Tampilkan postingan dengan label Helikopter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Helikopter. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2026

Turkish Aerospace Jajaki Pembangunan Fasilitas Perakitan Pesawat di Indonesia

    🤝 ✈  🚁
Acara Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026 di BRI Tower Bandung, Selasa (9/6/2026) (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar)

Kerja sama antara Indonesia dan Turkish Aerospace diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri dirgantara nasional melalui rencana pembangunan fasilitas perakitan pesawat serta manufaktur komponen penerbangan. Rencana strategis ini mengemuka dalam acara Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026 yang diselenggarakan di Bandung pada Selasa (9/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Langkah ini diambil guna mendorong investasi baru di sektor penerbangan, penyediaan bahan baku, hingga manufaktur komponen. Pihak Turkish Aerospace menilai Indonesia memiliki landasan sejarah dan potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan industri penerbangan di kawasan Asia Tenggara.

Managing Director Turkish Aerospace Indonesia, Adi Aviantoro menyatakan bahwa sektor dirgantara nasional sempat mengalami kelesuan setelah sebelumnya memiliki dasar industri yang kuat. Kehadiran investasi baru ini diharapkan mampu memberikan suntikan modal bagi kebangkitan aviasi domestik.

"Indonesia ini secara sejarah memang background industrinya sudah diarahkan ke arah industri aerospace. Kemudian ada jeda masa waktu ketika industri aerospace itu lesu. Mulai tahun 2022, setelah Turkish Aerospace Indonesia berinvestasi di Indonesia, kami harapkan industri aerospace dan pendukungnya mulai berkembang, terutama di industri manufaktur," kata Adi saat ditemui di sela acara.

Menurut Adi, basis industri yang kuat di Indonesia, khususnya di Kota Bandung, menjadi daya tarik utama bagi pihak Turki untuk menanamkan modalnya.

"Turki melihat Indonesia sudah mempunyai potensi ke arah industri aerospace. Oleh karenanya memang Turki berinvestasi di Indonesia untuk industri pesawat terbang yang sudah ada basisnya di Indonesia, terutama di Bandung," ujarnya.

Saat ini, pengembangan fundamental berfokus pada penguatan manufaktur komponen sebelum kapasitas produksi pesawat terbang ditingkatkan secara massal guna mendukung industri di Turki.

"Sekarang ini yang harus kita perkuat secara fundamental adalah mengembangkan industri part manufacturing yang kemudian akan berkembang ke arah pesawat terbang yang akan mendukung industri pesawat terbang di Turki. Tapi kita di Indonesia sekarang ini lebih fokus kepada industri part manufacturing," katanya.

Meskipun pendirian fasilitas perakitan pesawat sudah masuk dalam rencana jangka panjang, besaran nilai investasi keseluruhan saat ini masih berada dalam tahap pengkajian mendalam.

"Selain membuat perusahaan Turkish Aerospace Indonesia, Turki juga berinvestasi untuk ke depannya membuat fasilitas assembly pesawat terbang. Sampai saat ini kita masih dalam studi untuk menyimpulkan besaran nilai investasi," ujar Adi.

Kawasan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka menjadi salah satu kandidat kuat lokasi fasilitas perakitan tersebut, menyusul pemberian fasilitas serupa kepada GMF.

"Saat ini kita ada beberapa pilihan yang belum diputuskan. Kemarin sudah didengar mengenai GMF yang diberikan fasilitas di Kertajati. Mungkin arahan ke depannya juga arahnya akan ke Kertajati," katanya.

Adi menambahkan bahwa Bandung memiliki kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni berkat keberadaan universitas dengan jurusan penerbangan.

"Bandung harusnya paling siap karena didukung dari universitas yang jurusannya penerbangan yang ada di Bandung. Kemudian ada industrinya, industri penerbangan memang pusatnya dari dulu ada di Bandung," ujarnya.

Pada tahap awal operasional, perusahaan akan memprioritaskan pengembangan helikopter komersial, meskipun Turkish Aerospace juga memproduksi pesawat sayap tetap serta helikopter militer.

"Sementara ini kita masih fokus untuk helikopter yang komersial. Produk Turkish Aerospace ada yang fixed wing and rotary wing. Yang rotary wing itu ada yang militer dan ada yang komersial, sekarang ini kita fokus untuk yang komersial," kata Adi.

Kendala utama yang saat ini dihadapi oleh industri penerbangan domestik adalah ketergantungan pada impor bahan baku, yang diharapkan dapat diatasi melalui dukungan finansial yang kuat.

