauan dan daya tahan yang cukup. Ruang kabin yang kecil berarti tidak mampu membawa banyak sensor untuk pengawasan. Namun, telah memberikan layanan yang sangat baik dengan catatan keselamatan yang luar biasa selama 22 tahun.

Berdasarkan arahan tersebut, RMAF berencana mengakuisisi sekitar enam pesawat berkemampuan MPA, untuk menggantikan aset yang sudah tua. berikut beberapa kandidatnya Airbus C-295MPA Prancis, Leonardo ATR-72MPA Italia, Boeing P-8A Poseidon dari Amerika Serikat, Kawasaki P-1 Jepang, dan PTDI CN-235MPA dari Indonesia yang sedang dalam pertimbangan.

  sindonews  

Sabtu, 17 Oktober 2020

Kapal Bakamla Akan Dijaga Oleh Senjata Turki

ASELSAN SMASH RCWS 30mm Infografis

Perjanjian pembelian senjata pertahanan pantai oleh Indonesia diumumkan ASELSAN asal Turki. Pantai Indonesia akan dilindungi oleh ASELSAN Remote Controlled Stabilized Gun Systems.

Sistem SMASH dikembangkan oleh ASELSAN. SMASH merupakan sistem senjata yang distabilkan yang dapat dipasangkan dengan Kamera Termal, Kamera TV dan Pengukur jarak Laser, yang dapat dikontrol dari jarak jauh melalui unit kontrol senjata, memiliki fitur pelacakan target otomatis dan struktur yang modular.

Sistem SMASH menghitung kecepatan dan rute sasaran dengan fitur pelacakan sasaran otomatisnya, dan menerapkan koreksi balistik secara otomatis selama penembakan dengan memasukkan informasi kondisi meteorologi, jenis amunisi dan jarak sasaran.

  ★
sindonews  

Senin, 28 September 2020

[Infografis] Turki Alihkan Haluan untuk Pasok Mesin MBT Altay

Diembargo JermanMBT Altay Turki [istimewa] ★

T
urki terkena masalah dalam pengembangan tank kombatannya. Turki terkena embargo oleh Jerman, yang membatalkan penjualan mesin untuk tank MBT Altay. Kini turki meminta secara resmi pada Korea Selatan untuk mengatasi masalah ini.

Tank tempur Altay merupakan tank buatan dalam negeri Turki yang rancangannya berasal dari MBT Korea. Setelah pengembargoan oleh Jerman, Turki telah mencoba untuk mengembangkan sendiri powerpack yang berupa mesin dan transmisi untuk Tank Altay namun gagal.

Korea Selatan sendiri memiliki industri yang bergerak dibidang ini, dengan kondisi jauh lebih kuat daripada Turki, Korea Selatan pun sedang berjuang dalam pengembangan power packnya sendiri. MBT K2 Black Panther merupakan rancangan desain tank MBT buatan Amerika Serikat M1A1 Abrams dengan power pack Jerman.


  sindonews  

Jumat, 25 September 2020

[Infografis] F-16 Makin Canggih Dengan Senjata Laser Pelumpuh Rudal

Lockheed Martin mematangkan konsep untuk melengkapi jet tempur F-16 dengan senjata laser antirudal yang akan digunakan mulai 2024. Program SHiELD (Self-Protect High-Energy Laser Demonstrator) ini berasal dari Lab Penelitian Angkatan Udara.

Senjata ini, sebenarnya ditujukan untuk pesawat tempur generasi keenam seperti proyek NGAD (next generation air dominance). Sementara program SHiELD dikembangkan untuk dapat digunakan pada pesawat tempur non-siluman seperti F-16.

Salah satu tantangan untuk penggunaan di pesawat tempur F-16 adalah bagaimana dapat mengisi daya laser tanpa memasang sistem pembangkit listrik yang benar-benar baru. Daya yang dihasilkan pun mungkin di bawah 100 kW.


  ✈️ Sindonews  

Rabu, 16 Januari 2019

PTDI Akan Bikin Pesawat Bersenjata

Bantu Menteri Susi Lawan Maling Ikanhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1drJr0HBoZVkh3yVchu7apDqmi-7pLtFQQ1DmeX3sYHkRYN13gFuEjB0j2J66JkK5NS8JuTW67PtULA_pYjKwH8Zn_63p_dtsSssqYXWNNl-0lLeV4FG02H2BBOmWmZsKi-pzTDRvihQ/s320/CN235+Gunship.pngCN 235 Gunship rancangan PT DI [ARCinc] ✈

PT
Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI tengah mengembangkan pesawat CN235 yang dilengkapi dengan senjata atau gun ship. Pesawat ini merupakan pengembangan dari CN235 yang sebelumnya sudah diproduksi PTDI.