"Saat ini memang kesulitan yang paling utama adalah raw material. Tapi dengan adanya dukungan finansial, maka mudah-mudahan kendala ini bisa diatasi. Kemudian raw material bisa kita sediakan untuk para supplier di Indonesia. Akhirnya secara financing sudah tidak ada masalah untuk pengadaan material," ujarnya.

Di sisi lain, Chairman Indonesian Aircraft Components Manufacturers Organization (INACOM), J. Adi Sasongko menilai kehadiran perusahaan asal Turki ini mampu menggerakkan ekosistem industri komponen lokal yang tersebar di wilayah Indonesia.

"Kita beruntung sekarang ini kita ketemu Turkish Aerospace Indonesia yang mencoba membangun ekosistem. Harapannya kita bisa didukung oleh industri yang banyak tersebar di seluruh Indonesia untuk mensupport Turkish Aerospace Indonesia," katanya.

Ia mencontohkan Amerika Serikat yang berhasil mengembangkan industri penerbangannya melalui peningkatan kapabilitas dari industri komponen otomotif.

"Saya rasa industri aviasi ini sangat besar peluangnya. Seperti di Amerika, industri aviasi dibuat pertama kali dengan mengonversi industri komponen otomotif untuk di-upgrade menjadi industri komponen pesawat. Harapannya kita bisa mengikuti seperti Amerika," ujarnya.

Meskipun mengidentifikasi adanya hambatan pada sistem regulasi dan birokrasi domestik, Adi Sasongko menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menghentikan langkah pengembangan.

"Birokrasi dan regulasi itu tetanggaan, sama-sama ruwet. Kita tidak akan menunggu birokrasi maupun regulasi sampai benar-benar ideal. Karena kalau kita menunggu ideal mungkin tidak akan pernah datang," katanya.

Sektor transportasi udara dinilai memiliki potensi pasar domestik yang sangat besar mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

"Sebenarnya kita merupakan pasar yang sangat besar. Mulai Sabang sampai Merauke membutuhkan transportasi udara yang begitu banyak. Dengan 17.000 pulau, harusnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sekarang yang beterbangan di atas kita ini kebanyakan pesawat impor semua," tutupnya.

  ★  Mata Lokal   

Senin, 18 Mei 2026

Indonesia Bersiap untuk Operasikan Kapal Induk Bekas Italia, Giuseppe Garibaldi

https://www.navalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/Carrier-Flight-Deck-Outline-at-Juanda-Naval-Air-Station.-TNI-AL-picture-2-scaled.jpg.webpSimulasi kapal induk di la udah Juanda (Dispenal)

TNI AL telah memulai persiapan untuk operasi penerbangan di masa mendatang di atas kapal induk bekas Italia, Giuseppe Garibaldi..

Dalam sebuah video yang kini telah dihapus yang diunggah di akun resmi Skuadron ke-100 TNI AL, terungkap bahwa pihak TNI telah membuat fasilitas simulasi untuk pelatihan operasi penerbangan di masa mendatang..

Skuadron yang berspesialisasi dalam operasi perang anti-kapal selam dan dilengkapi dengan helikopter AS565 Panther ini, menggambarkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari persiapan untuk helikopter yang beroperasi ke/dari “ KRI Gajah Mada ” — nama yang dirumorkan untuk Garibaldi setelah memasuki armada Indonesia..

Sebagai catatan, Gajah Mada adalah seorang pemimpin militer dan Perdana Menteri Kekaisaran Majapahit pada abad ke-14 , yang wilayah kekuasaannya meliputi Indonesia dan Malaysia saat ini..

Fasilitas pelatihan tersebut terdiri dari sketsa dek penerbangan besar yang dilukis di salah satu area apron/helipad di sisi selatan Pangkalan Udara Angkatan Laut/Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, tempat skuadron ke-100 berada..

Fasilitas ini dimaksudkan untuk membantu pilot angkatan laut Indonesia dan awak dek membiasakan diri dengan operasi dek penerbangan kapal induk sebelum kedatangan kapal tersebut..

Dengan panjang sekitar 180 meter dan lebar 33 meter, garis luarnya sangat mirip dengan dimensi kapal induk Italia sebelumnya. Namun, jika dilihat lebih dekat, garis luar tersebut tidak secara akurat mereplikasi tata letak dek penerbangan Garibaldi yang sebenarnya..

Misalnya, apa yang tampak sebagai garis luar dua lift pesawat terletak di sisi kiri (port side) dan bukan di sisi kanan (starboard side)..

Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah bahwa fasilitas yang ada saat ini hanya ditujukan untuk pelatihan pengenalan awal yang mendasar, sementara fasilitas pelatihan kapal induk yang lebih akurat dan komprehensif dapat dibangun di kemudian hari..

Jadwal pasti transfer kapal induk tersebut masih belum jelas. Sebelumnya, Angkatan Laut Indonesia menyatakan bahwa mereka memperkirakan kapal tersebut akan tiba sebelum tanggal 5 Oktober tahun ini , bertepatan dengan perayaan Hari Angkatan Bersenjata Indonesia..

Namun demikian, dokumen yang diajukan oleh pemerintah Italia ke parlemen menyatakan bahwa proses transfer baru akan diselesaikan pada Desember 2026. Parlemen Italia sendiri telah menyetujui transfer tersebut pada tanggal 28 April..

Status operasional kapal yang sebenarnya di dalam Angkatan Laut Indonesia juga diperkirakan membutuhkan waktu. Seperti yang dilaporkan Naval News sebelumnya, berdasarkan kesepakatan transfer, kapal tersebut akan diserahkan tanpa kemampuan operasional ofensif..

Hanya sistem keselamatan penting, fasilitas kenyamanan di atas kapal, dan sistem propulsi yang akan dipertahankan untuk memungkinkan pelayaran transfer ke Indonesia..

Oleh karena itu, KRI Gadjah Mada di masa depan —atau apa pun nama yang akhirnya disematkan pada kapal tersebut—akan membutuhkan program modernisasi dan perbaikan yang signifikan dan panjang sebelum dapat memberikan kemampuan nyata bagi Angkatan Laut Indonesia.

   Naval News  

Selasa, 12 Mei 2026

TNI AL Perdalam Kajian Teknologi Penerbangan Strategis

  Dalam Kunjungan ke Italia 
TNI AL lakukan kajian pada pesawat A-Viator untuk pengawasan udara, heli angkut AW149 dan heli anti kapal selam NH90 NFH (Dispenal)

Sebagai bagian dari upaya memperdalam kajian teknologi penerbangan strategis guna mendukung penguatan kedaulatan maritim Indonesia, delegasi TNI AL yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H. melaksanakan kunjungan kerja strategis delegasi TNI AL ke pusat industri penerbangan Italia pada 5 hingga 11 Mei 2026.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi TNI AL meninjau fasilitas produksi Vulcanair S.A. di Casoria, Naples, Italia, dengan fokus pada pesawat A-Viator (AP68TP-600), pesawat twin turboprop berkonfigurasi high-wing yang dirancang untuk mendukung efisiensi operasional tinggi.


Pesawat tersebut memiliki kapasitas 11 personel yang terdiri dari dua pilot dan sembilan penumpang serta dilengkapi retractable landing gear guna meningkatkan performa kecepatan.

Bagi TNI AL, platform ini dinilai memiliki fleksibilitas tinggi untuk mendukung berbagai misi khusus seperti pengawasan udara, pemetaan fotogrametri, hingga pengoperasian kamera FLIR untuk kebutuhan pengintaian dan deteksi jarak jauh.

Rangkaian kegiatan selanjutnya dilaksanakan di Leonardo Helicopters dengan menerima paparan mendalam terkait dua platform helikopter modern, yaitu AW149 dan NH90 NFH (NATO Frigate Helicopter).


AW149 merupakan helikopter militer medium multi-peran dengan bobot maksimal 8,6 ton dan mampu mengangkut hingga 16 personel bersenjata lengkap.

Helikopter ini memiliki kemampuan operasional segala cuaca serta konfigurasi fleksibel untuk mendukung misi SAR, evakuasi medis, hingga close air support.

Sementara itu, NH90 NFH dirancang khusus untuk operasi maritim dengan kemampuan anti kapal selam (ASW) melalui sistem dipping sonar SONICS Flash Mk1 dan pemrosesan sonobuoy.

Helikopter tersebut juga mampu membawa torpedo MU90 dan rudal anti-kapal Marte ER sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan laut modern.

  𒎓 TNI AL  

Selasa, 07 April 2026

Puspenerbal Uji Efektivitas Helikopter Bell 505

  Dalam misi pengintaian taktis Sejumlah penerbang TNI AL saat menguji efektivitas manuver helikopter Bell 505 Jet Ranger X, Sidoarjo, Senin (6/4). (Dok. Puspenerbal)

Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) terus memodernisasi kemampuan tempur para penerbangnya. Kali ini, helikopter Bell 505 Jet Ranger X dikerahkan untuk menguji efektivitas manuver perlindungan udara (air cover) serta pengintaian taktis di wilayah perairan Nusantara.