"Iya memang kita sedang men-develope variant dari legacy product kita CN235, dengan kemampuan sebagai Gun-Ship Aircraft version," kata Direktur Produksi PTDI Arie Wibowo kepada detikFinance, Rabu (16/1/2019).

Dikembangkannya pesawat CN235 dengan perlengkapan senjata untuk memenuhi kebutuhan keamanan di wilayah perairan dan perbatasan Indonesia.

"Ini kita develop untuk memenuhi kebutuhan civil security khususnya daerah perairan dan juga perbatasan negara," ujar Arie.

Ia menambahkan bahwa ini adalah inovasi perseroan yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat untuk kebutuhan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti serta TNI/Polri. Pesawat ini diharapkan bisa membantu memerangi kapal maling ikan, human trafficking, hingga peredaran narkotika.

"Ini inovasi PT Dirgantara Indonesia (Persero) yang ditujukan untuk kemungkinan kebutuhan kementerian Ibu Susi maupun angkatan/Polri," tutur Arie.

Pesawat CN235 Gun Ship saat ini dalam proses penyelesaian basic aricraft. Sedangkan pengujian senjata dilakukan secara terpisah.

Namun, detail persenjataannya belum bisa dirinci oleh PTDI. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan Pindad.

"Memungkinkan nanti apabila sudah ada customernya kami bekerja sama dengan Pindad sebagai bentuk BUMN sinergi," ujar Arie.

Pesawat CN235 Gun Ship diharapkan bisa uji terbang tahun ini. "Harapan kita bisa terbang perdana dan memulai terbang pengujian tahun 2019 ini," tutur Arie.

Perlu diketahui, sertifikasi adalah proses verifikasi untuk memastikan pesawat aman untuk digunakan masyarakat. Untuk mendapatkan sertifikasi tidak hanya dengan menerbangkan pesawatnya 300 jam saja, tapi juga melakukan development flight test untuk mengetahui apakah performa pesawat sesuai rancangannya.

Kemudian certification flight test sebagai verifikasi akhir dari otoritas dalam hal ini Kementerian Perhubungan terhadap keamanan pesawat.

  detik  

Selasa, 30 Oktober 2018

[infografis] Pencarian Pesawat Lion JT 610

Tiga Satuan Elit Marinir hingga Robot Cari Lion Air

Infografs [detik]

 Alat Sonar dan 50 Penyelam Dikerahkan 

Badan SAR Nasional (Basarnas) mengatakan tidak ada metode khusus untuk mencari kotak hitam (black box) Lion Air JT610. Basarnas berfokus pada pencarian badan pesawat (main body) terlebih dahulu.

"Kita tentunya pengen mencari main body dulu, biasanya kan itu tidak jauh dari main body, kalau itu ketemu saya yakin pasti tidak jauh-jauh dari situ," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018).

Seluruh temuan berupa serpihan pesawat, barang-barang korban, hingga potongan tubuh yang mengapung sudah dievakuasi petugas. Namun, saat ini tim pencarian masih melakukan penyisiran baik di permukaan laut ataupun di dalam laut.

"Kalau yang ada di atas permukaan sudah kita ambil semua. Sudah kita collect semua ada di sini dan 10 kantong itu sejak tadi malam sudah kita serahkan kepada Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi," ujar Syaugi.

Syaugi mengatakan sebanyak 50 personel dikerahkan untuk penyelaman hari ini yang berasal dari Basarnas, Kopaska TNI AL, dan pihak lainnya. Alat multibeam echosounder juga dipakai untuk memaksimalkan pencarian objek di bawah laut.

"Dari pagi tadi pukul 06.00 WIB sudah dilaksanakan penyelaman kembali. Hari ini kita akan melaksanakan penyisiran kembali di atas permukaan air dan dilakukan penyelaman di bawah air termasuk kita menggunakan alat yang namanya multibeam echosounder untuk melihat apakah ada objek di bawah. Karena kita berharap bodi pesawat atau main body-nya bisa terlihat," ucapnya.

Data terakhir tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri masih tercatat 24 kantong jenazah berhasil dibawa ke daratan dari titik koordinat jatuhnya pesawat. Sebanyak 10 kantong jenazah berisi potongan tubuh dan sisanya berisi serpihan pesawat.

Pesawat Lion Air JT 610 berjenis Boeing 737 MAX 8 itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka Belitung dengan membawa 189 orang di dalamnya. Pesawat terbang pukul 06.20 WIB kemudian hilang kontak pukul 06.30 WIB. Puing-puing pesawat ditemukan di perairan sebelah utara Karawang, Jawa Barat. (jbr/jbr)

  detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...