Latihan yang berlangsung di Sidoarjo, pada Senin (6/4) ini melibatkan sejumlah perwira menengah dan pertama, di antaranya Mayor Laut (P) Alfred, Kapten Laut (P/W) Utami, Lettu Laut (P) Dito, serta Letda Laut (P) Jovanda. Para penerbang tersebut fokus mengasah kemahiran dalam mengawal pergerakan unit kawan, baik yang berada di darat maupun di permukaan laut.

Komandan Skuadron Udara 200 Letkol Laut (P) Bani Safangat, menegaskan intensitas latihan merupakan kunci utama untuk mencetak kru pesawat yang andal. Ia berkomitmen meningkatkan standar kemampuan personel agar selalu siap menghadapi dinamika penugasan yang kian kompleks.

Latihan ini menjadi sarana pembuktian efektivitas helikopter Bell 505 dalam mendukung kurikulum pendidikan penerbang TNI AL yang modern. Kami ingin memastikan koordinasi dan kewaspadaan ruang udara tetap terjaga selama misi berlangsung,” ujar Bani, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Selasa (7/4).

Senada dengan itu, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie, mengingatkan kemahiran taktis bukan sekadar rutinitas di atas kertas. Sebagai praktisi penerbang, ia menekankan pentingnya penguasaan teknik secara mendalam bagi setiap perwira.

Penguasaan taktis secara mendalam adalah kebutuhan operasional demi menjamin keberhasilan tugas di masa depan. Kemahiran dalam manuver ini harus menjadi refleks bagi setiap penerbang,” tegas Oscar.

 Bell 505 Jet Ranger X: Helikopter Latih Berteknologi Tinggi

Helikopter Bell 505 Jet Ranger X hadir sebagai instrumen modern dalam sistem pendidikan penerbang TNI AL. Sebagai helikopter ringan bermesin tunggal, pesawat ini dirancang untuk menggantikan peran generasi lama dengan menawarkan efisiensi tinggi serta teknologi digital mutakhir. Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan dek penerbangan Garmin G1000H NXi, sebuah sistem navigasi terintegrasi yang menyajikan seluruh informasi instrumen dalam layar digital resolusi tinggi, sehingga memudahkan penerbang memantau situasi selama misi pengintaian.

Dapur pacu helikopter ini ditenagai oleh mesin Safran Arrius 2R yang sudah dilengkapi sistem kendali digital otoritas penuh atau Dual Channel FADEC. Teknologi ini memastikan kinerja mesin tetap optimal secara otomatis sekaligus mencegah risiko kelebihan beban saat bermanuver. Dengan kemampuan melesat hingga kecepatan 125 knot atau sekitar 232 kilometer per jam, Bell 505 mampu menjangkau jarak hingga 560 kilometer dalam sekali terbang.

Selain aspek teknis, Bell 505 menonjol karena desain kabinnya yang luas dengan lantai rata, memberikan fleksibilitas tinggi untuk berbagai konfigurasi misi taktis. Penggunaan material komposit pada struktur bodinya membuat helikopter ini lebih ringan namun tetap kokoh.

Kombinasi antara kelincahan dan teknologi radar yang presisi menjadikannya platform yang sangat efektif untuk melatih manuver sulit, termasuk memberikan perlindungan udara bagi pasukan kawan di darat maupun laut. (at)

  ⏁ 
 IDM  

Kamis, 05 Maret 2026

KRI Brawijaya-320 Uji Alat Robotik untuk Pindahkan Helikopter Panther

(Dispenal)

TNI AL terus mempercanggih kemampuan operasional kapal perangnya. KRI Brawijaya-320 baru saja menguji coba alat robotik canggih untuk memindahkan helikopter di atas geladak kapal.

Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II menggelar uji coba tersebut bersama Skuadron Udara 100 Puspenerbal. Mereka memadukan sistem kapal dengan helikopter Panther AS565 MBe dalam rangkaian latihan operasi, Kamis (5/3).

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar, menjelaskan fungsi alat bernama Mantis Remote Aircraft Mover (RAM) tersebut. Ia menyebut alat ini bekerja layaknya robot pendorong untuk menarik dan memarkir helikopter.

Sistem ini berfungsi membantu proses penarikan dan pemindahan helikopter. Alat ini menempatkan pesawat di area geladak kapal secara aman dan presisi, khususnya saat kondisi kapal berada di tengah laut yang bergelombang,” ujar Antonius dalam keterangannya.

Ia menambahkan, uji coba ini bertujuan memastikan “interoperabilitas” atau kemampuan kerja sama sistem antarunit. Kru kapal ingin memastikan sistem pemindah (Heli Traversing System) milik KRI Brawijaya benar-benar cocok dan bisa bekerja optimal dengan helikopter Panther.

Melalui kegiatan ini, prajurit tidak hanya menguji kesiapan peralatan, tetapi juga menyelaraskan prosedur tetap (SOP). Kami meningkatkan kemampuan koordinasi antara awak kapal perang dan pilot helikopter,” tambahnya.

Dengan teknologi ini, TNI AL berharap seluruh sistem dapat bekerja efektif. Hal ini sangat penting untuk mendukung kelancaran tugas operasi di laut lepas yang seringkali memiliki cuaca tak menentu. (at)

  ⚓️ 
IDM  

Kamis, 19 Februari 2026

PT E-System Solutions Indonesia Memilih MD Helicopters

MD Helikopter (PT ESS)

PT E-System Solutions Indonesia Memilih MD Helicopters untuk Program Penelitian dan Pengembangannya, yang menggabungkan helikopter berawak dengan sistem tanpa awak untuk mengembangkan solusi spesifik untuk Manned Unmanned Teaming (MUM-T).

PT E System Solutions akan membeli armada hingga 14 helikopter MD-530F, di mana dua helikopter dialokasikan untuk pengujian penerbangan dan pengembangan, dan 12 unit lainnya akan digunakan untuk menyediakan Ekosistem Pelatihan Lanjutan yang menggabungkan drone dan platform tanpa awak.

  ESS  

Selasa, 03 Februari 2026

[Video] A Defense Mission with H225M Helicopters

  Upload by Strategis Global Industri Logistics 

SGI
successfully handled the shipment of two H225M helicopters from Marseille, France to Bandung, Indonesia.

These helicopters are the result of a strategic collaboration between PT Dirgantara Indonesia and Airbus Helicopters. Before departure, each unit underwent a thorough inspection by PTDI and SGI teams to ensure full compliance with technical and safety standards. Once cleared, the helicopters were carefully transported by truck to Port Fos-sur-Mer in France.

Supported by the Indonesian Defense Attaché in France, Air Marshal Anang Surdwiyono, the final pre-shipment process was completed smoothly on the day of departure. From there, the helicopters began an almost two-month journey aboard a specific vessel, crossing continents before arriving safely at Tanjung Priok Port, Jakarta. Immediately upon arrival, they were delivered to PTDI’s facility in Bandung.

On September 15, an official flight test and review were conducted at Monas, Central Jakarta, attended by PTDI President Director Gita Amperiawan, Indonesia’s Minister of Defense Sjafrie Sjamsoeddin, and Head of the Defense Logistics Agency, Air Marshal Yusuf Jauhari.

As emphasized by the Minister of Defense, the H225M plays a strategic role as a command and control platform—supporting military operations as well as humanitarian missions. Its arrival marks an important milestone in strengthening Air Force operational readiness, modernizing defense capabilities, and advancing national industry independence through PTDI.

Behind this successful delivery, SGI played a crucial role as the forwarding partner—ensuring precise coordination, uncompromised safety, and seamless execution across borders. Because in defense logistics, every detail matters, and every mission must succeed.

 Video from Youtube : 


  🎥 Youtube 

Jumat, 02 Januari 2026

Dubes Achmad Rizal Purnama Jajaki Kerja Sama Industri Pertahanan

Dubes Achmad Rizal Purnama (kiri) dan Corporate Marketing Leader dari Turkish Aerospace Industries Murat Zace di Kedutaan Besar RI (KBRI) Ankara, Turki pada 24 Desember 2025. (Foto X @AchmadRPurnama)

DUTA Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Turki Achmad Rizal Purnama menerima kunjungan Murat Zace, Corporate Marketing Leader dari Turkish Aerospace Industries (TUSAS). Pertemuan tersebut berlangsung di Kedutaan Besar RI (KBRI) Ankara, Turki pada 24 Desember 2025.

Pertemuan dengan pemimpin TUSAS tersebut membahas penguatan kerja sama Indonesia–Turki di bidang industri pertahanan. Khususnya pada pengembangan dan potensi kolaborasi teknologi pertahanan udara.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan sejumlah platform strategis. Antara lain pesawat tempur Kaan, wahana udara nirawak Anka, serta berbagai platform helikopter.

Diskusi ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional sekaligus memperluas kemitraan strategis dengan mitra internasional,” ungkap Dubes Rizal dalam pernyataannya.

Rizal menegaskan, Turki merupakan salah satu mitra penting Indonesia dalam pengembangan industri pertahanan. Utamanya, yang berbasis alih teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta peluang produksi bersama di masa depan.

Kaan adalah pesawat tempur generasi kelima yang dikembangkan Turkish Aerospace Industries. Pesawat ini dirancang dengan teknologi siluman (stealth), kemampuan avionik canggih, serta integrasi sistem persenjataan modern.

Kaan diproyeksikan menjadi tulang punggung pertahanan udara Turki di masa depan. Pesawat ini menarik minat sejumlah negara mitra, termasuk Indonesia, untuk kerja sama pengembangan teknologi dan industri pendukungnya.

Sedangkan Anka merupakan pesawat tanpa awak kelas menengah hingga berat yang mampu melakukan misi pengintaian, pengawasan, serta serangan. Drone ini memiliki daya jelajah panjang dan dapat membawa berbagai sensor serta persenjataan presisi.

Selain pesawat tempur dan drone, pembahasan juga mencakup platform helikopter produksi Turki yang dirancang untuk berbagai misi. Seperti transportasi militer, pencarian dan penyelamatan (Search And Rescue/SAR), hingga operasi taktis.

Helikopter-helikopter ini dikembangkan dengan fokus pada keandalan, fleksibilitas misi, serta kemampuan beroperasi di berbagai medan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan geografis Indonesia.

  🛩
RM  

Kamis, 25 Desember 2025

Kemhan Klarifikasi Informasi Tanda Tangan Kontrak Beli Helikopter Mi-8

 Sebut baru penjajakan Ilustrasi helikopter Caracal TNI AU mendarat di Lereng Bukit memberikan pengiriman di lokasi bencana (Dispenau)

Kementerian Pertahanan mengklarifikasi informasi setelah disebut telah menandatangani kontrak pembelian helikopter.

Kabar ini muncul setelah akun Instagram Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (KERIS) menyebut Kementerian Pertahanan menandatangani pengadaan 12 unit helikopter Mi-8/Mi-17 antara PT Systems Solutions Indonesia dengan Baloggan Kemhan.

Bahkan, beberapa disebut telah beroperasi di Aceh untuk penanganan banjir bandang dan tanah longsor.

Terkait postingan helikopter dari Lembaga KERIS, perlu kami luruskan bahwa informasi tersebut belum dapat disebut sebagai pembelian atau kontrak pengadaan,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait kepada Kompas.com, Rabu (24/12/2025).

Perwira tinggi bintang satu itu menjelaskan, Kementerian Pertahanan saat ini masih berada pada tahap penjajakan dan evaluasi teknis.

Proses tersebut mencakup uji kesesuaian platform helikopter untuk mendukung berbagai misi, khususnya operasi kemanusiaan dan bantuan bencana.

Terkait keberadaan helikopter dalam misi bantuan kemanusiaan di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, dapat kami sampaikan bahwa beberapa unit yang digunakan masih dalam konteks uji coba operasional (trial) untuk melihat efektivitas, keandalan, dan interoperabilitasnya dalam kondisi lapangan nyata,” kata dia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian sebelum pemerintah mengambil keputusan lebih lanjut,” ucap dia.

Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan belum bisa menyampaikan perusahaan dan negara asal karena masih dalam proses penjajakan.

Karena proses penjajakan masih berjalan dan belum masuk pada tahap pengadaan resmi,” jelas dia.

Sementara itu, CEO E-System Solutions, Habib Boukharouba dalam unggahannya di akun personal Linked-In miliknya menyatakan bahwa PT E-Systems Solutions Indonesia membantu operasi kemanusiaan TNI AD di Aceh dengan menerjunkan sejumlah helikopter.

Menurutnya, pengiriman ini dapat dimungkinkan melalui program Fast Track Aquisition (FTA). Ia pun menyatakan bahwa pengiriman ini dimungkinkan melalui kerja sama erat yang terjalin antara Kemenhan dengan E-System Solutions Indonesia.

  ⍟
Kompas  

Minggu, 21 Desember 2025

Helikopter Caracal TNI Angkatan Udara Mendarat di Lereng Bukit

 Salurkan bantuan ke Nagari Sungai Limau Helikopter Caracal TNI Angkatan Udara Mendarat di Lereng Bukit (Dispenau)

Helikopter EC-725/H225M Caracal milik TNI Angkatan Udara mengambil keputusan kritis dengan mendarat di lereng bukit yang memiliki kemiringan tajam untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana di Nagari Sungai Limau, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (19/12/2025).

Helikopter Caracal bernomor registrasi HT-7206 lepas landas dari Lanud Sutan Sjahrir dengan membawa 2,33 ton bantuan logistik. Setibanya di lokasi, dengan melihat kondisi medan yang ada helikopter melakukan pendaratan pada area terbatas di lereng bukit yang menuntut presisi tinggi dan perhitungan yang matang untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

Proses pendaratan dilaksanakan secara terukur dengan memperhitungkan kontur medan dan faktor keselamatan penerbangan. Berkat profesionalisme awak helikopter, pendaratan dapat dilakukan dengan aman meskipun menghadapi tantangan medan yang ekstrem.

Usai pendaratan, prajurit TNI AU bersama unsur TNI lainnya bergerak cepat menurunkan bantuan dari helikopter. Bantuan tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat Nagari Sungai Limau melalui kerja sama yang solid antara aparat dan warga setempat.

Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, S.T., M.M., menyampaikan bahwa operasi ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI AU dalam membantu masyarakat di daerah terdampak bencana.

Pengoperasian Helikopter Caracal memungkinkan TNI AU menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. Dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan, TNI AU berkomitmen memberikan bantuan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

  ⍟
Militer Udara  

Selasa, 09 Desember 2025

Presiden Prabowo Akan Mendatangkan Helikopter Mi-26 asal Rusia

Helikoter terbesar dunia Mi-26 asal Rusia (airforce)

Teka-teki helikopter yang dibeli pemerintah RI akhirnya terkuak.

Presiden Prabowo Subianto membocorkan helikopter yang akan diakuisisi merupakan helikopter angkut asal Rusia. "Sebentar lagi kita datangkan Mi-26, lebih besar lagi," kata Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada Ahad (7/12/2025) malam WIB.

Jawaban Prabowo itu keluar saat merespons jawaban dari anak buahnya yang menjelaskan salah satu helikopter yang dikerahkan TNI untuk mengirimkan bantuan ke wilayah terisolasi di Provinsi Aceh. "Itu (helikopter) Mi berapa? Mi-17?" kata Prabowo.

Hanya saja, Prabowo tidak menjelaskan apakah helikopter angkut produksi Mil Moscow Helicopter Plant tersebut merupakan hasil pengadaan saat ia menjabat menteri pertahanan (menhan) atau disewa untuk membantu tanggap darurat dalam pengiriman bantuan ke warga korban bencana. Meski begitu, helikopter berjuluk Halo tersebut merupakan alutsista angkut berat terbesar dan terkuat di dunia buatan negeri Beruang Merah yang bisa memuat kargo sampai 20 ton atau setarar 90 personel.

Saat berpidato pada Hari Ulang Tahun ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (5/12/2025) malam WIB, Prabowo mengeklaim, Indonesia merupakan bangsa yang kuat dan mampu menghadapi berbagai cobaan, termasuk bencana alam yang saat ini terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dia mengeklaim, pemerintah bereaksi cepat dalam penanganan bencana di berbagai daerah.

Spesifikasi Mi-26, pernah diincar Penerbad (majalah Palagan)

Tidak heran, TNI tiga matra sampai bisa mengerahkan 50 helikopter untuk membantu mengirimkan logistik ke daerah tersulit terdampak bencana.

"Alat-alat negara segera hadir. Mungkin beberapa bulan, beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang bisa memperkirakan bahwa negara kita mampu mengerahkan 50 helikopter. 50 helikopter sekarang sedang bergerak di daerah musibah," kata Prabowo.

Dia mengungkapkan, pemerintah telah memutuskan untuk memperkuat armada udara untuk penanganan bencana dan kebutuhan pertahanan negara. Mulai Januari 2025, sambung dia, pemerintah akan mendatangkan 200 helikopter tambahan guna memperkuat kesiapsiagaan nasional.

"Minggu ini helikopter baru datang, lima buah helikopter minggu ini. Dan terus berdatangan, dan saya sudah perintahkan mulai Januari tahun depan dan seterusnya, kita akan datangkan 200 helikopter di Republik Indonesia ini. Beberapa bulan yang lalu kita datangkan lima Hercules terbaru C-130J, beberapa minggu lalu kita datangkan Airbus A400," ucap Prabowo.

  ⍟
Republika  

Minggu, 07 Desember 2025

Prabowo Bakal Beli 200 Helikopter Tahun Depan

Helikoter TNI banyak diturunkan dalam OMSP. (dispenau) 

Presiden Prabowo Subianto mengaku akan membeli 200 helikopter mulai Januari 2026.

Menurutnya, pembelian itu akan melengkapi pesawat Hercules C130J dan Airbus A400 yang telah hadir lebih dulu di Indonesia.

"Minggu ini helikopter baru datang 5 buah, dan terus berdatangan. Dan saya sudah perintahkan mulai Januari tahun depan dan seterusnya, kita akan datangkan 200 helikopter di RI ini," kata Prabowo dalam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Prabowo menyampaikan, alutsista itu dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk mengevakuasi bencana alam.

Dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, misalnya, negara sudah mengerahkan 50 helikopter untuk membawa bantuan logistik.

"Mungkin beberapa bulan, beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang bisa perkirakan bahwa negara kita mampu mengerahkan 50 helikopter. 50 helikopter sekarang sedang bergerak di daerah musibah," ucap Prabowo.

Menurut Prabowo, hal itu merupakan bentuk negara hadir ketika masyarakat kesulitan akibat bencana.

Menurutnya, Indonesia adalah bangsa yang besar yang mampu mengatasi semua cobaan yang ada.

"Kita menyadari bahwa bangsa kita, negara kita ternyata adalah negara yang besar dan yang kuat. Kita mengalami cobaan-cobaan, kita mengalami badai, kita mengalami bencana, tapi bangsa kita kuat utuh dan bangsa kita mampu mengatasi semua cobaan yang kita hadapi," tutur dia.

Saat ini, menurut Prabowo, masyarakat sudah melihat bagaimana bentuk negara sudah hadir.

"Kita buktikan rakyat melihat reaksi pemerintah cepat, reaksi pemerintah mengatasi masalah. Kita sudah buktikan sekarang rakyat melihat ada musibah di bagian dari wilayah tanah air kita, tapi alat-alat negara segera hadir," tandas Prabowo.

  ⍟
Kompas  

Sabtu, 06 Desember 2025

Wakasau Tinjau Program Management Review Pengadaan Helikopter AW-189

(dispenau)

Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M. meninjau Program Management Review (PMR) pengadaan helikopter angkut berat AW-189 di fasilitas Leonardo Helicopters, Italia, pada 1–3 Desember 2025.

Wakasau hadir sebagai observer bersama tim PMR yang terdiri dari personel TNI AU yaitu Dangrup Heli Koopsau, Sesdisaeroau, Paban III/Aero Slogau, serta personel Kementerian Pertahanan yaitu Kolonel Kal M. Agus Fauzan dan Kolonel Lek Dwi Anggoro. Selain itu hadir pula Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bpk. Moh. Arif Faisal selaku perwakilan dari pihak penyedia.

Dari pihak Leonardo Helicopters, PMR diikuti oleh Mr. Giulio Volpato beserta para manajer program, kontrak, desain interior, dan pelatihan.

Rangkaian kegiatan PMR mencakup peninjauan helikopter AW-189 di Lenate Airport, inspeksi lini produksi di Pabrik Leonardo Varese, serta paparan mengenai kontrak, desain, dan aspek teknis yang menjadi bagian dari paket pengadaan.

Selain itu, turut dilaksanakan diskusi untuk merumuskan action key sebagai tindak lanjut hasil peninjauan, sehingga langkah berikutnya dapat disusun secara tepat dan selaras dengan arah kebijakan TNI AU.

Secara keseluruhan, PMR memberikan gambaran komprehensif mengenai aspek teknis, produksi, dan dukungan pelatihan yang termasuk dalam paket pengadaan. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kesiapan TNI AU dalam memenuhi kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) ke depan.

  ⍟ 
TNI AU  

Rabu, 03 Desember 2025

PTDI Selesai Laksanakan Pemeliharaan & Perawatan Helikopter Bell 412 EP TNI AD

Helikopter Bell 412 EP selesai harwat di Bandung (PTDI)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melaksanakan ferry flight satu unit helikopter Bell 412 EP yang telah selesai menjalani program Pemeliharaan dan Perawatan (Harwat).

Unit yang diberangkatkan dari Apron Hanggar Helikopter PTDI Bandung menuju Pangkalan Udara Pondok Cabe ini merupakan bagian dari total empat unit helikopter Bell 412 series milik TNI AD yang dipercayakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI kepada PTDI untuk dilakukan perawatan berkala.

Selanjutnya, helikopter tersebut akan melanjutkan penerbangan menuju home base Skadron 12 Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) di Way Tuba, Lampung, untuk mendukung misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Pengoperasian ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait percepatan penanganan kesulitan masyarakat serta pemulihan infrastruktur terdampak di wilayah Aceh dan Sumatera Barat.

Selain helikopter Bell 412, operasi dukungan logistik bagi wilayah terdampak juga diperkuat dengan penggunaan helikopter H225M Caracal milik TNI AU yang dikerahkan untuk membawa berton-ton bantuan bagi korban banjir di Sumatera-Aceh, serta mempercepat distribusi bantuan ke daerah yang sulit dijangkau.

Pemanfaatan alutsista produksi PTDI tersebut menunjukkan bahwa produk pesawat dan helikopter PTDI tidak hanya mampu mendukung misi operasi militer, tetapi juga dapat memberikan kontribusi maksimal dalam misi penanganan darurat bencana.

  ✪
PTDI  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...